An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
Home­FAQ­Calendar­Search­Memberlist­Usergroups­Register­­Log in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Januari 1880

[CENTRAL] musim dingin, dingin moderat

[ASIA] musim dingin, kering, matahari terik

[AMERICA] musim dingin, sedikit salju

[AFRICA] musim dingin, curah hujan tinggi

Acara mendatang:

- Perayaan Tahun Baru

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Latest topics
» Hiatus Notification
by Tek Xiao Ling Today at 17:03

» Gathering Perdana Black Order HQ
by Tek Xiao Ling Today at 14:41

» Free Talk
by Li Lian Jie Today at 13:55

» Theme Song Karakter
by Li Lian Jie Today at 11:25

» Afiliasi Forum
by Li Lian Jie Yesterday at 12:00

Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass Esper Society

World of Cantabile

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Don't be shy, affiliate with us!
Post new topic   Reply to topicShare | 
 

 [ASIA] Pencarian Teman Sekamar

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3  Next
AuthorMessage
Aurelio M. Hehanussa



Posts: 23

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 27

PostSubject: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   31st October 2009, 20:39

Topik ini diperuntukkan untuk pencarian teman sekamar. Boleh membuat roleplay di mana karakter bertemu dengan (calon) teman sekamar dengan tidak sengaja, atau karakter boleh mendatangi kantor Management, bagian logistik, untuk mendapatkan teman sekamar secara acak.

_________________
"Mak nyuss tenan!" -- Aurelio "Bondan" Mahubessy Hehanussa, on Netherlands East Indies cuisines.
Eighth. Prince of Light
Back to top Go down
View user profile
Silverius Girlani



Posts: 82
Umur: 16
Lokasi: Sitting under the blood drenched sky

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 22

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   3rd November 2009, 17:23

Silverius tidak bereaksi mendengar pengumuman yang baru saja diumumkan melalui sebuah golem yang telah melewatinya beberapa saat yang lalu. Lagipula untuk apa? Bukankah ini hanya berarti Silverius akan dipindahkan dari kamarnya yang lama di mana dia tidur sendirian ke kamar baru di mana dia akan tidur berdua. Entah dengan sesama atau lawan jenis dia tidak begitu peduli karena bagaimanapun juga dia tidak berpikir kalau teman sekamarnya akan memberikan pengaruh yang besar baginya kelak. Dia telah tidur di kamar yang sama selama 11 tahun terakhir dan tentunya sebuah kamar baru tidak akan berpengaruh terlalu besar, kan?

Mengabaikan celotehan yang dikumandangkan orang-orang di sekitarnya - yang terlihat lebih antusias [dan mungkin juga, cemas] mendengar kabar itu - dan melangkah menuju sebuah koridor sepi yang sering dikunjunginya saat dia tidak merasa ingin melakukan apa-apa. Udara yang lembab mengelitik hidungnya, dan hidungnya menghianatinya sesaat kemudian.

"Hasyyiii!"

Silverius mengusap hidungnya yang gatal lalu menyandarkan punggungnya pada dinding dingin yang gelap. Hmm, kalau dipikir-pikir, apakah ada orang yang mau sekamar dengannya?

_________________
"If I forgot the past, will I be forgotten in the future?" Silverius asked.


Benjie's 3rd character - The Dying Space Master
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Gletsjers van Virchow



Posts: 140

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   4th November 2009, 12:45

"Phew..." ucap Glace lega setelah menyelesaikan pekerjaannya.

"Satu pekerjaan telah selesai!" ucapnya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba lewatlah seekor golem yang menyampaikan pengumuman penting.

"???"

Bingung... Itulah reaksi pertama Glace saat mendengar akan diadakan pemindahan kamar. Tentu saja ia bingung karena ia baru saja bergabung dengan Black Order cabang Asia beberapa minggu yang lalu. Memang tidak terlalu bermasalah baginya. Akan tetapi, ada sedikit perasaan kurang enak di dalam dirinya karena kali ini satu kamar ditinggali oleh dua orang, sedangkan ia hanya seorang anggota baru dan tak banyak orang yang mengenalnya.

"Adakah seseorang yang mau sekamar denganku?" tanyanya pada dirinya sendiri di dalam hati sambil menatap sopan seorang Exorcist yang lebih senior daripada dirinya yang sedang bersandar dinding dan memikirkan sesuatu. Entah apa yang dipikirkannya.
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Lilith Odilia van Ersteed



Posts: 24

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 17

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 20:03

Sesosok gadis dengan tubuh mungil dan rambut berwarna coklat gelap yang digelung di kedua sisi kepalanya menghembuskan nafas lega. Untunglah ia tidak harus berlarut-larut bingung menanggapi peraturan kamar asrama yang baru. Ya, teman yang sudah ia kenal cukup lama, seorang gadis asli Cina yang bersahabat dengan jarum-jarum akupuntur, menawari Lilith untuk menjadi teman sekamarnya.

Sungguh penawaran yang murah hati kan?

Dan sekarang Lilith berjuang menyeret tas –yang seharusnya diangkat – berisi pakaian dan pernak-pernik dan beberapa catatan resep-resep masakan –sebagian besar ia tulis sendiri. Semua orang yang melihatnya –walaupun hanya sekilas – pastilah mendapatkan dirinya kelimpungan, berjuang keras mengangkat semua bawaan itu. Beberapa orang sudah menawarkan diri untuk membantu membawakan tas dari bahan karpet itu namun Lilith selalu menolak dengan sebuah senyuman di paras manisnya. Ia bergabung ke Black Order agar bisa setegar dan sekuat sepupunya yang merupakan salah seorang Section Leader di cabang Amerika jadi tolong jangan bantu ia walaupun kau harus benar-benar mengubur nurani untuk pura-pura tak melihat Lilith yang sekali-kali terjatuh.

Ok sudah dekat kok, gadis dengan senyuman yang manis itu hanya perlu berjalan melewati koridor untuk mengkonfirmasi sekaligus menuju ke ruangan barunya, melewati dua orang Exorcist, seorang ia kenal dari suatu kesempatan, tak terlalu dekat memang tapi tetap saja Lilith melempar senyuman pada Silv.

“"Akh.. selamat siang Silverius," sapa Lilith ringan, berhenti sejenak. Namun tiba-tiba ia limbung ke arah dinding koridor, dengan suara terkesiap kecil, dan menubruk seseorang yang sedang bersandar di dinding. Tasnya menghantam pria malang itu terlebih dahulu sedangkan Lilith secara reflek bersimpuh di lantai.

Lilith mengangkat wajahnya, pucat dan ketakutan saat sadar kalau ekali lagi dia berurusan dengan seorang Exorcist.

“U-uhh...hiks.” Mata Lilith berkaca-kaca, bibirnya merengut. “Ma-maafkan Lilith ...” Ucapnya dengan gelisah, telapak tangannya meremas kain roknya yang berwarna putih, menunjukkan kecemasan.

_________________

-
"The top secret of cooking is love" ♥ Lilith Odilia van Ersteed ♥





6th char of Psychephilia™ : Expert Chef in Netherlands East Indies Cuisine
Back to top Go down
View user profile
Silverius Girlani



Posts: 82
Umur: 16
Lokasi: Sitting under the blood drenched sky

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 22

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 20:47

Udara lembab kembali menggelitik hidungnya, tetapi kali ini Silverius lebih awas terhadap elemen alam yang satu itu. Dengan perlahan dipijitnya hidungnya dan dikeluarkannya bersin yang hendak menyembur keluar dari mulutnya melalui sebuah dengusan kasar. Kurang sopan, memang, tetapi siapa peduli?

Mungkin seseorang memang peduli. Seorang Exorcist berambut hitam lainnya yang sedang menatap sopan ke arah Silverius. Kedua mata Silverius menilai penampilan Exorcist yang belum dikenalnya itu. Oke, Silverius memang mengakui kalau dia pernah melihat Exorcist satu ini - bagaimanapun juga dia telah menjadi saksi keluar-masuknya berbagai macam anggota Markas Black Order Cabang Asia, tak terkecuali Exorcist berambut hitam berantakan yang memasang ekspresi sedikit sinis - yang mungkin akan menemukan balasan yang lebih sinis dari tatapan mata Silverius yang redup dan terlihat meremehkan.

SREK, SREK, SREK...

Tanpa peringatan, sebuah suara terdengar di belakang pria berusia 22 tahun yang masih bersandar pada dinding lorong itu. Mungkin Silverius akan mengabaikannya begitu saja kalau tidak ada yang memanggil namanya dari arah yang sama.

"Akh... Selamat siang, Silverius."

Silverius menoleh sedikit untuk melihat siapa yang baru saja memanggilnya, dan mendapatkan seorang gadis yang dikenalnya. Memang tidak secara dekat, tetapi masakan gadis itu benar-benar tidak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan dari aromanya saja sudah mengundang selera - entah rempah apa yang digunakan gadis yang dikenal Silverius dengan nama Lilith yang tengah tersenyum kepadanya itu. Kelihatannya gadis itu sedang menyeret tas besar berbahan karpet yang membuat suara-suara aneh barusan.

'Mungkin dia mau pindah kamar?' Hanya itulah tebakan terbaik Silverius ketika dia memperhatikan tas besar yang masih digenggam Lilith. Kedua mata Silverius berpindah obyek kepada si penyeret tas, dan sebuah pekikan kecil melompat masuk ke dalam telinganya ketika tiba-tiba Lilith bergerak aneh ke arah dinding koridor.

Silverius mengamati adegan itu dengan saksama. Bagaimana tangan Lilith masih menyeret tas besar tadi yang kemudian terayun ketika gadis berambut coklat itu berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Wajah Silverius pun mengeras ketika Lilith berjalan limbung ke arahnya, dan...

BRUG!

Tas besar itu menghantam Silverius jatuh ke lantai. Pria berambut hitam tegak itu mengaduh pelan dan segera menatap Lilith dengan ketus. Oke, dia memang mengenalnya, tetapi bukan berarti gadis itu bisa bertingkah seenaknya.

"U-uhh... hiks. Ma - maafkan Lilith..." Lilith terlihat gelisah dan cemas. Tentu saja, siapa yang tidak gelisah setelah menghantam seorang Exorcist yang lebih tua darinya? Mungkin juga karena kepribadian gadis itu yang sedikit cengeng; tetapi Silverius tidak akan memaafkannya begitu saja. Dia bukan pendendam, tetapi dia membutuhkan waktu untuk membuang impresi buruk orang-orang di sekitarnya.

"Cih!" balas Silverius sambil menyingkirkan tas besar Lilitih dengan satu tangan. Pria itu sedikit terkejut ketika berat tas besar itu menahan gerakan tangannya, tetapi dia bukanlah Exorcist lemah otot yang tidak bisa mengangkat tas itu.

"Lain kali jaga keseimbanganmu, Lilith!" ujar Silverius lagi dengan nada yang sama ketusnya. Dan meskipun tatapan Silverius tidak melunak, tetapi pria itu tetap mengulurkan satu tangannya ke arah Lilith yang masih terpuruk di lantai. "Ayo, bangun!" perintah Silverius singkat, "dan kau, Exorcist! Bantu gadis ini membawa tasnya, oke?" tambah pria berambut hitam tegak itu lagi, kali ini kepada Exorcist yang memiliki warna rambut yang sama dengannya.

_________________
"If I forgot the past, will I be forgotten in the future?" Silverius asked.


Benjie's 3rd character - The Dying Space Master
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Milenka K. Lyova



Posts: 15

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 18

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 21:08

Padahal, Milenka baru saja dipindahkan ke Cabang Asia. Belum genap seminggu ia tinggal di sana, golem yang mengumumkan bahwa ada pergantian kamar sudah berkoar-koar di setiap sudut koridor. Celotehan ringan langsung terdengar di setiap lorong. Sebagian orang sudah saling sepakat untuk membagi kamar mereka, sementara sebagian yang lainnya tampak panik. Ada juga yang tampak tidak peduli mau dipindahkan ke mana saja.

Dan Milenka sendiri merasa selama ia tidak ditempatkan sekamar dengan orang yang berisik, ia tidak akan protes. Tapi, adakah orang yang mau sekamar dengannya, yang notabene adalah orang baru di cabang tersebut?

Ia berjalan tak tentu arah, sampai akhirnya bertemu dengan 2 orang Exorcist pria dan seorang wanita yang sepertinya adalah seorang Section Staff. Kalau dilihat-lihat, sepertinya wanita itu baru saja membuat masalah dengan salah satu Exorcist pria itu. Mau menolong? Tentu tidak. Ia hanya berdiri diam di dekat tembok sambil menatap ketiga orang itu dengan pandangan datar, dan tanpa niat untuk membantu.

_________________

"I put my heart in my dance, so when I stopped dancing, my heart was dead too."
-Milenka Kirillovna Lyova-


Issei Akira's 12th ID - The Snow Princess
Back to top Go down
View user profile
Gletsjers van Virchow



Posts: 140

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 21:15

Exorcist berambut berantakan inipun meneruskan langkahnya melewati koridor. Tentu masih dengan perasaan agak cemas dan kurang enak yang diakibatkan oleh perasaannya sendiri dan tatapan balik seorang exorcist yang ditatapnya tadi.

Belum jauh ia beranjak dari tempat itu, terlihatlah sesosok gadis bertubuh mungil dan berambut coklat yang kelihatannya membawa barang-barangnya yang terlihat sangat berat.

"hmm... Kalau tidak salah namanya Lilith?" ia bergumam dalam hati.

"Mau kubantu?" baru saja Glace ingin menawarkan bantuan kepada gadis tersebut. Akan tetapi, tas bawaannya terlanjur lebih dahulu menghantam exorcist yang ditatap Glace sebelumnya.

"U-uhh... Hiks. Ma-maafkan Lilith" ucap gadis itu.

"Cih!" Ucap exorcist tadi. "Lain kali jaga keseimbanganmu, Lilith" hardiknya kesal.

Sekilas, exorcist satu ini terlihat kurang ramah. Namun, ia baik juga terhadap wanita. Terbukti dengan uluran tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.

"Dan kau exorcist! Bantu gadis ini membawa tasnya, oke?" kali ini mengarah pada Glace.

"Hm... Baiklah!" ucapnya singkat. Walaupun tidak disuruh ia telah berniat untuk membantu gadis mungil tadi untuk membawakan tasnya. Mana mungkin ia akan mengabaikan orang yang kesusahan di hadapan matanya.

"Sini, biar kubawakan tasmu." ucapnya berusaha ramah.

_________________


Working with love is like weaving a fabric with threads drawn from your heart, as if your beloved will wear it later.

Glace's 1st character: The Loner Glacier
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Aurelio M. Hehanussa



Posts: 23

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 27

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 21:16

Pindah kamar ya.

Beuh.

Pria asal Maluku itu melangkahkan kakinya keras-keras menuju kantor manajemen. Di wajahnya tergambar jelas kekesalan yang luar biasa, sedangkan mulutnya sibuk berkomat-kamit tentang makian terhadap situasi tidak menyenangkan ini.

Setelah 14 tahun ia menikmati segala privasi dengan leluasa di kamar pribadi, kini sang Pangeran Hitu Lama--mantan pangeran, tepatnya--harus berbagi kamar dengan entahlah-siapa-nanti. Sialan. Rese' banget sih supervisor satu itu. Mentang-mentang dirinya punya kamar pribadi yang lebih luas dan nyaman, nggak ngerasa ya gimana privasi anak buahnya lenyap begitu seorang lagi tinggal di tempat mereka beristirahat?

Masalahnya bukan hanya pada memindahkan barang-barang ke kamar yang baru, tapi juga pada teman sekamarnya nanti. Aurelio sudah malas memikirkan bila nanti ia harus sekamar dengan orang yang... tidak sesuai dengan keinginannya. Dan yang lebih penting lagi; BAGAIMANA KALAU NANTI TEMAN SEKAMARNYA ADALAH ORANG BELANDA?

Benar deh, Aurelio lebih baik pindah ke penginapan dekat markas daripada harus sekamar dengan keturunan penjajah negaranya yang laknat itu. Namanya Cabang Asia, tapi kok banyak bule bertebaran di sana-sini. Melihat pemandangan macam itu, rasanya tangan Aurelio gatal untuk mengeluarkan kerisnya, dan menggosok kulit bule-bule itu satu persatu dengan kerisnya yang sudah diasah spesial dengan kembang tujuh rupa.

... Okelah, ada satu bule yang kena pengecualian. Mengingat wajah sang nona Belanda, Aurelio berdeham keras, berusaha menjaga imej, padahal di wajahnya garis-garis merah mulai muncul. Mau bagaimana lagi, nona satu itu sukses meruntuhkan keyakinannya terhadap bangsa Belanda yang selama ini dianggapnya laknat, tidak punya moral, rakus, dan lain-lain. Ia sendiri harus melalui sekelumit konflik batin yang cukup menyiksa sebelum akhirnya bisa menerima eksitensi gadis itu dalam kehidupannya.

"Cih! Lain kali jaga keseimbanganmu, Lilith!"

Panjang umur kau, Aurelio.

Seseorang menyebut nama gadis itu, dan--euh, tampaknya gadis itu sedang dalam posisi yang tidak aman. Dua Exorcist lelaki tampak mengintimidasinya (itu yang terlihat di mata Aurel) sementara Lilith sendiri terduduk, entah apa yang baru saja terjadi. Yang jelas, Aurelio tidak suka keadaan ini.

"Mau apa kalian?" tanyanya sinis pada kedua Exorcist itu sambil memberi tatapan tidak ramah. Oh ya, ada juga satu cewek bule yang baru dilihat Aurelio berdiri di dekat mereka... Orang mana ya dia? Ah, pokoknya nanti ia akan menginterogasi mereka satu-persatu. Awas saja...

Kembali ke sosok tidak berdaya di sampingnya, ia memandang Lilith yang tampak cemas. Yah, jelas telah terjadi sesuatu... "Sini," tanpa basa-basi, Aurelio meletakkan tangannya di punggung dan di bawah lutut Lilith, menggendongnya, bride style.

Hupp, ah, Lilith terasa ringan di tangannya. "Lihat apa kalian, hah? Minggir!!" serunya galak Silverius dan Glace, memerintahkan agar mereka membuka jalan untuknya. Dengan langkah cukup lebar, ia mulai melangkah ke depan, walaupun kedua orang itu belum minggir sekalipun, ia rasa sikap dan wajah galaknya cukup untuk membuat orang-orang menyingkir, apalagi kini ia tengah menggendong seorang gadis yang tampak rapuh di tangannya.

"Hei," ia mulai, dengan suara pelan yang ia tujukan pada Lilith, "Kau mau ke mana?" tanyanya. Wajahnya tetap mengarah lurus ke depan, belum sanggup memandang wajah sang gadis langsung ketika rasa panas mulai menyerang kepalanya.

_________________
"Mak nyuss tenan!" -- Aurelio "Bondan" Mahubessy Hehanussa, on Netherlands East Indies cuisines.
Eighth. Prince of Light
Back to top Go down
View user profile
Lilith Odilia van Ersteed



Posts: 24

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 17

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 22:21

"Lain kali jaga keseimbanganmu, Lilith!" 

Lilith tahu ia pantas mendapatkan hardikan kesal macam itu. Hei siapa sih yang tidak kesal jika mendapatkan hantaman tas besar di badan mereka? Setiap orang pastilah kesal. Hanya saja kebanyakan malah langsung merasa kasian pada gadis mungil itu dan membantunya –alih-alih marah – seolah kejadian seperti itu tak pernah terjadi. Pengecualian bagi Silverius tampaknya.

“Ba-baik...” satu kata pendek itu terlepas dari bibir mungilnya yang terlihat sedikit gemetar.

"Ayo, bangun!"

Itu bukanlah sebuah pertolongan tentu saja, nada suara Silverius terdengar otoriter di cuping telinga sang gadis Belanda. Lilith mencoba untuk berdiri, ya mencoba, karena rasanya kedua kakinya lemas dan ia tak bisa berdiri. Ketakutan kah? Mungkin. Dan masih shock. Apalagi pria Asia itu berdialog padanya dengan raut wajah yang sangar.

"Sini, biar kubawakan tasmu."

Pemilik iris warna biru dalam itu menoleh dan mendapati sesosok exorcist lainnya –yang tampaknya lebih bersahabat daripada Silverius – menawarkan bantuan. Gadis itu membuka bibir kecilnya, kalimatnya terbata-bata. “Ti-tidak terimakasih... Lilith bisa membawanya sendiri...” Gadis berusia 17 tahun itu mencoba meyakinkan, tak berhasil dengan sukses pastinya.

Sungguh ia mengerti kalau bukan salah Silverius, itu salahnya sendiri karena terlalu ceroboh. Tetapi rona muka pria itu membuatnya takut....

"Mau apa kalian?"

Lilith menoleh ke asal suara yang ia kenal, mendapati sosok pria inlander berkulit sawo matang mendekat. Aurelio, pria berusia 27 tahun –ya beda 10 tahun – yang cukup dekat dengannya. Kekasih? Bukan kok, belum. Namun melihat Aurelio disana dan tampak seperti pangeran yang selalu menyelamatkan putri di dongeng-dongeng Eropa yang dulu ia baca bersama Chrysalis membuat matanya yang bulat itu berbinar-binar penuh kelegaan.

“A-aurelio...” Lilith menyebut nama pria Hindia-Belanda itu dengan perlahan. “Su-sungguh tidak ada apa-apa... Lilith yang–...” belum saja satu kalimat utuh diucapkan oleh Lilith, Aurelio telah mengangkat tubuhnya yang ringan, membopongnya sedemikian rupa.

Gadis itu terkesiap, semburat merah muda bermunculan bak jamur di musim hujan. Sekali lagi Lilith tak dapat mengatakan apapun atau bereaksi, dengan alasan yang berbeda dari apa yang membuatnya tak berkutik di hadapan Silverius.

"Kau mau ke mana?"

Suara nafas gugup terdengar dari Lilith, ia menjawab pertanyaan mantan pangeran itu dengan lirih. Manik birunya menatap wajah Aurel, sedikit merunduk dan tersipu malu.

“...melapor ke bagian... uhm... logistik.”

Dalam hati ia berharap Aurelio tak menyadari perubahan degup jantungnya...

_________________

-
"The top secret of cooking is love" ♥ Lilith Odilia van Ersteed ♥





6th char of Psychephilia™ : Expert Chef in Netherlands East Indies Cuisine
Back to top Go down
View user profile
Gletsjers van Virchow



Posts: 140

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 06:28

"Ti-tidak terimakasih... Lilith bisa membawanya sendiri..." ucap gadis tersebut menolak bantuan Glace.

"Anda lihat? Ia sendiri yang menolak bantuanku." Glace berkata. Kali ini kepada Silverus yang membentaknya tadi. Ia berkata begini agar tak dikira ia malas menolong gadis malang itu.

Akan tetapi, tak lama kemudian muncul seseorang yang lebih tua daripada Glace. Entah kenapa, begitu melihat orang ini, Glace merasa mengenalnya walaupun ia tak pernah bertemu dengannya. Paras wajah pria ini menunjukkan bahwa ia sedang kesal.

"Hm..." Glace tengah memikirkan sesuatu. Kelihatannya tengah memikirkan apakah ia mengenal pria tersebut. Otaknya sedang berpikir keras.

"Mau apa kalian? Tanyanya sinis. Sepertinya pertannyaan itu ditujukan kepada Silverus dan Glace.

"A-aurelio..." ucap gadis tadi.

"Hm... Aurelio? Gumam Glace. Ia semakin merasa aneh karena mendengar jenis nama yang terdengar familiar di telinganya.
Akan tetapi, akhirnya ia mengerti mengapa ia merasa mengenal pria tersebut.

"Lihat apa kalian hah? Minggir!" hardik Aurelio yang ditujukan kepada dua exorcist berambut gelap tadi.

"Baiklah..." ucap Glace sambil menepi. "Umm... Apakah anda berasal dari Hindia Belanda? Nama anda terdengar sangat familiar di telinga saya." ucap Glace penasaran. Kata demi kata ia rangkai secara hati-hati dan sopan, ditujukan pada Aurelio. Mungkin agar Aurelio tidak bertambah kesal.

_________________


Working with love is like weaving a fabric with threads drawn from your heart, as if your beloved will wear it later.

Glace's 1st character: The Loner Glacier
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Aurelio M. Hehanussa



Posts: 23

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 27

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 11:06

“...melapor ke bagian... uhm... logistik.”

Gadis itu menjawab dengan suaranya yang pelan, "Oh, aku juga mau ke sana..." Aurelio membalas dengan suara yang lebih bersahabat, genggaman eratnya terhadap gadis itu tidak melonggar, tentu saja karena ia tidak mau kalau nanti Lilith sampai terjatuh dari gendongannya. Wajahnya ia tekan sedemikian rupa agar tidak terlihat merah padam, padahal jantungnya berdegup tidak karuan.

Tunggu, melapor ke bagian logistik? Artinya Lilith akan pindah kamar juga kan? "Kau mau pindah kamar kan? Bawaanmu mana?" ia membalikkan badannya perlahan, mencari keberadaan tas yang diyakininya milik sang nona Belanda. Tidak seperti Aurel, tentunya, yang seenaknya menyuruh staf manajemen mengangkut barang-barangnya, Lilith yang baik hati pasti membawa barang-barangnya sendiri.

Ketika ia mengembalikan pandangannya pada kedua Exorcist itulah, seorang dari mereka angkat bicara.

"Umm... Apakah anda berasal dari Hindia Belanda? Nama anda terdengar sangat familiar di telinga saya."

Pangeran Hitu Lama ini menaikkan sebelah alisnya, "Hoo, rupanya namaku sudah sebegitu terkenalnya ya, hei, anak baru?" anak baru--karena Aurelio baru pertama kali melihat Glace. Mata hitamnya menelusuri sosok di depannya, dari atas ke bawah, dengan tatapan yang seolah merendahkan. "Ya, memang itulah aku Aurelio Mahubessy Hehanussa, Pangeran dari Hitu Lama. Siapa dan mau apa kau?" tanyanya dengan nada arogansi yang tinggi. Memang khas Aurelio. Dengan Lilith di tangannya, lagaknya seperti pangeran yang sedang melindungi putri dari orang jahat saja.

Ia memerhatikan Glace sekali lagi, menyadari adanya fitur-fitur unik dalam diri pria keturunan Belanda tersebut. Wajahnya terlihat Asia, tapi... kulitnya yang putiih membuat Aurelio curiga. "Dari mana asal bapakmu, heh?" ia menyipitkan matanya, memerhatikan paras Glace sekali lagi. Tentu saja, ia tidak melupakan keberadaan Lilith di tangannya, namun kesempatan menginterogasi yang terbuka lebar ini tak dapat ia sia-siakan.



[OOC: Glace jawab jujur aja ya, ga akan diapa-apain kok sama Aurel xD paling dimarahin aja lagi gendong Lilith sih~ :x]

_________________
"Mak nyuss tenan!" -- Aurelio "Bondan" Mahubessy Hehanussa, on Netherlands East Indies cuisines.
Eighth. Prince of Light
Back to top Go down
View user profile
Silverius Girlani



Posts: 82
Umur: 16
Lokasi: Sitting under the blood drenched sky

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 22

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 11:22

Mata Silverius tidak lepas dari sosok gadis berusia 17 tahun di hadapannya, yang tak kunjung meraih uluran tangan Silverius; bahkan juga menolak bantuan yang ditawarkan oleh Exorcist berambut hitam lainnya yang sepertinya benar-benar berbaik hati - tidak seperti Silverius - untuk menolong Lilith. Oh, rasanya Silverius ingin mengacak-acak rambut Lilith yang rapi tergelung itu. Sebenarnya apa, sih, maunya gadis Belanda ini?

"Anda lihat Ia sendiri yang menolak bantuanku." Nah, sekarang si Exorcist berambut hitam berantakan tadi yang berkomentar. Memang benar apa katanya, tetapi apakah dia tidak bisa mengambil inisiatif?

"Mau apa kalian?"

Oh, ada lagi yang ikut bergabung - dan dengan cara yang salah, tentunya. Perhatian Silverius pun teralih kepada sesosok Exorcist berambut hitam lainnya dengan sebuah selembar kain bermotif menarik yang melingkari pinggang si Exorcist. Apakah Silverius mengenalnya? Ya, tetapi sejauh ingatannya membawanya, dia tahu bahwa Exorcist yang satu ini bergabung hampir bersamaan dengannya. Tetapi tetap saja, nama Exorcist berkulit kecoklatan itu tidak diketahui oleh Silverius.

"A-aurelio..." Lilith akhirnya bersuara lagi.

"Hmm... Aurelio?" sambung si Exorcist berambut hitam berantakan.

'Oh, jadi namanya Aurelio?' Silverius menyimpulkan di dalam benaknya.

"Su-sungguh tidak ada apa-apa... Lilith yan-"

"Sini."

Syut! Silverius melihat Aurelio dengan cepat menggendong Lilith. Silverius memutar matanya sejenak dan bergumam dalam benaknya, 'Oh, sejak kapan ini menjadi sebuah drama?' lalu kembali menatap pasangan yang seakan baru menikah itu dengan tatapan yang seolah-olah mengatakan, "grab a room, guys."

Dan sepertinya Aurelio menyadari makna di dalam tatapan Silverius sehingga dia berseru galak kepada kedua Exorcist berambut hitam yang berdiri di depannya.

"Lihat apa kalian, hah? Minggir!!"

'Tidak perlu berteriak, bung,' timpal Silverius di dalam benaknya. Jujur saja, dia terlalu malas untuk bersuara. Bukan, bukan karena Aurelio terlihat lebih tua darinya, tetapi karena dia benar-benar malas untuk mengatakan hal itu. Siapa yang bisa mengira tingkah apalagi yang bisa dilancarkan si raja drama itu? Mungkin dia akan menghunus sejenis pedang yang tersemat pada ikat pinggang kain yang melingkar di pinggangnya? Mungkin saja, bukan?

"Baiklah..." Exorcist berambut hitam berantakan itulah yang pertama kali menyingkir dari hadapan Aurelio yang sama sekali tidak terlihat kesulitan membopong Lilith. Exorcist berambut hitam berantakan tadi juga bertanya mengenai asal-usul Aurelio kemudian, yang dibalas Exorcist bernama lengkap Aurelio Mahubessy Hehanussa itu dengan sedikit arogan - yang tidak begitu dipedulikan Silverius.

'Kau melupakan tasnya, Aurelio,' pikir Silverius sambil mengangkat tas besar Lilith yang masih tertinggal di atas lantai. Cukup berat, memang, tetapi karena dia mengangkatnya dengan dua tangan, maka dia yakin dia bisa mengantarkan tas ini sampai ke... bagian logistik - kalau Silverius tidak salah mendengar ucapan lirih Lilith beberapa waktu yang lalu?

_________________
"If I forgot the past, will I be forgotten in the future?" Silverius asked.


Benjie's 3rd character - The Dying Space Master
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Gletsjers van Virchow



Posts: 140

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 11:36

Mendengar pertanyaan dari Glace, Aurelio pun menaikkan salah satu alisnya.

"Hoo, rupanya namaku sudah sebegitu terkenalnya ya, hei, anak baru?" Aurelio terlihat sedikit mengejek.

"Ha... Ternyata aku dianggap anak baru ya?" ucap Glace dalam hati sembari berusaha menahan tawa. "Seperti kembali bersekolah di sekolah pribumi dulu..." ucapnya pelan.

Memang Glace merupakan keturunan campuran antara pribumi Hindia Belanda dan orang Belanda. Akan tetapi, ia lebih senang berbaur dengan orang-orang pribumi. Itulah kepribadian Glace yang telah ditempa di lingkungan orang-orang pribumi.

"Ya, itulah aku Aurelio Mahubessy Hehanussa. Pangeran dari Hitu Lama. Siapa dan mau apa kau?" Aurelio kembali menghardik.

"Ah... Tidak, tidak ada apa-apa. Suatu kebetulan dan kehormatan bisa bertemu saudara setanah air di sini." sambung Glace tenang.

"Dari mana asal bapakmu heh?" Aurelio kembali bertanya dengan sinis.

"Dari Hindia Belanda." ucapnya tenang. "Akan tetapi, ia seorang Belanda" sambungnya. "Walaupun begitu aku lebih mencintai tempat kelahiranku, Hindia Belanda. Ibuku pun seorang pribumi." ia kembali melanjutkan kalimatnya.

Terlihat Aurelio masih penasaran dan bernafsu untuk mengintrogasi dirinya. Akan tetapi, Glace masih terlihat tenang dan berusaha ramah.
---------------------
OOT: Maaf agak kacau, PM kena sindrom ngakak nggak berhenti akibat baca reply diatas. Btw, tahu darimana tuh si Aurelio kalau yg non pribumi ayahnya Glace? Ngintip ya? *dihajar Sacchii Very Happy

_________________


Working with love is like weaving a fabric with threads drawn from your heart, as if your beloved will wear it later.

Glace's 1st character: The Loner Glacier
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Lilith Odilia van Ersteed



Posts: 24

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 17

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 15:59

Lilith memutar wajahnya, masih dari gendongan sang pria Hindia-Belanda, ke tempat dimana seharusnya tas besar itu berada. Ia menghembuskan nafas lega begitu mengetahui isi tasnya tidak berhamburan, namun ia tidak benar-benar bernafas lega. Tasnya yang besar itu dibawa Silverius, pria yang memasang tampang tak bersahabat itu.

“Si-Silverius...” ia menyebut nama pria Asia itu dengan gugup.

“ Sudah letakkan saja nanti biar Lilith yang--”

"Dari mana asal bapakmu, heh?"

Kalimatnya terpotong oleh Aurelio yang bertanya pada pria yang tadi menawarinya membawakan tas. Entah kenapa tampaknya mantan pangeran Hitu Lama itu tampak begitu kesal. Ah semoga saja dia tidak kesal karena gadis berusia 17 tahun itu selalu merepotkannya....

"Dari Hindia Belanda...akan tetapi, ia seorang Belanda", jawab pria berambut hitam berantakan itu dengan singkat.

Wahh orang Belanda juga?


Senyuman kembali menghiasi wajah nona mungil itu, tampaknya rasa senang mengetahui ada rekan senegara, atau tidaknya memiliki silsilah asal darah yang sama dengannya membuatnya antusias. Lebih-lebih ia sedang dibopong oleh Aurelio.

Tiba-tiba Lilith teringat sesuatu, Nai Ye Xia, teman sekamarnya telah mengatakan bahwa mereka akan bertemu di ruangan Logistik. Mengurus penetapan kamar dan tetek bengek lainnya. Dan sepertinya sudah beberapa belas menit berlalu dari waktu yang dijanjikan. Ekspresi senangnya berubah menjadi kegelisahan dan ia berharap Ye Xia tidak ikut-ikutan marah seperti Silverius.

Karena seingatnya gadis bertampang kalem itu bisa berubah jadi menakutkan...

_________________

-
"The top secret of cooking is love" ♥ Lilith Odilia van Ersteed ♥





6th char of Psychephilia™ : Expert Chef in Netherlands East Indies Cuisine
Back to top Go down
View user profile
Silverius Girlani



Posts: 82
Umur: 16
Lokasi: Sitting under the blood drenched sky

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 22

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 17:40

Baiklah, entah ada apa antara Aurelio dan Exorcist berambut hitam berantakan itu sehingga mereka sibuk membicarakan tentang tanah air dan Hindia-Belanda, yang jelas tidak begitu dipentingkan oleh Silverius. Yang dipentingkan olehnya adalah bagaimana Lilith bisa dibawa ke sana tempat tujuannya - bagian logistik - dan semua masalah ini bisa selesai. Mata Silverius menghujam punggung Aurelio dengan tidak sabar, dan tatapan itu tidak berubah ketika Lilith kembali memanggil namanya.

"Si-Silverius... sudah letakkan saja, nanti biar Lilith yang-"

"Dari mana asal bapakmu, heh?"

'Oh, Tuhan, bisakah Aurelio membawa putrinya ke bagian logistik saja?' umpat Silverius sambil memutar matanya sebelum kedua mata hitam itu kembali menatap Lilith.

"Ya, setelah pangeran dari kerajaan purba* itu membawamu ke bagian logistik dan kau akan kembali lagi ke sini untuk menyeret tasmu ke tempat yang sama?" sindir Silverius. Dua burung dalam satu batu, begitu dia menyebutnya.

Kemudian mata Silverius menangkap sesosok gadis berambut pirang yang mungkin sepantaran dengan Lilith di balik balutan seragam pembantu yang seingatnya baru-baru ini dipindahkan ke Markas Cabang Asia. Ya, Silverius telah menyaksikan banyak orang datang dan pergi ke dalam Markas Cabang Asia dan entah mengapa itu menambahkan sedikit kebanggaan di dalam dirinya.

Lalu tanpa disuruh, Silverius yang masih mengangkat tas Lilith pun bergerak mendekati gadis itu. Mata hitamnya beradu selama sesaat dengan mata biru gadis berambut pirang itu, dan pria Jepang itupun mengendikkan kepalanya ke arah Exorcist berambut hitam berantakan tadi.


WB

_________________
"If I forgot the past, will I be forgotten in the future?" Silverius asked.


Benjie's 3rd character - The Dying Space Master
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
 

[ASIA] Pencarian Teman Sekamar

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 3Goto page : 1, 2, 3  Next

Permissions of this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Branches :: Asian Branch :: Dormitory-
Post new topic   Reply to topic