| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Januari 1880 |
| | | [CENTRAL] Medical Check Up | |
| |
| Author | Message |
|---|
Alexandra R. Smirnova

Posts: 18
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 35 tahun
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 30th September 2009, 15:17 | |
| Delusi... keringat dingin... ? Mungkinkah anak ini terkena flu atau penyakit peradangan sejenisnya? Memang yang seperti itu sedang marak terjadi di musim dingin seperti ini, terlebih jika kau tidak menjaga dengan baik kondisi tubuhmu dan jarang makan. Selesai tuan exorcist muda ini menjelaskan apa yang terjadi padanya, Alexa dengan cepat mengambil keputusan sembari manggut-manggut tanda ia mengerti. "Yea, mungkin aku akan berbaring sebentar di dipan,"Woh... berniat sok kuat rupanya. Akhirnya terpaksa Alexa menariknya ke sebuah kasur tidur yang berada di ruangan itu lantas menutup tirainya. "Berbaring saja di sini. Kamarmu mungkin memiliki selimut yang hangat, tapi tidak dengan perawatan yang terjamin," ucapnya lalu menulis sesuatu di dalam kertas catatan. ... "Maaf sebentar," seperti biasa berucap seperti itu sebelum menyentuhkan tangannya pada kulit si pasien. Menaruh punggung telapak tangannya di dahi exorcist muda ini, lalu pada lehernya. "Suhunya tidak terlalu tinggi, tapi lebih baik tidur dulu di sini." Memberikan instruksi terakhir. Semoga ia mengerti. ... Sendirinyapun berusaha mengerti, maksudnya Alexa masih sedikit tertarik pada pembicaraan para nona yang sedang duduk di sebrang ruangan sana. Ah... mereka masih membicarakan soal itu kah? Sunggu naif, sama seperti dirinya yang bersikap layaknya wanita muda. "Mengerti?" balik kembali pada pasiennya. _________________ 'I still love you even if this world is a lie...' -- Alexandra Rastovna Smirnova to Deniska Deuzewich Mikhailov' remake-1919 |
|  | | Benjamin Baptiste

Posts: 113 Umur: 16 Lokasi: Rennes, Ille-et-Vilaine, Bretagne, France
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Eropa Umur: 17
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 30th September 2009, 15:48 | |
| Benjamin tidak mempedulikan Exorcist lainnya yang sedang dirawat di ruangan yang sama dengannya. Dia hanya menurut ketika Alexa membantunya mencapai sebuah ranjang tak jauh dari tempatnya duduk tadi. Sesampainya di sana, tubuh Benjamin langsung ambruk ke atas ranjang dan Alexa pun segera menutup tirainya. Benjamin melihat tangan Alexa bergerak-gerak cepat di atas kertas catatan. "Terima kasih," gumam Benjamin mencoba tersenyum. Setidaknya dia bisa menampilkan senyum tipis biasanya. "Berbaring saja di sini. Kamarmu mungkin memiliki selimut yang hangat, tapi tidak dengan perawatan yang terjamin," Alexa berbicara selagi mencatat lalu mengukur suhu Benjamin setelah mengatakan permisi secara tidak langsung. "Suhunya tidak terlalu tinggi, tapi lebih baik tidur dulu di sini," Alexa kembali berbicara dan Benjamin mengangguk pelan ketika Alexa kembali bertanya. Untungnya instruksi Alexa cukup mudah. Tidur. Itu adalah hobinya, dan Benjamin kembali tersenyum kepada Alexa sebelum akhirnya menutup mata ambernya. Menyerah kepada alam mimpi yang sangat dinantikannya sekarang. _________________ Benjie's 1st Character - The Inter-Dimensional Sleephead
|
|  | | Oswald Channing

Posts: 19
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 21
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 6th October 2009, 15:56 | |
| Lorong menuju Infirmary"Sungguh Allegra aku bisa berjalan sendiri!" Suara seorang pria terdengar dari luar ruangan infirmary, bersamaan dengan suara rantai yang bergemerincing. Allegra menoleh pada pria yang barusan dia 'panggil' dengan bibir yang merengut. "Kalau begitu kenapa kau tidak mengikutiku dari tadi, eh Oswald?""Aku sudah bilang kan aku sedang mengerjakan sesuatu"]"Dan aku sudah bilang kan kalau aku meminta kau ikut denganku?" Allegra berkacak pinggang sambil berbalik menatap Oswald Channing, pria yang bekerja sebagai salah satu staff di Black Order, walaupun orang lain lebih sering mengira dia pastor dari bajunya yang rapi dan kotak perkakasnya yang berlambang salib. Dan Oswald selalu menjadi obyek keegoisan dan kemanjaan Allegra yang jarang dia perlihatkan di depan orang-orang yang belum begitu dia kenal. Takdir yang mempertemukan dirinya dengan gadis itu, yang membukakan jalan ke gerbang Black Order. Mungkin nasibnya yang seperti itu sudah tertulis di kontrak hidupnya? Menjadi staff yang paling direpotkan oleh gadis Ceko berambut pirang. Oswald memegang dahinya dan menggeleng pelan, kali ini rantai yang membelit tangannya sudah dilepaskan oleh sang exorcist wanita. Sedari tadi dia sudah berjalan terseret-seret rantai magis di salah satu tangannya. Pria Inggris itu menggerutu pelan. Kali ini Allegra mendekatinya, memandang wajahnya lekat-lekat. Bibirnya yang mungil terbuka hanya untuk melontarkan kalimat-kalimat perintah pada Oswald, menyuruh staff manajemen itu memperbaiki pintu infirmary yang --lagi-lagi-- dirusakkan secara tidak sengaja oleh gadis yang berusia 20 tahun itu sebelum pergi melenggang darinya yang telah berdiri di luar pintu infirmari dengan alasan kalau gadis itu harus menemui generalnya. Gerutuan pelan terdengar dari Oswald sambil mengelus pergelangan tangannya yang tercetak pola rantai. Jemari Oswald menyusuri kulit di antara alisnya dan menemukan kerutan kesal disana dan mendengus pelan sambil mencoba mengembalikan senyumnya yang biasa. Senyuman ramah dari wajahnya yang halus. "Uhm, selamat siang" ucap pria berusia 21 tahun itu dengan suaranya yang hangat pada semua orang-orang di infirmari. " Saya diberitahu ada sesuatu yang diru--ehm, rusak?" Mata biru mudanya mencoba mencari-cari jejak destruktif yang dtinggalkan exorcist wanita tersebut. Alis matanya melengkung turun begitu melihat kenop pintu yang rusak, kerusakan yang paling sering terjadi. Ia kembali menggerutu dalam batin meskipun senyuman hangat masih terulas di wajahnya. Demi Tuhan, bisakah dia berhenti merusak setiap kenop pintu di markas ini...? |
|  | | Gabrielle van Rijn

Posts: 91 Umur: 16 Lokasi: Bandung
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 6th October 2009, 17:17 | |
| Ok, jujur gadis Belanda tidak memperkirakan pertanyaan yang dilontarkan gadis di hadapannya dengan muka polos. Muka Gabrielle jadi memerah sampai ke telinganya. Eh, bagaimana kalau ia berciuman dengan... PLAK! Sebelum imajinasinya melayang ke mana mana, Gab menampar dirinya perlahan untuk kembali menyadarkan dirinya. "Shion, bagaimana kalau anda ke kamarku malam ini, untuk membicarakan hal ini?" tanya Gaby sambil tersenyum. Entah apa yang Lia lakukan kalau tahu staf medis itu mengajak orang lain ke kamar mereka. "De..dengar, Shion. Aku sadar sepenuhnya gejala gejala aneh tadi bukanlah penyakit, melainkan sesuatu yang bersifat sedikit...pribadi," ucapnya dengan suara sedikit bergetar. Kemudian gadis berambut pendek itu tersenyum lembut pada exorcist yang lebih muda di hadapannya. |
|  | | Shion R. Herleifursdóttir

Posts: 40 Umur: 15 Lokasi: Heaven, or..Hell?
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 16 y/o
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 9th October 2009, 17:39 | |
| Ah pemuda exorcist yang baru saja datang itu sudah tertidur, err namanya siapa ya? Tumben juga Shion bisa pikun seperti ini. Ah sudahlah, mungkin dia exorcist baru? Atau Shion saja yang belum pernah bertemu dengannya. Kembali memalingkan iris aquamarinenya ketika mendengar sapaan seorang pemuda, staff lebih tepatnya, kalau tidak salah namanya Oswald apalah itu, datang untuk memperbaiki kerusakan pintu eh? Ah, kekuatan gadis exorcist yang sering terlihat memakai berbagai macam kain dengan bahan dasar bulu hewan itu memang lain daripada yang lain. Sudahlah, lebih baik kembali beralih dulu kepada Gaby untuk mendapatkan keterangan jawaban lebih lanjut. Heh? Mengajak ke kamar? Untuk apa? Jangan-jangan di kamar itu terdapat alat rahasia untuk membuat Gaby sepertinya bisa tahu semua jawaban mengenai masalah tersangkut tersebut. Ah, Shion, kenapa tiba-tiba imajinasimu jadi terbang ke berbagai macam hal yang aneh seperti ini? Bukan sifatmu ok? Tapi bukankah sekarang diberlakukan teman sekamar, yang dengan kata lain berarti terdapat gadis lainnya selain Gaby di kamar mereka? Kalau bgeitu apakah Shion bisa bercerita dengan blak-blakkan? Sepertinya tidak mungkin, yah lihat keadaan saja dahulu? "Boleh saja sih tapi kenapa tidak disini saja?" Ya, itulah yang menjadi pertanyaan di benaknya juga sedari tadi. Dengan polos dia utarakan langsung. Mengapa tidak langsung di tempat ini saja tapi malah sampai harus pergi ke kamarnya? Apakah sebegitu privatnya? Dan pertanyaan tersebut terjawab oleh lontaran kalimat aneh, membingungkan oleh Gaby yang berkata bahwa itu bukan penyakit, jadi apa dong? "Nanti malam? Apa teman sekamar Gaby tidak akan terganggu? Shion masih tidak mengerti mengapa hal ini bukan disebut penyakit?" Ah, keceplosan! Shion menutup mulutnya spontan. Ah sudahlah, dilihat dari kata-kata dan ekspresi Gaby sepertinya gadis staff infirmary tersebut juga sudah mengetahuinya. _________________ .::Hell is my choice::. .::As I no longer belive in Heaven::. -siggy credit by Dika- |
|  | | Gabrielle van Rijn

Posts: 91 Umur: 16 Lokasi: Bandung
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 9th October 2009, 18:05 | |
| Sungguh, Gabrielle van Rijn mengetahui jawaban dari keanehan penyakit Shion. Hal yang tidak aneh untuk seorang gadis remaja sepertinya, yah, mengingat Gaby juga tengah mengalaminya saat ini. Tapi ia agak bingung untuk menjelaskannya secara gamblang. Ia rasa tidak sopan, dan hal itu adalah privasinya. Fuuh, gadis Belanda itu menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, sebelum membisikkan passwordnya pada Shion. "Ma..maaf, tapi kurasa, anda tengah ja...jatuh cinta...?" bisiknya perlahan. Fuuh, Gaby kemudian menarik nafas lagi, dan menatap Shion dalam dalam. "I..ini adalah privasimu, kalau mau bicara lebih jauh, saya akan bicara padamu di tempat yang lebih tenang...," ucapnya lagi. Ya, Gabrielle rasa sahabat baiknya, Liadan Ni Suilleabhain, lebih mengerti tentang urusan hati itu. Semoga saja Lia tidak keberatan jika ia mengundang Shion. Kemudian ia melihat Oswald Channing, yang tengah membetulkan pintu yang tidak sengaja dirusak oleh Allegra yang tadi terkena alergi. Ada satu hal yang Gaby langsung terpikirkan mengenai Oswald. "Tu-tuan Channing, ini ada sedikit cokelat untukmu, dan untuk Shion juga," ucapnya lembut sambil menyerahkan kotak berisi cokelat pada keduanya. Kemudian Gaby tersenyum tulus pada keduanya. |
|  | | Shion R. Herleifursdóttir

Posts: 40 Umur: 15 Lokasi: Heaven, or..Hell?
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 16 y/o
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 9th October 2009, 18:48 | |
| Jadi? Jadi? Apa jawabannya ne? Shion menggerakan tubuhnya mendekati Gaby ketika gadis staff infirmary tersebut terlihat ingin membisikan seustau padanya. Memangnya apa sih? Shion penasaran, ah Shion benci merasa penasaran karena hanya akan membuat beban pikiran bertambah saja! Jadi, ayo cepat katakan. Satu patah kata, ok, tercerna, dan kalimat terakhir, jatuh cinta ya? Hem, baik? .... UAPA?! Shion otomatis langsung menegakkan tubuhnya, mendorong kursi yang masih hangat baru saja didudukinya itu dengan jatuh dengan bunyi kencang ke belakang, tidak hati-hati menyebabkan keseimbangan Shion berangsur hilang dan kakinya tersangkut kaki kursi yang terjatuh tersebut, sehingga.. BRUK!"Kyaa!" Terjatuh dalam posisi tubuh menempel sukses pada lantai ruang medical tersebut, uh, ceroboh sekali, masa seorang exorcist sepertinya yang sudah dilatih oleh Gelvane Mestre dan merupakan disciple seorang Ravel Mestre, bisa melakukan hal bodoh macam ini? Mmealukan nama sang ayah angkat dan generalnya saja. "Aduduh.." Ah sakitnya. Padahal waktu itu tubuhnya sudah ditimpa oleh tubuh seseorang di atas salu yang masih kurang tipis untuk dapat membuat tubuhnya mendarat di tempat yang empuk, namun sekarang malah ditambah dengan jatuh atas kecerobohan seperti ini. Benar-benar hari berurutan yang sangat sial. Mendengar bahwa sebelumnya Gaby berkata bahwa dia tidak keberatan untuk mendengarkan cerita Shion lebih lanjut. "Ta-tapi, jatuh cinta?! Apa Gaby tidak salah menduga? Mustahil Shion bisa merasakan perasaan seperti itu!" Masih dalam keadaan posisi tubuh menempel pada lantai ruang medical, sepertinya kelumpuhan sesaat menyergapnya setelah mendengar pernyataan mengangetkan tersebut. Sementara itu kalimat protes ia ucapkan dengan nada pelan, tentu saja, tidak mungkin dia berbicara dengan sangat keras di ruang dimana berbagai macam orang ada kan? Bisa-bisa tersebar gosip yang aneh-aneh di cabang Eropa ini, dan Shion tidak menginginkan hal tersebut. Tidak lama kemudian, Gaby memberikan sebuah kotak coklat untuknya dan pemuda staff yang akan memperbaiki kenop pintu ruska itu. Sangat baik hati, namun SHion lebih memfokuskan dirinya untuk merasa bingung dengan perasaannya sendiri sehingga ia masih terbengong dengan kenyataan tersebut sebelum pada akhirnya berusaha membenarkan posisi tubuhnya dengan menegakkannya, tidak mungkin dia akan terus menerus tiduran di lantai kan? "Ah, te-terima..kasih" Bukannya mendapat kepastian jawaban, sekarang ia malah bertambah bingung atas apa yang harus dilakukannya nanti. _________________ .::Hell is my choice::. .::As I no longer belive in Heaven::. -siggy credit by Dika- |
|  | | Oswald Channing

Posts: 19
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 21
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 9th October 2009, 20:18 | |
| Oswald Channing langsung merunduk di depan pitnu yang rusak dan membuka kotak mencurigakan berwarna hitam dengan ornamen salib perak yang selalu membuat orang salah paham akan isinya. Alkitab? Senjata? Bekal? Ah tidak kok isi kotak itu hanyalah alat-alat yang wajib dimiliki para tukang seperti dirinya. Tolong diingat ya kalau penampilan memang bisa mengecoh mengingat sang pria Inggris ini memiliki paras yang tampan dan berpakaian necis. Sungguh sangat tidak merakyat bagi kawan-kawan seprofesinya. Dan dia tidak berpakaian seperti itu tanpa alasan lho, begitu-begitu Oswald pernah mengenyam bangku perkuliahan di sebuah universitas terkemuka di Paris. Bukan, bukan di jurusan pertukangan. Dia ex-mahasiswa jurusan Teologi. Ya, Oswald memang mantan calon pendeta sebelum dia bergabung dengan Black Order, alih profesi menjadi tukang yang diimpikannya sejak kecil. Kehidupan memang konyol kan? Pria berambut merah itu memutar-mutar kenop pintu, satu tangannya yang lain bersiap mengambil mur-baut yang tertata rapi di kotak perkakasnya. | Quote: | | "Tu-tuan Channing, ini ada sedikit cokelat untukmu, dan untuk Shion juga," |
Oswald menoleh dan mendapati seorang gadis manis menawarkan coklat untuknya. Hati pria ini luluh mendapati kebaikan seperti itu --apalagi setelah diseret-seret secara tidak manusiawi oleh Allegra-- dia berdiri dan mengambil coklat itu dengan sopan.
"Terimakasih Nona Rijn, semoga Bapa di surga selalu memberikan perlindungan pada anda" ucap Oswald dengan wajah yang tersenyum teduh yang biasa dijumpai di gereja-gereja dan tak lupa juga untuk menyapa exorcist wanita itu dengan senyumannya, tanpa maksud menggoda tentunya. |
|  | | Gabrielle van Rijn

Posts: 91 Umur: 16 Lokasi: Bandung
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 20th October 2009, 15:38 | |
| "Ya, ciuman pertama, kenapa? Apa Gaby juga pernah mengalaminya?"Tanpa menunggu, muka gadis asal Belanda itu merona merah sampai ke telinganya mendengar ucapan Shion. Bagaimana jika ia berciuman dengan.... Auhh, Gabrielle kemudian memfokuskan dirinya lagi pada Shion, dan bukan berimajinasi aneh-aneh. Sepertinya gadis exorcist di hadapannya itu tidak tahu sama sekali mengenai apa yang menimpa dirinya saat ini. Gaby sendiri sebenarnya juga tidak terlalu paham. Maka karena itu ia menyarankan Shion untuk mengunjungi kamarnya, sahabat baiknya Lia lebih mengerti mengenai hal-hal macam ini. Dan tentu saja Gaby tidak mau privasi Shion terganggu oleh sesi curhat ini. "A-aku tunggu malam ini di kamarku saja bagaimana? Ini hal yang menyangkut privasimu. Di sini terlalu banyak orang," ucap gadis berambut pendek itu sambil tersenyum ramah pada Shion yang tampaknya masih kebingungan itu. "Terimakasih Nona Rijn, semoga Bapa di surga selalu memberikan perlindungan pada anda"Gaby tersenyum ramah pada Channing yang sedang membetulkan pintu. Amin, dalam hatinya ia berkata demikian. |
|  | | Shion R. Herleifursdóttir

Posts: 40 Umur: 15 Lokasi: Heaven, or..Hell?
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 16 y/o
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 7th November 2009, 16:00 | |
| Jadi? Bertemu di kamar nanti malam eh? Shion mencerna perkataan sang staf medical tersebut sebelum memutuskan untuk menganggukkan kepalanya pelan. Masih agak heran dengan pernyataan yang diterimanya tadi, selain itu rasa pilu akibat jatuh tadi masih tersisa pada tubuhnya, mungkin nanti akan meninggalkan jejak berupa tanda merah kebiruan, bengkak, ah biarlah, hanya luka tidak berati ini. Lagipula daya tahan Shion tidak selemah itu kan? "Kalau begitu..nanti malam? Baiklah, mungkin Shion pergi saja sekarang ya, takut menganggu Gaby" Mengamati seorang staf laki-laki lainnya yang juga ikut diberi cokelat oleh Gaby. Siapa namanya? Tidak tahu dan tidak peduli, itu bukan urusannya, lebih baik ia pikirkan saja dulu urusannya sendiri yang sudah cukup membuatnya pusing tujuh keliling sekarang. "Dah~sampai nanti malam Gaby" Berusaha melontarkan senyum ramah walau agak terlihat memaksa, entahlah perasaannya saat ini memang sedang sangat aneh. Tidak sabar menunggu kenyataan apalagi yang akan dihadapinya nanti malam. Semoga bukanlah hal yang buruk.[OUT]
OOC: Maaf baru rep, saya out ya, ditunggu tret kamarnya :3 _________________ .::Hell is my choice::. .::As I no longer belive in Heaven::. -siggy credit by Dika- |
|  | | | | [CENTRAL] Medical Check Up | |
|
| Page 2 of 2 | Goto page : 1, 2 |
| | Permissions of this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|