An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] Gone The Rounds

Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime5th September 2009, 12:19

Status : Closed. Hanya untuk Shreizag, Nikolai, dan Liadan.
Setting : Ruang pribadi Shreizag, sore menjelang senja, sekitar pukul 4-5 sore.
Waktu : Sore sebelum pergantian tahun baru, 31 Desember 1879, alias sehari sebelum ulang tahun Shreizag *disepak*
Dimohon untuk mengeksplorasi personality masing-masing karakter Smile Tapi jangan merusuh ya, yang merusuh akan dapat segel cuma-cuma Smile




Rutinitas.

Prosedur yang teratur dan tidak berubah-ubah. Bisa dibilang, mengurung diri di kamar selama berjam-jam (bahkan berhari-hari) merupakan rutinitas Jendral berusia 29 tahun ini. Ralat; 28 tahun. Pria berambut putih itu duduk di kursi kerjanya, memerhatikan dengan seksama buku-buku dan kertas-kertas yang terhampar di mejanya. Ia mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja kayu itu, mencoba menemukan jalan keluar dari permasalahannya saat ini; menerjemahkan.

Ia tak bisa menemukan kosa kata dalam bahasa Irlandia yang tepat untuk melengkapi tulisannya; ya, dia memang tidak begitu menguasai bahasa itu. Hanya saja ia tidak bisa menahan rasa penasarannya untuk menulis dalam bahasa yang bersangkutan. Hmm, barangkali nanti ia bisa bertanya pada Líadan, Disciplenya yang berkewarganegaraan Irlandia.

Pria bermata biru muda itu memindahkan kertas yang tadi ditulisnya ke sebelah kiri atas dari mejanya, menandakan bahwa ia akan melanjutkan yang satu itu nanti. Tangannya bergerak ke kanan, mengambil cangkir teh yang sudah dingin. Ia menyeruput teh itu, alisnya sedikit beradu ketika merasakan teh yang sudah kehilangan kehangatannya. Oh ya, ia sudah berada di sini sejak kemarin, dan cangkir tehnya baru diganti 3 kali, wajar saja kalau sudah dingin begini. Lain kali ia akan minta teko tehnya sekalian; supaya Lía atau Shu tidak bolak-balik mengambilkan teh untuknya.

Ia mengambil sebuah buku yang terletak di sebelah kanannya, menaruhnya di depannya, kemudian membuka-buka halamannya dengan cepat. Ia berhenti di suatu halaman yang telah ditandainya dengan kertas berwarna, membaca sekilas isinya, dan mengambil secarik kertas untuk mencatat poin-poin penting dari sana.

Ya, inilah rutinitasnya.

Membosankan? Tidak sama sekali. Baginya, ini merupakan bentuk rekreasinya. Tentu saja, dibandingkan dengan berkeliaran di luar sana dan memburu makhluk berbentuk tidak jelas yang senang membunuh manusia, ia lebih suka berada di sini dengan buku-bukunya. Walau, ia juga menyukai kegiatan di luar markas untuk meneliti langsung kebudayaan dan seni yang ada di luar sana. Ah, kesannya lebih seperti peneliti daripada Exorcist ya.

Golem peraknya yang tadi tertidur di atas tumpukan kertas (hei, ternyata ia juga bisa berguna sebagai pemberat kertas) kini terbangun, dan terbang kemudian hinggap di atas kepala pemiliknya. Sang tuan tidak bereaksi, toh ia sudah terbiasa dengan sikap golem peraknya itu. Sepertinya Timcanpi kebosanan dengan suasanya yang hening dan kosong ini, hmm, barangkali nanti ia bisa meminjam piringan hitam musik klasik milik Tuan Harkonen, kalau-kalau golem perak ini merajuk.

Tok, tok

Seseorang mengetuk pintunya, Shreizag menengadahkan kepalanya, dalam hati terbesit pertanyaan tentang identitas sang pengetuk pintu. Ia harap, orang yang mengetuk pintu ini tidak membawa masalah... "Masuk." katanya, mengizinkan sang pengetuk masuk ke dalam ruang pribadinya.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 15th September 2009, 21:30; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime5th September 2009, 23:04

Lia sudah mendapatkan informasi dari beberapa orang di Black Order bahwa Shrei berulang tahun saat tahun baru. Menurut Lia, ulang tahun saat pergantian tahun adalah sesuatu yang menyenangkan, dan pastinya patut dirayakan.

Untuk itu, beberapa hari sebelumnya, Lia sempat minta izin untuk keluar sebentar, mencari hadiah untuk Shrei. Yang Lia tahu, Shrei sangat suka membaca buku. Ia sering melihat tumpukan buku-buku di ruangan Shrei, dan hampir semuanya tidak ia ketahui judulnya. Jelas saja, karena Lia bukanlah orang yang suka belajar lewat buku. Tapi kalau buku cerita, Lia sangat suka. Mungkin karena masa kecilnya kurang bahagia? Entahlah. Tapi pastinya Shrei tidak mungkin mau dihadiahi buku cerita seperti anak-anak.

Jadi, Lia harus berputar-putar dari satu toko buku ke toko buku lainnya untuk mencarikan buku apa yang kira-kira akan disukai Shrei. Akhirnya, setelah ia mengunjungi toko buku entah yang keberapa, Lia memutuskan untuk membeli buku 'On the Origin of the Species' (yang kata si penjual buku adalah buku yang penuh penghujatan pada Tuhan, meski Lia agak tidak mengerti maksudnya) dan sebuah pena dengan gagang gading berukir yang ditemukannya di salah satu toko antik di dekat toko buku tersebut.

Lia kemudian membawanya untuk dibungkus seadanya dengan kertas cokelat, tanpa hiasan apapun. Kalau disuruh membungkus kado untuk perempuan, Lia mengerti karena ia sendiri perempuan. Tapi kalau disuruh membungkus kado untuk lelaki, Lia bingung karena ia tidak mengerti selera lelaki. Bungkusan hadiah itu kemudian dibawanya di depan dada dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya menggandeng Babog Liath yang terkulai lemas karena sedang tidak aktif.

Setelah sepanjang jalan bertanya di sebelah mana letak ruang pribadi Shrei, akhirnya ia berhasil sampai di sana saat sore hari (meski ia sudah mulai mencari dari siang, sekitar jam 1). Setelah sekali lagi bertanya pada orang di sekitar itu untuk memastikan bahwa pintu yang ada di hadapannya adalah pintu ruang pribadi Generalnya, Lia mengetuk pintunya pelan.

Quote :
"Masuk."
Jawaban dari si pemilik ruangan langsung terdengar. Lia membuka pintunya perlahan, berusaha untuk tidak membuat terlalu banyak keributan. Siapa tahu Generalnya itu sebenarnya sedang tertidur di atas tumpukan dokumennya, dan jawaban yang tadi itu tidak lebih dari igauan belaka?

Tetapi begitu Lia menyelipkan kepalanya untuk melihat apakah Shrei betul sudah bangun atau sedang tertidur, ia menemukan bahwa yang bersangkutan ternyata masih (atau sudah?) bangun. Lia lalu mengucapkan permisi dengan suara pelan, lalu masuk ke dalam ruangan itu, sambil menutup pintu di belakangnya.

"Athair..." sapa Lia pelan sambil berjalan ke depan meja Shrei. Begitu sudah sampai, ia langsung menyodorkan bungkusan yang tadi dipegangnya ke hadapan Shrei.

"Breithlá shona duit! Selamat ulang tahun!" kata Lia, sambil tersenyum tipis. Mungkin senyumnya itu tidak begitu terlihat, karena toh ujung bibirnya hanya naik kira-kira 1 mm. Tapi kalau seseorang melihat matanya baik-baik, mata itu lebih berbinar daripada biasanya.
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime6th September 2009, 13:57

[in] desu =w=
saya sakit Shu ikut sakit *haha~*


"Hatsyi!"

Berjalan di lorong sambil menutupi mulut serta hidungnya yang sedari tadi tidak juga berhenti untuk mengeluarkan kotoran (baca: bersin dan batuk). Entah mengapa musim dingin kali ini membuat si bocah merasa amat menggigil. Padahal beberapa hari sebelumnya ia masih asik main lempar-lemparan salju sendiri.

Nikolai berjalan lunglai, merasa wajahnya panas, kepala pening, dan persendian ngilu. Kali ini tidak tahu harus melakukan apa karena rupanya tiap orang sibuk sendiri-sendiri sehingga bocah ini tidak terlalu mendapat perhatian.

Bosan terus tidur di kamar kemudian langkahnya membawa bocah ini untuk berjalan-jalan. Bukan sembarang jalan-jalan namun memang ingin mencari perhatian, maklum anak seusianya memang selalu membutuhkan perhatian, mana lagi di sini benar-benar tidak ada 'orang tua' yang benar-benar untuknya. Walaupun ada, mereka bukan 'orang tuanya' hanya seseorang yang menggantikan sosok tersebut untuk beberapa saat yang ada.

Langkah lunglainya kemudian menyeret Nikolai untuk pergi ke tempat gurunya. Oh, sudah jangan ditanya lagi untuk apa ia ke sana, bukan untuk mencari gara-gara (pada awalnya) tapi yah kepada siapa lagi ia mengeluh jika bukan pada Shrei.

Jarak beberapa meter sebelum sampai di depan pintu kantor Shrei, Nikolai melihat Lia masuk terlebih dahulu. Tiba-tiba lantas menjadi sebal karena merasa dikalahkan. Kemudian mendekati pintu setelah Lia masuk ke dalam. Nikolai tidak bermaksud buruk, namun ia berusaha mencuri dengar pembicaraan antara Lia dan Shrei... jangan-jangan mereka berencana untuk melenyapkan keberadaan dirinya yang berisik, mengurungnya di dalam kotak lalu melemparkannya ke lautan antartika. Oh ini hanya imajinasi anak yang sedang terserang demam.

"Breithlá shona duit! Selamat ulang tahun!"

... "Ulang tahun? Siapa yang ulang tahun?" bergumam dengan suara kecil. Mencoba berpikir memangnya ini tanggal berapa sampai ada yang ulang tahun segala?

Si kecil ini kemudian berpikir di balik pintu, namun tetap saja tidak menemukan orang yang sedang berulang tahun saat itu. Mungkinkah Shrei yang berulang tahun?
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime6th September 2009, 16:48

Pintu terbuka, menampilkan sosok yang sudah ia duga sebelumnya, Líadan ó Súilleabháin. Syukurlah anak itu berhasil menemukan ruang pribadinya tanpa menimbulkan masalah yang berarti. Sementara gadis itu menutup pintu dengan perlahan, Shrei mengembalikan pandangannya pada bukunya. Hmm, kali ini apa yang membawa Lía ke sini?

"Athair..."

Gadis itu tiba di hadapannya, Shrei mengangkat kepalanya, mendapati gadis itu tengah memegang suatu bungkusan; yang disodorkan padanya.

"Breithlá shona duit! Selamat ulang tahun!"

Mata Shrei melebar untuk sesaat; ulang tahun? Tanggal berapa sekarang? Seingatnya, baru-baru ini tidak terdengar olehnya suara percikan kembang api ataupun riuhnya orang-orang yang berpesta ria merayakan pergantian tahun... "Ah..." ia menerima bungkusan itu, teringat olehnya kalau besok adalah hari ulang tahunnya ke-29. "Terima kasih." ia tersenyum, bukan senyum tipis yang biasa diperlihatkannya, namun senyum yang terlihat lebih tulus.

Sekilas ia memerhatikan bungkusan coklat polos itu, kemudian menaruhnya di samping kanannya. Rasanya sayang membukanya sekarang. "Kau sampai repot-repot membelikan hadiah untukku, Lía." ia berdiri, kemudian mempersilakan Lía duduk di sofa di depan meja kerjanya.

Benar juga, sudah berapa tahun ia tidak merayakan ulang tahunnya? Selama ini, yang menyelamati dan memberinya hadiah mungkin hanya Tuan Härkönen dan Shu saja, kadang-kadang malah ia melupakan hari jadinya sendiri. Besok usianya bertambah satu tahun, namun itu bukanlah perkara besar. Ia jadi teringat, setiap kali tanggal 1 Januari tiba, Raquel pasti membawanya jalan-jalan dan makan di luar. Tapi ayolah, ia bukan anak kecil lagi.

Shrei mengambil tempat duduk di sebelah Lía, walau ia tidak pernah memberitahu kapan ulang tahunnya, anak ini pasti bertanya untuk mencari tahu. "Mungkin kita bisa pergi keluar dan merayakannya." katanya pelan, merasa sedikit ragu mengikuti metode yang dilakukan Raquel padanya. Tapi, siapa tahu alternatif baru darinya ini dapat menjadi pilihan yang bagus untuk menghabiskan malam tahun baru kali ini.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime6th September 2009, 17:26

Quote :
"Terima kasih. Kau sampai repot-repot membelikan hadiah untukku, Lía."
Lia menggeleng pelan. "Kalau untuk Athair, Lia tidak repot," kata Lia pelan. Ia memang tidak pernah merasa direpotkan dengan hal-hal sederhana yang berkaitan dengan Shrei, karena ia memang senang membantu orang yang disukainya. Tapi kalau ia tidak suka pada orang itu, daripada membantunya lebih baik ia merencanakan pembunuhan untuk orang tersebut.

Setelah dipersilakan Shrei, Lia duduk di sofa di depan meja kerja pria itu. Seperti biasa, Babog Liath diletakkannya di atas pangkuannya. Shrei kemudian duduk di sebelah gadis itu, membuat Lia merasa senang. Bisa dibilang, saat itu adalah saat yang paling membahagiakannya. Ia cukup kesulitan mencari waktu berdua saja dengan Shrei, karena kemanapun Shrei pergi, pasti ada Nikolai. Lia sendiri akhir-akhir ini jarang pergi sendirian, karena sejak ia berbaikan dengan Leon, kakak sepupunya itu sering mengikutinya seperti bodyguard, padahal pekerjaannya ada banyak.

Quote :
"Mungkin kita bisa pergi keluar dan merayakannya."
Saat mendengar ajakan Shrei, pikiran pertama yang terbersit di kepala Lia adalah untuk mengajak Michelli dan Giraile, karena kedua wanita itu adalah teman baik Shrei. Tapi kemudian ia teringat juga pada Nikolai, yang juga adalah Disciple Shrei, sama sepertinya. Lia sebenarnya tidak begitu keberatan ada Nikolai, asal 'bocah' itu tidak mengacau.

"Miss Michelli dan Miss Giraile dan Nikolai ikut?" tanya Lia.
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime6th September 2009, 20:31

"Miss Michelli dan Miss Giraile dan Nikolai ikut?"

Sebenarnya Shreizag sungkan meminta Michelli pergi bersama mereka sementara pekerjaan section leader itu melimpah, sementara Giraile... Yah, asal ia tidak membuat keributan tidak apa-apa. Dan untuk Nikolai, anak itu pasti mau diajak ke mana saja. "Ya, kalau mereka bersedia..." jawabnya singkat, pandangan matanya membentur lantai, namun senyum kecil terselip di wajahnya.

Tampaknya akan menjadi momen berharga di mana ia bisa menghabiskan waktunya bersama orang-orang yang ia sayangi. Oh, jangan lupa ajak Tuan Härkönen juga, Shrei telah berhutang banyak pada lelaki Finlandia itu. Ketika pikirannya menyentuh ke pria asal Helsinki tersebut, ia jadi teringat sesuatu. Pria Norwegia ini berdiri, kemudian berjalan ke depan lemari pakaiannya. Sementara golem peraknya tidak mengikuti tuannya, ia malah asyik memerhatikan bungkusan coklat yang baru diberikan Lía, penasaran dengan isinya. Barangkali Shrei harus memperingatkan golem kecil itu untuk tidak menggigiti bungkusannya.

Shrei membuka lemari pakaian itu sambil berkata, "Tuan Härkönen memberikanku ini beberapa waktu lalu, ia diminta istrinya untuk memberikannya pada gadis seumuranmu." ia membawa keluar benda yang dimaksud; sebuah dress berwarna coklat pastel dengan pita dan renda-renda yang manis. Tampaknya pekerjaan Nyonya Härkönen adalah penjahit, begitu mendengar kalau Shrei mempunyai seorang gadis kecil sebagai Disciplenya dari suaminya, ia pasti bersemangat untuk membuat dress yang manis semacam ini.

Dan tampaknya, Tuan Härkönen tidak mengenal anak perempuan lain yang kira-kira cocok memakai dress buatan istrinya selain Lía... Maka dari itulah ia memberikannya pada Shreizag beberapa hari yang lalu.

"Kau bisa memakainya untuk malam ini." katanya, sambil memberikan dress itu pada Lía, terlepas dari yang bersangkutan menyukainya atau tidak, toh ia cuma menyampaikan amanah dari pria yang mengurusnya dari kecil. Kemudian ia berjalan ke depan meja kerjanya lagi, bermaksud mengeluarkan sesuatu dari sana; peralatan make-upnya.

"Tim, jangan digigit." katanya memperingatkan Timcanpi yang mulai menggigiti bungkusan coklat yang ditujukan padanya. Shrei mengangkat golem perak itu pelan, lalu menaruhnya di pundaknya. Dari tas pinggangnya, ia mulai mengeluarkan bedak, lipstik, maskara, pensil alis, eye shadow... yang kesemuanya disusun rapi dalam kotak-kotak tertutup. Kalau Lía bersedia, Shrei akan mendandaninya agar ia tampil matching dengan dress barunya.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime7th September 2009, 13:57

Quote :
"Tuan Härkönen memberikanku ini beberapa waktu lalu, ia diminta istrinya untuk memberikannya pada gadis seumuranmu. Kau bisa memakainya untuk malam ini."
Shrei menyodorkan sebuah dress cokelat pastel dengan renda-renda dan pita yang sangat manis. Seumur hidupnya, Lia hanya pernah melihat pakaian semacam itu dikenakan oleh anak-anak orang kaya. Kalau Lia mengagumi baju semacam itu terlalu lama, anak orang kaya itu akan berlari memanggil orang tuanya, dan Lia harus kabur sebelum ia diseret dan dipukuli karena dikira mau mencuri.

Lia sendiri tidak pernah punya pakaian bagus, karena penghasilan sang ibu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar saja. Jadi apa yang biasa dikenakan Lia? Tentu saja pakaian bekas entah siapa yang dibuang begitu saja hanya karena sobekan kecil, yang bisa langsung diperbaiki dan dipakai gadis itu.

Tapi sekarang, orang yang disebut 'Tuan Härkönen' itu memberikan sebuah dress pada Lia, meski Lia sendiri belum pernah bertemu dengannya. Kalaupun sudah, Lia sudah lupa seperti apa wajahnya. Lia menerima pakaian tersebut dengan hati-hati, takut merusak pakaian yang indah itu.

"Terima kasih..." kata pelan. Wajahnya bersemu merah muda, bahagia karena ia mendapatkan sesuatu yang sangat bagus hari itu. Lia berjanji pada dirinya sendiri untuk menyimpan dan merawat dress itu baik-baik.

"Aku ganti baju dulu, ya," pamit Lia sambil beranjak dari kursinya dan berjalan ke kamar mandi yang terletak di dalam ruangan itu.

Segera setelah ia menutup rapat pintu kamar mandi, Lia langsung melepas seragam Exorcistnya dengan cepat, lalu memakai dress tersebut dengan hati-hati. Ia tidak mau sampai ada bagian yang sobek kalau ia memakainya dengan sembarangan. Sesudah ia mengenakan gaun tersebut, ia mulai menggapai punggungnya untuk mengancingkan gaunnya itu. Setelah berkutat selama 2 menit penuh, Lia berhasil mengancingkan semua kancing yang ada. Ia lalu mengambil seragamnya yang sudah dilipat rapi, lalu berjalan ke arah pintu. Tetapi begitu tangannya menyentuh gagang pintu, ia merasa ragu-ragu.

Sebenarnya aku cocok tidak ya memakai baju ini? Kalau tidak cocok, bisa-bisa aku ditertawakan! Ah, tapi kalau hanya Nikolai yang menertawakan, aku bisa minta Babog untuk menghajarnya... Tapi kalau athair yang tertawa... kurasa aku tidak akan berani muncul di hadapannya lagi...

Lia membuka pintu kamar mandi dengan sangat perlahan. Ia merasa sangat malu. Kepalanya ditundukkan sampai matanya beradu dengan lantai. Ia tidak berani melihat seperti apa perubahan ekspresi Shrei melihat Disciple-nya yang satu itu memakai gaun. Wajah Lia sendiri memerah, seperti habis dijemur di terik matahari di musim panas. Ia merasa malu, sampai-sampai ia tidak sanggup bergerak ataupun berbicara.

Setidaknya, kalau ternyata tidak cocok, aku bisa langsung sembunyi di kamar mandi... pikir Lia sambil tetap mematung di pintu kamar mandi, menunggu reaksi dari Shrei.
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime7th September 2009, 18:22

Bocah ini masih menempelkan telinganya di muka pintu, menilik-nilik sebenarnya pembicaraan apa yang terjadi di dalam. Ia benar-benar takut diduakan, maksudnya takut kalau ternyata Shrei lebih menyukai Lia daripada dirinya dan kemudian berdua merencanakan bagaimana cara melenyapkan dirinya. Oh... dasar anak-anak, sedari tadi yang dipikirkannya hanya hal-hal yang tidak masuk akal. Namun kalau ya benar seperti itu jadinya, rasanya bocah ini tidak tahu lagi mau hidup untuk siapa.

... "Suara mereka kecil sekali sih..." berusaha lebih menekan telinganya ke pintu, dan kemudian mendapatkan sebait pembicaraan.

"Mungkin kita bisa pergi keluar dan merayakannya."

Sedikit terkejut. Otaknya membentuk presepsi lain terhadap jenis kegiatan yang bahkan tidak dilihatnya. "Shreirin ulang tahun dan hanya mengajak si wanita cerewet berboneka aneh itu?! Tidak adil!! Hatsyu!!" geramnya dengan suara tertahan lalu diakhiri dengan bersinan.

Si kecil Nikolai semakin geram ketika mendengar pembicaraan selanjutnya... "Tuan Härkönen memberikanku ini beberapa waktu lalu, ia diminta istrinya untuk memberikannya pada gadis seumuranmu."

"Bahkan Shreirin memberikannya HADIAH!!" berseru dengan suara pelan, masih bersembunyi di luar ruangan. Mungkin memang ia perlu sesekali memata-matai kedua orang itu, dan jika di antara kedua orang itu ada niatan buruk padanya, maka Nikolai sudah bersiap memesan tiket kembali ke Rusia untuk mencari saudara kembarnya sendiri.

... "Shreirin itu tidak adil!" omelnya lagi. Lalu... "Hatsyii!!" bersin lagi dan kali ini bersinannya agak keras sehingga 'JDUG!~' kepalanya membentur pintu dengan mengeluarkan suara yang cukup keras.

... Tahu bunyi tersebut akan mengundang perhatian, cepat-cepat Nikolai mencari tempat persemnyinyan... di mana-di mana, akhirnya ia memilih bersembunyi di belakang pot yang cukup besar. Oh semoga tuan dan nona di dalam tidak terlalu tertarik dengan ulahnya barusan.
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime13th September 2009, 22:55

Shrei membuka kotak peralatan make-upnya perlahan, jemarinya yang dilapisi sarung tangan kulit menyusuri setiap benda yang ada di sana; sudah agak usang memang, tapi ia belum berniat membeli yang baru. Bibirnya terangkat ke atas, membentuk sebuah senyuman kecil. Mata biru mudanya memerhatikan setiap detil dari peralatannya, seakan benda itu merupakan mesin waktu yang mengingatkannya pada masa lalu.

Ia melirik sebuah foto yang dihias figura kayu yang tersimpan di atas mejanya, di mana sebuah memori yang terekam dalam sebuah kertas foto tersimpan di sana. Foto yang diambil Januari 20 tahun lalu. Kertasnya sudah menguning, namun senyum yang terpasang di wajah kedua orang yang terdapat di foto itu tidak luntur oleh waktu. Shrei tersenyum lagi mengingat foto itu, foto pertama Raquel dan dirinya.

"Ibu, kenapa tidak membeli peralatan baru saja? Yang ini kan sudah usang..."
"Hmm, Shrei berpikir begitu? Sepertinya masih bisa dipakai sedikit lebih lama lagi kok."
"Kenapa? Nanti Tuan Härkönen tidak mau membantu ibu lagi soal make up..."
"Hahaha, Arvid sih, aku bujuk sedikit dia pasti mau!"
"Kalau begitu nanti Shrei saja yang belikan, hadiah untuk ibu, ya?"
"Tidak usah, Shrei kan masih kecil, lagipula ibu masih suka peralatan lama ini, sungguh."
"Kenapa?"
"Habis, sayang sih kalau beli yang baru. Benda-benda lama itu lebih punya makna karena kita sudah lama bersama dengan mereka."
"... Ohh..."
"Iya kan?"
"Kalau begitu, tidak usah beli yang baru saja! Nanti Shrei bilang ke Tuan Härkönen kalau ibu beli peralatan baru yang mirip peralatan lama..."
"Nggak boleh begitu dong, Shrei..."


Kriit... pintu kamar mandi terbuka dengan perlahan, nampak sesosok gadis muda yang kini telah berubah penampilan. Shreizag menolehkan kepalanya untuk melihat sosok itu, dan jujur, istri Tuan Härkönen pasti akan sangat puas melihatnya. "Bagus." ia melontarkan komentar pertama, "Rupanya memang cocok untukmu." sambungnya, melemparkan senyum pada gadis Irlandia itu, yang wajahnya masih bersemu merah. Tapi komentar Shrei bukanlah komentar yang dibuat-buat untuk menyenangkan hati gadis itu; buktinya senyumnya masih bertahan di wajahnya, dan golem perak miliknya mengitari kepala Lia dengan riang, sebagai bentuk dari pujiannya. "Nanti bisa kita tunjukkan pada Tuan Härkönen, dan berterima kasih padanya."

Ia berjalan beberapa langkah ke depan, menuju meja dengan cermin yang biasanya ia gunakan ketika mendandani seseorang. Pria Norwegia ini kemudian menarik satu kursi ke hadapannya, menepuk puncak dari sandaran kursi itu, ia kembali berucap pada Lia, "Kemarilah." katanya, Lia pasti sudah mengerti maksud pria berambut putih itu. Sambil menunggu Lia duduk di kursinya, ia kembali pada meja kerjanya untuk mengambil peralatan make upnya.

JDUG!

Shrei menoleh ke arah pintu yang mengeluarkan suara tiba-tiba itu, ada apa ini? Tidak mungkin pintu bisa bersuara sendiri kan? Setelah mengevaluasi beberapa kemungkinan yang ada, Shrei memutuskan untuk mengindahkan penyebab suara itu, dan kembali pada kegiatannya, "Mungkin itu Nikolai," katanya pendek, entah apa yang anak itu lakukan di luar sana, tapi selama ia tidak ingin masuk Shrei juga tidak akan membukakan pintu.

Shreizag memerhatikan Lia dan dressnya baik-baik, menimang-nimang make up seperti apa yang cocok untuk acara malam ini.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime14th September 2009, 21:57

Quote :
"Bagus. Rupanya memang cocok untukmu. Nanti bisa kita tunjukkan pada Tuan Härkönen, dan berterima kasih padanya."
Mendengar pujian Shrei, otomatis Lia mengangkat wajahnya. Tetapi begitu ia melihat bagaimana Shrei tersenyum padanya, Lia malah masuk lagi ke kamar mandi dan menutup pintunya agak keras.

"A... aku mau cuci muka dulu..." kata Lia agak keras dari dalam kamar mandi. Ia langsung berdiri di depan wastafel, meski tidak mencuci mukanya sama sekali. Ia menatap ke cermin di hadapannya, menatap wajahnya sendiri yang masih berwarna merah padam.

Kalau begini terus, bagaimana aku bisa menjadi wanita dewasa yang baik?

Lia mendadak mengingat kejadian beberapa hari sebelumnya, saat ia sempat lepas kendali. Ia kembali bersyukur bahwa hari itu adalah musim dingin, di mana semua gaun akan menutupi semua kulit tubuhnya dari leher sampai ujung kaki dan ujung tangan. Lia menghela nafas panjang, lalu menepuk-nepuk pipinya beberapa kali sampai ia mendapatkan kembali ketenangannya.

Gadis Irlandia itu kembali membuka pintu, kali ini dengan lebih yakin. Tapi belum sempat ia berjalan terlalu jauh dari pintu kamar mandi, ia mendengar bunyi benturan yang cukup keras.

Quote :
"Mungkin itu Nikolai,"
Lia agak cemberut mendengar nama itu, tapi ia tidak bisa benar-benar marah karena bagaimanapun Nikolai masih rekan sesama Disciple-nya. Melihat Shrei yang sepertinya tidak ada inisiatif untuk membukakan pintu bagi Nikolai, akhirnya Lia yang ambil inisiatif untuk membuka pintu.

Meski begitu, saat ia membuka pintu, tidak ada siapapun di depannya. Lia menengok ke sekelilingnya sekilas, tapi ia tidak bisa merasakan adanya tanda-tanda seseorang di sekitar situ. "Nikolai...?" panggilnya pelan, untung-untungan. Siapa tahu bocah usil satu itu keluar begitu namanya dipanggil.


Last edited by Líadan ó Súilleabháin on 15th September 2009, 18:16; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime15th September 2009, 16:33

... "Hmp..."

Menutup mulutnya rapat-rapat, akan konyol rasanya kalau tiba-tiba saja membuka mulut dan ketahuan bahwa ia sedang bersembunyi di sana. Setelah beberapa saat, tidak ada suara terdengar atau karena jaraknya jauh dari pintu yang ada makanya Nikolai tidak dapat mendengar apapun.

Mengintip sedikit dari balik pot yang ada, rasanya orang-orang di dalam ruangan itu tidak menyadari keributan tadi. Fuh~ baguslah, jadi kini Nikolai bisa kembali menguping pembicaraan apa saja yang dilakukan oleh generalnya dan rekan disciplenya.

Bergerak... kembali mendekati pintu, namun whups~ tiba-tiba saja pintu terbuka dan hal ini membuat si bocah kembali ke belakang pot. Diam... diam... bersembunyi di sana.

"Nikolai...?"

... mata abunya menemukan sosok dengan gaun indah (pemberian Shrei pastinya) keluar dari ruangan dan seolah mencari-cari dirinya. Bocah ini mengerutkan dahinya sekali lagi, "Cih, sok perhatian," ucapnya dengan suara pelan yang hampir tidak terdengar bahkan olehnya sendiri.

Nikolai bersikeras pada pendiriannya bahwa ia tidak akan keluar dari tempat persembunyian tersebut. Toh sebenarnya ia tidak ada keperluan apapun dengan gurunya atau dengan siapapun di sana. Nanti setelah Lia masuk lagi, ia berniat cepat-cepat pergi dari tempat itu. Yah... pergi dan tidak lagi mencampuri urusan kedua orang yang tengah bersenang-senang dengan perayaan ulang tahun itu.

Pergi...

Seandainya saja ia bisa pergi...

Tiba-tiba kepalanya kembali pening dan pemandangan di sekitarnya dipenuhi oleh kunang-kunang. Menjadi siluet hitam-putih yang memblurkan segala objek yang ada. Dan kemudian mengangkat tinggi angan-angannya, menghilangkan kesadarannya.

'BRUK!'

Bocah mungil ini terjatuh dari tempat bertumpu. Apa? Sebut saja... pingsan?
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime15th September 2009, 18:26

'BRUK!'

Lia bisa mendengar suara itu dengan sangat jelas. Ia langsung menoleh ke arah sumber suara itu, dan menemukan Nikolai tergeletak lemas... pingsan? Seharusnya Lia sudah terbiasa melihat orang pingsan, karena toh Gabrielle sudah sering pingsan di hadapannya. Tapi entah kenapa, saat ia melihat Nikolai yang pingsan, wajahnya langsung berubah pucat pasi.

"Mathair, sarapan sudah siap..."
"Mathair, mathair, kita sudah kesiangan.."
"Mathair, kenapa diam saja?"
".....Mathair.....?"


"NIKOLAI!!" Di luar kebiasaannya, Lia menjerit panik. Ia langsung menghampiri Nikolai yang masih tergolek lemas di lantai, lalu berlutut di sampingnya. Ia menunduk dan menempelkan telinganya di dada kirinya, dan mendengar detak jantung yang agak tidak beraturan.

Setidaknya, dia masih hidup...

Lia langsung berdiri lagi dan masuk ke dalam kamar Shrei. "Athair, Nikolai pingsan. Aku tidak tahu kenapa," kata Lia. Wajahnya memang tidak menunjukkan perubahan ekspresi yang berarti, tapi di nada suaranya terdengar kecemasan yang luar biasa. Mau bagaimanapun juga, Nikolai masih 'keluarga' nya.
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime15th September 2009, 20:14

Shreizag tengah mengangkat peralatan make-up nya ke meja rias ketika Lia berinisiatif membuka pintu; mencari keberadaan Nikolai. Setelah beberapa saat, yang terdengar bukanlah sahutan ramai dari sang bocah Rusia, melainkan bunyi jatuh yang cukup keras.

'BRUK!'

Shrei langsung menolehkan kepalanya; apa yang terjadi? Apa Lia dan Nikolai bertengkar lagi?

"NIKOLAI!!"

Walaupun hanya sekilas, raut wajahnya berubah menjadi terkejut. Oke, teriakan Lia yang jarang terdengar berarti ada yang tidak beres. Shrei segera berjalan ke depan pintu dan Lia sudah berdiri di sana untuk melaporkan keadaan.

"Athair, Nikolai pingsan. Aku tidak tahu kenapa,"

Mendengar pernyataan itu, wajah Shrei juga berubah cemas. Ia mengelus kepala Lia sekali, untuk menenangkannya, dan langsung bergerak menuju Nikolai yang terkapar di lantai. Pria Norwegia ini melepaskan sarung tangan yang merupakan satu-satunya senjata melawan musuh terbesarnya, dan menempelkan salah satu tangannya pada dahi Nikolai, kemudian ke lehernya.

"... Tidak apa-apa, sepertinya dia hanya terkena flu.", ujarnya setelah mengevaluasi keadaan Nikolai. Ia memang bukan dokter, tapi ia cukup tahu untuk urusan seperti ini. Mungkin musim dingin kali ini tidak bersahabat untuk Nikolai...

Hup, Shreizag mengangkat tubuh Nikolai dengan kedua tangannya, kemudian membawanya ke dalam kamarnya. Dengan hati-hati ia menidurkan Nikolai di tempat tidurnya, kemudian menyelimutinya. "Tim, ambilkan kain kompresan di sana. Lia, tolong ambilkan air dingin dari kamar mandi." titahnya cepat, sementara ia sendiri menuju salah satu lemari, mengambil baskom berukuran kecil dari sana untuk menampung air yang dibawakan Lia.

"Terima kasih." sahutnya pelan ketika menerima barang yang dimintanya. Setelah direndam beberapa lama, dengan cekatan ia menaruh kompresan itu di dahi Shu. Matanya masih tidak lepas dari anak itu, ekspresinya persis seperti ayah yang mengkhawatirkan anaknya, walau, dari bibirnya tidak terucap apa-apa.

Ia jadi teringat kalau dulu ia juga pernah mengalami kejadian seperti ini, saat itu, Raquel yang khawatir setengah mati terus menungguinya di tepi tempat tidur sampai ia benar-benar sembuh. Shreizag menempelkan tangannya ke leher Nikolai sekali lagi, memastikan bahwa demam anak itu tidak parah, ia menghela nafas kecil, kemudian berdiri.

"Tidak apa-apa," ia kembali berucap pada Lia, seulas senyum yang bertujuan untuk menenangkan kembali terlihat di wajahnya. Ia berjalan menuju meja kerjanya, menaruh kedua sarung tangannya di atasnya, dalam situasi begini, haruskan ia melanjutkan niatannya untuk mendandani Lia? Namun di sisi lain, ia merasa tidak etis untuk tidak memperhatikan Nikolai yang sedang tidak sehat. Dalam hatinya, konflik batin sedang berlangsung.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime15th September 2009, 21:12

OOT : Sacchii, saya baru nyadar dikau salah tulis tahun di post pertama (ditulisnya 1979)


Shrei langsung memeriksa Nikolai setelah mendengar laporan dari Lia. Menurut pria itu, Nikolai hanya terkena flu. Seharusnya Lia merasa agak lega, tapi ia tetap tidak bisa menghapus rasa cemasnya. Ia sendiri tidak mengerti mengapa ia secemas itu. Mungkin saja karena masa lalunya, atau karena ia benar-benar peduli pada Nikolai.

Anak lelaki itu lalu digendong Shrei ke tempat tidurnya. Ia lalu dimintai tolong untuk mengambilkan air dingin. Lia melakukan apa yang diminta Shrei, dan pria tersebut langsung menangani Nikolai dengan cekatan. Lia bisa melihat bagaimana Shrei tampak khawatir, dan ia sendiri dapat merasakan bahwa ia juga masih merasa cemas pada keadaan anak lelaki yang sering dihajarnya itu.

Quote :
"Tidak apa-apa."
Shrei jelas tampak ingin menenangkan Lia, tapi Lia tetap tidak bisa tenang. Ia berdiri di kaki tempat tidur sambil terus mengawasi Nikolai yang masih belum sadar. Ia lalu melihat peralatan make up yang disiapkan Shrei, lalu menatap gaunnya. Ia lalu menoleh dan melihat seragamnya yang dilipatnya di atas meja di sebelah wastafel.

Lia lalu menatap Shrei yang tampak bingung, lalu ke Nikolai yang belum benar-benar sehat. Ia menunduk pelan, lalu kembali mengangkat kepalanya, menatap ke arah Shrei yang masih berdiri di depan meja kerjanya.

"Athair, aku... Aku tidak merasa ini saat yang baik untuk merayakan apapun. Sebaiknya aku memakai lagi seragamku, karena kita tidak akan merayakan apapun," kata Lia pelan.
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime15th September 2009, 22:19

...

--Hitam

'... lari!'
'... Yoru... Yoru tunggu,'
'Tidak usah perhatikan jalannya, lari saja!'
'Tunggu! ... Jangan pergi, tunggu... Yoru,'


--Gusar

"Yoru... Yoru..."

Memanggil nama itu lagi. Kilasan mimpi dalam tidur singkatnya lagi-lagi memerlihatkan peristiwa itu. Peristiwa di mana dengan tangannya sendiri ia membunuh saudara kandungnya. Jadi kehidupan apakah ini? Kenapa sampai sekarang ia bisa hidup sementara saudaranya sendiri entah ada di mana.

Masih tidak mau mengakui, bahwa ia telah kehilangan satu-satunya saudara yang dimilikinya.

...


"Engh..." Nikolai membuka matanya lagi, menemukan tempat yang asing namun familiar untuknya. "Hng..." belum lama nampaknya sejak ia terjatuh tadi.

Dilihatnya kesekeliling ruangan, ada golem perak yang sedang berterbangan, nampak memerhatikannya. Di sudut lain, ia menemukan Shrei dan Lia yang tengah berbicara. Oh, sedang apakah mereka? Atau pertanyaan lain yang lebih tepat adalah apa yang terjadi padanya?

Dirabanya perlahan kepala yang pening, menemukan sesuatu lagi, sehelai kain basah. Eh? Sebuah kompresan kah? Kenapa? Nikolai masih berpikir apa yang tengah terjadi padanya, hampir saja ia lupa dengan apa yang terjadi sebelumnya.

"Ah!!" dan tersadar, segera bangun dari posisi tidurnya ke posisi duduk. Namun, "Aduuuh~" mengeluh lagi sembari memegangi kepalanya yang masih pening, dengan suara serak-serak tidak beraturan. Kini ia terbangun, yah... bangun kembali menjadi Nikolai yang kini, dan untuk beberapa saat melupakan kepingan mimpinya yang tadi.

... melirik kedua orang di sana, terheran. "He? Apa yang terjadi?"
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime15th September 2009, 23:06

"Athair, aku... Aku tidak merasa ini saat yang baik untuk merayakan apapun. Sebaiknya aku memakai lagi seragamku, karena kita tidak akan merayakan apapun,"

Perlu beberapa detik bagi Shrei untuk mencerna kalimat itu sementara dirinya juga sedang berpikir sejak tadi. "... Begitu..." katanya pelan pada akhirnya. Ingin rasanya ia melarang Lia untuk berganti baju, entah karena egonya sendiri atau apa, yang jelas ia ingin merayakan malam ini dengan orang-orang yang ia anggap 'keluarganya.' Namun, ia juga tidak sampai hati mengatakannya, padahal dari raut wajahnya terlihat perasaan kecewa.

... Sejak kapan perasaan ego semacam itu muncul dalam dirinya? Shreizag sendiri tidak tahu pasti. Mungkin sejak ia merasa nyaman berada dalam lingkungan itu, di mana orang-orang yang selalu menantinya berada di dekatnya. Dulu, ia tidak merasakan hal seperti itu karena ia sendirian dan menutup diri. Sampai muncul orang-orang yang mendekatinya, yang ingin mengenalnya. Sedikit-sedikit, ia juga mulai membuka diri.

Dulu, hanya ada ia dan Raquel. Tidak ada yang lain yang dipedulikannya selain Raquel. Tempat ia bergantung, tempat ia belajar, tempat ia berbagi kasih sayang... Namun sejak Raquel tiada, ke mana ia harus bergantung, belajar, dan berbagi kasih sayang? Tahun demi tahun, Shrei mencari jawaban itu, dan perlahan ia sadar bahwa kini tibalah gilirannya. Ialah kini tempat orang lain bergantung, belajar, dan berbagi kasih sayang padanya. Ibaratnya sebuah keluarga, kini ia adalah seorang kepala keluarga, seorang ayah, dan murid-muridnya adalah anak-anaknya. Sama seperti apa yang Raquel pernah katakan padanya.

Ia mengerutkan alisnya. Apa benar dirinya yang sempat menutup diri rapat-rapat dan berperilaku dingin ini mampu menjalankan tugas sebagai seorang 'ayah'?

"Yoru... Yoru..."

Shreizag langsung tersadar dari lamunannya begitu mendengar igauan Nikolai, cepat-cepat ia berjalan ke tempat tidur dan duduk di tepinya untuk melihat kondisi anak itu. Nikolai mulai membuka matanya, dan tiba-tiba ia terbangun sepenuhnya, padahal kondisi tubuhnya belum siap menerima reaksi yang tiba-tiba itu. Timcanpi mendarat di sebelah bantalnya.

"He? Apa yang terjadi?"

Shrei mendorong Nikolai perlahan untuk kembali berbaring di tempat tidurnya, "Tadi kau pingsan karena demam. Istirahatlah." ia mengambil kain kompresan, merendamnya dalam air dingin, memerasnya dan kembali menaruhnya di dahi Nikolai. "Jangan terlalu banyak bergerak." ya, karena ia ingin disciple-nya yang satu ini pulih dengan cepat.




[OOT : 1879, edited... Yikes, saya lupa = =a
Liaaa, jangan ganti baju dooong~~~ *digetok*]

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime15th September 2009, 23:25

Pingsan eh?!

Bagaimana mungkin seorang Nikolai yang super hiperaktif bisa pingsan? Terdorong untuk kembali tertidur, menampakkan wajah penuh tanda tanya, "Ah masa sih?" sedikit tidak percaya, namun memang kepalanya agak berat. Hanya saja, masak yang seperti itu bisa membuatnya pingsan. Mungkin Shrei hanya mengada-ada.

Sejenak berpikir tentang hal yang baru saja Shrei katakan. Kemudian melirik sekitarnya, ruangan... ini ruangan gurunya. Ada Lia di sana yang sedang berdiri menampakkan wajah ragu memakai sebuah gaun yang manis. Apa yang terjadi? Nikolai berusaha mengingat-ingat kembali peristiwa yang tadi, percakapan yang tadi didengarnya.

"Ah!" tersadar lagi, dan terduduk lagi. "Hari ini ulang tahun Shreirin!" berseru agak kencang, dan... "Uhuk... uhuk..." terbatuk lagi.

Lalu menampakkan wajah bingung, seharusnya ia segera pergi, mencari hadiah, mencari apapun untuk dijadikan hadiah? Selama ini Nikolai tidak pernah memberikan hadiah. 5 tahun bersama ia tidak pernah sekalipun memberikan hadiah, sementara Lia yang baru bersama sekitar setahun yang lalu sudah memberikan hadiah.

Merasa kalah, "Ah! Seharusnya aku mencari hadiah untuk Shreirin!" kemudian bergegas turun dari tempat tidurnya. Namun baru satu-dua langkah dilampaui tiba-tiba terduduk lagi di lantai, ternyata kepalanya masih pusing... "Hai...~ kepalaku pusing," keluhnya. Padahal anak ini tentu tidak mau kalah dari rekan sesama disciplenya. Setidaknya ia ingin memberikan sesuatu, sesuatu untuk orang yang telah menjadi ayahnya selama 5 tahun terakhir ini.
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime16th September 2009, 00:19

Melihat reaksi Nikolai yang seakan-akan tidak percaya akan situasinya sendiri, Shrei hanya mengangguk sebagai upaya untuk meyakinkan anak itu. Namun, sepertinya Nikolai menyadari hal yang ia anggap lebih penting dari kondisinya sendiri.

"Ah! Hari ini ulang tahun Shreirin! Uhuk... uhuk..."

"Shu--" Shreizag hendak menginterupsi, namun anak itu malah turun dari tempat tidur.

"Ah! Seharusnya aku mencari hadiah untuk Shreirin!"


Baru dua-tiga langkah ia lalui, Nikolai langsung terduduk lemas di lantai. Shreizag menghela nafas kecil, kemudian menuntun kembali anak itu untuk kembali berbaring di tempat tidur. "Ulang tahunku baru besok. Istirahatlah malam ini, supaya besok kita bisa pergi keluar." jelasnya singkat sambil menyelimuti Nikolai. Ia kembali mengambil kain kompresan yang jatuh, merendamnya di air dingin, memerasnya, dan menaruhnya lagi di dahi Nikolai.

Ia memandang Nikolai, masih mengkhawatirkan keadaan anak itu, apalagi setelah melihat reaksinya tadi. "Kau mau mendengarkan permintaanku, bukan? Ini juga demi kebaikanmu sendiri." katanya. Yah, kalau Nikolai masih tidak mau menurut, ia punya dua solusi ampuh; 1) menyegelnya agar diam, 2) mendandaninya agar ia diam juga. Bila disuruh memilih, Nikolai pasti tidak mau memilih salah satunya.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime16th September 2009, 17:46

Quote :
"... Begitu..."
Shrei pun memperbolehkan Lia untuk kembali memaka seragamnya, kembali mengemban tugas sebagai salah satu anggota Black Order yang bertanggung jawab pada anggota Black Order lainnya. Lia bisa melihat sedikit raut ketidakrelaan pada Shrei, tapi ia bisa bilang apa lagi? Bukan saatnya untuk merayakan sesuatu saat ada orang lain yang sakit. Dulu saja, saat ada tetangga yang sakit, Lia sampai dilarang bermain oleh Dairine karena katanya tidak sopan.

Lia berbalik, hendak berjalan menuju kamar mandi saat ia mendadak mendengar igauan dari rekan sesama Disciple nya itu.

Quote :
"Yoru... Yoru..."
Nikolai mengingau, memanggil seseorang. Sepertinya ia sedang bermimpi buruk. Otomatis, Lia merasa agak lebih cemas daripada sebelumnya. Bagaimana tidak? Ia pernah diajari satu-dua hal seputar kedokteran oleh Gabrielle, dan katanya kalau orang sakit itu mulai mengigau, itu bukan pertanda baik.

Lia langsung kembali berbalik ke arah tempat tidur, dan menemukan Nikolai sudah sadar, meski belum benar-benar pulih. Buktinya saja, ia tampak masih pusing berat dan lemas. Ia bahkan sepertinya tidak mengerti apa yang terjadi. Tadinya Lia yang ingin menjelaskan keadaannya, tapi ternyata Shrei lebih sigap. Lia hanya berdiri dan menunggu sementara keduanya bercakap-cakap.

Dan Nikolai, seperti biasa, berkeras ingin memberi Shrei hadiah. Lia mengerti pasti Nikolai tidak ingin kalah dari Lia, tapi kalau sampai memaksakan diri seperti itu, Lia jadi ikutan merasa bersalah. Shrei membantu Nikolai untuk kembali ke tempat tidurnya, dan membujuknya untuk beristirahat.

Merasa ia harus bicara, Lia berjalan mendekati tempat tidur dan berlutut di sampingnya, membuat posisinya seolah-olah ada di bawah anak lelaki itu. Ia menatap Nikolai dengan tatapan cemas, lalu berkata, "...Maaf..." Mungkin Nikolai tidak akan pernah tahu kalimat lengkap dari satu kata itu, tapi Lia tidak peduli. Mungkin, memang itulah yang diinginkan Nikolai; sebuah permintaan maaf dari Lia yang selalu mengganggunya, membuat Nikolai merasa dinomorduakan sejak ia diangkat menjadi Disciple Shrei.

"Aku sedih kalau ada yang sakit. Makanya, Nikolai istirahat dan sembuh, ya?" bujuk Lia pelan. Dairine juga sering mengatakan hal yang kurang lebih sama pada gadis itu setiap kali ia jatuh sakit. Lia juga ingat, Dairine akan menggenggam tangan Lia selama gadis itu beristirahat. Lia, terdorong oleh kenangan masa lalunya, menggenggam tangan Nikolai lembut. Mungkin ia akan marah diperlakukan seperti itu, tapi saat itu Lia bahkan tidak memikirkan resikonya. Ia hanya ingin membuat Nikolai merasa nyaman dan hangat.



[OOT : ini, Lia batal ganti baju... Athair kayak anak kecil kehilangan bonekanya, ah... *digetok*]
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime16th September 2009, 18:34

"Huh?" terpaksa mengikuti tuntunan dari gurunya untuk kembali berbaring. Hal yang sangat membosankan tentunya untuk anak super hyperaktif seperti Nikolai. Bagaimanapun ia tidak ingin kalah dari Lia.

"Tapi kan!" berseru. tadinya ingin memrotes, tapi rupanya tidak bisa. Apa yang Shrei sebut dengan 'permintaan' membuatnya diam. Mungkin sekali-kali ia harus menjadi anak yang baik agar bisa disenangi juga oleh Shrei, setidaknya menjadi nilai plus baginya.

--Ingat, tahun ini tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini ia tidak hanya sendiri, ada rekan disciple lainnya di sana yang sama-sama mencari muka di hadapan guru mereka. Tidak bisa seenaknya lagi.

Akhirnya diam, membiarkan kain basah itu kembali melekat di dahinya. "Ah... tapi pokoknya aku akan memberikan sesuatu juga untuk Shreirin," ucapnya. Benar-benar tidak mau kalah lagi.

...

"...Maaf..."

Sebuah suara menarik perhatiannya. Lia? Sejak kapan eh? Dan kenapa tiba-tiba lagi. Merasa aneh dengan sikap si nona yang selalu melemparkan boneka miliknya pada dirinya. Lagi-lagi ingin memotong perkataan itu, tapi rupanya nona berambut ikal ini segera melanjutkan kata-katanya.

"Aku sedih kalau ada yang sakit. Makanya, Nikolai istirahat dan sembuh, ya?"

... sejak kapan?

Tiba-tiba saja, matanya terkatup. Mengantuk... tiba-tiba masuk ke dalam alam lain, pikiran jauh. Nikolai tertidur di dalam benaknya dan personality yang lain muncul seraya membuka mata dan menatap Lia di sana.

"Tumben kau baik, biasanya langsung melempar-lempar boneka dengan gaya barbar," Fyodor, oh ini dia orang yang tadi dipanggil kembali datang. Dan langsung saja mengkritik kelakuan orang-orang di sana.

Oh, biasalah. Sang kakak yang ini memang bermulut pedas, lain dengan adiknya. Ia biasa mengkritik segala keadaan yang nampak tidak baik, untuk sang adik tentunya. Kemudian Fyodor memerhatikan sekitarnya lagi, memerhatikan Lia lagi, "Ada acara apa sampai kau memakai gaun sebagus itu?" bertanya lagi.

Sejenak menidurkan Nikolai agar bisa diam. Yah~ kalau tetap dalam mode bocah itu, bisa-bisa sampai satu minggu kemudianpun tidak akan sembuh karena hasrat selalu ingin bergeraknya. Makanya sekarang Fyodor mengambil alih tubuh mungil itu.
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime16th September 2009, 19:18

Lia berjalan ke tepi tempat tidur dan berlutut di sampingnya, kemudian berkata pelan, "...Maaf..."

Mengapa anak itu meminta maaf? Apa yang salah dari kelakuannya?

"Aku sedih kalau ada yang sakit. Makanya, Nikolai istirahat dan sembuh, ya?"

Ia tersenyum mendengar pernyataan itu, hanya sekilas memang, namun itu cukup menggambarkan betapa senangnya Shrei mengetahui bahwa kedua 'anak'nya yang biasanya selalu bertengkar, dapat akur seperti ini. Kapan mereka akan terus seperti ini ya? Kalau bisa seperti itu, barangkali ia bisa merasakan peran sebagai ayah yang seutuhnya.

Setelah mendengar pernyataan Lia, Nikolai tidak langsung menjawabnya, mata anak itu malah tertutup. Tak lama, ia berbicara lagi, kali ini, dengan nada yang datar.

"Tumben kau baik, biasanya langsung melempar-lempar boneka dengan gaya barbar,"

Shreizag mengangkat satu alisnya sekilas, menyadari perubahan kepribadian pada muridnya satu itu. Fyodor rupanya. Biasanya anak itu akan keluar bila saudaranya diusik, tapi sekarang? Sepertinya ada hal lain yang menyebabkan ia keluar.

"Ada acara apa sampai kau memakai gaun sebagus itu?"

Pria Norwegia ini mengambil kembali kompresan di dahi Nikolai... atau Fyodor, kemudian kembali mengulangi aktivitas merendamnya di air dingin, memerasnya, dan menaruhnya lagi di dahi anak itu. "Jangan bicara seperti itu," mulainya, sambil menatap sosok terbaring di hadapannya, "Aku yang memberinya gaun itu, untuk acara malam ini."

Ia berhenti sebentar, memandang Lia untuk memastikan anak itu tidak ngambek dengan ucapan pedas dari Fyodor. "Tapi, acara itu ditunda sampai kau sembuh." ujarnya lagi, dengan nada datar yang biasa ia keluarkan.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime19th September 2009, 07:56

Lia terdiam sejenak saat Nikolai membalasnya dengan kata-kata yang pedas. Ia memroses sebentar informasi tersebut, dan mengambil kesimpulan bahwa Nikolai 'Shu' sudah berubah menjadi Nikolai 'Yoru'. Awalnya Lia hendak membalas perkataan anak lelaki itu, tapi sepertinya Shrei sudah mengambil inisiatif itu duluan.

Tapi tetap saja, Lia ingin mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Jadi ia menatap langsung ke mata 'Nikolai' dan berkata, "Maaf selama ini aku bersikap buruk padamu ataupun pada kamu yang satu lagi. Aku hanya cemburu karena kalian begitu dekat dengan athair, tapi..." Sepintas bayangan seorang pemuda bermata biru-hijau melintas di kepalanya, dengan senyumnya yang lebar dan sikapnya yang ramah. "...sekarang aku punya Leon. Jadi aku tidak apa-apa."

Mungkin akan sulit mencerna perkataan gadis itu. Bukan hanya karena tata bahasanya yang buruk, tapi juga karena ia tidak mengatakan secara jelas perasaan yang dirasakannya. Menurutnya itu tidak penting, dan tidak ada yang harus mengerti, karena tidak akan ada yang akan mengerti juga.

"Sekarang, kalian istirahatlah dulu. Athair ingin merayakan sesuatu bersama kalian dan aku. Tapi tidak sopan merayakan apapun kalau ada yang sakit," kata Lia tegas.
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime19th September 2009, 20:01

Fyodor masih di situ, mengerlip sejenak dari pemandangan yang ada. Masih menahan Nikolai di dalam ruangan kecil milik mereka, menidurkannya di sana, setidaknya sampai demamnya menurun dan anak itu bebas bergerak ke sana-sini lagi. Protektive tidak berarti harus turun tangan tiap ada masalah atau dalam keadaan terdesak, sakit seperti ini juga merupakan masalah yang harus ditanganinya.

Pandangannya kemudian menemukan Shrei di sana yang kerap menaruh kain basah di atas dahinya. Kalau bukan demi Nikolai, ia pasti sudah menampik tangan 'sok' baik tersebut. Yah~ namanya juga orang yang hanya memikirkan saudaranya sendiri.

... "Huh," kemudian membuang muka atas jawaban yang agak mengesalkan. Seperti ingin bilang 'Oh jadi hanya dia yang diberikan saja?' tapi perkataan seperti itu disimpannya baik-baik dalam hati.

Dan rupanya orang-orang di sini (termasuk Nikolai) sepertinya memang akan mengikuti acara itu. Sebutlah acara ulang tahun, atau semacamnya? Fyodor tidak begitu peduli... ia hanya peduli bagaimana cara membuat adik kembarnya ini sembuh kembali.

"Oh... ya terserah kalian saja," hanya bergumam pelan sebelum akhirnya sang 'kakak perempuan' Lia kembali berbicara. Ia cukup terbuka juga dengan apa yang dirasakannya, setidaknya tidak seperti pemikirannya atau saudaranya yang begitu tertutup soal perasaannya.

Ia kemudian melirik Lia dengan menyipitkan mata abunya. Ingin kembali berkomentar tapi malas. Oke, ia hanya membalikan tubuhnya ke arah lain... izinkan untuk tidur sesaat, setelah itu kondisinya pasti lebih baik dari sekarang dan 'kalian' dapat pergi ke luar untuk acara pesta ulang tahun tersebut.

Namun, memang ada yang ingin dikatakannya... "Terserah pada kalian, asal jangan menganggu Shu saja," terdiam sejenak. "Lagipula sepertinya adikku tidak begitu terganggu dengan kehadiranmu kok."

...

Memejamkan mata, tertidur.
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime21st September 2009, 22:33

Quote :
"Lagipula sepertinya adikku tidak begitu terganggu dengan kehadiranmu kok."
Bersama dengan kalimat itu, 'Nikolai' tertidur. Lia hanya bisa terdiam mendengar kalimat itu. Ia merasa cukup lega setelah mengatakan apa yang ingin dikatakannya, dan merasa lebih lega lagi setelah mengetahui bahwa ia tidak mengganggu siapapun.

Lia mengusap kepala Nikolai lembut, dengan tatapan yang jauh lebih perhatian daripada biasanya. "Terima kasih," bisiknya pelan. Ia lalu menggenggam tangan Nikolai lebih erat, sambil terus menatap anak lelaki itu. Matanya terasa lumayan berat, mungkin masih lelah setelah menyelesaikan satu-dua hal yang ia siapkan untuk hari itu. Ia memejamkan matanya sejenak, lalu...

Pluk

...Lia terkulai lemas di pinggir tempat tidur, terlelap dengan kepalanya bersandar di dekat pinggang Nikolai.
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime21st September 2009, 23:56

"Maaf selama ini aku bersikap buruk padamu ataupun pada kamu yang satu lagi. Aku hanya cemburu karena kalian begitu dekat dengan athair, tapi... sekarang aku punya Leon. Jadi aku tidak apa-apa."

Sejujurnya, Shrei merasa lega dengan sikap Lia yang lebih terbuka, tidak lagi menahan diri dengan mengurung emosinya keluar. Walau, kadang ia merasa seperti melihat dirinya sendiri pada anak itu, tapi ia sendiri sudah tidak apa-apa sekarang. Ekspresinya yang datar bukan karena ia menahan diri atau apa, tapi memang begitulah ia sejak dulu. Kalau Lia, berbeda kan?

"Terserah pada kalian, asal jangan menganggu Shu saja. Lagipula sepertinya adikku tidak begitu terganggu dengan kehadiranmu kok."

Satu lagi perubahan yang terlihat, kali ini dari Fyodor yang mulai bisa menerima sosok Lia di antara mereka. Ah, Shrei jadi teringat atmosfir kaku setiap kali Fyodor keluar saat Lia ada di dekatnya setahun yang lalu. Namun sekarang, atmosfir tidak mengenakkan itu perlahan-lahan mulai menghilang. Apa mereka mulai menjadi 'keluarga' yang sebenarnya?

Seiring dengan ucapan terima kasih Lia yang terdengar pelan, Shrei dapat melihat anak itu juga mulai tertidur di pinggir tempat tidur, dengan tangannya masih menggenggam tangan Nikolai. Oh, kalau mata Shreizag adalah kamera, pasti ia sudah mengabadikan pemandangan yang tidak bisa dilihat setiap hari ini. Kedua muridnya yang senantiasa bertengkar setiap hari kini terlihat begitu akur layaknya kakak-adik. Tanpa sadar, bibirnya membentuk sebuah senyum kecil.

Timcanpi terbang dari pinggir bantal dan mendarat di atas kepala Lia, sedangkan pemiliknya beranjak dari duduknya, dan mendekati Lia yang sudah terlelap. "Lia," ia menggoyangkan bahunya pelan, namun tidak menerima respon. Ia tidak ingin membangunkan Lia, sedangkan tidak mungkin gadis Irlandia itu tidur begitu saja di pinggir tempat tidur. Tanpa berpikir panjang, ia mengangkat tubuh Lia dengan hati-hati, dan menidurkannya di sofa dengan perlahan, kemudian menyelimutinya agar ia merasa hangat.

Nah, sekarang apa yang akan ia lakukan selanjutnya? Timcanpi telah kembali di atas pundaknya, dan kini ia bisa kembali ke rutinitasnya. Mata biru mudanya melirik ke meja kerjanya, di mana peralatan make-upnya terhampar di sana. Pria Norwegia ini berjalan ke depan meja kerjanya, kembali merapikan peralatan bersolek itu ke dalam kotaknya masing-masing. Setelahnya, ia duduk di belakang meja kerjanya, meletakkan kedua tangannya di atas meja, namun tidak lantas melanjutkan rutinitasnya. Matanya masih tertuju pada kedua orang di depannya, mereka sama-sama tertidur lelap, dengan wajah yang tenang.

Haruskah ia bergabung dengan mereka? Tidak, masih terlalu cepat, ia bisa mengerjakan beberapa hal yang telah ia mulai sebelumnya. Pria Norwegia ini meraih buku dan kertas-kertasnya, mengambil pena dan kembali melanjutkan penelitiannya. Apakah ia tidak lelah? Golem peraknya saja mulai mengantuk lagi di atas pundaknya. Bukannya tidak lelah, namun ia tidak bisa membiarkan sesuatu yang telah ia mulai ditinggalkan begitu saja. Lagipula, cepat atau lambat, kelopak matanya pasti akan memberat, dan menyeretnya ke alam mimpi...




Sinar matahari masuk melalui jendela yang masih tertutup, kicauan burung terdengar di pagi musim dingin yang segar. Pria berambut putih itu dapat merasakan wajahnya disapa oleh matahari pagi yang hangat, membuat kelopak matanya terbuka. Shreizag mendapati dirinya di posisi yang biasa; kepalanya bertumpu di atas kedua tangannya, sementara kedua tangannya itu terletak di atas meja kerjanya. Ya, lagi-lagi ia tertidur di tempat yang sama. Golem peraknya sudah terbangun lebih dahulu, menarik-narik rambut putih pemiliknya, memintanya untuk bangun segera.

Ia mengerjap-ngerjapkan matanya pelan, pandangannya tertuju ke depan, memastikan kedua muridnya masih berada di sana. Ah, ya, mereka masih terlelap di sana. Pria Norwegia ini beranjak dari kursinya, kemudian berjalan ke depan jendela yang masih tertutup rapat. Kedua tangannya yang telah kembali dibalut oleh sarung tangan hitam membuka jendela itu, dan semilir angin pagi yang dingin segera membelai pipi dan rambutnya. Ia menghirup nafas dalam-dalam, merasakan udara segar bertukar di paru-parunya. Puas dengan itu, ia menutup jendela sampai hanya terbuka setengahnya, tidak ingin membiarkan udara dingin memenuhi ruangannya. Ah... Ia baru teringat, hari apa sekarang?

1 Januari 1880, bukan?



[OOT : Kenapa sih kalau saya pake Shrei bawaannya ngetik panjang terus?? *stress*]

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Sponsored content




[CENTRAL] Gone The Rounds Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Gone The Rounds   [CENTRAL] Gone The Rounds I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Gone The Rounds
Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com