An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost

Go down 
AuthorMessage
Gabrielle van Rijn

avatar

Posts : 115
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   11th August 2009, 16:57

Keterangan :
Black Order adalah yayasan sekolah Kristen yang cukup terkemuka di dunia.. Sekolah itu mempunyai asrama untuk para pria dan wanita. Black Order sendiri merupakan sekolah yang cukup mewah, di mana fasilitas yang ada cukup memadai dengan guru-guru [aka para General] yang sangat terlatih. Seperti sekolah-sekolah lainnya, Black Order juga punya cerita mitos, yaitu 7 misteri sekolah. Latar Waktu yang digunakan adalah tahun 2009, tapi umur para karakter disesuaikan dengan karakter di cerita ini.


Siang hari di SMA Black Order pada musim panas bagaikan neraka. Panasnya sangat mematikan, membuat murid-murid hanya duduk gelisah di dalam kelas. Black Order adalah sekolah yang elite, tapi kenyataannya, AC di kelas Gabrielle mati. ‘Lama-lama aku bisa pingsan karena dehidrasi kalau panas begini’, pikir Gabrielle. Teman baiknya, Liadan juga tampak kegerahan, buktinya dia tidak memerhatikan pelajaran saat itu, malah mengipas-ngipasi lehernya memakai buku catatan miliknya. Ah tapi jangankan Gabrielle dan Lia yang hanya sekedar murid, guru yang mengajar saja terus mengeluh tentang panasnya kelas ini, dan si guru itu ingin cepat mengajar di kelas lain yang ber-AC. Untung saja Gabrielle duduk dekat jendela, sehingga tidak terlalu panas jika ada angin sepoi-sepoi. Gabrielle hanya bisa berharap bel istirahat cepat berbunyi sehingga Gabrielle bisa membeli segelas es lemon tea yang segar. Memikirkannya saja membuatnya tergiur.

KRIIIING! Suara surga yang indah itu akhirnya berbunyi juga.

Guru yang dari tadi mengomel itu malah lebih cepat keluar dari para muridnya. Mungkin dia ingin cepat-cepat ke ruang guru yang sejuk itu. ‘Bikin iri saja’, pikir Gabrielle sambil terkekeh kecil.

“Ayo ke kantin...Gabby.”, ajak Lia dengan muka tanpa ekspresi, seperti biasanya. Gabrielle hanya tersenyum kecil membalas ajakan Lia itu. Kemudian mereka beranjak dari tempat duduk dan pergi meninggalkan kelas.

“Se...sehabis ini pelajaran apa, Lia?”, tanya Gabrielle perlahan pada Lia. Lia yang berjalan perlahan sambil membawa boneka kelinci kesayangannya, Babog Liath itu kemudian berpikir sejenak. “Sejarah, kalau tidak salah...Pelajarannya Athair.”, jawab Lia perlahan. Walaupun mukanya tak ada ekspresi, tapi jauh di matanya terdapat binar-binar kesenangan. Shreizag Halverson adalah guru sejarah di SMA Black Order ini, sekaligus ayah angkat Lia. Itulah mengapa ia dipanggil Athair oleh Liadan. Gabrielle kembali tersenyum kecil sambil menyeruput lemon tea dingin yang baru saja ia beli di kafetaria tadi.

Dari arah sebaliknya, seorang murid kelas 2 lainnya, Glaucio A. Marino, berjalan dengan langkah agak cepat sambil menggerutu. Entah apa yang dia keluhkan kali ini, mungkin saja tentang cuaca yang panas ini? Ah, tapi ucapan-ucapannya dikatakan dengan suara minimum, sehingga seperti mengucapkan mantera-mantera sihir.

GUBRAK! Terdengar suara yang cukup keras yang ditimbulkan oleh tabrakan dua murid yang sedang berjalan berlawanan arah, Glaucio dan Gabrielle. Tentu saja Glaucio yang lebih kuat membuat Gabrielle terjatuh, dan hal yang cukup parahnya lagi, lemon tea-nya jatuh dan menumpahi baju seragamnya.

“Gabby...Kamu tidak apa-apa?”, tanya Lia dengan suara yang agak cemas.

“Hei, kau! Apa kamu tidak apa-apa?”, ucap Glaucio dengan nada agak ketus, tapi di keningnya ada kerutan kecil. Glaucio menawarkan untuk membantu Gabrielle berdiri kembali.

Hey, apakah kalian sadar? Ada satu hal yang aneh di sini. Gabrielle yang androphobia yang bisa pingsan bahkan hanya karena dicolek oleh lelaki, tidak pingsan saat bertabrakan dengan Glaucio. Gabrielle pun merasa kebingungan. Glaucio kemudian menggenggam tangan Gabrielle dan membantunya berdiri. Glaucio meminta maaf, kemudian kembali berjalan cepat sambil menggerutu.

“Lia, bisa antarkan aku ke toilet untuk membersihkan bajuku?”, ucap Gabrielle yang masih linglung. Apakah androphobianya sudah pulih? Ataukah ada hal lain yang menyebabkannya tidak pingsan? Gabrielle kemudian berpikir untuk mengetes androphobianya, apakah masih aktif atau tidak. Tentu saja setelah keluar dari toilet untuk bersih-bersih diri.


Bel pulang sudah berbunyi, tanda akhir dari sekolah hari itu. Para murid kegirangan, meninggalkan sekolah secepatnya untuk segera beristirahat di rumah masing-masing. Beberapa murid yang memiliki kegiatan ekskul, memutuskan untuk berlatih di ruang klub mereka. Namun para murid tidak boleh berada di sekolah lebih dari jam 8 malam.

Lia dan Gabrielle, juga memutuskan untuk pulang agak terlambat. Mereka ingin pulang bersama-sama guru sejarah mereka, Shreizag Halverson dan salah satu adik kelas mereka, Nikolai Mikhailov. Lia, Shrei, dan Nikolai adalah satu keluarga, mereka tinggal di sebuah rumah tak jauh dari rumah Gabrielle. Shrei mengadopsi kedua anak angkatnya, Lia dan Nikolai semenjak mereka masih kecil, sehingga keluarga mereka amat dekat. Hari ini adalah hari yang spesial. Keluarga Lia mengadakan acara makan-makan, dan Gabrielle juga diundang. Tentu saja Gabrielle merasa sangat senang, orangtuanya sedang berada di luar negeri untuk meneliti situs-situs sejarah karena keduanya adalah arkeolog professional. Nenek Gabrielle, mengizinkan mereka untuk makan bersama sehingga Gabrielle menyetujui ajakan mereka.

“Shreirin! Apakah benar di sekolah kita ada cerita hantunya?”, Tanya Nikolai dengan antusias seperti biasa. Dia adalah anak yang luar biasa periang, dan tingkat keusilannnya cukup tinggi.

“Itu hanyalah isapan jempol... cerita mengenai 7 misteri sekolah, bukan?”, jawab Lia santai. Sepertinya ia tidak takut cerita hantu atau memang karena mukanya tak berekspresi. Cukup sulit ditebak.

“Aku tidak bertanya padamu! Aku bertanya pada Shreirin!”, kata Nikolai jahil pada kakak angkatnya yang berambut pirang itu. “Memangnya kau tahu? Tapi aku hanya ingin bertanya pada Shreirin~”

Lia menggenggam Babog Liathnya erat-erat, siap untuk melemparnya kapan saja. Gabrielle tertawa kecil, melihat kelakuan kedua anak itu yang sangat jauh berbeda dengan sikap ayah angkat mereka yang jarang berbicara itu. Dan sebagai tambahan, sepertinya ia sedang malas menjawab celotehan Nikolai.

“A..aku tahu sedikit.”, jawab Gabrielle pelan.”Ada serangan kantuk di kelas 3-2, cerita hantu laboratorium biologi, tangisan misterius di toilet perempuan, kisah korban mutila…”

“Ya, ya,ya. Sudah sudah berceritanya nona muda. Tapi aku menanyakan kebenarannya, bukan seluruh ceritanya.”, balas Nikolai jahil, “Apakah itu benar, Shreipyon?”

“Tidak sopan...”, ucap Lia pendek. Tapi Nikolai tidak membalasnya.

“Aku tidak tahu.”, jawab Shrei singkat.

Gabrielle yang kebingungan karena pembicaraannya dipotong, kemudian kembali diam. Dengan tatapan maut, Shreizag memberikan sinyal pada Nikolai dan Lia untuk berhenti. Kedamaian pun kembali datang, dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke sebuah restoran keluarga dekat rumah mereka.


(Pukul 12.00 malam, toilet wanita sekolah)

“Huhuhuhu...”
Terdengar suara...tangisan.

Suara tangisan yang berasal dari toilet perempuan di sekolah itu tidak berhenti.

Suara tangisan itu bertambah kencang.

BRAK!

Suara sesuatu yang dibanting pun terdengar, entah apa benda itu tapi suaranya cukup keras.

Suara tangisan itu kemudian lenyap, dan benda yang dibanting itu juga tak berbekas.


Last edited by Gabrielle van Rijn on 21st August 2009, 11:31; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   11th August 2009, 17:06

Wahh, ternyata kau sudah memikirkan plotnya juga ya... Dan ide bagus untuk membuat Liadan dan Nikolai anak angkatnya Shrei Wink

Nggak puas, belum ada Giraile-nya! Ayo post bagian Giraile! *didepak*

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Gabrielle van Rijn

avatar

Posts : 115
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   11th August 2009, 17:10

Ba..baiklah, akan saya pikirkan *padahal udah selesai*
ini saya post yang selanjutnya
Back to top Go down
View user profile
Gabrielle van Rijn

avatar

Posts : 115
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   11th August 2009, 17:13

Keesokan paginya, sekolah ribut karena suatu hal. Siswa siswi berebutan ingin melihat mading, yang berisi headline news SMA Black Order. Gabrielle hanya meilhat dari kejauhan saja. Kalau dia ada di kerumuman sana dan pingsan, bisa sangat gawat. Lia juga malas berada di kerumunan itu. Mereka berdua hanya menanti ada orang yang memberitahu mereka.
Beritanya kira-kira begini :

Quote :
MISTERI HANTU MENANGIS BLACK ORDER?


Misteri hantu di Black Order ini kembali muncul setelah lama diragukan kebenarannya. Si hantu menangis di toilet perempuan, kembali muncul pada hari Senin, 12 Januari 2009 pada pukul 12.00 malam. Siapakah sebenarnya hantu itu? Apakah benar bahwa dia adalah gadis yang bunuh diri karena putus cinta sesuai mitos yang aslinya? Sayangnya kita semua hanya bisa mengira-ngira apa yang terjadi karena semuanya masih diragukan kebenarannya.

Wawancara telah dilakukan oleh tim dari klub jurnalistik beserta alumni kepada seorang penjaga sekolah yang mengaku berada di tempat kejadian malam kemarin. Beliau adalah Abisak Avedisian yang memang sedang bertugas malam itu. “Saya yakin suara tangisan itu ada!”, ungkapnya pada media tadi pagi. Abisak berkata bahwa ia mendengar suara tangisan sekitar 5-7 menit, namun setelah terdengar suara bantingan yang keras, suara itu menghilang.

Apakah benar hal tersebut terjadi? Kita hanya bisa berharap agar hantu itu cepat pergi dari sekolah kita tercinta, Black Order, dan tidak menimbulkan kekacauan lebih parah.

(Selanjutnya adalah lanjutan mitos-mitos cerita 7 keajaiban sekolah Black Order yang dianggap kurang penting)

“Ugh, apa-apaan itu. Berita tidak bermutu!”, keluh seorang lelaki dari dekat kerumunan itu. Sepertinya ia berhasil melarikan diri dari sana dengan susah payah. Glaucio A. Marino kembali menggerutu tentang berita headline news itu.

“Ah, Glaucio...itu berita tentang apa?”, tanya Lia padanya. Babog Liathnya digenggam dengan erat.

“Ah, hanya berita tentang hantu di toilet perempuan, dengan saksi mata penjaga sekolah yang mengaku mendengar suara tangisan dan bantingan benda-benda. Aku sih tidak percaya!”, ucap Glaucio dengan agak ketus. Tangannya dilipat di dadanya dan kemudian ia mendesah.

“Kenapa sih klub jurnalistik selalu membuat berita-berita yang tidak mutu. . .AH! Kenapa aku malah mengobrol! Aku ada janji dengan Pak Guru Francis!” Glaucio menepuk bahu Gabrielle kemudian Glaucio berlari ke arah ruang guru dengan terburu-buru, entah ada janji apa tapi itu bukan urusan Lia maupun Gabrielle. Lia menatap Gabrielle dengan penuh kebingungan.

“Kenapa kamu tidak...pingsan?”, Tanya Lia dengan dahi mengernyit. Suatu ekspresi yang luar biasa jarang dimiliki gadis asal Irlandia itu.

“A...aku tidak tahu, Lia. Aku juga bingung.”, jawab Gabrielle dengan ekspresi sama bingungnya. Mukanya bersemu merah, tanpa ia tahu sebabnya.

“Ah...ya sudah lah. Ayo Kita ke kelas. Bu Giraile bisa-bisa...membunuh kita kalau terlambat.”, ajak Lia dengan tenang. Kemudian mereka berdua ke gym untuk bersiap-siap dan melakukan sedikit kegiatan ‘sparta’ dengan Giraile, guru olahraga yang sangat keras itu.


Pelajaran olahraga a la Giraile memang sangat keras. Murid-muridnya tak akan pernah dibiarkan bermalas-malasan, dan jika mengeluh, siap-siap saja dapat hukuman ekstra seperti push-up atau semacamnya dengan jumlah sesuka hatinya (kalau beruntung, bisa dapat kurang dari 5 set). Tujuannya? Giraile ingin semua muridnya menjadi kuat, agar suatu hari dapat saling melindungi. Tujuannya memang bagus, tapi caranya agak...berlebihan.

Gabrielle sejak awal memang berfisik agak lemah. Biasanya ia tidak akan protes karena tidak mau mendapat bonus dari gurunya itu. Hari ini adalah kegiatan permainan voli, yang untungnya tidak terlalu berat. Pelajaran olahraga pun berlangsung lancar dengan tidak adanya anak yang dihukum.

Seorang murid, Estrella Rovers, yang tidak sekelas dengan Lia dan Gabrielle, memberanikan diri untuk bertanya pada Giraile tentang adanya hantu yang menangis tadi malam.

“Bu Giraile, bagaimana pendapatmu mengenai cerita tentang hantu yang menangis semalam?”, tanyanya mantap.

Air muka Giraile tampak sangat terkejut, entah kenapa. Kemudian ia tampak panik, sepertinya hantu-hantu itu sangat mengganggunya.

“Te..tentu saja tidak mungkin! Kamu Sit-Up 2 set! Mulai dari sekarang!”, perintahnya dengan cepat. Tapi mukanya tetap saja mengernyit tegang.

“Heee! Sial, seharusnya aku tidak menanyakannya padamu!”, keluh Estrella sambil berganti posisi untuk bersiap-siap sit-up.

“Jangan mengeluh! Atau mau aku tambah lagi 3 set! Van Rijn! Bantu dia!”, teriak Giraile histeris. Ya begitulah perilakunya jika ada seseorang yang berusaha melawannya. Gaby agak terkejut mendengar teriakan guru olahraganya itu, kemudian ia mendekati Estrella dan membantunya melakukan sit-up.
“Baiklah! 2 set sit-up saja. Maaf ya Gaby, merepotkanmu”, ucap Estrella pasrah, kemudian ia melakukan gerakan sit-up dengan cepat.


Sekolah tampaknya sangat cepat hari ini. Saat pelajaran terakhir, guru Fisika mereka Lim Jeong Hu, tidak masuk karena sakit. Mereka jadi belajar sendiri hari itu. Akhirnya, hapir seluruh kelas malah mengobrol tentang isu yang paling hot hari itu, mengenai hantu menangis, bukannya belajar fisika.

Seperti biasa, Gabrielle pulang bersama-sama keluarga besar Shreizag hari itu. Lia dan Nikolai memang sangat akrab, lihat saja mereka yang selalu bertengkar. Gabrielle percaya, semakin orang bertengkar maka orang akan jadi semakin akrab. Shreizag hanya mendesah kecil dan memberi mereka tatapan maut agar anak-anak itu diam. Gabrielle merasa sedikit kesepian, karena dia tak punya kakak atau adik. Kakak perempuannya Gabrielle, meninggal saat kecil. Itulah sebabnya ia mendapat nama yang sama, karena itulah warisan budaya Belanda, tanah kelahirannya.
Setelah berpamitan dengan keluarga Shreizag, Gabrielle pulang ke rumahnya, dan langsung disambut oleh makanan enak buatan neneknya, Gabrielle pertama (di keluarga besarnya, ada 3 orang Gabrielle). Ah, untuk sejenak, Gabrielle melupakan rasa kesepiannya dan menikmati makanan enak bersama neneknya.


(Pukul 11.00 malam, rumah Shreizag)

Nikolai, si bungsu yang sangat aktif terbangun dari tidurnya. Ada sesuatu yang sangat penting, dan ia merasa sangat bodoh karena melupakannya.

“Ayayay! Gawat! Buku PR untuk besok ketinggalan di kelas! Aku harus mengambilnya sekarang!”, ucapnya semangat. Kemudian ia mengganti piyamanya, dan menyelinap keluar rumah. “Gawat kalau sampai ketahuan Shreirin, bisa-bisa aku dimarahi!”

Rumah mereka memang tidak terlalu jauh dari sekolah, sehingga bisa berjalan kaki menuju ke sana. Nikolai dengan hati-hati memanjat pagar sekolah. Gerbang utama sudah dikunci, tentu saja. Ini hampir tengah malam!

Akhirnya Nikolai berhasil membuka kunci pintu kelasnya, dengan berusaha menyelinap seperi pencuri di malam hari. Dia cukup lihai untuk hal ini. Akhirnya buku PRnya yang keramat itu diambilnya, dan ia segera keluar dari sana.

GRATAK GRATAK

Terdengar bunyi berisik dari dalam toilet wanita di gedung SMP itu. Nikolai yang mendengarnya terkejut hingga melompat. Bulu kuduknya berdiri. Ia baru ingat dengan hantu menangis di toilet perempuan gedung SMA.

“He..hey! Ini kan gedung SMP! Tidak mungkin ‘itu’ muncul di sini!”, ucapnya meyakinkan diri sendiri. Walau begitu ia tidak serta merta berani. Mulutnya komat-kamit membaca mantera pengusir setan – ala Nikolai.

“Huhuhuhu..."

“GYAAAAAAAAA!!!”, teriak Nikolai shock.

“GYAAAAAAAAA!!!”, si suara hantu di dalam toilet itu juga ikut berteriak.

“TIDAAAAK! SHREIREI! TOLONG!!!”

Kemudian Nikolai lari terbirit-birit meninggalkan sekolah.


Last edited by Gabrielle van Rijn on 14th August 2009, 12:44; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu

avatar

Posts : 172
Pemilik : Cairy
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   11th August 2009, 17:17

Giraile yang jadi hantunya ya *disepak*

ahahaha beneran ada watashitachi no Kazoku di sini~ *ngakak*

Ah tapi Nikolainya nggak di tampol pake boneka ya *ingin*

yak, LANJUTKAN xD


EDITED UPDATE~

Ngakak... eh ternyata bukan Giraile hantunya *disepak*

Waduh, itu hantu toilet masa takut sama Nikolai yang imut ini sih~

bagian itu bikin saya ngakak xD

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ





Last edited by Lim Jeong Hu on 11th August 2009, 17:22; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Abisak Avedisian

avatar

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   11th August 2009, 17:21

Sebenarnya nggak terkejut juga sih kalau Giraile jadi hantunya... mengingat rambutnya yang seperti Medusa *ditabok karakter sendiri*

@ Lim: Lho, waktu itu mengeluh soal KDRT sekarang menerima sisi masokis ya?

Bagus, Girailenya kejam seperti semestinya... :x Ditunggu deh lanjutannya besok, hoho~




Oke, komentar serius sedikit. Secara keseluruhan sepertinya penggambaran tiap karakternya cukup pas... yang terutama pas menurut saya (kecuali Gabrielle yang nota bene karakter sendiri) adalah Lia, Nikolai, dan Glaucio... Giraile juga sangat pas, terutama di bagian ia tiba-tiba menyuruh Gab yang tidak ada sangkut paut dengan masalah ikut dihukum juga ;p

Kritik... mungkin penulisannya bisa dirapikan saja. Untuk "..." (elips) tidak usah diberi spasi antartitik seperti ". . ." yang menurut saya justru membuatnya tidak terlalu sedap dipandang. Lalu, penulisan tanda baca salah yang sering saya temui itu contohnya:

Quote :
“Ayo ke kantin. . .Gabby.”, ajak Lia
“Se. . .sehabis ini pelajaran apa, Lia?”, tanya Gabrielle

Untuk yang pertama, semestinya tidak usah ada titik dan koma berada di dalam tanda kutip, jadi: "Ayo ke kantin... Gabby," ajak Lia. Jika menggunakan titik maka cara Lia mengucapkan sesuatu tidak usah disebutkan, misalnya: "Ayo ke kantin... Gabby." Lia menatap Gabrielle dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasa. (kalimat yang mengikuti dialog tidak ada sangkut paut dengan cara dialog tersebut diucapkan)

Untuk yang kedua, mirip persoalannya dengan pertama. Tanda baca apapun dalam dialog harus berada dalam tanda kutip (jika ada situasi di mana sesuatu dalam tanda kutip diikuti tanda koma, berarti frase itu adalah kutipan, bukan dialog). Jadi yang benar: "Se... sehabis ini pelajaran apa, Lia?" tanya Gabrielle tanpa koma setelah tanda kutip.

Itu saja sih, untuk penulisan kata sebagian besarnya sudah benar, atau kesalahan yang ada pun tidak begitu signifikan. Yaa, ayo bekerja lebih keras lagi~ Smile


Last edited by Abisak Avedisian on 11th August 2009, 17:31; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

avatar

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   11th August 2009, 17:22

*mati ketawa*

Pengen ada bagian Xiao Ling jugaaaaaa XDDD
jadi guru mat killer aja!! XDDD

LANJUT, GAN!!
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu

avatar

Posts : 172
Pemilik : Cairy
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   11th August 2009, 17:27

Kalau gitu Jeong Hu jadi kakek-kakek tua yang udah mau mati *dilempar*
jadi guru paling normal dong ... :3

@Abisak: lol kadang kdrt juga diperlukan sih *ngakak*

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
avatar

Posts : 580
Umur : 26
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   12th August 2009, 17:39

LOL, saya udah baca semua, sangat menghibur! Laughing
Shrei cuma ngomong satu kali yaa, tapi emang gitu sih sifatnya Very Happy

O ya, konsep Shrei-Shu-Lia jadi satu keluarga itu bagus! Very Happy

Quote :
“Huhuhuhu. . ."

“GYAAAAAAAAA!!!”, teriak Nikolai shock.

“GYAAAAAAAAA!!!”, si suara hantu di dalam toilet itu juga ikut berteriak.

“TIDAAAAK! SHREIREI! TOLONG!!!”

Kemudian Nikolai lari terbirit-birit meninggalkan sekolah.
Saya ngakak di bagian ini Laughing Betewe, kalau ujian Sejarah, soalnya tolong disusahin ya Pak Guru Shreizag~ *digetok* Yah, daripada itu, saya penasaran kenapa Gaby nggak pingsan walau dipegang cowok :-? Ada suatu hubungan dengan misteri di sekolah kah?

Lanjutkan! Ayo, munculkan Arvid dan Rajeev! xD

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Glaucio Marino

avatar

Posts : 88
Pemilik : *nbla
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   13th August 2009, 17:14

*orang yang baru mampir ke sini setelah sekian lama orz orz orz*

KYAAAAH, GABRIELLA SAYAAANG~~*peluk as PM*

Saya suka ide ceritanya, ngebawa tokoh BO ke dimensi dunia lain--dan plotnya juga menarik, astaga, dunianya berkesan ringan tapi tetap dark ala BO asli ya?
*apasihini*

Guru Shrei, Francis, kyaaah...

Kyaaah, anak saya keren~*hapus iler

Nikolai di ending lucu 8D *gigitin kuku*

Kalau kritik, euh... Apa ya? *ga bisa kritik* Mungkin... Tanda baca udah disebutin, sama--ayok, panjangin dikit lagi dong--deskripsi yang rada panjang juga ikin alurnya makin sedap sih Smile *yang demen baca omake panjang-panjang*

Nyiakakaka *ini malah ngakak ga jelas*
Oke, ditunggu yang selanjutnya, sippo.
Lanjutkan!! (c) SBY.

___________________________________________
[apa sih ini komen, ga jelas aja orz]

btw,

Quote :
saya penasaran kenapa Gaby nggak pingsan walau dipegang cowok :-?
*cough*
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   13th August 2009, 17:28

@ Glau: Karena Glaucio spesial bagi Gabby... Blush *dipancung kedua karakter karena ngaco*

Kalau demen baca omake panjang, silakan baca omake saja... *didepak dari topik karena promosi*

Ayooo, katanya sudah mau post chapter berikutnya, kok belum sih?! *nagih a la Giraile*

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Gabrielle van Rijn

avatar

Posts : 115
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   14th August 2009, 12:42

“Aku benar-benar mendengarnya Shreisei! Aku tidak bohong!” ucap Nikolai lantang pada Shreizag, Lia, dan Gabrielle pagi itu. Hari ini hujan turun dengan deras, dan Gabrielle tidak sengaja berpapasan dengan keluarga itu dan akhirnya mereka berangkat bersama. “Aku melewati toilet, dan ada suara tangisan!”
“Lantas, mengapa kamu ke sekolah malam itu, Nikolai?” tanya Shreizag dengan nada agak mengintimidasi. Sebenarnya ia hanya cemas mendapati salah satu anak angkatnya hilang di tengah malam, dan kembali dengan celotehan tentang hantu menangis.

“I...itu tidak penting! Yang penting kabar hantu itu benar adanya!” kata Nikolai membela diri.

“Su...sudahlah, Pak Shreizag. Yang penting Nikolai sudah kembali dengan selamat.” kata Gabrielle dengan suara agak bergetar. Sebenarnya ia agak takut pada lelaki, apalagi yang sedang marah. Gabrielle juga percaya tidak percaya dengan perkataan Nikolai mengenai hantu itu. Tapi pendapatnya memang benar, walau Nikolai tidak bisa dimaafkan begitu saja, sebenarnya.

“Gampang saja.. .bagaimana kalau kita ke sekolah tengah malam hari ini?” kata Lia tenang dengan air muka yang seperti biasanya, tak berekspresi.

“Tidak! Aku tidak mengizinkan siapapun keluar rumah malam ini! Termasuk kamu Gabrielle.” kata Shreizag tegas.

“Huh...baiklah, Athair.” jawab Lia dengan nada agak kecewa.

Gabrielle pun tidak berpendapat lebih lanjut. Ia tidak mau beradu mulut dengan Shreizag yang sedang marah. Nikolai juga tampak merengut.


Saat istirahat, beberapa murid berkumpul di kelas Gabrielle. Tampak orang yang ia kenal, seperti Glaucio, Nikolai (yang menyusup ke gedung SMA), Lia, dan Estrella. Sepertinya mereka tengah beradu pendapat tentang hantu menangis itu. Gabrielle hanya ikut-ikutan Lia saja, sehingga ia juga masuk ke dalam perdebatan itu.

“Aku tidak setuju kita ke sekolah malam ini! Itu terlalu beresiko!” ucap Glaucio dengan tegas.

“Tapi ini adalah misteri terbesar! Apa kau tidak penasaran?” tanya Estrella dengan lantang menolak pendapat murid tadi.

“Aku sih...setuju-setuju saja. Asal aku jangan ditinggal.” ucap Lia tenang. Sebenarnya Lia juga agak penasaran atas kasus ini. Lia memegang Babog Liathnya erat-erat.

“Jangan tinggalkan aku!” kata Nikolai bersemangat. Sepertinya ia sudah lupa dengan perkataan Shreizag pagi tadi.

“A...aku ikut Lia.” jawab Gabrielle agak ragu, walaupun ia sebenarnya agak takut.

“Baiklah, sudah diputuskan, kita akan ke sekolah malam ini. Yang tidak mau, tidak usah datang.” kata Estrella menyimpulkan pendapat teman-teman mereka.
Estrella, Nikolai, dan Lia tampak agak senang dan puas. Walaupun Glaucio dan Gabrielle agak sedikit cemas.

“Selamat Siang!” ucap guru yang masuk ke kelas. “Hei!! Kenapa ada anak SMP di sini! Pergi! Kamu juga Rovers! Ravel Kohler sudah masuk ke kelasmu!” teriak guru itu, Bu Xiao Ling, yang mengajar Matematika, dengan galak. Nikolai dan Estrella yang diusir, segera meninggalkan kelas itu menuju kelasnya masing-masing.


(Pukul 10.00 malam, sekolah)

“Baiklah! Apa semua sudah lengkap??” teriak Estrella dengan semangat full.
‘SSSSTTT! Estrella! Apa kamu mau kita ketahuan?’ bisik Lia.

‘Ups, maaf maaf!' bisik Estrella. Untung saja teriakannya tadi tidak menarik perhatian satpam.

‘Baiklah, ayo kita masuk sekarang!’ bisik Nikolai bersemangat.

‘Ba..baik!’ jawab Gabrielle dan Lia serentak.

Mereka berlima berhasil melewati rintangan pertama, memanjat dinding. Sebelumnya, Gabrielle mengecek dulu apakah ada perangkap atau apa. Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan ke dalam gedung SMP setelah semuanya dianggap aman.

‘Baiklah, kita mendekati toilet, kawan-kawan.’ bisik Estrella, si pemimpin grup pemburu hantu (?) perlahan. Detak jantungnya semakin cepat, dan ia menelan lidah. Sekolah di malam hari sangat menakutkan. Gelap dan penuh lorong-lorong. Ada ataupun tidak ada isu mengenai hantu, memang dari sananya sudah seram.
Grup pemburu hantu itu berjalan mengendap-endap mendekati toilet dengan penuh kehati-hatian.

“Hei.” ucap seseorang sambil menepuk bahu Gabrielle dari belakang.

“KYAAAA! UMPH!” teriak Gabrielle sebelum akhirnya mulutnya ditutup oleh tangan lelaki itu.

“Gla. . Glaucio! Mengagetkan saja! Jantungku copot nih!” seru Estrella. Napasnya tampak tersengal-sengal karena kaget.

‘SSSSST! Estrella!’ bisik Lia lagi. Dia juga kaget, tapi wajahnya tetap datar.

‘Kenapa kamu ke sini?’ tanya Nikolai penasaran, ‘Bukannya tidak mau ikut?’

‘Aku cemas! Sudah ayo terus jalan!’ bisik Glaucio.

Akhirnya perjalanan mereka kembali dilanjutkan.


‘Tidak ada apa-apa di sini!’ ungkap Lia dengan agak kecewa.

‘Lalu bagaimana?’ tanya Glaucio, ‘Apa kita pulang saja?’

‘Bodoh! Gedung SMA belum diperiksa!’ bisik Estrella.

‘Ayo kita ke sana!’ ajak Nikolai bersemangat.

‘Ba...baiklah!’ balas Gabrielle dengan suara bergetar.

Grup pemburu hantu itu meneruskan pencarian mereka ke gedung SMA.


(Pukul 11.00 malam, gedung SMA)

Grup pemburu hantu yang kacau itu berhasil mengendap-endap ke gedung SMA, tepat di sebelah gedung SMP Black Order. WUSS! Aura di gedung SMA lebih mencekam dari gedung SMP. Bagaimana tidak, gedung itu memang lebih banyak mitosnya daripada gedung sebelah yang usianya memang lebih muda. Gedung SMA terasa lebih gelap dan mencekam.

Tepat di depan pintu masuk gedung SMA, seorang lelaki tengah berdiri sambil menyender dan sepertinya ia sedang membaca buku saku. Rambutnya keabu-abuan panjang. Apakah itu hantu yang disebut-sebut?

Rupanya bukan, itu adalah seseorang yang sangat familiar. Sadar bahwa murid-murid itu sudah di depan matanya, ia menutup bukunya dan melipat tangannya.

“Yo, kalian.”

“SHREIRIN!!!!” teriak Nikolai secara berlebihan, seperti melihat monster atau apa.

“Kalian tertangkap basah. Ayo pulang dan jelaskan padaku.” katanya tenang namun mengintimidasi.

“A...Athair...maafkan aku.” ucap Lia penuh penyesalan. Dia sadar dia telah menjadi anak yang tidak berbakti pada Athair tercintanya.

“Pak Shreizag...?” kata Estrella dengan muka memerah. Glek! Shrei merasakan suatu perasaan aneh setelah melihat gadis yang satu itu.

“PAK SHREIZAAAG! KYAA! Mengapa bapak ke sini? Apa mau bertemu dengan ku? Ahh, tapi itu tidak mungkin bahwa Pak Shreizag sudi untuk menemuiku secara pribadi. Tapi kenapa tidak? Ahh, rasanya aku mau pingsan saking bahagianya…” teriak Estrella yang memang merupakan fans berat Shreizag Erstad Halverson itu. Melihat tatapan mata Estrella yang penuh cinta itu, Shreizag merasa agak merinding. Kemudian ia segera membuang muka dengan muka sedikit memerah.

“Hey…hey! Sadar!” kata Glaucio yang heran melihat kelakuan temannya itu.

“Huhuhuhu...”

Terdengar suara tangisan itu lagi, dari toilet di lantai satu dekat mereka berkumpul.

“KYAAAAAAA!” Gabrielle berteriak histeris.

“Ayo kita serbu hantu itu!” ajak Nikolai pada teman-temannya. Kemudian mereka berlari menuju toilet perempuan.

Shreizag yang diacuhkan, hanya mendesah keras. Kemudian ia mengikuti rombongan anak-anak itu. ‘Penjelasan kalian harus memuaskan nanti.’ gerutu Shreizag dalam hati.

Estrella yang tadinya masih kalap karena bertemu Shreizag, sekarang langsung berubah kembali menjadi anggota pemburu hantu. Tapi tetap saja ia sedikit mengomel-ngomel, mambayangkan kenapa idolanya ada di sana. Kemudian Estrella menampar kedua pipinya sendiri. “Sudah, nanati saja minta tanda tangannya! Sekarang waktu untuk si hantu!” ucapnya lantang.


‘Kalian tunggu di sini...’ bisik Lia. ‘Ini toilet perempuan. Kalian dilarang masuk.’

‘Hei! Ini keadaan darurat!’ protes Nikolai.

‘Sudah masuk saja!’ kata Estrella, ’Toh tidak ada yang melihat!’

“Huhuhuhu...”

Mereka menahan diri untuk tidak berteriak. Suara itu berasal dari kamar paling ujung. Tangisan yang penuh emosi. Sepertinya ia adalah hantu yang sangat sedih?

“SIAPA DISANA!!” teriak Estrella penuh semangat. Kemudian ia mendobrak pintu kamar mandi itu dan mendapati hal yang sama sekali tidak disangkanya.

“Bu..Gi..Giraile?” tanya Lia bingung.

Ya, di dalam kamar mandi itu mereka mendapati sang guru olahraga, tengah menangis tersedu-sedu.

“Astaga...Giraile?” ucap Shreizag terkejut. Bagaimana tidak? Teman baiknya dan partner sesama guru ternyata adalah biang dari mitos hantu itu.

“APA-APAAN KALIAN???” teriak Giraile histeris. Air matanya masih membekas di matanya yang agak membengkak karena menangis.

“Ah, rupanya ini sebabnya aku dihukum karena bertanya tentang hantu.” kata Estrella dengan senyum jahil.

“Bu Giraile menangis karena...” kata Glaucio sambil menelusuri sekeliling Giraile. “Ah. Membaca novel percintaan?”

“Ah, no...novel ‘Cinta dan Air Mata’ ?” ucap Gabrielle setelah melihat sampul buku itu.

“HAHAHAHAHAHAHAHA!” teriak Nikolai, tertawa keras. “Cin...cinta dan Air Mata?? HAHAHAHAHAHA!”

Sepertinya Nikolai tertawa dengan sangat puas. Bagaimana tidak, guru olahraga yang mengajar ala Sparta itu ternyata menangis setiap malam karena membaca novel ‘Cinta dan Air Mata’ yang sedang tren di kalangan para siswi karena ceritanya yang...memang penuh cinta dan air mata. Tapi masih ada satu pertanyaan. Benda apa yang terdengar seperti dibanting dengan keras?

“KALIAAAAN! SHREIZAG! KAU JUGA IKUT-IKUTAN?” teriak Giraile dengan muka...bersemu merah? Ah dia malu sepertinya. BRAKKK! Novel yang tadi dibacanya dibanting ke lantai. Ah, rupanya itu penjelasannya. Sekarang, sudah dibuktikan bahwa cerita itu hanya mitos saja.

“JANGAN BERANI-BERANI BILANG PADA SIAPAPUN! ATAU AKAN AKU.. .“

“Sudahlah, ayo kita pulang.” kata Shreizag tenang. “Kalian masih punya hutang padaku.”

“Pak Shrei! Bolehkah aku meminta tanda tanganmu?” pinta Estrella (Fangirl Mode : On) sambil mengulurkan buku catatannya yang bersampul penuh simbol cinta dengan foto Shreizag yang dari tadi ia simpan di saku celananya. Shreizag yang pemalu itu menambah kecepatan berjalannya.

“JANGAN ACUHKAN AKU!!! HEI!!”

Akhirnya Giraile ditinggal sendiri, grup pemburu hantu itu dibubarkan secara paksa oleh Shreizag. Walaupun mereka sudah puas karena memecahkan kasus itu.


“Cih, sial! SIAL!” teriak Giraile sendiri di dalam toilet. Ia masih kesal karena ketahuan menangis.

“Huhuhuhu...”

“SIAPA DI SANA!” teriak Giraile lagi. Dia pikir ia telah diejek oleh seseorang.
Namun bulu kuduknya serta merta berdiri. Dia melihat sesosok gadis berbaju putih dan berambut panjang menutupi wajahnya. Terlihat bercak-bercak darah di baju putihnya itu dan satu hal, kakinya tidak menapak ke tanah.

“GYAAAA!” teriak Giraile histeris, kemudian ia berlari meninggalkan sekolah itu. Saat berlari ia mengumpat dalam bahasa-bahasa Armenia yang tidak pantas diartikan.

Bayangan gadis itu hilang. Misteri tangisan hantu ternyata belum sepenuhnya terselesaikan.

Fin
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

avatar

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   14th August 2009, 12:56

AAHAAHAHAHAHAAAAA *mati ngakak*

Duh, ga tau mau komen apa!! YANG JELAS KOCAK BANGET!! 8DDD
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   14th August 2009, 12:57

Hwakakaaaa... =)) Ternyata memang Giraile hantunya (ya, minimal, hantu bohong-bohongannya)... Sebenarnya memang sesuai tabiat Giraile sih membaca cerita romansa dengan ending bahagia...

Kritik? Ya, tidak jauh dari kemarin... dan soal salah penggunaan satu kata: acuh. Mengacuhkan = memedulikan, jadi seharusnya tidak memedulikan = tidak acuh. Contoh kasus: Shreizag yang diacuhkan dan ada satu lagi dengan Giraile, lupa di mana...

Kok mendadak jadi ingin memasangkan Glaucio dengan Estrella ya... lol. Laughing

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Glaucio Marino

avatar

Posts : 88
Pemilik : *nbla
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   14th August 2009, 13:17

Yaah, udah tamat? *shot*

.......

GIRAILE!!! YA TUHAAAAN....
=)) =)) =))

*ditusuk Infi*

Mau tulis apa lagi ya... = = *ketauan cuma mau komen yang diatas aja*

Quote :
@ Glau: Karena Glaucio spesial bagi Gabby... Smile
*PM siul-siul, tepok bahu anak*

Hoi Glau, kau rela kujadikan pairingnya Gaby, kan? Smile

Atau kalau nggak, sama Estrella aja *lirik komen atas*, gimana?

*dibacok chara sendiri*
Back to top Go down
View user profile
Gabrielle van Rijn

avatar

Posts : 115
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   14th August 2009, 13:27

Ah yaa memang cuma segini...
Terimakasih sudah mau baca

pairing ya, terserah saja~

bikin yg baru ah...
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   14th August 2009, 13:28

Quote :
Yaah, udah tamat? *shot*

Yaa, teruskan saja, katanya kan masih ada cerita hantu yang lain kan? Oya, ubah saja tag judulnya menjadi [COMPLETE], kalau mau bikin sekuelnya bikin topik baru saja Very Happy

Quote :
Hoi Glau, kau rela kujadikan pairingnya Gaby, kan? Smile

Atau kalau nggak, sama Estrella aja *lirik komen atas*, gimana?

Dari pada bingung, mending ambil dua-duanya... Raspberry *digebukin ketiga karakter*

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
avatar

Posts : 580
Umur : 26
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   14th August 2009, 17:31

Ahh! Kenapa harus berakhir di sini, Fernando Jose? *ala telenovela* *dilempar ke bulan*

Padahal menghibur lho... Ayo, bikin lagi dong! Laughing

Sumpah, saya harus nahan ketawa waktu baca ini lewat hape... waktu kuliah Very Happy *mahasiswa ga bener* Dan Giraile... Ck, ternyata hobimu begitu ya... *ditampol*

Shrei lebih banyak ngomong di sini ya :x Tapi... Sebaiknya dialog dia jangan pake tanda seru, dia kan ti'is xD Sama... 'Yo' itu nggak cocok deh... *digebuk karena banyak minta*

Dan fangirling!Estrella sudah pas, kalau ditambahin gelayutan di tangan Shrei, lebih mantep... *dihajar*

Apa lagi ya... Eng, sepertinya kalimat deskriptif masih agak kurang, padahal kalau ada lebih banyak kan bisa mendeskripsikan betapa angkernya sekolah itu... *lebay* Itu juga berguna untuk memberi jeda, supaya tiap adegan nggak terasa 'loncat' gitu ' 'a *gajelas* Sama, typonya harap dibetulkan~

Quote :
Hoi Glau, kau rela kujadikan pairingnya Gaby, kan? Smile
Atau kalau nggak, sama Estrella aja *lirik komen atas*, gimana?


Dari pada bingung, mending ambil dua-duanya... Raspberry *digebukin ketiga karakter*
Oh, saya sih tidak keberatan Very Happy *ikut digebukkin*

Btw, kamu anak kelas 3, nggak belajar? *sendirinya nggak merhatiin kuliah* *digebuk*

WE WANT MOAR! 8DDD

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   20th August 2009, 15:52

Wkwkwkwkwkwkw, ya ampuuuunn.... X3~~

*di kamar ngakak nggak karuan*

Sumpah, kocak bangeeeettzzz...

*nggak bisa comment apa-apa lagi, masuh sibuk ngakak XD~~*
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Sponsored content




PostSubject: Re: [AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost   

Back to top Go down
 
[AU] [COMPLETED] The Sorrowful Ghost
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» A Meeting With A Ghost
» the ghost king and the fox
» GhostGirl
» Victoria Wesley
» The Pegasus Trainer

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Non-Roleplay :: Exhibition Room :: Literature Exhibit-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com