An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 Inside Your Character

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Abisak Avedisian

avatar

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Inside Your Character   8th November 2009, 18:53

Be warned; this is a tl;dr topic.

Topik Behind Your Character membahas sejarah di balik perancangan karakter secara umum, sementara topik ini ditujukan untuk mengeksplorasi lebih dalam kepribadian karakter, dan asal-usul dibentuknya kepribadian itu. Mengapa? Karena roleplay, selain untuk mengembangkan gaya penulisan, juga dapat mengembangkan kemampuan kita menempatkan diri dalam pribadi "orang" lain. Topik ini hanya membawanya lebih jauh...




Pertama, Abisak Avedisian. Kepribadiannya, dikutip dari bagian Kepribadian profilnya: "malas melakukan segala macam hal yang repot, [Abisak juga orang yang] tidak suka dibebani tanggung jawab yang berat".. "walau berotak cemerlang". Sebenarnya, alasan di balik ini sudah disebutkan di Kepribadian, dan dapat diringkas dalam satu kata: kesialannya.

Faktor kesialannya cukup diatribusikan pada LCK 1-nya. Sekarang, tentang kesialannya itu. Abisak sendiri tampaknya sudah "menerima nasib", menerima fakta bahwa dirinya memang menjadi target berbagai macam kesialan. Ia memutuskan untuk menghindarinya sebisa mungkin, setelah membentuk hipotesis "jika aku melakukan hal yang berisiko, kemungkinan terjadi kesialan yang besar tentu lebih besar. Jika aku menghindari hal yang berisiko, kesialan yang aku dapatkan tentu lebih kecil". Hal ini memberi kesan bahwa dirinya sudah sepenuhnya pasrah pada nasibnya.

Tidak demikian; ada satu hal yang masih dimilikinya-- ada satu hal yang ia tahu "memperburuk nasibnya", tetapi tidak bisa dihentikannya: berharap. Hampir setiap saat, ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa apapun yang akan menimpanya berikutnya "tidak seburuk itu", dan sayangnya, memang selalu "seburuk itu". Tetapi, ia tetap menenangkan dirinya dengan frase yang sama, mengapa? Karena, tentu, tanpa memiliki harapan itu, tidak mungkin ia bertahan hingga sekarang. Akan tetapi, bukankah ini bertentangan dengan sifatnya yang tidak suka mencari masalah?

Buktinya, ia bekerja sebagai tukang pel, sesuatu yang mengingkari ilmu yang dimilikinya? Mungkin, tindakan Abisak yang senantiasa merendahkan diri adalah salah satu upayanya untuk berpasrah pada nasib. Dapat dilihat bahwa ia adalah seseorang yang mengutamakan kendali atas dirinya (selalu berusaha menenangkan diri), atas hidupnya (dengan menghindari hal berisiko), dan ia pikir, ia bisa mengendalikan nasibnya dengan caranya sendiri. Abisak tertarik antara keinginan untuk pasrah pada hidup (sesuatu yang, berdasarkan logikanya, akan mengurangi kesialannya), dan juga berusaha "bertobat", satu-satunya hal lain yang tampaknya memperbaiki nasibnya, serta berhenti berharap... dan, terus melawan.

Mari tinjau kembali hal-hal yang diperkirakan akan memperbaiki nasib, atau minimal, mengurangi siksaan yang ditimbulkan nasib sialnya. 1) pasrah pada nasib yang sudah didapatkannya -- diusahakan, tetapi keberhasilan tak kunjung datang, 2) "tobat" -- juga diusahakan, tetapi belum berhasil, 3) berhenti berharap -- sesuatu yang sama sulit dilakukannya. Ini karena sifat pemberontak/sifat melawan yang dipendamnya.

Pasrah pada nasib: ia sudah menerima bahwa ia lebih sial dari orang lain. Tetapi, ia juga manusia biasa, tidak mungkin ia langsung berpikir, "Oh, jadi aku lebih sial. Ya, apa boleh buat, jika aku memang sial. Terima saja, deh". Walau umumnya ia mengikuti alur kehidupan, ia tidak bisa melakukannya tanpa memberi perlawanan, atau minimal, menunjukkan bahwa ia keberatan. Misal, dengan Giraile. Ia menuruti maunya Giraile, karena menurut logikanya, akan jauh lebih tidak menyakitkan jika menurut, tetapi ia sudah merasa cukup puas karena sudah "melawan" dengan menunjukkan bahwa ia tidak melakukannya dengan senang hati.

Tobat: diusahakan, tetapi... ya, sekali lagi, ia manusia, dan terlalu mudah baginya untuk merasa dirinya telah "dikecewakan Tuhan". Pada saat ia beralih, menyalahkan dirinya yang terlalu berharap (kalau terbang tinggi, sakit, kan, jatuhnya?), ia pun frustasi, karena berhenti berharap dikategorikannya sebagai pasrah pada kehidupan. Secara sadar, mungkin ia mencoba pasrah, tetapi secara tidak sadar, ia tidak sudi menyerah.

Ceramah panjang lebar yang tidak berarti di atas bisa disingkat menjadi satu kalimat: Abisak adalah orang yang berusaha menampilkan diri sebaga orang yang pasrah pada nasib, tetapi di lubuk hatinya, ia tidak sudi membiarkan dirinya menyerah pada nasib buruknya.

Apakah justru ini yang membawa "nasib sial"-nya? Apakah justru ia tidak sudi menghilangkan predikatnya sebagai orang yang bernasib buruk, senantiasa merasa bahwa ia perlu memberontak melawan sesuatu? Ya, itu, mari dikontemplasikan. Untuk saat ini, mari simpulkan bahwa kesialan Abisak adala suatu bagian vital kepribadiannya, baik bagi saya sebagai perancang karakter maupun dirinya sendiri.




Bagian kedua (masih ada?), adalah eksplorasi pengaruh masa lalunya terhadap kepribadiannya. Seperti, mengapa ia memiliki sifat ingin melawan itu?

Abisak kecil, bisa dibilang, tidak memiliki riwayat hidup yang berbahagia. Ia lahir dari pasangan imigran Armenia yang pindah ke Inggris dengan harapan memperbaiki nasib. Hasilnya? Tidak sesuai harapan. Yang menjadi kambing hitam adalah penambah beban keuangan, anak yang masih belum bisa bekerja, Abisak. Sejak kecil, ditekankan padanya bahwa dirinya adalah pembawa kesialan, dialah yang mengakibatkan kemiskinan keluarga... tetapi, apa yang bisa dilakukan anak kecil yang masih mengandalkan orang tuanya?

Akhirnya, ia melawan. Tentu, tidak mungkin anak 7 tahun menceramahi orang tuanya sendiri. Ia kabur, dan bergabung dengan kumpulan anak gelandangan. Lahan pekerjaan (yang layak) untuk anak kecil tentu tidak banyak, dan ia berpaling ke mencopet, walau, "entah mengapa ia sering digagalkan suatu kejadian sial pada saat terakhir mencopet hingga dijuluki oleh anak gelandangan lain sebagai 'si sial'". Mungkin, inilah awal ia benar-benar melabel diri sebagai orang yang sial.

Blah blah blah, akhirnya, setelah bekerja sebagai penyapu jalan, ia beralih profesi ke pekerja di pabrik tekstil. Dari sinilah, ia bersentuhan dengan sekolah, dan ilmu pengetahuan. Pemilik pabrik sendiri tentunya tidak bahagia dengan peraturan yang mewajibkannya menyekolahkan pekerja-pekerja ciliknya; mungkin ini salah satu pendongkrak semangat belajar Abisak, yang juga mencari pelarian dari kerasnya bekerja di pabrik, hingga akhirnya anak lelaki itu jatuh cinta pada ilmu pengetahuan itu sendiri.

......... dan, sisanya menyusul. Saya capek baca tulisan sendiri :p *disepak*
Back to top Go down
View user profile
Arthem Seravine

avatar

Posts : 56
Umur : 33
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 26

PostSubject: Re: Inside Your Character   10th January 2010, 23:59

@^: Buset deh... bahkan Abisak aja se-kompleks itu *geleng2*


Uh... coba mendalami kepribadian Arthem yang super tidak tertebak ini -w-.

Kepribadian Arthem itu rumit karena bukan tipe karakter yang easy-going menyenangkan dalam beberapa aspek tapi menurut saya justru karakternya menyebalkan. Banyak hal menyebalkan dari Arthem yang tidak terlihat secara sekilas namun akan benar terlihat jika sudah mengenalnya dengan dekat. Jadi bagi siapapun yang mengenalnya akan merasa 'sangat' menyesal untuk bisa dekat dengan Arthem karena ia hanya menyenangkan sebagai seseorang yang terlihat dari luarnya saja.

Beberapa hal menyebalkan soal Arthem adalah:

Memiliki banyak kemampuan dan tanpa sadar ia mengumbar semua ini pada orang yang sudah dekat dengannya. Dalam artian sombong -w-. Yah, Arthem adalah orang yang sombong dengan cara yang menyebalkan. Kalau orang sombong biasanya akan blak-blakan mengumbar kebisaannya, kalau Arthem itu tipe orang yang merendah untuk meroket. Ia seakan pura-pura tidak bisa padahal kemampuannya lebih dari itu.

Hanya peduli pada diri sendiri yang artinya akan memberikan barang yang ia sukai sebagai hadiah untuk orang lain. Misalnya dalam contoh merayu, ia akan memberikan bunga iris yang disukainya pada orang lain daripada bunga mawar yang disukai orang tersebut. Arthem lebih banyak menspesialkan dirinya sendiri daripada orang lain. Walau ia tahu yang namanya berkorban, namun untuk yang namanya perasaan biasanya ia tidak akan peduli.

Lebih suka membuat diri sendiri bodoh untuk mengelabui, terkesan bagus tapi yang Arthem lakukan adalah benar untuk menjatuhkan orang lain. Ia berpura-pura tidak tahu segala hal bukan untuk merendah tapi untuk bisa membuat orang lain down ketika melihat apa yang dimilikinya. Seperti yang ditulis sebelumnya, 'merendah untuk meroket'.

Yah... dari luar Arthem terlihat menyenangkan, padahal ia menyebalkan *shot*. Walau begitu saya sangat suka dengan karakter menyebalkannya, yang menganggap kehidupan itu hanya permainan yang perlu ditamatkan dan berganti dengan permainan baru. Tipe orang yang tidak akan memperdulikan perasaan orang lain kecuali jika sudah ada yang protes padanya, itupun tidak akan benar merubah pandangannya >w<

...

Lalu lalu, dari sekian hal menyebalkan soal Arthem *plak* saya juga membuat karakter ini memiliki sisi manis ketika ia benar-benar takluk pada orang lain. Ada dua tipe orang yang bisa membuatnya takluk.

Pertama adalah Sky (Ciel) yang bersikap ringkih dan penuh kesalahan di hadapan Arthem yang super sempurna. Ini 'mungkin' membuat Arthem berpikir dua-tiga kali karena ia tidak pernah berhadapan dengan orang yang sangat sulit hidup seperti Sky yang super introverted. Ajaran aneh Sky membuat Arthem agak bisa menghargai orang lain, sayangnya baru sebatas pada Sky saja.

Kedua adalah 'mungkin' orang yang disukainya secara 'khusus' untuk dijadikan istri *plak*. Pada orang ini Arthem tidak akan menutupi kepribadian dirinya dan akan membiarkan orang tersebut untuk mengeksplor apa yang ada pada personalitinya walau hal tersebut rancu. Hal ini diperuntukan agar 'calonnya mungkin' bisa mengenal dirinya lebih jauh tanpa harus merasa terbohongi nanti.

Sisi manisnya ini (emang manis?) memberikan gambaran betapa ia mengeksklusifkan dua tipe orang ini. Orang yang menunjukkan banyak kelemahan di hadapannya dan orang yang akan dijadikan 'calon' nya *plak*

...

Hubungan dengan histori... mungkin banyak. Apakah itu karena Arthem besar tanpa orang tua yang membuatnya memberikan pandangan subjektif terhadap banyak hal yang dilihatnya. Pandangan subjektif ini pula yang mungkin membuat kepribadiannya berkembang jadi menyebalkan seperti itu. Sampai saat ini hanya Sky yang bisa membuatnya terkesan dan merubah sedikit dari pandangan subjektifnya menjadi objektif.

Oh... Arthem juga tipe orang yang haus akan ilmu pengetahuan, dan ia agak maruk untuk belajar, sehingga semua-semua yang baru ditemukan akan langsung dipelajarinya dengan cepat.

... itu dulu aja dah *lol*
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
 
Inside Your Character
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» The loneliness inside.
» What song do you thing fits each character?
» Character Sheets?
» My race horse stable character's
» Which Character can You relate to

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Non-Roleplay :: Black Order HQ Talk-
Jump to:  
Forum create on Forumotion | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum