An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [AU]The Blossoming Ambrosia

Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime13th November 2009, 22:43

Setting: Perpustakaan BO Cabang Central
Time: 10PM
Type: Closed RP
Plot: dibahas di YM

====================================

Bulan semakin meninggi. Lian Jie bisa melihatnya melalui jendela koridor Black Order Central ini. Selama sekian detik ia hanya berdiri di balik jendela, memandangi bulan yang agung, bagai mengendarai kereta kencana awan kelabu. Ini adalah kali pertamanya sejak 7 tahun yang lalu, Lian Jie datang kembali ke negeri yang dulu pernah ia singgahi, Inggris. Namun kali ini, dia telah menjadi seorang Exorcist. Dan lagi, seorang murid dari masternya yang bernama Lim Jeong Hu. Dia telah menjadi orang yang berbeda. Meski begitu, ia merindukan Negeri Inggris ini, sama seperti ia merindukan kampung halamannya di China yang telah ia tinggalkan.

Lian Jie tersenyum simpul seraya melangkahkan kakinya, kembali menyusuri koridor. Senyumnya menghilang seiring jumlah langkahnya terus bertambah. Ia tak bertemu siapa-siapa di koridor itu. Mungkin karena malam telah semakin larut dan semua orang lebih memilih ranjang mereka daripada berkeliaran.

Di ujung koridor, Lian Jie bisa melihat sebuah ruangan dengan pintu setengah terbuka. Cahaya menerobos celah kecil yang tercipta, mengundang Lian Jie untuk menggapai pintunya dan melangkah masuk. Ruangan itu ternyata sebuah perpustakaan. Ruangan yang dibiarkan terang meskipun tampaknya tak ada orang di sana selain buku-buku.

Kegairahan dalam diri Lian Jie memuncak. Sudah lama ia tak melihat sebegitu banyak buku selama perjalanannya dari China ke Inggris. Langkah kakinya ringan menyeberangi perpustakaan, melewati lemari demi lemari buku. Memandangi tiap sudut perpustakaan yang semuanya buku dan buku.


Last edited by Li Lian Jie on 4th December 2009, 11:39; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime13th November 2009, 23:03

Ok, ini harus dilakukan! Harus!

Seorang gadis berusia 13 tahun sedang berdiri penuh kebimbangan di salah satu rak buku. Matanya yang berwarna cokelat, menatap lurus pada satu buku di rak paling atas. Buku pelajaran bahasa mandarin!

Beginilah susahnya kalau jadi staff, apalagi bagian penerjemah. Ada saja yang harus diterjemahkan. Fuchsia kira, Dia akan hanya terus diberi order seputar bahasa Perancis, Jerman atau Italia. Tapi tak disangka, di antara ribuan tumpukan dokumen -yang kini tertata 'manis' di salah satu sudut meja-, ternyata ada yang berbahasa Cina! Protes? Wah bisa dimarahin habis-habisan dong sama Leader. Mana mau!

Dengan berat hati, Dia terpaksa harus membawa sebuah tangga kecil dari kayu, untuk mengambil 2 buku percakapan bahasa mandarin dan satu kamus besar. Kebetulan semuanya ada di bagian rak paling atas yang jelas tinggi sekali. Dinaikinya tangga tersebut. Dan gadis mungil itu berhasil merengkuh 3 buku sekaligus. Nah, masalahnya sekarang, bagaimana caranya turun?
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime13th November 2009, 23:25

Lian Jie melangkah ringan menyusuri rak demi rak, terpukau dengan keragaman buku dan bahasa yang dipakai dalam penulisannya. Lian Jie yang sejak kecil telah diajak untuk berkeliling dunia pun mengenali beberapa bahasa. Exorcist muda berusia 14 tahun itu mendongak ke arah deretan buku sepuluh senti lebih tinggi dari kepalanya, membaca judul-judul buku berbahasa Perancis yang merangkum tentang Innocence. Walaupun tidak terekspresikan di wajah Lian Jie, anak laki-laki itu sedang gembira seolah buku adalah mainannya. Waktu seakan berputar kembali menuju masa kecilnya.

Kemudian dia berpindah ke sisi lain rak yang berbahasa aneh. Dia tak pernah menjumpai bahasa itu, namun ia menyukai ilustrasi-ilustrasi tentang tumbuhan obat di dalamnya. Rupanya rak ini adalah deretan rak khusus ilmu pengobatan.

Lian Jie memelankan langkahnya, ketika ia berbelok ke barisan rak terakhir di perpustakaan itu. Rak-rak di sini dipenuhi huruf-huruf yang sangat familiar di kepalanya. Bukan huruf latin, melainkan sebuah pictogram. Yaitu huruf Mandarin.

Lian Jie tersenyum kecil, matanya menelusuri buku demi buku, dari bawah ke atas dan... Astaga. Matanya terpaku pada seorang anak perempuan di puncak tertinggi tangga yang sedang memeluk tiga buku tebal sekaligus. Ia sama sekali tak bergerak naik maupun turun. Jarak tangga itu dengan Li Lian Jie ada sekitar 5 meter sehingga Lian Jie tidak terlalu mendongak ketika mengawasi gadis kecil berseragam staf BO itu. Ngapain dia di atas sana? Selama beberapa detik Lian Jie memperhatikannya, barulah Lian Jie menyadari sesuatu. Jangan bilang kalau dia tidak bisa turun!

"Oi, kau!" tegur Lian Jie pada gadis di puncak tangga itu. "Ngapain kau di atas situ?"
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime13th November 2009, 23:45

Wajah Fuchsia pucat pasi melihat ke bawah tanggah. Dia merasa kini berada di puncak gunung Himalaya yang bersiap terjun untuk mati. Bingung harus bergerak bagaimana, tiba-tiba muncul seorang pemuda yang agak asing suaranya. Mungkin anggota BO yang baru?

Quote :
"Oi, kau!"

"Ngapain kau di atas situ?"

Fuchsia menoleh. Pemuda itu cukup jauh bagi pengelihatannya. Sehingga tidak cukup jelas siapa yang memanggilnya. Tapi yang pasti, orang itu harusnya bisa jadi penyelamatnya dan Fuchsia mengharapkannya. Itupun kalau saja bukan karena sikapnya yang ketus dan gengsinya yang tingginya amit-amit yang mendadak muncul begitu saja.

"Memangnya kau ada urusan denganku? Untuk apa bertanya?!" Fuchsia balik bertanya -dengan sedikit berteriak-, terdengar sangat kesal. Padahal, Dia hanya malu untuk mengakui kalau tidak bisa turun dari tangga tersebut. Dia tidak mau dipermalukan dengan dibantu oleh orang asing yang tidak dikenal!

Akhirnya, atas kemauan keras (kepala)-nya sendiri, Fuchsia mulai mencoba untuk turun walau agak kesusahan, mengingat Dia membawa 3 buku sehingga cukup tebal untuk dipegang dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya memegang setiap anak tangga yang dilewati untuk pegangan. Tapi sayang seribu sayang, dewi fortuna nampaknya sedang kesal dengan Fuchsia yang sering judes dan ngambekan. Buktinya sang dewi tidak berpihak padanya dan kakinya terpeleset pada salah satu anak tangga. Dan hasilnya? Tentu saja Dia terjun bebas dengan sukses.

Kedua bukunya tanpa sengaja terlepas. Tapi kamusnya yang tebal, masih dalam ada di sisinya. Jadi, Fuchsia memeluknya erat-erat. Bagus, ini sudah ke-3 kalinya Fuchsia jatuh minggu ini.
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime14th November 2009, 00:01

Quote :
"Memangnya kau ada urusan denganku? Untuk apa bertanya?!"

Lian Jie mengangkat alisnya. Kok begitu tanggapan terhadap orang yang memberikan perhatian padanya? Ah, toh Lian Jie juga sudah terbiasa dengan reaksi macam itu. Di kepalanya terbayang beberapa wajah keluarga Black Order Cabang Asia.

Lian Jie memang tak berniat untuk menolongnya setelah reaksi penolakan yang diberikan gadis itu padanya. Namun melihat kemauan keras gadis itu dan hasil dari kekeraskepalaannya sendiri, seluruh perhatian Lian Jie dengan sendirinya tertarik ke arah gadis itu seperti magnet. Lalu ketika gadis itu mulai kehilangan keseimbangan, secara otomatis Lian Jie bergerak mendekati gadis itu dengan langkah cepat dan semakin cepat.

Lian Jie terus mendongak mengawasi gadis itu terjatuh sambil terus berlari ke arahnya dan dia mengambil lompatan tinggi sambil menangkap gadis itu semetar sebelum tubuhnya menghantam lantai, kemudian dengan cepat ia memutar tubuhnya dengan gadis itu berada di bawah. Lian Jie memaksa gadis itu tetap berada di pelukannya sampai kedua buku-buku tebal, yang bisa saja menjadi pembunuh dengan kecepatan jatuh yang mengerikan itu, jatuh berdebam ke lantai. Debu-debu di dalam buku-buku itu tersembur ke udara sepersekian detik setelah wadahnya menghantam lantai perpustakaan.

Lian Jie melepaskan gadis itu, menghembuskan nafas panjang.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime14th November 2009, 00:11

Fuchsia merasa semua berjalan begitu cepat, begitu saja. Kau tau 'kan maksudku? Dia terjatuh, kemudian ada sesuatu yang menariknya, sehingga membuat tubuh ringkihnya tidak perlu merasa sakit. Matanya terpejam karena merasa takut. Tapi indera perabanya merasakan, Dia tidak jatuh secara vertikal. Gadis itu ditarik hingga akhirnya menuju lantai. Sakit tentu masih terasa, tapi tidak terlalu sakit seperti saat kau benar-benar jatuh bebas sampai ke lantai. Kedua bukunya tak terlepas berjatuhan dengan suara keras.

"Uhuk! Uhuk!" Fuchsia terbatuk, menutupi dengan kamus yang masih ada di pelukannya. Setelah agak tenang, Dia membuka pelupuk matanya perlahan.

Deg! Deg! Deg!

Fuchsia baru sadar, orang itu menolongnya. Tapi yang membuatnya kaget adalah, situasinya saat ini. Dalam keadaan berdiri, pemuda itu Fuchsia rasa memeluknya. Dia memang gadis 13 tahun, tapi Dia tidak mungkin tidak memikirkan yang bukan-bukan. Dan itu baru asumsi sederhana darinya kalau sudah negative thinking.

"Hey, lepaskan aku! Apa maumu!" Jerit Fuchsia kesal, "Dasar, mesum!" Buku dipelukannya secara spontan langsung menghatam orang yang menolong Fuchsia. Bersyukurlah Dia hanya teratuk cover buku, bukan ujungnya. Tapi tetap saja pasti sakit. Apalagi, tadi suaranya keras sekali. Setelah memukulnya sekali, Fuchsia terdiam.

Wajah di hadapannya, yang Dia lihat dengan jarak dekat. Fuchsia yakin, Dia familiar dengan wajah itu! Walaupun sudah agak berubah. Tapi Gadis itu, yakin, Dia mengenalnya.

"Lian... Jie..." Panggilnya lirih, dengan spontan. Keadaan sempat sunyi sejenak. Namun beberapa detik kemudian, dengan kejam dan tanpa ampun, Dia memukul kepala pemuda -yang diyakini Dia kenal dengan sebutan Lian Jie- dengan ujung kamus. Tepat di ubun-ubun!

"Ngapain kamu di sini?!"


Last edited by Fuchsia Scarlet on 14th November 2009, 22:16; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime14th November 2009, 20:51

Quote :
"Hey, lepaskan aku! Apa maumu! Dasar, mesum!"

Lian Jie sudah mengira kalau ia tak akan menerima ucapan terima kasih. Ia bahkan tak memerlukannya. Tapi ia sama sekali tak membayangkan kalau ia akan ditimpuk dengan sebuah kamus yang tebalnya melebihi batu bata, sehingga ia gagal melindungi jidatnya. Hantamannya keras sekali sampai ia terhuyung ke belakang, tanpa berhasil meredam rintihannya, "Aduh, sakit tahu!"

Apaan sih cewek ini? Senormal-normalnya orang, dia tidak akan berterima kasih dengan memberikan balasan berupa timpukan kamus tebal, kan? Yah, walaupun tidak mempertaruhkan nyawanya, tapi Lian Jie sudah menyelamatkan nyawa cewek itu, kan?

Cemberut, Lian Jie memandang galak staf perempuan Black Order Central itu. Tangan kanannya masih mengusap-usap dahinya yang panas. Gadis itu terdiam, seolah shock oleh sesuatu. Reaksinya yang berlawanan dengan sedetik sebelumnya itu mendiamkan Lian Jie juga, walau ia tak bisa menyingkirkan rasa kesalnya,

Quote :
"Lian... Jie..."

Hening seketika. Apa? Kenapa anak itu bisa tahu namanya? Lian Jie kan bukan orang tersohor yang namanya bisa dengan mudah dikenal orang-orang. Apa sejak ia menjadi Exorcist, ia jadi dikenal orang-orang? Yah, menjadi seorang Exorcist memang berarti menjadi orang yang menyolok karena harus memakai seragam yang menjelaskan identitasnya.

Lalu, tak dinyana-nyana, pukulan keras kembali mendarat di ubun-ubun Lian Jie tanpa berhasil diblok dengan sempurna. Untung Lian Jie sempat merendahkan sedikit tubuhnya sambil mengangkat sebelah tangannya untuk melindunginya dari serangan dadakan itu. Meski itu hanya mengurangi sedikit dari rasa sakitnya.

"ADUH!! ADA APA SIH?!" kali ini Lian Jie tak bisa membendung kekesalannya.

Quote :
"Ngapain kamu di sini?!"

"Hah? Ngapain aku di sini? Apa nggak bisa lihat kalau aku Exorcist?" Lian Jie sebenarnya malas menjawab pertanyaan yang tak perlu mendapatkan jawaban itu. Dengan sekali lihat seharusnya dia tahu, kan, kalau Lian Jie adalah seorang Exorcist. Salib Black Order tersulam jelas dengan benang keperakan di dada kirinya.

"Daripada itu, kau kok bisa tahu namaku? Memangnya kau sia..." baru kali itu Lian Jie melihat keseluruhan penampilan staf muda itu. Waktu serasa diputar ulang dengan cepat ke masa lalu. Gadis kecil dengan rambut pendek dikepang dua dan berkacamata. Gadis yang sejak dulu selalu menemaninya di perpustakaan. Mereka sebelumnya memang telah bertemu pada 7 tahun yang lalu. Lian Jie mendengking kaget, "FU?!"
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime18th November 2009, 18:53

Ah, ternyata memang Dia...

Fuchsia tertegun. Tanpa sadarnya, wajahnya yang putih mendadak berubah menjadi merona. Untung saja keadaan ruangan ini tidak terlalu terang, sehingga gadis itu bisa berharap pemuda di hadapannya tidak melihatnya.

Menutupi rasa malunya, Dia berdehem kemudian berkacak pinggang, "Jadi, Tuan Lian Jie, sedang apa Anda di sini?!" Tanya gadis tersebut dengan beberapa suku kata yang sebenarnya lebih bermakna menyindir, mengingat tata bahasanya jauh berbeda dengan sikap gadis itu biasanya. Tapi, sebenarnya, kemungkinan besar Lian Jie mungkin cukup familiar, karena itu ada sedikit dari suara Fuchisa yang dulu, yang telah lama hilang.

"Jangan bilang kau jadi exorcist tetap di sini?!"

Ok, untuk hal yang itu Fuchsia tidak akan merubahnya. Dia akan tetap ketus.
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime19th November 2009, 12:18

Fu; hanya suku kata itu saja dari keseluruhan nama Fuchsia yang sejak dulu hanya bisa dieja dengan benar oleh Lian Jie. Lidah Asia yang lumayan kental yang dia miliki adalah faktor utamanya.

Melihat gelagat Fu, Lian Jie pun yakin dia memang Fu. Pipinya yang selalu merona setiap kali melihatnya, entah karena apa. Bukannya tak peduli, tapi bertanya tentang hal itu mungkin akan mengantarnya ke kuburan.

Sementara Fu berdehem, Lian Jie meluruskan jaket Exorcist-nya dengan satu sentakan oleh kedua tangannya. Jaket itu agak kotor oleh terpaan debu dari buku-buku yang berjatuhan itu, sehingga dia harus menepuknya beberapa kali.

Quote :
"Jadi, Tuan Lian Jie, sedang apa Anda di sini?!"
Aaah, memang Fu. Sejak dulu nada bicaranya tidak berubah sama sekali.
Quote :
"Jangan bilang kau jadi Exorcist tetap di sini?!"

"Tidak berubah, ya, kau ini?" gerutu Lian Jie, sebenarnya juga tidak bermaksud terdengar keras. "Suka bertanya yang sebetulnya tidak perlu dijawab." Lian Jie mendekatkan wajahnya sekilas untuk menunjukkan seringai ejekannya. Tentu saja, ditambah sedikit gerakan antisipasi terhadap timpukan buku Fu.

Lian Jie membungkuk untuk mengambil dua buku tebal di sisi kanan dan sisi kiri Fu sambil berujar, "Aku memang Exorcist, tapi bukan di sini. Aku cuma sedang menemani Jenderal-ku. Maaf, ya, aku Exorcist cabang Asia."

Sekarang dia sudah berbaik hati membawakan buku-buku itu. Dia sudah bersikeras akan menolak Fu membawanya sendiri, mengingat kejadian tadi yang hampir merenggut nyawa staf BO itu.

"Jadi, kau mau mengerjakan ini di mana?" Lian Jie menggoyang kedua buku itu dengan tangannya yang kuat.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime21st November 2009, 00:20

Quote :
"Tidak berubah, ya, kau ini?"

"Suka bertanya yang sebetulnya tidak perlu dijawab."

Ok, Fuchsia mulai merinding. Entah kenapa Dia merasa negatice thinking. Terutama, melihat cengiran dari Lian Jie itu.

Sial! Pasti ada apa-apanya?! Batinnya curiga. Dan benar saja, kata-kata Lian Jie berikutnya sanggup membuat Fuchsia shock.

Quote :
"Aku memang Exorcist, tapi bukan di sini. Aku cuma sedang menemani Jenderal-ku. Maaf, ya, aku Exorcist cabang Asia."

Jujur saja, di sisi lain, Fuchsia memang lega karena walaupun exorcist, Lian Jie berasal dari Asia, Dia hanya berada di sini sementara. Tapi di sisi lain, Fuchsia juga kecewa. Ah, untuk yang kedua, Fuchsia mati-matian menolak. Buat apa kecewa?! Bagus 'kan Dia nggak perlu di sini terus?! Nggak bakal makan ati tiap hari!

Spontan gadis itu bergeleng dengan cepat, menepis semua pikirannya yang menunjukkan kesan kecewa. Dan dilihatnya, Lian Jie sudah membawa buku-buku yang dibutuhnya Fuchsia.

"Hey, itu 'kan bukuku!" Kata Fuchsia cemberut. Yah, kosakatanya memang sebenarnya salah. Orang punya perpustakaan, kok. Tapi 'kan tetap saja sedang Fuchsia pakai. Jadi untuk saat ini jadi milik Fuchsia toh? Gadis cilik kini malah sudah bersiap-siap untuk timpukan ke-3nya. Entah kenapa gadis itu memang sama sekali nggak punya perasaan kalau nimpuk orang.

Quote :
"Jadi, kau mau mengerjakan ini di mana?

Fuchsia melongo. Oh, dibantu toh?

Kedua manik cokelatnya mengerjap beberapa kali melihat sosok di hadapannya. Wah, jarang sekali Lian Jie mau membantu seperti itu...

Ah, nggak boleh terlena!

Wajah Fuchsia yang tadi perlahan melembut, kini kembali ketus. Dengan setengah berlari, Dia menyusul Lian Jie, berusaha mengambil buku-bukunya kembali, "Memangnya apa urusanmu dengan tempat kerjaku?! Kembalikan bukuku!!"
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime21st November 2009, 12:16

"HAAAATTSSYYYIIIIIIII!" Lian Jie bersin keras sekali ketika debu dari kedua buku di tangannya menggelitik hidungnya, bekerja sama dengan hawa dingin.

Ah, masa di hari pertamanya dipanggil misi dia sudah kena flu sih? Dalam hati ia jengkel bukan kepalang. Sekarang ini pasti jenderalnya sedang asyik minum teh dengan Chief di ruang yang hangat, sementara dia berkeliaran di dalam perpustakaan yang dingin ini. Astaga, tak adakah penghangat di sini? Badannya sudah menggigil kedinginan.

Didengarnya suara langkah kecil yang semakin cepat mendekatinya dari arah punggungnya.
Quote :
"Memangnya apa urusanmu dengan tempat kerjaku?! Kembalikan bukuku!!"
"Ups!" Lian Jie bereaksi menghindar secara otomatis sambil menyembunyikan buku-buku Fu. Selama sepersekian detik, dia sempat mengira dia akan diserang. Mental Exorcist-nya berkembang begitu pesat sehingga ia bisa mengira siapapun yang menyerangnya dari belakang adalah musuh. Ketika ia sadar bahwa yang berdiri di sana adalah Fuchsia, Lian Jie mengedip lega.

Dia mengamati kekeraskepalaan yang terpancar di mata Fuchsia, lalu menumpuk kedua buku di tangannya itu ke pelukan Fuchsia, "Kalau begitu, silakan."

Nada bicaranya dingin, tapi tidak keras dan tak terkesan kesal. Memang begitulah karakter Lian Jie, mungkin sama dengan karakter Fu. Lalu dia berjalan mendahului dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celananya.

Dingin!!

Dia berhenti sejenak untuk menoleh pada sebuah buku di antara deretan buku di rak di kanan lengannya. Buku tentang Ilmu Kedokteran, terutama tentang paru-paru. Jemarinya tak sadar merayapinya. Alih-alih mengambilnya, Lian Jie akhirnya meraih sebuah buku dari deret bawahnya. Buku tentang Luar Angkasa.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime8th December 2009, 22:19

Dengan cepat Lian Jie sudah menyembunyikan buku-buku Fuchsia. Jelas saja gadis itu merengut kesal, "Maumu apa, sih?! Balikin nggak?!" Jertinya dengan nada ketus. Namun tak disangka, dengan cepat mendadak kawan lamanya itu meletakkan kedua buku yang dibutuhkan Fuchsia di atas buku yang dibawa gadis itu.

Quote :
"Kalau begitu, silakan."

Maunya anak ini apa, sih??!! Batinnya sebal. Sejak dulu Fuchsia tidak pernah mengerti jalan pikiran pemuda yang satu ini. Mudah sekali berubah-ubah. Jangankan sehari, sedetikpun jadi. Sampai-sampai Fuchsia bingung sendiri bagaimana jika berhadapan dengannya.

Dengan langkah tegas dan masih menunjukkan ketidak ramahan, Fuchsia langsung menuju mejanya sendiri. Tidak memperdulikan kawannya itu. Sekarang waktunya kerja, ok?

Tapi... Belum apa-apa, lengkukan garis-garis bagai kode itu membuat Fuchsia hampir pingsan karena bingung. Berkali-kali jemarinya menunjuk setiap huruf dalam kamus, menyesuaikan dengan dokumen yang ada. Heran, deh, kenapa nggak nggak pakai bahasa Inggris aja, sih? Kan lebih mudah!

Kalau begitu, apa gunanya penerjemah?

"..."




Dara bersurai cokelat mahoni itu menghela nafas panjang. Merasa sudah cukup lama melihat setiap inchi garis dan beberapa kata yang membingungkan itu, Dia merenggangkan tubuhnya. Bersender untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sebenarnya kalau diakui, Dia baru bekerja selama 15 menit. Fuchsia bukan mau lari dari pekerjaan, lho. Harap catat itu! Dia adalah gadis yang akan berusaha keras mempelajari suatu bahasa selama memang dibutuhkan dan penasaran. Fuchsia hanya capek, kok. Mau istirahat sebentar saja, kok!

Kedua iris cokelatnya melihat ke arah sosok lain yang tak jauh darinya. Siapa lagi kalau bukan Lian Jie? Pemuda itu nampak asyik berkutat dengan buku. Tidak berubah. Dan Fuchsia juga ingin melakukan hal yang sama.

"Lian Jie," Panggilnya.

Suasana hening. Hanya terdengar beberapa bunyi pelan, milik alam.

"LIAN JIE!!!" Jertinya sebal. Emang suara Fuchsia tadi kurang keras, yah? Ya, sudahlah. Masa bodoh. Yang penting sekarang yang dipanggil mau memperhatikannya. Entah bagaimana ekspresinya, memang Fuchsia peduli?

Membetulkan posisi duduknya. Menompangkan dagu pada tangannya yang berada di atas paha, dengan mata sayu, Fuchsia bertanya, "Aku jadi penasaran, bagaimana kehidupanmu sebelum ini, huh? Aku sama sekali tidak melihat perubahan dirimu. Tetap saja... menyebalkan,"

Pembukaan topik yang sangat 'manis'. Tidak menyadari bagaimana seluk beluk kawan lamanya tersebut. Sebab jujur saja, Fuchsia tidak menemukan barang sejengkalpun perbedaan Lian Jie yang dulu maupun sekarang. Masih tetap marah-marah karena timpukannya (tentu saja) dan dingin.

Tapi kau suka 'kan?


Shut up...


Last edited by Fuchsia Scarlet on 8th December 2009, 22:30; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime8th December 2009, 22:27

Mendengar teriakan super keras memanggil namanya, Lian Jie mengorek telinganya dengan kelingking kirinya. Sesaat ada dengungan kecil menggema di sana.

"Aku dengar kok," Lian Jie menyandarkan bahunya ke rak buku dan membuka-buka buku tentang luar angkasa itu. Buku itu ternyata bilingual: bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Yah, mau bahasa yang manapun, Lian Jie mamahami semuanya dengan sempurna.

"Aku jadi penasaran, bagaimana kehidupanmu sebelum ini, huh? Aku sama sekali tidak melihat perubahan dirimu. Tetap saja... menyebalkan,"

Lian Jie mengerutkan kening, memandang gadis itu di meja kerjanya. "Kehidupanku sebelum ini? Maksudnya? Memangnya dulu aku ngapain? Bukannya kamu yang menyebalkan? Sepertinya tiap menit kau melempariku buku."

Oh ya, pembukaan yang benar-benar bagus.

"Bagaimana bibimu? Masih di perpustakaan yang dulu?" tanya Lian Jie, membalik halaman buku yang menceritakan tentang bulan.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime13th December 2009, 22:25

Quote :
"Kehidupanku sebelum ini? Maksudnya? Memangnya dulu aku ngapain? Bukannya kamu yang menyebalkan? Sepertinya tiap menit kau melempariku buku."

Tanpa sadar, Fuchsia mendengus pelan, kedua pipinya menggembung dan kedua alisnya bertaut membentu kurva naik. Tanpa bahwa lagi-lagi gadis cilik itu ngambek.

"Tentu saja Aku akan melemparimu buku kalau selalu bersikap menyebalkan di hadapanku, tau?!" Ujar Fuchsia untuk membela diri, merasa tidak bersalah atas perlakuannya selama ini. Selama memang dara mungil itu menggap benar, maka memang harus benar. Fuchsia nggak mau disalahkan!

Quote :
"Bagaimana bibimu? Masih di perpustakaan yang dulu?"

Kedua manik cokelat milik sang dara bibliomania tersebut langsung menatap ke arah Lian Jie. Sekali lagi Dia membantin. Tumben tanya-tanya?

Awalnya Fuchsia mengeriyit heran. Tapi melihat tabiat Lian Jie yang dingin bin super cuek, toh gadis itu akhirnya mengambil kesimpulan kalau itu hanya basa basi saja. Kini tubuhnya kembali menghadap meja. Mengenyampingkan masalah bahasa mandarin yang membuat kepala pecah dan mencoba menerjemahkan yang lainnya seraya menjawab, "Iya, masih..."





... Semoga saja







"Possiedi? Come sono i tuoi genitori, Lian Jie? Ancora in giro per il mondo??" Matanya masih menatap lurus ke arah dokumen dengan pena yang bergerak dengan cepat. Namun dua detik kemudian Dia berhenti bergerak.

Damn Fuchsia baru sadar. Gara-gara dokumennya membentuk struktur bahasa Italia, Dia jadi bertanya dalam bahasa negeri pasta itu.




Kebiasaan buruk yang tak pernah hilang.





Tapi, yang Fuchsia tau, Lian Jie sendiri juga sering berkeliling dunia bukan? Harusnya pemuda itu tak akan kesulitan mengartikan pertanyaan Fuchsia yang kalimatnya cenderung sederhana itu.

Ya, sudahlah...

Dan pandangannya mulai fokus lagi menuju pekerjaannya.



_______________________________________________________________



Spoiler:
 


Last edited by Fuchsia Scarlet on 18th December 2009, 06:37; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime13th December 2009, 23:02

"Tentu saja Aku akan melemparimu buku kalau selalu bersikap menyebalkan di hadapanku, tau?!"
Lian Jie menyipitkan matanya, sebal, tapi dia diam saja. Yah, memang begitulah Fuchsia. Mungkin saja dia akan selalu begitu. Entahlah.

Kemudian untuk jawaban dari pertanyaan basa-basi Li Lian Jie,
"Iya, masih..."
Lian Jie sendiri tidak begitu memperhatikannya. Matanya asyik menelusuri halaman-halaman buku bertema astronomi di tangannya itu. Buku yang menarik, lebih menarik dari gumaman Fu barusan.

Kemudian muncullah balasan dari basa-basinya, yang mungkin juga basa-basi. (?)
"Possiedi? Come sono i tuoi genitori, Lian Jie? Ancora in giro per il mondo??"
Kali ini dia mengangkat wajahnya dari buku di tangannya itu untuk memandang cewek kecil di balik meja itu dengan wajah sebal. Yah, dia memang pernah menjelajah berbagai macam negara, tapi ia tak pernah mendengar bahasa itu. Entah dipakai di negara mana bahasa itu.

"Ngomong pakai bahasa Inggris atau Mandarin!" gerutu Lian Jie.


----------------
OOT:
Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime13th December 2009, 23:46

Quote :
"Ngomong pakai bahasa Inggris atau Mandarin!"

"Co—"




Apa tadi Lian Jie bilang?

Jadiii... Lian Jie Tidak bisa bahasa Italia?




"—Sa...?" Ok, Fuchsia berhenti berbicara menggunakan bahasa Italia, berhenti bekerja. Kini kedua bola matanya memandang Lian Jie tidak percaya. Inilah yang selalu membuat Fuchsia tidak bisa tidak betah bila bersama pemuda itu walau sering bertengkar, ada saja hal ajaib yang diketauinya. Ingin rasanya Fuchsia tertawa mengetahui kenyataan ini, namun yeah... tidak. Dia sekarang sudah punya gengsi, kawan. Hanya senyuman jahil menghiasi wajahnya, "Jadii... Tuan Lian Jie ini belum pernah mengunjungi Italia, huh?" Sindirnya.

Posisinya kembali menghadap ke arah kawannya tersebut. Kalau masih berbicara sambil kerja, bisa-bisa Lian Jie tewas di tempat mendengar Fuchsia berbicara dengan bahasa yang cenderung abnormal di telinga.

"Jadi Lian Jie..." Ujar gadis itu mengawali kata-katanya, "Tadi aku tanya, bagaimana tentang orang tuamu? Masih berkeliling dunia?"

Senyum tipis masih terukir di wajahnya. Tidak menyadari resiko yang Dia timbulkan akibat ucapannya itu.


Last edited by Fuchsia Scarlet on 24th December 2009, 19:48; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime14th December 2009, 00:07

"Jadii... Tuan Lian Jie ini belum pernah mengunjungi Italia, huh?"
Sadar betul dia mendengar sebuah sindiran, Lian Jie menutup buku di tangannya dengan keras sampai menimbulkan suara debaman yang menggema. Dia menghembuskan nafas panjang untuk menenangkan emosi, kemudian dia melemparkan senyum manis dengan menambahkan aura balas dendam yang pekat di baliknya, "Atau apakah Fu ini sudah sering berada di Italia sampai-sampai lupa bahasa Inggris? Wah, berita bagus nih."

Lian Jie sudah bersiap-siap kalau nanti dia mendapat timpukan ranjau. Tapi dia senang bisa membalas sindiran dengan sindiran. Nah, memang hubungan di antara mereka dari dulu memang begitu?

"Tadi aku tanya, bagaimana tentang orang tuamu? Masih berkeliling dunia?"
Senyum tipis tersungging di bibir dara muda itu. Betapa polosnya dia, tak mengetahui apa-apa.

Sunyi.

Tak ada jawaban selama beberapa menit ke depan. Bukannya Lian Jie sibuk dengan bukunya yang sekarang setengah terbuka, bukannya Lian Jie melamun walau pandangannya kosong ke arah rak buku di belakang Fu. Pemuda itu hanya tidak menemukan kata-kata.

Kemudian bola mata cokelatnya berputar ke arah lain, menelusuri buku-buku dan kembali ke buku di tangannya.

"Mereka sudah meninggal," jawabnya, tenang.

Apa ini? Kenapa dia bisa mengeluarkan nada bicara setenang ini? Tidakkah ia merasa sakit sementara jantungnya berdegup kencang menggedor-gedor dadanya? Lian Jie menderita, tapi dia tak memiliki emosi untuk menunjukkannya. Aneh, padahal dulu ia memiliki emosi yang bervariasi mewarnai kehidupannya, Tapi sekarang, dia telah kehilangan semuanya.


----------------
OOT:
Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime24th December 2009, 20:01

Quote :
"Atau apakah Fu ini sudah sering berada di Italia sampai-sampai lupa bahasa Inggris? Wah, berita bagus nih."

Balas Lian Jie, tak kalah menusuknya. Apakah Fuchsia cemberut begitu saja? Liat baik-baik, kalau tangannya sudah mulai memegang buku, itu artinya Dia sudah kehabisan kata-kata dan kesal. Tapi, melihat senyum yang jarang muncul di wajah sang dara cilik tersebut, sepertinya Dia belum kehabisan kata-kata, "Hey, kalau Aku sampai lupa basa Inggris, lalu yang Kau dengar saat ini Aku bicara menggunakan bahasa apa? Bahasa alien?"

Entah apa lagi yang bisa Fuchsia katakan melihat cara senyumnya yang menunjukkan kesan amat sangat berbeda jauh dari biasanya. Mungkin orang yang melihat akan merasa berada di alam mimpi karena hal seperti ini nyaris tidak pernah terjadi. Serasa kembali pada dunia yang sesungguhnya, dunia anak-anak

Andaikan bisa begini terus. Sayangnya... tidak


Quote :
"Mereka sudah meninggal,"

"Apa tadi kau bilang?" Senyum Fuchsia seketika itu pudar. Menunjukkan ekspresi kaget. Bukankah hal ini wajar terjadi?

Jujur saja, Fuchsia sudah maklum mendengar kisah-kisah para exorcist sebelum bekerja di sini. Kebanyakan sudah yatim atau piatu atau bahkan keduanya. Tapi ini berbeda! Andaikan Lian Jie hanya exorcist numpang lewat depan Fuchsia, sih, bisa dianggap biasa. Tapi ini teman Fuchsia sendiri. Walau tidak begitu kenal baik, Fuchsia tau kalau orang tua pemuda itu sangat baik (walau sibuk luar biasa). Dan rasanya sayang sekali mengetahui keduanya telah tiada.

"Tadi itu, tadi itu... bercanda 'kan? Atau mungkin... Aku salah dengar?" Kata Fuchsia masih antara percaya tidak percaya. Dia masih tetap di tempatnya, menjaga jarang pada kawannya tersebut.
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime24th December 2009, 22:15

"Hey, kalau Aku sampai lupa basa Inggris, lalu yang Kau dengar saat ini Aku bicara menggunakan bahasa apa? Bahasa alien?"

Oh, rupanya gadis kecil itu masih bisa membalas kata-kata Lian Jie, yang berarti Lian Jie masih dianugerahi keselamatan dari serangan buku. Dan wow, Fu memberikan senyumnya sebagai bonus!

Namun Lian Jie hanya mengangkat bahunya dan berpaling. Dia mengambil satu rak buku yang terdekat dengannya dan menggunakannya sebagai sandaran punggungnya.

"Apa tadi kau bilang?"

Lian Jie mengabaikannya. Memang, Lian Jie sudah menduga Fu akan mengeluarkan kata-kata itu sebagai reaksi baliknya atas jawabannya tadi. Namun Lian Jie lebih tertarik pada teori-teori aneh dan pendapat-pendapat lugu para ilmuwan tentang angkasa luar yang belum pernah mereka jelajahi.

"Tadi itu, tadi itu... bercanda 'kan? Atau mungkin... Aku salah dengar?"

Ternyata dia ngotot. Lian Jie membalik halaman bukunya dan menjawab dengan nada ganjil yang tak seharusnya dia berikan pada kalimat yang dia ucapkan, "Aku tidak bercanda dan kau tidak salah dengar. Mereka sudah meninggal."

Lian Jie tidak menunjukkan rasa sedih, tidak pula penyesalan. Dia mengucapkannya dengan nada datar-datar saja seolah mengucapkan 'aku baru saja makan'.

"Memangnya kenapa? Bukannya Exorcist yatim piatu itu wajar-wajar saja?"
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime12th January 2010, 20:20

Quote :
"Aku tidak bercanda dan kau tidak salah dengar. Mereka sudah meninggal."

Boleh Fuchsia timpuk anak ini sekali lagi?!


Entahlah bagaimana dara cilik itu kelihatan sangat kesal mendengarnya. Ah, tidak mudah ditemukan asalnya. Sulut apinya sudah pasti nada suara itu. Fuchsia sendiri memang tipe gadis yang selalu berbicara dengan nada datar dan telinganya juga sudah kebal dengan hal semacam itu. Tapi kalo topiknya seperti ini, jelas Dia snagat sensitif.

Egois, huh? Siapa peduli?!


Quote :
"Memangnya kenapa? Bukannya Exorcist yatim piatu itu wajar-wajar saja?"

Boleh Fuchsia bunuh anak ini sekarang juga?!


Wajar? Fuchsia akui itu MEMANG SANGAT WAJAR. Fuchsia sudah sering mendengar kisah para exorcist untuk masalah yang satu ini, sampai bosan mendengarnya. Tapi Fuchsia masih menghargai, Tuan! Minimal mereka masih ada perasaan terhadapat sosok yang membuat mereka semua ada yang hidup seperti saat ini. Dan untuk pertama kalinya Fuchsia ingin mencincang seorang exorcist seperti ini dan karena hal macam ini.

Diambilnya sebuah buku yang jauh lebih tebal daripada kamus bahasa mandari tadi. Berdiri dari bangkunya yang nyaman, kemudian berjalan dengan langkah yang sangat tegas -sebut saja amat sangat keras sampai mengganggu telinga.

Satu lemparan dengan seluruh tenaga mengarah pada kawan masa kecilnya tersebut, "Untuk kali ini, tolong bicara sambil menatap mata lawan bicara, Tuan?!" Ucap Fuchsia. Kosakatanya mungkin diperlembut, tapi nyatanya nada bicara Fuchsia jelas jauh lebih kasar. Meluapkan emosi yang sejujurnya tak seharusnya ada.

Fuchsia sendiri juga tidak mengerti alasan kenapa bisa sampai seperti itu. Tapi yang pasti saat ini dia memang ingin marah. Tidak ada alasan lain dan jangan protes karena hal itu ya, sodara-sodara?

"Kenapa.BISA.TERJADI???!!!"


Last edited by Fuchsia Scarlet on 13th January 2010, 21:23; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime13th January 2010, 08:59

Li Lian Jie sadar betul caranya bicara itu salah total. Tapi mau bagaimana lagi? Bocah itu sendiri tidak tahu. Dia tak ingin menunjukkan rasa sedihnya karena ia tak suka orang bersimpati padanya. Dia sudah bosan dengan tepukan di puncak kepalanya yang diberikan oleh gurunya setiap kali ia tak bisa berekspresi dengan benar. Hanya inilah satu-satunya yang terlontar dengan spontan tanpa sempat dipikirnya, muncul begitu saja seperti terdorong oleh nalurinya.

Untuk yang kesekian kalinya, Lian Jie melihat Fuchsia menenteng sebuah buku yang siap dilemparkan padanya, tapi kali ini berbeda. Bukunya lebih tebal dari yang selama ini dia gunakan untuk melemparnya.

Tulang belikat Lian Jie berkedut. Innocence-nya sekonyong-konyong bergairah untuk diaktifkan. Tapi apakah ia sungguh-sungguh akan menggunakan Innocence-nya kepada Fuchsia? Gadis kecil itu adalah sahabatnya sejak kecil yang telah cukup lama menghabiskan waktu bersamanya. Bahkan, satu-satunya orang yang pernah akrab dengannya. Untuk alasan itulah, Lian Jie mendesak Innocence-nya agar tenang kembali.

Dan sebagai akibatnya, dia harus membayarnya dengan rasa sakit di tangannya ketika dia menangkis lemparan buku itu. Suara debaman si buku ketika menghantam laintai perpustakaan yang hening itu tak diindahkan oleh Lian Jie.

"Untuk kali ini, tolong bicara sambil menatap mata lawan bicara, Tuan?!"

Sesuai permintaan Anda, Nona.

Bersamaan dengan langkah Fuchsia yang semakin mendekati dirinya, Li Lian Jie meninggalkan tempatnya berdiri tadi dan berdiri menghadapinya. Tatapannya menantang, menunduk sedikit agar ia bisa menatap lurus gadis kecil itu.

Kau lihat? Aku yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Tentunya kau tidak asing dengan mata ini, bukan? Semua Exorcist memiliki tatapan yang sama, kalau kau memperhatikan.


"Kenapa.BISA.TERJADI???!!!"

Lengkingan itu dulu sering didengar oleh Lian Jie. Waktu sudah berlalu begitu lama, Lian Jie harus membiasakan diri sekali lagi. Telinganya berdengung, tapi dia mengabaikannya. Ada yang lebih ingin dilakukannya daripada menutup telinganya.

"TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGANMU, KAN?!" bentak Lian Jie tak kalah kerasnya. Nafasnya sampai memburu, dia sudah gagal menahan emosinya.

Kenapa, ya, kalau berhadapan dengan anak satu ini bawaannya marah melulu?

"BERHENTI MEMIKIRKAN URUSAN ORANG LAIN DAN URUSI SAJA URUSANMU! KAU PUNYA BANYAK KERJAAN, KAN?! MEMANGNYA KAU PUNYA WAKTU UNTUK MENGURUSIKU?"

Kalau Anda sangat suka menghancurkan perpustakaan bersama Li Lian Jie, maka balaslah amarahnya.

Lian Jie menghembuskan nafas panjang. Baiklah, dia mengakui bahwa bentakannya kali ini keterlaluan. Namun itu dilakukannya semata-mata untuk menjauhkan Fuchsia dari keterlibatannya dengan dirinya yang sekarang. Anak laki-laki itu tak ingin sejarahnya diketahui sahabatnya. Dia bertekad untuk menyimpan semuanya dalam dirinya sendiri.

Kumohon, Fu, jangan bertanya lebih lanjut...





(OOC: Timpuk!!)


Last edited by Li Lian Jie on 19th January 2010, 13:36; edited 2 times in total (Reason for editing : salah baca + lupa tadi mau nulis apa *digoreng*)
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime18th January 2010, 20:38

Lian Jie menuruti kata-kata Fuchsia, menatap iris sang gadis. Dara bersurai cokelat eboni itu bisa melihat seberapa besar perubahan dalam diri Lian Jie, termasuk sorot matanya. Jujur saja, Fuchsia merasa hampir seluruh hal dalam diri rival abadinya itu berubah, walau bukan berarti semuanya. Namun Fuchsia tetap meneguhkan niat, melihat kedalaman mata Lian Jie. Setidaknya Dia berusaha untuk tidak gentar.

Quote :
"TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGANMU, KAN?!"

DEG!!!

Sontak Fuchsia kaget, melihat Lian Jie dengan kedua alis terpaut. Secara tidak sadar menunjukkan ekspresi wajah takut karena mendengar suara Lian Jie yang jauh lebih membahana daripada dirinya.

Bukan keinginan Fuchsia menunjukkan wajah seperti itu! Bahkan sesungguhnya sampai matipun Dia tidak akan pernah menunjukkan jika sadar. Hanya saja, sudah lama tidak ada lawan bertarung seperti ini. Kebanyakan orang-orang jauh lebih memilih tidak berurusan dengan Fuchsia atau bersikap ramah agar gadis itu tidak jutek. Kalaupun ada, tidak akan separah sang disclple muda ini.

Yeah, Lian Jie adalah orang pertama yang sanggup mengahadapi Fuchsia dengan emosi. Dan selama bertahun-tahun tidak mendengar sentakannya, butuh waktu agar Fuchsia kembali tebiasa.

"Kau—"

Quote :
"BERHENTI MEMIKIRKAN URUSAN ORANG LAIN DAN URUSI SAJA URUSANMU! KAU PUNYA BANYAK KERJAAN, KAN?! MEMANGNYA KAU PUNYA WAKTU UNTUK MENGURUSIKU?"

DEG!! DEG!!

Detak jantung Fuchsia kembali berdetak keras. Rasanya dada ini sakit sangking kerasnya. Rasa perih itu semakin tersirat jelas di wajahnya yang tertutupi lensa. Fuchsia menunduk, tubuhnya gemetar hebat. Dia ingin menutupi reaksi bodoh ini. Tangannya menjulur ke arah buku tebal yang jatuh tadi, sempat memeluknya erat.

"Aku juga tidak bermaksud mengurusi urusanmu, kok. Kurang kerjaan tau!" Kata Fuchsia dengan suara bergetar. Namun dara itu berusaha untuk tetap tegar. Mana mau Dia terlihat lemah di depan Lian Jie? Aib itu namanya!

"Aku hanya ingin tau kenapa hal itu bisa terjadi. Apa itu salah?" Lanjutnya. Kemudian, iris cokelatnya menatap pemuda itu dengan tajam, "KALAU KAU TIDAK INGIN AKU IKUT CAMPUR URUSANMU, HARUSNYA KAU TAK PERLU JUGA IKUT CAMPUR URUSANKU! HARUSNYA KAU DARI TADI BIARKAN AKU! NGGAK USAH NOLONG, BERLAGAK SOK PAHLAWAN! BIARKAN SAJA KITA TIDAK SALING KENAL LAGI SATU SAMA LAIN SAMPAI KAU PERGI DARI SINI!!!"

Lagi-lagi satu lempar di arahkan pada pemuda itu dengan sekuat tenaga dan penuh amarah, "DASAR LIAN JIE BODOH!!!"

Seluruh emosinya langsung keluar. Bahkan sampai-sampai gadis itu terengah-engah kecapekan. Dia masih menatap Lian Jie, menunjukkan bahwa Dia tidak takut dan tidak akan pernah takut padanya. Walau sesungguhnya hatinya sakit dan gentar.

"Kau ini memang benar-benar... bodoh..." Ulang Fuchsia dengan nada lirih.
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime18th January 2010, 21:14

Bentakannya rupanya cukup keras untuk gadis kecil di depannya itu. Yah, Lian Jie juga sama kecilnya dengannya, dia tidak tahu bagaimana seharusnya menanggapi. Fuchsia tampanya gentar menerima tatapan matanya, terbaca dari gerak mata gadis yang dulu adalah sahabatnya itu.

Dulu? Apakah sekarang Lian Jie tidak bersahabat dengannya?

Jujur, Lian Jie tidak tahu bagaimana menjawabnya. Dia bukan anak laki-laki yang sama seperti yang Fuchsia temui dulu. Dia kini telah menyandang sebuah salib perak di dadanya yang beratnya tak bisa dibandingkan dengan berat benang-benang halus yang menyulamnya.

Hubungan persahabatan itu sebenarnya apa?

Tatapan matanya melunak seketika. Dia membuang muka. Exorcist itu sadar betul dia sudah kelewatan.

"Aku hanya ingin tau kenapa hal itu bisa terjadi. Apa itu salah?"

Ada getaran dalam suaranya. Lian Jie mencelos dan langsung salah tingkah. Dia menggaruk belakang kepalanya, merengut. Tapi ada rona merah samar-samar mewarnai pipinya.

Kemudian Fu meninggikan suaranya,
"KALAU KAU TIDAK INGIN AKU IKUT CAMPUR URUSANMU, HARUSNYA KAU TAK PERLU JUGA IKUT CAMPUR URUSANKU! HARUSNYA KAU DARI TADI BIARKAN AKU! NGGAK USAH NOLONG, BERLAGAK SOK PAHLAWAN! BIARKAN SAJA KITA TIDAK SALING KENAL LAGI SATU SAMA LAIN SAMPAI KAU PERGI DARI SINI!!!"

Hng, kok jadi begini ceritanya?


Hei Nona, apa kau pikir Lian Jie juga mengharapkan hal seperti ini? Bocah itu sendiri juga tidak menyangka dia bisa terbakar emosi dan kini justru kebingungan menghadapi seorang gadis yang seperti akan menangis.

Belum sempat dia melakukan bantahan, sebuah timpukan buku luar biasa dahsyat mengenai ubun-ubunnya.

"DASAR LIAN JIE BODOH!!!"

Ya, mungkin dia memang bodoh.

Hantaman itu tak bisa ditangkis oleh Lian Jie meskipun dia sudah dilatih dengan baik oleh jenderalnya, Lim Jeong Hu. Bukannya kalah gesit dengan luncuran buku maupun tangan Fuchsia, Lian Jie hanya tidak mampu mengalahkan tekanan mental yang disebabkan oleh racauan sahabat kecilnya itu.

"Kau ini memang benar-benar... bodoh..."

Terduduk dengan keras, kepalanya berdenyut hebat. Lian Jie menunduk memandangi bayangannya di lantai. Kedua tangannya menyangga badannya. Dia hanya terdiam selama beberapa saat, hingga pada akhirnya dia membuka mulutnya dan berkata dengan nada yang sama lirihnya dengan yang dilontarkan staf Black Order Pusat itu.

"Ibuku dan ayahku..." lidahnya kelu, tenggorokannya kering, jantungnya mendentum-dentum di dadanya seolah ingin melompat keluar, "... juga Kun Ming... malam itu...

lenyap."


Keheningan menggelayuti.

"Aku satu-satunya yang selamat."


Lian Jie tidak bisa memandang Fuchsia. Aah, dia sudah membuka sisi lemah dirinya. Seorang anak laki-laki yang manja dan hanya bisa meratap.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

Fuchsia Scarlet

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime18th January 2010, 22:40

Matanya masih menunjukkan ketajaman walaupun tenaga sudah habis terkuras. Padahal seharusnya ruangan ingin cukup dingin, namun Fuchsia malah berkeringat. Dia lelah, secara fisik maupun mental.

Kini pemuda di hadapannya terduduk keras, seakan juga telah kehabisan tenaga, bahkan menunduk. Di detik itu juga Fuchsia baru sadar apa yang baru dilakoninya tadi.

Apa yang...

Quote :
"Ibuku dan ayahku... juga Kun Ming... malam itu..."

Fuchsia tersentak kaget mendengar suara Lian Jie yang lirih, memecah kesunyian yang sempat terjadi dalam beberapa detik.

Fuchsia baru menyadari dari sikap Lian Jie yang sekarang, yang jauh berbeda dengan tadi. Sosok yang sebelumnya nampak angkuh dan tak peduli, kini berubah menjadi memang tak sanggup untuk mengatakan apapun. Salahkah Fuchsia?

Gadis itu mulai ikut duduk. Namun Dia melakukannya lebih pelan dan dapat menata agar dirinya tidak terlalu kesakitan. Manik cokelatnya memandang wajah pemuda itu. Tidak, Fuchsia tidak dapat melihatnya. Seperti ada sesuatu yang 'kosong, entah apa itu.

Tangan kanan Fuchsia sempat terjulur, menyentuh surai hitam pekat milik pemuda oriental tersebut. Namun tak urung Dia mengembalikan posisi tangannya seperti semula.

"Seberat itu 'kah?" Tanya Fuchsia kemudian. Ya, Dia mengerti, bagaimana beratnya mengakui kehilangan sosok 2 orang yang harusnya mengapit dirinya. Dan dengan bodohnya Dia tidak sadar bahwa kemungkinan besar Lian Jie-pun juga merasa begitu. Walau Dia masih tak habis pikir, kenapa harus menutupi dengan berbicara sedatar itu.

"Aku... tidak tau... maaf..." Kata dara itu lagi, terbata-bata. Irisnya tak berani memantulkan bayangan Lian Jie. Takut jika ternyata pemuda itu berganti jauh lebih marah lagi padanya.
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

Li Lian Jie

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime18th January 2010, 23:05

Tidak bisa bergerak. Rasanya ia telah dibekukan oleh dinginnya udara ruang Perpustakaan Black Order Pusat. Tapi Lian Jie tahu betul, bukan itu penyebabnya tetap bergeming. Ada sesuatu di dalam nadi-nadinya yang memblokirnya dari segala perintah otaknya.

Dia ingin bisa kembali menatap Fu, gadis di hadapannya yang tampaknya menaruh simpati padanya dengan duduk di hadapannya. Tidak, dia tak ingin membuat gadis itu ikut merasakan apa yang dirasakannya. Tapi pemuda itu hanya bisa menunduk dalam, merasakan sesuatu mulai membasahi pelupuk matanya yang memanas.

Bodoh! Masa kau mau menangis?

Lian Jie memejamkan matanya, berharap kelopak matanya mampu menyerap lagi genangan air matanya yang belum sempat jatuh itu. Dia tidak boleh berlagak lemah begini. Di dalam kepalanya, terbayang para rekan Exorcist seperti dirinya di Cabang Asia, yang tak pernah dilihatnya menangisi masa lalu. Masa dia harus bertingkah seperti anak-anak yang kehilangan balonnya sekarang?

"Seberat itu 'kah? Aku... tidak tau... maaf..."

Lian Jie menghirup udara banyak-banyak melalui hidungnya, menguatkan dirinya. "Kurang dari semalam, seluruh kota dihancurkan. Aku... orang tuaku menerima panggilan darurat. Aku ikut... aku menguasai sedikit ilmu pengobatan, setidaknya aku bisa bantu. Tapi, korbannya terlalu banyak... aku melihat banyak sekali yang mati di tanganku..."

Anak laki-laki itu mengangkat tangan kirinya dan membuka telapak tangannya. Dia hampir lupa, betapa tangan itu dulu pernah terlumuri oleh banyak sekali darah. Bau amisnya masih diingat jelas oleh hidungnya. Getaran jiwanya di masa lalu kembali dibangkitkan, hingga tanpa sadar dia kini ikut bergetar.

"... Seorang anak perempuan... meninggal sambil menangis memanggil ibunya," lanjut Lian Jie. Omongannya kini sudah di luar kendalinya. "Lalu, ada ledakan besar sekali... Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi... ketika aku sadar, Ibu dan Ayah ada di sekitarku dan... Ibu meninggal dan Ayah..." Lian Jie memejamkan matanya erat-erat, mengingat jelas senyuman pria tua itu dengan tubuhnya yang sudah tak bisa dikatakan utuh itu, "... dia minta maaf padaku..."

Fu, tolong...
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[AU]The Blossoming Ambrosia Empty
PostSubject: Re: [AU]The Blossoming Ambrosia   [AU]The Blossoming Ambrosia I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[AU]The Blossoming Ambrosia
Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Create a forum on Forumotion | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com