An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [AU] Opposite Day: Europe

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Giraile Arevig A.
Vatican Central
avatar

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: [AU] Opposite Day: Europe   28th September 2009, 20:54

Konsep RP ini sebenarnya simpel. Mainkan karakter dengan kepribadian yang BERLAWANAN dengan yang tertera di profil. Boleh mempertahankan beberapa sifat yang tersirat agar ciri khas karakter tetap ada, tetapi untuk sifat yang tampak usahakan dibuat berlawanan Twisted Evil

Dalam post pertama, mohon sertakan biodata singkat karakter seperti di bawah. Selamat bersenang-senang!

Untuk cabang Eropa, bagi cabang lain yang ingin mencoba, sila bikin topiknya juga Blush




Quote :
Nama: Giraile Arevig A.
Jabatan: General
Kepribadian: Gadis baik hati yang selalu berusaha menolong sesama tanpa pamrih, dan senang memberikan hadiah pada orang. Tidak berani menyentuh minuman keras dan tidak suka mendengar kata-kata kasar. Sangat feminim dan lemah lembut, benar-benar sosok wanita yang sangat rapuh

Trap, trap, trap. Terdengar langkah pelan hasil hentakan sepatu bot seorang jenderal wanita pada lantai, Giraile Arevig. Wanita pada akhir masa dua puluh tahunannya itu menghela napas, berhasil menyelesaikan misi kecil mengalahkan sekumpulan Akuma Level 1. Seharusnya jenderal memang diberi tugas yang lebih berat, tetapi Giraile benar-benar tidak suka bertarung. Walau ia tahu menumbangkan Akuma berarti menyelamatkannya, ia tetap merasa tidak tega...

Bibir wanita itu mengerunyit, seraya rona merah merayap ke pipinya. Ia mengeluarkan suatu bingkisan manis dari saku jubahnya, sesuatu yang telah dibelinya untuk rekan jenderalnya, Shreizag, sebelum ia mencapai markas di pasar Westminster. Ia meneguk ludahnya, merasa gugup. Walau ia sudah beberapa tahun mengenal lelaki itu, ia tetap merasa terintimidasi... ya, begitulah nasib wanita yang terlampau lemah lembut itu.

Ia mengetuk pintu kamar pribadi Shreizag dengan pelan. "A-Anu... Shrei, ini aku, G-Giraile..." Ia merasakan wajahnya memanas. 'Kyaaa, tidak!' Ia harus bisa menghadapi rasa groginya! Tidak mungkin ia selamanya takut bersama... temannya, kan?

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
avatar

Posts : 580
Umur : 25
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   28th September 2009, 20:55

Quote :
Nama: Shreizag E. Halverson
Jabatan: General
Kepribadian: Seorang pria yang sangat senang menggoda wanita, bahkan sampai ke tingkat yang ekstrim. Murah senyum, mulai dari senyum sopan sampai senyum maut yang dapat melelehkan hati para wanita. Paling benci belajar bahasa asing dan lelaki. Kadang-kadang suka berkaca dan mengagumi ketampanannya. Intinya, womanizer (dan narsis, pula).

Cih, hari yang membosankan.

Tidak ada misi, tidak ada hal-hal yang menantang, dan yang paling penting; tidak ada wanita! Seharian ini, Shrei tidak melihat seorang wanitapun berseliweran di markas Black Order Cabang Eropa. Ke mana mereka semua? Yang ada hanya para lelaki, membuat pemandangan tidak enak dilihat. Bikin alergi kambuh saja.

Pria Norwegia ini menghela nafas, memainkan ekor Timcanpi yang berusaha kabur darinya, "Huh, kalau bukan karena kau pemberian Ressa, sudah kuberikan kau ke kucing gemuk di kota," ucapnya sinis, sambil memandang golem perak yang makin terlihat panik tersebut. Usaha Timcanpi untuk kabur dari tuannya berhasil ketika suara ketukan di pintu mengalihkan perhatian Shrei.

"A-Anu... Shrei, ini aku, G-Giraile..."

Bibir Shrei terangkat ke atas, membentuk sebuah senyuman lebar. Bagus, satu ikan segar terpancing. Pria Norwegia ini segera beranjak dari kursinya, membiarkan golem peraknya terbang bebas dengan lega. Ia membuka pintu, dan langsung memeluk pinggang Giraile mesra, "Ada apa, Giraile sayang?" tanyanya, dengan senyum bak suami pada istrinya, kemudian ia mengecup dahi Giraile, sebagai bagian dari pelampiasannya.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 28th September 2009, 22:57; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Benjamin Baptiste

avatar

Posts : 102
Umur : 24
Pemilik : Woof

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 17

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   28th September 2009, 21:12

Quote :

Nama: Benjamin Baptiste
Jabatan: Exorcist
Kepribadian: Seorang yang sangat rajin dan cukup realis. Tidak percaya kepada Tuhan dan jahil. Senang mendekati orang-orang di sekitarnya untuk dijahili dan tidak terlalu peduli kepada perasaan orang-orang itu.

Hari yang benar-benar menyenangkan untuk berkeliaran di Markas Pusat!

Benjamin menyunggingkan senyumnya sepanjang hari dan mencari-cari orang-orang yang bisa dijahilinya. Mungkin ada yang salah dengan senyumnya sehingga beberapa orang terlihat menjauhi dirinya. Benjamin pun memiringkan senyumnya dan menjontorkan bibir bawahnya melihat respon orang-orang itu. Tidakkah mereka peduli kepada Benjamin sekedar untuk menanyakan apa yang membuatnya senang hari ini?

Benjamin pun melangkah cepat, melintasi koridor demi koridor untuk mencari "pemandangan yang indah" atau "orang yang butuh pertolongan". Alas, entah mengapa mereka sulit sekali ditemukan. Matanya menangkap sosok seorang General sedang menunggu di depan sebuah pintu, akan tetapi dengan cepat dia memindahkan fokus matanya dan melanjutkan perjalanannya.

"Ada apa Giraile sayang?"

Oh, tunggu dulu, kata-kata apa itu barusan? Benjamin berhenti dan mulai berjalan mundur dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara. Sebuah senyum jahil tersungging di wajahnya ketika dia melihat seorang General lainnya tengah mengecup dahi General wanita tadi dengan mesra. Oh, inilah yang Benjamin butuhkan. Sedikit romansa, yang sayangnya tidak di tempat yang tepat. Bagaimana bisa bangunan tua ini menjadi tempat yang romantis?

Masih berjalan mundur, perlahan-lahan Benjamin melepaskan ikatan kain jubah abu-abunya dan menggenggamnya seperti seorang matador memegang sebuah kain merah untuk memancing banteng marah. Beberapa detik kemudian, Benjamin menarik jubah itu ke atas dan dengan tidak sengaja melepaskan jubah itu.

Kain itu pun melayang sejenak mendekati kedua Generals itu dan jatuh menutupi mereka berdua. Benjamin membiarkan kedua insan itu di balik jubahnya lalu dia mendekati mereka dan bersuit nyaring.

"Hei, General, tidak baik melakukannya di depan publik. Lakukan saja di dalam," kata Benjamin sambil menyikut jubahnya di mana seharusnya pinggul General wanita tadi berada. Sebuah peringatan muncul di dalam benaknya memperingatkannya untuk tetap bersikap hormat kepada General itu, tetapi nasi sudah menjadi bubur, kan?


Last edited by Benjamin Baptiste on 29th September 2009, 14:18; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
A. Růžena Mlynarikova

avatar

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   28th September 2009, 21:26

Quote :
Nama: Allegra Růžena Mlynarikova
Jabatan: Disciple
Kepribadian: Gadis muda yang mungil, melankolis, romantis, tidak suka bulu hewan, pandai mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menyukai dan mencintai Shrei dengan segenap hatinya. Sama sekali tak dapat mengendalikan kekuatan berlebih yang dia punya.

Allegra berjalan di lorong dengan perlahan dan hati-hati, di wajahnya terlihat semburat-semburat merah. Dia menghembuskan nafasnya dan nama seorang general terucap dengan sangat lirih.

"General Shreizag~~" Membayangkan wajah pria itu saja sudah cukup membuat Allegra hampir kehabisan nafas, apalagi sekarang ini dia sedang melangkahkan kakinya ke kamar pria itu, membawakan jus kesukaannya; jus bawang bombay spesial.

Bukan hanya itu, dia juga membawakan kudapan kecil yang dia buat sendiri, dan memang rutin dia kirimkan pada Shrei yang biasanya menerima hadiah-hadiah kecil itu dengan sangat ramah. Ah, apa sih yang tidak buat General Shreizag, jika General itu maupun dia sanggup memberikan jiwanya pada pria Norwegia itu, daripada memberikannya pada Earl, yang gendut dan jelek.

"Kyaa~♥️" Allegra menggoyangkan-goyangkan badannya, terlalu antusias dengan semua hal ini. Wajahnya sangat-sangat merah, seperti saos tomat di atas telor ceplok.

Ah ini dia kamar Tuan Shreizag, Allegra mengerutkan dahinya, tampaknya dia bukan orang pertama yang ada di sana. Sesosok pria exorcist sudah menghalangi jalannya, jalan menuju pria yang begitu dia sembah-sembah bagaikan dewa.

"Ahh maaf ya tolong minggir dulu ," seulas senyuman manis terlihat di wajahnya. Tangannya menyentuh bahu Benjamin, mencoba untuk membuat pria itu sedikit menyingkir. Namun seperti biasa kendali atas kekuatannya yang cukup super untuk gadis seukurannya adalah hampir mendekati nol. Dan sentuhan kecil itu bmungkin berakibat buruk--ralat, sangat buruk pada Benjamin. Namun seperti biasa, Allegra tak menyadari hal itu dan langsung melenggang ke ruangan Shrei.

"General Shreizaag~~ ♥️ sesuai janji saya, saya membawa..."

Pemandangan Shreizag --idola supernya-- yang memeluk Giraille terlihat. Bibir gadis ini terbuka beberapa mili seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Ge-General Shreizag.. hiks..."

Matanya mulai berkaca-kaca sambil menggigit sapu tanganyang dia bawa. "Ma-maaf aku menganggu... A-aku akan menunggu sampai giliranku tiba seperti biasa, General Shreizag," ucapnya dengan terbata-bata, Ya kejadian seperti ini memang biasa kan untuk pria yang sennag menggoda wanita seperti General berambut putih itu? Dan sebagai gadis yang melankolis Allegra akan menunggu Shreizag memanggilnya saat dia selesai dengan gadis lain, seperti biasa. Rutinitas.






Aduuh gw ngetik apa sih kacau bgt~

@Shrei: Eh, Shrei punya harem gag? =)) *dilempar*


Last edited by Allegra R. Mlynarikova on 29th September 2009, 19:19; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

avatar

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   28th September 2009, 22:04

Quote :
Nama: Bianco Bianca Corda
Jabatan: Exorcist
Kepribadian: Dingin dan anti sosial. Tidak percaya pada Tuhan dan orang lain. Tidak punya apa yang disebut 'belas kasih' dan 'pengampunan', bahkan sering dikatai bahwa darah yang mengalir di nadinya itu berwarna hitam (maksudnya : orangnya kejam). Sangat senang menyiksa orang lain, baik secara verbal maupun fisik. Matanya berwarna merah darah, dan selalu menatap orang dingin dengan matanya itu. Dia tidak buta.

Bosan. Itulah yang dirasakan Bianca hari itu. Tidak ada yang bisa dilakukan. Ia sudah bosan mempermainkan orang-orang di sekitarnya, dan ia ingin mencari mangsa baru. Iya, yang baru, yang bisa disiksanya sepuasnya.

Kakinya membawanya seenaknya sendiri, entah ke mana. Dan entah bagaimana juga, ia sampai di depan ruangan seorang General yang terkenal akan ke-playboy-annya, Shrei. Awalnya ia tidak begitu peduli, sampai dilihatnya ada seorang gadis yang tampaknya sedang kecewa berat berdiri di depan kamar itu.

Sebuah senyum licik tersungging di bibirnya.

"Halo, Allegra..." sapanya dengan suaranya yang begitu lembut, namun juga beracun. Ia berjalan mendekati Exorcist wanita itu, lalu menunduk sampai bibirnya sejajar dengan telinga gadis itu.

"Ditolak lagi, hmm? Sudahlah... menyerah saja... dia tidak akan pernah memandangmu. Lihatlah, yang ada di matanya hanyalah Giraile. Tidakkah kau lihat caranya memanggil Giraile tadi, eh?" bisik Bianca pelan, dengan nada yang sama seperti waktu ia menyapa gadis malang itu.

"Kamu pasti mau dipanggil seperti itu 'kan? Tapi sayang, kata-kata itu tidak akan keluar dari mulut General Halverson..." bisik Bianca lagi. Ia lalu memojokkan gadis itu ke dinding, lalu mengangkat dagu gadis itu dengan tangannya.

"Bagaimana.... kalau aku saja yang memanggilmu begitu... Allegra sayang?" Bianca melemparkan sebuah senyum yang begitu menggoda, namun juga begitu dingin. Ia menatap mata Allegra dengan matanya yang semerah darah, menunggu reaksi dari gadis itu.


Last edited by Bianca Corda on 29th September 2009, 14:27; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
avatar

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 03:12

"Kyaa!" pekiknya layaknya seorang gadis, ketika Shrei tiba-tiba memeluknya. Wajahnya memerah dalam seketika. Inilah hal yang ia takutkan dari rekan jenderalnya, sifat penggoda wanitanya, terutama karena ia bukan tipe orang yang mahir membela dirinya sendiri. Giraile memprotes, "S-S-Shreiiii! Ini tempat umum--"

Ia didiamkan oleh suatu kecupan yang didaratkan pada dahinya, yang berhasil membuat wajahnya lebih merah lagi. "Ada apa, Giraile sayang?" Kyaaaaa! Giraile harus hati-hati agar tidak terjatuh dalam perangkap Shrei, karena wanita Armenia itu mudah sekali berpaling hati. Walau ia bersikeras bahwa ia mencintai Hakizi Mana, supervisor di cabang jauh di benua lain itu, Giraile tidak bisa menyangkal bahwa dirinya langsung merasa berdebar-debar begitu diperlakukan baik oleh lelaki lain.

Tiba-tiba, suatu jubah menyelubungi dirinya dan Shrei. Wajahnya benar-benar terasa panas, seakan dirinya demam. Minimal, itu perasaan wanita yang tersapu romansa. "Hei, General, tidak baik melakukannya di depan publik. Lakukan saja di dalam." Uwaa, siapa orang usil yang melakukan ini? Giraile yang sangat feminim merasa amat malu disangka bermesraan di depan umum oleh orang lain. Refleks pertamanya adalah menyembunyikan wajahnya dalam dekapan lelaki Norwegia itu. 'Kyaaaa, apa yang telah kuperbuat?!' Baru belakangan, ia sadar efek yang dapat terjadi dari tindakannya itu. 'Uuhhh, Giraile bodoh!'

"Ma-maaf aku menganggu... A-aku akan menunggu sampai giliranku tiba seperti biasa, General Shreizag." Suara seorang wanita. Apakah salah satu dari sebejibun gadis yang telah terpikat oleh senyuman maut Shrei? Giraile mengerunyit, sebelum melepaskan diri dari dekapan Shrei... dan menarik jubah yang sebelumnya membuat dunianya dan Shrei seakan milik berdua. "Shrei, bagaimana kamu bisa sebegitu tega, me-mempermainkan hati perempuan yang tulus!" ujarnya, dengan mata amber yang berkaca-kaca, menatap Shrei dengan intens.

Lalu, Giraile menyadari seorang lelaki lain yang ditakuti dirinya yang lemah lembut, Biancoca Corda. Bukan hanya karena mata merahnya yang berbeda, tetapi karena ia sama 'maut'-nya dengan lelaki Norwegia yang di hadapannya itu. Ya, biarkanlah bagian dari harem Shrei itu menghadapi pria Italia itu... Giraile takut.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1


Last edited by Giraile Arevig A. on 29th September 2009, 18:22; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ravel Kohler
Vatican Central
avatar

Posts : 152
Umur : 25
Pemilik : masamune11
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 36

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 06:49

Quote :
Nama: Ravel Kohler
Jabatan: General
Kepribadian: Sering menyeletuk di saat yang tidak tepat. Selalu mencoba untuk ramah, meskipun pada akhirnya dipersepsikan sebagai menyebalkan. Temperamental; ia akan marah hanya karena melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya. Lebih sering bersikap kasual, bahkan dalam pertemuan formal.




Duda.

Satu kata itu sudah sangat menjelaskan kondisi dari Jendral Eropa yang satu ini. Semenjak istrinya meninggal 6 tahun lalu (akibat kecelakaan), jenderal ini sudah menduda. Tidak laku-laku? Ah, sepertinya tidak juga; cewek mana pula yang tidak akan terkagum-kagum dan mengikutinya kemana-mana dengan status tinggi yang ia miliki? Lalu, bukankah rambut pirangnya yang diikat itu tampak keren? Dan PM pun ngakak gegulingan baca ini.

Pria menduda ini berjalan sepanjang koridor. Pemandangan akan rekannya bermesraan... cukup membuatnya terganggu. Tapi, hey, Shreizag memang sering berlaku seperti itu, jadi memang ada pada tempatnya. Sebenarnya, ia sendiri sedikit iri dengan bagaimana mudahnya si jendral pria tersebut bisa menggaet cewek. Seorang jendral sepantaran pula, lagi!

"Yo, Giraile! Shrei! Mesra sekali. Kalau memang ingin macam-macam, jangan di tengah jalan lah... Kalian membuatku iri." Ravel menyapa keduanya, tidak peduli keadaan mereka yang memang.. sedang mesra-mesranya. Senyum lebar menghiasinya wajahnya--kelewat lebar malah.

Mata coklat miliknya berpindah fokus, langsung pada sosok berambut putih yang tengah menyudutkan seorang exorcist lain. Firasat yang tidak bagus mulai merayap; dahinya mengerut.

"HOOOI! Kalau menyapa cewek, coba dengan cara yang lebih sopan! Kau tak merasa malu sebagai lelaki, hah? Siapa namamu? Biar langsung kuajukan perbuatanmu ke Ezekiel." Ravel hanya menegur--baiklah, mungkin lebih tepatnya mengancam--pria berambut putih yang tengah melakukan tindakan tak senonoh, setidaknya di matanya. Apa hukumannya? Potong gaji sepertinya hukuman yang setimpal untuk pria tersebut.




OOC: shortcake reply. Ravel makin talkative ya?

_________________
"Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors."
"Oh, Ravel... You and your words..."
"You know it's true, even more than I do."
"Perhaps."



The Original ID of masamune11, The Contemplative General


Last edited by Ravel Kohler on 29th September 2009, 19:22; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://www.kecoakuning11.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
avatar

Posts : 580
Umur : 25
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 15:34

"S-S-Shreiiii! Ini tempat umum--"

"Tempat umum?" Shreizag tertawa kecil, "Ini kan ruang pribadiku, Giraile..." ujarnya lembut sambil membelai rambut depan wanita itu. Senyumnya masih melekat di wajahnya, seakan tidak mau hilang. Saking asyiknya dengan aktivitas baru itu, mereka tidak menyadari keberadaan Exorcist iseng yang menyergap mereka, dan melemparkan sebuah jubah yang menutupi badan mereka.

"Hei, General, tidak baik melakukannya di depan publik. Lakukan saja di dalam."

'Dæmning!!' seru Shreizag dalam hati, 'Som våger å gjøre det?! Jeg vil gjøre hans ballene som slynge shot... Eller rip utenfor hans øine og feed det til hundene!!' umpatnya kesal dalam hati, ekspresinya menunjukkan kejengkelan yang amat sangat. Tapi paling tidak, Giraile malah tambah lekat dengan dekapannya, dan hal itu membuat senyumnya kembali sekilas.

Dengan geram, ia menyingkirkan jubah itu dengan satu tangannya, dan memandang Exorcist di depannya dengan tatapan yang sama, "Hei, Exorcist yang tidak tahu sopan santun di sana, kau sendiri bisa lihat kalau ini ruang pribadiku, kan?" tanyanya sinis, "Nih, kukembalikan jubah bututmu!" katanya sambil melemparkan jubah itu kembali pada pemiliknya. Cih, lelaki hanya mengganggu pemandangan saja.

Dan datanglah seorang gadis lagi, yang bagusnya, menyingkirkan Exorcist iseng tadi dengan tenaganya yang tak terkendali. Oh, terima kasih banyak, Dewi Fortuna...

"Ma-maaf aku menganggu... A-aku akan menunggu sampai giliranku tiba seperti biasa, General Shreizag."

Lho?

"Shrei, bagaimana kamu bisa sebegitu tega, me-mempermainkan hati perempuan yang tulus!"

Akh, waktunya kurang tepat ternyata. Ia mengambil nafas, "Tidak, Giraile... Aku tak pernah sekalipun mempermainkan hati wanita yang suci, aku hanya menyambut mereka yang datang padaku. Aku tak pernah berbuat kasar pada mereka... Termasuk padamu juga, kan?" ia memandang Giraile dengan tatapan lembut. mencoba meyakinkan wanita Armenia itu. Kini beralih ke Allegra, aih, susah memang kalau jadi orang populer. "Kemarilah, Allegra yang manis, kau pasti sudah susah payah membawakan jus spesial itu untukku." tangannya melambai, mengajak Allegra untuk mendekat padanya. Namun dasar sial, ada saja serangga pengganggu yang datang menggoda gadis manis itu.

'Ck, setan!' desisnya dalam hati, sambil menatap Bianca dengan aura pembunuh yang kental. Berani mencerca Shrei? Silakan. Berani mengerjai pria Norwegia ini? Boleh. Berani merebut gadis dari haremnya? Itu sih cari mati.

Pria Norwegia yang nyaris kehilangan kesabaran ini sudah bersiap dengan Innocence-nya, untuk menyegel pria albino di hadapannya tanpa ampun. Namun memang dari awal Dewi Keberuntungan sedang memihak padanya, Ravel yang baru datang angkat bicara, "HOOOI! Kalau menyapa cewek, coba dengan cara yang lebih sopan! Kau tak merasa malu sebagai lelaki, hah? Siapa namamu? Biar langsung kuajukan perbuatanmu ke Ezekiel."

'Bagus, General.' Shreizag tersenyum lebar, "Allegra, kemarilah, kita nikmati kudapan sore bersama-sama." ia tersenyum lembut pada gadis itu, ya, senyum yang biasanya dapat langsung meluluhkan hati semua wanita. Ia juga menatap Giraile, salah satu tangannya masih memegang pundak wanita Armenia itu, "Kau mau bergabung dalam acara minum teh sore ini kan, Giraile?" tanyanya dengan sebuah senyum manis, tak kalah dengan yang diperlihatkannya pada Allegra. "Anda mau bergabung juga, General?" tawarnya pada Ravel. Tumben. Ya, paling tidak itu bentuk terima kasih kecilnya karena Ravel telah membantunya menyingkirkan serangga pengganggu menyebalkan. Kalau keadaannya sudah tak bisa ditoleransi, Shrei masih punya segel ampuhnya.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 29th September 2009, 20:53; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
A. Růžena Mlynarikova

avatar

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 17:28

Allegra mulai menitikkan air mata.

Tenanglah Allegra! Bukankah selalu seperti itu? Ingat kau harus siap mengorbankan jiwa dan ragamu untuk Tuan Shreizag, jadi tahan hal ini!

Allegra mencoba meyakinkan dirinya sendiri, saat dia berusaha menghapus air mata itu seorang pria bermata merah datang menggodanya (?). Wajah gadis itu mengernyit, jelas-jelas tidak menyukai keberadaan Bianca yang hanya senang mempermainkannya.

Quote :
"Ditolak lagi, hmm? Sudahlah... menyerah saja... dia tidak akan pernah memandangmu. Lihatlah, yang ada di matanya hanyalah Giraile. Tidakkah kau lihat caranya memanggil Giraile tadi, eh?"

Allegra mencondongkan wajahnya ke Bianca sambil berkata dengan sedikit gagu, masih bercampur dengan isak tangisnya. "Tidak! aku tak apa-apa Bianca! Dan aku sudah mengetahui konsekuensi atas cintaku pada Tuan Shreizag!" Gadis berusia 20 tahun itu mengepalkan telapak tangannya, badannya sedikit gemetar.

Quote :
"Bagaimana.... kalau aku saja yang memanggilmu begitu... Allegra sayang?"
Deg.

Allegra terkesiap, digoda seperti itu dengan posisi yang begitu dekat --wajah mereka hampir menempel-- mau tak mau wajahnya memerah. Reaksi yang normal kan? Bibirnya sedikit bergetar. Namun dia menguatkan dirinya, demi cintanya pada Shreizag Erstad Halverson.

"Tidak! Dasar Iblis! Kau tak akan pernah bisa menggodaku!!"

Tangannya mengepal karena berbagai macam emosi rumit menerpa pikirannya, ingin sekali dia memukul mundur Bianca jauh-jauh atau menendangnya sampai menjadi sebuah titik di ujung horizon. Hanya saja kekuatan supernya selalu tak muncul di saat-saat yang diperlukan.

Nafasnya mulai sesak. Gadis bermata biru itu memejamkan matanya, berdoa meminta pertolongan dari Tuhan.

Quote :
"HOOOI! Kalau menyapa cewek, coba dengan cara yang lebih sopan! Kau tak merasa malu sebagai lelaki, hah? Siapa namamu? Biar langsung kuajukan perbuatanmu ke Ezekiel."

Bibir mungil gadis itu terbuka, cukup kaget juga atas teriakan yang tiba-tiba itu.

"General Kohler, untung anda datang!" ucapnya dengan ringan dan kali ini setidaknya dia berhasil mendorong Bianca dari atas tubuhnya salah ya?.

Baru saja dia hendak mengucapkan terimakasih, suara seseorang mencegah dirinya melakukan itu. Tidak, bukan dengan memerintah Allegra menunda ucapan terimakasihnya. Hanya saja, suara Shrei sepertinya mempunyai efek yang sama dengan innocencenya. Menyegel pergerakan Allegra."Ge-General Shreizag... U-uuua..." Allegra mulai menitikkan air matanya lagi begitu general itu mendekatinya. Dan dengan reflek dia memeluk erat lengan Shrei.

"Aku ketakutan Tuan Shreizag..." bibirnya sedikit gemetar sambil mengeratkan pelukannya ke lengan Shrei.

Quote :
"Allegra, kemarilah, kita nikmati kudapan sore bersama-sama."

Gadis itu menganggukan kepalanya yang berwarna pirang dengan lemah, punggung tangannya yang tak terkait dengan lengan Shreizag menghapus tetesan air matanya. Tak perlu waktu lama untuk membuat gadis ini kembali ceria, keberadaan General itu sudah cukup untuk menenangkan. Allegra menengadahkan parasnya yang manis, sebuah senyuman terulas di wajahnya walaupun matanya masih sedikit basah.

"Tentu Master, apapun demi Anda..."

Ya apapun itu demi bersama Shreizag dia tak perduli, dan dia juga tak mempermasalahkan fakta bahwa sore ini bukan sore manis yang dapat mereka luangkan berdua. Namun tetap saja lebih baik daripada sendirian atau digoda Bianca kan?.


-------------------------------------------------

aduuh tidaak kenapa allegra jadi kayak gini!!~ =))

@Shei: silahkan perlakukan gadis haremmu ini dengan sebaik mungkin, Master! =w=b


Last edited by Allegra R. Mlynarikova on 30th September 2009, 05:19; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
Gabrielle van Rijn

avatar

Posts : 115
Umur : 24
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 18:33

Quote :
Nama: Gabrielle van Rijn
Jabatan: Section Staff
Kepribadian: Gadis yang senang menggoda lelaki siapapun itu. Bicaranya sarkastis. Pemalas dan tukang menggerutu. Benci cokelat dan wanita lainnya.

Hari ini cukup melelahkan di infirmari, membuat salah satu stafnya, Gabrielle van Rijn, menggerutu sebal. Kenapa banyak yang datang untuk mengecek sih? Kenapa tidak menjaga kesehatan mereka sendiri? Cih, menambah pekerjaan saja.

Dan tambah parahnya lagi, gadis Belanda ini harus mengantar arsip kesehatan milik General Giraile, wanita yang lemah lembut itu. Rasanya Gab ingin berteriak sekerasnya. Wanita membuatnya sebal, walaupun dirinya sendiri adalah wanita juga.

Tap Tap Tap...

Sekarang apa? Sekumpulan manusia berkumpul di depan kantor General Shrei entah dengan maksud apa. Dan salah satunya adalah wanita yang harus diberinya arsip tadi.

"Non, nih catatan kesehatanmu," ucapnya ketus sambil melempar arsip itu tanpa adanya kesopanan sedikitpun.

Fuh, tugas selesai, dan kini ia bisa bersantai ria di tempat kerjanya. Namun Gab melihat kesempatan lain...

"Hei tampan, mau ikut bermain bersamaku di infirmari? Kita akan bersenang senang seharian," godanya pada pria bermata merah dan general yang ada di sana. Bukan, bukan General Shreizag yang playboy itu, tapi yang satu dengan rambut dikuncir. Gab tidak ingat namanya, ingatannya lemah.



OOT : Gyaaaaa Gabyku!! Sadar nak! *plak*


Last edited by Gabrielle van Rijn on 30th September 2009, 12:50; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

avatar

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 19:25

Quote :
"Tidak! Dasar Iblis! Kau tak akan pernah bisa menggodaku!!"

Seulas senyum sinis terlukis di wajahnya. Iblis? Dia? Setiap hari, setiap saat, itulah yang dikatakan orang tentangnya. Iblis. Setan. Darah yang mengalir di nadinya berwarna hitam. Matanya merah karena ia anak iblis. Menanggapi semua itu, ia tidak peduli. Kalau memang iblis yang diinginkan orang, maka ia akan menjadi iblis itu.

Quote :
"HOOOI! Kalau menyapa cewek, coba dengan cara yang lebih sopan! Kau tak merasa malu sebagai lelaki, hah? Siapa namamu? Biar langsung kuajukan perbuatanmu ke Ezekiel."

Bianca menoleh, dengan wajah kesal. Siapa lagi yang berani mengganggu 'kesenangan'-nya kali ini? Rupanya orang itu tak lain dan tak bukan adalah General Kohler sendiri, seorang duda yang meninggalkan anaknya pada seorang General tidak bertanggung jawab di Cabang Asia. Apa alasannya? Tidak ada yang tahu.

Gara-gara teriakan orang itu, dan ajakan Shrei untuk 'menggandeng' kembali Allegra, mangsanya kali ini kabur. Alisnya berkerut. Aura membunuh jelas terpancar dari tubuhnya. Ia marah. Pada siapa? Pada semua orang. Ya, dia membenci semua orang. Semuanya, tanpa kecuali.

Tapi senyum iblisnya kembali terulas. Kalau iblis yang mereka inginkan, biar aku menjadi iblis itu...

"Wah, wah, wah... Kukira siapa, ternyata Anda, General Kohler. Kukira Anda sedang menghabiskan waktu bermain dengan anak Anda," katanya dingin sambil berjalan ke arah General itu.

"Ups, salah ya... Saya ingat, Anda meninggalkan anak Anda pada seorang General tidak bertanggung jawab di Asia. Supaya apa, eh? Supaya Anda bisa bebas mencari istri baru, bermain-main dengan seluruh wanita di Inggris tanpa ketahuan oleh anak Anda... benar?" desis Bianca sambil tetap melayangkan senyum iblisnya.

Iblis yang mereka minta, iblis yang mereka dapat

Ia menatap ke arah Shrei, bersiap mencercanya karena sudah merebut 'mainan'-nya. Tapi pandangannya langsung beralih saat ia melihat sosok General wanita yang begitu polos, yang sering jadi bulan-bulanan Shrei... dan dirinya sendiri. Ia berjalan mendekati wanita itu, tanpa memedulikan apakah nanti ia dan Shrei akan saling baku hantam.

"Giraile..." panggilnya lembut pada wanita itu, dengan senyuman semanis madu namun mematikan bagai racun. Ia mengulurkan tangannya, lalu mengusap pipi Giraile lembut.

"Giraile... mengapa kau meninggalkanku? Kau tahu, aku tidak akan pernah menyakiti perasaanmu..." bisik Bianca lembut. Tatapannya melunak, senyumannya melembut. Tapi matanya yang semerah darah, yang menatap ke dalam mata amber Giraile masih menyerukan hal yang sama seperti biasa : Iblis!


Last edited by Bianca Corda on 30th September 2009, 15:10; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
avatar

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 20:47

"Giraile..." Sreg. Suara lain yang familiar, yang menakutinya. Jenderal wanita itu hanya bisa membeku di tempat, tak kuasa menepis tangan Bianca yang mengusap pipinya. "A-Aa..." Ia gelagapan, bahkan tidak bisa mengutarakan penolakannya terhadap tindakan lelaki albino itu. Ia berusaha menelan ludah, suatu tindakan yang terasa sulit saat itu. Secara jabatan, memang ia lebih tinggi dari Bianca Corda, namun pria tipe berbahaya macam Bianca benar-benar mengintimidasinya.

Badannya tidak mau digerakkan olehnya, dan Giraile yang menggigil di luar merasa benar-benar panik di dalam. Ia bahkan tidak dapat merespon tindakan Gabrielle, seorang staf medis yang benar-benar tidak santun padanya. Wanita Armenia itu menggigit bibir bawahnya. Ia takut, amat takut."Giraile... mengapa kau meninggalkanku? Kau tahu, aku tidak akan pernah menyakiti perasaanmu..."

"A-Aku... Aku tidak pernah bersamamu dari awal..." gumamnya gugup, walau ia tahu itu tidak cukup untuk menjauhkan pria berbahaya itu darinya. Walau wajahnya tetap mengarah ke Bianca, iris ambernya menatap Shreizag dari pinggiran matanya, dalam batin memekikkan permintaan tolongnya... seperti meloncat dari terkaman harimau ke mulut buaya. Minimal, lelaki Norwegia itu temannya... kan?

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1


Last edited by Giraile Arevig A. on 30th September 2009, 17:57; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
avatar

Posts : 580
Umur : 25
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 20:48

"Ge-General Shreizag... Aku ketakutan Tuan Shreizag..."

Shrei mengelus-elus kepala Allegra pelan, separah-parahnya ia menggoda wanita, tak pernah ia membuat mereka menangis dan ketakutan. Yang ada, justru mereka yang terus menerus datang padanya, benar?

"Tentu Master, apapun demi Anda..."

Senyum tersungging di wajah pria berambut putih ini, 'Anak baik.' batinnya dalam hati puas. Tak ada yang lebih baik daripada wanita yang setia seperti gadis Ceko ini. "Tenanglah Allegra, dan jangan pernah dekati pria yang tidak tahu sopan santun itu lagi, ya?" ia tersenyum sambil menghapu air mata Allegra yang tersisa di sana, 'Hajar saja sekalian.' tambahnya dalam hati.

Ketika seorang telah kembali padanya, serangga pengganggu itu kembali merayu miliknya yang lain, setelah sebelumnya mengucapkan hal-hal yang tidak pantas pada Ravel Kohler. Ia benar-benar minta dihajar, rupanya?

"Giraile... mengapa kau meninggalkanku? Kau tahu, aku tidak akan pernah menyakiti perasaanmu..."

Kurang ajar. Shreizag tersenyum sinis pada pria bermata merah itu, aura pembunuhnya siap dilepaskan kapan saja. Begitu pula dengan segelnya yang bisa dipakai kapanpun ia mau.

"A-Aku... Aku tidak pernah bersamamu dari awal..."

Bagus, Giraile. "Kau dengar itu sendiri, mata merah. Jadi sebaiknya kau pergi dari sini, atau perlu aku menyingkirkanmu dengan tanganku sendiri?" ancamnya dengan nada mengintimidasi, "Kau bisa merayu wanita lain di luar sana dan berbuat sesukamu, tuh, seperti gadis berambut pendek itu, tapi tidak di sini. Terutama, karena mereka juga tidak dan tidak akan pernah menyukaimu." lanjutnya, tanpa melepaskan tatapan dinginnya pada Bianca. Marah? Ya, kepala Shrei memang mulai memanas sekarang.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 1st October 2009, 17:17; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
A. Růžena Mlynarikova

avatar

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 20:50

Quote :
"Tenanglah Allegra, dan jangan pernah dekati pria yang tidak tahu sopan santun itu lagi, ya?"

Allegra tersenyum simpul saat Shrei menghapus air matanya dengan lembut, dia menganggukan kepalanya. Benar-benar gadis yang penurut bukan? Ya penurut, manis pula.

Ah dan Bianca datang lagi, Allegra semakin menempel pada Shrei kembali diliputi rasa cemas. Tetapi kali ini sepertinya pria mengerikan itu sudah melupakan 'keinginannya' pada Allegra. Dia beralih pada seorang general yang sama takutnya terhadap Bianca seperti dirinya.

Dia menengadah ke wajah Shreizag dan dahi gadis itu mulai ikutan berkerut-kerut begitu melihat ekspresi General-nya(?) yang masam dan memandang Bianca dengan gahar. Bibir mungilnya merengut, kali ini dia melepaskan genggaman atas tangan Shreizag dan berdiri berhadapan dengan Bianca.

"Hei! Kau boleh saja membuatku marah tapi jangan pernah membuat Master Shreizag marah!!!" Allegra berteriak lantang, marah pada Bianca karena membuat General kesayangannya muram. Gadis Ceko ini mendorong Bianca dengan sekuat tenaga dan segenap hatinya. Yah bayangkan saja efek dari kekuatan yang bisa mengangkat beban 100 kg lebih.

Dia memang selalu tak bisa membela dirinya sendiri di saat seharusnya, tapi tidak jika masalah ini menyangkut orang lain --apalagi Shreizag-- dia tidak akan segan-segan menghajarnya. Nah alasan itulah yang tetap mengharuskan Shrei melindunginya dari jamahan serangga-serangga jahat.

Allegra memandang kesal pada Bianca, dia menepuk-nepukkan telapak tangannya sambil mendengus sebal. "Master Shreizag..." ucapnya lirih sambil kembali memeluk lengan Shreizag.

"Jangan marah lagi ya.. Allegra sedih kalau Master begitu.." kali ini parasnya yang manis menatap Shrei, bola mata birunya berkaca-kaca seperti kristal, yang seharusnya berkaibat fatal pada pria normal manapun yang melihatnya.


Last edited by Allegra R. Mlynarikova on 30th September 2009, 23:31; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
Ravel Kohler
Vatican Central
avatar

Posts : 152
Umur : 25
Pemilik : masamune11
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 36

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   29th September 2009, 21:03

"Anda mau bergabung juga, General?"

Senyum merekah, sedikit berubah menjadi seringai. Ravel Kohler sepertinya akan menjadi tamu terundang. Bukan masalah. "Apa tidak mengganggu? Sepertinya anda sendiri juga punya agenda lain." Ravel hanya melirik dua wanita yang.. erm.. masih menempel pada jendral playboy tersebut. Maish nyengir, pandangan pria ini kembali pada Shreizag. "Terima kasih atas tawarannya, tapi saya tidak ikut."

"Hei tampan, mau ikut bermain bersamaku di infirmari? Kita akan bersenang senang seharian,"

Apa ia tidak salah dengar? Seorang digimon gadis muda sepertinya mengajaknya untuk pergi ke infirmari... bersenang-senang. Perasaan buruk mulai merayap. Astaga, satu lagi cewek yang malekukan ini! Jujur, cewek seperti ini bukan tipenya, namun bisakah Jendral ini menolak tawaran dari gadis itu?

........

Ia sudah melakukannya berkali-kali, kenapa sekarang tidak bisa?

"Maaf nona," Seringai masih terhias bagus pada wajahnya. "Tapi jendral yang satu ini akan sibuk sampai akhir hari. Lain kali saja ya~" Mata coklat kekuningannya hanya menyipit, mengamati bagaimana gadis bagian medik itu, sebelum akhirnya pandangan matanya berpaling karena kata-kata seseorang--

"Wah, wah, wah... Kukira siapa, ternyata Anda, General Kohler. Kukira Anda sedang menghabiskan waktu bermain dengan anak Anda,"

--pada exorcist yang tadi berlaku tidak senonoh tadi.

'Well, setidaknya orang ini tidak mudah melupakan atasan sendiri.' Senyum jendral ini hilang sementara dahinya mengerut. Oh, setiap kali pria berambut merah itu bersuara, ia tidak suka aura yang dipancarkannya. Oh, Bollocks--selesai mendengar ocehan pria tersebut, paling-paling ia akan pergi dari tempat itu, segera menuju ruang Supervisor, dan melaporkan beberapa hal--seperti kelakuan exorcist terssebut, misalnya. Lancang sekali mengungkit-ungkit salah satu isu tabu di depan jendral ini.

"Ups, salah ya... Saya ingat, Anda meninggalkan anak Anda pada seorang General tidak bertanggung jawab di Asia. Supaya apa, eh? Supaya Anda bisa bebas mencari istri baru, bermain-main dengan seluruh wanita di Inggris tanpa ketahuan oleh anak Anda... benar?"

........

That's it, he's asking for a knuckle sandwich.

Jangan salah, ia tidak sampai setemperamental itu untuk melemparkan tamengnya; yang bersangkutan bisa saja pingsan di tempat dan bisa menjadi bulan-bulanan Supervisor. Hey, Ravel juga masih punya otak--

--dan kalau ia memukulnya di tempat, juga bisa jadi bulan-bulanan.

Bibir mencibir, sementara ia membuka pemberat yang ada di tangan kiri dan kanan (yang salah keduanya mirip wristband). Senyum ramah berubah manjadi senyum sinis merendahkan. "Saya tak tahu memori anda sangat jelek, tuan. Mau saya bantu untuk rehabilitasi?"

Pemberat itu langsung melayang ke arah Bianca. Bila dalam budaya Inggris penghinaan terbesar adalah dengan melemparkan sarung tangan tepat ke arah siapapun yang ingin ia caci, jendral ini menganggap hal tersebut terlalu ringan bagi exorcist berambut putih ini. Karena itu--

--improvisasi perlu dilakukan.

_________________
"Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors."
"Oh, Ravel... You and your words..."
"You know it's true, even more than I do."
"Perhaps."



The Original ID of masamune11, The Contemplative General


Last edited by Ravel Kohler on 1st October 2009, 06:24; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://www.kecoakuning11.wordpress.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
avatar

Posts : 580
Umur : 25
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   30th September 2009, 23:26

"Apa tidak mengganggu? Sepertinya anda sendiri juga punya agenda lain. Terima kasih atas tawarannya, tapi saya tidak ikut."

"Oh, sayang sekali, General... Padahal saya punya teh yang enak. Ya, datanglah lain waktu bila Anda sedang senggang." ia menanggapi jawaban dari General berkebangsaan Jerman tersebut, senyumnya terlihat sedikit, karena yang lebih penting sekarang adalah bagaimana cara menyingkirkan serangga pengganggu di hadapannya ini.

Ya, karena kalimatnya yang diluncurkan pada Ravel telah sukses membangun amarahnya juga. Allegra, yang tadi begitu melekat di tangan Shreizag melepaskan pelukan atas tangannya, kemudian berjalan ke depan dengan gagah, dan mendorong Bianca sekuat tenaga. Ah, walaupun wajahnya manis, kekuatan fisik Allegra yang setara dengan yang dimilikinya tidak dapat diremehkan. Setelah mendorong pria bermata merah itu, Allegra kembali ke sisinya dan memeluk lengannya erat.

"Master Shreizag... Jangan marah lagi ya.. Allegra sedih kalau Master begitu.."

Tidak marah dalam situasi begini? Sulit. Namun tatapan Allegra terhadapnya sukses mengalihkan perhatian pria Norwegia ini untuk sementara, "Tidak kok, Allegra yang manis... Aku hanya kesal karena keberadaan serangga pengganggu itu, ya?" ia menaruh satu tangannya di dagu Allegra, kemudian tersenyum lembut, senyum yang tentu akan membuat gadis Ceko itu makin menempel padanya.

Sekarang kita lihat bagaimana reaksi dari seorang Ravel Kohler setelah kalimat-kalimat fitnah yang tak pantas ditujukan padanya.

"Saya tak tahu memori anda sangat jelek, tuan. Mau saya bantu untuk rehabilitasi?"

Wow, lihat bagaimana pemberat itu melayang ke arah Bianca, sakitnya pasti lumayan kalau terkena kepala. Shrei terkekeh pelan, improvisasi yang bagus. "Apa perlu saya menyegel mulutnya juga agar diam, General Kohler? Dengan begitu kita tak perlu mendengar ocehannya lagi." ujarnya sinis, sambil melemparkan pandangan yang sama pada Exorcist bermata merah itu.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 1st October 2009, 18:38; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Bianca Corda

avatar

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   1st October 2009, 14:36

Sepertinya, seperti yang sudah ia duga setiap detik, orang-orang di sekitarnya mulai marah. Ravel Kohler bahkan sampai melemparnya dengan pemberat. Sakit memang, tapi bukan itu yang dipikirkannya sekarang. Kenapa? Padahal mereka yang 'meminta' iblis ini, tapi kenapa mereka semua juga yang marah? Bianca merasa, Tuhan itu memang benar-benar tidak ada. Ya, yang ada hanyalah iblis, iblis yang menguasai hati semua orang.

Tidak memedulikan apa yang dikatakan Giraile tadi, Bianca berbalik menatap semua orang yang menentangnya--Ravel, Shrei, Allegra... Ia tampak murka, meski tidak ditunjukkannya secara jelas. Yang pasti, raut wajahnya begitu dingin, dengan matanya yang berkilat-kilat bagaikan nyala api yang siap membakar siapa saja yang menghalangi jalannya.

Dan, dalam sedetik, ekspresi itu berubah. Sebuah senyum, senyum sinister yang biasa ia tunjukkan, mengembang lebar di bibirnya. Alisnya berkerut, menampakkan wajah asli dari sang iblis. Lalu, sebuah tawa menggema. Tawa sinister, namun juga dingin, yang mengejek dan mengasihani mereka dalam waktu yang bersamaan. Pria itu terus tertawa, sampai bahunya gemetar karena tawanya itu.

"Aaah, kalian semua... Kalau yang kukatakan adalah dusta, mengapa kalian marah? Kalau yang kukatakan bukanlah dusta, mengapa kalian mengelak? Kalian bahkan lebih rendah daripada aku, yang kalian sebut 'iblis' ini!!" kata Bianca keras di sela-sela tawanya. Ia kembali tertawa dingin, lalu menatap kedua General yang sempat mengancamnya itu.

"Menggunakan Innocence untuk melawan ucapan seorang pria muda! Kalian sebut diri kalian General? Kalian bahkan tidak lebih baik daripada 'The Fallen Ones'!!" teriak Bianca keras, dengan nada sinister dan dingin, sambil menunjuk kedua General itu.

"Ayo, bunuh aku kalau kalian sanggup!! Jatuhlah saja kalian ke neraka terdalam!!" tantang Bianca keras sambil merentangkan kedua tangannya ke arah mereka...

...dengan Giraile masih di punggungnya...


Last edited by Bianca Corda on 4th October 2009, 13:22; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

avatar

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   1st October 2009, 18:51

Melihat Bianca yang semakin menjadi-jadi Allegra menghela nafas kesal --tangannya masih terkait pada Shreizag--, jelas baginya bahwa pria Albino itu tidak waras. Hei bukankah anak kecil suka ngambek kalau merasa tidak diperhatikan?

"Ahh Master Shreizag tak ada gunanya berbicara dengan dia. Dia hanya ingin diperhatikan..." Allegra memandang Shreizag dengan cemas kemudian matanya melirik ke Bianca.

Uh Oh apa yang kukatakan? Jangan-jangan malah membuat Bianca tambah marah...

Allegra menelan ludahnya, diam-diam tangannya semakin erat mengenggam Shreizag --tentu saja dengan masih lembut. Gadis ceko itu memejamkan mata biru cerahnya sambil menggelengkan wajah, entah apa yang ada di pikirannya. Tapi dia yakin apapun yang mungkin akan menimpanya Master Shreizag pasti membantunya kan?

Gadis berparas manis itu kembali menengadahkan wajahnya ke Shreizag, untunglah Shreizag masih mengelus dagunya sehingga jarak mereka tidak jauh untuk... bisikan halus yang begitu pelan, rahasia 'kecil' mereka berdua. Dan tak mungkin orang lain dapat mencuri dengar, lagipula Allegra menggunakan telapak tangannya untuk menutupi bibirnya.

"Lagipula.. ingat Master masih punya janji dengan saya..."

Kata-kata terakhir diucapkan dengan sangat pelan.. hanya Shreizag saja yang dapat mendengarnya.

Semburat merah menghiasi wajah gadis mungil itu, jemarinya sedikit menutupi bibir mungilnya yang terbuka beberapa mili, memandang pangerannya dengan mata bak kristal.

Dan kembali lagi memandang Bianca, sambil berjaga-jaga akan apapun yang mungkin dilakukan pria itu.





Aduoooooooooooooooh..... *gegulingan*
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [AU] Opposite Day: Europe   

Back to top Go down
 
[AU] Opposite Day: Europe
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» 110728 Music Bank to spread its wings to US, China, Europe and Vietnam!
» Lady Yofiel's Characters
» Worlds
» alchemy symbols
» Video Games - ISTP vs. INTP

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Out of Scenario :: Noncanon Roleplay-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum