An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[AFRICA]First Glance I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[AFRICA]First Glance I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[AFRICA]First Glance I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[AFRICA]First Glance I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[AFRICA]First Glance I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[AFRICA]First Glance I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [AFRICA]First Glance

Go down 
AuthorMessage
Abigail Kolovos

Abigail Kolovos

Posts : 22
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 19

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime10th October 2009, 12:37

Buat Abigail n Saif serta siapapun yang dalamproses nanti diundang (kalau ada)
Thanks~

LOKASI:Istal di belakang taman

Abigail berjalan dengan santai di taman cabang Afrika yang asri. Tanaman papirus berjejer di sekeliling kolam yang indah dengan air yang jernih, tampak begitu serasi dengan pasir berwarna keemasan di sekelilingnya. Dengan langkah-langkah santai ia berjalan, gaun gregoriannya yang berwarna putih menyapu tempatnya berpijak. ya, hari ini ia memakai gaun yang membuatnya lebih leluasa bergerak, karena hari ini dia ingin menikmati masa senggangnya.

Kini ia sampai ke bagian lain dari taman nan luas itu. Di hadapannya ia melihat sekumpulan makhluk-makhluk yang begitu akrab di matanya, namun jarang ia lihat dalam jarak sedekat ini, setidaknya selama 2 tahun terakhir. Istal itu mengingatkannya akan Archippos, kuda miliknya dulu, yang dengan berat hati ditinggalkannya di Afrika Selatan.

Perlahan Abigail mendekat, ia mengelus moncong seekor kuda berwarna hitam yang tampak begitu gagah berdiri di antara kuda-kuda lainnya. Yam kuda yang satu ini tampak seperti seorang raja yang perkasa. Tubuhnya tegap dan sorot matanya tajam mengencam. Namun Abigail tidak peduli, ia begitu terpesona pada kuda yang satu ini, hingga ia melupakan keberadaan benda lain atau orang lainapapun yang mungkin saja sedang berada di sana.


-----------------------------------------

OOT:Abigail ga ngomong, ga ada temennya..
Ini kisah cinta antara Abigail ama kuda (kali ya)~
Back to top Go down
View user profile
Saif ad Din ar Rasyid

Saif ad Din ar Rasyid

Posts : 30

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 27

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime10th October 2009, 13:17

Seorang pria dengan keffiyeh terikat di kepala berjalan melewati lorong demi lorong markas Black Order cabang Afrika-Timur Tengah dengan langkah kakinya yang mantap, tubuhnya tegap dan cukup menjulang. Saif, exorcist asal Arab Saudi itu hendak menghabiskan waktunya, berjalan-jalan di padang rumput terdekat dari markas tersebut bersama kuda kesayangannya, Rashad, kuda peranakan Arab murni yang berwarna hitam legam dan berpostur kokoh. Saif bertemu partnernya itu saat dia sedang dalam suatu misi, dan cerita pertemuan itu terlalu panjang untuk diceritakan secara singkat.

Mata Saif yang berwarna gelap akhirnya menangkap pemandangan halaman belakang. Hamparan taman rumput yang berpadu dengan pasir keemasan, benda yang paling akrab dengan kehidupannya selama ini, pasir dan terik sinar matahari gurun yang menyengat serta cuaca yang membuat siapapun menggigil di malam hari. Saif mendekati bangunan istal kuda di bagian pinggir halaman, istal pemeliharaan kuda-kuda yang salah satunya adalah milik pribadinya.

Pintu istal berderik saat pria berkulit coklat terbakar matahari itu membukanya. Tak perlu waktu lama bagi Saif untuk mendapati sosok kudanya. Ya matanya yang tajam langsung bisa menangkap sosok kuda hitam itu namun sepertinya ada yang tidak biasa. Seorang gadis? ya seorang gadis mengelus moncong kudanya dengan lembut. Dan dia tidak mengenal siapa gadis asing itu.

Saif menghentikan langkahnya kira-kira satu meter dari kuda kesayangannya --yang tengah dielus-elus seorang gadis. Kuda itu meringkik pelan menyadari keberadaan tuannya dan mungkin mengagetkan gadis tersebut.

"Kau menyukainya Nona?,"
tanya Saif singkat pada gadis iyang memunggunginya tersebut.
Back to top Go down
View user profile
Abigail Kolovos

Abigail Kolovos

Posts : 22
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 19

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime11th October 2009, 14:34

Kuda yang gagah nan perkasa itu kina tampak tidak begitu berbahaya di mata Abigail. Seekor kuda yang luar biasa, lebih tampan dari kuda lain manapun yang pernah dilihatnya. Abigail tengah mengamati kuda gagah itu ketika pintu berderit terbuka. Abigail pun tersentak. Bukan, bukan karena pintu yang mendadak terbuka, tetapi karena sang kuda meringkik. Abigail segera menarik tangannya dari sang kuda gagah itu dan berbalik.

Kini di hadapannya berdiri seorang pria yang kurang lebih sepadan dengan kuda yang tadi baru saja disentuhnya. Tubuh sang pria tinggi dan kulitnya kecoklatan. Namun yang paling menghubungkannya dengan sang kuda adalah matanya, ya, sorot matanya yang tajam, seperti seseorang yang pernah kehilangan sesuatu yang berharga, tapi berkeras untuk melupakannya...

..Atau mungkin itu hanya perasaan Abigail. Pria tersebut tampak unik dengan busananya. Sebuah kain yang diikat dengan seutas tali merah tampak melilit kepalanya. Tapi tak soal seperti apa pakaiannya di mata orang-orang, ia tetap terlihat penuh dignity.. atau lagi-lagi ini hanya perasaannya saja.

"Kau menyukainya Nona?,"

Abigail tidak langsung menjawab, namun malah memandangnya. Apa maksud pertanyaannya? Apa itu berarti kuda ini miliknya, ataukah ia semacam pengurus dari kuda-kuda itu? Bukan yang terakhir, Abby rasa, karena pria ini mengenakan baju yang biasa dikenakan seorang exorcist.

"Ya, Tuan," kata Abigail akhirnya. "Saya tanpa sengaja ada di sini dan mengagumi kuda ini. Ia seekor kuda yang tampan."

Kalau kau adalah pemiliknya, lebih baik katakan sekarang, pikir Abigail. Ia sangat ingin mengetahui siapa pemilik kuda ini, dan mudah-mudahan kemiripan antara kuda tersebut dan pria ini bukanlah suatu kebetulan.


Last edited by Abigail Kolovos on 1st January 2010, 09:41; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Saif ad Din ar Rasyid

Saif ad Din ar Rasyid

Posts : 30

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 27

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime11th October 2009, 21:35

Quote :
"Ya, Tuan," kata Abigail akhirnya. "Saya tanpa sengaja ada di sini dan mengagumi kuda ini. Ia seekor kuda yang tampan."

Tampan?

Sorot matanya yang tadi penuh kewaspadaan berubah menjadi ramah. Sudah banyak orang mengatakan bahwa Rashad adalah kuda yang hebat dan kuat. Namun baru kali ini seseorang memuji kudanya --yang berwarna hitam bak beludru-- tampan. Langkah kakinya mendekat ke sisi lain kuda berwarna hitam beludru tersebut dan menepuk-nepuk bagian di antara dua telinga Rashad. Dia melirik pada Abigail --yang berada di sisi satunya--, sebuah senyuman ramah yang bercampur dengan nada kegelian meluncur dari bibirnya.

"Saya yakin dia senang mendapat pujian seperti itu," kali ini Saif mengelus-elus punggung kuda tersebut dan layaknya mengerti bahasa yang diucapkan orang-orang di sekitarnya Rashad meringkik pelan.

"Haha kau juga berpikir begitu Teman?" pria bermata gelap itu tersenyum ramah sambil mengajak bicara pada kudanya yang menjawab tidak dalam bahasa yang sama. Sungguh Saif dan Rashad tidak butuh media berupa kata-kata untuk berkomunikasi, mungkin jika diibaratkan innocence tingkat sinkronisasi Saif dengan kuda itu hampir mendekati 100%, hampir tak ada celah yang luput dari indera masing-masing.

"Kau tahu Nona? Kuda-kuda suku kami merupakan teman seperjalanan sekaligus keluarga kami," Saif kembali melirik Nona di sampingnya itu, tatapannya memang masih mengandung impuls-impuls listrik yang kuat nan tegas tapi juga menyiratkan keramahan serta perasaan ingin tahu? Bola mata Rashad yang bening bak kelereng kaca-pun memandang Abigail sambil mendengus pelan --dengan cara yang ramah. Pria berusia 27 tahun tersebut kembali melanjutkan kalimatnya, "Saat siang mereka berderap melintasi gurun yang terik. Mereka-pun dibesarkan bersama dengan anak-anak kami. Hal tersebut membuat kuda dengan garis keturunan khusus seperti temanku yang satu ini memiliki kecepatan, ketangguhan dan keramahan di saat yang sama..." Saif mengakhiri kalimat tersebut dengan sebuah senyuman. Senyuman yang ramah di garis wajahnya yang cukup tegas.

Hmm.. semoga Nona Asing satu itu tidak salah paham dengan kalimat 'anak-anak kami'. Tentu saja yang ia maksud adalah anak-anak kecil keturunan suku Bedouin, suku pengembara padang pasir yang memiliki harga diri tinggi. Mohon diingat ya, pria berkulit coklat itu belum punya anak sama sekali, menyentuh wanita untuk kapasitas seperti itu saja dia belum pernah.
Back to top Go down
View user profile
Abigail Kolovos

Abigail Kolovos

Posts : 22
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 19

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime12th October 2009, 13:16

"Saya yakin dia senang mendapat pujian seperti itu,"

Saif tersenyum. Abigai berpikir, apa sebenarnya yang ia tertawakan? Apakah sebegitu tidak wajarnya jika seorang gadis seperti dia menyukai kuda hitam yang tampak garang seeperti itu?

"Kau tahu Nona? Kuda-kuda suku kami merupakan teman seperjalanan sekaligus keluarga kami. Saat siang mereka berderap melintasi gurun yang terik. Mereka-pun dibesarkan bersama dengan anak-anak kami. Hal tersebut membuat kuda dengan garis keturunan khusus seperti temanku yang satu ini memiliki kecepatan, ketangguhan dan keramahan di saat yang sama..."


Luar biasa! Seekor kuda yang telah dibesarkan dengan penuh kasih sayang seumur hidupnya dapat tumbuh dengan kuat sepert itu. Pantas saya kuda hitam ini tidak mirip dengan Archippos, kudanya dahulu yang dibesarkan entah di peternakan mana dan kemudian dibeli oleh keluarga Abigail untuk menark sebuah kereta. Sebaliknya, di mata kuda itu ada semangat, dan keberanian.

["Maaf, Tuan," kata Abigail perlahan. "Boleh saya tahu nama.."

Dan ia berhenti. Apakah sopan menanyaan nama seekor kuda sebelum terlebih dahulu mengetahui nama pemiliknya? Tapi kata-kata Abigail sudah terlanjur terucap. Mudah-mudahan pria bekain putih ini mengira bahwa Abigail menanyakan namanya, tau setidaknya tidak tersinggung dengan pertanyaan Abigail yang sangat tidak masuk akal.
Back to top Go down
View user profile
Saif ad Din ar Rasyid

Saif ad Din ar Rasyid

Posts : 30

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 27

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime13th October 2009, 13:32

Quote :
"Maaf, Tuan," kata Abigail perlahan. "Boleh saya tahu nama..”

Kedua alis Saif meninggi begitu mendapati pertanyaan gadis itu. “hmm..” telapak tangannya menepuk-bepuk punggung Rashad sembari berpikir maksud pertanyaan barusan.

Nama siapakah gerangan yang dipertanyakan oleh Nona Asing itu?

Saif menimbang-nimbang. Apakah Abigail menanyakan nama Rashad –kuda jantannya yang gagah – atau namanya sendiri. Pria Arab itu kemudian memutuskan untuk menjawab pertanyaan Abigail, “Jika yang Anda maksud nama kuda ini Nona, dia kuberi nama Rashad. Penuntun dalam bahasa ibu kami,” sorot mata Saif menatap gadis itu. Kali ini dia mencoba tersenyum ramah pada Abigail sambil berspekulasi akan pertanyaan yang mungkin muncul.

“ Nama saya Saif, cukup sebut saja seperti itu”
ucapnya singkat .
Back to top Go down
View user profile
Abigail Kolovos

Abigail Kolovos

Posts : 22
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 19

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime15th October 2009, 09:57

“Jika yang Anda maksud nama kuda ini Nona, dia kuberi nama Rashad. Penuntun dalam bahasa ibu kami,”

Nama yang menarik. Penuntun. Apakah itu berarti pria ini menyerahkan sebagian besar tujuan hidupnya pada sang kuda? Ah, sudahlah, tidak perlu berpikir terlalu jauh.

“ Nama saya Saif, cukup sebut saja seperti itu”

Saif? Rasanya Abigail sempat mendengar nama itu disebut-sebut, walau ia tidak ingat di mana tepatnya. Mungin lebih baik kalau nanti ia mengecek kembali daftar orang-orang yang ada di cabang Afrika-Timur Tengah.

"Ah, nama saya Abigail," kata Abigail lagi. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan selanjutnya, sekalipun sebenarnya ia masih ingin mendengar lebih banyak lagi dari Saif. Siapa orang ini sebenarnya? Kenapa ia ada di sini?

"Tuan," katanya akhirnya, setelah membiarkan suasana hening sejenak. "Kalau saya boleh tahu, milik siapa sajakah kuda-kuda yang ada di sini? Saya ingin tahu apakah kapan-kapan saya bisa menunggangi salah satu kuda di sini."

Abigail meriindukan kudanya, itu jelas. Tapi yang lebih memotivasinya untuk menunggang kuda kembali adalah Rashad, yang mengingatkannya entah kenapa kepada kedua orang tuanya. Ia ingin pergi, dan kembali merenungkan apa saja yang selama ini telah Tuhan izinkan terjadi atas dirinya.
Back to top Go down
View user profile
Saif ad Din ar Rasyid

Saif ad Din ar Rasyid

Posts : 30

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 27

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime29th December 2009, 09:34

 "Kalau saya boleh tahu, milik siapa sajakah kuda-kuda yang ada di sini? Saya ingin tahu apakah kapan-kapan saya bisa menunggangi salah satu kuda di sini."

Alis Saif sedikit mengembang mendengar pertanyaan gadis di depannya itu. Tampak berpikir sebentar sebelum kembali membuka suara, “saya tak menyangka ada seorang gadis yang senang berkuda di sini, Nona.. Abigail?” sebuah senyuman terukir di parasnya. Entahlah mungkin Saif merasa adanya kecocokan antara dia dan Nona Abigail di depannya itu. Baginya seorang yang senang berkuda adalah orang yang menyenangi kebebasan dan petualangan.

Hal tersebut sedikit banyak mengingatkan saat-saat ia masih belum bergabung sebagai exorcist di cabang Afrika – Timur Tengah. Hari-hari yang ia lalui dengan menunggangi kuda di bawah terik matahari Gurun yang menyengat. Sering ia merindukan hidup nomaden seperti itu sejak ia mulai menetap di Turki. Bagaimanapun juga Saif memang lahir dan tumbuh secara nomaden dan pengembaraan.

Hampir larut dalam pikirannya sendiri sebelum ia kembali menyadari kalau Abigail menunggu responnya, “ --setau saya semua kuda di sini adalah milik Black Order, kecuali Rashad tentunya, dan Anda bisa menggunakannya jika anda mau,” menatap pada Abigail dengan manik obsidiannya.

“Namun tentu saja menunggang kuda milik sendiri akan terasa sangat berbeda.”

Tatapan itu pun menyorotkan sinar yang ramah, mengapresiasi sang gadis dengan baik.
Back to top Go down
View user profile
Abigail Kolovos

Abigail Kolovos

Posts : 22
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 19

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime13th January 2010, 10:47

“Saya tak menyangka ada seorang gadis yang senang berkuda di sini, Nona.. Abigail?”

Abigail menunduk dan tersenyum. Pipinya yang biasanya pucat tampak sedikit bersemu merah, walaupun, yah, cuma sedikit. Matanya melirik Saif yang tampaknya sedang melakukan perjalanan jauh dalam pikirannya sendiri.

"Saya memang sering berkuda, Tuan Saif," kata Abigail perlahan. Ia mendongakkan kembali kepalanya. Ia tersenyum dan kembali mengelus kepala Rashad. "Saya suka menikmati pemandangan dari atas punggung kuda, menikmati angin yang bertiup. Rasanya seperti melepaskan diri dari suatu beban." Ya, dan berkuda telah membantunya melupakan kematian orang-orang yang ia sayangi.

“ --setau saya semua kuda di sini adalah milik Black Order, kecuali Rashad tentunya, dan Anda bisa menggunakannya jika anda mau."

Syukurlah, pikir Abigail. Ya, kini ia bisa berkuda sendirian kapanpun ia sedang penat, atau membutuhkan sedikit pengalihan dari dunianya yang terkadang tampak kacau balau.

“Namun tentu saja menunggang kuda milik sendiri akan terasa sangat berbeda.”

Ya, tentu saja semuanya akan berbeda. Namun Abigail bukanlah tipe wanita yang suka mengeluh, dan baginya dapat menunggang kuda kembali saja sudah merupakan suatu berkah yang patut disyukuri.

"Saya sungguh senang mendengar hal tersebut, Tuan Saif. Jadi mungkin saya bisa pergi berkuda kapan-kapan."

Mungkin bahkan tidak sendirian...
Back to top Go down
View user profile
Saif ad Din ar Rasyid

Saif ad Din ar Rasyid

Posts : 30

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 27

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime23rd January 2010, 17:55

"Saya sungguh senang mendengar hal tersebut, Tuan Saif. Jadi mungkin saya bisa pergi berkuda kapan-kapan."

"Kau merasakan hal yang sama, eh Nona?"

Mendengar hal itu terucap dari mulut wanita tentu saja sontak Saif merasa sedikit takjub, tak menyana bahwa ada seorang gadis yang merasakan hal yang sama yang dapat membuatnya begitu senang berkuda. Kebebasan dan angin segar... ya siapa pun sebenarnya menginginkan dua hal itu kan. Namun cara yang terbaik untuk mendapatkannya bagi Saif adalah dengan berkelana, yang sekarang tak mungkin ia lakukan.

Ya, mungkin nanti saat kedamaian dunia sudah tercipta.

Senyuman Saif semakin tertarik, melebar ke sudut-sudutnya tanpa menjadikannya sebuah seringai keji. Tentu saja tidak karena sorot mata pria itu terlihat ramah, sorot mata yang sekarang menunjukkan ketertarikan pada Nona Abigail di depannya itu. Dan persis seperti apa yang diucapkan Nona itu, mungkin saja mereka bisa berkuda bersama.

Bukan ide yang buruk...

Rashad, si kaki empat, yang daritadi hanya memperhatikan tiba-tiba mendeking lembut. Menggoyangkan moncongnya yang kekar pada sang pemilik. Menyadari gelagat si kuda Saif hanya melemparkan sebuah tatapan, seakan tampak mengerti apa yang hendak disampaikannya.

Sekali lagi menepuk tengkuk sahabatnya sebelum beranjak. Ya beranjak, sudah saatnya ia kembali ke posnya karena ia yakin sebentar lagi pria kelahiran Saudi itu akan mendapatkan panggilan misi. Bukan misi pertama untuk Saif memang, ia sudah berada di cabang ini untuk sekian lama, dan ia harap juga bukan misinya yang terakhir... namun, sebelum itu ada yang harus ia lakukan.

"Maaf Nona. tapi nampaknya saya harus kembali."

Pemilik tubuh tegap tersebut menghentikan langkahnya saat ia berpapasan dengan Abigail, sorot mata yang biasanya tajam itu melunak, berpendar hangat sambil sedikit merunduk pada sang gadis. Tersenyum hangat, membiarkan bola matanya bertemu dengan iris sang nona sebelum akhirnya lantunan suara daripada bibir seorang pria yang berbalut keffiyeh tersebut sampai ke gendang telinga Abigail, berdesir bak pasir yang dimainkan sepoi angin...

"Lain kali saya akan mengajak Anda berkuda..."

Dan dengan kalimat yang terucap dari bibir yang melekuk ke atas itu Saif melanjutkan langkahnya hingga ke pintu keluar-masuk istal. Menjauhi bangunan kecil tersebut sebelum sosoknya benar-benar menghilang dari pandangan Abigail.


Abigail Kolovos, ya, ia tak akan melupakan nama gadis itu maupun janjinya...



[SAIF: OUT]





Lebay gila =)) *ditendang*

Abi post dulu y sblm di close =D
Back to top Go down
View user profile
Abigail Kolovos

Abigail Kolovos

Posts : 22
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 19

[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime8th March 2010, 12:46

"Kau merasakan hal yang sama, eh Nona?"

Abigail mengangguk pelan. Sesuai dengan kebiasaannya untuk tidak banyak berbicara, ia hanya melemparkan seulas senyum kepada pria berkulit kecokelatan ini. Sedikit terkejut ia melihat ujung-ujung bibir sang Exorcist melebar, menampakkan senyum yang begitu menyenangkan, sesuatu yang tidak disangka Abigail bisa terlihat dari wajah dingin itu.

"Maaf Nona. tapi nampaknya saya harus kembali."

"Ah, tentu saja Tuan Saif," angguk Abigail. "Jangan biarkan saya mengganggu aktivitas Anda."

Abigail sedikit terkejut ketika sang pemilik kuda menghentikan langkahnya dan menatap dalam-dalam kedua matanya. Bagaikan desiran angin di padang panas suara Saif mengalir masuk ke dalam telinga wanita Yunani itu.

"Lain kali saya akan mengajak Anda berkuda..."

"Saya akan menagih janji Anda suatu hari nanti," balas Abigail. "Ingatlah bahwa Ya berarti Ya, Tuan."

Mata Abigail mengikuti gerakan pria Timur Tengah itu seraya ia keluar dari istal, meninggalkan Abigail yang kemudian menggantikan sang bangsawan membelai Rashad.

[THE END]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[AFRICA]First Glance Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]First Glance   [AFRICA]First Glance I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[AFRICA]First Glance
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com