An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] I Have Never Ever!

Go down 
Go to page : 1, 2, 3, 4  Next
AuthorMessage
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime7th October 2009, 21:46

Lokasi: kamar Giraile
Waktu: jam sembilan malam

Bagi yang tidak berpartisipasi di Never Have I Ever, boleh turut serta dalam acara minum-minumnya. Tuliskan saja kilas balik singkat pemaksaan/persuasi ikut acara oleh Giraile, atau kalau mau numpang lewat dan ingin minum-minum juga boleh. Yang masih ingin ikut, hubungi Giraile Arevig A.

RATING: R-15 Melibatkan mabuk-mabukan, dan beberapa tindakan tak senonoh... Juga, antisipasi untuk apapun yang mungkin terjadi nanti.




Tidak salah dengarkah? Jendral wanita yang dikenal tendensi barbariannya oleh seluruh cabang Eropa menggumamkan senandung ceria pada dirinya sendiri, seraya ia menata rapi beberapa spesimen alkohol yang baru didapatkannya. Di pojok kanan atas mejanya adalah koleksi pribadi yang diperuntukkan sebagai konsumsi pribadinya sendiri; Calvados yang telah berkurang sedikit, dan Courvoisier VSOP Exclusif yang belum disentuhnya. Keduanya adalah jarahan baru yang didapatkannya tanpa harus mengancam siapapun, suatu rekor baru.

Di sebelah kedua botol itu diletakkan botol brandi Commander dari seorang pria Norwegia tertentu. Ia sudah tidak penasaran lagi akan rasa brandi favoritnya itu, namun ada baiknya juga bernostalgia setelah sekian lama memabukkan diri dengan Viceroy. Kualitas brandi Afrika Selatan memang tidak tertandingi, pada akhirnya.

Yang lainnya adalah yang hendak diberikannya secara cuma-cuma kepada partisipan permainan kecilnya. Terkesan murah hati, tetapi baginya alkohol yang bukan brandi memiliki nilai yang cukup kecil... terutama, karena ia memiliki permainan busuk untuk dimainkan bersama rekan-rekan staf Black Order-nya-- lebih tertuju pada dua jendral yang senantiasa membuatnya geram, Ravel Kohler dan Shreizag Halverson. Sisanya? Ya, ia butuh saksi ketika dua ini mempermalukan diri, kan (ia harap)?

Untuk Ingressa Michelli, ia menyediakan banyak probabilitas: Estrella Damm (bir pilsener produksi baru), Pedro Ximénez (sheri merah-tua kualitas atas), Reál Sangria (sangria khas Spanyol berasa buah), dan Blanca de Daroca (macabeo; anggur putih dengan rasa yang unik). Ingressa bisa memilih satu, ladies first, dan partisipan permainan tambahan bisa memilih sisanya. Beres.

Berikutnya, adalah satu botol alkohol yang hanya sedikit dicicipi wanita Armenia itu sebelum dirinya memutuskan ia tidak menyukainya. Westons, cider apel dari suatu perusahaan baru. Apel? Mungkin Ravel Kohler maniak buah yang satu ini, tetapi yang demikian tidak berlaku bagi dirinya; anggur tetap yang nomor satu baginya.

Mengikuti adalah kasus salah kirim terakhirnya, sebotol Tequila. Di jalan, ia sempat memberitahukan rekan jendralnya yang lain, Francis Karlsen, bahwa ia memiliki satu botol miras itu; entah mengapa, intuisi wanita (?) miliknya memberitahunya bahwa Francis amat... kompatibel dengan minuman yang satu itu. Selain itu, ia hanya memintanya untuk mendatangi kamarnya, jam sembilan malam, hari ini juga. Ia harap lelaki itu tidak salah kaprah.

Botol terakhir berada di genggamannya, Brandy de Jerez Solera Gran Reserva. Ia tak sabar membuka tutup botol itu, menghirup aroma manis spirit distilasi khas Spanyol itu. Oh! Membayangkannya saja sudah membuat Giraile terkekeh-kekeh, seraya ia menduduki ranjangnya, menanti kedatangan para undangannya.




[OOTeh: Pengen melaksanakan dialog konyol itu dengan Shrei dan Francis, yang lain tahan dulu ya... Blush]

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime7th October 2009, 22:14

Shreizag menutup buku tebal yang baru dibaca setengahnya, menaruhnya di sudut atas meja kerjanya, dan membereskan kertas-kertas serta alat tulis yang berserakan di sana. Ia melirik arloji yang tergeletak di atas mejanya; pukul 9 kurang 5 menit. Ia menghembuskan nafas kemudian menutup matanya yang sudah bekerja keras sedari tadi. Memijat bagian atas hidungnya, ia berdiri, kemudian meminta Timcanpi agar kembali bertengger di pundaknya.

Malam ini ia punya janji, tepatnya, seseorang memaksanya berjanji. Dan orang itu hanya ada beberapa meter dari tempatnya berdiri, toh kamar pribadi mereka berhadapan. Pria Norwegia ini melangkah keluar dari kamarnya, kemudian menutupnya pelan. Ia tak perlu berjalan jauh untuk mencapai 'aula' acara malam ini, hanya dengan dua langkah kecil, ia sudah tiba di 'gerbang'nya.

Diketuknya pintu itu beberapa kali, tentu, dengan pelan, karena ia bukan seseorang yang barbar seperti sang pemilik kamar, "Giraile, ini aku." katanya pelan, menyatakan indentitas dirinya sendiri. Sepertinya, ia yang pertama datang... Bukan begitu?

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime7th October 2009, 22:35

"Giraile, ini aku."

Sesuai dugaan, lelaki Norwegia itu datang tepat waktu, mendahului yang lain. Ia beranjak dari tempat tidurnya, membuka pintu kamarnya untuk berhadapan dengan Shreizag Halverson. Ia mengumbar suatu senyum kecut. "Selamat datang." Dengan itu, ia mengizinkan pria itu memasuki kamar pribadinya. Tidak masalahkah bagi seorang lelaki dan seorang wanita untuk berduaan di satu kamar? Tampaknya tidak masalah, karena wanita yang dibicarakan di sini adalah Giraile Arevig A... semestinya.

Ia memamerkan koleksi alkohol non-brandi di atas perabotnya. "Nanti kamu boleh memilih yang kamu inginkan setelah Michelli. Ladies first." Sementara itu, botol Brandy de Jerez yang belum dicicipinya setetes pun diusap dengan penuh kasih sayang; yang satu ini, sudah ia reserve untuk dirinya sendiri.

Giraile membuka mulutnya, namun membungkamnya kembali. Lebih baik ia menunda penjelasan permainan setelah jumlah pemain yang tiba di kamarnya sudah bertambah. Merepotkan sekali jika dirinya harus menjelaskan berulang kali...

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Francis U. C. Karlsen

Francis U. C. Karlsen

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime8th October 2009, 16:06

Tahu minuman apa yang paling disukai Francis selain kopi hitam? TEQUILLA. Tidak ada yang bisa mengalahkan kenikmatan esensi pahit-manis dari alkohol itu, seluruhnya membuat Francis bersemangat seketika—bahkan ketika mendengar namanya saja. Huwah, rasanya sanga ajaib mengingat yang sedang dipikirkannya hanyalah sebotol minuman keras, walaupun Francis bukan tipikal pemabuk yang menggilai mniuman itu dalam jumlah banyak. Ia hanya meminumnya ketika sempat atau benar-benar ingin—

Bukan. Ini bukan karena Francis adalah orang baik yang tahu diri dalam meminum alkohol, malah disebabkan oleh daya tahannya untuk tidak ambruk walaupun menghabiskan satu botol Tequilla dalam beberapa teguk saja. Ia bahkan bisa menegang alkohol itu seperti air mineral—walaupun dia ini gampang sekali mabuk. Setiap kali otaknya mulai tidak dapat dikendalikan, selalu saja ada kekacauan yang berakhir dengan protes dari sekitar.

Tapi mumpung ditraktir—jarang-jarang Asdvadzadour memiliki daya pikir untuk berbaik hati dengan orang lain, mendengar bahwa sosok berotot itu selain bar-bar, galak, tidak ada feminim-feminimnya...ah, entahlah—Francis tidak pernah melihatnya secara langsung, berinteraksi saja jarang. Interaksi terakhir yang dilakukannya itu sudah agak lama—ketika sang General menawarkan dirinya minuman yang amat menggoda itu.

Tequilla—entah apa jenisnya, tapi Francis tidak keberatan untuk segala jenis minuman keras, terutama Tequilla.

Dia peminum, walaupun tidak semaniak itu.

Jegrek!

Dengan seenaknya Francis membuka kamar Asdvadzadour yang seharusnya adalah seorang wanita, namun Francis tidak peduli dan malah masuk seenaknya—bagaikan kritikus, pandangannya diedarkan ke seluruh ruangan yang jelas saja tidak akan ditemukan tanda-tanda kefeminiman di setiap inchi ruangan itu, lalu kembali ke sosok Asdvadzadour ditambah Halverson. "Oh, baru kalian berdua?" Ujarnya. Biasanya Francis cukup sopan dengan wanita—

—jangan salahkan Francis ketika tidak menganggap Asdvadzadour sebagai wanita sebelum ia melihat apa yang ada di balik celana dalam sang General, sebab memang dari luar sangat tidak terlihat. Rambut panjang? Halverson juga berambut panjang, memangnya dia wanita? Walaupun wajahnya yang cantik cukup mendukung sih...

_________________
Want my Cigarette?
[CENTRAL] I Have Never Ever! 205we9s
-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime8th October 2009, 16:40

Pintunya terbuka dengan suara keras; wanita itu tidak tersentak, karena ia pun terbiasa membuka pintunya dengan gaya seperti itu ketika geram. Wajahnya berbinar begitu melihat paras jendral kedua yang tiba di acaranya. "Oh, baru kalian berdua?

"Ha! Muncul satu lagi!" sahutnya, kedua tangannya bertumpu pada pinggulnya; salah satu aset utamanya sebagai wanita... walau tidak terlalu tertonjolkan dengan bajunya yang sama sekali tidak mengumbar bentuk badan. Ia menghampiri mejanya, dan mengambil tequila dari jejeran botol miras di atasnya dengan tangan kiri. Usai membaca label untuk memastikan dirinya mengambil botol yang benar, ia melempar botol itu ke arah Francis--tidak mungkin, kan, seorang jendral tidak bisa menangkapnya?

"Sesuai yang kujanjikan, Karlsen. Casa Noble, kualitas terbaik, tentunya." Baiklah, mungkin dia sedikit berbohong, karena Giraile tidak tahu takaran kualitas tequila yang namanya baru didengarnya hari itu. "Oh iya, aku lupa bilang tadi--" Bohong lagi. "--Kalau kamu mau meminum tequila itu, kamu harus turut berpartisipasi dalam permainanku. Asyik, kok, tidak akan menyita banyak waktu. Bagaimana?"

Francis tidak berpikir ia akan benar-benar memberikannya secara cuma-cuma, kan? Lagipula, ia tidak ada niat (terlalu) buruk terhadap jendral asal Perancis ini, kok. Target utamanya adalah dua jendral lelaki lainnya. Senyum sinister merekah di wajahnya, mencoba membayangkan rupa Shreizag dan Ravel ketika kedua lelaki itu mabuk. 'Khukhukhu...'

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Francis U. C. Karlsen

Francis U. C. Karlsen

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime8th October 2009, 16:50

"Ha! Muncul satu lagi!"

Tidak terdengar terlalu sopan, sungguh. Francis hanya bisa memberikan senyuman timpang untuk sosok yang sama sekali tidak ada mirip-miripnya dengan wanita—pinggang rata, pinggul juga tidak terlihat, apalagi dada—PADAHAL TIGA HAL ITU ADALAH TIGA UNSUR TERPENTING DALAM SEORANG WANITA! Pinggang yang ramping ditambah pinggul seksi dan dada besar itu adalah tipe kesukaan Francis—coba tanya beberapa disciple yang memiliki ciri-ciri seperti itu, pernah atau tidak dilecehkan seorang Francis?

Sepuluh dari sepuluh wanita akan menjawab iya, dan sembilan dari sepuluh wanita akan berharap Francis cepat mati.

Sebotol minuman keras dilemparkan begitu saja, ditangkap dengan indahnya oleh seorang Francis yang langsung meneliti botol yang sekarang berada di dalam genggamannya. WOW! TEQUILLA! Benar-benar sebuah kenyataan bahwa Asdvadzadour benar-benar akan memberinya minuman. Baru saja senyuman merekah di wajah Francis, Asdvadzadour sudah memotongnya dengan kalimat-kalimatnya sehingga Francis yang hendak membuka botol itu terpaksa berhenti sejenak.

"Sesuai yang kujanjikan, Karlsen. Casa Noble, kualitas terbaik, tentunya."

"Apa saja aku tidak keberatan, yang penting minuman keras." Jawabnya yang sudah lama tidak mendapatkan asupan alkohol, walaupun katanya alkohol bisa merusak sel-sel otak—namun siapa peduli? Yang penting rasanya enak dan memuaskan, serta menghilangkan berbagai masalahnya sementara. Memang alkohol hanya bisa membahagiakan orang sementara, namun daripada tidak dibahagiakan sama sekali? Minuman keras dan wanita memang benar-benar kombinasi yang pas.

Andai saja ada wanita cantik yang bisa diajaknya ke kamar setelah ini—hueh. Mungkin ia akan mengajak disciplenya saja.

"Oh iya, aku lupa bilang tadi--"
"--Kalau kamu mau meminum tequila itu, kamu harus turut berpartisipasi dalam permainanku. Asyik, kok, tidak akan menyita banyak waktu. Bagaimana?"


"Sure." Jawab Francis singkat tanpa rasa peduli yang begitu besar pada ajakan Asdvadzadour, yang penting ia bisa minum—bahkan senyuman sinis di wajah Asdvadzadour sama sekali tidak dihiraukan dan Francis hanya menganggap Asdvadzadour sedikit kena gangguan sakit jiwa karena tidak kunjung mendapatkan jodoh di usianya yang sudah tergolong tua.

_________________
Want my Cigarette?
[CENTRAL] I Have Never Ever! 205we9s
-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime8th October 2009, 17:06

Giraile mengangguk mendengar persetujuan Francis. "Bagus. Sekarang, kita tinggal menunggu... undangan yang lain."

Permainan sudah hendak dimulai, dan baru saat itu Giraile mengingat bahwa ia belum melepas seragam Exorcist lengkapnya semenjak kembali dari markas pagi itu. Tanpa memikirkan bagaimana persepsi orang luar terhadap seorang wanita yang membuka baju di kamar pribadi bersama dua orang lelaki, ia melepaskan bros pada mantelnya, melemparkan kain hitam-putih itu ke atas ranjangnya. "Tidak masalah, ya, jika aku membuka pakaianku."

Dengan berbagai macam plat pelindung padanya, seragam Giraile Arevig A. memang tidak ringan untuk dipakai terus-menerus. Melepaskan kancing perak pada jubahny satu per satu, ia pun menghela napas lega begitu bebas dari jubah berat itu. Sekali lagi, garmen itu menghadapi nasib yang sama. Kini, yang tersisa hanyalah kemeja beserta dasi merah tuanya, tetapi tidak untuk jangka waktu yang lama. Barang kali tanpa bajunya yang konservatif, baru sekarang figur kewanitaan Giraile terlihat; pinggang ramping, ia tidak punya, tetapi minimal ia memiliki lekukan yang cukup aduhai di depan-atas dan bawah-belakang. Ya, ia tidak memikirkan hal itu.

Ia melepaskan dasi yang mengitari lehernya (sekali lagi, kain itu menghadapi nasib yang sama), sebelum melepaskan kancing teratas kemejanya. Ini kamarnya, dan mereka hendak bermain dalam situasi informal, sehingga Giraile merasa tidak harus berbaju sopan-sopan amat. "Eh, ya. Nanti kujelaskan peraturannya kalau yang lain sudah tiba, duduk saja dulu." Di atas karpet, maksudnya. Kursi di ruangan itu hanya satu... walau ia yakin Shreizag tidak akan berebut kursi dengan Francis; tidak terbayang, deh.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime8th October 2009, 17:35

"Lia, bisa tolong titip berikan ini pada General Asdvadzadour?" tanya Leon sambil mengulurkan sebuah botol berisi cairan cokelat bening kepada gadis Irlandia itu. Lia menerimanya dengan wajah bingung.

"Ah, daripada kamu tanya aneh-aneh, biar kujelaskan. Temanku dari Perancis mengirimkan itu padaku, padahal aku sedang ingin berhenti minum alkohol. Kudengar, General Asdvadzadour sangat menyukai minuman keras, jadi kuberikan saja padanya. Tapi, sayangnya, karena karena ada sedikit masalah, untuk sementara aku tidak bisa kemana-mana. Jadi, kamu saja yang menyerahkannya, oke?" jelas pria Inggris itu. Sebenarnya Lia ingin bertanya, kenapa tidak diberikan lain hari saja. Tapi karena Leon tampak sedang benar-benar kerepotan (lihat saja tumpukan dokumen yang harus dikerjakannya di meja kerjanya!), Lia hanya bisa mengangguk pelan.

"Akan kusampaikan..." jawab Lia pelan. Leon tersenyum, lalu mengucapkan terima kasih pada gadis itu, sebelum ia kembali menenggelamkan dirinya dalam setumpuk pekerjaannya.




Jadi di sinilah Lia sekarang, di depan pintu kamar Giraile, sambil membawa sebuah botol yang ia tidak tahu apa isinya. Di label botol itu hanya tertulis 'Rémy Martin XO Excellence', dan Lia berani bersumpah ia belum pernah tahu benda apa itu sebelumnya.

"Permisi, Miss Giraile..." kata Lia pelan sambil membuka pintu kamar General tersebut, "Saya membawakan titipan dari Leonard Chezza, Section Staff divisi Diplomatic & Communication."

Di dalam ruangan itu, ia melihat Masternya dan seorang General lainnya. Ia meneguk ludahnya pelan. Rasanya ia sedang berada di tempat yang salah, melihat adanya 3 orang General sekaligus di ruangan itu. Apalagi, salah satunya tak lain dan tak bukan adalah Shreizag Erstad Halverson, Masternya sendiri.
Back to top Go down
View user profile
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime8th October 2009, 17:58

Ressa berjalan menuju kamar General Armenia bernama Giraile Arevig pada malam itu. Ya, dengan dua cake besar yang baru saja dibuatnya. Mungkin memang kurang cocok untuk teman mimum, tapi yang penting acara ini meberinya kesempatan untuk membuat masakan tanpa takut tak ada yang memakannya. Di tangannya yang satu lagi dijinjingnya sebuah tas berukuran sedang berisi peralatan untuk menghias rambut yang dijanjikannya pada Shrei.

Ah, iya. Shrei. Mudah-mudahan ia menepati perkataannya dan datang. Tapi kedatangan Shrei memang sudah hampir sepasti datangnya kematian---walau bukan untuk Ressa yang masih berjuang untuk hidup selamanya. Selain Shrei, Ravel juga akan datang. Ressa jadi berpikir siapa wanita selain dirinya (dan Giraile) yang akan datang malam ini?

"Giraile, boleh aku masuk?" Ressa mengetuk pintu kamar Giraile. Ia tidak bisa membuka pintu tentu saja, dengan bawaan sebanyak itu. Seseorang, kumohon, tolong bukakan pintu untukku, pikirnya dalam hati.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime8th October 2009, 18:00

"Selamat datang."

Sang pemilik ruangan membuka pintu, mempersilakannya masuk. Ya, memang ia yang pertama datang. Koleksi miras tertata rapi di atas perabotannya, tampak seperti pameran di toko-toko mewah. "Nanti kamu boleh memilih yang kamu inginkan setelah Michelli. Ladies first." Shrei tidak begitu mempedulikan hal ini, mau diberikan alkohol yang bagaimana juga ia tidak masalah, toh ia ikut acara ini juga demi mendapat kesempatan emas yang bisa diambilnya besok atau lusa. Ia bersandar pada dinding di sebelah Giraile, menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Tidak berapa lama, pintu kamar Giraile terbuka dengan kasar dan menampilkan sosok Francis--Jendral Karlsen, "Oh, baru kalian berdua?" Sang pemilik ruangan menyambut kedatangannya, kemudian memamerkan miras yang ia janjikan pada Francis; Tequila Casa Noble.

"Oh iya, aku lupa bilang tadi. Kalau kamu mau meminum tequila itu, kamu harus turut berpartisipasi dalam permainanku. Asyik, kok, tidak akan menyita banyak waktu. Bagaimana?"

Lupa bilang atau sengaja tidak bilang? Dengan senyum sinis terpasang di wajahnya, jelas wanita Armenia itu sedang merencanakan sesuatu yang... mencurigakan. Euh, mungkin Shreizag juga harus waspada ketika permainan dimulai nanti. Francispun mengiyakan tawaran Giraile, sepertinya sang Jendral juga sama tidak pedulinya dengan Shrei sendiri tentang permainan yang akan mereka lakukan nanti, asal mereka dapat mencapai tujuan masing-masing. Sudah tentu Francis menginginkan Tequila yang ada di tangannya, dan Shrei menginginkan rambut Giraile untuk ditata olehnya... Ah, menantikan kesempatan seperti itu membuat tangannya sedikit gatal.

"Tidak masalah, ya, jika aku membuka pakaianku."

Pria Norwegia ini menaikkan sebelah alisnya, melirik Giraile yang mulai menanggalkan seragam terluarnya. Oh ya, Shrei belum pernah melihat Giraile dalam tampilan lain... tanpa seragamnya yang berlapis-lapis. Dan kini, ia dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh wanita tersebut, memamerkan kualitas kewanitaannya. Berbeda sekali kalau ia sedang memakai seragam lengkapnya. Shreizag jadi teringat dengan pertemuan pertama mereka; waktu itu 'alergi'nya tidak kambuh, walau sudah berhadapan langsung dan berjabat tangan, padahal ia tahu dengan jelas kalau Giraile adalah wanita. Kenapa 'alergi'nya tidak keluar waktu itu? Apa karena Shrei menganggap bahwa Giraile bukan wanita, dengan segala kualitas maskulin yang dimilikinya? Atau karena sebab lain yang Shrei sendiri tidak mengerti kenapa? Tidak, ia tidak tahu. Yang jelas, Giraile adalah wanita pertama yang membuat 'alergi wanita' seorang Shreizag Halverson tidak kambuh.

Ia menutup matanya, tidak ingin memikirkan hal itu lebih lanjut.


Sebuah penyangkalankah, itu?


"Permisi, Miss Giraile..." pintu kembali terbuka, "Saya membawakan titipan dari Leonard Chezza, Section Staff divisi Diplomatic & Communication."

"Lia." ia menyahut pelan dan mendekati muridnya tersebut. Titipan yang dimaksud sudah bisa ditebak, tapi masalahnya, mengapa harus anak itu yang mengantar langsung? Ke mana para pengantar barang; sudah tidur? Karena sejujurnya, Shrei tidak ingin Lia ikut terjerat dalam permainan yang tidak jelas ini. Ya, ia tidak akan membiarkan itu terjadi.

Dan pintu kembali diketuk, suara yang familiar menyusul kemudian. Sebagai orang yang berada paling dekat dari pintu, Shrei membukakan pintu itu, dan menemukan Ressa di sana. "Nona Michelli." sapanya pelan, mengambil 2 cake besar yang ada di tangan wanita Italia itu, kemudian mempersilakannya masuk. Oh, sebagai pria Shrei tidak ingin membiarkan seorang wanita kerepotan dengan berbagai benda yang dibawanya, apalagi bila wanita itu dekat dengannya. Lihat bagaimana Timcanpi--golem ciptaan Ressa--ikut menyambut kedatangan wanita itu dengan hangat; mendarat di kepalanya.

Baik, berarti tinggal satu orang lagi; Jendral Kohler. Kecuali, akan ada partisipan tidak terduga yang datang belakangan...

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 8th October 2009, 20:06; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Ravel Kohler
Vatican Central
Ravel Kohler

Posts : 152
Umur : 27
Pemilik : masamune11
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 36

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime8th October 2009, 19:25

Sepasang alis mengerut; frustasi.

Di dalam kamarnya, Ravel Kohler hanya bisa menatap tajam peralatan teh yang berada di atas meja berukiran khas Jepara, suatu daerah di Hindia-Belanda sana. Peralatn teh tersebut pun hanya diam di tempat, toh seberapa tingginya jabatan sang jendral, Ravel Kohler tidak memiliki kemampuan telekinesis ataupun tetek bengek lainnya.

Matanya tertuju pada noda bandel yang ada pada peralatan teh kesayangannya. Sialan; bisa-bisanya ada sisa kafein yang teringgal pada perangkat peralatan teh yang ditinggalkan mendiang istrinya. Sebenarnya, membersihkan peralatan tersebut merupakan hal yang cukup mudah dan simpel. Hanya saja, untuk membersihkan sisa kuning yang menempel itu, Ravel membutuhkan teh hijau.

Apapun yang berhubungan dengan teh hijau, setidaknya, selalu berkaitan dengan apel.

Jendral berambut pirang ini menghela napas panjang. Ia sendiri ada janji malam ini--telat 5 menit, hanya karena ia menimang-nimang perlukah ia membatalkan janjinya atau tidak--

--karena noda pada set peralatan tehnya, sepanjang perjalanan hidup seorang Ravel Kohler, berarti pertanda sial. Sebagai seorang yang taat beragama, tentunya pria ini tidak percaya dengan superstisi. Hanya saja, ini bukan lagi sekedar superstisi--ini sudah menjadi bagian dari pengalamannya. Sudah sebaiknya seorang manusia yang berkembang mengambil pelajaran dari masa lalunya, bukan?

Pria ini menggigit bibir. Seberapa besarpun perasaan buruknya kali ini, pria seperti dirinya tidak tahu kata 'ingkar janji'. Menjilat ludahnya sendrii? Maaf saja, jendral berambut pirang ini tidak diajarkan dalam keluarganya demikian. Karena itulah, dengan langkah agak berat, Jendral ini segera melangkahkan diri keluar dari kamar--mata kuning kecoklatannya sempat menatap singkat dengan mirip set peralatan teh dari Nicola.

Tidak sampai 3 menit, pria berambut pirang ini sudah sampai di depan pintu. Kamarnya sendiri ada di sebelah kamar Giraile; hebat juga para staff Black Order, karena ia bahkan tidak bisa mendengarkan kegaduhan yang sedikit-sedikit muncul di dalam kamar Giraile--satu hal yang baru ia ketahui setelah berdiri tepat di depan pintu kamar Giraile Arevig Asdvadzadour--

--yang terbuka lebar, terisi dengan tiga insan lainnya, tidak menghitung sang tuan kamar.

Dahi berkerut; sepertinya perasaannya benar untuk saat ini.

"Guten Abend. Saya datang sesuai janji." Ravel berujar datar, sebelum melangkah masuk ke dalam ruangan. Ditatapnya satu-satu insan yang ada di dalam ruangan: Ingressa Michelli, Shreizag Halverson, Francis U. C. Karlsen, dan sang tuan rumah. Matanya sempat menyorot sekelompok... harta milik Giraile. Tentu saja, matanya tidak lepas dari Calvados yang dengan baiknya duduk di atas meja. Mata kuning kecoklatan menyipit, sementara tenggorokan terasa kering.

Bagaimanapun juga, meskipun ia sendiri yang memberikannya pada Giraile, ia menginginkan itu].

_________________
"Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors."
"Oh, Ravel... You and your words..."
"You know it's true, even more than I do."
"Perhaps."



The Original ID of masamune11, The Contemplative General
Back to top Go down
View user profile http://www.kecoakuning11.wordpress.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime9th October 2009, 16:39

Perkumpulan tiga jendral itu diintrusi oleh kedatangan murid dari salah satunya, Liadan. "Saya membawakan titipan dari Leonard Chezza, Section Staff divisi Diplomatic & Communication." Mendengar ini, dahi Giraile mengerut. Leonard Chezza? Nama itu terdengar familiar, tetapi... "Siapa, ya?"

Ia berkilas balik ke momen-momen yang ia lalui di kantor section itu. Bukan si kacamata itu, bukan si bapak-bapak tua [Arvid, red.] itu, satu-satunya orang lain yang dapat diingatnya adalah lelaki bermata biru-hijau yang membacakan telegram dari Hakizi pada dirinya. "Oh, si dia." Hampir saja ia mengomel tentang keteledoran pekerja jaman kini, menduga Leonard meminta gadis Irlandia itu mengantarkan paket bulanan Hakizi Mana padanya, seandainya mata tajamnya tidak menangkap label pada botol itu.

"... Itu, bisa kulihat barangnya?" Semestinya iya, itu kan untuknya. Tetapi, tidak ada salahnya meminta izin, segahar-gaharnya dirinya.

"Giraile, boleh aku masuk?"

Satu datang, hanya satu yang tersisa. Senyum Giraile melebar, begitu Shreizag menghampiri Section Leader wanita itu, yang ternyata memiliki banyak barang bawaan. Ia memberikan lelaki Norwegia itu tatapan yang bermakna 'letakkan-kue-itu-di-atas-meja', entah seperti apa rupa dari tatapan itu. Ia pun mendekati Ingressa, berusaha mengabaikan hiasan rambut yang tentu, dalam saat yang dekat, akan menghiasi rambutnya, ugh. "Akhirnya, lady of the house tiba. Mungkin kau bisa mengambil minuman pilihanmu sekarang, Michelli?" Tangannya pun menunjukkan deretan botol miras pada mejanya; Estrella Damm, Pedro Ximénez, Reál Sangria, dan Blanca de Daroca. Cider apel yang ia simpan untuk Ravel Kohler, Westons, telah digenggam tangan kirinya.

"Guten Abend. Saya datang sesuai janji."

"Kau telat, Jendral," desis Giraile, walau sebenarnya ia juga tidak terlalu mempermasalahkan. Yang utama, dengan keberadaan semua partisipan utama di kamarnya, permainan bisa dimulai. Ia menatap Ravel, yang tampaknya memfokuskan pandangannya pada suvenir pemberiannya sendiri, botol Calvados yang menganggur di atas meja. Melihat ini, wanita Armenia itu tertawa pelan. "Kau menginginkan hadiah pemberianmu sendiri, Ravel Kohler?" Tidak masalah juga, sih. Ravel sudah memberikannya dua botol. "Sayang sekali, padahal aku sudah menyiapkan Westons ini untukmu." Tidak, sebenarnya hanya karena ia tidak suka cider apel.



"Kita semua sudah berada di sini, bagaimana jika aku menjelaskan peraturan permainannya?

Oh ya, murid Shreizag yang itu. "Kamu ingin ikut juga, Nona? Kuat minum?" Entah bagaimana respon Shreizag akan ajakan Giraile kepada Liadan. Permainan ini jelas akan melibatkan alkohol, dan tidak dalam kuantitas yang kecil.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime9th October 2009, 16:42

Sesuai dengan titah Giraile yang disampaikan lewat tatapannya, Shrei meletakkan dua cake itu di atas meja yang berada di sudut kamar. Baiklah, mungkin cake bukan teman minum yang tepat untuk acara malam ini, tapi, siapa juga yang tidak senang mendapat makanan gratis? Sekali lagi, Shrei tidak terlalu peduli asalkan ia bisa menagih janjinya pada Giraile beberapa hari ke depan.

Pintu kembali terbuka, dan akhirnya sosok terakhir yang ditunggu-tunggu tiba. Sang pemilik ruangan mengomentari keterlambatan sang Jenderal berambut pirang, yang dilanjutkan dengan tawaran mencurigakan yang dilontarkan oleh wanita Armenia tersebut. Dasar Giraile... "Kita semua sudah berada di sini, bagaimana jika aku menjelaskan peraturan permainannya?"

Kini ia memberikan atensi penuh pada apa yang hendak diucapkan oleh Giraile, peraturan permainan yang bahkan ia tidak tahu apa namanya. Setidaknya, dengan mendengarkan menghindarkannya dari berbuat kesalahan yang akan merugikannya. Namun kelihatannya Giraile terinterupsi oleh sesuatu; "Kamu ingin ikut juga, Nona? Kuat minum?"

Shreizag mengerutkan alisnya, dengan langkah lebar ia menghampiri Lia, dan berdiri di depannya, "Giraile," ia mulai, menekankan suaranya agar terdengar serius. Ia menatap Jenderal itu dalam-dalam, "Lia tidak akan ikut." ucapnya tegas, seraya memberi tatapan yang bermakna 'kalau-kau-berani-melibatkannya-bisa-dipastikan-seluruh-peralatan-make upku-akan-menyentuh-seluruh-permukaan-wajahmu'. Dan dengan itu, sang pria Norwegia mengeluarkan aura mengancam yang cukup kental; ditujukan pada sang Jenderal bermata amber tersebut. Tentu saja, sebagai guru dan ayah yang baik, Shreizag tak akan membiarkan anak didiknya terlibat dalam permainan tak bermanfaat ini. Cukup ia saja yang terlibat.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 9th October 2009, 17:30; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime9th October 2009, 16:44

Quote :
"Kamu ingin ikut juga, Nona? Kuat minum?"

Lia terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari Giraile. Terakhir kali ia minum minuman keras, ia hanya kuat sampai 5 gelas, sebelum akhirnya pingsan karena mabuk. Jelas ia sama sekali tidak kuat minum. Tapi belum sempat ia menjawab apa-apa, Shrei sudah membalas perkataan Giraile.

Quote :
"Giraile, Lia tidak akan ikut."

Lia kembali terdiam. Ia menatap Shrei, yang sepertinya benar-benar serius tentang 'tidak ingin Lia terlibat dalam masalah orang-orang mabuk'. Tapi memikirkan bagaimana Shrei nantinya akan mabuk, dan mungkin akan kesulitan untuk kembali ke ruangannya, Lia malah jadi tidak tega untuk pergi begitu saja.

Gadis Irlandia ini kemudian menatap ke arah Giraile, dengan ekspresi datar seperti biasa. "Miss, saya tidak kuat minum..." jawab Lia dengan jujur. "Tapi saja akan tetap tinggal. Bagaimanapun, saya wajib mengawasi ath--Shrei..." tambahnya tegas.

Shrei boleh saja melarangnya ikut minum-minum, tapi ia tidak bisa melarangnya untuk tetap tinggal.
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime9th October 2009, 18:26

"Lia tidak akan ikut." Giraile mendengkus, menangkap maksud dari tatapan penuh makna Shreizag. Ia meletakkan Brandy de Jerez miliknya ke atas meja, sebelum menghampiri wanita Irlandia muda itu. Ia membungkuk, menatap langsung murid dari rekan jendralnya. "Begini, Nona. Semua yang di sini akan meminum alkohol, adil tidak menurutmu jika kamu tidak, hm~?"

Tetapi, ia tidak berniat melibatkan Liadan, kok. Selama Shreizag dan Ravel ikut, itu sudah cukup. Ia tertawa pelan, sebelum mengelus kepala Liadan. "Bercanda. Kamu boleh mengawasi, tetapi, apapun yang terjadi pada Sh--siapa pun di kamar ini, kau tidak boleh ikut campur. Cukup memanggil... seseorang." Wanita Armenia itu menjentikkan jari, bermaksud mendatangkan 'seseorang' yang dimaksudnya itu. Ia tersenyum kecut; lelaki itu sebaiknya tidak telat memenuhi panggilannya. Jika iya...

Ia kembali ke tengah ruangannya, berlaku sebagai host dari pesta malam itu. Menyatukan permukaan kedua telapak tangannya, ia meneruskan dengan menjalin jari-jarinya. "Ladies," ujarnya, mengarahkan pandangan pada Ingressa dan Liadan, "dan gentlemen, tentunya. Akan kujelaskan secara singkat peraturan main kita. Pertama-tama, bagi yang belum mengambil, silakan ambil satu botol minuman pilihan kalian."

Usai semua menjalankan instruksinya, Giraile mendeham, siap melanjutkan penjelasannya. "Kita akan memainkan suatu permainan bernama Never Have I Ever. Untuk urutan, ada baiknya jika kita mendahulukan mereka yang tepat waktu." Senyumnya melebar begitu ia mengucapkan dua kata terakhir, mata amber menatap Ravel Kohler. "Berarti, permainan dimulai dari aku, lalu Shrei, Karlsen, Michelli, dan Ravel Kohler. Jika ada... pendatang baru, berarti mereka mendapat giliran setelah Kohler. Beres?"

Ia kembali mengambil Brandy de Jerez yang sebelumnya diletakkannya di atas meja. "Pada gilirannya, seseorang mengakui suatu tindakan yang tidak pernah mereka lakukan, dengan frase 'Never have I ever...')*. Sebagai contoh, seseorang mengaku, 'Never have I ever... drank Calvados.'.

"Dengan asumsi bahwa Kohler, selain diriku, telah melakukannya, maka Kohler, aku, dan siapapun yang pernah meminum Calvados, harus menghabiskan seperlima isi botolnya. Dapat dipahami?"

Ia duduk bersila di atas karpet kamarnya, secara tidak langsung menuntut partisipan permainan untuk melakukan hal yang sama. "... Tentu, aku mengharapkan pernyataan yang lebih imajinatif. Oh ya, semua pernyataan harus berupa pengakuan suatu tindakan atau pengalaman; pernyataan macam 'Aku tidak pernah menjadi lelaki' dan 'Aku tidak pernah memiliki rambut pirang' tidak boleh digunakan.

"... Dan, karena yang tadi itu contoh, pernyataan itu dan pernyataan setipe gugur. Bisa kita mulai?" Wanita itu menanti respon dari tiap pemain, sebelum dirinya sendiri memberi pernyataan pembuka. Whew, kerongkongannya terasa kering karena tadi bermonolog.




)* Boleh menggunakan frase bahasa Inggris, boleh dalam bahasa Indonesia ("Aku/Saya tidak pernah..."), sama saja.

Oh iya, semuanya, tanpa pengecualian, harus mabuk kalau isi botolnya sudah habis. Kalau mau sebelum sebotol habis, lebih bagus lagi. Mari eksplorasi sisi mabuk tiap karakter dalam topik maksiat ini...

... Oh ya, boleh berkomplot kok Twisted Evil

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime9th October 2009, 18:45

Merasa diperlakukan seperti anak kecil oleh Giraile, Lia mengerutkan alisnya. Ia tidak suka diperlakukan seperti itu oleh orang-orang--oke, kecuali oleh Shrei dan Leon. Intinya, ia tidak suka. Dan khusus hari itu, ia pun tidak suka Shrei memperlakukannya seperti anak kecil yang wajib dilindungi. Sekali lagi, Lia pada dasarnya tidak suka diperlakukan seperti anak-anak.

Jadi, Lia kembali menatap Giraile dengan tatapan serius. "Miss," katanya mengawali kalimatnya, "Kalau syarat saya boleh tetap tinggal di ruangan ini adalah dengan mengikuti permainan Anda, saya akan ikut."

Lia sadar, mungkin daripada mengawasi agar Shrei tidak mabuk, justru ialah yang akan mabuk duluan. Tapi, hei, Shrei tidak punya hak untuk melarangnya, meski pria itu pasti akan melarangnya. Jadi, kali ini Lia menatap Shrei dengan tatapan yang sama seriusnya.

"Anda... Anda tidak punya hak melarang saya, karena saya adalah manusia yang merdeka," kata Lia tegas pada Shrei. Dari mana ia mempelajari kata-kata sulit semacam itu? Jelas, Leon yang mengajarinya.

Ia lalu mengambil tempat di sebelah Ravel Kohler; sambil masih memeluk Babog Liath-nya erat-erat. Meski ia tampak begitu berani tadi, sebenarnya ia tegang juga.
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime9th October 2009, 18:47

"Miss, saya tidak kuat minum... Tapi saja akan tetap tinggal. Bagaimanapun, saya wajib mengawasi ath--Shrei..." Wajib? Duh, memangnya ia anak sekolah yang harus diawasi oleh... siapapunlah itu? Toh permainan yang mereka lakukan tidak akan mempertaruhkan nyawa, kenaa juga Lia harus sekhawatir itu? "Bercanda. Kamu boleh mengawasi, tetapi, apapun yang terjadi pada Sh--siapa pun di kamar ini, kau tidak boleh ikut campur. Cukup memanggil... seseorang." Giraile menjetikkan jarinya; memang dia pesulap? Yaa, sesuka dia saja deh.

"Miss. Kalau syarat saya boleh tetap tinggal di ruangan ini adalah dengan mengikuti permainan Anda, saya akan ikut."

Apa?

"Anda... Anda tidak punya hak melarang saya, karena saya adalah manusia yang merdeka,"

Shreizag menaikkan satu alisnya, di mana Lia belajar kalimat macam itu? Ah, mungkin dari sepupunya yang anggota staf diplomasi itu ya. Dan mungkin... Ia terprovokasi oleh sikap Giraile (terutama) dan dirinya (tambahan) yang menganggapnya seperti anak kecil. Maksud Shrei tidak begitu, ia hanya ingin melindungi muridnya dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Tapi sudahlah. Toh ia sudah dewasa juga.

Pria Norwegia ini mengangkat satu tangannya; tidak, bukan untuk mengelus kepala Lia, tapi menepuk pundaknya, sebagai ganti kalimat 'jaga dirimu baik-baik.' Setelah itu, ia mengalihkan pandangannya pada Giraile yang tampak akan memulai acara, berniat mendengarkan, ia melipat kedua tangannya di dada.

"Ladies dan gentlemen, tentunya. Akan kujelaskan secara singkat peraturan main kita. Pertama-tama, bagi yang belum mengambil, silakan ambil satu botol minuman pilihan kalian." Masing-masing peserta bergerak menuju etalase di mana sang tuan rumah memamerkan koleksi miras yang khusus ia kumpulkan untuk acara malam ini. Shrei maju untuk mengevaluasi masing-masing dari botol tersebut, tentu ia tidak akan asal pilih, bukan? Ada Estrella Damm, Pedro Ximénez, Reál Sangria, dan Blanca de Daroca... Reál Sangria itu sangria yang memiliki cita rasa buah kan? Baik, yang itu saja. Tangannya meraih botol tersebut, kemudian kembali berjalan menuju tempatnya semula.

"Kita akan memainkan suatu permainan bernama Never Have I Ever. Untuk urutan, ada baiknya jika kita mendahulukan mereka yang tepat waktu. Berarti, permainan dimulai dari aku, lalu Shrei, Karlsen, Michelli, dan Ravel Kohler. Jika ada... pendatang baru, berarti mereka mendapat giliran setelah Kohler. Beres?"

Ya, beres. Shrei tidak keberatan kalaupun gilirannya harus diacak. Toh pada akhirnya, semua juga dapat, kan?

"Pada gilirannya, seseorang mengakui suatu tindakan yang tidak pernah mereka lakukan, dengan frase 'Never have I ever...'. Sebagai contoh, seseorang mengaku, 'Never have I ever... drank Calvados.'. Dengan asumsi bahwa Kohler, selain diriku, telah melakukannya, maka Kohler, aku, dan siapapun yang pernah meminum Calvados, harus menghabiskan seperlima isi botolnya. Dapat dipahami?"

Oh, ia kira permainan seperti apa. Cukup menarik, boleh juga ide Giraile yang satu ini. Jadi intinya... Kita hanya harus mengatakan suatu fakta tentang tindakan yang tidak pernah dilakukan, dan siapapun yang pernah melakukan tindakan tersebut harus minum. Sederhana, namun bila cerdik peraturan ini bisa disalahgunakan...

"... Tentu, aku mengharapkan pernyataan yang lebih imajinatif. Oh ya, semua pernyataan harus berupa pengakuan suatu tindakan atau pengalaman; pernyataan macam 'Aku tidak pernah menjadi lelaki' dan 'Aku tidak pernah memiliki rambut pirang' tidak boleh digunakan. ... Dan, karena yang tadi itu contoh, pernyataan itu dan pernyataan setipe gugur. Bisa kita mulai?"

Silakan saja. Badan Shrei kembali disandarkan pada dinding, dengan tangannya yang masih terlipat, ia menunggu siapapun yang hendak angkat bicara, baik itu sang tuan rumah atau para peserta. Ia mengelus kepala Timcanpi yang tengah bertengger di pundaknya, barangkali gorem perak ini juga harus diberi tugas untuk meminta bantuan bila nantinya situasi menjadi tidak terkendali. Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang...

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 10th October 2009, 11:06; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Francis U. C. Karlsen

Francis U. C. Karlsen

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime10th October 2009, 07:59

Entah apa yang diracaukan Asdvadzadour, Francis hanya menatap sebotol Tequilla yang terlihat seksi dengan lekukan-lekukan indahnya—menggoda, membuat Francis ingin meneguknya sekarang. Nyaris tidak ada yang bisa mengalahkan sensasi ketika rasa pahit-manis ini melewati tenggorokkannya, membuat dunia serasa milik sendiri, melupakan pelbagai masalah yang menyebalkan—walaupun Francis sepertinya tidak pernah dikenai masalah.

"Tidak masalah, ya, jika aku membuka pakaianku."

...kecuali ada kalimat ini.

Manik obsidian Francis langsung tertuju pada sosok wanita satu-satunya di sana—dan bagaikan mendapatkan servis gratis, Asdvadzadourmembuka pakaiannya lembar demi lembar—berlebihan—dan berakhir dengan kemeja polos ditambah satu kancing teratas yang dibuka. Walaupun barusan Francis berkata bahwa tubuh Asdvadzadour tidak ada menarik-menariknya, mungkin ia boleh menarik kata-katanya sekarang sebab bagian depan-atas dan bawah-belakangnya cukup membuat matanya tertuju ke dua bagian itu.

"Eh, ya. Nanti kujelaskan peraturannya kalau yang lain sudah tiba, duduk saja dulu."

Francis menolak duduk, tetap menimang-nimang botol Tequilla yang diberikan Asdvadzadour walaupun sesekali matanya melirik ke pemandangan yang diberikan oleh Asdvadzadour—memang begini untuknya memiliki anggota yang tidak peka terhadap kewanitaannya, terkadang dapat pemandangan indah gratis—coba Asdvadzadour agak lebih tidak peka lagi dan memilih untuk memakai baju yang minim agar menutupi lekuk tubuhnya. Okelah untuk pinggang yang tidak ramping, tapi dua positif ditambah satu negatif adalah satu positif.

Tiba-tiba seseorang masuk—padahal Francis baru berniat sedikit iseng, diliriknya seorang WANITA—ralat, ada satu lagi. Wow, sepertinya terlalu lama jalan-jalan di luar membuatnya tidak lagi bisa menyebarkan jalanya di tempat ini. Fufu, banyak ikan-ikan yang sepertinya menarik untuk dilahap...right?

Sepertinya Asdvadzadour memang berniat membuat pesta di tempat ini, buktinya Kohler sampai datang—menambah rasa bosan. Memang wanita dan minuman keras itu kombinasi menarik, tapi akan menjadi hamabr apabila laki-laki ikut besertanya, mungkin Halverson bisa diberi pengecualian karena wajahnya yang sangat manis itu. Hoho~ Tapi tetap saja Francis tidak tertarik dengan dada rata—keseksian adalah segalanya.

Nah, setelah semuanya berkumpul, Asdvadzadour mulai menjelaskan tata cara permainan yang diadakannya. Cukup menyenangkan—lagipula ia tidak peduli selama ia bisa minum Tequilla, apa yang terjadi sesudahnya silahkan dipikirkan nanti, benar?

"... Dan, karena yang tadi itu contoh, pernyataan itu dan pernyataan setipe gugur. Bisa kita mulai?"

"Aku punya." Francis mulai membuka suara, meletakkan Tequilla di atas kasur Asdvadzadour dan berjalan mendekati sang wanita galak. Tatapannya serius—seperti memiliki pertanyaan yang sangat penting sehubungan dengan permainan ini...

...walau nyatanya tidak.

"Darimana kau dapatkan pinggul dan dada semontok ini?" Tanyanya sambil mengelus bagian bawah-belakang dan meremas bagian atas-depan Asdvadzadour yang seenaknya dipamerkan oleh Asdvadzadour. Jangan salahkan Francis, siapa suruh pamer kedua bagian eksotis? Untung pinggangnya tidak ramping, kalau tidak pasti tangan Francis akan menggerayangi bagian itu juga.


[OOC: Gak ada pertanyaan kok, cuma ngiseng ajah]

_________________
Want my Cigarette?
[CENTRAL] I Have Never Ever! 205we9s
-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint


Last edited by Francis U. C. Karlsen on 10th October 2009, 13:29; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime10th October 2009, 11:37

Allegra Růžena Mlynarikova, seorang exorcist berkelamin wanita --ya kau tak perlu menyingkap roknya untuk memastikan hal itu-- berjalan dengan bibir yang merengut dan langkah yang gusar. Sudah sejak tadi dia mencari-cari keberadaan Generalnya yang berkulit badak itu di tiap lorong sambil bergumam sebal.

"Arghh, dimana sih dia?"

Kata-kata itu terlepas dari bibir mungilnya yang merengut. Keuda telapak tangannya bersedekap dan alisnya berkerut-kerut.

Ya, sudah tiga jam berlalu sejak Francis mengatakan bahwa dia akan memberikan pelatihan ekstra pada gadis berumur 20 tahun itu dan Allegra-pun sudah menunggunya sedari tadi di ruang latihan. Namun rambut Generalnya yang berdiri-diri seperti landak itu sama sekali tak tampak. Gadis Praha itu menyerah, memutuskan untuk menghentikan proses pencarian generalnya. Dia terdiam di tempat, jemarinya mengetuk-ngetuk bibirnya sendiri seraya berpikir.

Mungkin General sudah di kamar dari tadi dan menungguku? Hmm..

Ah, atau jangan-jangan 'pelatihan ekstra' yang dimaksud oleh Francis itu bukanlah seperti yang dia bayangkan? Allegra bergidik sendiri memikirkan General-nya yang suka menyentuh-nyentuh tanpa permisi itu --walaupun dia juga tidak akan memberikan ijin jika Francis bertanya padanya.

Allegra membalikkan arahnya ke kompleks ruangan para general yang cukup berdekatan. Dan setelah beberapa saat berjalan dia pun bisa melihat bahwa pintu kamar Francis tertutup rapat sungguh berbeda dari kamar General Asdvadzadour yang terbuka dan terdengar cukup ramai. Dan hei sepertinya dia mendengar suara pria yang dicarinya itu dari dalam sana.

Gadis berambut pirang itu memberanikan dirinya mendekati pintu itu, matanya dapat menangkap siluet Francis bersama beberapa sosok General dan orang-orang yang tidak dia kenal. Ia berhenti di ambang pintunya hendak mengucapkan sepatah-dua patah kata permisi sebelum ngambek pada Generalnya yang satu itu, namun...

Quote :
"Darimana kau dapatkan pinggul dan dada semontok ini?"

Gadis itu terkesiap melihat General-nya meraba-raba bagian tubuh general lain. Memang bagian tubuh yang diraba-raba Francis itu bukan miliknya tapi wajar saja kan sebagai anak didiknya dia malu? Apalagi yang diraba oleh Francis adalah seorang General lain...

"General!!!!" Allegra melengking dan dengan seketika wajahnya memerah. Gadis berambut pirang itu meringsek masuk ke ruangan. Menarik kain punggung generalnya dengan keras menggunakan kekuatan yang bisa membuat general itu menghentikan jamahan-jamahannya pada Giraille. Dia menatap Generalnya, rona wajahnya pucat.

"A-apa yang anda lakukan?!"

Terdengar jelas tidak kalau suaranya naik beberapa desibel?


Last edited by A. Růžena Mlynarikova on 10th October 2009, 14:28; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime11th October 2009, 14:09

"Nona Michelli."

Syukurlah ada seorang pria yang dengan begitu baik hatinya membuka pintu dan bahkan membawakan sebagian barang-barangnya.

"Grazie mille, Halverson," kata Ressa pada General berwajah es itu.

"Guten Abend. Saya datang sesuai janji."

Oh, rupanya Kohler datang juga. Baguslah kalau begitu. Sementara percakapan berikutnya tidak begitu menarik perhatian Ressa, kecuali bahwa Lia tidak akan minum, seperti dugaannya. Ressa sudah mengenal Shrei selama kira-kira 10 tahun, jelas ia tahu benar bahwa Shrei tidak pernah dan tidak akan pernah membiarkan disciplenya yang ada di bawah umur untuk meminum minuman keras, apa pun bentuknya, apalagi jika ia dekelilingi oleh pria-pria dewasa seperti Kohler dan tentu saja, Francis.

Namun kini rupanya Giraile sudah memulai penjelasan tentang permainan yang akan mereka mainkan. Permainan orang dewasa, tentu saja, adalah harapan Ressa. Tidak mungkin, kan, kalau mereka dipanggil ke sini hanay untuk bermain hide and seek atau permainan ala Lia yang lainnya.

"Ladies dan gentlemen, tentunya. Akan kujelaskan secara singkat peraturan main kita. Pertama-tama, bagi yang belum mengambil, silakan ambil satu botol minuman pilihan kalian."

Ressa menebarkan pandangannya ke sekeliling karpet tempatnya duduk. Ada apa saja ya? Pandangannya langsung tertuju pada botl sherry bermerek Pedro Ximénez. Yang ini tampaknya menarik, pikirnya sambil mengmbil botol minuman beralkohol itu.

"Kita akan memainkan suatu permainan bernama Never Have I Ever. Untuk urutan, ada baiknya jika kita mendahulukan mereka yang tepat waktu. Berarti, permainan dimulai dari aku, lalu Shrei, Karlsen, Michelli, dan Ravel Kohler. Jika ada... pendatang baru, berarti mereka mendapat giliran setelah Kohler. Beres?"

"Pada gilirannya, seseorang mengakui suatu tindakan yang tidak pernah mereka lakukan, dengan frase 'Never have I ever...')*. Sebagai contoh, seseorang mengaku, 'Never have I ever... drank Calvados.' Dengan asumsi bahwa Kohler, selain diriku, telah melakukannya, maka Kohler, aku, dan siapapun yang pernah meminum Calvados, harus menghabiskan seperlima isi botolnya. Dapat dipahami? Tentu, aku mengharapkan pernyataan yang lebih imajinatif. Oh ya, semua pernyataan harus berupa pengakuan suatu tindakan atau pengalaman; pernyataan macam 'Aku tidak pernah menjadi lelaki' dan 'Aku tidak pernah memiliki rambut pirang' tidak boleh digunakan. Dan, karena yang tadi itu contoh, pernyataan itu dan pernyataan setipe gugur. Bisa kita mulai?"


Hmm.. Permainan yang sungguh menarik. Seperlima botol setiap kali ia pernah melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh orang lain? Menarik, sungguh menarik. Ressa tentu saja berharap ia tidak akan mabuk setelah meminum sebotol penuh sherry, tapi, kalaupun iya, Ressa tentu saja akan sangat bahagia kalau ia mabuk setelah semua orang lain juga mabuk, sehingga ia bisa melihat semuanya. Ressa tentu saja sangat tertarik untuk melihat sang General berwajah es itu mabuk. Dan Kohler juga, siapa tahu ia akan terlihat lebih menarik kalau mabuk, walau dalam hati Ressa sedikit merinding membayangkan Francis yang mabuk karena tequila.

"Darimana kau dapatkan pinggul dan dada semontok ini?

Ya, Tuhan! Mata Ressa terbelalak. Dari mana si barbar ini mendapat keberanian untuk memperlakukan seorang wanita denga cara seperti itu? Kurang ajar!

Tiba-tiba seorang gadis berambut pirang masuk dan mencengkeram bagian belakang baju sang General berotak rusak itu.

"A-apa yang anda lakukan?!"

Ah, siapa juga yang peduli siapa anak ini,
pikir Ressa. Yang jelas jika dalam sekian detik Giraile tidak menghajar Francis, Ressa akan mendaratkan tamparannya di wajah General bodoh itu!
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Izarra O. Maraschine

Izarra O. Maraschine

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime11th October 2009, 14:53

Tuhan.

Gadis dua puluh lima tahun keturunan Italia tersebut hanya bisa mendecak dalam hati. Ia percaya, apapun yang dilakukannya di dunia semata-mata telah digariskan oleh Yang Maha Kuasa—ia tahu. Ia percaya apa yang didigariskan Tuhan memang yang terbaik baginya—sekali lagi, ia tahu. Namun, tak habis pikir dirinya, mengapa Tuhan bisa menggariskan nasibnya semiris ini? Garis bawahi, miris, satu hal negatif yang berdampingan dengan kenyataan bahwa ternyata Tuhan memberkatinya kemampuan lebih sebagai seorang exorcist, meskipun itu berarti dia harus...

...harus mendapat seorang ketua yang sering mangkir kerja.

Urat-urat emosional tergambar jelas di wajahnya yang putih dan belum terukir keriput penuaan, disertai ekspresi tenang walau aslinya ia merasa amat lelah—capai menangani perangai sang General. Gadis itu, Izarra, seorang exorcist berpangkat Disciple itu hanya bisa tiap hari mencari-cari sang ketua yang hobi meleng. Seperti malam ini—Tuhan, tabahkan hambamu ini. Amen.

Derap langkah sepatunya menapaki salah satu koridor dalam markas utama para exorcist di Eropa. Ia menyilah rambut, menengok kesana kemari mencari sosok yang ia cari untuk segera menyeretnya kembali ke meja kerja lalu kembali untuk mengistirahatkan diri di kamar asramanya. Ayolah Izarra, pikirkanlah sesuatu untuk segera menemukan ketuamu itu! Berpikir cukup lama. Hem, mungkinkah harus turut meminta bantuan Glaucio—mengingat anak itu anak buah kesayangan ketua sendiri. Tapi, jangankan sosok, batang hidungnya saja tidak terlihat di sekitar sini.

Setali tiga uang. Sama saja.

Dihelanya nafas agak lama, berusaha kembali menemukan sang ketua sebelum malam kian larut. Langkahnya memimpin ke arah koridor di depan mata, dan mendapati suara-suara cukup gaduh dari sebuah kamar.

Wew.

Tersesat di kamar milik General lain?

Menelan ludah.

Antaranya gadis muda ini masih tahu sopan santun dan tata krama seperti yang diajarkan suster kepala dulu, ia tak berani mengetuk pintu untuk sekadar menanyakan apa yang terjadi. Singkatnya ya, tahu sendiri dia hanyalah disciple yang tak berwenang bertanya seenaknya pada general lain. Lebih-lebih—hello, dia berada di depan kamar seorang general yang tak ia kenal.

Lantas?

Biarlah gadis itu diam di depan kamar tersebut saja. Jikalau memang kegaduhan yang ditimbulkan itu adalah karena bahaya—ia akan masuk.
Back to top Go down
View user profile
Glaucio Marino

Glaucio Marino

Posts : 88
Pemilik : *nbla
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime11th October 2009, 18:15

Cengiran kecil terpampang pada wajah lelaki berusia seperlima abad tersebut, setengah terpaksa. Setengah turun, setengah berkerut. Mengiringi otot wajah sekitaran matanya yang turut berkedut.

Konyol.

Ia benar-benar ketinggalan kacamata pada malam ini. Malam hari, dimana penyakit rabun senjanya akan semakin menjadi--namun membuatnya tak ikut ingat untuk memakai alat bantu penglihat tersebut. Jadi di tempat inilah ia berada sekarang. Tersasar, dari ruang awal tempat ia mengerjakan tugas laporannya--dititahkan dengan sangat dermawan dan penuh tanggung jawab oleh generalnya yang beraktivitas sehari-hari seolah tanpa pernah mendengar kata 'tanggung jawab' sekalipun--hanya demi sekedar mengirup udara segar pada awalnya. Konyol; dua kali dibilangnya kata itu hari ini.

"Euh... Maraschine, ya?"

Menyipitkan matanya sesaat meratapi sosok wanita berambut hitam keikalan yang berada tepat beberapa meter di depan matanya tersebut. Izarra, salah satu dari dua disciple emas sang general Karlsen--mungkin orang yang bersangkutan malah kelihatan seolah tak mau mengakui fakta bahwa ia masih memiliki satu orang laki-laki di tim bawahannya alih-alih 3 disciple wanita sekaligus--berada di deret tempat yang sama dengannya saat ini. Ini... Deret lorong dormitory kan?

Oh ya, benar. Ia ada di sini untuk menjemput kacamatanya.

...kan?

Dipegangnya kenop pintu sesaat, mempertahankannya dalam genggaman lemas jemari tangan kanan. Melirik sesaat ke arah wanita berselisih umur 4 atau lima tahun lebih tua darinya tersebut, enggan. Oke, ini kamarnya--dan si nona masih berada di depannya tanpa berbuat apa-apa. Diam. Setidaknya harusnya ia sadar bahwa si pemilik kamar sudah berada di tempat.

"Ada perlu apa di sini?"

Sedikit basa-basi dipertunjukkan tanpa minat, sementara kenop tersebut kembali terputar--tanpa perlu merasa curiga bahwa kamarnya tersebut dalam keadaan tidak terkunci. 5 sentimeter, 10 sentimeter dalam keadaan terbuka...

Kriek.

Oh, kamarnya ramai sekali kedengarannya di dalam.

...Triing, jackpot--tuan Marino lah yang jelas-jelas salah tempat.

Tanpa merasa perlu merasa berdosa dan beringsut dari tempat berpijaknya, ia memperhatikan lingkungan sekitar. Sejenak kembali tersadar bahwa ini adalah koridor tempat kamar para general. Cck, ya, ya, bodohnya--seperti bukan Glaucio Amadeus yang biasa. Dan berapa orang di sana? 4 orang berpangkat general. Sisanya wanita, seorang yang diketahuinya sebagai section staff setempat--Michelli, bocah perempuan pirang yang tak pernah menghapal nama Marino dan selalu memanggilnya si abu... Dan Mlynarikova. Bagus, bagus sekali. Dan berarti Glaucio Amadeus-lah satu-satunya yang mengerjakan tugas malam ini. Bahkan seorang general Francis UC Karlsen sekalipun tidak.

Sang general juga terduduk di sana, badan besar dan kulit keras itu milik dia. Susunan beberapa puing botol-botol asing ada di hadapan mereka semua.

Berdehem.

"Maraschine kelihatannya menunggu anda di luar, tuan."

--orang itu... Tangannya benar-benar ada di sana.

Diiringi jeritan Allegra setelahnya. Tepat.
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime11th October 2009, 20:36

@ partisipan tambahan: minuman yang tersisa adalah Calvados (brandi), Blanca de Daroca (macabeo), dan Estrella Damm (bir pilsener). Jika kurang, Giraile bisa mengeluarkan Courvoisier VSOP Exclusif dan brandi merek Viceroy (kurang yakin soal yang kedua)...




Giraile sudah hendak membuka mulut, menanyakan bagian mana dari penjelasannya yang tidak dimengerti Francis, ketika yang bersangkutan berjalan menghampirinya, tetapi... "Darimana kau dapatkan pinggul dan dada semontok ini?"

...

.....

........

Demi Tuhan, bagian atasnya telah dijarah untuk kedua kalinya di cabang Eropa--jangan lupakan bonus elusan pada bagian bawah-belakangnya. Mata ambernya tidak mengedip untuk beberapa detik, otaknya yang berpikir terlalu keras dalam upaya menghasilkan ide solusi yang sesuai seakan telah rusak karena beban berlebihan. Hal yang dapat dilakukan jendral barbarian yang, bagaimanapun juga, adalah seorang wanita (kurang lebih) normal adalah: "KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"

Tentu, jika yang dijarah adalah objek pribadinya yang lain; brandi, misalnya, ia bisa dengan cekatan merespon dengan tonjokan optimalnya, tetapi khusus untuk aset kewanitaannya, Giraile hanya bisa mengambil beberapa langkah mundur, kedua tangannya saling bersilang, menutupi torso atasnya. Setelah dikaji ulang, akhirnya ia memutuskan untuk memindahkan satu tangan ke atas bagian bawah-belakangnya. Pada saat itu, Allegra, murid dari lelaki yang menggerayanginya, memutuskan untuk menangani jendralnya. Ah, baguslah.

"Haaaa..." Shok, shok, shok. Saking shoknya, ia bahkan tidak mendengar suara murid lelaki dari pria nista itu. Giraile lebih terpaku pada mengembalikan tempo napasnya ke normal.

Shok. Walau Giraile adalah tipe wanita yang rela melakukan tindakan sekeji apapun untuk mendapatkan apapun yang diinginkan, ia cukup religius untuk menjaga... asetnya dari sentuhan lelaki, terutama karena ia berniat menjaganya untuk suaminya kelak. Pertama Roman, sekarang Francis. Ia menatap gundukan yang berada di bawah balutan kemejanya; berarti, apakah bisa dibilang dadanya bukan perawan sudah tidak suci lagi? Oh, Tuhan...

Akhirnya, cukup waktu berlalu baginya untuk mendapatkan akal sehatnya kembali. Wanita itu merundukkan kepalanya, matanya menatap tajam Francis Karlsen, sebelum berpaling ke Shreizag dan Ravel. Ia menggertakkan giginya, sebelum tersenyum kecut. 'Karlsen... kau target ketiga.'

Nah. Kira-kira, apa pernyataan yang bisa menjebak jendral dengan Innocence bertipe sama dengannya untuk meneguk tequila hingga dirinya mabuk? Melihat kecenderungannya menggerayangi wanita seenaknya, tampaknya Giraile tidak perlu berpikir keras.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1


Last edited by Giraile Arevig A. on 11th October 2009, 20:38; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime11th October 2009, 20:37

"Darimana kau dapatkan pinggul dan dada semontok ini?"


'Oh min kjære Gud.'


Mata Shreizag melebar beberapa senti, melihat rekannya dijadikan korban pelecehan seperti itu. Sungguh, tuan, tak hanya engkau dan korbanmu yang berada di sini, rett? Tentu perilaku senonoh macam ini akan mendapat sambutan yang heboh; ia sendiri masih terpaku di sana sampai--

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"

--teriakan Giraile yang kewanitaan membahana ke seluruh ruangan. Baik, itu cukup untuk menyadarkan Shrei kalau ia harus melakukan sesuatu. Seorang gadis yang diyakininya sebagai Disciple Francis berteriak histeris menegur sang General dan terburu-buru masuk ke dalam, sementara Giraile, yang masih shok, mundur beberapa langkah sambil menutupi bagian tubuhnya dengan kedua tangan; paranoid.

Dipikir-pikir, Giraile cukup sial juga rupanya. Seingat Shrei, ini sudah keduakalinya Giraile mendapat pelecehan seperti itu; pertama oleh si Finder asal Rusia yang terpeleset dan tak sengaja menyentuh bagian sakral dari wanita tersebut, dan... yang kedua ini memang lebih ekstrim kejadiannya. Mengapa Giraile tidak langsung menggunakan kekerasan fisik seperti waktu itu ya? Oh, tentu saja ia tidak tahu.

Pria Norwegia ini menghembuskan napas, ekspresinya yang tadi terlihat terkejut telah kembali seperti semula. Ia beranjak dari tempatnya berdiri, mendekati sang pemilik ruangan tersebut. Sampai di sebelahnya, Shreizag mengamati rona wajah wanita itu baik-baik, masih belum terkontrol rupanya. "Giraile," ia mulai, ditepuknya pundak wanita itu, dan tangan yang menepuk itu diam di sana. Mata biru muda bak kristalnya menatap mata amber milik sang Jendral, seolah-olah ingin menenangkan emosi yang bersangkutan. Beberapa detik, dan Shrei mengalihkan perhatiannya ke depan, ke pelaku pelecehan malam ini.

"Jendral Karlsen," panggilnya dengan nada yang serius, tampak hendak menegur Francis dan meminta pertanggungjawaban dari General yang satu itu. Sebagai teman baik, wajar bukan bila Shrei membela Giraile? Walaupun yang bersangkutan notabene juga suka berlaku kasar padanya, namun tak dapat dipungkiri bahwa Giraile adalah teman terbaiknya yang kedua yang ia temukan di markas Black Order ini. Setelah merasa mendapatkan perhatian dari Francis, Shrei hendak angkat bicara lagi, meneruskan pembelaannya terhadap Giraile--

"Anda yakin dengan apa yang Anda lakukan tadi? Giraile bukan wanita, lho."

--oh, ternyata bukan.

Ya, pria berambut putih ini sadar benar dengan konsekuensi atas apa yang ia katakan. Tapi percayalah, yang ia katakan adalah untuk membela sang wanita Armenia juga. Walau, cara yang digunakan memang berbeda; kalau tidak mau dibilang aneh.

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime11th October 2009, 22:00

Melihat perlakuan Francis ke Giraile, Lia hanya bisa melotot. Wajahnya langsung berubah merah pada melihat 'adegan' itu. Otomatis, ia langsung mengaktifkan Innocence-nya dan mengeraskannya sampai level terkeras. Lia sudah siap sedia melempar Babog Liath-nya ke Francis, saat mendadak Shrei angkat bicara. Lia langsung menonaktifkan lagi Innocence-nya, menunggu kalimat pembelaan dari Shrei...

Quote :
"Anda yakin dengan apa yang Anda lakukan tadi? Giraile bukan wanita, lho."

...atau tidak.

Gadis Irlandia ini hanya bisa berdiri terpaku sambil memeluk Babog Liath-nya semakin erat. Ia menatap Shrei dengan tatapan yang sangat dingin. Ia tidak menyangka kalimat sekejam itu bisa keluar dari mulut seorang Shreizag Erstad Halverson.

Sepertinya, respeknya pada sang General sudah mulai berkurang, dan otak cemerlangnya yang jarang dipakai itu mulai mencari kira-kira pertanyaan apa yang bisa membuat General itu mabuk, agar ia bisa--sekali seumur hidupnya--menghajar General-nya itu tanpa diingat yang bersangkutan.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[CENTRAL] I Have Never Ever! Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] I Have Never Ever!   [CENTRAL] I Have Never Ever! I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] I Have Never Ever!
Back to top 
Page 1 of 4Go to page : 1, 2, 3, 4  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forum | Roleplay forums | Manga - Comic strip | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com