An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] Chapel of Remembrance

Go down 
AuthorMessage
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime27th September 2009, 10:27

Lokasi: Kapel dalam markas BO
Timeline: sore hari, sekitar jam tiga. Terlepas dari semua RP lain yang sedang berjalan.
Partisipan : siapapun yang mungkin mau berdoa atau sekedar jalan-jalan saja Very Happy




Kapel, sebuah ruangan yang paling tenang dan damai di bangunan markas Black Order. Ruangan yang begitu luas dengan kursi mahoni yang berderet-deret seperti nisan pemakaman. Hening dan membosankan sekaligus damai dan suci.

Seorang gadis berusia 20 tahun, Allegra Růžena Mlynarikova, bersimpuh di depan altar kapel. Altar yang terkesan begitu agung dengan salib emas berukiran rumit yang berdiri tegak, menyambut siapapun yang ingin berlutut sebagai hamba Tuhan, disinilah manusia yang tercipta begitu sempurna, merendahkan dirinya pada suatu entitas yang paling agung, Tuhan.

Allegra mengatupkan telapak tangannya, bibirnya terbuka beberapa mili seraya berdoa. "Dear Pavla..." ucapnya pelan dan sendu, nama almarhumah kakaknya selalu ada di setiap bait doanya.

Sinar matahari menembus altar dari jendelanya yang begitu besar dan berwarna-warni, menimpa gadis itu. Rambutnya yang pirang bercahaya keemasan. Suara alunan organ yang khas memenuhi telinga menciptakan suasana yang begitu berbeda begitu seseorang menginjakkan kaki ke ruangan ini.

Saat ini dia hanya berharap bisa berdoa dengan tenang.. Ya, dengan tenang. Namun suara langkah kaki mendistraksi kekhusukannya. Allegra melirik ke arah pintu, melihat sosok seseorang yang baru saja masuk ke kapel.

Seseorang itu mungkin akan bersimpuh sepertinya, atau hanya mencarinya karena gadis itu terlalu lama meninggalkan posnya?.

Apapun itu gadis dari Ceko ini hanya menyipitkan matanya yang biru sambil menegakkan punggungnya.


Last edited by Allegra R. Mlynarikova on 27th September 2009, 12:58; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime27th September 2009, 10:46

Shreizag membuka pintu masuk kapel perlahan, kemudian kakinya melangkah ke depan dan membiarkan pintu itu mengeluarkan suara berderik dan menutup kembali. Kapel di cabang Eropa ini, seperti biasa, lengang, tenang, dan damai. Hening. Pria Norwegia ini tidak menghentikkan langkahnya, dan di depan altar ia dapat melihat satu sosok... Yang tidak begitu familiar di matanya. Golem peraknya bertengger dengan tenang di pundaknya, seakan sependapat untuk tidak membuat keributan di tempat suci ini.

Seorang wanita berambut pirang, dengan syal bulu binatang menghiasi seragam hitamnya. Oh, seorang Exorcist? Namun Shrei tidak memedulikan hal itu, yang ingin dilakukannya di tempat ini bukan untuk bersosialisasi, tapi berdoa. Ia menjaga jarak sekitar 1 meter dari wanita itu, kemudian ia bersimpuh di hadapan altar, dan tanpa menunggu lebih lama, ia menyatukan kedua tangannya yang dibalut sarung tangan, kepalanya ditundukkan, dan dengan suara yang sangat pelan, seperti bisikan yang nyaris tidak terdengar.

"O Lord and Vivifier, Thy grace has achieved for us all that Thou had spoken and promised. Grant us access to the place of Thy peace. For Thou art our Vivifier, Thou art our Consoler, Thou art our life Remedy, Thou art our Standard of Victory.
Blessed are we, O Lord, because we have known Thou.
Blessed are we, because we have believed in Thou.
Blessed are we, because we bear Thy wounds and the sign of Thy Blood on our contenances.
Blessed are we, because Thou art our great hope.
Blessed are we, because Thou art our God forever."


Ia berhenti sebentar, sekedar untuk mengambil nafas, dan memulai lagi dengan suara yang sama pelannya dengan doa pertamanya.

"We beseech Thee, O Lord,
in Thy mercy,
to have pity on the soul of Thy handmaid;
do Thou, Who hast freed her
from the perils of this mortal life,
restore to her the portion of everlasting salvation.
Through Christ our Lord,

In the name of the Father, the Son, and the Holy Ghost,
Amen."


Selesai dengan doa, ia membuat tanda salib dengan tangannya kemudian mengecup kalung yang melingkar di lehernya. Ya, doa terakhir ia tujukan untuk ibunya, Raquel. Ia menegakkan kepalanya, memandang salib emas berukir yang terlihat begitu kokoh di hadapannya. Pria berambut putih itu masih terdiam di tempatnya, mencoba mendapatkan serenitas dari suasana yang damai ini.


[OOT : Doa Shrei dalam bahasa ibunya, Norwegia, bagi yang penasaran Very Happy *digetok*]
Spoiler:
 

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 27th September 2009, 21:57; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime27th September 2009, 11:22

Sesosok berbaju hitam-hitam menyeruak ke dalam ruangan, tampak gelap sebelum cahaya yang sama yang menimpanya dari atas altar menjelaskan sosok itu.

General Halverson...

Allegra tentu saja tidak mengenal pribadi Shreizarg secara personal, dia bukan disciple pria itu, dan gadis itu juga tidak memiliki urusan yang mewajibkannya bertandang ke pria dengan innocence yang dapat menyegel. Layaknya gadis yang dibesarkan di kalangan atas dengan segala etiket dan tata krama, dia mundur sedikit dari tempatnya berdiri --walaupun di mata Tuhan kedudukan mereka sama. Membiarkan Shreizag memiliki tempatnya sendiri untuk berdoa. Mungkin doa yang mereka ucapkan tak terlalu berbeda; harapan untuk masa depan. doa keselamatan untuk orang-orang tercinta, dan untuk mereka yang telah menyeberangi batas dunia ini.

Gadis itu berdiri, menandakan bahwa dia telah selesai berbicara pada Tuhan. Matanya yang biru melihat sang General yang telah bersimpuh di altar. Mengatupkan tangan seperti yang tadi dia lakukan. Allegra tak mengatakan apapun, dia tetap diam di tempatnya sambil sesekali mengelus syal bulu binatang yang tersemat di bahunya.

Mata birunya menengadah ke atas, seolah berusaha melihat apa yang tersembunyi di balik semua cahaya itu. Ingatannya kembali ke malam di mana semuanya berawal; dan untuk awal itu ada sesuatu yang berakhir. Seperti kartu ke-13 dari susunan tarot, Death, yang secara harafiah sering diartikan sebagai kematian, namun sebenarnya memiliki arti yang lain. Awal, awal yang tercipta dari sesuatu yang hancur. Dan tanpa semua itu mungkin dia tak akan bersimpuh di kapel ini.

"Semoga Tuhan mendengar doa Anda, General Halverson..."

Ucap gadis itu tanpa tujuan apapun, hanya sebuah kalimat doa untuk doa orang lain.


Last edited by Allegra R. Mlynarikova on 27th September 2009, 17:51; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Ravel Kohler
Vatican Central
Ravel Kohler

Posts : 152
Umur : 27
Pemilik : masamune11
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 36

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime27th September 2009, 13:33

Ravel Kohler diam membisu. Di depannya, pintu kayu yang memisahkannya dengan sebuah tempat suci berdiri. Mata kuning kecoklatannya menatap pintu tersebut, dengan pandangan penuh pengharapan. Enam tahun terakhir, ia mencoba menggantungkan dirinya pada-Nya, sekali lagi menyerahkan segalanya kembali.

Kini, ia pun akan berdoa akan hal yang sama.

Pintu tersebut terbuka, sementara kakinya melangkah masuk ke dalam kapel. Mosaik jendela membuat matanya silau, di lain pihak terkagum. Manik coklat kekuningan tersebut tidak bergidik ketika melihat seni arsitektur, namun ketika matanya menemukan dua sosok tengah bersimpuh di depan...

...Pria ini menghela napas, panjang.

Tidak, bukannya ia kehilangan niat atau bagaimana. Bukan juga karena ia kecewa ternyata ada orang di sana. Entah bagaimana, ia hanya merasa canggung ketika ada orang yang menyaksikannya berdoa di depan. Karena itulah, bukannya menuju ke arah dua orang itu, pria ini berjalan ke arah kursi di barisan kedua. Duduk di sana, kepalanya menunduk sementara tangannya bersatu dan mengepal. Terbesit di benaknya bayangan akan Nicola, mendiang istrinya, Heidrich Kohler, anak lelakinya, kemudian...

...mengikuti bayangan tersebut, seorang exorcist muda berambut hitam pendek. Lalu, seorang gadis seumuran, seorang staff Black Order cabang Amerika.

"Lieber Gott,
Gib uns die Kraft, die Hindernisse zu überwinden, bevor uns
damit wir auf Ihre Mission in euch tragen Namen.

Lieber Gott,
Gib uns den Mut, unsere Angst zu überwinden,
damit wir weitermachen Ihrer Aufträge.

Lieber Gott,
Gib uns Geduld und Zähigkeit--


Bisikan Ravel berhenti di tengah jalan; pria ini teringat akan percakapannya dengan Theodora Xena.

"--so dass wir immer mehr demütig vor dir.
Amen.
"


Manik kuning kecoklatan menampilkan diri dari balik pelupuk, menyorot sekitarnya.




OOC: Translasi
Spoiler:
 

_________________
"Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors."
"Oh, Ravel... You and your words..."
"You know it's true, even more than I do."
"Perhaps."



The Original ID of masamune11, The Contemplative General


Last edited by Ravel Kohler on 27th September 2009, 21:47; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile http://www.kecoakuning11.wordpress.com
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime27th September 2009, 17:45

Suasana hatinya sedang lumayan baik hari ini. Sebuah telegram yang dialamatkan kepadanya baru saja sampai, dan hal itu membuatnya senang. Memang, isinya hanya basa-basi bahwa ayah angkatnya dan suster yang dulu merawatnya masih hidup dan sehat, dan masih terus mendoakan keselamatannya di 'rumah baru'-nya sekarang. Ia merasa begitu dicintai dan diperhatikan oleh semua orang.

Sayup-sayup, terdengar suara doa dari suatu tempat tak jauh dari di mana ia berjalan sekarang. Otomatis, ia mengalihkan rutenya ke asal suara itu. Dari gema yang dihasilkan, Bianca menebak bahwa tempat yang dihampirinya itu adalah sebuah kapel, kalau bukan sebuah gubuk yang tidak jelas apa gunanya. Pemuda albino ini meraba-raba mencari pintu, lalu membukanya perlahan saat ia sudah mendapatkannya.

Ia tidak bisa menebak berapa banyak orang yang ada di situ; tapi yang jelas ia mendengar banyak orang berdoa di sana. Bianca tersenyum kecil mendengar doa-doa yang disampaikan dengan cukup jelas. Ia teringat, dulu ia sering dimarahi Pastur Pietra jika ia mengucapkan doanya terlalu keras. 'Doa yang diucapkan keras-keras hanya bagi orang tukang pamer. Berdoalah dengan hati yang tulus dan dalam keheningan', itulah yang biasa dikatakan oleh ayah angkatnya itu.

Maka Bianca mengambil tempat duduk di barisan paling belakang, paling pinggir. Ia mengeluarkan untaian Rosarionya, dan mulai berdoa, dengan sebuah permintaan yang terus diulang dalam hatinya di sela-sela doa Salam Maria yang diucapkannya berulang-ulang :

Semoga Bapa Pietra dan Suster Angela bisa akur dan hidup bahagia. Semoga jiwa Aria bisa diterima di sisi-Mu. Semoga Engkau melindungi sahabatku, Roman. Semoga Engkau mengabulkan harapan kami yang berkumpul di sini dalam nama-Mu, meski tetap kehendak-Mu lah yang terutama...


Last edited by Bianca Corda on 28th September 2009, 21:41; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime27th September 2009, 21:59

"Semoga Tuhan mendengar doa Anda, General Halverson..."

Shreizag menoleh ke arah suara tersebut, gadis Exorcist yang tadi rupanya. Jarak mereka memang terpisah cukup jauh, tapi hanya dengan berpandangan dengan gadis itu, sudah cukup membuat 'alergi' Shrei kambuh. Wajahnya sedikit memerah. Pria Norwegia ini berdiri, "Terima kasih, semoga Tuhan mendengar doa Anda juga." ujarnya sopan, namun tak berani menatap langsung ke mata gadis itu.

Setelah merapikan jubahnya, Shreizag mengembalikan pandangannya ke depan, menatap salib suci di hadapannya sekali lagi. Sebelum mundur beberapa langkah, dan menundukkan kepalanya, seolah 'berpamitan' pada Tuhannya, dan hendak melanjutkan aktivitasnya kembali, yang tentu, ia lakukan juga demi menjunjung nama-Nya.

Ia membalikkan badannya, berjalan menuju pintu keluar kapel. Ada beberapa sosok familiar yang ditangkap matanya, Jendral Kohler, dan Exorcist albino yang waktu itu ditemuinya di kafetaria... Namun, tidak adakah seorangpun yang benar-benar dikenalnya berada di sini sekarang? Setidaknya, Shrei hanya ingin memastikan bahwa orang-orang yang dikenalnya (terutama, muridnya yang paling muda) masih memiliki keyakinan yang kuat untuk memohon di tempat ini.




[OOC : Maaf aneh. Rasa kantuk melunjak... =A=]

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 28th September 2009, 23:27; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime27th September 2009, 22:30

Di mana dia... maksudnya ya tentu siapa lagi yang pasti dicari oleh anak hilang pada jam-jam seperti ini. Mata abunya mengerlip mencari-cari tempat yang sekiranya mungkin didatangi oleh gurunya, hm... apa? Kafetaria? Taman? Infirmari? Heeh... kaki kecilnya lalu melangkah maju menuju bangunan tua.

Ah ya, mungkin kapel. Shrei selalu menyempatkan waktu ke tempat ini kan, maksudnya untuk mendoakan general sebelumnya yang selalu ia puja-puja sepanjang waktu. Siapa namanya kah? Ah, Nikolai tidak memperdulikan hal tersebut.

Tanpa ragu ia lalu masuk membuka pintu dan menemukan ada beberapa orang di sana yang sedang khusyu berdoa. Termasuk...

"Shreiriiin~" langsung saja berlari pada sosok Norwegia sang guru yang tengah beranjak. Ah... padahal ia baru saja datang, kenapa orang ini sudah mau pergi lagi?

... "Shreirei temani aku dulu sebentar untuk berdoa ayo~" menarik-narik lagi seragam hitam sang guru untuk menemaninya berdoa. Sejak kapan Nikolai ingin berdoa? Bukankah ia paling pemalasan pada hal-hal berbau religius yang tidak dikenalnya selama ini?

Tidak peduli, tetap menarik Shrei menuju kursi terdepan lalu duduk di sana dengan tenang. Mengepalkan kedua tangannya dan memejamkan mata. Sebelum melontarkan kalimat doa alanya, ia menarik nafas panjang.

"Wahai Tuhan yang baik, apa dan siapapun dirimu aku tahu Kau punya kekuatan untuk melakukannya," tersenyum sejenak membayangkan sosok berparas sama dengannya. "Tolong jaga saudaraku, Yoru, di manapun ia berada, apapun yang terjadi padanya. Pertemukanlah kami... kapanpun itu pasti kutunggu."

... "Amin."

Oke, kali ini benar ia berdoa, terlihat lebih tenang dan lebih 'niat' daripada acara sekolah minggu atau apapun yang biasa digelar para pastur untuk anak-anak seusianya dulu.

Baiklah Nikolai, doamu itu bagus. Sayangnya tidak akan pernah terkabulkan.

Selesai dengan doa itu, kemudian anak ini bangkit dari kursinya, menunjukkan cengiran lebarnya pada sang guru di sana. Eh... dia masih di sana kan?


Last edited by Nikolai Mikhailov on 29th September 2009, 20:15; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime28th September 2009, 03:56

Quote :
"Terima kasih, semoga Tuhan mendengar doa Anda juga."

Kalimat yang singkat dan padat terdengar dari Shreizag, gadis ini tidak menoleh atau membalas ucapan pria itu. Dia hanya memejamkan matanya sambil tersenyum.

"Lihat aku dari sana Pavla..."

Suara itu terdengar sangat lirih dan pelan dari bibirnya. Allegra menghela nafas, dia berbalik arah menuju pintu keluar-masuk kapel itu dengan perlahan-lahan. Saat melewati Shreizag dan seorang exorcist muda yang sekarang bersamanya dia sedikit menundukkan wajahnya, bentuk penghormatannya pada General womanizer berambut putih itu.

Matanya bisa menangkap beberapa sosok lain yang tampaknya belum lama berada di sana. Bayangan seorang general berambut pirang yang meratap sambil berdoa khusuk sampai ke sosok pria serba putih --yang duduk di deretan paling belakang--, seorang exorcist yang juga melakukan suatu kegiatan yang tak jauh beda.

Pintu itu terbuka dengan suara yang berderit, seperti bayi yang merengek. Allegra menyampirkan syalnya yang salah posisi ke belakang punggungnya bersiap-siap melangkahkan kakinya ke luar kapel


---------------------------------------------


@Shrei: maap AU-nya nyasar Very Happy~ *dilempar*
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime16th January 2010, 16:24

"Shreiriiin~"

Akhirnya, satu sosok yang sangat ia kenal muncul juga. Dan dengan panggilan aneh itu--dari mana sih anak itu mendapat ide untuk panggilan ajaib itu? Ia tidak pernah ingat pernah mengajarkan hal yang aneh-aneh--atau mungkin memang ini hanya sebagian kecil dari kekreatifitasan Nikolai Mikhailov. Belum lagi dengan lagu-lagu serta tarian-tarian unik yang dibuat untuknya; oh ya, Shreizag tidak akan pernah lupa.

"Shreirei temani aku dulu sebentar untuk berdoa ayo~"

Oh, tumben? Alis Shreizag terangkat sebelah, sementara dirinya diseret kembali ke tempat duduk terdepan. Tidak biasa Nikolai mau berdoa tanpa disuruh, barangkali ini suatu tanda perubahan yang bagus atau ada sesuatu yang telah 'mencerahkan' jiwa anak didiknya ini. Apapun itu, kini ia duduk di sebelahnya, bersiap mendengar doa apa yang hendak dipanjatkan oleh Nikolai.

"Wahai Tuhan yang baik, apa dan siapapun dirimu aku tahu Kau punya kekuatan untuk melakukannya. Tolong jaga saudaraku, Yoru, di manapun ia berada, apapun yang terjadi padanya. Pertemukanlah kami... kapanpun itu pasti kutunggu. Amin."

Pria Norwegia itu terdiam mendengar rangkaian kalimat yang baru dituturkan oleh muridnya. Sedikit banyak, ia merasa miris. Doa itu terdengar begitu tulus dan penuh harapan, sayangnya tidak akan pernah terkabul. Ia tahu, karena ia adalah saksi dari kematian saudara kembarnya 5 tahun yang lalu. Teringat akan hal itu, ia jadi merasa bersalah karena belum memberitahu fakta akan Fyodor Mikhailov pada anak yang duduk di sebelahnya sekarang. Tidak sanggup. Kini ia mengerti perasaan orang-orang yang memberitahu kematian Raquel 9 tahun yang lalu.

Tuhan...


"Sudah?" bertanya untuk memastikan, ketika anak itu berdiri dan tersenyum lebar padanya. Iapun berdiri, memandang wajah Shu kemudian mengelus kepalanya pelan. Tangannya berpindah ke punggung anak itu, mendorongnya pelan sebagai tanda mereka akan segera beranjak dari sana. Sudah tidak ada yang akan dilakukan lagi, bukan? Lagipula ia tidak ingin seluruh kapel jadi heboh kalau-kalau anak ini mulai berulah.

... Lindungilah muridku, Nikolai Mikhailov, tentramkanlah jiwa saudara kembarnya, dan berkatilah ia dengan rahmat-Mu. Amin.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Nikolai Mikhailov

Nikolai Mikhailov

Posts : 183
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime16th January 2010, 20:48

"Sudah?"

Anggukan kecil dilontarkan Nikolai pada sang guru, ia benar-benar ingin berdoa untuk saudaranya yang entah di mana. Dan berharap sedikit kepercayaan dapat mempertemukan mereka kembali. Nikolai tidak percaya pada Tuhan sesuai ajaran ayahnya, ia juga tidak percaya pada keajaiban seperti kata orang-orang di sekitarnya, tapi ia percaya dengan harapan. Ia percaya sedikit harapan dapat mengabulkan keinginannya.

"Tuhan pasti mengabulkan permohonanku kan?" memastikan hal tersebut pada sang guru. Bertanya mungkinkah ia bisa memercayai keberadaan kuasa yang tidak bisa dilihatnya.

Sebuah elusan mendarat di kepalanya seperti biasa. Oke, kali ini tidak masalah... setidaknya ia bisa bertahan selama 5 tahun terakhir untuk bersabar, berapa tahunpun akan terus ia tunggu untuk mendapat kenyataan itu.

Langkah kecilnya kemudian berjalan mengikuti dorongan di pundahnya. Satu... dua... langkah kemudian berhenti dan menunduk, kehilangan kesadaran atau pertanda 'yang dibicarakan muncul'. Kemudian mengangkat kepala, melirik Shrei di sampingnya dengan tatapan ala-nya. "Jangan bicara macam-macam padanya," berucap dingin, bermaksud meninggalkan pesan.

Benar kan, yang dibicarakan muncul. Fyodor selalu berlaku protektif, ia kemudian mengambil langkah untuk meneruskan peran adik kembarnya. Menghela napas sejenak lalu sedikit berbalik melirik altar di sana.

'Siapapun Kau, yang perlu Kau lakukan adalah melindungi saudaraku...'

Mengerjap sejenak, "Eh... tadi aku melamun ya?" kembali ke asal Nikolai, melirik Shrei. "Ayo~ kembali, tadi aku membuat cake spesial, Shreirin harus coba!" melangkah terlebih dahulu, tidak memerlihatkan galaunya sambil menarik-narik Shrei.

Setidaknya sudah berusaha kuat.


out tak?
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime17th January 2010, 00:54

Ketika akhirnya mereka akan meninggalkan tempat suci itu, anak didiknya kembali melontarkan pertanyaan. Oh ya, ia memang tidak pernah bisa diam. "Tuhan pasti mengabulkan permohonanku kan?"

Ah, anak-anak memang polos. "Tuhan selalu tahu apa yang paling dibutuhkan hamba-Nya." jawaban singkat yang ia harap akan memuaskan anak berambut putih itu. Semoga saja, karena pernyataan ini juga tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut, kecuali kalau memang Nikolai hendak mendebatnya, yang ia rasa, juga tidak mungkin.

Baru beberapa langkah, Nikolai berhenti, dan menunduk. Tak lama, ia menoleh dan memberikan tatapan dingin. Wah, panjang umur, yang baru didoakan muncul.

"Jangan bicara macam-macam padanya,"

Sedikit menghela napas untuk menjawab perintah itu, dengan suara dingin yang sama, "Pernahkah aku?" ya, karena Shreizag tak pernah sekalipun menyinggung kejadian lima tahun lalu, ketika ia pertama kali menemukan Nikolai. Bila anak itu bertanya, jawaban Shrei akan selalu sama--atau mirip: tidak tahu.

"Eh... tadi aku melamun ya?" satu alis Shrei terangkat, cepat sekali berubahnya? "Ayo~ kembali, tadi aku membuat cake spesial, Shreirin harus coba!"

Kembali diseret dan kembali menghela napas. Merupakan hal yang bagus melihat anak ini ceria seperti biasanya, dan ia harap Nikolai tidak menyelipkan potongan bawang bombay di dalam kue yang baru dibuatnya...

Gud, kan du beholde og velsigne oss alltid. Amen.


[Shreizag OUT]



[OOC: Akhirnya satu hutang LUNAS! *joget-joget*]

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Sponsored content




[CENTRAL] Chapel of Remembrance Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Chapel of Remembrance   [CENTRAL] Chapel of Remembrance I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Chapel of Remembrance
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forums hosting | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com