An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
Home­FAQ­Calendar­Search­Memberlist­Usergroups­Register­­Log in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Januari 1880

[CENTRAL] musim dingin, dingin moderat

[ASIA] musim dingin, kering, matahari terik

[AMERICA] musim dingin, sedikit salju

[AFRICA] musim dingin, curah hujan tinggi

Acara mendatang:

- Perayaan Tahun Baru

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Latest topics
» Hiatus Notification
by Tek Xiao Ling Today at 17:03

» Gathering Perdana Black Order HQ
by Tek Xiao Ling Today at 14:41

» Free Talk
by Li Lian Jie Today at 13:55

» Theme Song Karakter
by Li Lian Jie Today at 11:25

» Afiliasi Forum
by Li Lian Jie Yesterday at 12:00

Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass Esper Society

World of Cantabile

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Don't be shy, affiliate with us!
Post new topic   Reply to topicShare | 
 

 [AFRICA] Interpreter of Maladies

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Bogomila C. Radoslava



Posts: 8

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th October 2009, 17:32

Terbuka untuk semua, tetapi satu per satu, karena ward-nya cuma satu. Contoh: si A ditangani Bogomila dulu, lalu nanti si B baru masuk ketika si A selesai. Mirip Pengakuan Dosa, lah. Untuk engg, tiga atau empat pasien? Boleh RP adegan menunggu giliran.

RP tertutup begitu Hakizi Mana menjadi pasien.

Kredit untuk judul: Jhumpa Lahiri, pengarang novel berjudul sama Very Happy

Lokasi: Infirmari, cabang Afrika - Timur Tengah
Waktu: Pagi hari




Bogomila--lebih akrab dikenal sebagai Mila--menghela napas lega, selesai meletakkan botol-botol ramuan dan tinktur baru pada raknya. Wanita Bulgaria yang satu ini masih belum sudi menggunakan--bah, apa itu--pil dan tablet, perwujudan obat modern. Ia mendengus mengingat keberadaan objek sintesis itu; yang dibuat oleh manusia tidak akan bisa dikalahkan oleh alam!

Ya, banyak orang sudah hanyut terbawa modernisasi, staf medis Black Order tidak terkecuali. Bogomila yang konservatif bisa dibilang melawan arus. Mungkin untuk penyakit yang terlalu parah ramuan tradisionalnya tidak bisa dibilang berguna, tetapi untuk penyakit biasa seperti flu dan demam racikannya tidak kalah. Dan, jelas, tanpa efek samping.

"Oh, Krikor..."

Ia kembali menghela napas, mengingat keberadaan anak lelaki semata wayangnya; cabang Eropa. Sudah dua tahun sejak perpindahan cabang Krikor, namun ia masih belum sepenuhnya terbiasa kehilangan orang yang senantiasa diayominya. Konstantina, adik dari Krikor, tidak serela kakaknya untuk dimanjakan. Kini, ia terpaksa melampiaskan naluri ibunya pada staf lain; lebih tepatnya, mereka yang cukup 'beruntung' untuk menjadi pasiennya. Tidak, Bogomila bukan wanita gila yang suka mencoba racikan baru pada pasiennya, ia bukan ilmuwan maniak macam Lorelei Poisson. Hanya saja, mungkin sifat keibuannya yang berlebihan bisa membuat beberapa orang risih.

Ah, itu mengingatkannya pada pekerjaannya. Wanita yang hampir kepala lima itu mengawasi pintu masuk infirmari, menanti pasien untuk ditangani. Siapa gerangan yang akan menjadi pasien perdananya?
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 52
Lokasi: Kerala, Thiruvananthaphuram

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th October 2009, 17:46

Doohh! Sungguh, ingin rasanya Rajeev mengamuk ketika sensasi gatal yang berlebihan mendatangi seluruh tubuhnya; terutama, kedua tangannya. Terima kasih pada bakteri gatal-gatal itu, kini ia tak lagi bisa memegang pena untuk menulis laporannya. Jangan-jangan menulis laporan, memegang gelas saja ia tak becus! Dengan ekspresi jengkel tertempel di wajahnya, pria India ini melangkahkan kakinya dengan terburu-buru ke infirmari, tempat yang diyakininya akan membawa solusi. Pekerjaannya? Oh, tenang saja. Masih banyak anak buahnya yang dengan senang hati akan menggantikan pekerjaannya.

Tangannya yang kini kemerahan membuka pintu infirmari tidak sabar, kepalanya menengok ke sana ke mari, mencari sosok yang kira-kira bisa membantunya. Dan ditemukannya Bogomila di sana, "Nyonya Milaaa, tolong sayaaa!" mohon Rajeev, sambil mendekat ke samping wanita Bulgaria tersebut, "Badan saya gatal-gatal, nggak tau nih kenapa!" keluhnya pada Bogomila, layaknya seorang anak yang mengeluh pada ibunya.

Sebenarnya sensasi gatal itu baru Rajeev rasakan dengan hebat tadi pagi, dan sebagai kepala bagian dari riset, ia sendiri tidak mengerti dari mana asal-usul hal menyebalkan ini. Seingatnya, tak ada cairan kimia yang tumpah di bajunya, atau serangga yang menggigitinya... Atau ini berhubungan dengan kamar mandi yang tidak dikunjungi Rajeev beberapa hari terakhir ini? Uh-oh.

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" --- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava



Posts: 8

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th October 2009, 20:46

Pasien tiba! Mata abu-abu wanita keibuan itu berbinar, dan ia pun menutup tirai yang membatasi ruang kerjanya dengan bagian infirmari lain. Ia menunjukkan ranjang pada lelaki yang badannya gatal-gatal itu, sebelum memintanya berbaring. "Kepala Bagian Rajeev! Nah, berbaring saja dulu di sini, nak. Saya carikan dulu remedi yang sesuai."

Ia pun berbalik dari pasiennya, menuju lemari obat-obatan yang baru saja ditatanya tadi pagi. Senyuman lebarnya terpantul pada beberapa botol kata hijau tua yang berjejer di lemari itu, dan wanita berbandana merah itu mengambil botol kecil satu per satu. Matanya menyipit tiap kali membaca tulisan kecil pada label tiap botol baru; "Hmm... Valerian, kamomil; hm, ini untuk susah tidur. Gingseng; peningkat... ehem hem, stamina. Dandelion; oh! ini untuk wanita pre-haid... Di mana ya..." Dahinya mengerut, seraya ia meletakkan kembali botol-botol berisi obat yang tidak sesuai dengan 'penyakit' Rajeev.

"Ah!" Ia pun meletakkan di atas meja botol berisi ulekan peppermint, dipadukan dengan gandum, larut dalam cuka; ramuan itu baru dibuatnya dua hari yang lalu. Menelurusi raknya lagi, ia menemukan, dalam wadah silindris (dengan tutup yang dibuka dengan diputar), campuran kental madu dan kayu manis, remedi kulit gatal lainnya, untuk dioleskan pada kulit. Pencariannya pun tidak berakhir hingga ia menemukan dua pengobatan alternatif lain. Meletakkan semuanya di meja yang berada di sisi ranjang, ia menghadapi Rajeev dengan senyum lebar.

"Nak, saya punya empat alternatif. Kau bisa memandikan dirimu dengan campuran ini; aduk dalam air panas--" Ia pun menunjuk pada larutan cuka, mint dan gandumnya. "--atau, kau bisa mengoleskan ini pada kulitmu..." Bogomila membuka tutup wadah campuran madu dan kayu manisnya, yang mengeluarkan aroma harum... walau mungkin, tidak menyenangkan bagi pasien untuk mengoleskan sesuatu yang biasa menyedapkan makanan pada kulitnya.

"Kalau tidak mau, ada salep ini. Ini adalah campuran lidah buaya, santan, dan minyak ikan." Jangan tanya asal-usul bahan-bahan ini; Bogomila memiliki koneksi dan pengalaman cukup memadai di pasar Konstantinopel. "Lalu, bubuk witch hazel dan bunga Saint John's Wort dan pansy. Nanti saya campurkan dengan air panas dulu, lalu dengan lap kita bisa mulai menggosok kulitmu. Kau pilih yang mana, nak?"




[OOT: Referensi -- berbagai sumber *digetok*]

_________________
"The old way is the best way."

number06: the E M P R E S S
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 52
Lokasi: Kerala, Thiruvananthaphuram

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   10th October 2009, 18:57

"Kepala Bagian Rajeev! Nah, berbaring saja dulu di sini, nak. Saya carikan dulu remedi yang sesuai."

Sang pria India menurut tanpa banyak omong. Dilepasnya selop putih sebagai alas kaki di atas lantai, kemudian ia mempersilakan dirinya sendiri berbaring di atas ranjang. Sementara Mila sibuk memilah-milah remedi macam apa yang sesuai untuk dirinya, Rajeev berusaha menahan tangannya untuk menggaruk dengan tangannya yang lain.

Oke, usaha pertama gagal. Tangan kanannya dengan sukses menggaruk punggung atasnya, di mana sensasi gatalnya mulai menyebar ke sana. Selesai mengganjar beberapa garukan mantap di sana, pria India ini kembali berusaha menahan niatnya untuk menggerayangi tubuhnya sendiri akibat gatal-gatal sial ini. Untung saja sebelum ia meneruskan niatannya lebih lanjut, Mila sudah selesai memilah-milah dan kembali mengurusinya.

"Nak, saya punya empat alternatif. Kau bisa memandikan dirimu dengan campuran ini; aduk dalam air panas, atau, kau bisa mengoleskan ini pada kulitmu... Kalau tidak mau, ada salep ini. Ini adalah campuran lidah buaya, santan, dan minyak ikan. Lalu, bubuk witch hazel dan bunga Saint John's Wort dan pansy. Nanti saya campurkan dengan air panas dulu, lalu dengan lap kita bisa mulai menggosok kulitmu. Kau pilih yang mana, nak?"

"Aduh, yang mana saja deh, Nyonya, yang paling sederhana dan cepat. Saya masih ditunggu banyak pekerjaan..." yang satu itu, Rajeev sedikit memelintirkan kenyataan. Memang ada banyak pekerjaan yang menunggunya, tapi toh bukan itu yang membuatnya ingin segera sembuh. "Omong-omong, nyonya tahu tidak sebab dari gatal-gatal saya ini?" ya, daripada ia menerka-nerka sendiri, lebih baik tanya pada yang sudah ahli, bukan?

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" --- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava



Posts: 8

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   10th October 2009, 21:31

"Aduh, yang mana saja deh, Nyonya, yang paling sederhana dan cepat. Saya masih ditunggu banyak pekerjaan..." Bogomila berdecak mendengar ini, sembari ia menyilangkan lengannya. "Bah! Memang selalu begitu dengan anak muda jaman kini... selalu lebih memperhatikan pekerjaan daripada dirinya sendiri..." Walau ia tidak tahu pasti untuk Rajeev Nambiar, ia sudah menghadapi banyak contoh kasus workaholic di cabang yang letaknya di Turki itu; Hakizi Mana, sang supervisor, Sofia Kyprianos, menantunya, dan anaknya sendiri...

Konstantina.

Wanita Bulgaria itu menghela napas, seraya ia mengeluarkan baskom berisi air panas yang didapatkannya entah dari mana; sisa dari air yang dipanaskannya untuk teh pagi harinya, tampaknya. Ia membuka tutup botol racikan yang berisi gerusan berbagai herba itu, sebelum mengaduknya rata. Tentu, mengoleskan madu atau salep ke seluruh badan Rajeev, apalagi memandikannya dengan ramuan peppermint akan menyita banyak waktu.

"Omong-omong, nyonya tahu tidak sebab dari gatal-gatal saya ini?" Perempuan berbandana itu tidak menjawab. Ia lebih suka menjaganya sebagai kejutan pada akhir pemeriksaan.

Bogomila mencelupkan lap yang bersih ke dalam larutannya, beberapa kali merendam dan memerasnya. Opsi terakhirnya? Menggosok keras-keras badan Rajeev Nambiar dengan ramuan witch hazel khasnya. Mata abu-abunya menatap sang Section Leader dengan tegas. "Kepala Bagian, tolong lepas pakaian Anda. Saya akan menggerus rasa gatal itu dari kulit anda dengan ini," ujarnya, menunjukkan lap basahnya pada Rajeev.

_________________
"The old way is the best way."

number06: the E M P R E S S
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 52
Lokasi: Kerala, Thiruvananthaphuram

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   25th October 2009, 18:35

"Bah! Memang selalu begitu dengan anak muda jaman kini... selalu lebih memperhatikan pekerjaan daripada dirinya sendiri..." Rajeev hanya nyengir mendengar pernyataan itu. Yah, kalau Mila tahu bagaimana kinerja pria India satu ini, ia pasti akan langsung menarik kalimatnya. Yang namanya Rajeev Vikramendra Nambiar, segala sesuatu pasti dibuat santai.

Melihat gerak-gerik Mila, tampaknya ia tidak akan mendapatkan obat yang bisa diminum secara teratur, eh? Bukannya justru itu yang ia maksud dengan 'praktis'? Namun wanita Bulgaria ini malahan mencelup sebuah lap dalam larutan yang tampak... mencurigakan. Euh. Coba kau percayakan saja pada ahlinya, Rajeev.

Namun tatapan mata Rajeev mengkianati kepercayaan yang sedang dibangunnya, mata coklat tuanya memandang lap dan larutan itu dengan tatapan aneh. Seakan tidak rela menyentuh larutan itu sedikitpun. "Kepala Bagian, tolong lepas pakaian Anda. Saya akan menggerus rasa gatal itu dari kulit anda dengan ini,"

"Hah, apaan tuh?" ucap Rajeev spontan, badannya mundur ke belakang, menghindari kain lap dan tatapan tajam Mila. Buka baju katanya? Memang dia mau diapakan? Eh, tunggu, 'menggerus', katanya? Astaga, memangnya dia ini bumbu masakan yang digerus di atas ulekan? Oh no, no, no. Rajeev masih sayang dirinya sendiri, nyonya.

Pria India berusia 36 tahun ini menelan ludah, "Err, Anda yakin, Nyonya? Kok rasanya bakal menyakitkan..." ia tersenyum kecut, masih memandang lap di hadapannya dengan ekspresi tidak rela. Menggerus seluruh badan, sederhana, eh?

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" --- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava



Posts: 8

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   4th November 2009, 19:26

"Anda meminta cara yang cepat, saya berikan yang cepat," ujarnya dengan ketus. Memang apa yang pria India itu harapkan, pil yang seakan-akan memberi penyembuhan instan? Jangan harap! "Bah! Justru pil, tablet... medikasi modern yang terkesan ajaib itu yang tidak pasti dan bisa menghasilkan efek samping!"

Jika lelaki itu tidak akan melakukannya sendiri, Bogomila tidak sungkan melakukannya. Krikor, anaknya sendiri, sering dilucuti bajunya oleh wanita berbandana itu--itu hanya salah satu contoh korban wanita asal Bulgaria ini. Dengan gesit, tangannya pun melepas paksa pakaian yang melekat pada tubuh Rajeev.

Ia sudah siap mengambil kembali lapnya, dan meneruskan upaya penyembuhannya pada sang kepala bagian tanpa ampun, tetapi bau tak sedap dari pakaian yang hendak digantungnya mengalihkan perhatiannya. Ia mengerutkan hidungnya, menjauhkan pakaian yang dijepit oleh ibu jari dan telunjuknya. "Astaga, Nak! Sudah berapa lama kau pakai ini? Kapan terakhir kali kau cuci?!"

Setelah diperhatikan, memang pakaian Rajeev sangat kumal. Mata abu-abu Bogomila melirik pria India itu dengan tajam. Apakah mungkin penyebab "penyakit" ini adalah sang pengidap sendiri?

_________________
"The old way is the best way."

number06: the E M P R E S S
Back to top Go down
View user profile
 

[AFRICA] Interpreter of Maladies

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions of this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Branches :: African - Middle East Branch-
Post new topic   Reply to topic