An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] Triple Delight I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] Triple Delight

Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Antonio Borghesi

Antonio Borghesi

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 26

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime16th September 2009, 19:01

Lokasi: Dapur cabang Eropa




Mm-hm. Lima lapisan wafer waffle dengan aroma sedap yang bisa dalam sekejap membuat seseorang meneteskan air liur? Ditempelkan dengan adonan krim dengan rasa coklat dan hazelnut? Dilengkapi siraman fondant coklat hitam yang memahkotai karya seni ini? Tidak, Anda tidak salah! Masterpiece karya Antonio Borghesi ini adalah kue khas San Marino yang legendaris itu, Torte Tre Monti.

Torte Tre Monti, Anda bertanya? Berterjemahan 'Kue Tiga Gunung', kemegahan kue itu memang menandingi milik lanskap pegunungan yang membarikade San Marino dari Italia yang mengelilinginya. Tentu saja, karena kue ini adalah representasi Tiga Menara San Marino yang agung. "Monte Tirtano, betapa aku mendambakanmu..." Ya, Antonio memang sudah lama tidak menginjak kaki ke negara asalnya. Pelampiasannya adalah mengubah bahan-bahan yang dibelinya menjadi cuisine khas negaranya itu.

Ia harus bersyukur mendapatkan bakat memasak dari tahun-tahunnya bekerja sebagai juru masak. Dalam bidang riset, ia memang belum mahir bereksperimen, namun sebaliknya di bidang kuliner. Dengan penuh rasa girang, ia menyiramkan coklat cair yang kental di atas kuenya. Ia menjilat bibirnya melihat hasil jerih payahnya sendiri, tak sabar untuk menjadi yang pertama untuk mencicipinya.

Dan, siapa yang selayaknya menjadi yang kedua? Antonio tidak dapat membayangkan alternatif selain Ingressa Michelli, Section Leader yang dihormatinya. "Ah, aku harus menyimpan ini sebelum menemui beliau." Yang dimaksudnya adalah apron koki yang dikenakannya. Kamar asramanya tidak begitu jauh dari dapur, sehingga hanya butuh beberapa menit perjalanan kaki...




... Begitu ia kembali, yang ditemukannya cukup untuk memberikannya serangan jantung, seandainya ia satu dekade lebih tua. "Ohhh!" Tergopoh-gopoh, ia harus mencari topangan pada suatu meja di sebelahnya. "Oh mio Dio! Oh, Tuhan!" Torta Tre Morti indahnya kini sudah kehilangan satu potong bagiannya, satu potong yang telah dipisahkan dari induknya dengan berantakan pula. "Siapa?! Siapa yang tega melakukan tindakan semacam ini?!"

Ia menggertakkan giginya dengan geram. Siapapun itu, ia tidak akan sungkan-sungkan untuk menggorok lehernya jika orang itu tidak meminta maaf dengan segera. Sungguh.




[OOT: Siapapun boleh menjadi pelakunya, atau orang yang membantu mencari pelakunya (saya mainkan karakter saya untuk jadi pelaku jika tidak ada yang menjadi pelaku :p). Ah, yang mau kena tuduh sebagai pelaku padahal bukan juga bisa. Mari bersenang-senang~ Makan-makan di akhir RP, janji!]
Back to top Go down
View user profile
Roman Sintsov

Roman Sintsov

Posts : 40
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 24

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime16th September 2009, 19:41

Roman tengah menyantap sarapannya pagi itu, beberapa pirozhki dan pelmeni, ketika ia berniat mencari tahu menu makanan besok ke dapur. Ya, akhir-akhir ini Roman rajin mengunjungi tempat itu untuk memastikan bahwa mereka punya bahan yang cukup untuk membuat masakan khas Rusia. Jadi kalau mereka sedang kehabisan bahan, pria nasionalis ini akan dengan senang hati menawarkan diri pergi ke kota untuk belanja. Tentu, bila ia tidak sedang ada misi. Kebanyakan staff yang bekerja di dapur heran dengan kadar nasionalis Roman yang berlebih, namun karena merasa terbantu oleh tawarannya, ia diizinkan saja belanja untuk keperluan dapur.

Dengan langkah ringan ia berjalan dari kamarnya menuju dapur, dan ketika sampai di depan pintunya, ia menemukan sosok yang seharusnya tidak berada di sana, sedang berteriak pula.

"Oh mio Dio! Oh, Tuhan! Siapa?! Siapa yang tega melakukan tindakan semacam ini?!"

Roman mengerutkan alisnya, "Kenapa, Antonio?" tanyanya spontan, ia kemudian menemukan sebuah kue... waffle? yang berada di atas meja. Walaupun tampilannya sudah tidak sempurna, Roman langsung tahu kalau pirozhki atau pelmeni yang baru dimakannya tidak ada apa-apanya dibandingkan kue lima lapis itu.

Glek, aroma yang dikeluarkan kue itu sungguh menggugah keinginan Roman untuk mencicipinya, namun tentu, ia tak bisa seenaknya saja mengambilnya. "I-ini buatanmu, Antonio?" ujarnya tidak yakin, menelan ludahnya sendiri karena tergoda dengan kue yang terlihat sangat lezat tersebut.
Back to top Go down
View user profile
Antonio Borghesi

Antonio Borghesi

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 26

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime18th September 2009, 05:47

Ahh, lelaki Rusia itu. Apa ia masih belum paham San Marino letaknya di mana? Dalam hati, Antonio menggelengkan kepala, sebelum hati yang bersangkutan mengingat problema di hadapannya.

"O, torte-ku! Ya jelas, buatanku! Siapa lagi yang bisa menciptakan perlambangan menara-menara agung San Marino selain diriku?!" Teriakannya makin histeris--yang lain sebaiknya memaklumi kondisi labilnya.

Ia memicingkan mata. Tampaknya Roman cukup tergiur dengan karya seninya. Wajar saja, karena--Tunggu! Jangan-jangan...

"Kaaaaaaaau!!!" Ia mengarahkan telunjuknya pada sang Finder dengan gaya dramatis. "Kau yang mengambilnya, kan?! Pasti dalam upaya simbolis Rusia untuk 'melahap' San Marino ke dalam teritorinya! Akui saja!"

Menuduh tanpa basis? Teori konspirasi? Paksaan pengakuan dosa? Antonio semakin jauh saja dari menjadi staf riset yang baik dengan keadaannya yang tidak stabil itu. "Aku bilang saja, Napoleon saja tidak kuasa menaklukkan San Marino, ha!" Ini, apa pula?
Back to top Go down
View user profile
Roman Sintsov

Roman Sintsov

Posts : 40
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 24

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime18th September 2009, 14:07

"O, torte-ku! Ya jelas, buatanku! Siapa lagi yang bisa menciptakan perlambangan menara-menara agung San Marino selain diriku?!"

Teriakan histeris Antonio cuma bisa membuat Roman mengangguk-ngangguk. Kalau dilihat-lihat, tingkah pria San Marino itu persis aktris opera yang ia lihat minggu lalu. Ia melirik lagi kue di hadapannya; ya, pantas saja Antonio sebegitu paniknya, kue ini bagaikan harta karun!

"Kaaaaaaaau!!! Kau yang mengambilnya, kan?! Pasti dalam upaya simbolis Rusia untuk 'melahap' San Marino ke dalam teritorinya! Akui saja!"

Roman terkejut mendengar tuduhan tiba-tiba tersebut, ia baru saja datang kemari, mana mungkin ia mengambil kue yang bahkan ia tidak tahu namanya ini? "Hah?" ujarnya, memperlihatkan ekspresi tidak percaya yang agak berlebihan.

"Aku bilang saja, Napoleon saja tidak kuasa menaklukkan San Marino, ha!"

Kalau hanya Roman yang dituduh mencuri, mungkin ia tidak akan merasa terlalu bagaimana, tapi kalau negara tercintanya ikut-ikutan dituduh... Ck, orang itu berarti mencari masalah dengannya. "Enak saja! Rusia tidak sebegitu rendahnya sampai harus mengambil negara kecil yang tidak berdaya!" katanya lantang, memukul bagian atas meja, "Napoleon juga tidak bisa mengambil St. Basil's Cathedral milik kami, dan apa, tentaranya juga tidak berdaya di hadapan kami! Bahkan kemenangan Rusia atas Napoleon direkam dalam musiknya Tchaikovsky, kau dengar itu?" lanjutnya, dengan semangat yang menggebu-gebu. Omongannya juga sama tidak nyambungnya dengan yang dikatakan Antonio. Dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah yang ada sekarang.

Pada akhirnya, Roman mendapatkan sedikit kewarasannya dan berujar, "Pokoknya, bukan aku yang mengambil kuemu itu! Aku bersumpah demi nama Tsar Alexander II!" katanya, tak kalah bersemangat membuktikan ketidakbersalahannya dengan wajah meyakinkan.
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime18th September 2009, 14:30

Setelah entah berapa lama Bianca tidak mengirim surat kepada Pastur Pietra di Italia, akhirnya ia memutuskan untuk mengirimkan sepucuk surat. Mungkin isinya basa-basi seperti biasa, tapi ia tetap harus mengirimkannya. Masalahnya, ia tidak bisa baca-tulis. Jelas, penglihatan saja tidak punya, bagaimana bisa baca-tulis? Akhirnya pria itu beranjak dari kamarnya dan pergi untuk mencari sahabatnya, Roman.

Eh, kenapa Roman? Bukankah seharusnya pria Italia ini bisa pergi saja ke ruang Departemen Komunikasi dan meminta suratnya ditulis oleh salah satu staff di sana? Sayangnya, Bianca lebih enggan suratnya dituliskan oleh orang yang tidak begitu dikenalnya. Jadi, ia berjalan menuju kamar Finder Rusia tersebut, namun tidak menemukan orang yang dimaksud. Akhirnya ia bertanya pada beberapa orang, kira-kira ke mana ia pergi. Dan begitu ia mendengar bahwa yang bersangkutan tampak pergi ke dapur, Bianca langsung menyusulnya.

Begitu sampai di dapur, ia bisa mencium aroma manis menguar ke seluruh ruangan. Ya, aroma manis, sekaligus dengan suara pertengkaran antara 2 orang. Yang satu dikenalinya sebagai Roman, dan satu lagi tidak begitu dikenalnya.

"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Bianca sambil memasuki ruangan. Tentu saja, ia sama sekali tidak tahu apa-apa seputar kue yang rusak.
Back to top Go down
View user profile
Antonio Borghesi

Antonio Borghesi

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 26

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime18th September 2009, 17:50

Roman membalas teriakan histerisnya dengan sama sewot, menjabarkan kemenangan Kerajaan Rusia atas Napoleon Bonaparte. Normalnya pada tahap ini ia sudah menenangkan diri, tetapi frase 'negara kecil tak berdaya' cukup untuk membuatnya kembali naik pitam. "Kemenangan Rusia tentu berasal dari cara barbarian, pertarungan! Kemenangan San Marino atas Napoleon adalah dengan merangkul respeknya, cara diplomatis, sesuatu yang tidak akan dimengerti Rusia! Hidup, Antonio Onofri, hidup---"

Siiiiiiiiiiiing. Kedua lelaki dewasa yang berargumen layaknya anak-anak didatangi tamu baru, Bianca Corda. Wajah Antonio memerah begitu sang Exorcist menanyakan apa yang tengah terjadi.

Lelaki San Marino itu menghela napas pasrah, sebelum menjatuhkan dirinya pada kursi kayu terdekat dengan lemas. "Tidak apa-apa, Tuan Exorcist. Hanya, Torte Tri Monti, kue yang saya buat dengan sepenuh jiwa dan raga, telah dicuri sepotong oleh seorang jiwa terkutuk! Kejam nian! Saya bersumpah demi Tuhan, saya hanya meninggalkannya selama beberapa detik sebelum insiden ini terjadi!"

Ia beranjak dari tempat duduknya, mengambil pisau yang tergantung pada deretan kail di dinding dapur. Dengan handal, ia memotong bagian yang diambil dengan berantakan, merapikannya. Antonio membuang sisa kuenya ke tempat sampah. Rapi kembali, tetapi tetap tidak sempurna. Staf riset itu menghela napas. "La torte... La mia bella torte.." gumamnya, seakan semangat telah sepenuhnya terhisap dari raganya.

Dengan semangat baru, ia berbalik dan menghadap sang Finder. "Maafkan saya, Rusia." Maksudnya, Roman. "Saya mengucapkan banyak hal yang tak seharusnya, mohon maklumi. Jika tidak berkeberatan, berikan saya asistensi dalam melacak pelaku sebenarnya!"

"... Dan, kau boleh mengambil satu potong Torte Tri Monti, jika kau mau," tawarnya. "Tuan Exorcist, jika tidak keberatan, Anda boleh membantu juga."
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime18th September 2009, 18:09

Lia, seperti biasa, bangun lebih pagi untuk mengambilkan sarapan untuk Shrei. Meski memang bukan tugasnya untuk mengambilkan makanan untuk sang General setiap harinya, tapi ia tetap merasa wajib untuk melakukan hal tersebut. Ditemani oleh boneka kelincinya yang juga adalah senjatanya, Lia berjalan menuju dapur.

Saat Lia hampir mencapai pintu dapur, didengarnya suara ribut-ribut dan wangi kue yang sepertinya sangat enak. Tanpa ragu, Lia langsung masuk untuk melihat apakah penciumannya tidak salah dan apakah ia boleh meminta kue tersebut untuk Shrei.

Begitu ia masuk ke dapur, pertengkaran yang tadi tampaknya sudah selesai. Seorang Exorcist berambut putih berada di sana, bersama dengan 2 orang lainnya. Salah seorangnya, yang sepertinya adalah koki, sedang menawarkan sepotong kue untuk sang Exorcist dan seorang lagi.

"Lia boleh minta?" tanya Lia tanpa basa-basi begitu melihat kue yang diletakkan di atas meja. Entah ia memang tidak punya rasa malu, atau sekedar takut kehabisan, ia bahkan tidak menanyakan apa yang sedang terjadi sebenarnya.
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime18th September 2009, 18:27

Quote :
"Tidak apa-apa, Tuan Exorcist. Hanya, Torte Tri Monti, kue yang saya buat dengan sepenuh jiwa dan raga, telah dicuri sepotong oleh seorang jiwa terkutuk! Kejam nian! Saya bersumpah demi Tuhan, saya hanya meninggalkannya selama beberapa detik sebelum insiden ini terjadi!"
Bianca langsung mengerti situasinya. Ia tidak bisa menahan senyumnya, memikirkan bagaimana Roman kembali terlibat masalah dengan seseorang dan sekali lagi ia menenangkannya. Mungkin aku berbakat masuk departemen diplomasi, kalau aku bukan Exorcist, batin Bianca.

Staff tersebut lalu meminta maaf pada Roman, sekaligus memintainya tolong untuk mencarikan pelaku sebenarnya dari kasus tersebut, dengan bayaran sepotong kue yang berbau lezat itu. Dan tanpa diduga-duga, ia juga ikut ditawari.

"Ah, tapi kalau aku--"
Quote :
"Lia boleh minta?"

Ucapannya terpotong oleh kehadiran seseorang lainnya di ruangan tersebut. Dari suaranya, Bianca menebak orang itu pasti adalah gadis remaja, kalau bukan anak-anak. Dan meski tidak bisa melihat, Bianca tetap refleks menoleh ke arah asal suara itu dan membuka matanya. Tapi tentu saja, ia hanya membuka matanya sekilas, karena ia segera sadar bahwa ia memejamkan ataupun membuka matanya tidak akan ada bedanya.

"Aku tidak tahu. Bagaimana Tuan, err...." Bianca tidak tahu siapa nama pembuat kue itu, tapi ia menerka satu hal, "...Tuan koki?"

Ia sama sekali tidak bermaksud menyinggung staff research tersebut. Sama sekali tidak.
Back to top Go down
View user profile
Antonio Borghesi

Antonio Borghesi

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 26

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime18th September 2009, 20:04

"Aihh, saya bukan juru masak, Tuan. Saya hanya meminjam dapur untuk hari ini," Antonio menjelaskan, walau hanya beberapa tahun yang lalu panggilan itu akurat. Datang seorang Exorcist lagi, kali ini seorang gadis muda yang familiar baginya. Bawahan Jenderal Shreizag, yang dekat dengan Section Leader-nya, tampaknya. "Kau pasti muridnya Jenderal Shreizag."

Ia meletakkan pisau dapur yang digenggamnya tadi ke atas meja. "Kau boleh mendapatkan sepotong, jika kau membantuku menemukan pencuri kueku, Nona," jawabnya tegas. Ia tidak bisa membiarkan siapapun menikmati kreasinya sebelum sang kriminal ditemukan.
Back to top Go down
View user profile
Roman Sintsov

Roman Sintsov

Posts : 40
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 24

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime18th September 2009, 23:00

Nyaris saja dapur suci (?) markas Black Order cabang utama itu berubah menjadi ruangan debat yang kurang jelas juntrungannya apa kalau-kalau sahabatnya, Bianca tidak menginterupsi.

"Ada apa ini ribut-ribut?"

"Tidak apa-apa, Tuan Exorcist. Hanya, Torte Tri Monti, kue yang saya buat dengan sepenuh jiwa dan raga, telah dicuri sepotong oleh seorang jiwa terkutuk! Kejam nian! Saya bersumpah demi Tuhan, saya hanya meninggalkannya selama beberapa detik sebelum insiden ini terjadi!"


"Ah, untung kau datang, Bianca..." ujarnya, yang telah menenangkan dirinya sendiri setelah perdebatan tentang Rusia-Napoleon tadi. Ia berdehem pelan, memakai sebelah tangannya untuk menutupi mulutnya. Antonio, yang sudah tenang juga, beranjak dari tempat duduknya dan mengambil pisau untuk merapikan karya seninya pagi itu, Torte Tri Monti.

"La torte... La mia bella torte.."

Mendengar gumaman lemas itu, Roman jadi merasa iba. Mungkin perasannya sama bila ia mengalami hal buruk menimpanya, diusir dari negara tercintanya sendiri atau apa. Namun lelaki San Marino itu berbalik, menghadap dirinya dan berucap dengan nada yang lebih bersemangat.

"Maafkan saya, Rusia. Saya mengucapkan banyak hal yang tak seharusnya, mohon maklumi. Jika tidak berkeberatan, berikan saya asistensi dalam melacak pelaku sebenarnya! ... Dan, kau boleh mengambil satu potong Torte Tri Monti, jika kau mau,"

Roman tersenyum lebar mendengar pernyataan itu, bingo! "Ah, ternyata orang-orang San Marino itu baik hati ya," katanya, menyelipkan sebuah senyum lagi, "Tidak apa, Antonio, aku juga minta maaf karena sudah marah tadi. Kalau kau memang membutuhkan bantuan, aku tidak keberatan memberikannya." ujarnya mantap. Namun dengan segera ia berujar lagi, mengoreksi panggilan Antonio terhadapnya, "Dan, aku belum pantas dipanggil begitu untuk mewakili negaraku, panggil saja Roman, Roman Pavlovich."

Bianca, yang juga ditawari sepotong kue bila membantu Antonio terlihat bingung, namun sebelum pria Italia itu memberikan jawaban lengkap, seorang gadis masuk dan menyela kalimatnya.

"Lia boleh minta?"


Hah, apa mau gadis kecil itu?

"Kau pasti muridnya Jenderal Shreizag."

Whoa, seorang Disciple dari Jenderal Halvorsen, rupanya? Oh, ya. Roman dengar Jenderal berambut putih itu mengangkat seorang Disciple lagi, tapi bukannya ia tidak suka dengan perempuan? Atau memang Jenderal satu itu dekat dengan anak-anak? Roman hanya bisa berasumsi.

"Kau boleh mendapatkan sepotong, jika kau membantuku menemukan pencuri kueku, Nona,"

Oho, rupanya Antonio memberi pernyataan tegas yang kedengaran keren, Roman menyukai hal itu. "Kalau begitu sudah ditentukan ya, kalau kita akan membentuk suatu tim investigasi untuk mencari pelaku yang telah mencuri kue-nya Antonio!" mulainya bersemangat, menyambut petualangan baru di depan matanya.

Ia menyingsingkan lengan bajunya, dan berjalan ke depan pintu dapur, "Tunggu apa lagi? Ayo bergerak sekarang!" ajaknya sambil berbalik, mengajak yang lain turut serta. Ia kembali berjalan lagi, dan berseru lantang, "Dlya slaviy Rossiskooi imperii!" untuk kejayaan Kerajaan Rusia; apa hubungannya pula?
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime19th September 2009, 16:35

Hari ini merupakan hari khusus untuk section leader Ariel Archer. Setelah meminta izin pada Supervisor, akhirnya ia diberi izin khusus. Adiknya, Aldebaran Archer dibolehkan untuk mengunjungi markas Black Order di Westminter itu. Sejak pagi, wajah Ariel tampak begitu cerah, memasang senyum lebar yang tidak pernah ia perlihatkan sebelumnya di markas. Section leader berkacamata itu kemudian pergi untuk menjemput adiknya di gerbang depan.

"Al~~~ Apa kabar?" ucapnya sambil mendekap adik tercintanya itu.

"Kakak, lepaskan! Aku malu tahu!"

Kemudian Ariel Archer melepaskan dekapannya dari Aldebaran, kemudian mengusap kepala adiknya yang berumur 12 tahun itu. Hmm, lebih baik mereka ke mana dulu?

Kruyuuk

"Al, kamu belum sarapan? Sudah kubilang kan untuk makan teratur! Ayo kita ke kafetaria dulu!" ucapnya sambil menarik tangan adiknya itu dan menyeretnya ke kafetaria.


"Kamu mau apa Al?" tanya Ariel Archer lembut pada adiknya itu.

"Aku mau itu!"

Hmm, tanpa ragu Ariel mengambilkan makanan yang diinginkan Aldebaran tersebut dan memberikannya langsung. Aldebaran langsung memakannya dengan lahap hingga habis tak bersisa.

"Bagaimana? Enak?" tanya pria berkacamata itu sambil tersenyum.

"Enak!"

"Hmm, syukurlah," balasnya lembut, kemudian mengusap kepala anak itu perlahan.


"Kau yang mengambilnya, kan?! Pasti dalam upaya simbolis Rusia untuk 'melahap' San Marino ke dalam teritorinya! Akui saja!"

"Pokoknya, bukan aku yang mengambil kuemu itu! Aku bersumpah demi nama Tsar Alexander II!"

"Ada apa ini ribut-ribut?"


Eugh, kafetaria ini rasanya ribut sekali. Entah ada apa yang menyebabkan mereka berdebat begitu kerasnya.

"Berisiiiik!! Apa kalian tidak melihat adikku sedang makan!!!!" teriak Ariel dengan tatapan yang mengerikan, seakan-akan matanya mengeluarkan laser.

"Tidak apa-apa, Al. Mereka hanya mengobrol dengan suara yang 'agak' keras. Ayo kamu mau pesan apa lagi?" tanyanya lembut pada Aldebaran, 180 derajat dari teriakan perangnya barusan. Dasar pria brother complex.
Back to top Go down
View user profile
Antonio Borghesi

Antonio Borghesi

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 26

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime19th September 2009, 17:03

"Ah, kalian semua terlalu baik..." ujarnya dramatis, mengusap air mata imajiner pada mata kanannya dengan jari telunjuk. "Baiklah, mungkin sebaiknya kita tidak usah jauh-jauh mencari pelakunya. Seharusnya ia tidak jauh dari sini..."

Lalu, terdengar teriakan nyaring dari kafeteria yang tepat bersebelahan dengan dapur. Ups, tampaknya ia terlalu keras berargumen dengan Roman tadi. "Maaf, Tuan! Masalahnya sudah ditangani sekarang!" sahutnya balik, dengan niat baik yang sangat murni. Ia tidak menduga sang penyahut yang marah dari kafeteria bisa jadi orang yang dicari-carinya sedari tadi...

Tunggu-- kafeteria! Wajah Antonio berbinar terang. "Barangkali pelakunya ada di kafeteria! Mari kita tengok, rekan-rekan seperjuanganku!"
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime20th September 2009, 18:33

Leon hanya bisa menghela nafas panjang saat lagi-lagi ia menemukan kantor Ariel kosong. Di tangannya ada setumpuk dokumen yang harus segera disahkan dan diserahkan kepada yang berkepentingan, tapi orang yang bisa mengesahkan itu malah menghilang. Leon berjalan kembali ke mejanya, lalu bertanya kepada salah satu staff kira-kira ke mana Ariel menghilang.

"Kamu belum dengar? Katanya adiknya Tuan Archer itu datang loh ke markas ini, atas izin khusus dari Supervisor," jawab salah satu staff. Leon hanya bisa menghela nafas sekali lagi mendengar hal itu.

"Kok bisa-bisanya..." gerutu Leon sambil mengacak-acak rambutnya. Ia lalu segera merapikannya lagi, lalu menyusun dokumen-dokumen yang harus diurus oleh Ariel dalam bentuk yang lebih mudah dibawa-bawa.

"Kalau begitu, aku sarapan dulu. Siapa tahu aku bertemu Tuan Archer di jalan. Kalau dia kembali sebelum aku kembali, tolong tahan dia sebisa mungkin," kata Leon tegas, masih dengan seulas senyum yang agak dipaksakan. Ia lalu berjalan menuju kafetaria dengan langkah cepat.

Sesampainya di sana, ia langsung mendengar teriakan yang luar biasa khas, yang diteriakkan oleh Ariel Archer sendiri, orang yang sedang dicarinya. Kebetulan, batin Leon. Ia lalu berjalan menghampiri pria tersebut sambil tersenyum lebar.

"Ah, kebetulan sekali, Tuan Archer. Saya baru saja mencari Anda untuk mengesahkan beberapa dokumen," kata Leon sambil tersenyum lebar. Ia lalu menatap anak laki-laki yang bersama dengan Ariel, dan tersenyum ramah pada anak tersebut.

"Anda pasti Aldebaran Archer. Tuan Ariel Archer sering bercerita tentang Anda," sapanya ramah.
Back to top Go down
View user profile
Victoria Addison

Victoria Addison

Posts : 23
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 14

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime26th September 2009, 00:27

Lokasi : Dapur yang bersebelahan dengan dapur yang ditempati Antonio



Du di dam di dam~ Victoria bersenandung ceria, betapa bahagianya ia hari ini. Ada apa gerangan? Ah, layaknya seorang putri yang sedang menunggu kedatangan pangerannya, Victoria juga sedang merasakan hal yang serupa sekarang. Dengan cekatan ia membungkus kue-kue kering buatannya ke kantong plastik yang berhiaskan pita berbagai warna. Ada yang merah, ungu, hijau, kuning... Namun yang dihias pita berwarna biru hanya satu, dan lagi, kue-kue di kantong itu yang terlihat paling rapi.

Ya, setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya pangerannya kembali ke markas, dan seperti biasa, Victoria hendak menghadiahkan kue-kue kering buatannya pada pangerannya itu. Kantong kue berhiaskan pita biru itulah yang rencananya hendak ia hadiahkan, sedangkan yang lain? Oh, Victoria akan dengan senang hati menghadiahkannya untuk orang lain juga.

"Selesai!" serunya, kemudian bernafas lega. Semua kuenya telah dibungkus rapi, dan siap diberikan secepat mungkin. Ia melirik jam yang terpasang di dinding, ups, sudah waktunya makan siang, Victoria harus cepat! Dengan antusias, ia berlari meninggalkan dapur menuju kamarnya sendiri, hendak berganti penampilan untuk menyambut kedatangan pangerannya yang telah ia tunggu-tunggu.



Gaun, cek. Sepatu, cek. Pita dan jepit, cek. Topi, cek. Ekspresi? Victoria tersenyum pada cermin di hadapannya, memantulkan bayangannya yang sedang tersenyum lebar dengan wajah berseri-seri. Victoria sudah siap!

Gadis kecil ini berjalan menuju dapur yang baru ditinggalkannya, di tangannya terdapat keranjang kayu untuk menampung kantong-kantong kue buatannya. Kakinya melangkah masuk ke dapur itu, kemudian mengabsen kembali kantong-kantong kuenya. Pita merah, ungu, hijau, kuning...

... biru?

Mata biru tua anak ini melebar, "Ke mana kuenya Victoria?!" ia berteriak histeris, mendapati kantong kue berpita biru sudah tidak ada di tempat yang seharusnya. "Kok hilang?!" ia mulai panik, mengacak-ngacak seisi meja di mana kantong-kantong kuenya berkumpul. Ia berdiri di atas lututnya, mencari keberadaan kantong kue itu di bawah meja. Tidak ada. Gadis kecil ini berdiri lagi, melihat sekelilingnya dengan cemas. Hasilnya nihil juga.

Matanya mulai berkaca-kaca, ia melangkahkan kakinya keluar dari dapur, menuju kafetaria. Siapa tahu saja ada orang tidak berperasaan yang mengambil kuenya tanpa izin, dan berada tidak jauh dari sana. Nafasnya terengah-engah, sementara matanya mulai basah, kepalanya bergerak ke sana kemari, mencari sosok kantong kue kecil di antara orang-orang yang lalu lalang.

"Kuenya Victoria..." ia mulai, dengan suara bergetar. Tangannya menyatu, pundaknya mulai bergetar karena tak kunjung menemukan apa yang dicarinya. "Huaaaaa, kuenya Victoriaaa..." akhirnya tangisnya meledak di sana, menggema ke seluruh kafetaria. "Hiks, pa-padahal... Hiks, sudah Victoria siapkan... Hiks, untuk pangerannya Victoria..." ia terisak, kalimatnya terpotong-potong akibat tangisannya. "Huaaaaaaaaa!!" tangisannya semakin keras, pipinya basah dengan air mata, walau kedua tangannya berada di samping wajahnya dan sedikit-sedikit menyeka air mata yang berlimpah itu, itu tidak terlalu berarti. Oh, tidak adakah yang simpati pada gadis kecil ini?



[OOT : Ceritanya, kuenya Victoria diambil Aldebaran juga... *digetok*]
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime26th September 2009, 00:40

Jujur, Lia sempat terkejut saat si Exorcist berambut putih menatapnya dengan.... matanya yang berwarna merah. Mata itu tampak mengerikan, tapi juga hangat di saat yang bersamaan. Mungkinkah karena warnanya? Entahlah... Selama ini ia selalu terpaku pada mata biru cemerlang yang dimiliki Shrei.

Tapi pikirannya terpotong oleh ucapan sang 'tuan koki' yang mengajukan syarat untuk menemukan dulu pencuri kuenya, baru ia bisa mendapatkan sepotong kue yang tampak lezat itu. Tanpa mendengarkan lagi ribut-ribut di ruangan itu, Lia langsung berjalan keluar, menuju kafetaria.

Dan di sana, ia melihat sosok yang dikenalnya, Leonard Chezza.

Lia baru saja hendak menyapa pria itu saat suara tangis seseorang menggema memenuhi ruangan. Lia spontan menoleh ke arah asal suara tersebut, dan menemukan seorang anak perempuan yang menangis. Kehilangan kuenya, sepertinya? Tampaknya hari itu ada banyak orang yang kehilangan kuenya...

Lia yang merasa simpati pada anak itu akhirnya menghampirinya. Ia hanya perlu menunduk sedikit untuk menyamakan tingginya dengan anak perempuan itu, sebelum menatapnya ke mata yang masih berurai air mata itu.

"Ini..." kata Lia pelan sambil menyodorkan sehelai saputangan pada anak itu. Sebenarnya, saputangan bersulam itu ingin diserahkannya pada seseorang, tapi... saat itu, ia merasa gadis cilik di hadapannya ini lebih membutuhkannya.
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime26th September 2009, 06:48

Suasana di kafetaria Black Order di Inggris ini tampaknya makin ramai. Apa teriakan section leader berkacamata ini tidak berpengaruh? Huh, Ariel agak kesal jadinya.

"Iya, Rigel. Ini adikku, Aldebaran Archer. Al, perkenalkan dirimu...," Namun ucapannya berhenti saat melihat adiknya menghilang dari mejanya.

"Gyaaa!! Rigel kau lihat adikku?" teriaknya panik, kemudian ia langsung berdiri dan melihat sekelilingnya.

Dengan cueknya, Al berjalan kembali menuju mejanya dengan ceria, dengan mulut penuh remah remah. He? Di mana ia mendapat camilan itu? Entahlah..

"Kakak, aku kembali. Kuenya enak lho, tapi aku sudah menghabiskannya. Hehehe."

Ariel langsung memeluk adik tercintanya itu. Al tampak kesulitan bernapas hingga Ariel melepaskan pelukannya.

"Jangan pernah meninggalkanku tanpa minta izin dulu, Al. Dan jangan mengambil barang sembarangan," ucapnya lembut, yang nada itu tak akan pernah ia berikan pada orang lain selain adiknya. Kemudian pria berambut pirang itu mengusap rambut adiknya dengan lembut, sebelum kembali mengobrol dengan anak buahnya, Leonard Chezza aka Rigel.
Back to top Go down
View user profile
Victoria Addison

Victoria Addison

Posts : 23
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 14

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime26th September 2009, 21:04

Tangisan Victoria mereda setelah ia menyadari seseorang mendekatinya. Dan dengan suara pelan, orang itu menawarinya sebuah sapu tangan. Victoria menyambut sapu tangan bersulam itu dengan tangan kanannya.

"T-terima kasih..." ucapnya pelan, kemudian menyeka air mata di wajahnya dengan benda itu. "Nanti Victoria ganti..." Nafasnya masih belum teratur akibat tangisnya yang meledak tadi, namun setidaknya kini ia bisa melihat dengan lumayan jelas siapa orang yang berbaik hati meminjaminya sapu tangan siang ini.

"Ah, kakak..." ia menatap Lia dalam-dalam, "Kakak muridnya Tuan Shreizag kan ya?" tanyanya memastikan, kemudian mendekati Lia, dan ia memegang satu tangan gadis Irlandia tersebut. "Jangan beritahu Tuan Shreizag kalau Victoria kehilangan kuenya ya, Victoria malu..." ia menunduk, matanya mulai berkaca-kaca lagi, namun ia menahannya untuk tidak keluar dan membasahi pipinya sekali lagi.

Gadis kecil ini menghela nafas kekecewaan, sebelum mengangkat kepalanya dan bertanya lagi, "Apa kakak lihat orang yang mengambil kue Victoria? Ada pita biru di kantong kuenya..." nada bicaranya masih lemas, semangat yang tadi dibangunnya sudah lemas. Dengan ekspresi memelas, ia menanti secercah harapan yang datang padanya.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime26th September 2009, 21:23

Lia mengerutkan alisnya mendengar bagaimana cara anak itu menyebut nama Shrei. Tuan Shreizag? Seumur-umur, ia hanya pernah mendengar Shrei dipanggil 'Shrei', 'Shrerin', 'General Halverson', atau... satu lagi panggilan kasar yang sering dilontarkan Giraile, yang tidak ingin diingatnya.

Tanpa menggubris pertanyaan gadis yang kebingungan itu, Lia malah balik bertanya, "Kamu... suka pada ath--Shrei?" Ia berusaha tidak menggunakan sebutan panggilan Shrei yang biasa digunakannya, agar gadis kecil yang ditanyainya ini tidak bingung.

"Oh ya, saputangannya... Kalau sempat, kembalikan dalam keadaan begitu saja. Itu... em... pesanan orang," kata Lia lagi begitu ia melihat saputangan yang masih dipegang gadis itu.

Mengapa Lia begitu ingin saputangannya kembali? Jelas, karena sebenarnya ia menyiapkan itu untuk diberikan kepada seseorang. 'S.E.H', itulah inisial yang tersulam di saputangan itu. Tak perlu ditanya untuk siapa saputangan itu.
Back to top Go down
View user profile
Victoria Addison

Victoria Addison

Posts : 23
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 14

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime27th September 2009, 11:12

Dilihatnya Lia mengerutkan alisnya, kenapa? Lia mengindahkan pertanyaannya, dan malah balik mengajukan sebuah pertanyaan.

"Kamu... suka pada ath--Shrei?"

Victoria mengangguk keras, penuh semangat, "Tuan Shreizag itu, penyelamatnya Victoria... Pahlawannya Victoria... Pangerannya Victoria!" ujarnya ceria dengan mata berbinar-binar. Namanya juga anak kecil, akan langsung semangat bila membicarakan hal-hal yang disukainya, seakan tangisan yang tadi tidak terjadi sama sekali. Intinya, omongan anak kecil jangan dianggap terlalu serius. "Kalau bukan karena Tuan Shreizag, Victoria dan ayah pasti tidak akan ada di sini." lanjutnya, sambil tersenyum lebar.

"Oh ya, saputangannya... Kalau sempat, kembalikan dalam keadaan begitu saja. Itu... em... pesanan orang,"

"Ahh! Maaf Victoria sudah mengotorinya..." ia melihat saputangan di tangannya sekali lagi, kemudian mengangkat kepalanya untuk memandang wajah Lia, "Akan Victoria cuci sampai bersih lalu Victoria antarkan pada kakak! Victoria janji!" kalau Victoria tahu untuk siapa saputangan itu ditujukan, mungkin ia akan menangis lagi karena malu dan merasa bersalah telah mengotori saputangan milik pangerannya.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime27th September 2009, 11:32

Tatapan Lia melunak saat ia mendengar bahwa gadis kecil di hadapannya ini juga diselamatkan oleh Shrei. Sama sepertiku... batinnya. Ia merasa seperti melihat dirinya sendiri, dalam versi lebih muda, lebih percaya diri, dan lebih ceria dalam diri Victoria.

Quote :
"Ahh! Maaf Victoria sudah mengotorinya... Akan Victoria cuci sampai bersih lalu Victoria antarkan pada kakak! Victoria janji!"

Lia terdiam, lama. Memang sudah sewajarnya seseorang yang mengotori saputangan orang lain untuk mencucinya atau bahkan menggantinya dengan yang baru. Lia juga berpikir, tidak mungkin ia memberikan saputangan yang sudah dipakai orang lain untuk Shrei, meski memang ia sudah menyulamnya khusus untuk Shrei.

Kurasa... memang aku harus menyulam yang baru untuk athair...

"...itu untukmu sajalah... Aku bisa buat yang baru," kata Lia. Ia lalu menatap lagi gadis kecil itu, lalu bertanya, "Kalau boleh tahu, siapa namamu? Kalau aku, namaku Líadan Ní Súilleabháin. Panggil saja Lia."
Back to top Go down
View user profile
Victoria Addison

Victoria Addison

Posts : 23
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 14

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime27th September 2009, 14:00

Lawan bicaranya terdiam cukup lama, Victoria sedikit memiringkan kepalanya ke kanan, bingung akan situasi itu. "Kakak...?" tanyanya dengan suara pelan.

"...itu untukmu sajalah... Aku bisa buat yang baru,"

"Wahh," gadis cilik ini melihat saputangan di tangannya sekali lagi, "Benar untuk Victoria? Victoria belum pernah mendapat saputangan sebagus ini lho," ujarnya kagum, memperhatikan detil yang ada dalam saputangan bersulam itu. Ia menemukan sulaman S.E.H di sana, 'S.E.H. itu apa ya? South East Hungaria kali yaa...'

"Kalau boleh tahu, siapa namamu? Kalau aku, namaku Líadan Ní Súilleabháin. Panggil saja Lia."

"Victoria Addison," ia menjabat tangan Lia, "Terima kasih untuk saputangannya ya Kak," ia tersenyum lebar, pipinya sedikit memerah. Gadis kecil berusia 14 tahun ini kemudian teringat sesuatu yang penting, kalau menerima budi dari orang lain maka budi itu harus dibalas. Victoria mengangguk dalam hati.

"Ah, kakak tunggu di sini sebentar ya! Ya?" pintanya kepada gadis Irlandia yang baru ditemuinya itu dengan wajah serius. Victoria beranjak dari tempatnya, dan segera melesat menuju dapur yang tadi ditinggalkannya. Sesampainya di sana, ia langsung mengambil kantong kue yang mempunyai pita berwarna kuning, yang ia rasa cocok dengan warna rambut Lia. Gadis kecil ini tersenyum sekilas, kemudian berlari lagi menuju tempat di mana Lia menunggu. Oh, membuat orang menunggu lama itu tidak baik, bukan?

"Ini untuk kakak! Victoria membuatnya!" ujarnya sambil memberikan kantong berisi kue-kue kering tersebut pada Lia. Kue untuk Shrei? Victoria bisa membuatnya lagi, yang lebih bagus, enak, dan banyak! Tetapi setelah ini, pertama-tama ia akan mencari pencuri kuenya terlebih dahulu.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime27th September 2009, 17:41

Melihat sisa-sisa makanan yang ditinggalkan oleh seseorang--yang langsung disimpulkannya pasti ditinggalkan oleh Aldebaran--Leon bisa sedikit menyimpulkan bahwa si adik kebanggaan Ariel Archer itu menyukai makanan manis.

Kalau aku bisa memanfaatkan ini...

"Hai, Aldebaran. Perkenalkan, namaku Leonard Chezza, panggil saja Leon. Aku salah satu anak buah kakakmu, salam kenal!" kata Leon sambil tersenyum cerah. Ia lalu merogoh kantong celananya, dan mengeluarkan sekotak kecil cokelat yang tadi sempat didapatkannya saat ia berkunjung ke infirmari untuk meminta obat sakit kepala.

"Kamu suka cokelat? Aku punya sedikit, kalau kamu mau," kata Leon sambil tersenyum ramah dan menyodorkan kotak itu ke depan Aldebaran.

"Nah, sementara itu, Tuan Archer... Apakah Anda punya waktu untuk memeriksa satu-dua dokumen yang harus segera diselesaikan?" tanyanya sambil tetap tersenyum pada Ariel.
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime27th September 2009, 18:58

Entah kenapa, dilihatnya Rigel begitu ramah pada adiknya, Aldebaran. Malah ia memberi cokelat pada Al. Hmm, pasti ada maksud tertentu.

Benar saja, belum lama setelah memberi cokelat, anak buahnya itu menanyakan beberapa dokumen untuk diperiksanya. Ariel mendecakkan lidahnya perlahan.

"Aku tahu itu memang tugasku, Rigel. Tapi ada Al saat ini, dan aku tak mau menyuruhnya pulang begitu saja," ucap Ariel dengan nada mengeluh, "Aku janji akan menyelesaikan semuanya malam ini, dan kau tahu aku tak akan berbohong pada anak buahku sendiri, Rigel."

"Kak, ada apa?"

"Tak apa, Al. Hanya sedikit urusan kerja. Makanlah cokelat pemberian Ri-maksudku Leon," balasnya lembut. Kemudian section leader itu mengelap bibir adik tersayangnya yang belepotan itu dengan saputangannya.

"Kak, aku tak mau merepotkanmu, kembalilah bekerja."

Ariel hanya tersenyum kecil mendengar celotehan adiknya itu. Kemudian mengusap rambut Al dengan lembut sekali lagi.

"Baiklah, Al. Tunggu sebentar kalau begitu, nanti aku antar Al pulang," ucapnya lembut. Namun setelahnya, Ariel memberi tatapan-atau lebih tepatnya melotot- pada Leonard Chezza.


Last edited by Ariel Archer on 28th September 2009, 16:48; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza

Leonard Chezza

Posts : 78
Pemilik : Issei Akira
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime27th September 2009, 19:09

Menanggapi pelototan Ariel, Leon hanya tersenyum semakin lebar. Sepertinya perkiraannya tentang kesukaan Aldebaran, bujukan bocah itu, dan perubahan sikap Ariel benar. Mendengar sepertinya Aldebaran mau dipulangkan saja, Leon jelas tidak bisa membiarkannya begitu saja. Anak lelaki itu adalah aset berharganya untuk memompa kerja Ariel.

"Wah, Tuan Archer... Kurasa Aldebaran tidak harus pulang. Kasihan dia, baru datang sudah dipaksa pulang," kata Leon sambil tersenyum lebar. Ia lalu beralih ke Aldebaran, masih tersenyum lebar.

"Aldebaran, kamu ikut aku saja. Di infirmari ada gadis manis yang senang membagi-bagikan cokelat. Kamu bisa minta cokelat yang banyak padanya," kata Leon sambil tersenyum ramah pada Aldebaran.

Licik? Oh ya, tentu saja...
Back to top Go down
View user profile
Antonio Borghesi

Antonio Borghesi

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 26

[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime28th September 2009, 16:54

Terdengar teriakan histeris dari salah satu bagian dapur, tidak jauh dari lokasi di mana Antonio beserta tim pendukungnya berada. "Ke mana kuenya Victoria?!"

"Opo iki Apa-apaan ini?!" Ia menghembuskan napas dari hidungnya dengan intens, mengepalkan kedua tangannya dengan erat. "Tidak bisa dipercaya! Seorang maling kua berkeliaran di dalam markas kita ini, dan tindakan kriminalnya telah membuahkan dua korban! Oh, mio Dio..." Dengan gesit, lelaki berbadan bidang itu berlari menuju sumber suara kekanak-kanakan itu. Terlihat seorang gadis kecil, yang dikenalnya sebagai pekerja dapur, berbicara dengan Disciple dari General Shreizag.

"Ada apa, Nona Kecil?" tanyanya, namun tampaknya pertanyaannya sudah terjawab Victoria yang meluapkan problemanya ke Liadan. Gadis itu tampaknya lebih tenang setelah diberikan sapu tangan oleh gadis Irlandia itu. Antonio pun mengambil kesempatan untuk mengajukan proposal bekerja sama. "Nona! Saya juga mengalami nasib naas yang sama, karena kue saya juga telah dicuri oleh seseorang yang biadab, tak tahu etika--" Ia menghentikan rentetannya begitu mengingat bahwa yang diajaknya bicara adalah seorang anak yang masih muda.

Raut wajahnya berubah menjadi lebih ramah. Antonio senang berbicara dengan anak-anak, dan ia berusaha melakukannya dengan lembut. "Bagaimana jika kita mencari pelakunya bersama-sama, little lady? Mungkin kita bisa mencoba melacak remah-remahnya... atau... ah, entahlah." Antonio menghela napas. Ia menatap Roman dan Bianca (walau yang ini tidak bisa melihat pandangannya), meminta usul dari kedua lelaki yang bersahabat ini.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[CENTRAL] Triple Delight Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   [CENTRAL] Triple Delight I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Triple Delight
Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com