An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] Winter Nap I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] Winter Nap

Go down 
AuthorMessage
Lioret I. Shirogane

Lioret I. Shirogane

Posts : 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime18th September 2009, 21:01

Timeline: pukul 2 siang, (matahari di atas kepala, tidak panas, dingin, cerah)
Lokasi: Taman




Tarik nafas, hembuskan, tarik lagi, hembuskan lagi..

Sudah tidak terhitung berapa volume udara yang dihirupnya, masuk lewat hidung, tenggorokan, paru-paru. Dimana darah menjalankan tugasnya untuk mengikat oksigen dalam tubuh dan mengeluarkan karbondioksida yang panas. Apa yang terjadi jika kita tidak bernapas? Jawaban yang cukup simpel, mati. Diawali dengan penderitaan di kepala yang tiada tara, sesak nafas, mungkinkah paru-paru ‘meledak’? Siapa yang peduli dengan ajaran guru atau dokter? Toh semua orang akan meninggal dan terlahir lagi sebagai pribadi yang baru.

Tapi tetap saja ia pergi ke taman untuk mencari udara segar yang—menurutnya—tidak akan bisa ia dapatkan jika terus menerus berada dalam markas. Saat itu cerah, awan tidak menampakan wujudnya namun hembusan angin sepoi datang menggantikan, memuaskan keinginan insan yang berada di bawahnya untuk rileks. Tapi matahati siang tetap tidak berkompromi, tetap menjalankan tugasnya dengans inar yang berlebihan—tapi tidak panas. Seandainya ia monyet yang muat untuk satu daun pisang.

Rambutnya yang dipotong berantakan bergerak halus dengan angin, memberikan sensasi geli pada dahinya. Mungkin lain kali ia akan memotong poninya. Lioret merebahkan tubuhnya di atas salju. Dingin. Kenapa musim dingin tidak ada rumput? Punggungnya basah, ia tidak peduli. Wajahnya sudah cukup pucat karena pusing. Apa? Kekurangan oksigen? Mungkin. Kekurangan darah? Alasan macam apa itu.

Sekarang apa yang ia lakukan, dengan kedua tangan menopang kepalanya agar tidak menyentuh salju, sementara safirnya memandang matahari di atas kepala. Tidur?
Back to top Go down
View user profile
Shion R. Herleifursdóttir

Shion R. Herleifursdóttir

Posts : 85
Umur : 23

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 16 y/o

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime18th September 2009, 22:07

Dingin, salju, semua serba putih. Seperti..waktu itu.

Shion berjalan dengan langkah ringan, tersenyum senang dengan lugunya ketika mengetahui jejak yang ia tinggalkan sengaja ia buat sedemikian rupa sehingga terbentuk suatu seni gambar mendadak di atas hamparan salju putih seperti petak kertas bergambar itu. Ada yang berbentuk kelinci, salib, dan lain-lain yang sederhana-sederhana saja, itu semua sudah cukup kan? Kalau yang terlewat susah Shion kan tidak bisa, nanti malah akan menghancurkan karyanya yang lain lagi?

Ah, sekarang bagaimana keadaan ayah angkatnya ya? Ayah angkat? Ya, ayah angkat, kenapa Shion menyebutnya demikian? Karena pria, yang mungkin usanya sekarang sudah tergolong berkepala lima itu adalah seorang penyelamat Shion ketika keluarga Shion diserang oleh para akuma-akuma brengsek itu. Kedua orangtuanya meninggal, dia tidak tahu harus berbuat apa, dan di saat perasaannya sebagai manusia membeku, beliau, Gelvane Crutchlow, dengan tangan hangatnya melelehkan bersih salju di dalam hati Shion.

Dan ya, bagaimana juga dengan Siegfried, putra ayah angkatnya itu? Masih sehatkah dia? Kalau tidak salah ia menjabat sebagai general di cabang Asia kan sekarang? Wah hebatnya, tapi terlalu jauh, padahal Shion ingin sekali dapat menggulung tubuhnya manja di pangkuan pemuda yang sudah dianggapnya sebagai kakak kandungnya. Hum, biasanya Sieg akan memuji Shion setelah mendengarkan nyanyian atau permainan flutenya, tapi kalau disini siapa? Ravel Mestre? Beliau selalu sibuk, Shion tidak bisa menganggu pekerjaannya hanya karena ingin menunjukkan sesuatu yang tidak berarti bagi beliau seperti itu kan?

Coba ada seseorang.

Dan Tuhan mengabulkan permintaannya. Berjalan tidak jauh di taman yang indah tersebut, Shion menangkap sebuah sosok, pemuda beririskan safir yang seingat Shion juga merupakan partner sesama disciple di bagian cabang Eropa di bawah pimpinan langsung Ravel Kohler Mestre. Sedang apa dia disini? Tidur-tiduran seperti itu? Ah, apa sebaiknya Shion menyanyikan lagu atau memainkan flutenya sekarang? Ah, tidak, tidak, sayangnya kali ini Shion tidak membawa alat musiknya tersebut. Dan dia bukan tipe gadis yang sengaja memamerkan sesuatu seperti hal barusan kepada orang lain yang masih berstatuskan 'kurang dekat' dengannya.

Tapi membosankan kalau terus berdiam seperti ini kan? Masih berputar-putar di sekitar pemuda tersebut. Menjaga jarak agar tidak menganggu ketenangan sang empunya safir, menelengkan kepalanya bingung ke arah kiri ketika sebuah ide jahil terlintas di benaknya. Langsung saja ia melaksanakan rencananya tersebut.

"Lio! Buka mulutmu!"

Dan dalam sekejap gumpalan salju yang sengaja ia simpan di tangkupan kedua tangan putih miliknya tanpa berbalutkan sarung tangan atau benda hangat sama sekali menuangkan beberapa bulir gumpalan-gumpalan dingin tersebut tepat di atas wajah sang pemuda yang kebetulan sepertinya sedang menatap tepat ke atas juga, dengan begitu kemungkinan terkena matanya juga besar kan? Shion hanya tertawa senang, tidak merasa bersalah sama sekali atas apa yang dilakukannya.

"Dingin ya? Asyik tidak?"

Menundukkan kepalanya dengan menumpukan tubuh bagian atasnya pada kedua lututnya, Shion menunggu reaksi dari sang partner kerjanya.
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane

Lioret I. Shirogane

Posts : 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime19th September 2009, 07:59

Wine. Ingin wine sekarang. Anggur fermentasi yang mengandung alkohol dan hangat, hangat dan menyenangkan untuk musim dingin, seperti sekarang. Ia dapat merasakan rambut hitamnya menyentuh permukaan salju, basah, dingin, begitu pula dengan mantel-seragamnya. Uap air yang ia hembuskan pun ikut membeku, sementara safirnya masih saja menatap langit di atas kepalanya. Sedetik dua detik matanya menutup dan membuka, berkedip tampak memikirkan sesuatu, padahal ia hanya melamun.

Ahh—ia bosan. Tidak adakah teman seumurannya di cabang Eropa ini yang bisa ia ajak menghabiskan waktu bersama? Shion? Dia perempuan, sayangnya. Menjilat sedikit bibirnya yang kering, fragmen di atasnya belum berubah sama sekali, ternyata. Apa langit memang semalas itu sampai hanya memiliki beberapa wujud saja? Bahkan ia sampai mengharapkan adanya badai atau apapun.

Pluk Pluk!

“Hmph!” Refleks menegakan tubuhnya, mengayunkankan kepalanya agar salju itu jatuh. Astaga, dingin. Lio tidak ingat meminta badai salju on the spot tepat di mukanya. Sialan—siapa yang—

"Dingin ya? Asyik tidak?"


Oh, shit. Masalah baru, hahahaha. Partner kerjanya yang polos dengan pikiran anak kecil—gadis kecil—atau malah iblis, berdiri di sebelahnya. Seulas senyum tergambar di wajah gadis pirang, jahil? Kurang kerjaan atau kau ada dendam dengan Lio? Haiiz, jangan meremehkan, nona muda.

“Dingin, bodoh. Makan ini!” dua buah bola salju meluncur ke arah Shion, sementara di wajahnya sendiri terlukis senyum licik—setan atau jahil?—yang membangkitkan gen cacing kepanasannya.
Back to top Go down
View user profile
Shion R. Herleifursdóttir

Shion R. Herleifursdóttir

Posts : 85
Umur : 23

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 16 y/o

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime19th September 2009, 09:45

Kyahaha, menyenangkan sekali melihat seseorang, mainan baru Shion yang dapat digunakannya untuk mengisi rasa kebosanannya. Dan mainan itu adalah pemuda yang berstatuskan partner kerjanya dalam cabang Eropa ini. Huh, kalau yang namanya General Lilo beserta dengan disciplenya yang bernama Saki jika Shion tidak salah menyebutkan nama keduanya menyebalkan, mereka hanya asyik berdua saja. Yah Shion sendiri tidak peduli pada pasangan berbahagia yang membuat dirinya mau mengeluarkan isi perutnya saat itu juga sih, karena kebetulan bahan hiburan yang dibacanya saat itu terasa lebih menyenangkan.

Dingin. Shion menghembuskan kepulan asap putih nafas yang menandakan bahwa memang udara saat itu sangatlah dingin, kedua tangan putih, hampir senada dengan putihnya salju saat itu ia tangkupkan tepat di depan bibir merah delimanya, berusaha menghembuskan uap panas nafasnya untuk sekadar membuat hangat tangannya yang tidak terbalutkan apa-apa. Shion lupa membawa sarung tangan violet lavendernya tadi. Hu-uh benar-benar ceroboh.

Ah ya, kembali lagi pada Lio. Ayo bermain Lio! Shion sedang berada dalam keadaan sangat bosan saat ini sampai rasanya ingin sekali ia membunuh, mencincang, atau melumat habis para akuma brengsek itu. Tapi tidak mungkin hal itu dilakukannya sekarang pada saat sebuah tugas bertittlekan 'misi' itu tidak mereka dapat kan? Haah, membosankan sekali. Ah iya! Teringat sebuah tempat, battle arena yang disediakan setiap cabang, mungkin nanti Shion pergi ke sana saja ya? Asyik, list untuk mengurangi kebosanan Shion menjadi bertambah sekarang.

Coba Ravel Mestre memberikan sebuah tantangan untuknya. Kau tahu pekerjaan disciple kan? Shion tidak mau repot, tapi dia juga tidak suka jika harus menganggur seperti ini. Plin-plan? Terserah apa katamu, yang pasti jika Shion sudah bosan jangan heran jika kau menjadi sasaran permainannya kali ini. Dan itulah yang terjadi pada pemuda bernamakan Lioret Shirogane itu. Maaf ya, kali ini giliranmu yang harus mengusir rasa kebosanan sang gadis polos, entah dalamnya yang ingin bermain ini.

"Hihi, bagaimana rasanya salju Lio? Menyenangkan ti-kyaa!"

Ucapannya terputus ketika sebuah gumpalan bola salju terlempar tepat mengenai wajahnya, membuatnya tubuh mungilnya terhempas ke belakang dan mendaratkan sukses pantatnya di hamparan salju putih yang ia tapaki. Menggeleng-gelengkan kepalanya untuk membersihkan salju yang menyapu wajahnya tadi. Dasar sial, apa yang dia lakukan pada wajah seorang perempuan?

Iris aquamarinenya menangkap sebuah senyum jahil atau lick? Di wajah sang pemuda. Wah~ternyata Lio mengajak sebuah pertempuran salju sekarang di tempat ini eh? Dengan senang hati akan Shion terima. Tersenyum polos layaknya tidak mengetahui sama sekali maksud di balik senyuman licik itu, Shion langsung mengambil sebuah salju yang berada di dekatnya, membentuk sebuah gumpalan secara diam-diam dan melempar cepat ke arah kepala Lio, dahi lebih tepatnya.

Sedangkan Shion sendiri dengan cepat langsung menegakkan posisi tubuhnya. Sisa salju yang menempel di pakaian maupun rambut pirangnya tidak ia hiraukan, toh nanti akan kotor lagi jika Lio mengirimkan serangan balasan kan? Jadi, Shion sudah siap dengan segala salju bahan senjatanya kali ini, bagaimana denganmu Lio?
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane

Lioret I. Shirogane

Posts : 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime19th September 2009, 11:31

Memang kenapa kalau dia perempuan atau laki-laki? Semua di dunia ini sama saja, kan? Toh spesies mereka berdua sama-sama manusia, dia bukan monyet dan perempuan di depannya bukan kelinci. Diskriminasi? Apa itu? Peduli setan dengan diskriminasi. Masalahnya, mereka semua sama,siapa pula yang menciptakan kata diskriminasi itu. Tapi perbedaan tidak pernah membuatnya bimbang. Perbedaan gender, ras, kemampuan, jabatan, itu Cuma hiasan, menurutnya.

“Adaw!” dan sebuah bola salju mengenai dahinya. Pusing, tahu. Ia bisa merasakan serpihan dingin salju di dahinya. Pertanyaan berapa suhu-nya membuatnya menyingkirkan salju dari dahinya. Matanya bersinar kejam ke arah lawan.

Persetan dengan perbedaan gender, ia membuat bola salju, dengan tanah di dalamnya. Sarung tangan hitamnya berubah kotor—tapi biarlah, nanti bisa dicuci—dan agak basah karena salju. Lagi, Lio melemparkannya, dengan keras, berharap agar serpih tanah berhamburan saat membentur target. Tidak sopan terhadap wanita? Biar saja.

“Aku tidak peduli kamu ini perempuan atau bukan,” katanya pelan, seraya melemparkan bola salju-tanah kedua, ketiga, yang ditargetkan ke tubuh Shion.

Hwahahahahaha. Rasakan.
Back to top Go down
View user profile
Shion R. Herleifursdóttir

Shion R. Herleifursdóttir

Posts : 85
Umur : 23

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 16 y/o

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime19th September 2009, 13:34

Ya, ya Shion sudah tahu umurnya yang sekarang tergolong tidak cocok lagi untuk melakukan hal kekanak-kanakkan seperti itu. Tapi toh masih banyak orang yang melakukan hal yang bahkan lebih kekakanak-kanakkan daripada dia kan? Seperti..contohnya pemuda di hadapannya yang lebih tua 2 tahun darinya ini?

Jadi tidak masalah kan?

Haha, tentu saja jawabannya 'ya'. Tidak ada yang bisa menghentikan Shion juga jika dia sudah berkeinginan untuk mendapatkan sesuatu, dan tidak ada yang boleh sayangnya. Berlari lincah kian kemari, masih menunggu lontaran balasan yang akan diberikan oleh pemuda di hadapannya. Tawa polos layaknya anak kecil masih ia lukiskan di wajahnya. Benaknya dipenuhi pertanyaan 'kira-kira apa yang akan diperbuat oleh Lio selanjutnya?'

Dan hal itu membuatnya bertekad untuk memasang tanda kewaspadaan di dalam dirinya, walau dia, jujur saja sama sekali tidak takut akan serangan atau apapun yang berhubungan dengan balasan dari si iris safir. Yeah, jika ia mengajak bertempur siapa takut? Mungkin Shion memang lebih lemah daripadamu, ah tidak, Shion tidak boleh berpikiran seperti itu. Kalau terjadi sugguhan kan bisa gawat. Lagipula kekuatan mereka kan sama? Hanya mungkin berbeda di bagian tertentu.

Dan gender tidak akan menutupi kemungkinan bahwa Shion masih tetap dapat menang dari ras sesama manusia di hadapannya yang adalah laki-laki kan? Hei, jaman sudah tidak cocok lagi untuk menganut kepercayaan tradisi kuno tidak berguna mengenai bagaimana perempuan harus takluk pada laki-laki kan? Persetan dengan semua itu. Mengapa harus menundukkan kepalamu di bawah kuasa makhluk berjenis kelamin laki-laki jika kau bisa melakukan hal lebih baik daripadanya?

Bukankah mereka sama-sama manusia?

Tertawa senang ketika gumpalan salju yang ia lemparkan tepat mengenai dahi, wajah pemuda itu. Rasakan itu, berani sekali kau melemparkan sebuah salju bekas terinjak oleh banyak orang ini untuk sebuah wajah berharga perempuan? Dan dugannya barusan dipatahkan ketika sebuah bunyi datang ke arahnya.

PLOK!

Huh? Noda coklat apa di bagian depan dada pakaiannya saat ini?

Menggelengkan kepalanya bingung. Kedua tangan ia gerakkan untuk menyelidiki suatu tanda ganjil di depan pakaiannya. Ah, jangan-jangan Lio melempar serangan salju beserta dengan tanah? Hihi, menarik sekali, kau benar-benar pemuda yang sekarang sudah termasuk black list Shion dengan senang hati Lioret Shirogane. Dan sekarang serangan kedua dan ketiga dilontarkan kembali oleh pemuda kurang ajar itu.

Berusaha menghindari lemparan kedua dan ketiga yang dilontarkan, berhasil memang, tapi ada sebagian salju yang tepat mengenai beberapa helai rambutnya ketika sedang bergerak cepat untuk melesetkan serangan itu. Terdiam mengamati rambut pirang berkilaunya tertimpa sinar matahari. Kotor, hu-uh Shion jadi harus membersihkan diri berkali-kali lipat untuk membersihkan noda itu nanti.

"Wah, Lio curang ya, melempar dengan tanah, ti-dak bo-leh be-gi-tu"

Masih dengan sabit kecil terpatri di wajahnya, namun kali ini lebih terlihat licik, Shion mengambil beberapa salju beserta tanah sama seperti yang dilakukan pemuda sialan itu barusan dan melemparkan sekitar tiga hingga empat kali ke arah wajah, dada, tangan dna kaki. Lumayan juga untuk meninggalkan sebuah bercak coklat manis di pakaian milikmu sama seperti kau meninggalkan jejak di pakaian milik Shion beserta rambutnya kan?
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane

Lioret I. Shirogane

Posts : 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime20th September 2009, 16:05

Plok! PloK!

Dua bola salju mengenai wajahnya, dan satu lagi di tangannya. Dan lagi-lagi sarafnya menangkap rangsang dingin dan basah menyentuh kulitnya. Ia menggertakan gigi, berusaha menghindari serangan terakhir yang akan diarahkan padanya dengan akurasi yang tepat seperti lemparan sebelumnya. Mereka sama-sama memiliki innocence tipe jarak jauh dan akurasi Shion mendapat nilai plus di matanya.

Ia mulai mendekati gadis itu, bermaksud membalas sebelum bola salju yang lain dilemparkan. Tangannya memegang sebuah bola salju yang ia set dengan batu kerikil di dalamnya. Ah, ia jadi teringat perang salju saat ia masih kecil—sadis, laba-laba dalam salju, coba?—usianya delapan belas tahun sekarang dan tidak pantas melakukan hal seperti ini lagi, eh?

Sebuah bola salju kembali dilemparkan , kal ini kea rah dadanya, tapi ia siap menghindar. Tangannya terangkat untuk melemparkan bola salju lainnya, tepat di wajah perempuan itu—padahal isinya batu—

PLOK! DUK!

“Mmph!” ringisnya pelan. Tsk. Lagi-lagi batu kerikil. Rasanya banyak sekali batu kerikil yang bertebaran di musim dingin tahun ini, misalnya kemarin, dua batu kerikil pembawa petaka yang membuatnya merasa berdosa hingga sekarang. Lio membuka matanya, gelap di depannya, hanya dua aquamarine yang bertemu langsung dengan safir kehijauan miliknya. Fragmen lembut terasa di bibirnya; hangat, agak basah. Tangan dan lututnya nya dingin tepat di atas salju menopang tubuhnya yang terjatuh.

Terdiam—tidak tahu harus melakukan apa.
Back to top Go down
View user profile
Shion R. Herleifursdóttir

Shion R. Herleifursdóttir

Posts : 85
Umur : 23

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 16 y/o

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime20th September 2009, 16:38

Lioret jelek! Pakaiannya jadi kotor seperti ini, memangnya kau mau mencucikannya?! Iris aquamarinenya masih ia fokuskan sesekali pada pakaian bagian depan, dada lebih tepatnya dan sesekali juga mengambil helai rambut dimana kotoran berwarna coklat menjijikkan itu berada. Shion suka bermain tapi benci menjadi kotor, oh yeah, anak gadis yang merepotkan. Biasanya tipikal seperti ini dulunya pasti adalah seorang nona di keluarga makmur, tapi tidak, sayangnya Shion hanyalah putri dari sebuah keluarga biasa, dan sifatnya dulu juga tidak seperti ini.

Tidak percaya? Haha, silakan tertawa sepuasmu jika melihat keadaan sifatnya yang sekarang ini.

Tapi itu semua kan bukan salahnya kan? Bukankah akuma-akuma itu yang salah karena datang tiba-tiba, menghancurkan rumahnya dan membunuh kedua orangtuanya? Bahkan mereka meninggalkan sebuah oleh-oleh manis berupa kebekuan hatinya akibat peristiwa tersebut, dan pergantian sifatnya menjadi diri yang lain, seakan memiliki kepribadian ganda dimana yang satunya sangat berbahaya bak iblis dalam kotak pandora, sedangkan yang lain suci polos bak malaikat.

Dua pribadi yang bertentangan.

Tapi siapa peduli juga soal itu? Yang penting harus dilakukannya sekarang hanyalah membuat seluruh tubuh pemuda itu berbalutkan selimut coklat sehingga pakaian miliknya tidak akan pernah bisa tercuci dengan sekian banyaknya noda oleh-oleh balasan dari sang gadis berkewarganegaraan Irlandia ini.

Bagus. Dua bola salju yang ia lemparkan beserta tanah sama seperti yang dilakukan pemuda itu padanya tepat mengenai wajah dan tangan pemuda tersebut. Sayangnya lemparan ketiga tidak mengenainya, padahal Shion akan senang sekali melihat semua noda tersebut bertengger keras kepala pada si empunya pakaian. Ekspresi polos nan lugu masih ia tunjukkan, seakan-akan tidak merasa bersalah sama sekali pada apa yang dilakukannya barusan.

"Menyenangkan ya Lio! Wah, Lio mendekat, hihi, Shion jadi takut"

Tertawa layaknya anak kecil, maniknya menangkap sosok pemuda itu semakin mengurangi jarak di antara mereka berdua, terlihat bahwa di tangannya terdapat segenggam bola salju, ahaha Shion benar-benar ketakutan sekarang nih. Bohong ding, untuk apa dia takut atas gertakan pemuda itu, bergerak mundur lincah dengan lidah terjulur keluar, mengejek Lio.

Tangan pemuda itu nampak terangkat, siap untuk melemparkan gumpalan putih mencurigakan karena entah apa yang ada di dalamnya, ketika sebuah fragmen, pergerakan yang seakan berjalan secara lambat, terungkap, atau tercermin di iris aquamarinenya melayang jatuh. Menangkap pemandangan langit yang seolah-olah bergerak turun, akhirnya menghadap sepasang safir, eh safir? Bukan warna merah bercampur orange matahari?

Sayangnya bukan karena ternyata pemuda tersebut tersandung batu kerikil, ceroboh sekali dan melayang jatuh menimpa tubuh Shion. Hei tubuh Shion kan lebih kecil darimu! Bukan hanya itu saja, point pentingnya adalah sebuah sensasi, rasa hangat namun lembut terasa sekarang di bibirnya. Dan payahnya, pemuda itu masih terdiam padahal jelas-jelas posisi itu membuat mereka sedang saling menempelkan bibirnya satu sama lain sekarang.

Shion hanya dapat terdiam sesaat, berusaha menelaah situasi yang ada dengan cepat. Tubuh Lio di aatsnya sangat berat, posisi Shion saat ini tidak memungkinkannya untuk mendorong tubuh pemilik safir payah yang masih terdiam saja itu. Sementara itu nafasnya mulai terasa berat, hidungnya serasa tersumbat, ternyata inikah yang namanya ciuman? Shion pernah mendengar beberapa dari orang lain tapi tidak pernah menyangkan bahwa itu adalah sebuah penderitaan tidak dapat bernafas selama bibir yang lain masih menempel di bibirmu.

"Umph..mmph!"

Kedua tangan bergerak membentuk sebuah gestur untuk berusaha mendorong tubuh di aatasnya, sedangkan kakinya bergreak liar dengan susah payah di sela-sela kaki Lio yang menopang tubuh pemuda itu sendiri.

Cepat bangun bodoh! Ah, apa yang harus dilakukannya sekarang? Wajahnya mulai merona merah, entah karena kejadian ciuman pertamanya itu atau karena pernafasannya yang mulai tersendak-sendak. Apa boleh buat, terpaksa, Shion menggerakkan lidah miliknya, berusaha menggelitiki lidah di dalam bibir pemilik di atasnya. Paling tidak dengan begitu rasa geli pasti ada dan Lio pasti akan bergerak.

Tidak tahu jika Lio malah menikmati balas dendam secara tidak langsungnya itu (karena jujur saja Shion merasa menderita) dan memilih untuk tetap melanjutkan acara ciuman hangat tersebut.
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane

Lioret I. Shirogane

Posts : 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime20th September 2009, 17:24

((OOC: *gampar* PMnya =w=;; ))




La guerre a pris fin, hein?

Paling tidak ia berharap, agar tidak ada lagi rasa dingin dan basah yang menempeli kulitnya. Beban di kepalanya tidak kunjung lepas. Mungkinkah wajahnya memerah sekarang atau justru memucat? Dua kemungkinan yang sama-sama buruk. What a bad day. Seandainya ia dapat membalikan waktu, ia akan memilih untuk tidak kembali ke taman terkutuk ini, dengan batu kerikil yang berserakan secara tidak logis. Rasanya semua kejadian buruk disebabkan oleh batu kerikil.

Kembali ke alam nyata, dimana gadis bodoh itu—Shion—malah membalas ciuman-tidak-disengaja-nya. Kau tahu apa maksud dari balasanmu itu, nona—French Kiss? Bodoh. Tidak sayang diri, hah? Ia bukan seorang gentleman, bukan seorang pemuda yang baik hati, tapi ia tidak ingin disalahkan dengan membalas ciuman yang ia sebabkan.

Dengan satu sentakan keras di atas salju, ia menegakan tubuhnya. Menegang. Tangan kanannya refleks menutup mulut. Ia berdiri, berpaling ke arah lain. Sementara salju mulai turun dan ia bingung harus berkata apa. “Maaf,” hanya kata itulah yang bisa ia ungkapkan sekarang.
Back to top Go down
View user profile
Shion R. Herleifursdóttir

Shion R. Herleifursdóttir

Posts : 85
Umur : 23

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 16 y/o

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime20th September 2009, 18:29

Cepat, cepat! Lama sekali sih?! Arrgh! Shion tidak bisa bernafas! Tidak peduli lagi mau dibilang apa kek, membalas ciuman dengan balasan lidah menempel dengan lidah seperti itu memang sudah sepantasnya tidak dilakukan oleh seorang derajat perempuan sepertinya. Murahan katanya, enak saja Shion murahan, memangnya Shion barang, kalau bukan karena situasi begini juga Shion tidak akan pernah melakukannya tahu!

Walau kedua orangtuanya sudah meninggal, masih ada ayah angkat, Gelvane yang mengajarinya tentang tata krama, pelajaran-pelajaran dasar dan yang lainnya, bahkan tentang menjaga kesucian seorang perawan sepertinya. Jadi bukan berarti Shion tidak tahu sama sekali mengenai tindakan yang bernilai tidak sopan barusan. Tapi seperti katanya tadi toh, yang penting sekarang hanyalah bernafas, dan untuk bernafas orang akan melakukan segala sesuatunya.

Tidak bernafas sama dengan mati.

Dan Shion tidak mau mengakhiri nyawanya sekarang. Masih banyak yang ingin dilakukannya tahu! Jadi, Lioret bodoh bisakah kau seee..dikit menggeser tubuhmu sehingga Shion bisa berhenti membuat dadanya tersengal-sengal kekurangan udara dan wajahnya memerah berkeringat putus asa seperti ini?

Akhirnya.

Satu gerakan tubuh di atasnya, dan sudah cukup untuk membuat Shion seketika juga mengambil posisi duduk, tapi lalu oleng ke samping kanan karena dampak pusing yang masih ia rasakan akibat kejadian tadi. Kau tahu kan jika oksigen tidak mencapai otak maka dalam waktu beberapa detik saja kau akan mengalami sebuah kepeningan memabukkan di bagian atas dahimu?

Dan itulah yang terjadi padanya sekarang.

"Uhuk! Uhuk! Haah.."

Kelihatan berlebihan melihat sang pasangan yang melakukan hal yang sama dengannya tidak terlihat menderita seperti Shion sama sekali. Tapi mungkin saja itu semua dikarenakan pemuda itu sudah pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya pada gadis lain. Kalau Shion kan baru pertama kali, dan dia termasuk golongan orang yang tidak tahu caranya mengatur nafas dengan baik jika sudah dalam keadaan seperti itu.

Kata maaf terlontar keluar dari mulut Lio yang tampak menutup mulutnya dengan tangan kanannya sekarang dan menghadapkan wajahnya ke arah lain. Sementara Shion hanya bisa melihat hal tersebut di antara sela-sela rambut pirang panjangnya akibat masih sibuk dengan kegiatan mengatur nafasnya. Tangan kanan ia gunakan untuk menopang bagian tubuh atasnya sedangkan tangan bagian kiri terpegang di depan dadanya.

"Kau-membuatku-tidak-bisa-bernafas, Lio.."

Agak baikan, kepalanya masih meninggalkan jejak pening. Dan dia tidak tahu harus berbuat atau berkata apa lagi sekarang. Salju mulai turun, uh, ingin sekali meledak marah tapi merasa sedikit tergerak dengan situasi yang ada. Ah ya, baru saja ciuman pertamanya diambil, dan Lio malah hanya bisa berdiam sekarang. Apa yang harus dilakukannya juga? Terdiam terus dengan posisi seperti itu?

PESH!

Heh? Perasaan apa ini? Wajahnya seakan-akan siap meleleh sekarang karena rona merah semerah tomat yang dalam keadaan sangat matang di pohonnya. Ke-kenapa ini? Shion tidak pernah merasakan hal seperti ini, sial, dia benci hal ini! Kalau Lio mengetahui hal ini, bisa-bisa Shion akan diejeknya anak kecil karena baru ciuman seperti itu saja, hatinya sekarang terasa panas, entah berdebar-debar karena alasan apa.
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane

Lioret I. Shirogane

Posts : 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime21st September 2009, 15:51

Siapa bilang ia pernah melakukannya? Bohong. Yang ia lakukan adalah mengatur pernapasannya dengan baik karena ia terbiasa berada dalam ruangan dengan sedikit oksigen—jangan salah paham. Bahkan ia lebih suka mengarungi samudera pasifik tanpa bernapas sedikitpun daripada dikira berpengalaman dalam berciuman. Mau ditaruh dimana mukanya nanti?

Dan ia tidak akan memiliki muka lagi untuk bertemu dengan gadis itu, setelah mencuri—mungkin—ciuman pertamanya. Sebagai seorang laki-laki yang —walaupun tidak tahu aturan—bertanggung jawab. Berikutnya apa? Apa Shion akan menangis setelah diperlakukan seperti itu, atau berlaku biasa saja kepadanya seolah tidak terjadi apa-apa—yang manapun ia tidak mau. Seandainya ia bisa membalikan waktu.

Sekilas dari sudut matanya, ia melirik Shion, penasaran akan reaksi gadis itu. Ia tidak pernah berharap untuk membuatnya menangis atau tertawa karena semua itu bukan haknya. Dan ia melihat wajah gadis itu memerah, dengan tangan kiri membeku di depan dada. Mau tidak mau ia harus mendekat, karena semua hal yang terjadi disebabkan olehnya, bukan?

Tangannya kembali terjulur, menyikap tirai pirang agar dapat meraih kulit di belakangnya. Sementara telapak tangannya menyentuh dahi gadis yang memerah itu, dalam kebimbangan. “Kau demam, Shion?” tanyanya dengan nada yang cukup khawatir. Tunggu—memangnya ada orang yang demam setelah ‘dicium’?

((OOC: sori aneh, webe =)) ))
Back to top Go down
View user profile
Shion R. Herleifursdóttir

Shion R. Herleifursdóttir

Posts : 85
Umur : 23

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 16 y/o

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime25th September 2009, 12:24

Berhentilah! Berhenti, sekarang juga!

Mengapa rona merah di wajahnya tidak juga kunjung hilang? Dan kenapa pula dengan jantungnya yang terasa berdetak lebih cepat dari biasanya? Apa semua itu dikarenakan hawa dingin yang menusuk tulang untuk bagian rona merah wajah dan olahraga ringan melempar bola salju untuk bagian detak jantung teras alebih cepat? Sepertinya agak tidak masuk akal Shion. Kau pintar, tentunya bisa memikirkan kemungkinan lain di balik semua gejala tersebut kan?

Tapi sekarang tidak.

Entah kenapa kepalanya terasa kosong, bahkan pernafasannya yang sudah kembali normal tidak membuatnya mengindahkan berat tubuhnya untuk memposisikan dirinya kembali berdiri seperti semula. Sementara itu suasana semakin terasa mencekam dengan keheningan yang terus-menerus itu. Ayolah, ini bukan kota mati kan? Tidak adakah salah seorang di antara mereka berdua yang berinisiatif duluan untuk memulai pembicaraan kembali?

Sepertinya tidak.

Shion sudah kehabisan akal, tidak tahu lagi harus berbuat dan berkata seperti apa. Kejadian kali ini benar-benar membuatnya bingung, sisi jahatnya yang lain tidak bereaksi sama sekali, mungkin juga turut menelaah situasi yang ada? Pikir, pikir, bukankah otak memang sudah sengaja diciptakan yang maha kuasa untuk berpikir? Bukan untuk dibiarkan diam berkarat layaknya onggokan besi.

Setelah ini ia harus bersikap apalagi pada pemuda yang bertugas di cabang yang sama, dengan general yang sama pula, yang itu juga berarti sama saja dengan tidak tertutup kemungkinan mereka akan tetap dapat bertemu dengan keadaan sering? Demi Hades, dewa rang mati, sebaiknya kau cabut saja nyawa Shion sekarang daripada harus bersikap malu seperti ini lagi nantinya.

Tapi tidak, masa hanya karena suatu kecelakaan Shion harus mengakhiri nyawanya? Alasan konyok macam apapula itu? Masih terdiam di posisinya ketika sebuah tangan yang tidak berbalutkan penghangat sama sepertinya menyingkap beberapa helai pirang miliknya untuk menyentuh kulit kepala Shion yang tertutup sebagian poni berukuran sama namun tidak begitu rata.

Demam? Ah ya! Mungkin itu salah satu alasan mengapa wajah Shion sangat memerah dan detak jantungnya terasa bekerja lebih cepat. Terimakasih Tuan Lio yang baik hati sehingga Shion tidak usah memikirkan macam-macam lagi sekarang. Tapi tetap saja, perasaan aneh seketika menyelimutinya ketika tangan yang lebih besar dibandingkan miliknya itu menyentuh kulit putihnya.

"U..a..kh! A-aku tidak apa-apa, dasar Lio bodoh!"

Seketika itu juga Shion berdiri menegakkan tubuhnya. Tanpa menunggu reaksi atau sahutan jawaban dari sang pemuda bermargakan Shirogane itu, Shion langsung melangkahkan kakinya cepat meninggalkan tempat tersebut. Bandul salib, bentuk innocentnya mengeluarkan bunyi khas layaknya lonceng mengikuti pergerakan sang empunya yang masih berlari hingga sosoknya tidak terlihat lagi di kejauhan.

Hari yang bagaikan mimpi buruk..

[OUT]
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane

Lioret I. Shirogane

Posts : 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime27th September 2009, 15:58

It’s so, so, a whatever

Semua yang ia lakukan hari ini seakan dunia akan kiamat. Baginya, ia berharap. Pertama kalinya ia berlaku seperti itu dan ia tahu persis apa resikonya. Matanya mengikuti gerakan tubuh sang gadis yang tampak tersentak saat tangannya menyentuh dahi yang memerah. Ia bisa menangkap iris sang gadis yang membesr, kaget, atau frustasi?

Ia menghela nafas panjang. Yang terjadi beberapa menit tadi sudah berlalu dan yang tersisa hanya penyesalan. Lio menegakan tubuhnya sementara kelerengnya mengikuti arah Shion pergi, diiringi gemericing bening salib-salibnya. Sementara salju mulai turun, hawa bertambah dingin dan ia hanya bisa terpaku.

Apa yang akan ia lakukan? Berbicara pada master-nya? Ha! Lucu. Terlalu lucu. Tapi—memang tidak ada opsi lain, sepertinya. Pusing? Ya. Ingin mati? Ah, berlebihan. Dan setidaknya pikiran-pikiran negatif itu yang menghantui Lio dalam perjalanan—

—menuju tempat Master-nya.

[OUT]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[CENTRAL] Winter Nap Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Winter Nap   [CENTRAL] Winter Nap I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Winter Nap
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» ♛ Winter Formal Royalty Nominations ♛
» On a Cold Winter Day
» Glacier, God of Snow and Winter

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com