An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] Clean, Clean Corridor

Go down 
AuthorMessage
Abisak Avedisian

Abisak Avedisian

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime24th July 2009, 13:08

Lokasi: Koridor (dekat kantor Diplomatic & Communication), Cabang Eropa

Lelaki itu menyeka tetesan keringat yang ada pada dahinya, menyingkirkan poninya yang sama berlinangan keringat. Abisak mengamati pergelangan kemejanya, yang basah akibat tindakannya ini yang berulang kali. Tetapi pengorbanan pakaiannya sama sekali tidak sebanding dengan hasil yang didapat dari jerih payahnya; koridor yang wangi, berkilauan, dan tentunya...

"... Bersih tanpa noda!"

Anehkah baginya untuk bangga atas hal yang dianggap orang lain sepele... bahkan mungkin tidak ada yang menyadarinya? Wajar saja, bukankah ini pekerjaannya? Namun tiap hari ia merasa jarang ada yang benar-benar mengapresiasi usaha keras staf Management dengan tugas seperti dirinya sendiri. Setiap hari mereka harus membersihkan lorong di mana bot berlumpur dan sepatu mereka terus mengembalikan markas ke kondisi kotornya semula, hanya untuk dibersihkan besoknya...

Ia meletakkan guci porselen, yang disingkirkannya sebelum mulai bekerja, kembali ke tempatnya. Ahhh, rutinitas. Bukan hal yang benar-benar membosankan... justru, merupakan hal yang sangat menenangkan dirinya. Tiap orang butuh suatu kepastian.

Ia melamun lagi. Menggelengkan kepalanya, Abisak memasukkan ujung yarn pelnya ke dalam ember yang airnya kini berwarna keruh, kemudian tangan kanannya menggenggam pegangan ember. Ia mengapit sapu dan peralatan bersih-bersih lainnya oleh lengan kirinya. Ia hanya perlu mencuci dan menguras pel dan lap, sebelum mengembalikan semua ini ke gudang sebelum ia bebas beristirahat beberapa menit.

Janitor itu berbalik, hendak meninggalkan koridor yang telah menjadi masterpiece-nya hari ini. Ia menoleh kembali untuk beberapa detik, menghela napas dengan senyuman kecil. Semoga saja begitu ia kembali, koridor ini masih dalam kondisi -- tidak, itu terlalu berharap -- kondisi mendekati semula. Dengan langkah gesit, ia bergegas untuk menyelesaikan pekerjaannya, agar bisa kembali memeriksa kondisi lokasi ini secepat mungkin.

Seharusnya tidak terlalu lama, tetapi... sudah terlalu lama juga sejak Abisak tertimpa kejadian sial yang benar-benar signifikan. Ia tersenyum miris. 'Jika ada suatu hari di mana Tuhan memutuskan untuk membebani kejadian sial padaku... mungkin hari ini.' Semoga saja Tuhan merasa murah hati padanya hari ini.




OOT: Tolong kotori/macam-macami koridor ini, selama tidak benar-benar hancur! Very Happy *disepak karena kejam pada karakter sendiri*


Last edited by Abisak Avedisian on 24th July 2009, 14:58; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime24th July 2009, 14:47

OOT : situ minta dihancurkan, akan saya hancurkan! *ketawa setan* timeline saya beberapa hari setelah lunch hour ya...



Bianca merasa bahwa ia benar-benar sial. Bukan hanya sial, tapi luar biasa sial. Sanking depresinya, ia sampai merasa bahwa jangan-jangan ia memang dilahirkan dengan tingkat keberuntungan yang luar biasa rendah. Bagaimana tidak? Saat masih bayi, ia dibuang orang tuanya sendiri. Saat masih kecil, ia mengalami kecelakaan sampai dirinya buta. Saat remaja, kekasihnya tewas. Baru beberapa hari sebelumnya, ia terlibat masalah dengan seorang General yang terkenal galaknya...

Hari itu? Karena kurang konsentrasi saat sedang berjalan pulang seusai pergi membeli senar biola baru karena ada satu senar yang putus, ia hampir diseruduk kereta kuda yang lewat. Lolos dari maut, ia malah terpeleset lumpur dan tercebur ke dalam danau. Dan lebih kacaunya lagi, orang-orang yang lewat malah tidak menolongnya, tapi menertawakannya. Alhasil ia harus berusaha sendiri untuk menepi dan kembali ke daratan.

Begitu sudah kembali ke daratan, ia sadar bahwa ia sudah kehilangan kantong uangnya dan senar biolanya sekaligus. Merasa percuma mencarinya, ia akhirnya melangkah pulang dengan langkah gontai. Jadi lengkaplah sudah penderitaannya. Basah kuyup, berlumur lumpur, senar yang dibelinya hilang, dan sebagian uang simpanannya juga.

Sesampainya di markas, ia langsung berjalan dengan cepat ke arah kamarnya dengan langkah cepat. Ia sudah benar-benar kesal.

Cprat, cprat, cprat, cprat...

Dari suaranya saja, Bianca sudah tahu bahwa setiap langkahnya pasti meninggalkan jejak lumpur dan air. Tetapi ia tidak begitu peduli. Yang dibutuhkannya sekarang adalah mandi dan baju yang kering, serta sup hangat kalau bisa.
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime24th July 2009, 14:50

.: Summon penghancur masal :.
timeline: setelah lunch hour



"Darirarindaram darirarindaram darirarindaram param param~
Darirarindaram darirarindaram param paran~"


Dari ujung koridor sebelah sana terdengar suara nyanyian riang, dan hentakan sepatu boots (setinggi 10 cm) yang bergerak lincah sesuai dengan irama lagu tersebut. Hm... ya hari ini Nikolai sedang asik bermain dengan dirinya sendiri karena ia tidak diperbolehkan menyentuh si golem perak oleh gurunya akibat niatannya memberi makan kucing dengan benda tersebut.

ah sayang sekali~

Jadinya, disciple yang terkenal bawel ini bermain sendiri ke luar ruangan. Cukup dengan sebuah bola sebesar kepalan tangan ia sudah bisa membuat permainan miliknya sendiri, dasar autis atau memang tidak ada yang bisa diajak bermain olehnya. Sang guru terlalu sibuk dengan bacaannya yang membosankan. Hingga membuat anak berambut abu ini bermain sendirian di luar.

Ia kemudian merasa lelah dengan permainannya lalu memutuskan untuk kembali ke kamarnya, istirahat siang atau kembali menganggu sang general. Ahahai~ otak anak ini kembali didera keisengan tak berujung. Nikolai terlalu masuk ke dalam alam imajinasinya sehingga ia tidak sadar kalau koridor tersebut baru dibersihkan.

Dan wah~
Jejak bermunculan seiring dengan langkah lincahnya. Oh ya, di luar tadi ia bermain permainan sepak lumpur alias kotor-kotoran makanya kini sebagian seragam serta sepatu boots-nya dipenuhi oleh lumpur basah.

"Ayayay~!"

Hampir saja terpeleset. Ternyata lantainya masih basah... "Uwaah kenapa licin begini sih?" protesnya kemudian tanpa memerhatikan sebagian kondisi koridor yang sudah kotor akibat ke-hiperaktifan-nya.

Merasa ada hawa tidak enak, kemudian anak ini berbalik ke belakang. Dan... "OMG!!" kaget? Yah... ia tidak menyangka akan banyak jejak kaki dan percikan lumpur lainnya di tempat itu.

"Waaah!! Kenapa koridor ini terlihat kotor sekali! Siapa sih yang bertanggung jawab untuk membersihkannya?!" bukannya merasa bersalah, Nikolai malah menghujat si pembersih tempat itu karena dirasa lalai mengerjakan tugasnya.

--kalau ada Shrei ia pasti dihukum kembali --a
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime24th July 2009, 15:08

Abirad... Abirad... maksudnya, Abisak; dimana si lelaki sialan itu? Giraile mendengus kesal; seharusnya lelaki dengan rumpun Armenia yang sama dengannya itu sudah mulai beristirahat sekarang, dimanakah dia?

"Hei! Kau melihat Abisak Avedisian? Tinggi standar, rambut coklat tua... ya, kau tahu kan?!" tanyanya kepada seorang staf bersih-bersih seperti lelaki yang dicarinya itu. Staf malang yang harus berhadapan dengan seorang wanita barbar itu memberitahukannya (dengan suara gugup) bahwa Abisak pagi ini bertugas untuk membersihkan koridor dekat kantor Diplomatic & Communication. Memberikan terima kasih dengan nada yang lebih seperti intimidasi, General wanita itu mencari jalan menuju tempat yang ditujunya.





Giraile mencapai koridor di mana orang yang dicarinya sebelumnya bekerja, tidak menyadari bahwa ia telah sampai tujuan. Ia berdecak dengan rasa tidak terkesan. "Kotor!"

Apakah staf ini benar-benar melakukan pekerjaannya? General wanita itu tidak suka dengan orang yang menganggap pekerjaannya sepele (kecuali dirinya sendiri). Menghentak-hentakkan botnya pada lantai, ia bertanya kepada yang ada di koridor selain dirinya sendiri, secara tidak sengaja sama dengan Nikolai, "Kenapa koridor ini terlihat kotor sekali?! Siapa staf keparat yang bertanggung jawab untuk membersihkannya?!"

Akhirnya, dengan senyum yang tertarik pada satu sisi dan tangan kanan bersanding di pinggangnya, Giraile membuat kesimpulan sendiri. "Hah! Pasti orangnya sangat pemalas dan tidak tahu diri!" ujarnya, menaruh emfasis pada dua frase sifat tersebut.




OOT: Bagus, bagus, ayo tambah lagi...

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1


Last edited by Giraile Arevig A. on 31st July 2009, 18:35; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime24th July 2009, 15:34

Mood Ariel sedang buruk hari ini. Yaah, memang moodnya sehari-hari adalah buruk tapi kali ini moodnya lebih buruk dari biasanya. Penyebabnya? Dengar saja keluh kesah Ariel sambil bersandar di tembok dekat pintu keluar kantornya.

"Aldebaranku. . . Maafkan kakak karena tidak bisa mengunjungimu dalam waktu dekat. Bukannya tidak kangen atau apa. . ."

Daripada mendengar lebih lanjut omongan tidak penting itu, langsung kita analisa saja. Penyebabnya adalah kambuhnya Brother Complex saat adiknya tidak ada di dekatnya. Ya, akibatnya Ariel akan lebih sering menggerutu dan marah-marah.

Setelah beberapa menit merenung sendirian, akhirnya Ariel memutuskan untuk mencari udara segar atau membeli minuman dari Cafetaria.

Namun apa yang ia lihat di luar kantornya? Seorang janitor yang membersihkan koridor di kejauhan, tapi lebih banyak kotoran di lantai daripada yang bersihnya. Urat kemarahannya muncul kembali. Kombinasi perfeksionis + badmood membuatnya mengamuk.

"HEI KAMU!! Lantai ini bersih sekali dengan LUMPUR-LUMPUR ini! Apa ini jenis aromaterapi baru? TAPI AKU TIDAK SUKA!! CEPAT BERSIHKAN!!"

Kemudian Ariel membanting pintu kantornya (tidak jadi keluar dan masuk kembali ke kantor), dan merencanakan sesuatu untuk staf tidak becus itu.

[OOT : teriakannya maksudnya sih menyindir Abisak. Tunggu beberapa post untuk melihat reaksi selanjutnya. .]
Back to top Go down
View user profile
Abisak Avedisian

Abisak Avedisian

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime24th July 2009, 20:02

Lokasi: di depan kamar mandi, dekat Gudang

"Bukan aku!"

Ember yang terlepas dari genggamannya terguling ke lantai, menumpahkan air kotor di dalamnya ke sekujur lantai depan kamar mandi, di mana ia hendak membuangnya. Abisak mengumpat kecil, sebelum jongkok dan mengelap tumpahan air keruh itu, dengan tetap menggerutu pelan. Hal ini memperlama kerjaannya saja.

Ia menyentuh punggung lehernya dengan tangannya yang bebas, memikirkan kembali sebab dari tindakan irasionalnya, membuka genggamannya, yang tiba-tiba itu. Ia merasa bergidik tiba-tiba, sehingga ia melakukannya karena refleks. 'Tadi... aku ada firasat buruk...' Firasat yang berhubungan dengan koridor tadi, tepatnya.

Ia menghela napas; kemungkinan besar, satu rombongan Finder dari misi yang becek telah melangkah melalui koridornya tanpa memikirkan usaha kerasnya. Ia mencoba mengingat apakah ada objek yang memiliki potensi pecah atau rusak di koridor itu; hanya satu yang signifikan, guci porselen itu. Ya, jika itu pecah juga tidak terlalu masalah. Ia menghirup napas dalam-dalam sebelum mengeluarkannya, berusaha menenangkan diri.

Ia menguras lapnya, mengembalikan air kotor ke dalam penampung sebelumnya. 'Tenang, Abisak... Seburuk apapun yang biasanya terjadi, tidak mungkin sebegitu buruknya hingga mengancam nyawa, kan?' Ia tersenyum atas upayanya mengembalikan ketenangan dirinya sendiri. 'Ya, tenang... tenang, Abisak, tidak mungkin seburuk itu...'

"Selesai," ujarnya dengan lega. Ia berdiri dan mengangkut embernya sebelum membuang isinya dan membersihkannya bersama dengan lap kainnya. Kemudian, ia melempar lapnya ke dalam alat penampung itu sebelum berjalan menuju gudang. Berkali-kali dalam kepalanya, ia mengulang mantera yang senantiasa digunakannya untuk menghibur diri: Tidak mungkin seburuk itu, kan?
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime24th July 2009, 21:01

"HEI KAMU!! Lantai ini bersih sekali dengan LUMPUR-LUMPUR ini! Apa ini jenis aromaterapi baru? TAPI AKU TIDAK SUKA!! CEPAT BERSIHKAN!!"

Giraile berbalik, mendengar teriakan yang volumenya melebihi miliknya tadi. Ah, ternyata dari si kacamata yang ditagih lebih--- diminta kompensasi, maksudnya, olehnya waktu itu. Ia tersenyum picik, mengingat bahwa Ariel adalah kepala bagian Diplomatic & Communication, wajar baginya untuk marah melihat koridor di depan kantornya sendiri kotor, walau agak berlebihan juga.

"Kau berteriak juga tidak ada gunanya, si petugas itu tidak ada di sini. Mungkin ia sedang melarikan diri karena mendengar teriakanmu dari jauh, hmn~?"

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1


Last edited by Giraile Arevig A. on 31st July 2009, 18:07; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime27th July 2009, 10:00

Ingressa tengah berbelok di ujung koridor. Di tangannya ia menenteng setumpuk kertas --- arsip yang perlu diserahkan kembali kepada Ariel selaku Section Leader Diplomatic. Isinya sih, tentu saja, konfidensial. Di tangan satunya...sekeranjang kue yang baru saja ia panggang. Ia tengah mencari orang yang mau memakan kue buatannya. Yah, kalau dia sendiri sih, tentu saja saudah kenyang setelah makan di kafetaria kan?

Ressa baru saja mau menjejakkan kakinya di koridor ketika ia mendengar suara Ariel.

"HEI KAMU!! Lantai ini bersih sekali dengan LUMPUR-LUMPUR ini! Apa ini jenis aromaterapi baru? TAPI AKU TIDAK SUKA!! CEPAT BERSIHKAN!!"

Hah, kasian sekali orang yang ia marahi, pikir Ressa. Mudah-mudahan orang tersebut ada di antah-berantah dan tidak mendengar teriakan Ariel.

Namun pikiran Ressa berubah ketika melihat konisi koridor. KOTOR! Tentu saja orang yang melakukan hal ini harus dihukum membersihkannya. Apa dia tidak punya rasa iba pada staff management yang sudah susah payah membersihkannya? Lagipula Ressa yakin, bukan staff Management yang menyebabkan koridor ini kotor begini.

"Kau berteriak juga tidak ada gunanya, si petugas itu tidak ada di sini. Mungkin ia sedang melarikan diri karena mendengar teriakanmu dari jauh, hmn~?"

Suara Giraile. Ia di sini rupanya? Syukurlah si tukang bersih-bersih sudah pergi jauh. Bagus, bagus, gumam Ressa. Bukan karena si tukang bersih-bersih tidak jadi kena marah, tapi karena ada Giraile dan Ariel di situ. Itu artinya, laporan dan makanan bisa sekaligus sampai kepada mereka yang mengharapkannya. Semoga Giraile masih lapar.

"Ariel, Giraile, aku bawa sesuatu untuk kalian berdua," katanya riang.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime28th July 2009, 16:10

BRAK! Pintu kantor diplomatik terbuka dengan cukup keras, lumayan untuk mengagetkan orang yang berada di sekitar situ.

Dari dalamnya Ariel Archer, leadernya kantor diplomatik keluar dengan napas terengah-engah, namun di matanya penuh amarah yang sepertinya kurang jelas sebabnya. Ariel menjadi seperti monster, yang membawa Betelgeuse aka crossbow miliknya di tangan kanannya dan beberapa anak panah.

"Kau berteriak juga tidak ada gunanya, si petugas itu tidak ada di sini. Mungkin ia sedang melarikan diri karena mendengar teriakanmu dari jauh, hmn~?"

"Aku tidak peduli, Regula! Cepat serahkan dia!", geram Ariel dengan buas, siap menembakkan panahnya itu pada siapa saja yang mengotori tempat sekitar kantornya yang indah (?) atau pada janitor yang tidak becus kerjanya itu.

Rasanya aura Ariel yang mengatakan awas-jangan-mendekat-atau-kutembak itu cukup membuat orang-orang bergidik.

"Ariel, Giraile, aku bawa sesuatu untuk kalian berdua,"

Ups, ada Nona Spica di situ. Ariel tentu tidak mau image liarnya itu terlihat olehnya, karena Ariel kan tidak perfek di hadapannya, dan ia tidak mau hal itu para perempuan melihat ketidak-perfekannya. Walaupun hal itu tidak diberikannya pada Giraile, entah kenapa. Syu~t, aura kemarahan masuk kembali ke dalam tubuhnya, berganti menjadi aura ada-apa-aku-baik-saja. Betelgeusenya disembunyikan di balik tubuhnya.

"Ada apa Michelli? Ada perlu denganku?", ucap Ariel sambil senyum.

Tapi di balik senyum yang diberikan pada Spica itu, Ariel akan langsung berubah menjadi buas lagi jika bertemu si Janitor atau pengotor ruangan.


OOT : entah kenapa rasanya ada yang aneh, tapi ya sudahlah >.<...Abisak, buatlah Ariel menunjukkan kebuasannya! *digampar*
Back to top Go down
View user profile
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime28th July 2009, 17:05

OOT: Nona Spica?? Kenapa Spica??
----------------------------------------------------------------------------------------

BRAK! Aku tidak peduli, Regula! Cepat serahkan dia!

Ressa merasa sedikit kaget mendengar bantingan pintu dan teriakan Ariel. OK, bukan teriakan Ariel yang membuatnya kaget, tapi bantingan pintunya. Teriakan Ariel yang ini tidak ada bedanya dengan awntu ia memarahi siapapun itu tadi yang menyebabkan lantai kotor. Ah, sudahlah, pikir Ressa.

Lalu entah kenapa, segala sesuatunya tampak baik-baik saja. Yah, itu dengan mengabaikan Betelgeuse yang samar-samar Ressa lihat terselip di balik tubuh Ariel.

Ada apa Michelli? Ada perlu denganku?

Hmm, senyum yang aneh.
Seseorang pernah memberi tahu Ressa agar hati-hati dengan orang yang bisa langsung tersenyum setelah marah. Ya, orang semacam itu berbahaya.

"Ah," jawab Ressa, "INI!" katanya sambil menyerahkan setumpuk laporan ke tangan Ariel. "Kau pasti akan sangat berminat dengan beberapa proposal yang ada si sana. Jangan lupa baca dan beri tahu pendapatmu. Aku akan ada di kantor sepanjang sore ini."

Lalu Ressa berpaling kepada Giraile. Dengan senyum manis di bibirnya ia menyodorkan sekeranjang makanan kecil yang dibawanya.

"Mau?" tanyanya singkat.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Arvid V. V. Härkönen

Arvid V. V. Härkönen

Posts : 20
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 48

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime28th July 2009, 18:08

Siang hari setelah makan siang harusnya bisa menjadi suasana yang tenang. Arvid tengah menerjemahkan beberapa dokumen berbahasa Latin ke bahasa Inggris ketika aktivitas mengotori lorong sedang berlangsung. Tentu saja, ia tidak tahu menahu tentang kejadian itu sampai Section Leadernya (yang tampaknya sedang bad mood) berteriak murka tentang keadaan lorong di depan kantornya.

Arvid mengangkat sebelah alisnya. Ariel memang tidak menyenangkan bila sedang marah, tapi memangnya apa yang dapat membuat lorong bisa sekotor itu? Rasa-rasanya dari tadi ia tidak mendengar suara langkah kaki dari rombongan Finder yang baru kembali dari misi... Jadi seharusnya tidak mungkin sekotor itu.

Tak lama ia juga mendengar sahutan seseorang dari seberang pintu... Kalau ia tidak salah dengar, itu suara General Asdvadzadour. Wah, hal yang lebih buruk bisa terjadi...

Pria Finlandia inipun beranjak dari tempat duduknya, menuju dapur kecil kantor Diplomatic & Communication untuk membuat teh; dalam rangka menenangkan Ariel. Beberapa menit ketika ia kembali, ayah dua (atau empat?) anak ini sadar bahwa keputusannya tepat. Pasalnya, Section Leadernya kini sedang memegang crossbow kesayangannya. Apa dia bermaksud menghabisi pengotor lorong yang belum diketahui siapa pelakunya itu?

Cepat-cepat ia menghampiri Ariel, kemudian mengambil crossbow milik pria berambut pirang itu dan menaruhnya di balik pintu, "Section Leader Ariel," ia memulai, memberikan satu cangkir teh yang baru dibuatnya pada Ariel. "Saya lihat Anda sedang tidak dalam mood yang bagus hari ini... Tenanglah, dan minum teh bersama saya." ia tersenyum menenangkan, dengan tutur kata yang dihaluskan agar tidak merusak image Ariel di depan orang lain. Terutama, Section Leader Research Department juga sedang berada di sana, "Selamat siang, Nona Michelli." ia mengangguk dan tersenyum, "Barangkali Anda juga mau minum teh bersama kami?"
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime29th July 2009, 11:34

"Aku tidak peduli, Regula! Cepat serahkan dia!", geram Ariel dengan buas, siap menembakkan panahnya itu pada siapa saja yang mengotori tempat sekitar kantornya yang indah (?) atau pada janitor yang tidak becus kerjanya itu.

Giraile mendengus. Regula? Apa maksudnya itu, nama panggilan untuk dirinya? Ah, sudahlah. "Kau bilang serahkan juga, aku tidak tahu siapa atau di mana orang yang kaumaksud, kacamata. Aku juga sedang mencari orang yang berbeda," tambahnya, tidak menyadari bahwa staf yang hendak ditembak Ariel dengan staf yang dicarinya, Abisak, adalah orang yang sama. Barulah ia mendengar suara yang familiar lainnya.

"Ariel, Giraile, aku bawa sesuatu untuk kalian berdua," katanya riang.

Ia mengangguk ke arah sang Section Leader itu, menyapanya. Sebelum ia sempat bertanya apa yang dibawa oleh Ingressa untuk dirinya, Ariel sudah terlebih dahulu menyapa wanita itu. Giraile menunda pertanyaannya hingga Ingressa selesai menyerahkan proposalnya pada rekan sesama Section Leadernya, namun sepertinya pertanyaannya sudah terjawab, begitu Ingressa menyodorkan keranjang yang berisi kudapan, sepertinya.

"Mau?" tanyanya singkat.

Giraile tersenyum; melihat tabiat Ingressa, bisa jadi makanan ini telah terkontaminasi bahan percobaannya yang berhubungan dengan misi seumur hidupnya mencari cara untuk tetap muda (yang belum berhasil juga)... namun biasanya ia akan diberi tahu sebelumnya jika itu kasusnya. Sepertinya tidak ada apa-apa di makanan yang ditawarkan Ingressa kali ini.

Lalu, muncullah lelaki tua yang waktu itu juga menyelamatkan Ariel dari nasib tragisnya bersamanya, Arvid Harkonen. Busur yang dipegang Ariel yang dalam kondisi geram diambilnya, dan Giraile tidak bisa menahan godaan untuk tersenyum picik melihat ini. Bisa jadi Arvid telah menyelamatkan satu nyawa, jika Ariel tidak mengambil kembali busurnya itu, tentunya... dan, kembali ke Ingressa.

"Baiklah, Michelli," ujarnya, seraya ia mengambil satu potong makanan kecil dari keranjang yang dibawa Ingressa, dan memegangnya di depan mulutnya. Sebelum memasukkannya ke dalam mulutnya, Giraile bergurau, "Ya, jika sesuatu yang aneh terjadi, kau tahu kan cara bertanggungjawabnya." Tentu, yang dimaksud General satu ini, yang mulai mengunyah makanan pemberian Ingressa, adalah: kembalikan seperti semula plus brandi.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime31st July 2009, 12:05

"Section Leader Ariel,"

"Ada apa, Capello. Ada sesuatu yang penting?", ucap Ariel ketus pada ayah angkatnya itu.

Ariel pikir Arvid itu hanya ingin mengacaukan kepentingannya untuk berburu si pengotor dan janitor. Ariel hanya menggerutu sambil mengalihkan muka. Yah, walaupun Arvid sangat baik pada Ariel semenjak masuk ke Black Order, Ariel memang suka menggerutu padanya jadi hal itu sudah tidak aneh lagi.

"Saya lihat Anda sedang tidak dalam mood yang bagus hari ini... Tenanglah, dan minum teh bersama saya."

Arvid tahu bahwa Ariel sedang bad-mood, tentu saja. Semuanya yang melihat tahu bahwa Ariel sedang bad-mood, jadi hal ini juga tidak spesial. Karena tidak mau si perusak suasana [OOT: padahal dialah perusak suasana, bukan?], Ariel akhirnya memikirkan cara untuk kabur secara kilat.

"AAH! Lihat ada teko teh raksasa yang terbang!!", teriak Ariel untuk mengalihkan perhatian.

Setelah berteriak cuku keras barusan, Ariel berlari ke salah satu sudut koridor. Namun apa yang terjadi saudara-saudara?

PRANG! Sebuah guci porselen terjatuh. Ariel yang berlari-larian itu terpeleset lumpur di lantai, dan secara tidak sengaja menjatuhkan guci porselen itu.

Kini, Ariel Archer juga telah dinobatkan sebagai tersangka pengotoran koridor kantor diplomatik Black Order cabang utama.


Last edited by Ariel Archer on 1st August 2009, 08:47; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime31st July 2009, 17:30

OOT:
Quote :
Giraile tersenyum; melihat tabiat Ingressa, bisa jadi makanan ini telah terkontaminasi bahan percobaannya yang berhubungan dengan misi seumur hidupnya mencari cara untuk tetap muda (yang belum berhasil juga)...
JAHAT!!! Sad(

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Section Leader Ariel

Ressa menoleh ke arah suara tersebut. Ah, Arvid. Ressa pun mengangkat bahu dan menoleh pada Giraile. Yah, kalau ada Arvid, berarti laporan tidak akan sampai di mejanya sore ini. Yah, sudahlah, toh bbukan hal mendesak.

Ya, jika sesuatu yang aneh terjadi, kau tahu kan cara bertanggungjawabnya.

Ressa cuma bisa tersenyum. Dasar Giraile! Orang ini sepertinya tidak takut pada ramuan-ramuan anehnya. Tapi tetap saja, kompensasinya cukup mahal. BRANDY.

"Tenang, tidak kucampur macam-macam kok. Percobaan terbaruku belum selesai. Sampai saat itu tiba, kau bisa tenang memakan kue buatanku."

"
Selamat siang, Nona Michelli. Barangkali Anda juga mau minum teh bersama kami?

Ah, tawaran minum teh.
Kalau boleh jujur, sebenarnya Ressa lebih suka kopi daripada teh. Lagipula, bukankah kopi lebih Italia? Menurutnya, teh terlalu Inggris. Tapi tawaran minum teh tidak begitu buruk. Dan lagi, sekeranjang kudapan yang tadi diberikannya kepada Giraile tidak mungkin dihabiskan Giraile sendiri kan?

Ressa menoleh pada Giraile. "Usul itu bagus juga. Bagaimana kalau kue-kue itu juga disertakan?" tanya Ressa sambil menunjuk kue di keranjang.

AAH! Lihat ada teko teh raksasa yang terbang!!

Teriakan itu seketika membuat Ressa menoleh. Tentu saja bukan karena dia percaya ada teko yang terbang, tapi karena refleks. Teko terbang bukan hal yang cukup nyata buat Ressa, sekalipun ia percaya bahwa manusia bisa hidup selamanya.


PRANG!

Bunyi berikut segera kembali membuat Ressa menoleh ke arah sumber suara. Di hadapannya ada Ariel yang tersungkur akibat terpeleset lumpur.

"Ya, Tuhan, Tuan Archer,"
kata Ressa sambil berlari ke arah Ariel. "Anda tidak apa-apa?"

Ressa melihat sekelilingnya. Ya, koridor kini makin kotor. Tapi berita baiknya, setidaknya Ariel tidak akan bisa memarahi siapapun kali ini, karena dia sendiri memegang peranan dalam mengotori lantai yang dicintainya tersebut.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime31st July 2009, 18:06

Untuk Ariel: Mohon hilangkan kalimat "Semuanya menoleh ke arah yang ditunjukkan Ariel" dari post terakhir karena ini bisa dianggap sebagai godmoding (mengendalikan tindakan karakter orang lain). Karena belum tentu semua karakter lain akan turut melihat, bisa saja ada yang tidak acuh terhadap teriakannya, jadi jangan langsung menentukan respon orang lain... itu saja, trims ya.

[OOT: Ah, tidak jahat kok...]




Ternyata memang benar, tampaknya makanan yang diberikan Ingressa padanya bersih dari pengaruh bahan eksperimen yang aneh-aneh. Paling tidak, belum ada efek samping dari kue yang baru ditelannya tadi. Kemudian, ia menyadari tatapan Ingressa, yang baru ditawarkan Arvid untuk minum teh bersama, pada dirinya.

Ressa menoleh pada Giraile. "Usul itu bagus juga. Bagaimana kalau kue-kue itu juga disertakan?" tanya Ressa sambil menunjuk kue di keranjang.

Giraile mendengus, merasa dirinya bukan orang yang tepat untuk ditanyai ini. Ia menjawab, "Silakan saja, itu kan kuemu. Dan kurasa Tuan tidak harus mengkhawatirkan apapun, makanan kali ini lepas dari percobaan bagian riset." Ia mengucapkan kalimat terakhir dengan menatap lelaki tua yang disapa dengan nama Capello (atau apapun itu) oleh si kacamata. Tampaknya itu bukan nama aslinya, sehingga Giraile memutuskan untuk meninggalkan namanya dulu.

Merasa ia sudah menjalankan bagiannya, Giraile mengambil satu potong kue lagi dari keranjang milik Ingressa, dan mulai mengunyahnya, kali ini dengan gigitan kecil di ujungnya. Sudah lama ia tidak mengemil, dengan alasan utama bahwa camilan macam ini terlalu trivial dan 'mahal' untuk hitungannya.

"AAH! Lihat ada teko teh raksasa yang terbang!!", teriak Ariel mengalihkan perhatian semuanya.

"Hah?"" Giraile tidak langsung menoleh, berusaha menelan makanannya terlebih dahulu. Apa maksud si Section Leader itu, apakah dia benar-benar berpikir orang akan percaya dengan sahutan macam itu? Paling tidak, seharusnya ia menggunakan objek yang nyata untuk mengalihkan perhatian. Namun, Giraile merasa volume suaranya sudah cukup untuk mengalihkan perhatian semua orang... terhadap dirinya sendiri.

PRANG! Sebuah guci porselen terjatuh. Ariel yang berlari-larian itu terpeleset lumpur di lantai, dan secara tidak sengaja menjatuhkan guci porselen itu.

Kini, Ariel Archer juga telah dinobatkan sebagai tersangka pengotoran koridor kantor diplomatik Black Order cabang utama.


Giraile tertawa tanpa rasa simpatik terhadap Ariel. Walaupun dendamnya terhadap Ariel sudah terbayar (walau oleh Arvid), bukan berarti ia akan serta merta menjadi teman akrabnya lelaki berkacamata ini - lagipula, mungkin Arvid siap membantunya lagi seperti waktu itu. Wanita tinggi itu berdecak, sebelum tersenyum lebar, siap menertawakan ironi yang ada di hadapannya.

Dengan nada manis yang dibuat-buat, Giraile yang menyilangkan lengannya bertanya, "Sayang sekali, daripada teko, tepatnya yang bisa dibilang 'terbang' adalah kau sendiri. Dengan mengambil bagian pada perusakan koridor di depan kantormu sendiri, pula. Bagaimana perasaanmu?"

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Abisak Avedisian

Abisak Avedisian

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime31st July 2009, 18:20

Lokasi: Koridor:

Tidak mungkin seburuk itu, kan?

Kalimat agung yang telah berhasil menenangkan hatinya yang resah di sepanjang perjalanan kembali ke koridor yang baru dibersihkannya runtuh dalam seketika. Ia melihat tanda-tanda yang ada di hadapannya. Lumpur, cek. Guci porselen pecah, cek. Dua hal itu, seharusnya bisa dia tangani, namun ada satu kendala utama.

Kerumunan orang yang tentu biasanya tidak berkepentingan dengan koridor untuk bisa berdiam di sana untuk jangka waktu yang lama, cek. Paling sedikit, orang penting yang ada adalah dua Section Leader dan satu General yang sebisa mungkin ingin dihindarinya. Abisak menelan ludahnya - bisa dibilang lorong yang lokasinya dekat dengan kantor Diplomatic & Communication adalah urusan section, itu juga, namun fakta itu hanya memperburuk keadaan saat ini, melihat kondisi naas Section Leadernya saat ini.

"B-Bukan saat yang tepat bagi saya untuk datang ke sini, ya..."

Siapa yang tadi membersihkan koridor ini? Bukan aku, pikir lelaki berdarah Armenia itu dengan penuh kecemasan. Sepertinya memang Tuhan memutuskan untuk 'memberkahi' nasib buruk pada dirinya dalam ukuran besar. Bukan aku. Dirinya mengeluarkan tawaan gugup, seraya kakinya yang menuruti perintah di bawah alam sadar berjalan mundur dengan perlahan. Teringat kutipan dari karya Shakespeare, Hamlet, yang baru dibacanya.

... When sorrows come, they come not in single spies but in batallions.
Back to top Go down
View user profile
Arvid V. V. Härkönen

Arvid V. V. Härkönen

Posts : 20
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 48

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime3rd August 2009, 18:04

"Usul itu bagus juga. Bagaimana kalau kue-kue itu juga disertakan?"

"Silakan saja, itu kan kuemu. Dan kurasa Tuan tidak harus mengkhawatirkan apapun, makanan kali ini lepas dari percobaan bagian riset."


Arvid tertawa kecil menanggapi ujaran kedua wanita di depannya, "Yang bagaimanapun, tidak masalah untuk saya. Nah, sekarang--" belum sempat ia menyelesaikan ajakannya, Section Leadernya tiba-tiba berteriak keras.

"AAH! Lihat ada teko teh raksasa yang terbang!!"

Pria Finlandia ini mengangkat sebelah alisnya, heran. Ulah apalagi yang diperbuat Section Leadernya itu? Tentu, ia tidak berpikir bahwa orang-orang akan percaya dengan teriakkannya bukan? Ah, daripada itu, hal yang lebih gawat lagi baru terjadi.

PRANG! Sebuah guci porselen terjatuh. Ariel yang berlari-larian itu terpeleset lumpur di lantai, dan secara tidak sengaja menjatuhkan guci porselen itu.

Kini, Ariel Archer juga telah dinobatkan sebagai tersangka pengotoran koridor kantor diplomatik Black Order cabang utama.


Arvid menghelas nafas. Ia menaruh cangkir tehnya di atas meja, kemudian mendekati Ariel yang sedang kesulitan. Ia menatap Ariel dengan tatapan seperti seorang ayah yang hendak menasehati anaknya. "Nah, saya bilang juga apa." ia mengulurkan tangannya untuk membantu Ariel berdiri, "Gantilah baju Anda, setelah itu istirahatlah sebentar. Tidak baik melakukan banyak aktivitas dengan mood Anda yang buruk, Section Leader Ariel." ia menepuk punggung pemuda itu, menyuruhnya kembali ke kantor untuk berganti baju.

Kemudian Arvid mengedarkan pandangannya ke sudut lain koridor, ia menangkap satu sosok yang dikenalnya, Abisak Avedisian. "Ah, Abisak," panggilnya pada pria yang ia bawa ke Black Order itu, "Bisa tolong bereskan ini? Maaf jadi menambah pekerjaanmu." pintanya sambil tersenyum sopan. Yaa, ia harap kekacauan tidak akan terjadi lagi setelah ini...
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime4th August 2009, 15:15

Ariel sangat marah, pada dirinya sendiri, pada si janitor, dan pada pembuat lumpur sial itu. Dirinya yang terpeleset hanya mendekam di lantai, tidak bisa berkata apa-apa saking marahnya. Mukanya kemudian memerah karena darah panas dalam dirinya berkumpul di mukanya.

Kemudian Giraile menertawakan dirinya, dan Michelli tampak cukup khawatir, walaupun ada sedikit kelegaan di mukanya. Arvid pun hanya mendesah melihat kelakuannya yang sangat kekanak-kanakan tadi.

"Nah, saya bilang juga apa." ia mengulurkan tangannya untuk membantu Ariel berdiri, "Gantilah baju Anda, setelah itu istirahatlah sebentar. Tidak baik melakukan banyak aktivitas dengan mood Anda yang buruk, Section Leader Ariel." ia menepuk punggung pemuda itu, menyuruhnya kembali ke kantor untuk berganti baju.

"Baiklah Capello. Sepertinya ini karma karena marah-marah." Sadar bahwa itu kesalahannya juga, akhirnya kemarahan Section Leader berambut pirang itu cukup mereda juga. Atau lebih tepatnya, Ariel tidak mau orang lain selain saksi mata tahu bahwa dia juga pelakunya, alias kabur dari masalah. "Oh, dan saya mohon anda diam, Regula. Juga saya berterimakasih atas perhatiannya, Michelli."

"B-Bukan saat yang tepat bagi saya untuk datang ke sini, ya..."

Ariel melihat ke arah si pembicara tadi. Nah, itulah yang dari ia cari-cari untuk ditembak. Tapi hasrat membunuhnya sudah hilang, ya lebih baik masalah ini dilupakan saja. Terutama bagian saat ia 'terbang' dan 'mendarat' di guci porselen tadi.

"Tidak juga, Arcturus. Tapi saya ingin anda membersihkan semua kekacauan di sini sampai bersih! Kalau tidak, siap-siap saja untuk menerima panah Betelgeuse.", ucapnya pelan sambil berdiri. Yah, walaupun ucapannya tadi cukup mengintimidasi dan Ariel tidak memberitahu pelaku pemecahan guci porselen pada Abisak.

"Capello, nanti bantu saya memeriksa proposal dari Michelli ini.", ucapnya lagi pada Arvid.

Kemudian Ariel kembali masuk ke kantor sambil berkata, "Ayo kita minum teh, dan bawa kue-kue itu ke kantorku sekalian. Setelah membereskan diri tentunya."

[Ariel out untuk sementara]
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime5th August 2009, 18:30

"Baiklah Capello. Sepertinya ini karma karena marah-marah." Sadar bahwa itu kesalahannya juga, akhirnya kemarahan Section Leader berambut pirang itu cukup mereda juga. Atau lebih tepatnya, Ariel tidak mau orang lain selain saksi mata tahu bahwa dia juga pelakunya, alias kabur dari masalah. "Oh, dan saya mohon anda diam, Regula. Juga saya berterimakasih atas perhatiannya, Michelli."

"Hmph!" dengus Giraile, namun ia tidak menunjukkan tanda-tanda akan melanggar permintaan Ariel. Tidak ada salahnya menjaga sedikit harga diri lelaki berkacamata itu, terutama setelah ia mendapatkan dua-puluh satu pound sterling ganti rugi darinya (tepatnya Arvid, tetapi siapa yang mengurus?).

Ia berbalik, menjauhi para staf yang hendak meminum teh bersama, dan mendatangi Abisak. Memegang pundaknya, ia membungkuk dan berbisik dengan sinister pada targetnya, "... Akan kutunggu di kamarku. Langsung datang ketika pekerjaanmu selesai, jangan berharap kau bisa lari dariku... Abirad~"

Memberikan senyum tipis pada sesama turunan Armenianya, ia menepuk pundak lelaki itu beberapa kali, sebelum memutuskan untuk meninggalkan koridor yang ramai itu. Sekedar menoleh sesaat dan menundukkan kepala sebagai ucapan selamat tinggal, akhirnya Giraile pun angkat kaki.

[Giraile out]

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Abisak Avedisian

Abisak Avedisian

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime7th August 2009, 18:53

"Tidak juga, Arcturus. Tapi saya ingin anda membersihkan semua kekacauan di sini sampai bersih! Kalau tidak, siap-siap saja untuk menerima panah Betelgeuse.", ucapnya pelan sambil berdiri.

Arcturus? Apa ia maksud dirinya? Abisak hanya mengangguk pelan, merasa mendapat nasib sial harus membersihkan ulang koridor ini sudah cukup tanpa harus ditambah dirinya menjadi sasaran tembak busur Section Leader ini. Benar-benar hari yang sial (ia tidak mengetahui bahwa dirinya cukup beruntung untuk datang terlalu telat untuk menjadi sasaran amarah Ariel langsung).

"Ah, Abisak," panggilnya pada pria yang ia bawa ke Black Order itu, "Bisa tolong bereskan ini? Maaf jadi menambah pekerjaanmu." pintanya sambil tersenyum sopan. Yaa, ia harap kekacauan tidak akan terjadi lagi setelah ini...

Ucapan itu datang dari lelaki yang cukup direspeknya, Arvid Harkonen yang membawanya ke Black Order di mana nasibnya berangsur membaik. Senyum asimetris yang awalnya menghias wajahnya sedikit melembut menjadi lebih tulus. Mengangguk sekali lagi, ia mengabarkan kesediaannya, walau dengan lesu, "... Baiklah, biarkan saya ambil peralatan saya dulu..." '... lagi,' tambahnya dalam hati.

Kemudian, paragon dari segala hal yang buruk dan ganas mendekati dirinya. General Giraile... Abisak dapat merasakan keringat dingin mengucur dari sisi dahi dan punggung lehernya, seraya senyumnya kembali tertarik ke satu arah. Ia bergemetar begitu tangan Giraile mencekam pundaknya (minimal, itu sensasi yang dirasakannya dari sentuhan wanita barbar itu).

Memegang pundaknya, ia membungkuk dan berbisik dengan sinister pada targetnya, "... Akan kutunggu di kamarku. Langsung datang ketika pekerjaanmu selesai, jangan berharap kau bisa lari dariku... Abirad~

"I-Iya, Nona..." terlontar ucapan patuh itu secara spontan, dengan kegugupan Abisak terdengar jelas. Jangan bilang sesi pelajaran bahasa Armenia lagi? Walau ia terbukti sebagai murid yang buruk, mengapa Giraile tidak segera menyerah saja? Oh, Tuhan...

Abisak menghela napas lega begitu badai terbesar berlalu. Ia bisa mengurusi trauma itu nanti, sekarang saatnya ia mengerjakan tugasnya. Dengan langkah gontai, ia pun menuju gudang peralatan. 'Bersih... tanpa noda, huh?

... Tidak hari ini.'


END





[OOT: Tunggu tanggal main sekuelnya Very Happy Diharapkan partisipasi semua pihak (?)]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[CENTRAL] Clean, Clean Corridor Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   [CENTRAL] Clean, Clean Corridor I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Clean, Clean Corridor
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com