An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] Never Have I Ever

Go down 
AuthorMessage
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime28th September 2009, 05:25

Lokasi: kamar Giraile. Nanti malamnya juga kamar Giraile
Waktu: saat ini, siang hari, tetapi akan pindah ke malam hari setelah semua 'pemeran' terkumpulkan alias korban minum-minum. Pertengahan Januari 1880




Tidak seperti biasanya, kali ini Giraile Arevig Asdvadzadour mengarungi koridor dengan langkah-langkah yang riang, walau hanya beberapa menit yang lalu hentakan botnya yang tidak sabar menggema hingga ia mendobrak pintu kantor diplomasi dan komunikasi. Alasannya? Kotak kayu berisi kirimannya yang kini diangkutnya ke kamarnya.

Tidak, kali ini bukan kiriman yang biasa ia terima dari cabang Afrika - Timur Tengah. Walau ia sangat menyukai varian brandi Viceroy, ia rasa ia juga membutuhkan variasi. Ingat Hukum Gossen? 'Jika pemuas terhadap suatu benda berlangsung terus menerus, kenikmatan mula-mula mencapai kepuasan tertinggi--

--Namun makin lama makin turun, sampai akhirnya mencapai titik nol.'
Kini, ia mencapai ruang pribadinya. Dengan wajah girang layaknya gadis yang baru jatuh cinta untuk pertama kalinya, ia membuka bagian atas kotak kayu itu, tak sabar mencicipi isi botol yang berdentingan tiap kali bertumbuk dengan satu sama lain saat diangkutnya. "Brandy de Jerez, Brandy de Jerez Solera Gran Reserva~"

Ia mengambil botol pertama, yang benar saja, adalah brandi khas Andalusia, Spanyol itu. Brandi kelas atas yang disimpan selama sepuluh tahun sebelum dijual itu tentu lebih nikmat dari Brandy de Jerez Solera biasa yang hanya ditahan dari pasar selama satu tahun. Ia membuka tutup botol itu, dan menghirup aroma minuman mahal itu. Ia tidak sabar menanti akhir makan siang, ketika ia bisa mencicipi minuman ini untuk pertama kalinya...

Sekarang, ia harus meneruskan inspeksinya. Dan ketika ia melihat label botol kedua yang diperiksanya, ia tidak puas. "APA INI?!" pekiknya. Ketimbang label yang identik dengan botol brandi sebelumnya, ia menemukan bir pilsener bernama Estrella Damm. "Aku tidak memesan ini!!! Apa itu Estrella?!" Jelas, karena satu-satunya tipe alkohol yang ia ikuti secara fanatik adalah brandi.

Membiarkan botol itu berguling di atas lantai kamar, ia terburu-buru mengambil botol berikutnya. Sesuai dugaan! Ia menepuk jidatnya. "Tequila? TEQUILA?!" Dari cara ia berteriak dari tadi, wajar jika ada orang yang mendengar jenis-jenis alkohol yang dipekikkannya.

Tampaknya terjadi salah kirim dengan paket varian miras Spanyol, karena yang ia dapatkan berikutnya adalah racikan sheri berwarna merah tua. "Pedro Ximénez. Aku bahkan tidak pernah mendengar namanya!" Ia menggoyang-goyangkan botolnya, seakan menuntut Pedro untuk memperkenalkan dirinya. Berikutnya!

Reál Sangria. "Hah? Sangria yang sesungguhnya?" Tampaknya tanda di atas huruf 'a' itu tidak boleh diabaikan, namun Giraile tidak memikirkan akurasi ucapannya saat itu. Dengan geram, ia mengeluarkan botol terakhir dari kotaknya, yang ia yakini adalah alkohol varian lain... lagi. "Hooh, Blanca de Daroca." Nama lain dari macabeo, sejenis anggur putih muda. Yang jelas, bukan spirit kecintaannya, yang mendapatkan rasa unik itu dari distilasi--

Giraile meratapi nasibnya. "Ohhhh, demi Bapak di Surga, apa yang telah kulakukan salah?!" Banyak, banyak sekali.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime28th September 2009, 15:19

Shreizag memandangi benda di tangannya, sebuah botol brandi bertuliskan 'Commander' di badan botolnya. Brandi? Kenapa juga harus brandi; diberi pita merah pula? Pria Norwegia ini bahkan tidak tahu siapa yang berinisiatif memberikannya hadiah semacam ini, benda ini tiba-tiba saja ada di atas meja kerjanya, dan begitu ia bertanya pada kedua muridnya perihal hal ini, jawaban yang ia dapat sama sekali tidak memuaskan. Oh, apa Sinterklas salah mengirimkan hadiahnya? Jangan bercanda, Natal sudah lama berlalu. Dan lagi, kenapa harus brandi?

Berkat kiriman aneh itulah kini Shrei melangkah ke kamar pribadi Giraile, dengan asumsi yang bersangkutan akan lebih menyukai benda ini ketimbang dirinya. Apalagi, ia juga pernah dengar bahwa sang 'Commander' ini adalah salah satu jenis favoritnya. Bagus. Mungkin saja nanti Shrei bisa mendapat izin untuk mencoba mendandani Jendral barbar itu. Atau paling tidak, bereksperimen dengan rambut hitam lebatnya.

Belum juga ia sampai di depan pintu kamar yang bersangkutan, teriakan-teriakan histeris dari sang wanita berkebangsaan Armenia sudah terdengar dari kejauhan. Shreizag mendorong pintunya perlahan, yang memang tidak terkunci, dan menemukan sosok wanita itu tengah bersimpuh di hadapan sebuah kotak kayu, dengan botol-botol miras berbagai variasi terlantarkan di lantainya. "Kalau kau berteriak-teriak seperti itu, bisa-bisa ruangan ini hancur karenanya, Giraile." ujarnya, dengan nada datar seperti biasa.

Mata biru mudanya mengevaluasi sekali lagi, ruangan ini tampak baru diamuk oleh sang pemilik kamar. Apa ia tidak puas dengan isi kotak itu, apapun isinya? "Tadi pagi aku mendapatkan ini," ia mengangkat botol brandi yang dibawanya, memperlihatkan tulisan 'Commander' yang ada dengan jelas, "Kau tahu aku tidak suka minuman keras..." ujarnya pelan, tidak mengatakan secara eksplisit bahwa ia akan memberikan brandi berkualitas tinggi ini dengan cuma-cuma. Tentu, harus ada harga yang dibayar untuk itu, bukan?

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime28th September 2009, 16:06

"Yang ada, ruangan ini akan rusak gara-gara keteledoran siapapun yang mengurus pengiriman pesanan!" teriaknya, membalas ujaran datar Shrei dengan emosi yang berlebihan. Eh, apa yang didapatkan lelaki itu? Mata ambernya langsung menangkap sesuatu yang sangat menarik baginya di genggaman Shreizag; brandi merek Commander. Walau ia mengaku ia mulai jenuh akan produk itu--ah, tidak juga, ia rasa ia tidak akan pernah sepenuhnya jenuh.

Ia tersenyum lebar, menatap lelaki Norwegia itu; tepatnya, botol yang dipegangnya saat itu. "Oh, dan kamu tahu kalau aku sangat suka merek itu, Shrei. Dari pada kamu membawa benda tidak berguna, lebih baik kau berikan padaku saja." Ia mencoba memberikan senyum yang lebih manis pada Shreizag, walau tentu tidak mungkin sepenuhnya berhasil. Dalam hati, ia memiliki firasat lelaki berambut putih itu tidak akan menyerahkannya begitu saja... cih.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime28th September 2009, 16:58

Ressa melangkah perlahan dengan setumpuk kotak kue di tangannya, tumpukan tinggi dan besar yang bahkan sedikit berlebihan untuk tubuh sependek dirinya. Tapi bagaimanapun juga, ia harus menyingkirkan benda-benda ini dari kamarnya. Semalam ia memang keasyikan mencoba resep-resep baru sehingga ia lupa bahwa ia telah membuat terlalu banyak kue. Tadi pagi ia telah meninggalkan sekotak cake di kantor Ariel dan sekotak pula di ruangan Arvid. Dan kini...

Langkah kakinya membawanya ke arah kamar Giraile. Jangan tanya kenapa, tapi kadang-kadang memang Ressa datang ke tempat yang liar itu hanya dengan setengah kesadarannya, dan itu bukan hanya ketika ia sedang setengah mabuk, karena Ressa jarang sekali mabuk. Namun mungkin itu disebabkan oleh rutinitasnya mengunjungi kamar sang General bertubuh tinggi besar setidaknya 2 kali dalam seminggu hanya untuk ngobrol atau bahkan minum-minum.

Kini ia telah mencapai radius beberapa meter dari kamar Giraile. Telinganya menangkap beberapa ucapan dengan intonasi yang tidak mengenakkan dan suara yang sedikit terlalu lantang. Ada apa lagi ini dengan Giraile? pikirnya dalam hati. Tunggu. Yang ia dengar bukan sekadar teriakan. Ia mendengar nama-nama yang familiar di telinganya. Estrella? Tequila? Sangria? Blanca de Daroca? Tidak perlu ahli minuman keras untuk tauh bahwa nama-nama itu adalah merek-merek terkenal di perindustrian minuman beralkohol. Otak Ressa kini bisa sedikit menangkap apa yang membuat Giraile naik pitam. Apalagi kalau bukan karena ia mendapat minuman yang bukan termasuk minuman kesukaannya--- brandy?

"Kalau kau berteriak-teriak seperti itu, bisa-bisa ruangan ini hancur karenanya, Giraile."

Suara ini... suara Shrei. Rasanya begitu. Ressa melangkahkan kakinya lebih dekat lagi. Kini ia sudah bisa melihat sosok tinggi pria berambut putih itu. Hmm, kesempatan bagus untuk melewatkan hari yang cerah.

"Yang ada, ruangan ini akan rusak gara-gara keteledoran siapapun yang mengurus pengiriman pesanan!"

"Tadi pagi aku mendapatkan ini. Kau tahu aku tidak suka minuman keras..."

"Oh, dan kamu tahu kalau aku sangat suka merek itu, Shrei. Dari pada kamu membawa benda tidak berguna, lebih baik kau berikan padaku saja."


Yup. Ressa tahu apa yang akan terjadi berikutnya. BISNIS. Tapi sudahlah. Toh Ressa tidak akan termasuk dalam kesepakatan bisnis apapun yang akan mereka miliki. Yang ia inginkan hanya teman untuk membantunya menghabiskan kue-kuenya, dan mungkin beberapa gelas minuman keras.

Perlahan Ressa mengetuk pintu. Semoga saja Giraile dan Shrei punya cukup banyak waktu untuk menemaninya.

"Giraile, Halverson, lihat apa yang kubawa untuk kalian berdua,"
katanya riang. Ok, mungkin itu adalah sebuah dusta kecil, karena Ressa sebenarnya tadinya tidak terlalu peduli siapa yang akan memakan kuenya. Namun sepertinya kehadiran Giraile dan Shrei telah merubah semuanya.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime28th September 2009, 18:49

"Michelli," sapa sang jenderal wanita, senyum lebar tetap melekat di wajahnya. Ia melirik kue yang dibawa sang pemimpin bagian riset, dan mengangkat alis. Aneh sekali, hari ini banyak yang membawa 'upeti' pada dirinya, namun tidak ada yang tepat sasaran (baiklah, brandi bawaan Shreizag mendekati, tetapi ia sedang mengidam Brandy de Jerez, demi Tuhan!). "Ah!" Matanya melebar begitu mengingat sesuatu; Michelli adalah penggemar minuman keras, dan tidak hanya terhadap brandi seperti dirinya.

Ia melirik botol-botol dalam kotak kayunya, suatu ide picik terlintas di kepalanya. Mungkin ada sesuatu yang bisa dilakukannya dengan miras-miras ini... Ia menghampiri Ingressa, melingkarkan lengannya pada pundaknya. "Hei, Michelli, aku memiliki setumpuk alkohol yang aku rasa tidak akan bisa kuminum sendiri. Bagaimana jika kau..." Ia berhenti sejenak, menunjuk pada jenderal berdarah Norwegia yang bersamanya juga saat itu. "... dan dia, datang ke kamarku malam ini?"

Mengedipkan satu mata, ia siap mengutarakan ide briliannya. Minimal, samar-samarnya. "Aku punya ide permainan bagus. Ikut?" tantangnya, baik pada Ingressa atau Michelli. Ternyata ada gunanya juga ia mempelajari permainan yang melibatkan alkohol pada suatu misi yang kebetulan melibatkan kedai minum (yang sejujurnya, adalah usaha gagalnya mencari asupan brandi).

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ravel Kohler
Vatican Central
Ravel Kohler

Posts : 152
Umur : 27
Pemilik : masamune11
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 36

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime28th September 2009, 19:17

Ravel Kohler itu seorang yang baik.

Banyak yang mengatakan kalau kebaikannya tersirat pada bagaimana ia berkelakuan. Jendral yang satu ini memang cendrung kalem dan anteng, namun pasti akan menyapa kalau-kalau memang disapa--tentu saja pengecualian bila suasana hatinya sedang buruk. Untuk sekarang, siapapun yang melihatnya berjalan di salah satu koridor markas besar Black Order cabang Eropa pasti tahu benar bahwa ia berada dalam suasana hati yang baik. Hanya saja...

...mungkin orang-orang akan keheranan dengan dua botol brandi yang ada di tangan kirinya.

Pria berkebangsaan Jerman ini sebenarnya tidak terlalu suka dengan alkohol. Ia lebih senang dengan minuman beralkohol yang berasal dari sari apel. Bukan rahasia lagi memang, kalau jendral ini mencintai apapun yang bernuansa apel, sampai-sampai rela pergi ke mana-mana hanya untuk mencoba inovasi baru dengan buah ranum tersebut.

Kaki jendral ini terus melangkah menyusuri koridor-koridor panjang markas, sampai akhirnya ia berhenti pada ruang rekannya--orang yang pasti akan teriak kegirangan melihat apa yang ia bawa. Pintu kamar tersebut terbuka, menampilkan ruangan yang dipenuhi oleh botol-botol alkohol dan 3 persona lain yang ada dalam ruangan.

Dua di antaranya tentu saja ia kenal jelas.

\"Gutten Tag, alle.*)\" Ravel Kohler mendentingkan brandi yang ia bawa dengan kusen pintu, mencoba menarik perhatian mereka--terutama Jendral yang mencintai barang yang tengah ia bawa. \"Kuharap aku tidak mengganggu.\"

Senyum tipis; ia ingin tahu reaksi dari jendral wanita yang sempat mengalahkannya dalam tanding beberapa waktu lalu. Dua botol Calvados di tangannya bisa saja lompat karena langsung disita oleh Giraile Asdvadzadour.



OOC:
*) Good day, all

_________________
"Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors."
"Oh, Ravel... You and your words..."
"You know it's true, even more than I do."
"Perhaps."



The Original ID of masamune11, The Contemplative General
Back to top Go down
View user profile http://www.kecoakuning11.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime28th September 2009, 20:25

"Yang ada, ruangan ini akan rusak gara-gara keteledoran siapapun yang mengurus pengiriman pesanan!"

Ya, Shrei telah mengantisipasi teriakan lain dari awal. Namun lihat, kini wajah Jendral wanita itu berubah sumringah, setelah berhasil mengidentifikasi benda yang sedang dibawanya.

"Oh, dan kamu tahu kalau aku sangat suka merek itu, Shrei. Dari pada kamu membawa benda tidak berguna, lebih baik kau berikan padaku saja."

Lihat, senyumnya yang kelewat manis itu, pasti ada apa-apanya. "Boleh saja," ia berkata lagi, tetap menjaga ekspresi dan nada bicaranya yang datar, "Asal kau mengizinkan peralatan make-up-ku bereksperimen dengan wajahmu--" lanjutnya lagi, bersiap mendapatkan penolakan keras dari yang bersangkutan, sehingga dengan cepat ia menambahkan, "--atau paling tidak, beberapa jam dengan rambutmu." Shreizag telah mengutarakan keinginannya untuk bereksperimen dengan Giraile dengan jelas. Jujur saja, selama 2 tahun ia mengenal Jendral berkebangsaan Armenia ini, peralatan make-up Shrei tidak pernah barang sekalipun sukses menyentuh permukaan kulit wajah Giraile. Sayang sekali. Padahal Shrei bisa menjadikan Giraile wanita tercantik di dunia... Ahh, kenapa yang bersangkutan begitu benci wajahnya disentuh oleh make-up? Kadang-kadang ia tidak mengerti, bukankah wanita selalu ingin tampil lebih cantik?

...

Ah, Shrei lupa. Giraile kan bukan wanita.

"Giraile, Halverson, lihat apa yang kubawa untuk kalian berdua,"

Shrei menolehkan kepalanya untuk memastikan identitas pengetuk pintu itu, "Nona Michelli," sapanya, sambil tersenyum sekilas, menunjukkan kelegaan karena setidaknya ia tidak akan terkurung berduaan di sini.

"Hei, Michelli, aku memiliki setumpuk alkohol yang aku rasa tidak akan bisa kuminum sendiri. Bagaimana jika kau... dan dia, datang ke kamarku malam ini?"

Mata Shrei berkedip, kenapa ia harus ikut juga?

"Aku punya ide permainan bagus. Ikut?"

Kini ia mengerutkan alisnya, permainan bagus? Paling-paling cuma permainan yang membuang-buang waktu dan tidak membawa manfaat... Pria Norwegia ini tidak tampak berminat, makanya ia tutup mulut. Tapi kalau misalnya Giraile mengizinkannya mendandaninya... Ah, lagi-lagi soal itu.

"Gutten Tag, alle. Kuharap aku tidak mengganggu."

Datang seorang lagi, siang ini di kamar Giraile benar-benar ramai. "Gutten Tag, General Kohler." ia balas menyapa dengan anggukan sopan, mempraktekkan bahasa Jermannya yang telah mencapai tahap 'cukup fasih'. "Stattdessen kann Ihre Ankunft von Giraile vorweggenommen worden sein. *" lanjutnya, ketika melihat benda yang sedang dibawa oleh Ravel. Lagi-lagi minuman beralkohol. Shrei punya firasat... Bahwa ini akan menjadi hari yang panjang.




* = Justru, kedatangan Anda mungkin telah dinanti oleh Giraile.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 28th September 2009, 21:42; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime28th September 2009, 20:28

"Kuharap aku tidak mengganggu." Suara seseorang yang familiar, dan dentingan botol kaca yang sama familiarnya ditangkap oleh telinga jenderal wanita tersebut, yang langsung menoleh ke arah sumber suara. Menatap lelaki Jerman itu, ia memajang senyum tipis yang sama. "Ravel Kohler."

Namun, yang menangkap matanya adalah tulisan pada label kedua botol yang ditenteng lelaki itu. "Ca-Calvados?" Ia bukan sembarang fanatik brandi, dan ia kenal pada spirit hasil fermentasi apel itu, salah satu produk khas Basse-Normandie, Perancis. Senyum kecilnya melebar, hingga ia memamerkan giginya. Dalam sekejap, wanita Armenia itu sudah berada di hadapan Ravel, kedua telapak tangannya yang terbuka lebar-lebar siap menerima dua botol brandi itu."Oh, Ravel Kohler, untukku? Kau benar-benar tahu kesukaanku apa." Dan, ia harap brandi itu memang untuknya.

Giraile berusaha memamerkan senyum manis, yang tidak menghasilkan efek yang seharusnya, tentu. "Baru kembali dari misi, pasti. Kau lowong malam ini, Jenderal? Tertarik untuk mengikuti suatu permainan?" tawarnya, mendapatkan satu korban kandidat peserta permainannya lagi. Ie meletakkan tangan kirinya di sisi pinggulnya. "Michelli dan Shrei juga hendak ikut," ia meneruskan, walau belum mendapatkan respon positif dari kedua orang itu. Ingressa ia yakin akan ikut, tetapi untuk Shreizag itu masalah pemaksaan saja.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1


Last edited by Giraile Arevig A. on 29th September 2009, 00:07; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime28th September 2009, 21:51

Bianca hanya bisa geleng-geleng kepala begitu ia mendapatkan paket yang dimintanya sejak lama... yang kini tidak ada gunanya lagi, karena toh ia sudah sempat membelinya sendiri. Lebih kacau lagi, ia bukan penyuka minuman keras, meski ia kuat meminumnya banyak-banyak. Jadi, sekali lagi Bianca hanya bisa menghela nafas panjang sambil memegang sebotol Courvoisier VSOP Exclusif yang dikirim oleh Pastur Pietra, yang baru sampai hari itu.

"Bapa... kenapa pesanan ini tidak datang seminggu lebih cepat?" keluh Bianca pelan. Ia berpikir, tidak mungkin ia meminum brandi itu sendiri. Tidak mungkin juga diberikan pada Roman, karena pemuda itu lebih suka vodka ketimbang brandi. Dijual lagi, rasanya tidak etis. Ia terus termenung, sampai akhirnya ia mendapatkan sebuah ide yang... dia sendiri tidak tahu apakah baik atau tidak.

Jadi ia membawa botol itu keluar dari kamarnya, dan berjalan menuju ruang pribadi seseorang. Ia sudah menghafal jalannya sejak terakhir kali ia datang untuk menyerahkan 'pembayaran utang'-nya. Bukan berarti ia ingin mengunjungi tempat itu lagi, hanya saja terkadang ingatannya terlalu bagus untuk mengingat satu-dua hal, dan jalan dari kamarnya menuju ruangan itu adalah salah satunya.

Begitu ia sampai di depan pintu ruang pribadi orang yang dimaksud, ia menetapkan hati dan mengetuk pintu itu perlahan. "Permisi, Nona Giraile? Saya Bianca. Em... Saya mendapatkan kiriman sebotol Courvoisier VSOP Exclusif, dan saya tidak tahu mau diberikan kepada siapa. Apakah Nona mau menerimanya?" tanya Bianca dari luar pintu tersebut.

Ia menunggu jawaban dari empunya ruangan, sambil menelan ludahnya sendiri. Ia tidak tahu, apakah hal yang dilakukannya ini benar atau salah.
Back to top Go down
View user profile
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime30th September 2009, 17:15

Kedatangan Ressa rupanya langsung disambut hangat oleh si General super dingin Halverson. Tunggu, bukankah itu paradoks yang bagus? Sudahlah..

"Hei, Michelli, aku memiliki setumpuk alkohol yang aku rasa tidak akan bisa kuminum sendiri. Bagaimana jika kau... dan dia, datang ke kamarku malam ini?"

Dia? Pandangan Ressa pun mengikuti arahan jemari Giraile dan berlanjut pada..sang General Norwegia, SHREI! Ok, tunggu sebentar. Bairkan otak Ressa mencerna ini terlebih dahulu. Jadi Giraile, yang tengah bad mood hari ini hendak mengundangnya dan Shrei untuk sebuah permainan? Apa 'permainan' ini ada hubungannya dengan botol-botol miras yang berserakan itu? Atau mungkin lebih berhubungan dengan mood Giraile yang sedang tidak stabil? Giraile dengan mood yang stabil sudah cukup memerlukan kewaspadaan, apalagi yang tengah tidak stabil.

Tapi ayolah, sekalipun Giraile punya niat jahat, ia yakain Giraile tidak akan sampai hati mengancam nyawanya. Jadi, mungkin ia akan ikut saja. Tidak baik menyia-nyiakan kesempatan, maupun menolak kebaikan orang lain, kalau itu bisa disebut kebaikan.

"Gutten Tag, alle. Kuharap aku tidak mengganggu."


Ressa menoleh. Tidak lain tidak bukan, itu adalah suara Ravel Kohler. Lagi-lagi seorang General datang. Ressa jadi merasa..beda sendiri. Ya, sementara makhluk-makhluk tinggi besar di sekelilingnya memakai baju hitam-merah, ia yang mungil memakai pakaian yang didominasi warna putih, khas seorang ilmuwan..atau mungkin tidak juga. Pakaian berkerah Cina-nya bukanlah gaya ilmuwan, tapi, pokoknya begitulah...

"Hallo, Herr Kohler. Ehm, benarkah begitu cara orang Jerman memanggil seorang Gentleman?" sapa Ressa pada sang General.

"Gutten Tag, General Kohler. Stattdessen kann Ihre Ankunft von Giraile vorweggenommen worden sein. "

Hhh.. dasar Shrei. Ressa menghela nafas. Ya, itu memang kebiasaan Shrei, mengucapkan bahasa-bahasa lain. Tapi tidak ada gunanya terlalu ambil pusing, walau Ressa sebenarnya agak kesal bahwa ia tidak dapat bicara dalam bahasa selain Italia dan Inggris. Atau mungkin dia kesal karena tidak bisa mengerti apa yang dikatakan oleh pria Norwegia itu?

"Baru kembali dari misi, pasti. Kau lowong malam ini, Jenderal? Tertarik untuk mengikuti suatu permainan?"

Jadi begitu rupanya. Bukan hanya ia dan Shrei yang diundang ke acara-apapun-itu yang tengah disiapkan oleh Giraile. Mungkin ini akan menjadi semacam pesta?

"Michelli dan Shrei juga hendak ikut,"

Apa?! Ressa kembali mengingat-ingat. Rasa-rasanya ia belum menentukan apakah ia akan ikut atau tidak, walaupun ia telah memutuskan demikian dalam hatinya. Apa mungkin Giraile telah mendapatkan teknik baru --- membaca pikiran orang lain? Rasanya tidak. Ressa memandang Shrei, yang dari tadi tampaknya tak berminat. Ya, mungkin bukannya teknik membaca pikiran, tampaknya teknik memaksa dengan halus adalah kata yang tepat untuk menjelaskan kalimat Giraile barusan.

"Ya, General, saya juga akan ikut," kata Ressa pada Ravel, hanya untuk menandaskan apa yang telah Giraile katakan. Semoga saja dengan kata-katanya Ravel akan ikut acara malam ini, sehingga semuanya akan jadi lebih meriah.

"Permisi, Nona Giraile? Saya Bianca. Em... Saya mendapatkan kiriman sebotol Courvoisier VSOP Exclusif, dan saya tidak tahu mau diberikan kepada siapa. Apakah Nona mau menerimanya?"

Kalau menurut Ressa sih, Giraile akan menerimanya. Kalaupun bukan untuk diminumnya sendiri, ya minimal untuk para undangan yang akan hadir nanti malam...
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Ravel Kohler
Vatican Central
Ravel Kohler

Posts : 152
Umur : 27
Pemilik : masamune11
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 36

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime30th September 2009, 17:18

Sebuah kalimat pernyataan, dalm salah satu bahasa ibunya. Terkadang, ia lupa akan kemampuan berbahasa milik rekan jendralnya yang satu ini; Shreizag jelas berhasil membuatnya mendengus geli, karena senyum tipis milik jendral ini melebar... namun sangat sedikit.

"Hallo, Herr Kohler. Ehm, benarkah begitu cara orang Jerman memanggil seorang Gentleman?"

Oh? Ada saja yang memangggilnya kembali dengan tata panggilan gaya negeri tercinta. Dilihatnya Ingressa Michelli yang menyapanya, sebelum Ravel kembali tersenyum tipis. "Tepat sekali, Fraulein." Dahinya mengerut--ia belum sempat mengetahui nama dari teman Giraile yang satu ini, meskipun ia sering melihat keduanya bersamaan--ah, seperti Evangeline... keponakannya yang satu itu selalu berkumpul dengan teman wanitanya, bukan? Wajahnya kembali berpaling pada Shreizag dan mengutarakan apa yang ada di pikirannya.

Dengan bahasa Jerman.

"Ist das so? Das bezweifle ich. Ich nehme an, sie interessiert sich mehr für diese Flasche als die Person, die es.*)" Ravel Kohler hanya menyunggingkan senyumnya. Apa yang ia katakan sepertinya menjadi kenyataan, karena sosok Giraile segera menghampirinya, bergumam sedikit tentang Calvados (brandi yang ia bawa), sebelum akhirnya menyeletuk optismis bahwa brandi tersebut memang untuk sang jendral wanita.

Beruntunglah ia masih ingat dengan rekan sendiri; bila tidak, brandi tersebut pasti sudah habis. Calvados dibuat dari fermentasi jus apel--sesuatu yang jelas tidak ingin ia berikan pada orang lain.

"Tidak, bukan misi. Hanya sebuah... kunjungan ke makam." Ravel menjaga suaranya tetap datar dan segera menaruh brandi tersebut di salah satu tempat terdekat--sebuah meja kecil yang berdiri tak jauh darinya. Kemudian, sebuah ajakan untuk mengikuti permainan. Cukup menghabiskan waktu, sebenarnya. Lagipula, mungkin saja Ezekiel memiliki beberapa hal yang perlu diurus...

...atau ia bisa menyekip hal tersebut, dan menghabiskan sore hari ini mengikuti permainan.

Ravel Kohler menghela napas panjang; ia mengakui dirinya kurang istirahat belakangan ini. Pastinya, mungkin sedikit permainan bukanlah masalah. Namun, pria ini gagal mencerna bahwa yang mengajaknya bermain adalah Jendral wanita paling bar-bar yang ada di markas utama. Ravel hendak menuai masalah.

"Tidak masalah. Sepertinya takkan ada acara sampai nanti malam."

Seorang Exorcist berambut putih pun dengan sopannya masuk ke dalam ruangan, memberikan kembali sesuatu yang... menarik mata Giraile kembali. Yap, stok brandi milik sang jendral wanita ofisial menjadi sangat banyak.

Mata coklat kekuningan melirik Shreizag, yang namanya sempat diajukan oleh jendral wanita tersebut. Entah pria itu dijebak untuk mengikuti... atau dipaksa.... atau justru jendral wanita tersebut belum sempat mengundangnya. Pria berambut pirang ini akan tahu dalam beberapa waktu.

_________________
"Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors."
"Oh, Ravel... You and your words..."
"You know it's true, even more than I do."
"Perhaps."



The Original ID of masamune11, The Contemplative General


Last edited by Ravel Kohler on 30th September 2009, 20:56; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://www.kecoakuning11.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime30th September 2009, 17:24

"Ist das so? Das bezweifle ich. Ich nehme an, sie interessiert sich mehr für diese Flasche als die Person, die es."

Shreizag mengambil nafas sebentar, kemudian menjawab pernyataan Ravel, dengan bahasa yang sama, "Das ist, was ich bedeute, General. Sie ist an dieser Sache nur interessiert.*" katanya datar, sambil memandang Giraile dengan tatapan datar pula. Lihat saja bagaimana wanita Armenia itu seenaknya memutuskan bahwa ia juga akan ikut dalam permainannya, padahal tidak sedikitpun Shreizag mengiyakan pernyataan tersebut.

"Tidak masalah. Sepertinya takkan ada acara sampai nanti malam."

Uh oh. Tanpa diduga Ravel menyetujui proposal permainan yang belum jelas juntrungannya itu, membuat Shrei ingin menghela nafas panjang. Namun ia menahannya, karena seorang Exorcist lagi--yang dikenalinya sebagai salah satu korban Giraile di kafetaria, teman dari Finder yang salah menyebutkan namanya--membawakan sebuah benda serupa yang akan sangat disukai Jendral barbar satu ini.

Tampaknya Giraile tidak perlu khawatir soal stok miras untuk satu bulan ke depan.

Sekarang, masalah permainan yang direncanakan Giraile. Sejak tawarannya tidak dipedulikan, Shreizag sudah kehilangan minatnya pada permainan apapun yang ditawarkan Giraile. Kali ini, ia benar-benar menghela nafas, "Aku tidak ikut." ucapnya pendek, "Kecuali kau... Mau mempertimbangkan tawaranku barusan." katanya sambil melirik Giraile sekilas, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain, seakan siap keluar dari sana kapan saja. Ya, brandi bermerk Commander ini lumayan juga untuk dinikmati saat santai. Walaupun pria Norwegia ini bukan penggemar minuman keras, sekali-sekali boleh saja, kan?




* = Itu yang saya maksudkan, Jendral. Dia hanya tertarik dengan benda itu saja.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime7th October 2009, 17:23

"Hei, hei. Jangan berbicara dengan bahasa yang tidak kumengerti," ancamnya pada lelaki Norwegia di dekatnya dengan tatapan tajam. Tidak terhadap Ravel Kohler kali ini, karena pria Jerman yang bersangkutan telah 'memberikan' sesuatu yang... menarik baginya. Ia merampas botol Calvados yang dibawakan sang jendral, sebelum mengelusnya layaknya seorang ibu mengelus anak yang baru dilahirkannya dan memberikan tatapan penuh kasih sayang. "Brandi ini bagus, sudah lama diawetkan. Kau tidak salah pilih, Jendral."

"Permisi, Nona Giraile? Saya Bianca. Em... Saya mendapatkan kiriman sebotol Courvoisier VSOP Exclusif, dan saya tidak tahu mau diberikan kepada siapa. Apakah Nona mau menerimanya?"

Datang seorang lagi ke kamarnya; lelaki albino yang pernah ditemuinya di kafeteria bersama seorang Finder sialan, yang membawa suatu objek yang juga langsung memikat perhatiannya. Tuhan, apa yang telah dilakukannya sehingga ia mendapatkan rezeki bertumpuk seperti ini? Giraile hanya menyeringai lebar, menerima nasib baiknya. "Lebih dari sekadar mau, Mister..." Ide buruk itu kembali terlintas ke kepalanya. "... Kau kuat minum? Sudah mendengar yang kami bicarakan, kan? Mau ikut tidak, malam ini? Semuanya ikut--"

"Aku tidak ikut."

"Uapaa?!" Giraile memalingkan kepala ke arah sumber suara yang membuatnya gusar itu, tentu setelah merampas botol brandi untuk kedua kalinya dengan tangannya yang masih bebas. Dengan geram, ia mengayun-ayunkan kedua botol itu , sebelum menunjuk ke arah Shreizag dengan Calvados yang ada di genggaman tangan kanannya. "Memangnya--"

"Kecuali kau... Mau mempertimbangkan tawaranku barusan."

Oh. Mengapa ia tidak mengatakan itu dari tadi? Giraile memamerkan senyum lebar yang menipiskan bibirnya, meletakkan dua botol jarahannya ke atas meja tulisnya. Tunggu, apa tadi tawarannya? Wajah atau rambut? "Rambut," desisnya, seraya ia mengambil paksa botol brandi untuk ketiga kalinya. "Rambut boleh kau apa-apakan, tetapi jangan berani-beraninya mendekatkan benda terkutuk itu ke wajahku. Tetapi...

"... awas ya jika kamu tidak jadi ikut." Bisa dibilang, Shreizag yang sedang mabuk adalah salah satu hal yang masih peringkat tertinggi di daftar hal-hal yang ingin dilihat Giraile sebelum mati.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime7th October 2009, 17:42

"Tepat sekali, Fraulein."

Ressa tersenyum. Walau tidak bisa bahasa Jerman, tapi Ressa tentu setidaknya bisa menerka bahwa 'Fraulein' adalah panggilan yang sopan kepadanya.

"Saya Ingressa Michelli, General Kohler," katanya. "Salam kenal."

"Das ist, was ich bedeute, General. Sie ist an dieser Sache nur interessiert.*"

Ah, lagi-lagi Shrei bicara dengan bahasa yang tidak ia mengerti. Kali ini Ressa sungguh tidak mengerti para pria. Apa sih yang ada dalam pikiran mereka? Apa mereka kira lucu membuat seorang wanita bingung karena mereka bicara dalam bahasa alien? Padahal seingatnya Shrei hanya beberapa kali mengajaknya bicara dalam bahasa italia, walaupun mereka sudah berteman sekian lama..

"Aku tidak ikut. Kecuali kau... Mau mempertimbangkan tawaranku barusan."

Ressa terkesiap. Ayolah, Shrei harus ikut malam ini. Ini kan pesta antar sahabat.. Apa yang akan Giraile lakukan sekarang? Dia tahu benar bahwa Giraile 'mengharamkan' benda apapun yang bernama kosmetik menyentuh wajahnya. Baginya itu jelas mimpi buruk.

"Rambut, Rambut boleh kau apa-apakan, tetapi jangan berani-beraninya mendekatkan benda terkutuk itu ke wajahku. Tetapi... awas ya jika kamu tidak jadi ikut."


Hal pertama yang Ressa pikirkan adalah bahwa pendengarannya salah. Giraile? Apa Giraile benar-benar merelakan rambutnya disentuh oleh tangan cekatan Shrei yang selama ini selalu menyentuh rambut pirangnya, setidaknya selama Shrei ada di markas?

Tapi, asal Shrei ikut pesta dan tidak ada teman yang ditinggalkan, tidak ada masalah. Ressa justru penasaran ingin melihat sang General wanita didandani oleh sang Maestro..

"Jadi, Halverson, apa kau mau aku mengambil beberapa hiasan rambut dan beberapa cake yang kusimpan di kamar untuk nanti malam?" tanyanya iseng. Kalau Shrei mau mendandani Giraile-- kesempatan sekali seumur hidup-- ia ingin memastikan sang pria Norwegia mandapatkan semua yang dibutuhkannya.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime7th October 2009, 17:51

Mendengar tawaran minum-minum dari Giraile, Bianca hanya bisa menghela nafas pelan. Tapi perhatian General satu itu agak teralih oleh ucapan tamunya yang lain, yang mendadak menolak ikut acara mabuk-mabukan itu... kecuali sang General wanita mau ditata rambutnya. Bianca kembali tidak berkomentar, karena ia tidak mengerti di sebelah mana menariknya menata rambut seorang Giraile. Bukankah semua wanita menata rambutnya? Oh, kau tidak tahu saja seperti apa rupa General barbar itu, Bianca...

Dan, seorang tamu lainnya--yang sepertinya adalah perempuan--ikut menawarkan untuk membawakan hiasan rambut untuk membantu pria tadi, yang akhirnya diketahuinya sebagai Shreizag Erstad Halverson.

Sialnya, dari percakapan itu, Bianca bisa menyimpulkan bahwa sepertinya Giraile tidak akan membiarkan siapapun yang sudah membawakannya sebotol brandi untuk tidak mencobanya. Membayangkan kira-kira seperti apa amukan sang General kalau ia menolak, ia hanya bisa menelan ludah.

"A...anu... Nona Giraile..." panggilnya takut-takut, "Saya... saya boleh tidak ikut, 'kan?"

Dalam hati, ia berdoa semoga ia boleh tidak ikut. Ia tidak mau terlibat dalam masalah, apalagi kalau masalah tersebut berkaitan dengan orang mabuk.
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime7th October 2009, 18:21

"Michelli, bawa kuenya saja, mengerti? Ya, tetapi, hidangan utama kita adalah hal yang lain sih..." Ia pun kembali memajang senyum picik, menahan tawaan angkuh yang hampir keluar dari mulutnya. Baiklah; Ingressa, Shreizag, Ravel... ia sudah mendapatkan tiga partisipan. Bagaimana dengan pria terakhir itu?

"A...anu... Nona Giraile..."

"Ya?" desaknya dengan tidak sabar. Ikut, atau tidak ikut, cepat saja bilang! Ia menghentakkan kakinya ke lantai dengan keras; mungkin Bianca tidak bisa melihat, tetapi pasti ia bisa mendengar ketidaksabaran Giraile dari itu. Jika dilihat dari wajahnya, Giraile dapat setengah menerka jawaban yang hendak dilontarkannya. Benar saja, "Saya... saya boleh tidak ikut, 'kan?"

Wanita Armenia itu mendengus. Ia tidak memiliki dendam kesumat apapun terhadap pria berambut putih yang satu ini (mengenai pria berambut putih non-albino itu, lain soal...), dan ia pun tidak sedemikian tertarik melihat wujud Bianca Corda ketika mabuk. Dari penampilannya, memang pria Italia itu terlihat sangat taat pada tata krama yang sepantasnya. Sepintas, terlintas ide untuk mengatakan bahwa 'permainan' ini tidak akan melebihi batas, tetapi... Giraile menginginkannya untuk melebihi batas, terutama untuk dua jendral yang akan turut serta, walau tidak untuk dirinya sendiri.

Ya, apa boleh buat. "Bah! Terserahmu, kau sendiri yang akan menyesal. Jika kamu berubah pikiran, datanglah ke kamarku malam ini." Ia mengedipkan mata ambernya, walau Bianca tidak dapat melihatnya. Masa bodoh, deh. "Tidak akan terkunci, khusus malam ini. Dan, ada seseorang yang siap menalangi jika... terjadi sesuatu di luar dugaan." Abisak terlintas di pikiran.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime7th October 2009, 18:25

"Rambut. Rambut boleh kau apa-apakan, tetapi jangan berani-beraninya mendekatkan benda terkutuk itu ke wajahku. Tetapi... awas ya jika kamu tidak jadi ikut."

Bagus. Cukup dengan persetujuan Giraile bisa membuat seulas senyum tipis tersemat di wajahnya, pria Norwegia ini kelihatan tertantang untuk bisa memodifikasi, menata, dan 'bermain' dengan rambut dari seorang Giraile Asdvadzadour, apalagi rambutnya itu bukan rambut sembarangan. Ia menyerahkan sebotol brandi Commander pada Giraile sepenuhnya. Tidak perlu kata-kata lagi untuk menyatakan persetujuan Shreizag atas perjanjian berharga ini, senyum tipis di wajahnya sudah menyatakan itu semua.

"Jadi, Halverson, apa kau mau aku mengambil beberapa hiasan rambut dan beberapa cake yang kusimpan di kamar untuk nanti malam?"

"Questa sarebbe una grande idea, signora Michelli." Shreizag menyatakan persetujuannya dalam bahasa ibu wanita itu, Italia, tetap dengan senyum tipisnya yang masih terpasang. Ya, Shrei tidak punya banyak stok penghias rambut, jadi bantuan dari Ressa akan sangat dibutuhkan.

"A...anu... Nona Giraile... Saya... saya boleh tidak ikut, 'kan?"

Oh, rupanya ada yang cukup berani menolak tawaran Giraile selain dirinya? Sang Exorcist albino, ternyata. Memang, dari kejadian yang lalu keberanian Exorcist ini sudah terlihat, ia berani menghadapi Giraile langsung dari depan. Dan untuk kali ini, ia memang sudah bertanya hal yang tepat.

"Bah! Terserahmu, kau sendiri yang akan menyesal. Jika kamu berubah pikiran, datanglah ke kamarku malam ini. Tidak akan terkunci, khusus malam ini. Dan, ada seseorang yang siap menalangi jika... terjadi sesuatu di luar dugaan."

Tumben Giraile murah hati? Ya, paling tidak satu nyawa sudah terselamatkan... Ia sendiri, tidak begitu peduli soal permainan nanti asal bisa menagih janjinya pada Giraile beberapa hari ke depan. Menunggu sang tuan rumah mengambil tindakan lanjutan, ia membiarkan Timcanpi bermain-main dengan tangannya.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 7th October 2009, 21:23; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime7th October 2009, 18:27

Quote :
"Bah! Terserahmu, kau sendiri yang akan menyesal. Jika kamu berubah pikiran, datanglah ke kamarku malam ini. Tidak akan terkunci, khusus malam ini. Dan, ada seseorang yang siap menalangi jika... terjadi sesuatu di luar dugaan."

Bianca menghela nafas lega mendengar jawaban dari Giraile. Kelewat lega, malahan. Tapi ia segera memasang senyum terbaiknya pada General satu itu, setidaknya sebagai tanda terima kasihnya yang besar... karena boleh tidak mengikuti kegiatan 'aneh-aneh' itu.

"Terima kasih, Nona Giraile. Saya permisi dulu. Selamat siang, semoga Tuhan memberkati Anda semua," kata Bianca sambil tersenyum lembut, lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.

[Bianca Corda OUT]
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime7th October 2009, 21:17

Shreizag Halverson tersenyum tipis, dan respon Giraile akan ini adalah dengkusan yang sama sekali tidak kewanitaan. Bukan tidak berarti ya, dan itu benar-benar sesuatu yang bisa diterapkan pada lelaki Norwegia yang satu ini. Seakan memiliki semacam kepemahaman mutual, Giraile pun tidak menyuarakan pemahamannya akan senyum misterius lelaki itu, dan memilih merespon salam Bianca. "Ya, ya, sama bagimu juga."

"Beuhhh." Jendral berambut putih itu menggunakan bahasa yang asing baginya... lagi. Sayang sekali, tidak ada seorangpun di kamar itu yang memahami bahasa Armenia (barangkali Turki? Jikalau ada, kemungkinan besar identitas orang itu adalah Shreizag, tetapi ia tengah mencari bahasa yang tidak dimengerti pria bangsat itu, bukan sebaliknya). "Baiklah. Michelli, Kohler, kamu." Ia menunjuk satu per satu pada Ingressa, Ravel dan Shreizag. "Dengan diriku, empat orang. Hei, mungkin jumlahnya akan bertambah nanti malam." Ia memiliki beberapa kandidat lain untuk acaranya malam itu...

Beberapa detik keheningan. "Yaa... Selamat bertemu lagi nanti malam, jam sembilan tepat! Awas kalau ada yang lupa..." Ia mengusap perutnya yang belum diisi sejak jam sarapan tadi. Tampaknya, sudah saatnya ia menyantap makan siang, sebelum ia bisa menyampel Calvados yang diberikan Ravel Kohler tadi.

"Aku ingin makan siang. Barang kali kalian sudi menemaniku?" Bisa dibilang, frase keduanya adalah eufemisme hal yang sebenarnya dimaksudkannya: 'bisakah kalian keluar dari kamarku sekarang, karena aku juga ingin meninggalkannya?' Tanpa sungkan-sungkan, ia mendorong ketiga orang lain mengeluari ruangan ke koridor depan kamar. Untuk urusan perut, ia tidak suka menunda.





"Hm... Kira-kira, apa yang komplementer dengan rasa Calvados, eh?"






[SELESAI, dilanjutkan di topik I Have Never Ever - let the game begin! Twisted Evil]

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Sponsored content




[CENTRAL] Never Have I Ever Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Never Have I Ever   [CENTRAL] Never Have I Ever I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Never Have I Ever
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com