An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [AFRICA] Interpreter of Maladies

Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th October 2009, 17:32

Terbuka untuk semua, tetapi satu per satu, karena ward-nya cuma satu. Contoh: si A ditangani Bogomila dulu, lalu nanti si B baru masuk ketika si A selesai. Mirip Pengakuan Dosa, lah. Untuk engg, tiga atau empat pasien? Boleh RP adegan menunggu giliran.

RP tertutup begitu Hakizi Mana menjadi pasien.

Kredit untuk judul: Jhumpa Lahiri, pengarang novel berjudul sama Very Happy

Lokasi: Infirmari, cabang Afrika - Timur Tengah
Waktu: Pagi hari




Bogomila--lebih akrab dikenal sebagai Mila--menghela napas lega, selesai meletakkan botol-botol ramuan dan tinktur baru pada raknya. Wanita Bulgaria yang satu ini masih belum sudi menggunakan--bah, apa itu--pil dan tablet, perwujudan obat modern. Ia mendengus mengingat keberadaan objek sintesis itu; yang dibuat oleh manusia tidak akan bisa dikalahkan oleh alam!

Ya, banyak orang sudah hanyut terbawa modernisasi, staf medis Black Order tidak terkecuali. Bogomila yang konservatif bisa dibilang melawan arus. Mungkin untuk penyakit yang terlalu parah ramuan tradisionalnya tidak bisa dibilang berguna, tetapi untuk penyakit biasa seperti flu dan demam racikannya tidak kalah. Dan, jelas, tanpa efek samping.

"Oh, Krikor..."

Ia kembali menghela napas, mengingat keberadaan anak lelaki semata wayangnya; cabang Eropa. Sudah dua tahun sejak perpindahan cabang Krikor, namun ia masih belum sepenuhnya terbiasa kehilangan orang yang senantiasa diayominya. Konstantina, adik dari Krikor, tidak serela kakaknya untuk dimanjakan. Kini, ia terpaksa melampiaskan naluri ibunya pada staf lain; lebih tepatnya, mereka yang cukup 'beruntung' untuk menjadi pasiennya. Tidak, Bogomila bukan wanita gila yang suka mencoba racikan baru pada pasiennya, ia bukan ilmuwan maniak macam Lorelei Poisson. Hanya saja, mungkin sifat keibuannya yang berlebihan bisa membuat beberapa orang risih.

Ah, itu mengingatkannya pada pekerjaannya. Wanita yang hampir kepala lima itu mengawasi pintu masuk infirmari, menanti pasien untuk ditangani. Siapa gerangan yang akan menjadi pasien perdananya?
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar

avatar

Posts : 66
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th October 2009, 17:46

Doohh! Sungguh, ingin rasanya Rajeev mengamuk ketika sensasi gatal yang berlebihan mendatangi seluruh tubuhnya; terutama, kedua tangannya. Terima kasih pada bakteri gatal-gatal itu, kini ia tak lagi bisa memegang pena untuk menulis laporannya. Jangan-jangan menulis laporan, memegang gelas saja ia tak becus! Dengan ekspresi jengkel tertempel di wajahnya, pria India ini melangkahkan kakinya dengan terburu-buru ke infirmari, tempat yang diyakininya akan membawa solusi. Pekerjaannya? Oh, tenang saja. Masih banyak anak buahnya yang dengan senang hati akan menggantikan pekerjaannya.

Tangannya yang kini kemerahan membuka pintu infirmari tidak sabar, kepalanya menengok ke sana ke mari, mencari sosok yang kira-kira bisa membantunya. Dan ditemukannya Bogomila di sana, "Nyonya Milaaa, tolong sayaaa!" mohon Rajeev, sambil mendekat ke samping wanita Bulgaria tersebut, "Badan saya gatal-gatal, nggak tau nih kenapa!" keluhnya pada Bogomila, layaknya seorang anak yang mengeluh pada ibunya.

Sebenarnya sensasi gatal itu baru Rajeev rasakan dengan hebat tadi pagi, dan sebagai kepala bagian dari riset, ia sendiri tidak mengerti dari mana asal-usul hal menyebalkan ini. Seingatnya, tak ada cairan kimia yang tumpah di bajunya, atau serangga yang menggigitinya... Atau ini berhubungan dengan kamar mandi yang tidak dikunjungi Rajeev beberapa hari terakhir ini? Uh-oh.

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th October 2009, 20:46

Pasien tiba! Mata abu-abu wanita keibuan itu berbinar, dan ia pun menutup tirai yang membatasi ruang kerjanya dengan bagian infirmari lain. Ia menunjukkan ranjang pada lelaki yang badannya gatal-gatal itu, sebelum memintanya berbaring. "Kepala Bagian Rajeev! Nah, berbaring saja dulu di sini, nak. Saya carikan dulu remedi yang sesuai."

Ia pun berbalik dari pasiennya, menuju lemari obat-obatan yang baru saja ditatanya tadi pagi. Senyuman lebarnya terpantul pada beberapa botol kata hijau tua yang berjejer di lemari itu, dan wanita berbandana merah itu mengambil botol kecil satu per satu. Matanya menyipit tiap kali membaca tulisan kecil pada label tiap botol baru; "Hmm... Valerian, kamomil; hm, ini untuk susah tidur. Gingseng; peningkat... ehem hem, stamina. Dandelion; oh! ini untuk wanita pre-haid... Di mana ya..." Dahinya mengerut, seraya ia meletakkan kembali botol-botol berisi obat yang tidak sesuai dengan 'penyakit' Rajeev.

"Ah!" Ia pun meletakkan di atas meja botol berisi ulekan peppermint, dipadukan dengan gandum, larut dalam cuka; ramuan itu baru dibuatnya dua hari yang lalu. Menelurusi raknya lagi, ia menemukan, dalam wadah silindris (dengan tutup yang dibuka dengan diputar), campuran kental madu dan kayu manis, remedi kulit gatal lainnya, untuk dioleskan pada kulit. Pencariannya pun tidak berakhir hingga ia menemukan dua pengobatan alternatif lain. Meletakkan semuanya di meja yang berada di sisi ranjang, ia menghadapi Rajeev dengan senyum lebar.

"Nak, saya punya empat alternatif. Kau bisa memandikan dirimu dengan campuran ini; aduk dalam air panas--" Ia pun menunjuk pada larutan cuka, mint dan gandumnya. "--atau, kau bisa mengoleskan ini pada kulitmu..." Bogomila membuka tutup wadah campuran madu dan kayu manisnya, yang mengeluarkan aroma harum... walau mungkin, tidak menyenangkan bagi pasien untuk mengoleskan sesuatu yang biasa menyedapkan makanan pada kulitnya.

"Kalau tidak mau, ada salep ini. Ini adalah campuran lidah buaya, santan, dan minyak ikan." Jangan tanya asal-usul bahan-bahan ini; Bogomila memiliki koneksi dan pengalaman cukup memadai di pasar Konstantinopel. "Lalu, bubuk witch hazel dan bunga Saint John's Wort dan pansy. Nanti saya campurkan dengan air panas dulu, lalu dengan lap kita bisa mulai menggosok kulitmu. Kau pilih yang mana, nak?"




[OOT: Referensi -- berbagai sumber *digetok*]
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar

avatar

Posts : 66
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   10th October 2009, 18:57

"Kepala Bagian Rajeev! Nah, berbaring saja dulu di sini, nak. Saya carikan dulu remedi yang sesuai."

Sang pria India menurut tanpa banyak omong. Dilepasnya selop putih sebagai alas kaki di atas lantai, kemudian ia mempersilakan dirinya sendiri berbaring di atas ranjang. Sementara Mila sibuk memilah-milah remedi macam apa yang sesuai untuk dirinya, Rajeev berusaha menahan tangannya untuk menggaruk dengan tangannya yang lain.

Oke, usaha pertama gagal. Tangan kanannya dengan sukses menggaruk punggung atasnya, di mana sensasi gatalnya mulai menyebar ke sana. Selesai mengganjar beberapa garukan mantap di sana, pria India ini kembali berusaha menahan niatnya untuk menggerayangi tubuhnya sendiri akibat gatal-gatal sial ini. Untung saja sebelum ia meneruskan niatannya lebih lanjut, Mila sudah selesai memilah-milah dan kembali mengurusinya.

"Nak, saya punya empat alternatif. Kau bisa memandikan dirimu dengan campuran ini; aduk dalam air panas, atau, kau bisa mengoleskan ini pada kulitmu... Kalau tidak mau, ada salep ini. Ini adalah campuran lidah buaya, santan, dan minyak ikan. Lalu, bubuk witch hazel dan bunga Saint John's Wort dan pansy. Nanti saya campurkan dengan air panas dulu, lalu dengan lap kita bisa mulai menggosok kulitmu. Kau pilih yang mana, nak?"

"Aduh, yang mana saja deh, Nyonya, yang paling sederhana dan cepat. Saya masih ditunggu banyak pekerjaan..." yang satu itu, Rajeev sedikit memelintirkan kenyataan. Memang ada banyak pekerjaan yang menunggunya, tapi toh bukan itu yang membuatnya ingin segera sembuh. "Omong-omong, nyonya tahu tidak sebab dari gatal-gatal saya ini?" ya, daripada ia menerka-nerka sendiri, lebih baik tanya pada yang sudah ahli, bukan?

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   10th October 2009, 21:31

"Aduh, yang mana saja deh, Nyonya, yang paling sederhana dan cepat. Saya masih ditunggu banyak pekerjaan..." Bogomila berdecak mendengar ini, sembari ia menyilangkan lengannya. "Bah! Memang selalu begitu dengan anak muda jaman kini... selalu lebih memperhatikan pekerjaan daripada dirinya sendiri..." Walau ia tidak tahu pasti untuk Rajeev Nambiar, ia sudah menghadapi banyak contoh kasus workaholic di cabang yang letaknya di Turki itu; Hakizi Mana, sang supervisor, Sofia Kyprianos, menantunya, dan anaknya sendiri...

Konstantina.

Wanita Bulgaria itu menghela napas, seraya ia mengeluarkan baskom berisi air panas yang didapatkannya entah dari mana; sisa dari air yang dipanaskannya untuk teh pagi harinya, tampaknya. Ia membuka tutup botol racikan yang berisi gerusan berbagai herba itu, sebelum mengaduknya rata. Tentu, mengoleskan madu atau salep ke seluruh badan Rajeev, apalagi memandikannya dengan ramuan peppermint akan menyita banyak waktu.

"Omong-omong, nyonya tahu tidak sebab dari gatal-gatal saya ini?" Perempuan berbandana itu tidak menjawab. Ia lebih suka menjaganya sebagai kejutan pada akhir pemeriksaan.

Bogomila mencelupkan lap yang bersih ke dalam larutannya, beberapa kali merendam dan memerasnya. Opsi terakhirnya? Menggosok keras-keras badan Rajeev Nambiar dengan ramuan witch hazel khasnya. Mata abu-abunya menatap sang Section Leader dengan tegas. "Kepala Bagian, tolong lepas pakaian Anda. Saya akan menggerus rasa gatal itu dari kulit anda dengan ini," ujarnya, menunjukkan lap basahnya pada Rajeev.
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar

avatar

Posts : 66
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   25th October 2009, 18:35

"Bah! Memang selalu begitu dengan anak muda jaman kini... selalu lebih memperhatikan pekerjaan daripada dirinya sendiri..." Rajeev hanya nyengir mendengar pernyataan itu. Yah, kalau Mila tahu bagaimana kinerja pria India satu ini, ia pasti akan langsung menarik kalimatnya. Yang namanya Rajeev Vikramendra Nambiar, segala sesuatu pasti dibuat santai.

Melihat gerak-gerik Mila, tampaknya ia tidak akan mendapatkan obat yang bisa diminum secara teratur, eh? Bukannya justru itu yang ia maksud dengan 'praktis'? Namun wanita Bulgaria ini malahan mencelup sebuah lap dalam larutan yang tampak... mencurigakan. Euh. Coba kau percayakan saja pada ahlinya, Rajeev.

Namun tatapan mata Rajeev mengkianati kepercayaan yang sedang dibangunnya, mata coklat tuanya memandang lap dan larutan itu dengan tatapan aneh. Seakan tidak rela menyentuh larutan itu sedikitpun. "Kepala Bagian, tolong lepas pakaian Anda. Saya akan menggerus rasa gatal itu dari kulit anda dengan ini,"

"Hah, apaan tuh?" ucap Rajeev spontan, badannya mundur ke belakang, menghindari kain lap dan tatapan tajam Mila. Buka baju katanya? Memang dia mau diapakan? Eh, tunggu, 'menggerus', katanya? Astaga, memangnya dia ini bumbu masakan yang digerus di atas ulekan? Oh no, no, no. Rajeev masih sayang dirinya sendiri, nyonya.

Pria India berusia 36 tahun ini menelan ludah, "Err, Anda yakin, Nyonya? Kok rasanya bakal menyakitkan..." ia tersenyum kecut, masih memandang lap di hadapannya dengan ekspresi tidak rela. Menggerus seluruh badan, sederhana, eh?

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   4th November 2009, 19:26

"Anda meminta cara yang cepat, saya berikan yang cepat," ujarnya dengan ketus. Memang apa yang pria India itu harapkan, pil yang seakan-akan memberi penyembuhan instan? Jangan harap! "Bah! Justru pil, tablet... medikasi modern yang terkesan ajaib itu yang tidak pasti dan bisa menghasilkan efek samping!"

Jika lelaki itu tidak akan melakukannya sendiri, Bogomila tidak sungkan melakukannya. Krikor, anaknya sendiri, sering dilucuti bajunya oleh wanita berbandana itu--itu hanya salah satu contoh korban wanita asal Bulgaria ini. Dengan gesit, tangannya pun melepas paksa pakaian yang melekat pada tubuh Rajeev.

Ia sudah siap mengambil kembali lapnya, dan meneruskan upaya penyembuhannya pada sang kepala bagian tanpa ampun, tetapi bau tak sedap dari pakaian yang hendak digantungnya mengalihkan perhatiannya. Ia mengerutkan hidungnya, menjauhkan pakaian yang dijepit oleh ibu jari dan telunjuknya. "Astaga, Nak! Sudah berapa lama kau pakai ini? Kapan terakhir kali kau cuci?!"

Setelah diperhatikan, memang pakaian Rajeev sangat kumal. Mata abu-abu Bogomila melirik pria India itu dengan tajam. Apakah mungkin penyebab "penyakit" ini adalah sang pengidap sendiri?
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar

avatar

Posts : 66
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   28th December 2009, 20:18

"Anda meminta cara yang cepat, saya berikan yang cepat,"

Err, oke, cepat. Tapi kalau tidak salah Rajeev juga minta cara yang sederhana lho? Cara yang ditawarkan Mila itu bukannya... merepotkan? Menurutnya sendiri sih. Ia kira ia akan mendapat pengobatan standar macam pil atau tablet--

"Bah! Justru pil, tablet... medikasi modern yang terkesan ajaib itu yang tidak pasti dan bisa menghasilkan efek samping!"

--atau tidak. Rajeev hanya mengeluarkan senyuman miring mendengar pernyataan penuh keyakinan itu. Tuhan, Rajeev benar-benar lupa kalau Mila tidak menyukai metode medikasi modern, dan ia harus siap menanggung apapun yang akan terjadi padanya beberapa saat lagi. Sial, itulah kata yang paling tepat mendeskripsikan Section Leader ini sekarang.

Dan hal itu terbukti ketika sang petugas medis yang mengandalkan metode medikasi tradisional ini melucuti pakaiannya paksa, begitu saja. Ugh, hawa dingin langsung menyambut kulit gelapnya yang kini tidak dilapisi oleh apapun lagi. Semoga saja Mila tidak menyadari wewangian yang keluar dari kemeja dan jas lab miliknya--

"Astaga, Nak! Sudah berapa lama kau pakai ini? Kapan terakhir kali kau cuci?!"

... Aduh.

"Eeerrr," sang pria India berusaha mencari alasan, matanya tidak berani memandang wanita di depannya. "Se-sekitar 3 hari yang lalu~?" ujarnya sambil membuat senyuman lebar yang jelas dipaksakan. Tentu saja ini cuma kebohongan kecil yang ia buat demi menutupi kenyataan sebenarnya. Jadi? Uh oh, kalian tidak akan mau tahu sudah berapa lama pria berambut acak-acakan ini tidak membersihkan dirinya.

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   2nd January 2010, 14:41

"Eeerrr, se-sekitar 3 hari yang lalu~?"

Bogomila melongo. Ia shok--sangat, sangat shok. Perlahan, wajahnya yang dikuasai amarah makin memerah--kebiasaan yang dimiliki baik oleh dirinya dan anak perempuannya. Dengan mata melotot dan lubang hidung yang mengempis-melebar layaknya banteng yang mengamuk, ia mengangkat baskom berisi racikan bersuhu hangatnya, dan dalam satu gerakan cepat, menumpahkannya di atas Rajeev Nambiar (bertindak tanpa berpikir--kebiasaan lain yang diturunkannya ke Konstantina).

"Pria tidak tahu diri!" bentaknya, layaknya seorang ibu yang baru menemukan anaknya kembali ke rumah dalam keadaan berlumpur setelah bermain bola. Ia menarik napas dalam-dalam, dan Rajeev harus bersyukur dirinya tidak memberi tahu wanita Bulgaria ini fakta sebenarnya--Bogomila bisa melakukan lebih dari itu. "Keterlaluan! Membuang-buang waktu saya hanya karena dirinya belum mandi?! Camkan ini, Kepala Bagian, tidak akan ada wanita yang akan tahan bersama pria yang tidak bisa menjaga kebersihannya sendiri!"

Ia mengoprek lemarinya, dan mengeluarkan suatu handuk kecil yang langsung dilemparkannya pada pria India yang malang itu. Wanita berbandana itu juga mengeluarkan sprei baru (tentu, untuk menggantikan yang basah) dan lap lantai. Menutup kembali lacinya, ia menghadap Rajeev dengan wajah penuh amarah, walau tidak seintens sebelumnya.

"Buat apa Anda terus di sini?! Sana, keluar! Jika saya berpapasan dengan Anda lagi, dan Anda belum memandikan diri, saya akan memastikan Anda tidak akan bisa memiliki keturunan lagi, Tuan Nambiar!"

---------------

[OOT: Get ready for the next patient... :p]
Back to top Go down
View user profile
Ethan Hartmann

avatar

Posts : 55
Pemilik : Ressa
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   12th January 2010, 10:18

Dengan terhuyung-huyung Ethan berjalan menuju infirmari. Hah, apa-apaan ini, pikirnya. Kepalanya pusing, dan matanya merah dan terasa bagai terbakar api yang biasa keluar dari innocence milik muridnya, Marcos. Sungguh aneh. Jujur saja, kalau merasa tidak enak badan, terutama dalam misi, Ethan biasanya dengan satu atau lain cara mengupayakan kembali ke Liechtenstein dan membiarkan dirinya ditangani oleh sang dokter keluarganya. Tapi, karena sekarang ia ada di markas...

Yah, sekali-kali datang ke infirmari tidak ada salahnya. Sambil berupaya terlihat tetap tenang dan 'baik-baik saja' Ethan berjalan perlahan melewati koridor-koridor untuk samapai ke tempat tujuannya.

Ah, sekarang dari kejauhan Ethan sudah bisa melihat pintu menuju lokasi kerja para staf medis. Mein Gott!! Kepalanya benar-benar tidak tahan lagi. Sedikit saja penundaan dan rasanya ia akan segera bergabung dengan nenek-moyangnya di makam keluarganya.

"Buat apa Anda terus di sini?! Sana, keluar! Jika saya berpapasan dengan Anda lagi, dan Anda belum memandikan diri, saya akan memastikan Anda tidak akan bisa memiliki keturunan lagi, Tuan Nambiar!"

Suara apa lagi itu? Apapun itu, yang jelas itu tidak membuat Ethan merasa lebih baik. Nsmun, walau dalam keadaan sepusing itu, Ethan masih bisa sedikit mengenali suara tersebut. Kalau tidak salah -- dan itu jarang terjadi dengan diagnosa Ethan menyangkut suara -- yang barusan didengarnya adalah suara Frau Radoslava. Dan nama yang disebutkannya adalah si Nambiar, alias Section Leader bagian Riset di cabang ini.

Dengan sabar Ethan duduk di luar, menunggu Nambiar keluar, dan mengambil sebatang harmonika dari saku jasnya..

_________________

"Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang

...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar

avatar

Posts : 66
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   12th January 2010, 23:17

Ya Tuhan, selamatkanlah aku dari segala bencana yang akan menimpaku.

Jujur, rasa takut itu terbesit dalam benak Rajeev ketika ia melihat perubahan ekspresi dari Bogomila yang sungguh--luar biasa. Kalau ia anak bayi, ia pasti sudah menangis meraung-raung sekarang. Namun ia adalah seorang pria dewasa berumur 36 tahun, jadi ia hanya diam di sana, menunggu dengan pasrah atas apapun yang akan Bogomila lakukan padanya.

Tapi terkadang pasrah itu memang tidak selalu berujung baik.

BYUUR!

Tanpa ampun, Bogomila menyiramnya dengan racikan hangat tersebut tepat di atas kepalanya. "GYAAAAA!!" berteriak spontan, siapa juga yang tidak kaget tiba-tiba disiran begini?

"Pria tidak tahu diri! Keterlaluan! Membuang-buang waktu saya hanya karena dirinya belum mandi?! Camkan ini, Kepala Bagian, tidak akan ada wanita yang akan tahan bersama pria yang tidak bisa menjaga kebersihannya sendiri!"

Ke-kejaaaammm...

Tak sanggup menyangkal, Rajeev terpaku di sana, dengan ekspresi shok--sangat shok, karena baru kali ini ada seseorang yang membentaknya seperti itu. Separah itukah keadaannya?

"Buat apa Anda terus di sini?! Sana, keluar! Jika saya berpapasan dengan Anda lagi, dan Anda belum memandikan diri, saya akan memastikan Anda tidak akan bisa memiliki keturunan lagi, Tuan Nambiar!"

JLEEEEBBBB

Oh, Nyonya Mila, kalimat terakhir Anda sungguh, teramat kejam. Terutama pada pria yang mendambakan seorang putri yang manis dalam keluarganya, tidakkah itu berlebihan? "Uuhh..." ia meringis, beringsut turun dari tempat tidur dan mengambil pakaiannya yang setengah basah. Ekspresi wajahnya kacau; antara sedih, shok, takut dan malu sekaligus. Coba ya, Kepala Bagian macam apa dia ini?

"Huaaaaaahh!" membuka pintu keluar infirmari kemudian lari terbirit-birit menuju kamar pribadinya, manalah ia tahu kalau Ethan juga ada di sana, mungkin sedang melihatnya lari-lari tidak jelas tanpa memakai atasan, seperti orang gila.

'Baiklah... Aku perlu intropeksi diri! Mulai sekarang, aku harus rajin mandi! Setidaknya, satu hari sekali... Atau, dua hari sekali... Atau paling tidak--kalau sedang banyak pekerjaan, ya tiga hari sekali--tunggu! Itu kan jadwalku yang biasanya! Agh, tidak boleh, tidak boleh! Satu hari sekali, keputusan final! Demi menjadi pria baik yang PASTI bisa punya keturunan!'

Tuhan, semoga Rajeev Vikramendra Nambiar bisa menjadi seorang pribadi yang lebih rapi dan bersih. Amin.

[Rajeev OUT]

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   12th January 2010, 23:28

"Benar-benar, pria itu..." Wanita Bulgaria itu hanya bisa menggelengkan kepala--namun, tidak ada salahnya bila Rajeev Nambiar berintrospeksi, setidaknya untuk nasib udara segar di cabangnya, kan? Bogomila berdecak, seraya ia mengelap kering lantai yang basah akibat tindakannya sendiri.

Ia beranjak, dan melepas sprei yang basah dari ranjang ruang pemeriksaannya. Usai menggantinya dengan sprei baru yang bersih dan kering, ia menyeka keringat yang mengucur di dahinya. Umurnya yang sudah cukup tua membuat dirinya jauh lebih cepat lelah ketimbang dulu. Ia menyingkap sebagian gorden yang menyelubungi ruang pemeriksaannya, dan menemukan sosok seorang jenderal beserta harmonikanya.

Siapa lagi? Bogomila memasang senyuman ramah; sebagai staf medis, tentu ia sudah beberapa kali melihat pria bangsawan itu dalam infirmari. "Ohh, Tuan Hartmann!" Melihat kondisi Ethan yang tidak begitu sehat--ya, pengalamannya cukup untuk memberi tahu Bogomila hal itu sekadar dari ekspresi yang dipampang sang jenderal--senyumnya memudar. "Anda tidak terlihat begitu baik. Bisa saya periksa?"




Go go Ethan! Very Happy
Back to top Go down
View user profile
Ethan Hartmann

avatar

Posts : 55
Pemilik : Ressa
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   14th January 2010, 09:08

"GYAAAAA!!"

Ok, Ethan tahu benar itu adalah suara Nambiar. Tapi apa perlu ia berteriak-teriak begitu hanya untuk menunjukkan keberadaannya? Ah, sudahlah. Tak ada gunanya juga terlalu memusingkan orang lain, terutama ketika kepalanya benar-benar sedang pusing -- secara harfiah. Dengan penuh ketidak-pedulian ia meniup harmonikanya, memainkan beberapa nada yang kadang dimainkannya juga dengan menggunakan Stradivarius-nya.

"Pria tidak tahu diri! Keterlaluan! Membuang-buang waktu saya hanya karena dirinya belum mandi?! Camkan ini, Kepala Bagian, tidak akan ada wanita yang akan tahan bersama pria yang tidak bisa menjaga kebersihannya sendiri!"

Telinga Ethan yang peka menangkap dengan baik kalimat Bogomila. Sebenarnya, apa sih yang dilakukan Nambiar di infirari? Seminar higien pribadi kah?

"Buat apa Anda terus di sini?! Sana, keluar! Jika saya berpapasan dengan Anda lagi, dan Anda belum memandikan diri, saya akan memastikan Anda tidak akan bisa memiliki keturunan lagi, Tuan Nambiar!"

Kalimat yang terakhir ini diikuti dengan adegan Nambiar keluar dari ruangan dengan tampang tidak karuan, rambut basah dan atasan menghilang entah kemana.

Syukurlah. Bukannya Ethan bersyukur atas kemalangan orang lain, hanya saja ia merasa lega karena gilirannya sudah tiba. Ethan beranjak dari tempat duduknya dan..

"Ohh, Tuan Hartmann! Anda tidak terlihat begitu baik. Bisa saya periksa?"


"Tentu saja, tentu saja," ucapnya sambil memasuki ruangan. "Saya tidak mengerti apa yang salah. Kepala saya luar biasa pusing dan mata saya seperti terbakar."

Mendengar hal semacam itu mungkin orang akan bertanya-tanya. Apakah Ethan belum pernah mendengar penyakit bernama 'demam' sebelumnya?

---------------------------

OOT: Bogomila, tolong ya.. ^^;

_________________

"Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang

...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   14th January 2010, 16:14

Rasa pusing luar biasa, dan mata serasa terbakar? Bogomila meletakkan telapak tangannya di atas kening Ethan, memastikan gejala tipikal berikutnya: benar saja, suhunya di atas normal. Akhirnya, penyakit yang benar-benar penyakit, tidak seperti 'penyakit' malas mandi yang dimiliki seorang lelaki India tertentu. Memberikan senyuman keibuan, ia menepuk-nepuk ranjang bersprei barunya, mengundang Ethan untuk menggunakannya. "Silakan berbaring dulu, Tuan Hartmann. Penyakit Anda tidak serius, saya rasa."

Bogomila berbalik, membuka laci obatnya. "Anda hanya mengalami demam ringan; mungkin hanya karena dehidrasi." Wanita Bulgaria itu tidak jarang menghadapi kasus yang serupa dengan Ethan; terlampau banyak orang di Black Order bekerja terlalu giat hingga lupa memberi asupan cairan kepada diri sendiri. "Saya akan menyiapkan remedinya untuk Anda--Tuan lebih suka teh atau alkohol?" Pilihannya antara tinktur dan teh yang akan dicampurnya dengan catnip--untuk mendorong perspirasi--dan hyssop, yang dapat menurunkan suhu badan. Tentu, tidak ada obat sintesis dalam laci wanita itu. "Teh chamomile, mungkin?" Ada baiknya memberikan sesuatu yang bisa membantu sang jenderal beristirahat.

"Saran saya, Anda memperbanyak asupan cairan, banyak minum air putih. Istirahat yang cukup, kalau bisa perbanyak makanan yang lebih lunak."

Bogomila mengeluarkan cangkir kosong, sebelum kembali menatap Ethan. "Jadi, yang mana yang Anda inginkan, Tuan?" Mengapa tidak 'Nak'? Mungkin, walaupun Ethan lebih muda, yang bersangkutan terkesan lebih dewasa ketimbang kepala bagian yang tidak bisa mengurus kebersihannya sendiri.
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini

avatar

Posts : 33
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   25th January 2010, 19:28

Infirmari; satu-satunya ruangan yang enggan ia hampiri sehari-hari. Mrina merasa, kalau hanya sakit sedikit, ia bisa mengobati dirinya sendiri dengan pengetahuan yang dimilikinya. Masalahnya, terkadang mengobati diri sendiri pun ada batasnya. Buktinya, meski sudah berusaha ia obati, bahu kanan-belakangnya masih terasa nyeri. Padahal ia masih harus membereskan setumpuk arsip yang baru saja diserahkan minggu itu, tapi nyeri di bahunya itu terus mengganggunya.

Mendesah pelan, ia berjalan menuju ruangan yang enggan ia hampiri itu. Awalnya ia mau langsung masuk saja, tapi samar-samar ia mendengar suara orang di dalamnya. Mungkin masih ada pasien? Entahlah. Mrina hanya bisa menghela nafas panjang, sambil berdiri bersandar pada dinding terdekat. Sesekali ia memijit-mijit bahunya yang terasa sakit itu.

Siapapun yang ada di dalam, semoga cepat selesai. Pekerjaanku masih menumpuk, batinnya sambil kembali menghela nafas panjang.
Back to top Go down
View user profile
Ethan Hartmann

avatar

Posts : 55
Pemilik : Ressa
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   26th January 2010, 16:47

"Silakan berbaring dulu, Tuan Hartmann. Penyakit Anda tidak serius, saya rasa."

Sesuai dengan nasihat Bogomila, Ethan membaringkan dirinya di ranjang bersprei lembut itu. Tapi, selembut apa pun sprei yang dimiliki Bogomila, kal itu tidak sebanding dengan kenyamanan yang biasa Ethan dapatkan di rumahnya, dengan dokter keluarganya. Tidak masalah, setidaknya untuk kali ini.

"Anda hanya mengalami demam ringan; mungkin hanya karena dehidrasi. Saya akan menyiapkan remedinya untuk Anda--Tuan lebih suka teh atau alkohol? Teh chamomile, mungkin?"

Hmm, syukurlah penyakit Ethan tidak parah. Setidaknya ia masih bisa hidup lama. Tapi setidaknya Ethan kini tahu bahwa bermain harmonika semalaman di bak mandinya sama sekali tidak baik untuk kesehatannya. Ethan mempertimbangkan penawaran yang dibuat oleh Bogomila. Baru kali ini dia bisa memilih sendiri obat yang akan dia minum, dan bukan dengan pasrah harus menerima benda apapun yang disiapkan oleh dokternya.

"Saran saya, Anda memperbanyak asupan cairan, banyak minum air putih. Istirahat yang cukup, kalau bisa perbanyak makanan yang lebih lunak."

'Aku tidak begitu suka bubur,' pikir Ethan dalam hati. Yah, setidaknya pemikiran bahwa kesehatannya bisa menentukan makanan seperti apa yang bisa dimakannya dapat membantunya mempertimbangkan kembali seberapa penting sebenarnya kesehatan tubuh seorang jendral.

"Jadi, yang mana yang Anda inginkan, Tuan?"

"Teh saja kalau begitu," katanya setelah berpikir sejenak. Semoga teh camomile milik Bogomila bisa mengalahkan rasa pusing yang dideritanya...

_________________

"Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang

...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein


Last edited by Shreizag E. Halverson on 30th January 2010, 19:41; edited 2 times in total (Reason for editing : Mengganti warna dialog dan memerbaiki teknis penulisan)
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   26th January 2010, 18:02

"Pilihan yang bagus." Bogomila memberikan senyuman keibuan pada bangsawan Liechtenstein tersebut, sebelum mengeluarkan toples kecil berisi campuran daun teh dan bunga kamomil yang telah dikeringkan. Mengambil beberapa sendok, ia memasukkan campuran tersebut ke dalam tea infuser--saringan teh--berwarna peraknya, dan menambahkan bubuk catnip dan hyssop, sebelum meletakkan perangkat tersebut pada dasar cangkir. Usai menuangkan air panas secara perlahan, ia mulai menaik-turunkan penyaring tehnya, hingga aroma khas kamomil tercium oleh hidungnya.

"Mm-hm, ini pasti akan membantu Anda istirahat, Tuan," ujarnya dengan percaya diri, sembari meletakkan teh seduhannya pada meja kecil di sebelah ranjang tempat Ethan berbaring. "Anda ingin mencampurnya dengan gula?" Bogomila juga menyimpan toples gula dalam ruang kerjanya, mengingat fakta bahwa wanita Bulgaria itu sering menyeduh teh untuk menenangkan diri di sela hari kerja yang melelahkan.

Telinganya cukup tajam untuk menangkap helaan napas di luar ruang kerjanya, samar-samar. Bila ada pasien baru, ia harus bergegas dalam menangani Ethan. Usai meminum teh racikannya, Ethan cukup dikirim kembali ke kamarnya untuk beristirahat (semoga saja jenderal tersebut akan menuruti sarannya). Wanita berbandana itu menyahut, dengan suara yang cukup lantang, "Ada orang di sana?"
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini

avatar

Posts : 33
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   26th January 2010, 20:51

Sambil menunggu orang yang ada di dalam sana untuk keluar, Mrina kembali memijat-mijat bahunya. Pikirannya sempat melayang memikirkan berapa banyak pekerjaan yang bisa ia bereskan selama menunggu giliran. Ia teringat, seharusnya ia membawa pekerjaannya, jadi bisa bekerja sambil menunggu. Rasanya menyesal juga sudah membuang-buang waktu percuma.

"Ada orang di sana?"

Satu panggilan lantang dari dalam ruangan itu membuyarkan lamunannya. Sudah selesaikah pasien sebelumnya? Mrina tidak merasa melihat siapapun keluar dari ruangan itu. Sedikit ragu-ragu, wanita India itu membuka pintu infirmari dan mengintip ke dalam.

"Permisi," sapanya pelan. Ia melirik sekilas seisi ruangan, dan menemukan sosok seorang wanita berwajah keibuan dan seorang pria yang dikenalnya sebagai Ethan Hartmann. Ia menunduk sedikit pada sang jendral, sebelum menoleh ke arah wanita itu.

"Apa saya boleh konsultasi kesehatan sekarang, atau menunggu sampai Jendral Hartmann selesai?" tanya Mrina langsung, sambil tetap memegangi bahu kanannya. Rasanya bahu itu semakin sakit dan berdenyut-denyut. Ia ingin supaya pengobatan ini segera berakhir, supaya ia bisa kembali bekerja.
Back to top Go down
View user profile
Ethan Hartmann

avatar

Posts : 55
Pemilik : Ressa
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   30th January 2010, 13:40

"Pilihan yang bagus."

Ya, Ethan tentu saja memiliki selera makan yang bagus, tisak jauh berbeda dengan selera musiknya. Dengan mudah Ethan mengenali aroma yang menenangkan dari ramuan tradisional Bogomila.

"Mm-hm, ini pasti akan membantu Anda istirahat, Tuan. Anda ingin mencampurnya dengan gula?"

"Tidak usah ditambah gula, terima kasih," kata Ethan sambil dengan perlahan mengambil cangkir tehnya dan meneguk isinya. Tentu saja kepala Ethan tidak secara instan menjadi sembuh, tapi setidaknya ia merasa lebih baik.

"Permisi. Apa saya boleh konsultasi kesehatan sekarang, atau menunggu sampai Jendral Hartmann selesai?"

Ah, ada seorang wanita yang masuk. Ethan mengenali wanita ini sebagai Nona Mrinalini. Entah kenapa wanita itu memegangi bahunya. Mungkin bahunya terluka. Nona berkulit gelap ini mengangguk pada Ethan, dan Ethan membalas dengan segera bangkit dari tempat tidurnya. Memang, Ethan sedang pusing, tapi bukan berarti dia lupa bahwa dirinya adalah seorang pria, dan tentu tidak pantas bagi seorang pria untuk enak-enak tiduran sementara di hadapannya seorang wanita yang sedang sakit berdiri.

"Tentu saja boleh, Fraulein," kata Ethan, mempersilakan Mrinalini untuk duduk di ranjang dengan gerakan tangannya. "Saya sudah selesai." Kemudian Ethan menatap Bogomila, meminta persetujuan darinya. "Bukan begitu, Frau Radoslava?"

_________________

"Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang

...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein


Last edited by Shreizag E. Halverson on 30th January 2010, 19:45; edited 2 times in total (Reason for editing : Mengganti warna dialog dan memerbaiki teknis penulisan)
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   1st February 2010, 22:28

Bogomila mengangguk-angguk, penuh apresiasi terhadap Ethan yang menyerahkan gilirannya kepada Mrinalini, yang sedari tadi memegang pundaknya--ngomong-ngomong, badan wanita India itu memang terlihat sangat tegang. Mungkin sang pengarsip juga membutuhkan sedikit ceramah tentang dampak dari bekerja terlalu giat. Bogomila tahu banyak orang di Black Order membutuhkannya.

"Baiklah, Tuan Hartmann. Ingat, istirahat saja sehari ini, jangan lakukan kegiatan berat!" Wanita berbandana itu tidak sembarang memberikan nasihat; bila Ethan mengikutinya dengan taat, Bogomila yakin jenderal pria itu akan segera sembuh. Kepalanya menoleh ke arah Mrinalini, dan pandangannya melembut. "Silakan duduk, Nak." Tangannya menunjuk ke ranjang yang kini kosong, mengundang Mrinalini untuk menempatinya.

"Ada masalah dengan bahumu? Bagaimana bila kupijat?" Dahinya berkerut, sembari wanita itu berusaha keras mengingat letak balsamnya. Ia tidak ingat letaknya sejak ia menggunakannya pada seorang staf lain dengan keluhan serupa dari hari sebelumnya.
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini

avatar

Posts : 33
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   2nd February 2010, 15:58

"Tentu saja boleh, Fraulein. Saya sudah selesai. Bukan begitu, Frau Radoslava?"

Orang Eropa memang beda; bisa bersikap gentleman tanpa harus tampak gombal. Entah itu hanya perasaannya saja, atau memang semua pria Eropa memang memiliki tingkat kesopanan yang sama dengan jenderal satu itu, Mrina tidak tahu. Yang jelas, ia memikirkan kalau seandainya Rajeev bisa belajar dari Ethan bagaimana bersikap layaknya seorang gentleman--bukannya perayu wanita kelas kakap--mungkin pria yang sebangsa dengannya itu tidak akan sering-sering kena tamparan atau dampratan dari wanita yang dirayunya.

"Silakan duduk, Nak."

Ah, tiba juga gilirannya. Wanita berparas ramah tadi memberi tanda supaya ia duduk di ranjang yang kini sudah kosong. Ia menuruti apa kata wanita itu, tidak mau membuat sesi pengobatan jadi terlalu panjang. Pikirannya sempat melayang ke arsip-arsip yang harus segera ia susun rapi sesuai dengan kategorinya. Sungguh, ia ingin pengobatan ini segera berakhir.

"Ada masalah dengan bahumu? Bagaimana bila kupijat?"

"Iya, dari beberapa hari yang lalu, bahu saya terasa nyeri, padahal saya bekerja seperti biasa," jawabnya, memulai konsultasinya. "Saya sudah coba mengompresnya dengan air hangat, memijatnya dengan campuran minyak kesturi dan kencur yang dihaluskan, tapi rasanya masih sakit juga," tambahnya.

Sebenarnya, ada 2 masalah pada pernyataannya tadi. Pertama, meski ia mengatakan bahwa ia bekerja seperti biasa, tapi ia sama sekali tidak memperhitungkan porsi kerjanya yang biasa itu seperti apa. Kedua, meski ia mengatakan bahwa ia sudah berusaha memijat bahunya sendiri, tapi kekuatannya tidak cukup kuat untuk membuat campuran minyak yang seharusnya bisa menyembuhkan pegal-pegalnya itu meresap cukup dalam untuk mengobatinya.

"Ah, opsi pengobatab apapun yang Anda tawarkan akan saya terima. Saya harus segera kembali bekerja," tambahnya lagi, sebelum lupa. Semoga saja opsi yang diberikan tidak termasuk mengambil cuti. Bisa-bisa Mrina sakit betulan karena tidak dibiarkan bekerja.
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   2nd February 2010, 16:27

Bogomila mengangguk-angguk, tangan menopang dagu. "Kau telah menanganinya dengan tepat, Nak. Aneh juga bila kau masih merasa sakit; barangkali kau belum melakukannya dengan tepat." Bogomila menggulung lengan bajunya; tentu, ia akan berusaha sebisanya untuk menghilangkan rasa sakit itu. "Kamu dari bagian riset, Nak?" Dengan kepala bagian yang bahkan terlalu malas untuk mandi itu, Bogomila tidak takjub bila staf-stafnya kelelahan begini, ck ck.

"Bisa buka pakaian luarmu, Nak?" Walau ia tidak sungkan-sungkan melakukannya untuk kaum Adam, tidak demikian bagi kalangan wanita. Bogomila rasa wanita umumnya juga langsung menurut saat disuruhnya melakukan hal itu. Menanti Mrinalini melakukannya, Bogomila mengeluarkan botol besar dengan permukaan berminyak. Membuka tutup, sebelum mengendus isinya, Bogomila memastikan ia mengambil bahan yang tepat: minyak zaitun.

Ia mengeluarkan wadah kecil dengan permukaan melengkung layaknya mangkuk, menuangkan minyak ke dalamnya. Tidak lama kemudian, ia menjarah lacinya, sebelum mengeluarkan toples kecil berisi bubuk berwarna merah menyala. Apa lagi selain Cayenne pepper, cabe merah berukuran besar, yang telah ditumbuk? Memasukkan dua sendok teh bubuk itu, ia mulai mengaduknya rata.

Wanita Bulgaria itu berusaha memasang senyum meyakinkan begitu ia berbalik menghadap pasiennya. "Euh... Mungkin ini akan terasa panas, namun saya mohon tahan saja." Mencelupkan jari telunjuknya pada campuran itu, ia meratakannya kepada kedua telapak tangan. Ia sedikit bergidik, merasakan hawa panas menyerap.

Berikutnya, giliran Mrinalini--wanita berbandanya itu meletakkan tangannya pada pundak Mrinalini, satu untuk tiap sisi, sebelum memulai dengan gerakan memijat. Cukup keras, walau tidak sekeras yang dilakukannya pada Krikor tiap kali anaknya merasa nyeri otot. Ia menghela napas; betapa menyenangkannya bila mempunyai anak perempuan... oh, tunggu. Ia punya.
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini

avatar

Posts : 33
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   2nd February 2010, 19:54

"Kau telah menanganinya dengan tepat, Nak. Aneh juga bila kau masih merasa sakit; barangkali kau belum melakukannya dengan tepat."

Belum melakukannya dengan tepat, katanya? Mrina juga pernah mengobati orang yang pegal-pegal di kampungnya dulu dengan ramuan yang sama, dan orang itu sembuh, kok. Oh iya, yang waktu itu bertugas untuk memijat orang itu adalah ayahnya. Mau bilang apa lagi, pasiennya lelaki, mana boleh Mrina menyentuhnya.

"Kamu dari bagian riset, Nak?"

Satu pertanyaan sederhana keluar dari mulut wanita itu. "Iya, saya staf riset, tepatnya di bagian pengarsipan. Kenapa?" balas Mrina tenang. Mungkinkah wanita itu mau mencari data riset yang berhubungan dengan pengobatan? Yah, kalau data yang diminta masih boleh diperlihatkan untuk publik, Mrina tidak akan keberatan mencarikannya. Toh wanita itu tampaknya bukan tipe orang yang akan menyalahgunakan obat-obatan untuk sesuatu yang jahat.

"Bisa buka pakaian luarmu, Nak?"

Sudah saatnya untuk pengobatan kah? Mrina hanya mengangguk pelan dan membuka jas laboratorium dan kemejanya, memperlihatkan bahunya yang tegang pada wanita itu. "Euh... Mungkin ini akan terasa panas, namun saya mohon tahan saja." Panas? Tahan saja? Mrina membuka mulutnya, hendak bertanya ramuan apa yang hendak dioleskan wanita ramah itu padanya. Tapi sebelum ia sempat mengatakan apapun, ia merasakan kedua pundaknya dipegang oleh wanita itu.

Dan, benar, rasanya panas. Sangat panas, malahan. Lalu, gerakan memijat yang tidak kalah 'panas'-nya. "Aaa--" NGEK! Satu tekanan keras di bahunya yang kaku. Memang rasanya sedikit lebih baik, tapi... "--Adudududuh!! Aduh, aduh! Ibu, sakit! Auhh!!" Entah kekakuan di otot pundaknya yang memang sudah parah, atau pijatan Mila yang terlalu kuat, yang jelas Mrina merasa kesakitan sekarang. Luar biasa kesakitan.
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   2nd February 2010, 20:07

Belum sepenuhnya menyadari efek tindakannya terhadap Mrilanini, Bogomila mendengus kesal, mendengar jawaban wanita India itu. "Bah! Tahu tidak, Nak? Tadi kepala bagianmu sendiri masuk ke sini, meminta diobati! Untuk apa? Dia datang dengan gejala gatal-gatal, dan..." Bla, bla, bla. Bila sudah berbicara, memang agak sulit untuk menghentikan Bogomila. Dengan absennya Krikor di Cabang Afrika - Timur Tengah, Bogomila kehilangan teman berbasa-basinya selain Felo sang koki.

"... dan ternyata, itu karena DIA BELUM MANDI! Sungguh keterlaluan, dia--"

"Aduh, aduh! Ibu, sakit! Auhh!!"

"Demi Tuhan!" sahutnya terkejut, terbangun dari renungannya sendiri. Ia langsung melepaskan tangannya dari pundak Mrinalini, tidak mempercayai fakta bahwa dirinya tidak memperhatikan tugas di hadapannya saat mulai meracau. Wanita Bulgaria itu menundukkan kepala. "Sungguh... Maafkan aku, Nak. Aku mulai meracau. Tolong maafkan seorang wanita tua sepertiku, pada umur lanjut memang kami menjadi tidak teliti..." Ia menggelengkan kepala, kecewa pada kesalahan sendiri (walau ia tidak akan mengaku bahwa kesalahan terletak kepada kebiasaan buruknya sendiri, bukan faktor usia).

Bogomila mencuci tangannya bersih, sebelum mengeringkannya dengan lap kecil. "Ah... bagaimana bila kita menggunakan ramuan yang lebih 'ringan'?" ... Itupun bila Mrinalini tetap ingin diobati dengan racikan aneh (walau efektif) Bogomila... dan bila wanita India itu masih ingin dipijat olehnya. Sekali lagi, Bogomila berusaha memberikan senyuman meyakinkan.
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini

avatar

Posts : 33
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   6th February 2010, 15:01

Akhirnya, remasan keras di bahunya berhenti, meski rasa panas yang menjalarinya masih terasa. Bahunya sudah terasa jauh lebih baik sekarang, mesti masih terasa sedikit berdenyut-denyut. Efek samping dari pijatan yang terlalu kuat, mungkin.

"Ah... bagaimana bila kita menggunakan ramuan yang lebih 'ringan'?"

Mendengar hal itu, entah mengapa Mrina langsung membayangkan bahunya akan diremas sekuat tenaga seperti tadi. "Ti... tidak usah, tidak apa-apa. Sekarang sudah terasa baikan, kok," tolak Mrina sopan, meski agak gugup juga. Kalau ia disuruh memilih antara mengambil cuti untuk pulang ke India hanya sekedar untuk dipijat oleh ibunya atau berjalan ke infirmari untuk dipijat oleh wanita ramah itu, ia memilih untuk mengambil cuti saja.

"Berikan saja saya instruksi apa yang harus saya lakukan untuk mencegah pegal-pegal ini terjadi lagi. Saya akan mencoba untuk mematuhinya," tambahnya tegas. Mrina mencoret pikiran pertamanya tadi. Daripada ambil cuti hanya untuk berobat, lebih baik mencari cara untuk mencegah pegal-pegal itu. Setidaknya, ia bisa tetap bekerja dengan efektif.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   

Back to top Go down
 
[AFRICA] Interpreter of Maladies
Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Forumotion.com | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum