An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 Filosofi dalam D.Gray-man

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Líadan Ní Súilleabháin

avatar

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Filosofi dalam D.Gray-man   2nd September 2009, 14:08

Katanya bu chief, bikin aja dulu... kalo ga boleh baru di-remove... *ditendang rame2*

Jadi, sesuai judulnya, topik ini untuk membahas nilai2 filosofi yang ada di D.Gray-man *ayo anak filosofi n teologi, gabung sini!* *digetok*

Menurut saya pribadi, D.Gray-man punya banyak filosofi yang terkandung di dalamnya, yang membuat ceritanya jadi berkesan dark dan rumit. Saya sendiri masih belum begitu mengerti beberapa filosofi yang ada (bahkan jujur, saya pusing). Tapi (sepertinya) saya berhasil menangkap beberapa hal yang ada di dalam D.Gray-man (secara ga sengaja pula).

Contohnya saja, dari chapter yang terbaru, saat para Third Exorcist sedang membicarakan tentang Alma Karma. Jujur aja, kalo disuruh ngejelasin sebenernya mereka ngomong apa, otak saya juga masih belom nyampe. Tapi ada satu hal yang saya tangkap dengan jelas, yaitu bahwa Alma Karma harus mati dulu sebelum bisa dibentuk generasi Third Exorcist yang berikutnya... yang bahan dasarnya diambil dari tubuh Alma Karma yang sudah mati itu.

Nah, di Alkitab, saya sempat juga membaca ada ayat yang kira-kira begini : "Benih/biji harus mati dulu baru dapat berbuah." Dari situ terlihat jelas bahwa Alma Karma dalam D.Gray-man memakai konsep yang sama dengan kalimat yang saya tulis tadi.

Namun inti dari kedua konsep itu ternyata berbeda. Dalam kalimat yang ada di Alkitab, yang dimaksud adalah kita harus berani berkorban dulu untuk mendapatkan hasil yang baik. Tetapi di D.Gray-man, Alma Karma harus betul-betul mati dulu untuk kelangsungan hidup generasi setelahnya.

Yaa, kalau bingung, sama... saya juga bingung *digetok* Mungkin topik ini agak terlalu berat, tapi saya suka mendiskusikannya. Ada lagi yang menemukan filosofi lain dalam DGM? Mari share di sini...
Back to top Go down
View user profile
 
Filosofi dalam D.Gray-man
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Jean Gray
» Gray Faith Nicole
» All teh horsies I have (:
» Faye`s Horses
» Flitter Gray's Sister (Cutter)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Non-Roleplay :: OOC Talk-
Jump to:  
Create a forum on Forumotion | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum