An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [AFRICA] Interpreter of Maladies

Go down 
Go to page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   3rd April 2010, 01:05

"Ti... tidak usah, tidak apa-apa. Sekarang sudah terasa baikan, kok." Mendengar jawaban harus dari sang wanita India, Bogomila hanya bisa mengernyitkan dahi. Ia tidak begitu yakin dengan kebenaran jawaban Mrinalini, namun ia tidak bisa memaksanya untuk menjalani pengobatan yang tidak diinginkannya juga (berbeda dengan perlakuan "mendominasi"-nya terhadap pasien pria, wanita Bulgaria ini cukup lembut terhadap pasien wanita). "Kamu yakin, Nak? Tidak ingin kupijat sedikit saja? Atau mungkin pijat refleksi saja?" ... Yah, untuk yang itu ia baru-baru ini mendengar tentangnya dan mempraktikkan, namun pasiennya tidak tahu itu, kan?

Walau demikian, tampaknya memang sang staf riset tidak berminat dengan pengobatan di tempat. Tatapan Bogomila makin membara, sembari wanita beranak dua itu mengeksplorasi ide lebih jauh. "---- Mau kupinjamkan balsamku? Atau mungkin kau butuh sedikit laudanum?" Berbalik, dan mengoprek lemari obat-obatannya untuk tinktur opium peredam rasa sakit itu, ia mengangguk pelan. Ya, mungkin laudanum bisa membantu anak perempuan yang malang (karena memiliki kepala bagian bau seperti itu) itu untuk beristirahat...

Dentingan kaca terdengar begitu permukaan botol ekonomis laudanum menghentak meja di sebelah ranjang pasien. Kedua tangan Bogomila bertumpu pada pinggulnya, sembari mata kelabunya mengevaluasi kondisi fisik Mrinalini. Hasilnya? Benar-benar butuh pengobatan. "Yang jelas, kau butuh istirahat, Nak. Mungkin laudanum bisa membantu, namun jangan pergunakan terlalu banyak dalam satu saat. Imbangi juga dengan olahraga... tidak, bekerja tidak terhitung olahraga." Menjawab sebelum ditanya--suatu sifat yang patut dimiliki seorang figur ibu (menurutnya).

"Yah, aku tahu pasti pekerjaanmu membutuhkan dedikasi tinggi, walau aku tidak mengerti bagaimana hal itu bisa muncul dengan kepala bagian seperti itu, hmph!" Wanita Bulgaria itu mendengus, sebelum memperbaiki posisi bandananya. Matanya kembali menyorot ke arah Mrinalini. "Kau jaga dirimu baik-baik, mengerti, Nak? Jangan sampai tertular sifat buruk kepala bagianmu itu!" Dendam apa pula Bogomila terhadap Rajeev?
Back to top Go down
View user profile
Hakizi Mana
Vatican Central
avatar

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 37

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   3rd April 2010, 01:16

Bot bersol tebalnya berjalan dengan langkah pasti menuju infirmari, namun hentakan ringan pada lantai markasnya nyaris tidak menimbulkan suara. Tidak seperti seseorang yang tengah berbahagia (atau tidak) di Cabang Eropa, ia bukan tipe orang yang suka menandakan kedatangannya dengan suara keras. Pria berambut ikal itu mungkin mampu menyusuri koridor dengan keberadaan yang nyaris tidak terasa seandainya pakaian khasnya tidak mencirikan identitasnya. Sesekali, ia membalas sapaan bawahannya dengan anggukan pelan.

Tidak, tidak ada masalah kesehatan yang membawanya ke infirmari, walau Bogomila Christova Radoslava telah beberapa kali menekankan bahwa ia memiliki penyakit kurang tidur akut--sesuatu yang sudah tertanam terlalu dalam pada pola hidupnya untuk diubah. Walau ia menolak halus pengobatan fisik staf asal Bulgaria itu kecuali dalam saat-saat langka penyakit seperti flu atau demam ringan menjangkitnya, tidak jarang ia mendatangi (mantan) istri dari Agrilie Abovian itu untuk nasihat. Sedikit pengobatan emosional baginya.

Terdengar suara khas itu berbicara panjang lebar tentang sesuatu--dan seandainya ia yang berada dalam ruang kerja Bogomila, mungkin ia hanya mendengar dengan saksama, sesekali memberi anggukan untuk menandakan bahwa ia mendengarkan. Hakizi Mana tahu dari suara sosok pengganti ibunya bahwa ada pengunjung yang mendahuluinya, dan telah siap menunggu di tempat duduk terdekat.

"Aduh, aduh! Ibu, sakit! Auhh!!" Teriakan wanita India yang suaranya pun familiar baginya hanya membuatnya merasa makin kikuk (walau tidak tampak pada wajah datarnya), dan sang supervisor pun kembali membuka buku bacaannya sembari menanti giliran. Beberapa saat berlalu, dan keadaan menjadi lebih hening. Selesaikah pengobatannya? "... Hm."

Biasanya, wanita tipe pekerja keras seperti ini tidak suka bila mereka tahu seseorang melihat sisi "lemah"-nya--minimal, itu deduksinya dari beberapa contoh kasus. Tetap dengan ekspresi sama, Hakizi membalik halaman bukunya ke lembaran baru. Lebih baik ia berpura-pura tidak menyadari apapun saat tiba kalanya Mrinalini meninggalkan ward Bogomila.



Dengan itu, Hakizi Mana kembali menunggu.

_________________
"Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."
-- Hakizi Mana, on sleep

values, temptation-- his choice.
number02: the L O V E R S - part 2
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini

avatar

Posts : 33
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th June 2010, 16:38

Diceramahi panjang lebar, mulai dari mana dan berakhir di mana saja Mrina bingung sendiri. Intinya, ia disuruh istirahat yang cukup, olah raga selain bekerja, dan sedikit pengobatan. Ia pun menerima saja laudanum yang dipersiapkan Mila, tidak tega menolaknya lagi.

"Kau jaga dirimu baik-baik, mengerti, Nak? Jangan sampai tertular sifat buruk kepala bagianmu itu!"

Mendengar komentar itu, Mrina langsung tersenyum lebar. Tidak, dia tidak sedang senang. Senyumnya malah agak sinis. "Terima kasih atas nasehanya, Nyonya. Saya tidak akan pernah jatuh sampai serendah itu," jawabnya sambil tetap mempertahankan senyum itu. Sedikit banyak ia memang dendam pada kepala bagiannya itu.

"Saya permisi dulu. Sekali lagi, terima kasih," tambahnya sambil memberikan salam hormat, lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut. Menghela nafas pelan, ia siap kembali ke ruang kerjanya saat matanya menangkap sosok yang ia kenal di sana. Sang Supervisor. Agak kaget, sih. Tidak pernah ia sangka sang Supervisor akan berada di tempat semacam itu. Tapi namanya juga manusia, siapa tahu atasannya itu sedang sakit.

"Namaste, Supervisor," sapanya seadanya. Setelah satu sapaan ringan itu, Mrina langsung melangkah pergi, sambil masih sedikit bertanya-tanya kira-kira seorang Supervisor seperti Hakizi Mana itu bisa kena penyakit macam apa.

[OUT]
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   23rd June 2010, 19:37

"Saya tidak akan pernah jatuh sampai serendah itu."

Pada akhirnya, gadis asal India itu memohon diri, dan Bogomila hanya mengangguk pelan sebagai respon. Bila boleh jujur, ia ingin sedikit menegur anak yang manis itu atas senyumannya yang sama sekali tidak patut diusung oleh perempuan muda, walau membicarakan seorang lelaki yang teramat sangat menjijikkan, namun... masih lebih baik ketimbang tidak tersenyum sama sekali--wajah anak perempuannya sendiri terlintas dalam pikiran.

Bogomila menghela napas, sembari menggunakan waktu lowong yang sesaat ini untuk mencatat penggunaannya sepanjang hari. Apa saja, tadi? Laudanum, Cayenne pepper, minyak zaitun--

"Namaste, Supervisor."

--atau mungkin, sisanya bisa menunggu. Tidak biasanya Supervisor Cabang Afrika-Timur Tengah dengan sukarela membawa dirinya ke infirmari, kecuali atas desakan Konstantina dan/atau staf lain, atau faktor luar lain. Probabilitas Hakizi Mana dibawa masuk di atas tandu, tak sadar diri, ketimbang lelaki Mesir itu mendatangi seorang staf medis karena demam, masih lebih besar.

"Oh, Hakizi!" Hanya beberapa dekade lalu, anak lelaki itu dipekerjakan oleh suaminya... Betapa cepat waktu berlalu, ya? "Maksudku, Supervisor. Ya, tetapi dirimu sendiri yang mengizinkanku tidak menggunakan panggilan itu, kan? Perihal apa yang membawamu ke sini, Nak?"

Matanya menyapu ruang kerjanya dengan cepat, seusai memerintahkan (ya, memerintahkan) supervisor cabangnya untuk duduk. Begitu mata kelabunya mendarat pada bungkusan teh kamomil yang masih tergeletak di luar, "... Teh kamomil, Nak?"
Back to top Go down
View user profile
Hakizi Mana
Vatican Central
avatar

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 37

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   29th June 2010, 12:23

"... Nyonya," sapanya kembali, dalam gumaman pelan, menundukkan kepalanya dengan sopan. Betapa cepatnya wanita Bulgaria itu merespon; belum sempat dirinya membalas sapaan dari bawahan Rajeev, Mrinalini, ia sudah menerima sambutan hangat dari wanita yang hendak ditemuinya. Melangkah ke dalam ward pribadi itu, Hakizi hanya berdiri tenang. Wajah datar tetap terpampang, ia menonton Bogomila yang mencari-cari sesuatu, entah apa, di ruang kerjanya. Hmm.

"Terima kasih," tolaknya dengan halus; bisnisnya di sini tidak berkaitan dengan penyakit--fisik, paling tidak. "Saya hanya datang ke sini untuk membicarakan beberapa hal. Anak Anda menyarankan kepada saya bahwa berbicara tentang masalah saya dengan orang lain bisa melampiaskan beban mental, tampaknya." Tentu, supervisor ini tidak menyadari bahwa yang dimaksud seseorang oleh Konstantina Abovian adalah diri[i">nya. Hakizi Mana mendeham, berusaha menentukan dari mana ia patut memulai.

"Ada sesuatu yang, sebenarnya, selama ini mengganggu saya. Perihal yang saya pikir tergolong tidak penting, sesungguhnya...

Seandainya saya berminat untuk..."
Bagaimana eufemismenya? "... bekerja sama dengan seseorang, dan... saya tahu bahwa orang itu juga demikian; sebelum saya, bahkan... namun saya tahu bahwa dalam kondisi seperti ini, bila kami akhirnya--" Ahmm-- "--bekerja sama, hasil akhirnya hanya akan merugikan kedua pihak..."

Sejujurnya, apa yang ingin dia tanyakan?



"... Bagaimana seharusnya saya bertindak, Nyonya?"

_________________
"Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."
-- Hakizi Mana, on sleep

values, temptation-- his choice.
number02: the L O V E R S - part 2
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   30th June 2010, 22:52

Untuk seseorang dengan wajah sedatar lempengan besi, kali ini Hakizi Mana benar-benar mudah ditebak--minimal, bagi wanita empat puluh sembilan tahun ini. Ia harus menahan dirinya dari mengumbar senyuman penuh rasa tahu, sembari mengangguk-angguk mendengarkan pengandaian dari lelaki Mesir itu. "Oh ya, hmm hmm, ya..."

Usai kalimat tanya terakhir dari 'pasien'-nya, Bogomila menghentikan anggukan kecilnya, dan mulai merenungkan jawabannya. Menengadah ke atas, wanita berbandana itu akhirnya memutuskan untuk menanya kembali. Tentu, pertama-tama, "Ah, ya... Baguslah dirimu memutuskan untuk bercerita tentang keresahanmu, Nak..." Walau sama sekali tidak terlihat. Ah, anak ini, memikirkan anak manis bernama Sofia itu saja pusing tujuh keliling begini! Sudah berapa tahun berlalu? "... Begini, bila kamu merasa... kerja sama ini tidak akan membuahkan hasil yang baik, mengapa engkau menginginkannya? Bukankah itu berarti kerja sama ini... memiliki potensi yang amat besar? Terutama jika passion-mu terhadapnya besar pula... benar?"

Menginterpretasikan 'terima kasih' dari Hakizi sebagai pertanda menerima tawarannya, ia memasukkan daun teh ke dalam saringannya, menuangkan air panas yang tersisa, mencampur kamomil... Mungkin, agar lelaki itu tidak kebingungan, "Bilamana ada yang perlu diperbaiki... Mengapa tidak menyampaikannya pada pihak itu langsung? Barang kali ia sudi berkompromi; atau mungkin, engkau yang perlu berkompromi.... Menurutmu?



... Menurutku, jangan terlalu lama dalam memberikan keputusan; mungkin pihak satunya itu tidak akan berminat lagi untuk... bekerja sama, hm?"
Dan, menyuguhkan secangkir minuman hangat itu. "Teh kamomilmu, Nak."
Back to top Go down
View user profile
Hakizi Mana
Vatican Central
avatar

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 37

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   13th July 2010, 21:13

Dari kata-katanya... apakah Nyonya Bogomila ini mengetahui persis apa (tepatnya, siapa) yang dibicarakannya? Dagu bertumpu pada tangannya, yang bersandar di atas meja, Hakizi yang telah mengambil posisi duduk di kursi sebelah ranjang infirmari mengangguk pelan. Menyimak kata-kata wanita Bulgaria tersebut, ia mencoba menarik hikmah yang bisa didapatkannya.

"... Menurutku, jangan terlalu lama dalam memberikan keputusan; mungkin pihak satunya itu tidak akan berminat lagi untuk... bekerja sama, hm?"

"... Oh." Ya, kemungkinan besar wanita ini mengetahui topik pembicaraan di balik alegori berbelit-belitnya, dan tepat mengenai sasaran. Walau demikian, Hakizi Mana bukan orang yang ingin melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Bukankah bila keduanya, dia dan wanita itu, telah menunggu selama ini, sedikit penungguan tambahan tidak berarti lagi? Walau demikian, pemikiran-pemikiran baru yang bermunculan di dalam kepalanya tidak diutarakannya ke Bogomila. Ketimbang efek yang didambakan wanita tua itu, justru perkataannya semakin mengukuhkan keputusan Hakizi untuk mengulur waktu hingga saat yang tepat.

Tlekk. "Teh kamomilmu, Nak."

Tampaknya Bogomila salah menangkap maksudnya dengan frasa yang satu itu. Tidak ingin mempersulit masalah, Hakizi mengangguk pelan. "Terima kasih." Mengangkat cangkir berisi minuman hangat dari atas pisinnya, ia menyeruput sebagian. Walau ia tidak memintanya, teh tersebut ternyata cukup ampuh untuk menenangkannya, walau kegundahannya tidak pernah terpampang pada wajahnya yang bagai air tenang. Untuk beberapa detik seterusnya, ia menenggak minumannya dengan teratur, hingga akhirnya hanya tersisa genangan kecil di dasar cangkir.

Wadah tersebut diletakkannya kembali di tempatnya, di atas meja. "Terima kasih banyak, Nyonya," ujarnya pelan, sebagai permulaan permohonan dirinya untuk meninggalkan ward. Ia memberikan senyuman yang kecil, namun tulus, sebagaimana biasanya. "... Untuk tehnya. Dan... untuk sedikit-lebih memperjelas beberapa hal bagi saya.

"Saya permisi dulu. Ada beberapa hal yang perlu diselesaikan. Dan, Konstantina baik-baik saja, ia tetap melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Saya rasa ia juga merindukan Krikor sebagaimana Anda merindukannya, barangkali hal tersebut bisa menjadi... kesempatan. Salam, Nyonya."


[Hakizi OUT]

_________________
"Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."
-- Hakizi Mana, on sleep

values, temptation-- his choice.
number02: the L O V E R S - part 2
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   13th July 2010, 22:10

Bogomila tersenyum lebar mendengar ucapan terima kasih penuh sopan-santun dari supervisor cabangnya, dan mengangguk; caranya menyampaikan 'Sama-sama' tanpa kata-kata. Sungguh, kapan lelaki itu akan mengambil tindakan riil? Hakizi Mana; lelaki itu memang dinilainya baik hati, berwibawa, bijaksana... namun, kapankah lelaki itu akan berani berbuat sesuatu yang berisiko?

Beginilah pekerjaannya; menangani masalah yang diidap oleh staf Black Order yang menghadapinya, dari penyakit riil (macam Lord Ethan), penyakit jejadian (macam Kepala Bagian Nambiar yang tidak tahu diri itu, hmph!), maupun penyakit batin. Merebahkan dirinya pada kursi, Bogomila menengadah ke atas. Menghadap langit-langit, ia menghela napas. Terbayang dalam pikirannya kedua anaknya, Krikor yang melancong ke benua Eropa sana, dan... Konstantina, yang perlakuannya sedikit demi sedikit melunak terhadapnya.

Karena harga dirinyalah ia mendapat hukuman seperti itu dari anak keduanya... dan, karena harga dirinya juga ia memasuki organisasi Black Order ini. Namun, pada akhirnya, inilah yang ia lakukan tiap harinya. Ia meracik obat tradisional sesuai prinsipnya, itu pun demi harga dirinya.

'Hanya itu?'

Tidak... Bukankah ada alasan lain baginya untuk mengambil pekerjaan sebagai staf medis ini, sebagai perantara; penghubung antara seseorang dan problemanya? Perantara yang menerjemahkan 'penyakit' itu, sehingga tercapai suatu titik temu, suatu solusi. Obat, bila mau dipanggil demikian. Demikianlah pekerjaannya sebagai seorang interpreter of maladies; terkesan seperti pekerjaan yang egois, baginya, sekaligus mulia.

Inilah yang dilakukan Bogomila Christova Radoslava tiap harinya semenjak di Black Order. Dan, dari pengalamannya hari ini, serta segala hari-hari sebelumnya, ia tidak menyesalinya, sama sekali.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   

Back to top Go down
 
[AFRICA] Interpreter of Maladies
Back to top 
Page 2 of 2Go to page : Previous  1, 2
 Similar topics
-
» The coloured sky.
» JOIN THE PRIDE HERE ~ Joining Forms

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forum | Roleplay forums | D.Gray-Man RPG | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com