An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [AMERICA] Hard Cold Battle

Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: [AMERICA] Hard Cold Battle   26th September 2009, 12:03

Note : judul ngedit dikit dari theme song Giraile.. *dibekep* Latihan pertarungan habis-habisan, bebas siapa lawan siapa, sistem battle royale (last man stand). Diharapkan semua Exorcist ikut dalam topic ini (tapi kalau General, errr... harap kurangi kekuatan Anda *shot*)

Menggunakan sistem dice seperti di Wanna Play Snow Ball?, dengan sedikit modifikasi; Kalau GENAP artinya serangan kena (tidak harus telak), kalau GANJIL artinya serangan dihindari. Tetapi kalau mendapat angka 6 (ENAM), serangan kena telak.

Time : jam 2 siang, habis makan siang. Beberapa hari setelah A New Beginning




Siang itu, Dai Fong merasa jauh lebih sehat daripada hari-hari sebelumnya. Entah karena cuaca memang lebih cerah hari itu, atau karena mood-nya sedang baik hari itu, ia merasa tidak terlalu kedinginan seperti sebelumnya. Ah, karena ia sudah mendapatkan beberapa teman baru kah? Dai Fong juga tidak mengerti. Ia hanya merasa lebih nyaman sekarang.

Tapi tentu saja, suhu musim dingin tetaplah dingin (namanya juga musim dingin). Ia teringat waktu beberapa hari sebelumnya, ia sempat berjalan-jalan, dan tubuhnya terasa lebih hangat. Jadi khusus hari itu, Dai Fong berpikir untuk melatih dirinya di arena latihan.

Ia menarik nafas dalam, lalu mencabut kipas kertasnya dari ikat pinggangnya. Perlahan, ia mulai bergerak mengikuti irama nafasnya, melakukan gerakan-gerakan bela diri yang sekilas tampak seperti sebuah tarian. Ia tidak begitu merasa malu berlatih gerakan-gerakan 'gemulai' seperti itu, karena toh tidak ada orang lain di tempat itu selain dirinya. Lagipula, siapa sih yang mau berlatih di hari sedingin itu?

Tapi ternyata dugaannya salah. Ia merasakan kehadiran seseorang (atau beberapa orang?) lainnya yang baru masuk ke dalam ruangan tersebut. Secara refleks, ia mengaktifkan Innocence-nya, membuat kipas kertasnya yang rapuh menjadi sebuah kipas baja raksasa. Ia memposisikan dirinya dalam posisi siap bertarung, dengan tubuh yang agak ditundukkan dan kipas yang digenggamnya erat dengan kedua tangannya di sisi kiri tubuhnya.

Ia tidak bermaksud mengintimidasi siapapun yang masuk. Tapi, siapa tahu orang yang masuk itu mau sparring dengannya. Siapa tahu, 'kan?
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude

avatar

Posts : 56
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   27th September 2009, 19:20

Tanpa maksud tertentu, Gray Levantine Claude pergi ke tempat berlatih. Tidak, kali ini dia tidak tersesat, tempat ini sudah dihafalnya semenjak pertama pindah ke cabang Amerika. Tak ada ruginya ke tempat ini, siapa tahu ada yang mau berlatih dengannya.

Benar dugaannya, Gray melihat rekan exorcistnya, Tek Dai Fong, sedang melakukan gerakan dasar bela diri. Hmm, bagaimana kalau mereka...berlatih bersama?

"Dai Fong! Gerakan yang bagus~" sapanya ramah. Hmm, kemudian pria itu mengaktifkan innocencenya begitu saja.

"Bagaimana kalau kita sparring sedikit?" tanyanya sambil tersenyum lebar. Pemuda bermata heterochromia itu melepas sepatu botnya, membiarkan kaki yang dililit kain semacam perban itu terbuka.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   9th October 2009, 18:13

Ternyata, orang yang baru datang itu adalah Gray. Dai Fong menghela nafas, yang entah sejak kapan ditahannya. Ia tidak tahu, warisan dari siapa sikap was-wasnya itu. Tapi kalau ia pikir-pikir lagi, sepertinya sifat itu diwariskan oleh ayahnya sendiri, yang memang sangat sering terlihat was-was. Yah, apa mau dikata, setengah darah ayahnya masih mengalir di nadinya.

"Oh, ternyata kamu, Gray..." sapa Dai Fong sambil merilekskan kembali otot-ototnya yang sempat menegang. Tadinya ia juga mau menonaktifkan Innocence-nya, tapi ternyata Gray malah mengajaknya sparring. Dai Fong terdiam sejenak. Sudah cukup lama sejak terakhir kali ia sparring melawan seseorang. Biasanya, ia berlatih melawan boneka-boneka kayu yang tersedia di sana.

"Boleh-boleh saja," jawab Dai Fong sambil mengubah posisi kipas bajanya menjadi posisi bertahan. Hei, ia masih ingat dengan jelas tata cara pertarungan yang benar; kalau kau tidak tahu kekuatan lawanmu, bertahanlah dulu untuk mempelajarinya, baru siapkan taktik untuk membalas.
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude

avatar

Posts : 56
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   3rd November 2009, 16:49

Gray mengalihkan pandangan ke sekelilingnya. Apa masih ada orang yang mau ikut sparring dengannya dan Dai Fong saat ini? Jawabannya, yah mungkin orang sedang malas-malasan menghadapi cuaca dingin. Belum ada seorangpun di arena. Yosh, kalau memang tidak ada ya berarti hanya satu lawan satu saja. Yang penting, Gray bisa melemaskan otot ototnya yang sedikit kaku.

"Aku mulai ya, Dai Fong!" serunya bersemangat seperti biasa.

Gray kemudian mengaktifkan Slepnir, innocence miliknya yang terletak di kaki. Tak lama aliran listrik mulai mengaliri daerah dekat kakinya.

Satu, Lightning Footsteps


Dengan gerakan cepat, Gray melaju mendekati Dai Fong. Kemudian pemuda bermata heterochromia itu melakukan serangan dengan kaki dengan sekuat tenaga. Entah kena atau tidak.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   3rd November 2009, 17:08

Hari itu, Dai Fong mendapatkan 3 pelajaran sekaligus. Pertama, selalu cari tahu dulu tentang kemampuan lawan sebelum menerima ajakan sparring. Kedua, ingat-ingat bahwa kipas baja itu berat sehingga kurang efektif dalam menghadapi serangan kilat dalam jarak dekat. Ketiga, dilarang bengong saat pertarungan sedang dimulai.

Dai Fong belum pernah melawan Gray sebelumnya. Ia juga belum pernah melihat pemuda itu bertarung. Innocence-nya seperti apa pun ia tidak tahu. Tapi dengan entengnya ia menerima ajakan sparring dari pemuda itu. Itulah kesalahan pertamanya.

Dan karena Dai Fong tidak tahu apa-apa tentang kemampuan Gray, ia sama sekali tidak memperhitungkan kecepatan pemuda itu yang--menurut Dai Fong--luar biasa cepat. Ia bahkan tidak sempat menggerakkan kipas bajanya untuk menahan serangan, ataupun menghindari serangan tersebut.

Kesalahan selanjutnya dari pria Cina ini adalah, pikirannya sempat melayang sejenak memikirkan 'kira-kira malam ini mau makan apa ya' saat Gray memulai serangannya. Dan itu adalah kesalahan paling fatal. Buktinya saja, serangan pemuda itu telak mengenai perutnya, meski ia tidak berpindah jauh dari tempatnya berdiri tadi karena ia berpegangan erat pada kipas bajanya. Rasa nyeri dan mual langsung ia rasakan. Bagaimana tidak? Ia baru saja makan siang 10 menit yang lalu, dan sekarang perutnya sudah kena tendangan yang cukup keras.

Ukh... spesialis jarak dekat, rupanya. Aku harus ambil jarak segera...

Sambil menahan rasa sakitnya, Dai Fong menginaktifkan Innocence-nya, lalu melompat mundur untuk menciptakan jarak antara dirinya dengan Gray. Setelah ia mundur sejauh 3 meter, ia langsung mengaktifkan kembali Papillon dan langsung mengayunkannya dengan keras.

Kamaitachi!

Aliran udara di antara dirinya dan Gray langsung berubah. Sayatan-sayatan dangkal muncul di lantai di antara kedua pemuda itu. Sekarang yang ia bisa lakukan adalah bersiap untuk melakukan serangan selanjutnya seandainya serangan pertamanya itu tidak kena.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude

avatar

Posts : 56
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   3rd November 2009, 17:21

Hup, serangan pemuda heterochromia itu telak mengenai perut pria asal China di depannya. Lucky~ Serangan pertama itu sangat penting hukumnya bagi para petarung jarak dekat. Jika serangan pertama kena, (semoga saja) akan ada keuntungan yang ia dapat dari lawan tandingnya itu.

Tampaknya Dai Fong tak tinggal diam setelah diserang. Pria itu mengeluarkan jurus angin dari kipas bajanya yang cukup besar itu. He, rupanya Dai Fong adalah petarung jarak jauh. Kuncinya ia sudah tahu sekarang, jangan terlalu jauh dari lawan dan tekan serangannya!

"Hup," ucapnya saat menghindari serangan Kamaitachi yang tampaknya akan mengerikan kalau kena itu.

Kali ini ia akan menyerang dengan tangannya saja, biarkan kakinya beristirahat sebentar setelah melakukan swift attack tadi. Toh, ia tidak pilih pilih dalam hal melawan pasangan sparringnya.

Tangan kirinyanya memegang kipas baja Dai Fong, sedikit mendorongnya untuk mendapatkan celah dan tangan kanannya menyikut bagian ulu hati milik pria asal China itu.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   5th November 2009, 21:24

Serangannya itu bisa dihindari dengan luwesnya oleh pemuda heterochromia itu. Sepertinya kecepatannya itu memang menjadi keuntungan terbesarnya... sekaligus kelemahan terbesar pria Cina ini. Dilogika saja, mana bisa ia bergerak cepat dengan kipas baja sebesar dan seberat itu? Bolak-balik mengaktifkan dan menginaktifkan Innocence-nya juga makan tenaga dan waktu, padahal ia tidak punya waktu untuk itu.

Gray kembali menyerangnya, kali ini dengan tangannya. Saat pemuda itu menyentuh kipas bajanya, Dai Fong merasa itulah saat yang tepat untuk menjatuhkan Gray sekaligus menghantamnya dengan kipas tersebut, tapi...

NYUUTT!!

...rasa nyeri di perutnya saat ia hendak membanting kipasnya membuatnya meringis. Perhatiannya teralih oleh rasa sakit yang ia rasakan. Dan sekali lagi, karena perhatiannya teralihkan, ia hampir tidak menyadari serangan yang dilayangkan Gray. Tapi kata 'hampir' itu tidak berarti apa-apa kalau ia tidak bisa menghindarinya juga.

Akhirnya, satu pukulan lagi mengenai... rusuknya. Ia menunduk sedikit untuk mengurangi cedera lanjutan di perutnya, tapi sekarang ia menyesal karena nafasnya jadi terasa berat. Ia hanya bisa berdoa semoga tidak ada rusuknya yang patah.

Kalau pertarungan jarak dekat begini, Papillon dalam bentuk aktif tidak akan berguna... Percuma kuaktifkan kalau benda itu hanya memperlambat gerakanku!

Dengan satu gerakan cepat, ia kembali menginaktifkan Papillon dan menyelipkannya di sabuknya. Ia memasang kuda-kuda menyerang. Ia menunduk sedikit, lalu mengayunkan sikutnya ke arah rahang bawah Gray dengan gerakan yang cepat dan keras.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude

avatar

Posts : 56
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   6th November 2009, 14:54

Rupanya taktik menyikutnya bersahil mengenai bagian ulu hati mlik rekan exorcistnya itu. Setelah mengembalikan konsentrasinya, tampaknya Dai Fong menon-aktifkan innocencenya yang berbentuk kipas baja. Ngh, apa yang akan ia lakukan ya. Gray tidak tahu menahu tentang kemampuan bertarung milik Dai Fong. Latihan tarung bersama seperti ini saja baru pertama kalinya.

Gray mundur sedikit untuk mengambil jarak dan ancang-ancang untuk kembali menyerang. Namun gerakan Dai Fong yang cepat lolos dari pandangannya, hingga akhirnya pria lawan tandingnya itu berhasil menyerang bagian dagu Gray.

"Ugh. Kau hebat, Dai Fong!" teriaknya bersemangat. Serangan telak di dagu menyebabkannya sempoyongan. Setelah dirinya bisa berdiri seperti biasa lagi, tanpa ragu Gray mulai menyerang kembali.

Dua, Storm Dance


Serangan cepat berupa tendangan itu kemudian dilakukan pria bermata heterochromia itu. Pertama, ia menyerang bagian belkang lutut milik Dai Fong, diikuti dorongan pada badan menggunakan tangannya dan tendangan cukup kuat pada bagian perut.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   6th November 2009, 21:23

Dai Fong tersenyum tipis saat melihat bagaiman serangannya kena telak. Sepertinya ia memang tidak boleh terlalu bergantung pada Innocence-nya... setidaknya untuk pertarungan jarak dekat seperti sekarang ini. Tapi sekali lagi, rasa nyeri di perutnya mengalihkan perhatian pria Cina itu. Dan sekali lagi, pertahanannya terbuka lebar.

Satu tendangan di lututnya membuatnya oleng seketika, disusul dengan satu dorongan keras yang jelas membuatnya terjatuh semakin cepat. Tapi karena posisinya yang oleng akibat dua serangan itu, ia selamat dari serangan ketiga yang kalau kena pastinya akan membuatnya muntah-muntah seketika.

Tetap saja, ia terpeleset ke lantai ruang latihan itu. Punggungnya menghantam lantai dengan suara 'bum' yang agak keras. Ia lalu mengacungkan tangan kanannya tinggi-tinggi, sementara tangan kirinya memegangi perutnya yang masih berdenyut-denyut.

"Ti--time out... Perutku enggak enak..." keluh Dai Fong pelan. Semoga saja Gray menyetujui permintaannya itu. Kalau tidak, bisa-bisa ia harus masuk Infirmary dan baru keluar seminggu setelahnya. Kacau.
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude

avatar

Posts : 56
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   13th November 2009, 13:45

Nafas pemuda bermata heterochromia itu mulai tersengal-sengal. Baiklah, ia memang punya kecepatan yang cukup tinggi, dan ketahanan tubuhnya pun dalam batas standar. Namun combo yang baru saja ia lakukan tadi cukup menguras tenaga yang ada dalam tubuhnya. Sayang tendangan terakhirnya itu tidak kena, mungkin nanti ia harus melakukan serangan yang lebih efektif.

"Ti--time out... Perutku enggak enak..."

Ah, rupanya lawan sparringnya meminta time out. Cukup tepat juga, kesemutan akibat efek Sleipnir mulai terasa pada kedua kakinya yang diselimuti bola listrik itu. Sambil menon-aktifkan Innocence miliknya, Gray kemudian mendekati tempat Dai Fong berdiri dan mengulurkan tangannya pada pria yang tadi terjerembab karena tendangan yang dilakukan Gray.

"Ah, baiklah. Biar kubantu," ucapnya sambil tersenyum lebar. Fuh, pemuda ini seperti mempunyai energi cadangan. Sepertinya Gray siap kapan saja Dai Fong ingin melanjutkan latihan tempurnya dengan Gray.

"Bagaimana kemampuanku?" tanyanya dengan mata berbinar-binar seperti anak kecil. Bukannya bermaksud apa-apa, pemuda yang polos ini hanya ingin tahu pendapat Dai Fong mengenai pertarungan tadi.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   13th November 2009, 16:34

"Adudududududuuuh..." keluh Dai Fong sambil meringis saat ia berdiri, dibantu oleh Gray. Sepertinya pukulan dan tendangan tadi cukup efektif, buktinya perutnya saja jadi agak mulas. Oke, memang tidak sesakit itu, tapi tetap saja perutnya terasa tidak enak... efek yang pasti terasa, karena belum ada 1 jam berlalu sejak suapan terakhir makan siangnya meluncur masuk ke dalam perutnya.

Quote :
"Bagaimana kemampuanku?"

Dai Fong tersenyum tipis, meski masih tampak kesakitan. "Bagus... Gerakanmu cepat, aku sulit melihatnya. Sepertinya memang tidak boleh setengah-setengah kalau bertarung dengan orang sepertimu, Gray," jawab Dai Fong sambil tetap tersenyum. Eh, apa, 'tidak boleh setengah-setengah'? Uh-oh, Dai Fong, hati-hati pada apa yang kau ucapkan. Bisa-bisa lawan bicaramu ini mengira tadi kamu itu tidak serius...

...karena memang dari tadi ia tidak serius. Duh, siapa sih yang bisa serius bertarung saat ia masih kenyang dan pikirannya sedang melayang-layang ke 'apa menu makan malam nanti'?
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude

avatar

Posts : 56
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   24th January 2010, 16:54

Kalau Dai Fong mengeluhkan bagian perutnya yang sakit karena ditendang Gray, Gray sendiri mengernyitkan dahinya karena sekarang efek samping Sleipnir, Innocence berbentuk stigmata miliknya, mulai terasa. Kini kakinya terasa nyut-nyutan ditambah sensasi kesemutan dahsyat. Mungkin karena tubuhnya mematikan bola listrik di sekitar kakinya secara tiba-tiba.

"Dai Fong, aku mau..." Gray mengernyitkan dahinya sekali lagi sambi mendesah pelan. "...duduk, kumohon," pintanya.

Gray memerhatikan sekeliling arena pertarungan tadi, mencari-cari tempat duduk yang biasa. AH! Rupanya tempat duduknya kosong!

"Di sana, Dai Fong," ucapnya sambil menunjuk ke arah kursi di pojok ruangan.

Tunggu, ada satu hal yang belum direspon oleh Gray. Ternyata selama bertarung tadi Dai Fong belum mengeluarkan seluruh kemampuannya! Padahal Gray sudah sangat serius tadi. Gray lalu mengangguk-angkuk perlahan sambil berdeham. Dai Fong memang lawan yang menarik. Hoho, tidak rugi mengajak rekan Exorcist yang satu ini untuk berlatih.

"Woow, aku tak sabar menanti ronde selanjutnya!" ucap pemuda bermata heterochromia itu dengan semangat penug sambil mengepalkan tangannya dan mengangkatnya ke udara. Gray lalu tersenyum lebar pada temannya itu--walau hanya sebentar karena kakinya yang kesemutan itu agak mengganggunya. "Tapi sekarang istirahat dulu saja, hehe," ucapnya sambil terkekeh.
Back to top Go down
View user profile
Allan Amberglass

avatar

Posts : 23
Umur : 24
Pemilik : Suppi

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   24th January 2010, 18:07

Kuap.

Allan tengah menguap.

Bukan maksudnya ia menguap seperti air yang dipanaskan akan hilang. Ia tengah membuka mulutnya lebar-lebar dan membiarkan rasa kantuknya keluar. Ia lupa bagaimana bentuk kata itu yang benar, jadi ia biarkan saja. Insomnianya tetap menganggunya hingga saat ini, setelah setahun ia berada di Black Order. Baru saja ia menjadi disciple dari si Puny, Lea. Well, mungkin sekarang saatnya ia membuktikan pada gurunya itu apa yang didapatnya selama setahun ini. Dengan berlatih.

Black Chronicle diam dalam tangannya. Terkadang Allan melempar-lempar benda itu, lalu menangkapnya kembali sebelum ia masuk ke dalam ruang latihan, di mana dua orang yang cukup familiar berada di dalamnya. Exorcist senior. Keduanya nampak sedang beristirahat di pojokan, berdua. Apakah mereka baru saja menyelesaikan latihan mereka? Kalau begitu, Allan telat, dong?

"Selamat siang... Gray, Dai Fong," ujarnya memanggil nama belakang mereka, masih agak kikuk. "Baru selesai latihan? Atau baru mau mulai?" tanyanya sambil berjalan ke arah mereka.



OOC: Um, ini RP perdana. Sekedar pemberitahuan saja, anggap Allan sudah mengenal Gray dan Dai Fong. Allan sudah bergabung selama setahun di Black Order sebelum sekarang menjadi disciple. Kalau keberatan, silahkan PM atau IM saya.
Back to top Go down
View user profile http://joe021093.deviantart.com/
Eva Montini

avatar

Posts : 54
Pemilik : DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   25th January 2010, 14:26

Cerulean memandang ke tembok-tembok dingin sepanjang koridor sementara bunyi hak sepatu beradu dengan ubin menggema di gendang telinganya. Wanita berusia 23 tahun yang mengaitkan tangkai parasol di lengannya tersebut berjalan perlahan, biru berputar di tengah putih tampak mencari-cari sesuatu... dan ia tak menemukan apa yang ia cari sedari tadi. Alih-alih mendapatkan siluet gadis berambut pirang pucat kedua kaki rampingnya malah membawanya ke koridor ruang latihan, ruangan yang tak pernah menjadi tempat favoritnya. Ruang itu kotor dan hanya membuat siapapun yang masuk ke sana menjadi dekil. Bukan penampilan favorit Eva Montini tentunya.

Berhenti sejenak sambil mendengus pelan, jemari kukunya yang berkilat menyisir helai rambut gingernya yang terurai bebas, berpendar kemerahan. Keraguan terlihat sekilas di paras Italianya. Kemungkinan gadis yang ia cari berada di sini --sesama Exorcist, ingat--namun tentu saja wanita itu enggan melangkahkan kakinya ke dalam, setidaknya sampai ia mendengar sayup suara beberapa orang yang familiar di telinga. Ekspresi kecut mampir sejenak sebelum akhirnya ia benar-benar memasuki ruang latihan itu dan menemukan sosok-sosok yang--lagi-lagi--familiar.

Tiga Exorcist di dalam tampak baru berlatih, kecuali satu yang terlihat masih segar. Apapun yang mereka lakukan Eva tak berminat untuk menanyakan detailnya.

"Buon pomeriggio Dai Fong, Gray, Allan."

Menyapa ketiga pemuda itu dengan bahasa Italia yang dibalut suara khas Eva. Iris cerulean Eva menatap mereka bergantian, sebuah senyuman ala kadarnya terpapar di wajah Eropa-nya. Setidaknya ia menunjukkan gelagat yang bersahabat, kan?

"Kalian melihat Estrella?"

Ya, langsung pada poin. Ia tak ingin berlama-lama disini.


Last edited by Eva Montini on 25th January 2010, 18:30; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   25th January 2010, 18:05

Mau duduk. Sama, Dai Fong juga mau duduk. Siapa yang tidak mau, habis dihajar di sana-sini, pasti mau lah duduk, beristirahat sejenak. Masalahnya, sepertinya lawan tandingnya tadi tampak lebih bersemangat daripada dirinya sendiri untuk ronde berikutnya... yang membuat Dai Fong hanya bisa meringis sebagai balasan.

"Uh... yang penting kita istirahat dulu..." gumam Dai Fong sambil mengusap-usap perutnya sendiri. Rasanya mual. Mungkin kalau latihan selesai nanti, ia mau ke toilet untuk mengeluarkan isi perutnya, lalu mengisinya lagi dengan makanan yang--mudah-mudahan--lebih enak. Belum lama ia duduk, seorang Exorcist masuk ke dalam ruangan itu. Allan kalau tidak salah.

"Selamat siang... Gray, Dai Fong. Baru selesai latihan? Atau baru mau mulai?"

"Uh..." Pertanyaan yang tidak ia ketahui jawabannya. Apakah mereka sudah selesai? Tapi sepertinya baru saja mulai. "Um... Sedang istirahat setelah latihan?" jawabnya tidak yakin. Tak lama, masuk satu orang Exorcist lagi. Yang ini, Dai Fong cukup kenal karena sering terlihat bersama dengan Vio.

"Buon pomeriggio Dai Fong, Gray, Allan. Kalian melihat Estrella?"

Nah lo, yang ini malah mencari Estrella. Dai Fong langsung menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan itu. "Estrella mungkin di kamarnya, atau di ruang staf Research bersama kakaknya," jawabnya singkat. Ia sebenarnya ingin menawarkan wanita itu untuk ikut latih tanding juga, tapi... melihat kebiasaannya, mungkin Eva tidak mau.




OOT: Ryuuna, bukannya jam 2 masih siang ya? Buon pomeriggio (good afternoon) doms, bukan buona sera (good evening) XDDD *ditonjok*


Last edited by Tek Dai Fong on 25th January 2010, 19:17; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Eva Montini

avatar

Posts : 54
Pemilik : DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   25th January 2010, 19:00

"Estrella mungkin di kamarnya, atau di ruang staf Research bersama kakaknya."

Sebelah alis melambung begitu ia mendengar jawaban pemuda Asia itu, "Tentu saja ia tidak di kamarnya, kalau dia di kamar aku tak akan mencarinya dari tadi." ya tentu saja Eva tak akan mencari Estrella jika saja gadis itu diam di kamarnya, atau lebih tepatnya kamar mereka berdua.Apa Dai Fong tak tahu kalau ia berbagi kamar dengan gadis berusia 19 tahun itu?

"...dan ia juga tak ada di ruang research."

Eva menghela nafas sambil menancapkan ujung parasolnya di ubin ruang latihan dengan bunyi 'tuk' pelan. Ahh.. ia sudah menghabiskan waktu yang rasanya seperti sehari penuh--walaupun ini juga masih pagi--untuk mencari rekan sekamarnya itu. Kemana gerangan gadis itu? Apa ia lupa kalau Eva mengajaknya berbelanja dan makan di kota?

Jadi tampaknya tak ada alasan untuk dia berlama-lama di sini.

Pupil yang tadinya menyipit itu melebar ke ukuran normalnya dan sekaligus menangkap ekspresi Dai Fong yang tampaknya hendak mengatakan sesuatu. Ingat, Eva seorang wanita yang sangat teliti dengan detail--kalau tidak begitu ia tak akan menjadi penjahit yang baik kan?--sehingga ia dapat dengan mudah menyadari perubahan mimik pemuda berambut hitam tersebut. Jadi jangan coba-coba menyembunyikan apa pun dari Eva kalau kau bukan seorang penipu atau aktor handal.

"Ada yang ingin kau katakan, Dai Fong?" menatap langsung pada Dai Fong sementara telapak tangannya bertumpu pada gagang parasol hitamnya, satunya lagi memegang pinggangnya sendiri.





@Akira: sudah diperbaiki.. babylon translator autis masukin siang kluar malem = =a *disepak*
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude

avatar

Posts : 56
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   26th January 2010, 16:43

"Baru selesai latihan? Atau baru mau mulai?"

Pandangan Gray teralih pada suara yang memanggilnya. Ah! Rekan Exorcist yang lain! Tapi siapa ya namanya... Gray mengerutkan dahinya seraya berpikir keras untuk mengingat nama salah satu temannya yang berambut merah ini.

"Ungh, yaa..." ujarnya perlahan sambil mengetukkan tangannya ke kepala. Siapa sih sebenarnya??

"Buon pomeriggio Dai Fong, Gray, Allan."

"YA!! Allan!" Tiba-tiba dari mulut pemuda itu keluar suara yang cukup keras.

Seperti kunci yang membuka gembok, suara gadis tadi membuka ingatan Gray tentang Allan yang agak samar. Sekarang, siapa nama gadis yang tadi? Aduh, ingatan Gray akhir-akhir ini lumayan buruk. Apa karena cuaca dingin? Entahlah, dalam otaknya itu hanya berisi jurus-jurus kungfu, keinginan menyiksa diri, dan beberapa teman yang ia ingat seperti Gray dan Estrella. Jadi maaf saja kalau Gray melupakan beberapa nama yang hanya bertemu sesekali dengannya.

Saking konsentrasinya mengingat nama gadis ini, Gray jadi tidak memperhatikan sekeliling, termasuk pertanyaan dan pernyataan Dai Fong dan Eva.

"Hei! kalian mau latihan bersama? Tadi aku dan Dai Fong habis bermain sedikit," ucapnya sambil tersenyum lebar dan mata berbinar-binar. Hoho, semoga saja mereka mau, Gray masih belum puas tadi...
Back to top Go down
View user profile
William R. Rheins

avatar

Posts : 36
Umur : 25
Pemilik : Glace

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   26th January 2010, 17:00

Oot: diajak Gaby, ikut!



Quote :
"Estrella mungkin ada di kamarnya. Atau di ruang staf research bersama kakaknya."

"Tentu saja ia tidak ada di kamarnya, kalau ia ada di kamar aku tak akan mencarinya dari tadi..."

"...dan ia juga tidak ada di ruang research"

Will tengah berada di dekat ruang latihan saat terdengar suara percakapan dari balik pintu besi ruang latihan. Tampaknya mereka tengah membicarakan seseorang, entah siapa.

Entah mengapa, tubuh Exorcist albino berumur 17 tahun ini bergerak menuju ke dalam ruang latihan. Tertarik dengan percakapan orang-orang di dalam mungkin? Tubuhnya bergerak ke arah pintu besi ruang latihan. Sesaat kemudian, pintu besi besar tersebut dibuka olehnya.

Dengan segera, iris rubi-nya mengidentifikasi beberapa orang yang berada di dalam ruang latihan. Dua diantaranya tampak sedikit kelelahan, mungkin tengah melepas lelah. Sedangkan dua orang lainnya tampaknya baru saja memasuki ruangan tersebut.

"Um... Sedang berlatih?" tanya Will singkat untuk basa-basi sesaat seraya memasuki ruangan.
Back to top Go down
View user profile
Wilhelm U. Smith

avatar

Posts : 72
Umur : 24
Pemilik : Indigo

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   26th January 2010, 17:43

OOC: Ikuuut~ Oke, battle royale atau 3 lawan 3?*disambit*


Sambil memegang wujud inaktif Oplostásio Tou Theoú-nya, Wilhelm U. Smith berjalan santai ke arah tempat latihan, berniat untuk berlatih, tentunya. Sudah beberapa lama ia tidak berlatih, dan toh, hari ini dia tidak ada tugas.

"Innocence, Activate," gumamnya, mengaktifkan Innocence-nya, yang sekarang berbentuk tomahawk ganda. Sambil berjalan ke arah arena latihan, ia mengubah-ubah bentuk Innocence-nya itu.

*Sring*. Berubah jadi claymore. Selang 10 detik, berubah jadi palu besar. Berubah lagi menjadi bola. Dan seterusnya, Exorcist muda ini melatih perubahan Innocence miliknya, berharap bisa mengurangi waktu perubahan, salah satu kelemahan besar yang dimilikinya. Hal ini adalah kebiasaannya ketika waktu senggang -selain membaca buku bela diri.

Akhirnya arena latihan terlihat, begitu juga sosok-sosok yang berdiri di situ. Exorcist dari Amerika ini melihat beberapa -kalau tidak semua- rekan Exorcistnya berdiri di situ. Ehm, ada Eva, Gray, Dai Fong, William, dan Allan.

Menginaktifkan Innocencenya, Wilhelm berjalan ke arah mereka. kalau mereka berniat berlatih ya... orang biasa sepertinya tidak akan terlalu menggangu kan?

"Hey everybody, am i missing something?" sapanya.
Back to top Go down
View user profile http://myonlinemind.tumblr.com
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   27th January 2010, 16:48

"Tentu saja ia tidak di kamarnya, kalau dia di kamar aku tak akan mencarinya dari tadi... dan ia juga tak ada di ruang research."

Oh, jadi tidak ada di mana-mana, toh... Sedikit banyak, Dai Fong ikut merasa bingung juga. Tapi ia berusaha menepis pikiran itu. Seharusnya ia tidak perlu khawatir, toh Estrella adalah gadis yang kuat. Kalaupun ia hilang, pasti bisa kembali lagi. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Ada yang ingin kau katakan, Dai Fong?"

Ditanyai begitu, Dai Fong semakin merasa tidak usah mengajak wanita itu ikut latih tanding. Sekali lihat juga ketahuan, sebagian besar orang yang berkumpul sekarang adalah lelaki, dan Eva adalah wanita sendiri. Rasanya tidak adil kalau ia mengajak Eva latih-tanding bersama dengan kumpulan lelaki 'kumal' seperti mereka.

"Tidak, tidak apa-apa," jawabnya singkat. Bisa-bisa ia mulai mengoceh yang aneh-aneh kalau menjawab terlalu panjang. Kata ayahnya dulu, wanita cantik itu beracun. Jadi ia tidak ingin membuat masalah dengan wanita cantik.

"Hei! kalian mau latihan bersama? Tadi aku dan Dai Fong habis bermain sedikit."

Ups, teman latih-tandingnya ini malah mengatakan sesuatu yang menurut Dai Fong akan memicu 'sesuatu'... seperti latih-tanding yang berakhir jadi pertarungan hidup-mati massal. Tidak, Dai Fong tidak bisa membayangkan dirinya terlibat hal berbahaya seperti itu. "Gray..." bisiknya sambil menyenggol lengan pemuda itu dengan sikunya, "Tidak usah bilang-bilang. Kan bahaya kalau berujung jadi... uh... pertarungan hidup-mati massal?"

"Um... Sedang berlatih?"
"Hey everybody, am I missing something?"


Oke, sekarang Dai Fong mulai frustrasi. Mengapa jumlah orangnya bertambah? Pria semua pula yang datang, astaga... "Tidak, kami tidak sedang melakukan apapun. Dan tidak, kamu tidak ketinggalan apapun," jawabnya cepat, berbohong. Bekas tendangan Gray di perutnya tadi terasa sedikit lebih baik sekarang, meski masih terasa agak sakit. Yang jelas, ia tidak mau mengalami hal semacam itu lagi. Tidak, tidak hari ini.

"Eeh... Eva, bagaimana kalau kutemani mencari Estrella?" tanya Dai Fong cepat. Wajahnya agak tegang. Ia tidak suka kalau ada terlalu banyak orang berkumpul dan membicarakan pertarungan atau semacamnya. Sebisa mungkin, ia ingin kabur dari situasi semacam itu.

Kumohon, katakan 'ya', Eva... kumohon...
Back to top Go down
View user profile
Eva Montini

avatar

Posts : 54
Pemilik : DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   27th January 2010, 19:54

Menghela nafas sekali lagi, kali ini ia mengangkat parasolnya yang sedari tadi tertancap di tanah dan menegakkan posisi punggungnya yang dari tadi bertumpu pada parasol tersebut. Ahh.. tampaknya ruangan ini menjadi sangat ramai dan penuh para pemuda dengan testosteron berlebih serta ekstra tenaga yang tak tahu harus diapakan.

Melemparkan sorot cerulean itu ke tiap anggota persatuan pemuda Black Order cabang Amerika dengan ekspresi malas. Lebih bagus lagi mereka tampaknya bergitu bersemangat untuk melakukan tindakan agresif pada satu sama lain, yang tentu saja tak diminati oleh wanita kelahiran Italia tersebut.

Lagipula siapa pun yang tahu kemampuan innocencenya pasti tak akan mengajaknya bergabung...

"Hey everybody, am I missing something?"

"Tidak, kami tidak sedang melakukan apapun. Dan tidak, kamu tidak ketinggalan apapun,"


Hmm... Eva mengulum bibir bawahnya sembari mengalamatkan sorot biru itu sekali lagi pada Dai Fong yang nampaknya cukup resah. Entah karena apa.

"Eeh... Eva, bagaimana kalau kutemani mencari Estrella?"

…dan dengan alasan yang tak bisa dimengerti sebuah senyuman merekah di wajahnya. “Sayang sekali Dai Fong, kedua kakiku sudah terlalu lelah--” bohong tentu saja '--aku tak ingin terkena varises. Jadi lebih baik aku berdiam dulu di sini.”

Tapi tentu saja dia tak akan bergabung.

Eva berjalan ke sisi tembok di luar arena latihan, menyandarkan punggung tegak itu sambil bersedekap. Tersenyum ramah pada mereka semua. “Lebih baik kalian berlatih saja, dan selama itu akan mengawasi jalannya pertandingan.”

Well, di tengah pertarungan panas antara hidup dan mati harus ada seseorang yang tetap berkepala dingin kan? Toh, mungkin nantinya pertarungan nanti bakal lebih menarik dari sesi minum teh di kedai favoritnya.




Semuanya yang ingin mengikuti pertandingan tolong baca peraturan dalam spoiler (pemanasan sebelum sistem battle yang asli berlaku Wink ).

Credit: Tek Xiao Ling, Chief Supervisor.

jika ada yang tak mengerti mohon IM Akira ' 'b *disepak*


Quote :
Ok, siapapun yang hendak berpartisipasi mohon cantumkan HP, OFF, MST dan DEF dalam tag quote (pada awal post) yang dirumuskan melalui:

HP: END*1000 (main keroyokan atau team harus banyak kan HP-nya :p) yang akan dikurangi melalui rumusan ATK :

ATK = (2*OFF + 1*MST)*dice

Serangan tangan kosong ATK: STR*angka dadu

Untuk tiap serangan yang memakai teknik, pengguna terkena knockback -10 HP.

Misal: A melakukan teknik 'pedang bulan membara' maka rumusan damage A adalah ATK : MST*angka dadu dan HP-nya berkurang 10 poin.

Seperti biasa aturan jika angka yang didapatkan ganjil maka serangan meleset, genap berarti serangan kena. Angka enam berarti serangan terkena telak.


Blocking dapat dilakukan oleh pihak yang diserang jika lawan mendapatkan angka dadu 2 atau 4.

Blocking dirumuskan dengan: BLK = (2*DEF + 1*MST) *dice

Untuk blocking, aturan sama, ganjil gagal, genap berhasil.

Contoh:

# HP A 200 poin, ia terkena ATK 50. Di sini seharusnya HP A akan menjadi 150 namun ia melakukan blocking (berhasil) dengan pon BLK 20, HP A menjadi 170.

Keterangan:

# Damage Removed tidak melebihi ATK yang (seharusnya) diterima. Misalnya ATK Allan 100, dan BLK Gray 120, Damage Removed Gray tetap 100. Namun, selisih 120 - 100 = 20 ini akan menjadi Damage Received bagi Allan (HP Allan berkurang 20).

Aksi blocking dapat mengurangi HP penyerang.




Tentang berapa kali aksi yang bisa dilakukan dalam satu post, bisa dilihat dari tinjauan Tactics (TCT) karakter:
< 10 : gagal; satu aksi
10 - 19 : sangat rendah; satu aksi
20 - 34 : rendah; satu aksi
35 - 49 : cukup; dua aksi
50 - 64 : tinggi; tiga aksi
65 - 74 : sangat tinggi; tiga aksi
> 74 : ahli; tiga aksi




Pertarungan berhenti jika ada yang nilai HP mencapai 0, atau menyerah.

*Kode dadu : [ roll="6-sided Die"]1[ /roll] (hilangkan spasi setelah tanda kurung buka)

*pengimplementasian sistem serupa secara lebih sederhana dapat dilihat di sini. (mohon dilihat dulu ya Smile )


*kalkulasi damage dan sisa HP dilakukan oleh penerima serangan pada post selanjutnya.

Contoh format HP:


Quote :
Eva Montini
HP: 4*1000 :4000
OFF: 42
MST: 40
DEF: 24


Last edited by Eva Montini on 28th January 2010, 14:25; edited 8 times in total (Reason for editing : Penggantian tag spoiler dengan tag quote.)
Back to top Go down
View user profile
Diavlea S. Goethe

avatar

Posts : 52
Umur : 23
Pemilik : Kumohare[n]

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 27 y.o

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   27th January 2010, 20:48

((OOC: ikut :3. Timeline setelah All About Tea kali ya? :3 *ragu*




Tangan kanan merogoh saku rok seragam Black Order-nya. Tidak ada apa-apakah di sana kecuali sebilah pisau pendek sederhana berukuran sangat kecil? Paling tidak ia mengharapkan ada sesuatu yang menyenangkan dalam sakunya. Hari ini ia sudah terlalu banyak makan coklat, jadi mari kita coret ‘coklat’ dari list. Sesekali ia ingin coba makan pizza yang katanya sedang marak di Eropa. Apa sih isi makanan roti-tumpuk-daging itu? Enak atau justru menjijikan?

Sayangnya benua Amerika belum menjangkau Eropa—paling tidak kulinernya—untuk mendapatkan resep Pizza. Kapan sih penduduk Italia datang ke Amerika untuk membocorkan resep Pizza? Lea kan mau coba juga. Eh bukan berarti dia yang masak. Mungkin nanti ia akan meminta staff di dapur untuk mencoba membuatkan. Mungkin..

Bicara soal Pizza dan Italia, bukannya di cabang Amerika ini ada yang berkebangsaan Italia, ya?

Tanpa pemikiran bahwa mungkin saja Eva Montini yang dimaksud tidak mengetahui resep Pizza, ia mencari wanita maniak fashion itu ke seluruh penjuru Black Order. Pemuasan, tentu saja. Apa sih yang lebih menggetarkan selain ambisi?

By the way, ke mana Eva?

Ia kira wanita itu akan berada di kamarnya atau di dapur juga (?) atau malah...sedang keluar? Mengingat kebiasaan si wanita yang suka memanfaatkan lambang Cross Black Order untuk berbelanja itu, mungkin saja ia memang sedang di kota. Atau justru sedang dalam misi? Entahlah. Tapi ada satu tempat yang belum kau lihat, Lea.

“Eva, kau di sini?” menjulurkan kepalanya ke dalam area latihan. Dan tentu saja, ia menemukan Eva lengkap dengan parasolnya di sana—beserta beberapa Exorcist lain. Bola matanya melebar secara drastic, saking senangnya melihat orang begitu ramai di area latihan. “Wah ramai, ya~ Boleh ikutan?”

Tampaknya ia melupakan tujuan awalnya.
Back to top Go down
View user profile
Allan Amberglass

avatar

Posts : 23
Umur : 24
Pemilik : Suppi

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   27th January 2010, 22:08

Dalam sekejap, ruangan itu menjadi ramai. Dimulai dengan kedatangan Eva Montini, exorcist fashionista di Black Order cabang Amerika, lalu dengan dua Wil, alias William dan Wilhelm.

“Lebih baik kalian berlatih saja, dan selama itu akan mengawasi jalannya pertandingan.”

Allan mengangkat sebelah alisnya. Ia memandang satu-satunya wanita yang ada di ruangan itu. Well, tujuan awalnya sih ke sini memang untuk berlatih, tetapi dengan orang sebanyak ini... Dan bukankah Innocence hanya berefek pada akuma saja?

Pemuda itu melihat Eva menjauh dari kerumunan itu dan berdiri di tepi ruang latihan. Allan lantas mengangkat bahunya. "Well, aku ke sini memang untuk berlatih. Kalian mau berlatih juga? Sparring," ujarnya kemudian membuka pembicaraan di antara enam lelaki yang ada di sana.

Tak lama kemudian, sesosok perempuan bertubuh kecil dengan rambut hitam dan twintail-nya yang khas memasuki ruangan. Allan lantas mengembangkan senyum miring melihatnya. Si Puny, Diavlea Shiva Goethe yang adalah master-nya juga.

“Wah ramai, ya~ Boleh ikutan?”

Dan Allan pun terdiam.

"Oh, hai, Puny," panggilnya kepada master-nya yang tidak mau dipanggil master itu dengan seringai lebar.

"Silahkan bergabung kalau denganku, bagaimana dengan yang lain?"


Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile http://joe021093.deviantart.com/
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   28th January 2010, 06:51

“Sayang sekali Dai Fong, kedua kakiku sudah terlalu lelah. Aku tak ingin terkena varises. Jadi lebih baik aku berdiam dulu di sini. Lebih baik kalian berlatih saja, dan selama itu akan mengawasi jalannya pertandingan.”

Hancur sudah, rupanya satu-satunya wanita yang ada di situ justru mau melihat pertandingan yang menurut Dai Fong akan berakhir brutal. Dai Fong jadi berpikir, jangan-jangan wanita cantik itu 'beracun' karena suka mengadu domba para lelaki? Entahlah. Kalau benar begitu, mengerikan sekali. Dai Fong harus terus ingat untuk menjauhi wanita cantik, apapun alasannya.

“Wah ramai, ya~ Boleh ikutan?”

Menengok ke arah sumber suara, wajah Dai Fong langsung menjadi pucat pasi. Seorang General. Kalau ia disuruh latih-tanding dengan sesama Exorcist, mungkin semuanya akan berakhir sedikit lebih baik. Tapi kalau General juga ikut? Ia berani sumpah di akhir latihan nanti ia akan terbaring di infirmari selama seminggu atau bahkan lebih.

"Oh, hai, Puny. Silahkan bergabung kalau denganku, bagaimana dengan yang lain?"

Jenius, Allan. Dai Fong baru saja mau menolak, tapi sang Disciple sudah memperbolehkan duluan. Tapi kalaupun Dai Fong bilang 'tidak', ia ragu Lea akan pergi begitu saja. Baiklah, latihan bersama General mungkin tidak seburuk itu. Mungkin ia bisa menjadi lebih kuat kalau berlatih dengan General. Masalahnya, Lea itu 'kan... perempuan.

Mengapa bukan General Eisenberg saja yang datang? Kalau disuruh menghajar lelaki, aku tidak akan ragu. Tapi perempuan? Ibunda mengajariku untuk berlaku lembut pada perempuan; mana bisa aku melawan Lea?

"Eva!" panggilnya panik. Wanita itu adalah harapan terakhirnya sekarang. "Eva, bagaimana kalau aku saja yang mencarikan Estrella? Kamu bisa duduk santai menonton pertandingan, dan--mungkin--menemukan Estrella juga," tawarnya dengan agak gugup. Sebisa mungkin, ia ingin lari dari pertandinan itu.

"Ya?" Ia menatap Eva dengan wajah memelas, memohon belas kasihan dari wanita berdarah Italia itu.




OOC: Jangan biarkan Dai Fong kabur! Siapapun, paksa dia ikut pertandingan ini meskipun harus menghajar atau menyeretnya terlebih dulu! *dihajar*
Back to top Go down
View user profile
William R. Rheins

avatar

Posts : 36
Umur : 25
Pemilik : Glace

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   28th January 2010, 07:10

Wah... Wah... Tidak disangka. Setelah kehadirannya di ruangan latihan ini, jumlah orang yang berkumpul di sini semakin banyak. Kebanyakan dari mereka ingin berlatih. Bahkan, kelihatannya sudah ada yang tidak sabar.

Sebagian dari mereka masih bercakap-cakap. Tertarik untuk ikut percakapan? Tidak juga... Namun, Will mendengarkan salah satu percakapan mereka.

"...Jadi, lebih baik aku berdiam dulu di sini." ucap Eva, wanita berumur 23 tahunan berparasol tadi. Mungkin ditujukan pada pria berparas Tionghoa yang juga telah ada sejak tadi. Kelihatannya, Eva sedang tidak ingin latihan? Mungkin saja...

"Hah..." Sedikit menghela nafas, Will dengan segera melangkah menuju tepi arena latihan dan hanya diam berdiri di sana. Mungkin ia tengah menunggu percakapan mereka selesai dan segera latihan?

"Wah, ramai ya! Boleh ikutan?" Kelihatannya lagi-lagi ada orang yang ingin bergabung.

"Oh, hai Puny!" Allan, Disciple yang telah lebih dulu berada di ruangan ini kelihatannya tengah menyapa balik sumber suara tersebut. Tapi, siapa Puny? pikir Will penasaran. Rasanya, ia tidak pernah mendengar ada orang yang bernama Puny di Black Order Cabang Amerika Utara-Selatan ini. Nama panggilankah?

Sesaat, sepasang iris rubi-nya mengarah ke arah pintu ruang latihan, menuju sumber suara yang menyatakan ingin ikut tadi. Terlihatlah sesosok anak kecil yang mungkin berusia sekitar 13 tahun. Ternyata ia adalah General Diavlea, wanita yang berumur mendekati 30 tahunan, namun dengan tubuh mungil dan paras anak-anak. Entah mengapa.

Entah mengapa, tiba-tiba wajah Exorcist berparas Tionghoa tersebut menjadi pucat pasi sejak General Diavlea datang. Dai Fong dengan segera mendatangi Eva dan kelihatannya tengah memohon sesuatu.

"Ada apa? Kau terlihat pucat!" ucap Will pada Dai Fong setelah ia mendekati Exorcist berparas Tionghoa tersebut. Mungkinkah karena kedatangan seorang General yang ingin berpartisipasi dalam latihan?

Tak disangka, sampai seorang General-pun hendak ikut berpartisipasi dalam latihan ini. Mungkin ini akan jadi latihan hidup dan mati yang cukup menyenangkan... pikir Will dalam hati sekaligus menunggu respon dari Dai Fong.



Spoiler:
 



Oot: Hp nya kecil banget... Waaa
@Akira: beres!
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   

Back to top Go down
 
[AMERICA] Hard Cold Battle
Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum