| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Januari 1880 |
| | | [AMERICA] Hard Cold Battle | |
| | Author | Message |
|---|
Tek Dai Fong

Posts: 59
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: [AMERICA] Hard Cold Battle 26th September 2009, 12:03 | |
| Note : judul ngedit dikit dari theme song Giraile.. *dibekep* Latihan pertarungan habis-habisan, bebas siapa lawan siapa, sistem battle royale (last man stand). Diharapkan semua Exorcist ikut dalam topic ini (tapi kalau General, errr... harap kurangi kekuatan Anda *shot*) Menggunakan sistem dice seperti di Wanna Play Snow Ball?, dengan sedikit modifikasi; Kalau GENAP artinya serangan kena (tidak harus telak), kalau GANJIL artinya serangan dihindari. Tetapi kalau mendapat angka 6 (ENAM), serangan kena telak. Time : jam 2 siang, habis makan siang. Beberapa hari setelah A New Beginning
Siang itu, Dai Fong merasa jauh lebih sehat daripada hari-hari sebelumnya. Entah karena cuaca memang lebih cerah hari itu, atau karena mood-nya sedang baik hari itu, ia merasa tidak terlalu kedinginan seperti sebelumnya. Ah, karena ia sudah mendapatkan beberapa teman baru kah? Dai Fong juga tidak mengerti. Ia hanya merasa lebih nyaman sekarang. Tapi tentu saja, suhu musim dingin tetaplah dingin (namanya juga musim dingin). Ia teringat waktu beberapa hari sebelumnya, ia sempat berjalan-jalan, dan tubuhnya terasa lebih hangat. Jadi khusus hari itu, Dai Fong berpikir untuk melatih dirinya di arena latihan. Ia menarik nafas dalam, lalu mencabut kipas kertasnya dari ikat pinggangnya. Perlahan, ia mulai bergerak mengikuti irama nafasnya, melakukan gerakan-gerakan bela diri yang sekilas tampak seperti sebuah tarian. Ia tidak begitu merasa malu berlatih gerakan-gerakan 'gemulai' seperti itu, karena toh tidak ada orang lain di tempat itu selain dirinya. Lagipula, siapa sih yang mau berlatih di hari sedingin itu? Tapi ternyata dugaannya salah. Ia merasakan kehadiran seseorang (atau beberapa orang?) lainnya yang baru masuk ke dalam ruangan tersebut. Secara refleks, ia mengaktifkan Innocence-nya, membuat kipas kertasnya yang rapuh menjadi sebuah kipas baja raksasa. Ia memposisikan dirinya dalam posisi siap bertarung, dengan tubuh yang agak ditundukkan dan kipas yang digenggamnya erat dengan kedua tangannya di sisi kiri tubuhnya. Ia tidak bermaksud mengintimidasi siapapun yang masuk. Tapi, siapa tahu orang yang masuk itu mau sparring dengannya. Siapa tahu, 'kan? _________________ "Blood will attract blood." -Tek Dai Fong-Issei Akira's 3rd ID - The Broken Butterfly |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 37 Umur: 16 Lokasi: Nigrum Foramen
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 27th September 2009, 19:20 | |
| Tanpa maksud tertentu, Gray Levantine Claude pergi ke tempat berlatih. Tidak, kali ini dia tidak tersesat, tempat ini sudah dihafalnya semenjak pertama pindah ke cabang Amerika. Tak ada ruginya ke tempat ini, siapa tahu ada yang mau berlatih dengannya. Benar dugaannya, Gray melihat rekan exorcistnya, Tek Dai Fong, sedang melakukan gerakan dasar bela diri. Hmm, bagaimana kalau mereka...berlatih bersama? "Dai Fong! Gerakan yang bagus~" sapanya ramah. Hmm, kemudian pria itu mengaktifkan innocencenya begitu saja. "Bagaimana kalau kita sparring sedikit?" tanyanya sambil tersenyum lebar. Pemuda bermata heterochromia itu melepas sepatu botnya, membiarkan kaki yang dililit kain semacam perban itu terbuka. |
|  | | Tek Dai Fong

Posts: 59
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 9th October 2009, 18:13 | |
| Ternyata, orang yang baru datang itu adalah Gray. Dai Fong menghela nafas, yang entah sejak kapan ditahannya. Ia tidak tahu, warisan dari siapa sikap was-wasnya itu. Tapi kalau ia pikir-pikir lagi, sepertinya sifat itu diwariskan oleh ayahnya sendiri, yang memang sangat sering terlihat was-was. Yah, apa mau dikata, setengah darah ayahnya masih mengalir di nadinya. "Oh, ternyata kamu, Gray..." sapa Dai Fong sambil merilekskan kembali otot-ototnya yang sempat menegang. Tadinya ia juga mau menonaktifkan Innocence-nya, tapi ternyata Gray malah mengajaknya sparring. Dai Fong terdiam sejenak. Sudah cukup lama sejak terakhir kali ia sparring melawan seseorang. Biasanya, ia berlatih melawan boneka-boneka kayu yang tersedia di sana. "Boleh-boleh saja," jawab Dai Fong sambil mengubah posisi kipas bajanya menjadi posisi bertahan. Hei, ia masih ingat dengan jelas tata cara pertarungan yang benar; kalau kau tidak tahu kekuatan lawanmu, bertahanlah dulu untuk mempelajarinya, baru siapkan taktik untuk membalas. _________________ "Blood will attract blood." -Tek Dai Fong-Issei Akira's 3rd ID - The Broken Butterfly |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 37 Umur: 16 Lokasi: Nigrum Foramen
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 3rd November 2009, 16:49 | |
| Gray mengalihkan pandangan ke sekelilingnya. Apa masih ada orang yang mau ikut sparring dengannya dan Dai Fong saat ini? Jawabannya, yah mungkin orang sedang malas-malasan menghadapi cuaca dingin. Belum ada seorangpun di arena. Yosh, kalau memang tidak ada ya berarti hanya satu lawan satu saja. Yang penting, Gray bisa melemaskan otot ototnya yang sedikit kaku. "Aku mulai ya, Dai Fong!" serunya bersemangat seperti biasa. Gray kemudian mengaktifkan Slepnir, innocence miliknya yang terletak di kaki. Tak lama aliran listrik mulai mengaliri daerah dekat kakinya. Satu, Lightning Footsteps Dengan gerakan cepat, Gray melaju mendekati Dai Fong. Kemudian pemuda bermata heterochromia itu melakukan serangan dengan kaki dengan sekuat tenaga. Entah kena atau tidak. Guest carried out 1 launched of one (6-sided Die.) : |  |
_________________ You can not hate me! Because I hate myself more than anyone else! --Gray Levantine Claude
|
|  | | Tek Dai Fong

Posts: 59
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 3rd November 2009, 17:08 | |
| Hari itu, Dai Fong mendapatkan 3 pelajaran sekaligus. Pertama, selalu cari tahu dulu tentang kemampuan lawan sebelum menerima ajakan sparring. Kedua, ingat-ingat bahwa kipas baja itu berat sehingga kurang efektif dalam menghadapi serangan kilat dalam jarak dekat. Ketiga, dilarang bengong saat pertarungan sedang dimulai. Dai Fong belum pernah melawan Gray sebelumnya. Ia juga belum pernah melihat pemuda itu bertarung. Innocence-nya seperti apa pun ia tidak tahu. Tapi dengan entengnya ia menerima ajakan sparring dari pemuda itu. Itulah kesalahan pertamanya. Dan karena Dai Fong tidak tahu apa-apa tentang kemampuan Gray, ia sama sekali tidak memperhitungkan kecepatan pemuda itu yang--menurut Dai Fong--luar biasa cepat. Ia bahkan tidak sempat menggerakkan kipas bajanya untuk menahan serangan, ataupun menghindari serangan tersebut. Kesalahan selanjutnya dari pria Cina ini adalah, pikirannya sempat melayang sejenak memikirkan 'kira-kira malam ini mau makan apa ya' saat Gray memulai serangannya. Dan itu adalah kesalahan paling fatal. Buktinya saja, serangan pemuda itu telak mengenai perutnya, meski ia tidak berpindah jauh dari tempatnya berdiri tadi karena ia berpegangan erat pada kipas bajanya. Rasa nyeri dan mual langsung ia rasakan. Bagaimana tidak? Ia baru saja makan siang 10 menit yang lalu, dan sekarang perutnya sudah kena tendangan yang cukup keras. Ukh... spesialis jarak dekat, rupanya. Aku harus ambil jarak segera...Sambil menahan rasa sakitnya, Dai Fong menginaktifkan Innocence-nya, lalu melompat mundur untuk menciptakan jarak antara dirinya dengan Gray. Setelah ia mundur sejauh 3 meter, ia langsung mengaktifkan kembali Papillon dan langsung mengayunkannya dengan keras. Kamaitachi!Aliran udara di antara dirinya dan Gray langsung berubah. Sayatan-sayatan dangkal muncul di lantai di antara kedua pemuda itu. Sekarang yang ia bisa lakukan adalah bersiap untuk melakukan serangan selanjutnya seandainya serangan pertamanya itu tidak kena. Guest carried out 1 launched of one (6-sided Die.) : |  |
_________________ "Blood will attract blood." -Tek Dai Fong-Issei Akira's 3rd ID - The Broken Butterfly |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 37 Umur: 16 Lokasi: Nigrum Foramen
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 3rd November 2009, 17:21 | |
| Hup, serangan pemuda heterochromia itu telak mengenai perut pria asal China di depannya. Lucky~ Serangan pertama itu sangat penting hukumnya bagi para petarung jarak dekat. Jika serangan pertama kena, (semoga saja) akan ada keuntungan yang ia dapat dari lawan tandingnya itu. Tampaknya Dai Fong tak tinggal diam setelah diserang. Pria itu mengeluarkan jurus angin dari kipas bajanya yang cukup besar itu. He, rupanya Dai Fong adalah petarung jarak jauh. Kuncinya ia sudah tahu sekarang, jangan terlalu jauh dari lawan dan tekan serangannya! "Hup," ucapnya saat menghindari serangan Kamaitachi yang tampaknya akan mengerikan kalau kena itu. Kali ini ia akan menyerang dengan tangannya saja, biarkan kakinya beristirahat sebentar setelah melakukan swift attack tadi. Toh, ia tidak pilih pilih dalam hal melawan pasangan sparringnya. Tangan kirinyanya memegang kipas baja Dai Fong, sedikit mendorongnya untuk mendapatkan celah dan tangan kanannya menyikut bagian ulu hati milik pria asal China itu. Guest carried out 1 launched of one (6-sided Die.) : |  |
_________________ You can not hate me! Because I hate myself more than anyone else! --Gray Levantine Claude
|
|  | | Tek Dai Fong

Posts: 59
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 5th November 2009, 21:24 | |
| Serangannya itu bisa dihindari dengan luwesnya oleh pemuda heterochromia itu. Sepertinya kecepatannya itu memang menjadi keuntungan terbesarnya... sekaligus kelemahan terbesar pria Cina ini. Dilogika saja, mana bisa ia bergerak cepat dengan kipas baja sebesar dan seberat itu? Bolak-balik mengaktifkan dan menginaktifkan Innocence-nya juga makan tenaga dan waktu, padahal ia tidak punya waktu untuk itu. Gray kembali menyerangnya, kali ini dengan tangannya. Saat pemuda itu menyentuh kipas bajanya, Dai Fong merasa itulah saat yang tepat untuk menjatuhkan Gray sekaligus menghantamnya dengan kipas tersebut, tapi... NYUUTT!!...rasa nyeri di perutnya saat ia hendak membanting kipasnya membuatnya meringis. Perhatiannya teralih oleh rasa sakit yang ia rasakan. Dan sekali lagi, karena perhatiannya teralihkan, ia hampir tidak menyadari serangan yang dilayangkan Gray. Tapi kata 'hampir' itu tidak berarti apa-apa kalau ia tidak bisa menghindarinya juga. Akhirnya, satu pukulan lagi mengenai... rusuknya. Ia menunduk sedikit untuk mengurangi cedera lanjutan di perutnya, tapi sekarang ia menyesal karena nafasnya jadi terasa berat. Ia hanya bisa berdoa semoga tidak ada rusuknya yang patah. Kalau pertarungan jarak dekat begini, Papillon dalam bentuk aktif tidak akan berguna... Percuma kuaktifkan kalau benda itu hanya memperlambat gerakanku!Dengan satu gerakan cepat, ia kembali menginaktifkan Papillon dan menyelipkannya di sabuknya. Ia memasang kuda-kuda menyerang. Ia menunduk sedikit, lalu mengayunkan sikutnya ke arah rahang bawah Gray dengan gerakan yang cepat dan keras. Guest carried out 1 launched of one (6-sided Die.) : |  |
_________________ "Blood will attract blood." -Tek Dai Fong-Issei Akira's 3rd ID - The Broken Butterfly |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 37 Umur: 16 Lokasi: Nigrum Foramen
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 6th November 2009, 14:54 | |
| Rupanya taktik menyikutnya bersahil mengenai bagian ulu hati mlik rekan exorcistnya itu. Setelah mengembalikan konsentrasinya, tampaknya Dai Fong menon-aktifkan innocencenya yang berbentuk kipas baja. Ngh, apa yang akan ia lakukan ya. Gray tidak tahu menahu tentang kemampuan bertarung milik Dai Fong. Latihan tarung bersama seperti ini saja baru pertama kalinya. Gray mundur sedikit untuk mengambil jarak dan ancang-ancang untuk kembali menyerang. Namun gerakan Dai Fong yang cepat lolos dari pandangannya, hingga akhirnya pria lawan tandingnya itu berhasil menyerang bagian dagu Gray. "Ugh. Kau hebat, Dai Fong!" teriaknya bersemangat. Serangan telak di dagu menyebabkannya sempoyongan. Setelah dirinya bisa berdiri seperti biasa lagi, tanpa ragu Gray mulai menyerang kembali. Dua, Storm Dance Serangan cepat berupa tendangan itu kemudian dilakukan pria bermata heterochromia itu. Pertama, ia menyerang bagian belkang lutut milik Dai Fong, diikuti dorongan pada badan menggunakan tangannya dan tendangan cukup kuat pada bagian perut. Guest carried out 3 launched of one (6-sided Die.) : | , ,  |
_________________ You can not hate me! Because I hate myself more than anyone else! --Gray Levantine Claude
|
|  | | Tek Dai Fong

Posts: 59
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 6th November 2009, 21:23 | |
| Dai Fong tersenyum tipis saat melihat bagaiman serangannya kena telak. Sepertinya ia memang tidak boleh terlalu bergantung pada Innocence-nya... setidaknya untuk pertarungan jarak dekat seperti sekarang ini. Tapi sekali lagi, rasa nyeri di perutnya mengalihkan perhatian pria Cina itu. Dan sekali lagi, pertahanannya terbuka lebar. Satu tendangan di lututnya membuatnya oleng seketika, disusul dengan satu dorongan keras yang jelas membuatnya terjatuh semakin cepat. Tapi karena posisinya yang oleng akibat dua serangan itu, ia selamat dari serangan ketiga yang kalau kena pastinya akan membuatnya muntah-muntah seketika. Tetap saja, ia terpeleset ke lantai ruang latihan itu. Punggungnya menghantam lantai dengan suara 'bum' yang agak keras. Ia lalu mengacungkan tangan kanannya tinggi-tinggi, sementara tangan kirinya memegangi perutnya yang masih berdenyut-denyut. " Ti--time out... Perutku enggak enak..." keluh Dai Fong pelan. Semoga saja Gray menyetujui permintaannya itu. Kalau tidak, bisa-bisa ia harus masuk Infirmary dan baru keluar seminggu setelahnya. Kacau. _________________ "Blood will attract blood." -Tek Dai Fong-Issei Akira's 3rd ID - The Broken Butterfly |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 37 Umur: 16 Lokasi: Nigrum Foramen
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 13th November 2009, 13:45 | |
| Nafas pemuda bermata heterochromia itu mulai tersengal-sengal. Baiklah, ia memang punya kecepatan yang cukup tinggi, dan ketahanan tubuhnya pun dalam batas standar. Namun combo yang baru saja ia lakukan tadi cukup menguras tenaga yang ada dalam tubuhnya. Sayang tendangan terakhirnya itu tidak kena, mungkin nanti ia harus melakukan serangan yang lebih efektif. "Ti--time out... Perutku enggak enak..."Ah, rupanya lawan sparringnya meminta time out. Cukup tepat juga, kesemutan akibat efek Sleipnir mulai terasa pada kedua kakinya yang diselimuti bola listrik itu. Sambil menon-aktifkan Innocence miliknya, Gray kemudian mendekati tempat Dai Fong berdiri dan mengulurkan tangannya pada pria yang tadi terjerembab karena tendangan yang dilakukan Gray. "Ah, baiklah. Biar kubantu," ucapnya sambil tersenyum lebar. Fuh, pemuda ini seperti mempunyai energi cadangan. Sepertinya Gray siap kapan saja Dai Fong ingin melanjutkan latihan tempurnya dengan Gray. "Bagaimana kemampuanku?" tanyanya dengan mata berbinar-binar seperti anak kecil. Bukannya bermaksud apa-apa, pemuda yang polos ini hanya ingin tahu pendapat Dai Fong mengenai pertarungan tadi. _________________ You can not hate me! Because I hate myself more than anyone else! --Gray Levantine Claude
|
|  | | Tek Dai Fong

Posts: 59
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 13th November 2009, 16:34 | |
| "Adudududududuuuh..." keluh Dai Fong sambil meringis saat ia berdiri, dibantu oleh Gray. Sepertinya pukulan dan tendangan tadi cukup efektif, buktinya perutnya saja jadi agak mulas. Oke, memang tidak sesakit itu, tapi tetap saja perutnya terasa tidak enak... efek yang pasti terasa, karena belum ada 1 jam berlalu sejak suapan terakhir makan siangnya meluncur masuk ke dalam perutnya. | Quote: | | "Bagaimana kemampuanku?" |
Dai Fong tersenyum tipis, meski masih tampak kesakitan. "Bagus... Gerakanmu cepat, aku sulit melihatnya. Sepertinya memang tidak boleh setengah-setengah kalau bertarung dengan orang sepertimu, Gray," jawab Dai Fong sambil tetap tersenyum. Eh, apa, 'tidak boleh setengah-setengah'? Uh-oh, Dai Fong, hati-hati pada apa yang kau ucapkan. Bisa-bisa lawan bicaramu ini mengira tadi kamu itu tidak serius...
...karena memang dari tadi ia tidak serius. Duh, siapa sih yang bisa serius bertarung saat ia masih kenyang dan pikirannya sedang melayang-layang ke 'apa menu makan malam nanti'?_________________ "Blood will attract blood." -Tek Dai Fong-Issei Akira's 3rd ID - The Broken Butterfly |
|  | | | | [AMERICA] Hard Cold Battle | |
|
| Page 1 of 1 |
| | Permissions of this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|