An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] In World So Small I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] In World So Small I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] In World So Small I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] In World So Small I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] In World So Small I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] In World So Small I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] In World So Small

Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime30th August 2009, 16:38

Note : Thread ini intinya berisi soal pertemuan Leonard dengan Lia. Yang mau ikut ngajakin ngobrol boleh aja ikut, asal ga bikin kekacauan, OK?

Time : Pagi menjelang siang, sekitar pukul 11.00 AM
Location : Kapel (boleh saya pake pertama 'kan, Chief? kalo ga boleh, nanti saya ganti)



Kalau aku menemukan orang itu, hal pertama yang akan kulakukan adalah merantainya ke meja kerjanya.

Leonard Chezza terus menggumamkan kalimat itu dalam hatinya selama ia berjalan menyusuri koridor-koridor Black Order, ataupun saat bertanya kepada orang-orang tentang Section Leader-nya yang mendadak menghilang seperti biasa. Senyumnya memang masih tersungging di wajahnya, tapi perasaannya tidak secerah senyumnya.

Kalau aku menemukan orang itu, hal pertama yang akan kulakukan adalah merantainya ke meja kerjanya. Kurantai dia biar tidak kabur lagi.

Tapi meski Leon terus berpikir untuk merantai Ariel Archer ke meja kerjanya karena sudah terlalu sering kabur, ia jelas tidak akan pernah melakukannya. Tentu tidak, karena ia tidak selancang itu pada pimpinannya sendiri. Tapi ia sempat berpikir, kalau ia bicara pada Supervisor Wright, mungkin ia diperbolehkan untuk merantai pria tukang bolos itu.

Leon berjalan semakin cepat dan semakin tidak sabar. Sekumpulan dokumen yang dibawanya perlu diperiksa segera, dan ia sama sekali tidak punya waktu untuk menjadi anjing pelacak. Tidak ada waktu, karena ia masih punya pekerjaan untuk menerjemahkan beberapa dokumen yang baru saja diterimanya.

Akhirnya, setelah berjam-jam mencari dari pagi, Leon menyerah. Dengan lemas ia berjalan ke arah taman, hendak mencari udara segar di sana. Tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah kapel yang terletak di tengah taman tersebut. Entah mengapa, kakinya mendorongnya untuk masuk ke dalam kapel tersebut.

Apa aku disuruh tobat karena kelewat sering berpikir untuk menghajar atasanku? batinnya.

Leon mencoba membuka pintu kapel. Tidak terkunci. Ia pun membukanya sedikit, sekedar untuk mengintip. Sepertinya kapel tersebut kosong. Leon membuka pintu tersebut lebih lebar,berjalan masuk ke dalam kapel, lalu menutup pintu dengan hati-hati.

Tapi Leon hampir saja menjatuhkan dokumennya saat ia melihat sesosok manusia berdiri di depan altar. Ia sama sekali tidak menyadari kehadiran orang tersebtu sama sekali.

"Er..." kata Leon pelan, "Apa saya mengganggu Anda?"

Kalau ternyata orang itu terganggu, Leon dengan senang hati akan keluar. Ia tidak ingin membuat masalah. Ia sudah terlalu lelah untuk bertengkar.


Last edited by Leonard Chezza on 30th August 2009, 16:53; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime30th August 2009, 16:52

Seharusnya saat ini Lia sudah pergi ke Kafetaria untuk mengambilkan makan siang untuk Shrei. Seharusnya paling tidak jam 1 siang Shrei sudah bisa menikmati makan siang. Seharusnya.

Tapi yang terjadi adalah, saat ini Lia kembali tersesat. Ia tidak tahu apa yang tadi dipikirkannya selama berjalan tadi, yang pasti 'mendadak' saja ia sudah sampai di tempat yang tidak dikenalnya. Tapi kalau dilihat dari interiornya, sepertinya ia berada di dalam sebuah kapel.

"Tersesat lagi..." gumamnya pelan. Kalau ada award orang yang paling sering tersesat, yang berhasil mendapatkannya pasti Lia.

Kurasa aku harus berhenti memikirkan athair-ku yang sebenarnya. Aku harus lebih fokus.

Tapi biar sudah menetapkan diri untuk tetap fokus dan berhenti tersesat, Lia tahu bahwa ke depannya ia pasti masih akan sering tersesat.

Mendadak, ia mendengar suara pintu kapel dibuka. Ia menengok sedikit untuk melihat siapa yang masuk. Rupanya orang itu adalah orang yang tidak dikenal Lia... atau orang yang tidak diingatnya.

Quote :
"Er..." kata Leon pelan, "Apa saya mengganggu Anda?"

Lia menggeleng pelan, disusul dengan satu kata yang diucapkannya pelan, "Tidak..."

Ia lalu berjalan ke kursi yang terletak di barisan paling depan, lalu duduk di sana. Ia terdiam sambil berpikir, untuk apa orang itu ada di kapel siang-siang begini?

Bukan urusanku... batinnya pelan, berusaha untuk mengusir rasa ingin tahunya.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime30th August 2009, 17:03

Sebenarnya Leon merasa lega karena ia ternyata tidak mengganggu gadis itu. Tapi dari nada bicaranya yang begitu datar, mungkinkah sebenarnya gadis itu marah karena sudah diganggu oleh kedatangan Leon.

Dilihat dari seragam yang dikenakannya, Leon bisa langsung menyimpulkan bahwa gadis itu adalah seorang Exorcist... yang justru membuat Leon semakin tidak habis pikir kenapa ada seorang Exorcist sendirian di dalam kapel, sekaligus membuatnya makin malas membuat masalah dengannya.

Gadis itu lalu duduk di kursi barisan terdepan. Tetapi gadis itu tetap saja diam membisu. Apakah gadis itu benar marah padanya atau tidak, Leon tidak bisa menilainya begitu saja.

Tetapi, sekali lagi Leon diingatkan pada tujuannya datang ke kapel itu; untuk beristirahat. Kalau kakinya bisa bicara, pasti mereka akan berteriak-teriak minta duduk. Akhirnya Leon berjalan ke kursi yang terletak di baris keempat, lalu duduk sambil meluruskan kakinya.

Selama 5 detik pertama, Leon masih bisa tahan pada kebisuan yang terjadi di situ. Tetapi setelahnya, ia merasa bosan juga. Ia ingin mengajak gadis itu mengobrol, tapi ia tidak tahu apa yang harus dibicarakannya.

Akhirnya, Leon berhasil menemukan apa yang harus dibicarakannya. Perkenalan basa-basi. Biasanya setelah itu percakapan akan mengalir begitu saja.

"Namaku Leonard Chezza dari Diplomatic & Communication Department. Kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Leon dengan nada seramah mungkin. Ia tidak tahu apakah ia bisa berhasil memancing obrolan, tetapi tidak ada salahnya mencoba, 'kan?
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime30th August 2009, 17:12

Orang yang tidak dikenalnya itu mendadak mengajak berkenalan setelah agak lama membisu. Sebenarnya Lia agak segan berbicara dengan orang asing, tapi kalau orang itu sudah memperkenalkan dirinya duluan, Lia malah jadi segan kalau ia tidak balas memperkenalkan diri.

"Namaku Líadan ó Súilleabháin, Exorcist. Panggil saja Lia," jawab Lia pelan.

Lia kembali menatap salib besar di belakang altar. Ia kembali berpikir bahwa ia harus segera ke kafetaria untuk membelikan makan siang untuk Shrei. Tapi kalau ia sendiri tidak tahu jalan ke kafetaria, bagaimana ia bisa beli makan siang?

Lia kembali melirik orang yang bernama Leonard Chezza itu. Sedikit banyak, ia ingin bertanya padanya. Tapi lagi, Lia agak malas bertanya pada orang yang belum begitu dikenalnya.

Habis aku mau minta denah markas, biar tidak tersesat lagi... Tapi boleh nggak, ya?
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime30th August 2009, 17:30

Quote :
"Namaku Líadan ó Súilleabháin, Exorcist. Panggil saja Lia," jawab Lia pelan.

Leon terdiam sejenak mendengar nama gadis itu. Líadan ó Súilleabháin. Tak salah lagi, itu pasti nama Irlandia, dalam penamaan Gaelic. Ia agak tidak menyangka bahwa masih ada orang yang menamai anaknya dalam penamaan Gaelic, padahal rata-rata orang Irlandia sudah memakai penamaan Anglican, kecuali...

Gadis itu tidak mungkin berusia lebih dari 30 tahun, 'kan? Kurasa ia masih remaja... sekitar 14-15 tahun, mungkin?

"Apakah kamu orang Irlandia?" tanya Leon langsung dalam bahasa Irlandia. Kalau ternyata tebakannya benar, gadis itu pasti menjawab dalam bahasa Irlandia juga. Tapi kalau tebakannya salah, gadis itu pasti bertanya apa maksudnya.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime30th August 2009, 18:05

Kali ini, Lia yang terkejut. Rupanya orang yang bernama Leon itu bisa berbicara dengan bahasa ibunya, bahasa Irlandia. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan orang yang berbicara dalam bahasa yang sama dengannya, karena bagaimanapun, kebanyakan orang yang bekerja di Black Order adalah orang Inggris atau orang yang berbicara dalam bahasa Inggris.

"Kamu orang Irlandia?" balasnya dalam bahasa Irlandia sambil memutar posisi duduknya sehingga ia bisa melihat wajah lawan bicaranya dengan lebih jelas.

Rupanya pria itu memiliki rambut yang berwarna sama dengan Lia, yaitu warna pirang pucat. Tapi pria itu memiliki mata yang berkilau dengan warna yang aneh. Mata itu sepertinya berwarna biru seperti mata Shrei, tapi juga terlihat berwarna hijau seperti mata Lia.

"Ngomong-ngomong, matamu itu aneh, ya. Warnanya sebenarnya biru atau hijau, sih?" tanya Lia. Begitu ia bisa menggunakan kembali bahasa ibunya, sifat jarang bicaranya langsung lenyap. Yaah, bagaimanapun, sifat pendiamnya memang karena ia tidak bisa bicara bahasa Inggris dengan benar.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime31st August 2009, 14:30

Quote :
"Kamu orang Irlandia?"
"Bukan, bukan. Aku orang Inggris asli. Pamanku yang mengajariku bahasa Irlandia," jawab Leon sambil tersenyum lebar. Tuh 'kan, perkiraannya benar. Sebuah obrolan basa-basi bisa memicu obrolan yang lebih dalam.

Gadis itu lalu berbalik dan menatap matanya dalam. Sepertinya ia sedang memperhatikan sesuatu di wajahnya, atau bahkan di matanya. Tapi sebelum Leon sempat bertanya apakah ada yang aneh di wajahnya, gadis itu sudah berkomentar duluan.

Quote :
"Ngomong-ngomong, matamu itu aneh, ya. Warnanya sebenarnya biru atau hijau, sih?"
Tak kuasa menahan tawa, Leon langsung tertawa agak keras. Rupanya gadis itu menatapnya lekat-lekat hanya karena ia heran pada warna matanya... yang sebenarnya memang biru-hijau.

"Aku juga bingung. Pamanku sempat menjelaskan kalau sebenarnya warna mataku ini abu-abu, tapi juga berwarna biru dan hijau. Dia sendiri masih belum bisa menentukan, sebenarnya warna mataku ini apa. Jadi, yaa, terserah kau saja," kata Leon sambil tersenyum.

Sebenarnya ia ingin bertanya satu-dua hal pada gadis itu, tapi karena tampaknya gadis itu masih mau bertanya macam-macam, ia diam saja menunggu pertanyaan berikutnya.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime31st August 2009, 15:51

Quote :
"Bukan, bukan. Aku orang Inggris asli. Pamanku yang mengajariku bahasa Irlandia,"
"Jadi, apakah pamanmu itu yang orang Irlandia? Memang belum selancar orang Irlandia asli, tapi pengucapanmu sudah cukup bagus," kata Lia lagi. Sejak kapan ia jadi bawel begini? Jelas sejak ia bisa bebas berbicara dalam bahasa yang dimengertinya dengan baik. Jujur saja, terkadang Lia bahkan tidak mengerti apa yang diminta Shrei, sampai terkadang ia suka melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangi isi permintaan tersebut.

Quote :
"Aku juga bingung. Pamanku sempat menjelaskan kalau sebenarnya warna mataku ini abu-abu, tapi juga berwarna biru dan hijau. Dia sendiri masih belum bisa menentukan, sebenarnya warna mataku ini apa. Jadi, yaa, terserah kau saja,"
Lia memiringkan kepalanya dan mencoba memperhatikan sekali lagi warna mata pemuda itu. Kalau dilihat baik-baik, sepertinya warnanya lebih menjurus ke warna biru; entah karena pengaruh cahaya atau karena warnanya memang begitu.

"Tapi kelihatannya biru. Mungkin memang biru," komentar Lia.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime31st August 2009, 15:55

Quote :
"Jadi, apakah pamanmu itu yang orang Irlandia? Memang belum selancar orang Irlandia asli, tapi pengucapanmu sudah cukup bagus,"
Lagi-lagi, Leon tertawa. Entah kenapa, apapun yang dikatakan Lia selalu membuatnya ingin tertawa. Mungkin karena yang diajaknya bicara (sepertinya) adalah anak kecil? Entahlah, yang jelas Leon merasa gadis itu cukup menarik.

"Bukan juga. Pamanku orang Inggris asli, sama sepertiku. Hanya saja, beliau sempat tinggal setahun penuh di Irlandia dan sempat belajar bahasa setempat," jawab Leon dengan penuh senyum.

"Oh ya, kamu sendiri, kenapa memakai nama Gaelic? Kukira orang Irlandia sekarang banyak yang memakai nama Anglican," tanya Leon, karena sepertinya sudah tidak ada pertanyaan lanjutan dari Lia.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime31st August 2009, 17:44

Quote :
"Oh ya, kamu sendiri, kenapa memakai nama Gaelic? Kukira orang Irlandia sekarang banyak yang memakai nama Anglican,"
Wajah Lia tampak sedikit lebih murung, meski tetap sedatar biasanya. Ia menunduk, menatap Babog Liath yang ada di pangkuannya.

"Athair-ku orang Inggris. Ia pergi meninggalkan mathair saat aku masih dalam kandungan. Mathair sakit hati, dan menolak memberiku nama Inggris ataupun Anglican. Makanya... makanya aku diberi nama Gaelic..." jelas Lia pelan, sama seperti kalau ia berbicara dalam bahasa Inggris.

Lia samar-samar bisa membayangkan wajah ibunya. Ia jadi merasa sedih, dan langsung memeluk Babog Liath dengan erat. Ia selalu merasa jauh lebih nyaman setelah memeluk boneka itu erat-erat.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime31st August 2009, 17:49

Quote :
"Athair-ku orang Inggris. Ia pergi meninggalkan mathair saat aku masih dalam kandungan. Mathair sakit hati, dan menolak memberiku nama Inggris ataupun Anglican. Makanya... makanya aku diberi nama Gaelic..."
Glek.... Sepertinya Leon sudah menyinggung topik yang seharusnya tidak disinggungnya. Mau bagaimana lagi? Ia tidak begitu menyangka ada orang yang sebegitu teganya meninggalkan anaknya sendiri yang masih berada di kandungan. Tapi...

"Tapi kamu masih punya mathair-mu, 'kan? Kamu masih bisa bersyukur karena kamu masih punya paling tidak 1 orang tua, 'kan?" kata Leon sambil tersenyum tipis, berusaha memperbaiki keadaan... meski ia tidak mengerti bahwa yang baru saja dikatakannya justru malah akan memperburuk keadaan.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime31st August 2009, 17:57

Quote :
"Tapi kamu masih punya mathair-mu, 'kan? Kamu masih bisa bersyukur karena kamu masih punya paling tidak 1 orang tua, 'kan?"
Mendengar hal itu, Lia hanya memeluk Babog Liath-nya semakin erat. Bukan salah orang itu, karena bagaimanapun juga, Leon tidak tahu bahwa ibunya Lia sudah meninggal. Tapi Lia tetap merasa sedih mendengarnya, meski air matanya masih bisa ditahan.

"Mathair meninggal 7 tahun lalu, saat aku masih berusia 12 tahun," kata Lia lagi, singkat dan padat.

Rasanya sekarang Lia ingin ditinggalkan sendirian saja, atau dipeluk erat-erat oleh seseorang... seperti Shrei atau Nikolai (yaah, meski ia tidak begitu mau juga dipeluk oleh biang usil itu).
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime1st September 2009, 20:29

Quote :
"Mathair meninggal 7 tahun lalu, saat aku masih berusia 12 tahun,"
Otak Leon rasanya berhenti. Bukan hanya karena kenyataan bahwa ia sudah memperburuk suasana, tapi juga setelah Lia mengatakan kira-kira berapa usianya. Leon sama sekali tidak menyangka bahwa gadis semungil itu hanya selisih 3 tahun dengannya.

Tapi tunggu, bukan waktunya berpikir seperti itu. Sekarang Leon harus berpikir bagaimana caranya untuk membuat keadaan jadi lebih baik. Langkah pertama, tentu saja, adalah pendekatan secara fisik. Jadi Leon langsung berdiri dari kursinya dan duduk di kursi tepat di belakang Lia.

"Tapi... er... Di sini, di Black Order, kita semua adalah saudara 'kan? Kamu punya kami semua, keluargamu di Black Order," kata Leon, berusaha untuk menenangkan gadis itu. Hei, apa gunanya ia bekerja di departemen diplomasi dan komunikasi kalau tidak bisa menenangkan orang?
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime2nd September 2009, 17:14

Quote :
"Tapi... er... Di sini, di Black Order, kita semua adalah saudara 'kan? Kamu punya kami semua, keluargamu di Black Order,"
Mendengar hal itu, Lia teringat pada Shrei dan Nikolai, 'keluarga baru'-nya di Black Order. Lia jadi merasa bodoh sendiri, meratapi apa yang tidak dimilikinya tapi lupa mensyukuri apa yang dimilikinya.

"Leon pintar ngomong, ya. Jangan-jangan kamu staff departemen Diplomatik?" tanya Lia sambil kembali menatap warna mata Leon yang seolah terus berubah antara biru dan hijau.

"Oh ya, pamanmu itu... Orangnya seperti apa sih? Bagaimana bisa kamu membicarakannya lebih banyak daripada kamu membicarakan orang tuamu sendiri?" tanya Lia lagi. Anak ini memang tidak bisa berhenti bertanya jika ada yang mengganggu pikirannya.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime3rd September 2009, 20:24

Quote :
"Leon pintar ngomong, ya. Jangan-jangan kamu staff departemen Diplomatik?"
Leon hanya bisa tertawa kecil mendengarnya. Sebegitu kelihatannya kah? Tapi Leon tidak menjawab lebih lanjut, karena ia tahu bahwa ia tidak perlu menjawab pertanyaan itu. Bagaimanapun, ia juga sudah dilatih untuk menyortir mana pertanyaan yang perlu dijawab dan tidak perlu dijawab.

Quote :
"Oh ya, pamanmu itu... Orangnya seperti apa sih? Bagaimana bisa kamu membicarakannya lebih banyak daripada kamu membicarakan orang tuamu sendiri?"
Lagi-lagi, Leon tersenyum lebar. Ia merasa gadis yang duduk di hadapannya ini cukup pintar, dan sepertinya intuisinya kuat. Intuisi perempuan? Sebenarnya Leon kurang menyetujui hal-hal yang tidak ilmiah semacam itu, tapi kalau memang begitulah adanya, apa lagi yang bisa dilakukannya selain percaya?

"Oke, Liadan... Pertama, kamu membuat kesalahan dengan langsung menyimpulkan bahwa aku lebih banyak membicarakan pamanku daripada kedua orang tuaku, karena aku memang belum sempat berbicara tentang orang tuaku," jelas Leon.

"Kedua, kamu tidak sepenuhnya salah, karena hubunganku dengan orang tuaku memang tidak baik. Keluargaku adalah keluarga dokter, tapi aku tidak mau menjadi dokter. Aku sempat bertengkar hebat dengan orang tuaku, tapi kemudian pamanku datang dan membawaku ikut bersamanya, mengajariku apa yang ingin kupelajari," tambah Leon sambil tersenyum tipis. Sedikit aura kesedihan terpancar di mata biru-hijaunya, mengingat bagaimana ia bisa bertengkar begitu hebat dengan kedua orang tuanya dulu.

"Tapi sekarang pamanku sudah meninggal. Mungkin memang karena sudah umurnya, hahahaha," kata Leon lagi sambil tersenyum lebar, meski seulas kesedihan masih terpancar di wajahnya.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime3rd September 2009, 20:44

Melihat bagaimana Leon menunjukkan wajah kesepian, Lia jadi prihatin. Memang nasibnya tidak sekacau Lia, yang ditinggal pergi sang ayah dan ditinggal mati sang ibu, tapi Lia tahu bagaimana rasanya kehilangan pegangan, yang dalam kasus Leon adalah pamannya sendiri. Yang Lia tidak mengerti, mengapa Leon masih bisa tertawa setelah semua itu.

Tapi setelah Lia pikirkan lagi baik-baik, mungkin itu juga reaksi 'penutupan hati' yang dilakukan Leon. Kalau Lia menutup hatinya dengan berhenti berekspresi, Leon menutup hatinya dengan terus tertawa. Dan bagi Lia, tetap tertawa adalah hal yang jauh lebih menyakitkan.

"Leon..." panggil Lia pelan, "Mumpung kita di kapel, mari kita doakan roh ibuku dan pamanmu. Aku juga ingin mendoakan ayahku, entah ia masih hidup atau sudah mati."

Lia lalu beranjak dari kursinya, lalu berlutut di depan altar. Kedua tangannya ditelungkupkan di depan dada, sambil ia menundukkan kepala dan menutup kedua matanya.

"Ya Tuhan, terima kasih atas berkat kehidupan yang telah Engkau berikan kepada kami semua. Ampunilah segala dosa yang telah kami perbuat, seperti kami memaafkan mereka yang bersalah kepada kami. Doakanlah juga mereka yang sudah kembali ke pangkuan-Mu, terutama Dáirine ó Súilleabháin. Berkatilah juga ayah saya yang telah lama menghilang, William White. Jika beliau masih hidup, semoga Engkau dapat segera mempertemukan saya dengan ayah saya yang telah lama hilang itu. Namun jika beliau sudah meninggal, tolong terima ia di sisi-Mu, ya Bapa. Amin."

Lia lalu membuka kedua matanya, lalu menengadah ke arah salib, menatap sosok Yesus yang disalibkan di sana. Ia lalu berdiri, merasa jauh lebih lega.

"Ayo, Leon... Giliranmu," kata Lia sambil berbalik ke arah pemuda itu.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime3rd September 2009, 21:25

Quote :
"Berkatilah juga ayah saya yang telah lama menghilang, William White."
Leon merasa jantungnya berhenti saat ia mendengar nama tersebut meluncur keluar dari mulut Lia. Ia merasa darahnya mengalir terbalik, dan ia merasa lemas seketika. Bahkan ketika Lia mengatakan bahwa sekarang sudah gilirannya untuk mendoakan pamannya, Leon rasanya semakin bingung.

"Liadan..." panggilnya pelan, ragu-ragu. Ia tidak tahu mau mengatakan apa lagi. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Ia tidak mengerti apa lagi yang harus dikatakannya. Ia tidak tahu, apakah saat ini ia bisa tersenyum dan bersikap normal, atau ia harus mulai duduk dan meratapi nasibnya dan nasib gadis itu.

Tunggu dulu...!! Kalau Liadan adalah anak dari Paman Will, berarti...
Dia 'Lidya White' yang selama ini kucari? Jangan bercanda?!


Leon kembali duduk karena ia merasa luar biasa lemas. Semua kenyataan yang baru saja didengarnya sudah cukup membuatnya merasa baru saja naik kapal yang terombang-ambing oleh ombak keras selama seharian penuh.

"Liadan..." panggilnya lagi. Kali ini raut wajahnya menjadi sangat serius, meski ia juga masih pucat pasi.

"Te... terima kasih sudah mendoakan pamanku. Nama pamanku itu... William White... Nama asliku Lucas White..." gumam Leon sambil memegangi dahinya dengan tangan kanannya.

Tuhan, mengapa Engkau begitu kejam pada kami, umat-Mu?
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime3rd September 2009, 21:32

Saat Lia menatap Leon, ia bisa langsung tahu ada yang tidak beres pada pemuda itu. Ia wajahnya mendadak berubah pucat pasi, dan ia seolah membeku di tempat mendengar apa yang baru saja didoakan oleh Lia.

Apakah ada yang salah pada doaku?

Mendadak Leon memanggilnya pelan. Ia tampaknya begitu terkejut dan bingung. Tapi sekali lagi, Lia tidak mengerti apa alasannya. Lia merasa doanya baik-baik saja, tidak ada satupun yang menyeleweng dari dasar-dasar berdoa. Mungkinkah seseorang yang didoakan Lia ada yang dikenal oleh Leon? Lia rasa tidak, meski ia tetap memiliki firasat buruk tentang itu.

Leon lalu terduduk lemas, dan kembali memanggilnya pelan. Lia tidak berani bergerak. Entah mengapa jantungnya berdebar cepat, seolah ada sesuatu di balik panggilan Leon kepadanya.


Quote :
"Te... terima kasih sudah mendoakan pamanku. Nama pamanku itu... William White... Nama asliku Lucas White..."
Gumaman tersebut terdengar dengan begitu jelas di telinga Lia. Nama paman Leon adalah William White, ayah Lia. Tapi Lia berusaha untuk menyingkirkan perasaan tidak enaknya itu.

"Ta... tapi... banyak 'kan orang Inggris yang bernama William White..." kata Lia dengan suara gemetar. Ia tidak mengerti, kalau memang ia tidak percaya, mengapa ia begitu takut?
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime3rd September 2009, 21:41

Quote :
"Ta... tapi... banyak 'kan orang Inggris yang bernama William White..."
"Tapi tidak semua orang Inggris bernama 'William White' punya anak perempuan yang ditinggalnya di Irlandia!!" bentak Leon. Pikirannya sedang kacau. Saat itu, ia tidak memiliki kontrol sebagai seorang staff bagian diplomasi.

"Paman Will meninggal saat ia hendak pergi ke Irlandia, mencari putrinya yang bernama 'Lidya White'. Beliau menitipkan pesan kepadaku untuk mencari putrinya yang bernama 'Lidya White' dan tinggal di Irlandia," cerocos Leon tanpa henti. Ia sudah mulai kehilangan akal sehatnya. Semua ini terasa terlalu cepat baginya.

"Kamu masih mau bilang 'William White' yang kamu doakan tadi itu bukan 'William White' yang adalah pamanku sendiri?!" tanya Leon keras.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime3rd September 2009, 21:58

Mendengar semua pernyataan yang dikatakan oleh Leon secara keras, pertahanan terakhir hati Lia akhirnya runtuh. Semua harapan akan pertemuan kembali dengan ayahnya, rasanya hilang begitu saja. Dalam hati, ia berusaha menyangkal semua yang telah didengarnya. Tapi di lubuk hatinya yang terdalam, Lia sadar bahwa semua itu adalah kenyataan.

"Leon... kamu jahat..." kata Lia dengan suara bergetar. Tubuh mungilnya sendiri sudah gemetaran hebat, seolah ia baru saja dilempar keluar ruangan tanpa pakaian.

"Habisnya... athair harusnya masih hidup, 'kan? Athair akan menemukanku, 'kan? Kami akan memperbaiki semua kesalahan yang kami perbuat dulu, 'kan?" tambah Lia, dengan suara yang semakin bergetar. Matanya mulai berkaca-kaca, dipenuhi oleh air mata yang siap tumpah kapan saja.

"Athair.....!!" bisik Lia dengan suaranya yang kini sudah hampir tidak terdengar lagi, terkubur oleh suara isak tangisnya. Air mata mengalir deras di pipinya, sampai ia tidak lagi bisa melihat dengan jelas.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime4th September 2009, 15:40

Quote :
"Leon... kamu jahat..."
Kalimat pertama yang dilotarkan Lia terasa langsung menusuk jantungnya. Bagaimana tidak, orang yang ternyata masih sedarah dengannya, yang selama ini dicarinya, yang disayanginya meski ia tidak tahu seperti apa rupanya, sekarang mengatakan bahwa ia jahat karena sudah memberitahukan kenyataannya.

Quote :
"Habisnya... athair harusnya masih hidup, 'kan? Athair akan menemukanku, 'kan? Kami akan memperbaiki semua kesalahan yang kami perbuat dulu, 'kan?"
Leon merasa semakin terpukul. Kini ia menyesal sudah sembarangan mengatakan hal yang sebenarnya pada gadis itu. Seharusnya ia sudah bisa memprediksi bahwa Lia pasti akan langsung hancur mendengar berita dari Leon, yang bisa dibilang satu-satunya perantara antara Lia dan William. Apalagi semua kebenaran itu dibeberkan dalam waktu yang terlalu cepat. Mental Lia pastinya belum siap untuk menghadapi semua itu.

Quote :
"Athair.....!!"
Kini Leon benar-benar merasa gagal sebagai keluarga, entah untuk William ataupun Lia. Ia segera bangkit dari kursinya, dan berjalan ke arah Lia.

"Liadan..." panggilnya pelan sambil berusaha meraih pundak gadis itu, yang masih gemetaran hebat. Namun mendadak ia mendengar suara pintu terbuka, dan segera berbalik untuk melihat siapa yang datang... sambil berharap siapapun itu, bukanlah orang yang dekat dengan Lia.



OOT : Shrei dateng dong... ato ga Nikolai ato Gabrielle ' 'a
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime4th September 2009, 15:47

Seharusnya siang ini Líadan, Disciplenya, mengambilkan makan siang untuknya. Dengan itu, seharusnya ia bisa menghabiskan istirahat siangnya dengan santai di ruangan pribadinya. Yah, 'seharusnya' tidak berarti benar-benar terjadi. Mengetahui probabilitas dari kejadian itu 50 berbanding 50, Shrei sudah menyiapkan alternatif lain untuk menghabiskan istirahatnya. Lía masih sering tersesat, dan itulah alasannya keluar dari ruangan pribadinya dan pergi ke suatu tempat yang paling sering dikunjunginya; kapel.

Oh ya, sekalian mencari keberadaan Lía juga. Shrei heran, padahal anak itu sudah bertahun-tahun bergabung dengan Black Order, kenapa masih tersesat juga?

Timcanpi terbang mengikutinya dari belakang, kemudian mendarat di bahu Shrei ketika pria Norwegia itu mendorong pintu masuk kapel pelan. Pemandangan yang di luar dugaan menyambutnya.

Dilihatnya Lía menangis terisak... dan di hadapannya berdiri seseorang yang ia tidak kenal; dari penampilannya, mungkin seorang Section Staff. Akh, apapun itu, yang jelas kini Shrei harus mencari tahu apa yang bisa membuat Lía sampai menangis tersedu-sedu seperti itu. It's something that we called, 'once in a blue moon'.

"Líadan," panggil Shrei sambil mempercepat langkahnya menuju Disciplenya itu, "Kenapa kau menangis?" ia memegang bahu Lía, mencoba mendapatkan jawaban dari gadis Irlandia itu, namun hasilnya nihil.

Raut khawatir dan cemas mulai muncul di wajah Shrei, ia mendekap gadis itu dengan kedua tangannya, kemudian salah satu tangannya mengelus kepala belakang Lía, mencoba membuatnya lebih nyaman. Sekilas, ia melemparkan pandangan pada Leonard; mata biru mudanya seakan meminta penjelasan dan pertanggungjawaban.

Bagaimanapun juga, membuat Disciplenya menangis sampai seperti ini bukan masalah sepele.

"Lía," ia mulai lagi, meperhatikan gadis yang menangis di dadanya, "... Tenanglah..." katanya pelan dengan nada khawatir. Di saat seperti ini, ia mengerti bagaimana rasanya menjadi orang tua. Ya... Raquel juga sering melakukan ini padanya saat ia merasa gundah dan sedih. Ia harap, ia dapat melakukan sesuatu untuk Lía, agar gadis itu merasa lebih baik...

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime5th September 2009, 15:42

Lia bisa merasakan seseorang mendekapnya, lalu mengusap kepalanya pelan. Tanpa harus bertanya lagi, Lia tahu itu pasti Shrei. Seharusnya sekarang ia senang karena Shrei memperhatikannya, tetapi entah kenapa air matanya masih tidak bisa berhenti. Rasa sakit di dadanya masih terasa menusuk-nusuk, membuat nafasnya terasa sesak.

"A... athair...." isaknya pelan, "...athair... meninggal..."

Mungkin kalimatnya tadi agak susah dicerna. Selain karena bahasa Inggrisnya yang buruk, ia juga sedang menangis dan pikirannya sedang kacau. Ia juga tidak terlalu berharap ucapannya dimengerti oleh sang General, karena toh ia hanya ingin melampiaskan kesedihannya saja sekarang.
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime5th September 2009, 20:25

"A... athair...." isaknya pelan, "...athair... meninggal..."

Mata Shrei melebar mendengar pernyataan dari putrinya tersebut, Lía memang mengucapkannya dengan tidak jelas, kalimatnya terhalangi oleh isak tangisnya. Namun samar-samar Shrei dapat menangkap maksud dari kalimat itu.

Ayah yang dicarinya, yang dirindukannya selama ini, telah meninggal.

"......" tak ada kata yang keluar dari mulutnya, yang ada hanya dekapannya yang makin erat pada gadis Irlandia itu. Shrei mengerti perasaan Lía, bagaimanapun ia pernah mengalami kejadian yang sama. Waktu Raquel meninggal 9 tahun yang lalu juga, Shrei menangis hebat seperti ini. Ia menundukkan kepalanya, sehingga dagunya menyentuh puncak kepala Lía, salah satu tangannya masih mengusap kepalanya pelan. Wajah pria yang sehari-harinya terlihat dingin itu kini menunjukkan ekspresi kecemasan yang jelas.

Ia tak bisa meminta Lía berhenti menangis, atau menceritakan kejadian yang sebenarnya. Gadis itu butuh pelampiasan kesedihan sekarang, bukan yang lain.

Ya, ia tidak tahu dari mana Lía mendapat berita sedih itu, tiba-tiba pula. Yang pasti, pemuda berambut pirang di sebelahnya pasti tahu sesuatu...

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime5th September 2009, 22:09

Melihat bahwa yang baru saja datang adalah General Shreizag E. Halverson dan bagaimana General satu itu memperlakukan Lia, Leon bisa langsung mengerti situasinya. Tentu saja, baginya ini bukanlah situasi yang menguntungkan baginya. Bagaimana tidak? Bisa dibilang, ia baru saja 'mengacau' dengan salah satu Disciple dari seorang General yang sudah diakui kekuatannya (yaa, meski tidak sebarbar Giraile...).

"General Halverson," sapanya pelan. Campuran rasa hormat dan penyesalan terdengar dalam suaranya.

"Nama saya Leonard Chezza, Section Staff Diplomatic & Communication Department. Bisa dibilang... saya adalah kakak sepupu Liadan, sekaligus anak didik dari ayahnya. Maaf saya sudah membuat Liadan menangis. Saya... baru saja menginformasikan kematian paman saya kepadanya..." jelas Leon dengan nada menyesal. Ia menundukkan kepalanya, tidak berani menatap ke arah Shrei, yang diyakininya pasti marah padanya.

"Aiféalach..." gumamnya pelan sambil menunduk lebih dalam.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[CENTRAL] In World So Small Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   [CENTRAL] In World So Small I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] In World So Small
Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» Bakugan World Championship
» Be a Model! (Females Only)
» The Tragedy Blaze Enters The World: Welcome Bēijù Huǒyàn

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Create a forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com