An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed

Go down 
Go to page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Vanya Muller

Vanya Muller

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime28th December 2009, 21:58

Spoiler:
 




Oh? Ternyata memang ada kartu yang bisa ditumpuk--

Alis segera beradu ketika tangan Abiel dengan cepat menumpuk satu kartu awal, mata biru gadis ini menangkap adanya celah. Dalam satu gerakan yang tidak kalah cepatnya, ia menyelipkan selembar kartu dari tangannya dan menyelesaikan tumpukan. Ah, hanya saja...

...mata biru menyipit lagi ketika pemuda yang ada di hadapannya menumpuk satu kartu tambahan. Total kartu yang ditumpuk Abiel Nathanieth? Dua kartu. Bagaimana dengan dirinya? Hanya satu...

...waktunya menajamkan konsentrasi, setidaknya itulah yang ada di pikiran Vanya sekarang.


Last edited by Vanya Muller on 28th December 2009, 22:06; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime28th December 2009, 21:58

The member 'Vanya Muller' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die2 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Abiel Nathanieth

Abiel Nathanieth

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime29th December 2009, 11:24

Spoiler:
 

Lalu berikutnya, apa lagi hmm?

Tangan cekatan Vanya otomatis memotong sekali lagi, menciptakan suatu kesempatan. Tak perlu dikatakan bahwa kali ini seorang Abiel sedang lengah atau bagaimana, keculi tak beruntung mungkin. Yah, boleh juga. Mengingat selama ini ia sendiri bisa dikatakan sebagai salah satu dari pemain yang bisa paling tidak memepeti kemampuan bermain gadis itu... Atau tidak. Entahlah, berdasar pengalamannya selama ini sih begitu.

[menggarukkan kepala]

Tapi nyatanya--berdasarkan pengalaman selama ini juga--satu kelengahan tak jarang memberikan hasil berupa jalan buntu.

Sadari kebenarannya barusan, ketika mendapati bahwa gadis itu berhasil merebut satu lagi giliran darinya, di kala Abiel sendiri yakin bisa mendapatkan paling tidak satu atau dua lagi kesempatannya. Memotong, satu kali. Cukup untuk membuat fokus pemuda itu hilang.

Dan baru terlambat untuk menyadari bahwa satu kali kehilangan konsentrasi saja mampu untuk membuat beberapa kali gilirannya hilang sekaligus. Berapa? Mungkin satu.

Atau mungkin juga dua...
Yang ketiga...


Last edited by Abiel Nathanieth on 29th December 2009, 11:33; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime29th December 2009, 11:24

The member 'Abiel Nathanieth' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die1 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die3
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Vanya Muller

Vanya Muller

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime29th December 2009, 15:28

Spoiler:
 




Slip, saudara sekalian.

Abiel Nathanieth, pemuda berambut pirang yang memiliki wajah cintanya ini slip! Tidak hanya satu kartu yang bisa ia tumpuk setelah Abiel menaruh bagiannya sekali. Lalu... ah, Vanya menyadari bagaimana wajah Abiel menunjukkan ekspresi... kaget? Ah, yang pasti, tangan gadis ini dengan cekatan juga menaruh satu kartu tambahan.

...

Ralat, tiga kartu tambahan. Total yang ia tumpuk dalam sekian detik ketika pria pemuda tersebut lengah adalah empat kartu.

Tangan gadis ini kembali menyabetkan beberapa lembar kartu, langsung ke tengah. Senyum merayapi wajahnya ketika tangan kanan gadis ini mengelus cangkulan--yang sekarang tidak ada sisa.

Senyum berubah menjadi cengiran, sementara tangan kanan menunjuk-nunjuk tiga lembar kartu yang ada di tangan kirinya.

'Masih bisa membalap, Abiel?'


Last edited by Vanya Muller on 29th December 2009, 15:45; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime29th December 2009, 15:28

The member 'Vanya Muller' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die3 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die1

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Abiel Nathanieth

Abiel Nathanieth

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime30th December 2009, 19:37

Spoiler:
 

Ia pikir, kalau selisihnya hanya begini, kesempatan untuk mengejar juga masih banyak.

Ia pikir, Vanya juga bisa jumawa akan keunggulannya saat ini sehingga lama-kelamaan itulah yang membuatnya lengah.

Ia pikir, tak ada yang tak mungkin kalau tak diusahakan.

Naif. Putra satu-satunya Nathanieth itu menopangkan jidatnya dengan lesu, bibirnya menyunggingkan senyum pasrah. Tak kala mendapati kartu cangkulannya bahkan masih cukup tebal, dan bisa dikatakan 3 kali lipat dari jumlah cangkulan sang rival--tak tepat untuk dikatakan demikian, seharusnya. Mengingat nol dikali apapun tetap saja akan menghasilkan nol?

Usahanya mungkin lebih dari seratus, tapi jika dikali variabel sama dengan nol... Hasilnya akan tetap saja nol.

Lalu berikutnya hanya membalas senyuman wanita itu, kendatipun si pemuda juga sama sekali tidak mengartikan senyuman itu sebagai pertanda baik... Vanya tidak pernah meremehkannya selama ini, jujur saja. Itu yang ada di benak seorang Abel sejak pertama kali mereka saling bertemu. Dan itu juga menandakannya sebagai suatu kelemahan, mengingat 'meremehkan' sendiri merupakan awal dari sebuah kelengahan--tollens: Vanya tidak pernah lengah.

Vanya sempurna, setidaknya dalam game begini.

Mungkin.

Ketukan di meja sekali lagi, menandakan agak tarikan kartu berikutnya segera dilakukan.

"Kuharap... Kau masih berminat untuk meneruskan yang sekarang."

Paling tidak sampai selesai. Begitu kan?


Last edited by Abiel Nathanieth on 30th December 2009, 20:13; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime30th December 2009, 19:37

The member 'Abiel Nathanieth' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die4 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die1
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Vanya Muller

Vanya Muller

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime3rd January 2010, 20:54

Poin Variabel Awal [IV] = 1(5 + 5) = 10




Alis kembali naik.

Ketika tangan gadis ini menepuk satu kartu langsung pada tumpukan yang di tengah--di bagian yang kanan--gadis ini sudah keburu mengharapkan agar Abiel menumpuk kartu, lagi. Kenyataannya, pria berambut pirang ini tidak melakukan apa yang ia harapkan.

Manik biru miliknya teralih pada kartu di tangan, lalu pada tumpukan, kemudian kembali pada kartu di tangan. Sebuah helaan napas panjang tanda kekecewaan, bahwa permainan kali ini menemukan satu lagi jalan buntu.

"Astaga... buntu, lagi?" Gadis berambut hitam ini mengeluh singkat, sebelum tangannya meraih satu lembar kartu dari dek pengganti. Alis kiri kembali naik; sudah empat kalikah mereka mengalami kebuntuan?

...

Yah, Vanya Muller tidak pernah membalik kartu tumpukan untuk memecahkan kebuntuan. Tidak pernah; garisbawahi kata-kata tersebut, karena itulah faktanya. Vanya Muller selalu menyelesaikan permainan sejenis Speed tanpa ronde tambahan.


Last edited by Vanya Muller on 3rd January 2010, 21:04; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime3rd January 2010, 20:54

The member 'Vanya Muller' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die1 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die5 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die5

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Abiel Nathanieth

Abiel Nathanieth

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime6th January 2010, 17:35

Spoiler:
 

"Ya."

Pemuda itu mengarahkan pandangannya, sekali lagi. Ke arah tumpukan kartu yang ada di atas meja, tertumpuk tak karuan. Ke arah 5 buah kartu yang ada di genggamannya, cangkulan berkali-kali yang kembali mentok setelah berulang-ulang kali kesempatan. Ke arah taun Hartmann, sekaligus melirik-lirik pandang apakah sang general di markas Timur Tengah itu sudah bosan dengan permainan kali ini.

Karena sejujurnya, Abiel saja mulai bosan.

Lagi, bosan. Hanya karena kali ini bukan ia yang jadi pihak dominannya.

Arrrgh--oke, hentikan kebiasaannya merajuk sekali lagi. Juga semua sifat kekanakan itu agar bisa dihentikan kembali begitu saja. Bukannya yang begini seperti gaya bermain anak-anak saja? Yang hanya suka bermain jika dia berhasil menang, yang langsung drop dan menangis hanya dengan sekali kekalahan? Abel tak mengelak, ia menyukai posisi sebagai pihak yang dominan--and everybody does. Dominan, pemegang kekuasaan. Kemenangan demi mendapatkan segenggam pride untuk menegakkan kembali pijakannya di atas dunia tempat bertumpu.

Ah, cukup.

Satu kartu cadangan dinaikkan kembali, mengikuti reaksi sang rival. Seharusnya selesai hanya dengan satu kali tarik. Dan pemuda itu berhenti lagi. Menunggu Vanya bergerak sekali lagi, lalu--apa? Menunggu wanita itu menyelesaikan sisa kartu di tangannya? Melihat jumlah kartu yang ada di tangan si pemuda keturunan Yunani itu, tentu saja kesempatan untuk membuka jalan masih terbuka lebar. Tapi tak selamanya kemungkinan seperti itu bisa berjalan.

"Ulang lagi."

Menaikkan sebagian ujung bibir, mengulaskan sedikit senyum--tanda ia masih berlapang dada atas semua ketidak adilan, err... Ketidak beruntungan yang ia terima dalam game kali ini. Demikian juga dengan ketidak mampuannya.

"...Kira-kira kalau aku yang kalah, kamu mau minta permintaan yang bagaimana, vanya?"

Bukan pesimis, hanya mempersiapkan diri dalam menghadapi yang terburuk saja.


Last edited by Abiel Nathanieth on 6th January 2010, 17:49; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime6th January 2010, 17:35

The member 'Abiel Nathanieth' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die1 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die3
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Vanya Muller

Vanya Muller

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime6th January 2010, 20:34

Poin Variabel Awal [V] = 4 * (6 + 1) = 28




"Ulang lagi."

Sebuah helaan napas, panjang. Adrenalin sudah mulai mencampuri sekujur sistemnya, agar mata dan tangan dapat berkoordinasi dengan baik dan mendepak satu paket kartu terakhir yang gadis ini pegang. Namun, melihat bagaimana kartu yang ada di hadapannya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan, wajar bukan bagi gadis Finder ini menaikkan kartunya ke depan wajah untuk menutupi fakta bahwa pipinya menggembung kesal? Mencoba mengendalikan rasa kesalnya, Vanya akhirnya mengempiskan pipi; seorang wanita, sebagaimanapun tomboynya, harus bisa bersikap rapi.

“Satu kartu terakhir… bila tidak jalan lagi, maka kita akan membalik tumpukan dan menjadikannya tumpukan kartu cadangan.” Vanya berujar pendek. Maksudnya baik; siapa tahu saja Abiel melupakan detil kecil yang perlu dilakukan apabila kartu cadangan habis?

"...Kira-kira kalau aku yang kalah, kamu mau minta permintaan yang bagaimana, Vanya?"

Tangan gadis ini bersiap untuk menarik satu lembar kartu lagi, namun gesturnya terhenti ketika perkataan pemuda berambut pirang tersebut sampai ke telinganya. Sesuatu dalam otaknya seakan kembali… bekerja; senyum manis yang biasa muncul pada fitur gadis ini tidak terlihat. Mata Abiel berhadapan dengan sosok gadis berambut hitam, ditambah senyum mistrius penuh dengan kejahilan dan keisengan.

Pertanda buruk?

“Ayolah, kamu belum kalah bukan? Mengapa aku harus memberitahumu apa permintaanku?” Tiga lembar kartu yang ada di tangannya kini menutup senyum tersebut, menghalangi pandangan mata berwarna sebiru langit tersebut dari bibir yang maish menyunggingkan senyum. Tangan Vanya pun akhirnya menarik kartu cadangan dan menaruhnya pada tumpukan…


Last edited by Vanya Muller on 6th January 2010, 20:54; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime6th January 2010, 20:34

The member 'Vanya Muller' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die4 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die1

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Abiel Nathanieth

Abiel Nathanieth

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime18th January 2010, 21:09

Spoiler:
 

Ha. Hahahaha.

Abiel, tak pernah menganggap kebuntuan sebagai sesuatu pertanda baik. Coba lagi dari awal dengan cari yang lain, begitu katamu? Yah, klise--meskipun nyatanya sebagian besar dari kasus keberhasilan manusia di dunia berhasil membuktikan asas tersebut. Seorang Abiel saja yang terlalu mudah patah semangat dan didorong (ke bawah) hatinya, sehingga disenggol saja langsung jatuh berkeping-keping. Semangat itu. ...Bukan masalah yang besar ya, ya, tuan. Hanya sebuah permainan kartu yuang biasa mereka lakoni sejak bermalam-malam yang lewat.

"Penasaran."

Lima buah kartu yang ada di genggaman itu digunakannya untuk mengipas perlahan. Ruangan tertutup ini memang semakin siang jadi semakin panas.

"...Dan sekedar bentuk antisipasi saja sih. Kalau kau beritahu apa permohonanmu, aku akan beritahukan apa milikku juga."

Yah, wanita itu memang ada benarnya juga--sikapnya kali ini seolah-olah memang pasrah dan apa adanya kalau memang dirinyalah yang dinyatakan akan kalah sebentar lagi. ...Dan memang kenyataannya begitu kan? Orang yang besar hatinya juga jadi sama lapang. Menerima kekalahan adalah salah satu dari banyak konsenkuensi yang harus diterima; meskipun tetap saja tidak harus jadi secepat itu.

"Aku belum benar-benar memikirkannya juga sih sebenarnya."

Yah, memangnya sempat? Daripada jadinya malah sedih di akhir karena tidak bisa direalisasikan. Lalu yah, tanpa pergerakan antara kedua belah pihak--berarti mereka harus mengambil acak dari tumpukan kartu yang sudah terbalik di atas meja. Siapa tahu saja di dalam sana ada yang menyimpan kartu 'as'....

Literally.


Last edited by Abiel Nathanieth on 18th January 2010, 21:19; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime18th January 2010, 21:09

The member 'Abiel Nathanieth' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die1 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die3
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Vanya Muller

Vanya Muller

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime18th January 2010, 21:31

Poin Variabel Awal [VI] = 6 ( 4+3 ) = 42




"Penasaran."

Alis hitam sebelah kanan naik, sementara senyum kecil yang masih bertengger pada wajah gadis muda ini terlalu keras kepala untuk hilang dan pergi. Syukurlah, karena tiga lembar kartunya tidak gagal menutup senyum tersebut dari pandangan pemuda berambut pirang tersebut sekarang. Tangannya yang menarik kartu kini menaruhnya pada tumpukan.

"...Dan sekedar bentuk antisipasi saja sih. Kalau kau beritahu apa permohonanmu, aku akan beritahukan apa milikku juga."

"Hee..." Respon gadis tersebut sebenarnya cukup singkat, apalagi dengan matanya yang terlalu fokus pada kartu yang sudah mereka berdua tarik. Tangannya hendak menarik selembar kartu dari apa yang ia pegang, namun dahi yang mengerut tampak menjelaskan bahwa langkah tersebut tidaklah mungkin.

Artinya, kebuntuan; lagi.

"Aku belum benar-benar memikirkannya juga sih sebenarnya."

Gadis ini mendengus, cukup geli mendengar pernyataan dari pemuda yang menjadi lawan bermainnya ini. Mata birunya langsung terpaku pada mata biru Abiel; jantungnya pasti sempat melewatkan beberapa detak, karena sepintas ia merasa tengah bermain dengan--

Senyum tersebut segera hilang dari balik kartu, digantikan oleh gigi yang mengigit bibir, menarik ujung-ujungnya untuk membentuk sebuah garis tipis. Bukan; Abiel Nicolo Nathanieth bukanlah Leon von Konigswalde.

Mereka bukanlah orang yang sama.

"...Permintaanku mungkin akan terbilang kejam, jadi sebaiknya kau siap."

Kemudian gadis ini memaksakan salah satu senyum isengnya. Apa yang ia katakan ada benarnya, setidaknya bagi dirinya sendiri. Tangannya membalik tumpukan kartu utama, kemudian menarik selembar. "Lanjut?"


Last edited by Vanya Muller on 18th January 2010, 22:16; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime18th January 2010, 21:31

The member 'Vanya Muller' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die4 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die3

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Abiel Nathanieth

Abiel Nathanieth

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime19th January 2010, 20:18

Spoiler:
 

Baru saja ia berminat untuk menjedukkan kepalanya ke atas meja, menghantamkan buku jari ke atas tumpukan kartu seolah menampakkan gestur tubuh kebosanan jika yang sekali lagi ini juga masih buntu.

...Meskipun nyatanya hal itu ia urungkan, menyahut pada senyum yang sebenarnya bermakna ke arah milik sang gadis bermarga Muller itu. Tatapannya teracung kembali, kali ini agak lama. Paling tidak lebih dari sepersekian detik. Ia tak pernah bosan melihat ke apa yang ada di dalam lapisan sewarna laut itu, hanya bergradasi begitu tipis jika dibandingkan dengan milik Jean--uhuk.

Bukannya ia akan benar-benar melakukannya sih--laki-laki yang terlalu cepat naik darah malah lebih kelihatan seperti wanita saja; mereka satu-satunya kaum yang seolah dilahirkan supaya bisa memperlihatkan emosi secara lebih wajar kan? Dari sana saja bisa ditarik satu garis lurus bahwa laki-laki kebanyakan tak punya emosi--tapi Abiel punya, tentu. Dan terus terang saja permainan ini akan terasa membosankan kalau jadinya buntu terus begini... Dan ia tak kunjung menang-menang juga.

Bahkan mengharapkan Vanya segera menghabisinya sekarang saja, baginya lebih baik daripada menunggu-nunggu seperti ini.

Satu ajakan untuk membalik kartu terbuka kembali, seiring kemudian timbul keinginan untuk membalas ucapan wanita itu sebelumnya.

"...Kupikir tak sepantasnya kau pantas berbuat yang 'keji-keji' begitu pada..."

...Adikmu?

"...ku. Vanya yang kukenal selama ini berhati keibuan dan tidak pernah menyusahkan orang lain hanya demi mendapatkan tujuannya."

Ha--susah mengharapkan Vanya untuk percaya begitu saja pada kalimatnya barusan memang. Jauh lebih sulit... daripada membuatnya lengah. Tiga kali ia meletakkan kartu di atas meja, jadi sekarang sisa berapa?


Last edited by Abiel Nathanieth on 19th January 2010, 20:41; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime19th January 2010, 20:18

The member 'Abiel Nathanieth' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die2
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Vanya Muller

Vanya Muller

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime19th January 2010, 20:52

Quote :
Poin yang diterima: 5*13 + 6*7 = 65 + 42 = 107
Selisih Poin: 107 - 66 = 41
Jumlah kartu yang dapat ditumpuk: 41/10 = 4
Jumlah card-in-posession: 3
Jumlah kartu sisa: 3 - 4 = 0 sekilas memang matematika ngawur

Tangan tersebut tidak terlihat begitu tangkas di mata gadis berambut hitam ini. Baiklah, salah; matanya mengikuti pergerakan dari tangan tersebut, sementara otaknya menilai bahwa Abiel Nathanieth cukup tangkas dalam bermain game semacam ini.

"...Kupikir tak sepantasnya kau pantas berbuat yang 'keji-keji' begitu pada... ku. Vanya yang kukenal selama ini berhati keibuan dan tidak pernah menyusahkan orang lain hanya demi mendapatkan tujuannya."

Matanya menerawang pada tumpukan kartu yang ada di hadapannya, sementara telinga menangkap setiap kata yang keluar dari bibir sang pemuda. Oh, ia mendengarkan; gadis seperti dirinya harus bisa multi-tasking. Mantan dealer harusnya bisa melakukan hal ini, bukan?

"Kau ini--" Tangan Vanya menarik selembar kartu, menaruhnya setelah Abiel selesai menaruh lembar kartu miliknya. Tangannya segera mengambil kembali selembar, lalu kedua tangannya menghentakkan dua kartu sisa miliknya. Senyum Vanya yang awalnya dipaksakan kini lepas, tidak terlindungi oleh kartu tangan yang sudah melayang ke tumpukan.

Habis.

"--aku tidak pernah sebaik itu, apalagi kepadamu, Leo--"

Mulutnya berhenti menggumamkan kata-kata. Mata biru yang masih terpaku pada kartu, kemudian naik menatap wajah pemuda yang sudah kelihatan bosan setengah mati. Dalam beberapa detik, senyum tersebut sempat hilang dari pandangan--berubah menjadi sebuah garis tipis.

"...Abiel." Satu senyum paksaan, lagi, yang kemudian segera hilang karena teringat akan kemenangannya setelah tanding kartu.

"Aku menang." Tambahnya pendek, kini menambah sengiran iseng pada wajahnya. "Mau mendengarkan permintaanku sekarang, atau nanti?"


Last edited by Vanya Muller on 19th January 2010, 21:22; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Chief Supervisor
Admin


Posts : 418

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime19th January 2010, 20:52

The member 'Vanya Muller' has done the following action : Roll a die

'6-sided Die' :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6
Result :
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die5 [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Die6

_________________
Name? My name is not important. My job is.
Back to top Go down
View user profile http://blackorder.web.id
Abiel Nathanieth

Abiel Nathanieth

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime20th January 2010, 20:19

Satu senyum saja, satu senyum yang dipaksakan keluar dari bibir laki-laki itu--susah, mengingat yang ia inginkan sekarang hanyalah menggeramkan kefrustasian... Dan kenyarisannya ia tak kala bersisian sekali lagi dengan ujung maut bernama kekalahan. Laki-laki, selayaknya ia seorang Abiel, adalah orang berperilaku ambisius. Tidak suka dijadikan nomor dua, tidak terima angka satu koma, kecuali dalam angka bulat digit angka pertama. Digit angka pertama, yag hanya beda tipis dengan nol.

Nol yang berarti kosong, sama saja dengan tidak ada. Kekalahan.

Toh batas antara nomor satu dan tidak jadi apa-apa itu adalah sangat tipis keberadaanya. Jadi seharusnya ia tak perlu kecewa, apalagi karena sudah berusaha lebih dahulu. Naif, itu jalan pikiran orang-orang polos dan optimis. Hidup ini idealis, tak sepantasnya kita mengharapkan dapat yang enak-enak terus... Begitu kan?

Jadi kalau saat ini ia akan kalah, ia sudah siap.

...

Oh, memang nyatanya dia kalah. Barusan sekali.

Wanita itu balik tersenyum. Satu tangan ia letakkan di kepala, dengan gerakan menyibakkan rambut bagian depan dan sebuah senyum tipis--menandakan ia sudah seolah-olah bersikap lapang dada atas semua takdir permainan.

"--aku tidak pernah sebaik itu, apalagi kepadamu, Le--"

"Selamat."

Senyum--sudah sepenuhnya rela. Satu cetukan ke atas meja.

"Dan katakan langsung saja apa permintaanmu sekarang... Nona. [i]Akan kuusahakan semampuku."

Lirikan lagi ke arah Vanya, kali ini tatapan setengah memelas ala puppy eyes--berharap wanita itu luluh dan menurunkan level permintaannya. Abiel juga manusia, nona. Ia tidak sesempurna itu atas semua hal.
Back to top Go down
View user profile
Vanya Muller

Vanya Muller

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime20th January 2010, 20:47

"Permintaanku..."

Gadis ini masih menyisakan senyum usilnya yang khas, sementara kedua tangannya mulai mengumpulkan kartu-kartu yang menumpuk di depannya. Mata birunya yang tadi sempat bertemu dengan mata biru Abiel kini terfokus pada kartu-kartu yang ada.

Bila begini terus, Vanya tidak akan bisa menatap Abiel kemudian mengucapkan namanya dengan benar. Bila ada kalanya ia tidak sengaja memanggil Abiel dengan nama mendiang pacarnya, ia tidak akan tahu bagaimana harus menjelaskan hal tersebut pada pemuda berambut pirang tersebut.

Lebih baik diumbar, bukan?

"Aku ingin... satu kencan. Yah... not exactly date, anyway... Intinya, jalan-jalan yang membuat segar." Muka Vanya memerah sesaat, sebelum dirinya memasukkan tumpukan kartu kembali pada kantong lusuhnya. "Tapi kau yang membayar pengeluarannya!"

Gadis ini berdiri, mukanya masih sedikit merah sementara tangannya beberapa helai rambut hitamnya sekali lagi. Matanya teralih dari mata biru Abiel, namun mulutnya menggumamkan beberapa kata, lagi. "Empat hari dari sekarang; tidak kurang, tidak lebih."

Vanya sudah membalikkan badan, sehingga Abiel hanya bisa melihat punggungnya. Sebelum pemuda tersebut bisa berkata-kata lebih jauh, Vanya sudah membuka pintu ruang rekreasi dan hilang dari pandangan...

...bersama dengan beberapa renungan yang perlu ia sortir.
Back to top Go down
View user profile
Abiel Nathanieth

Abiel Nathanieth

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime20th January 2010, 21:23

Kelereng biru itu bergulir lagi, menghela napas seolah-olah dia baru saja melakukan pekerjaan yang begitu berat. Bukan sesuatu juga sebenarnya, katakanlah permainan speed yang satu ini sudah lama tidak dilakoninya, sehingga sempat membuat tangannya agak kau, konsentrasinya juga sempat berkali-kali terpecah, sehingga... Euh, kebiasaannya mencari-cari masalah muncul lagi. Pantas dimaklumi bahwa seorang laki-laki tidak akan terima jika harga dirinya ditaklukkan begitu saja, apalagi hanya oleh seorang perempuan.

...Tapi kalau dipikir-pikir oleh akal sehat lagi, memangnya permainan kartu biasa bisa langsung menjatuhkan harga dirinya?

"Yah, silahkan saja."

Setidaknya bersyukurlah karena kali ini mereka bukan bertaruh atas uang--kantungnya cukup tipis saat ini; menyedihkan bahwa ia memang nyaris tak punya kebanggaan apapun saat ini, tidak juga kekayaannya. Vanya saja mungkin bisaa lebih cepat kaya kalau ia memanfaatkan potensinya untuk berjudi sana-sini. Meskipun memang tidak wajar jika dilakukan oleh wanita itu, ia juga tidak yakin akan bisa menerima kalau Jean pergi berjudi...

...maka dari itu, seharusnya Vanya juga jangan.

Wajah itu pias kembali.

Mungkin gadis itu akan minta ia untuk menjadi babu selama seminggu.

Menyemir sepatunya setiap pagi, menggosok jubahnya selepas dicuci.

Atau membayar penuh makan siangnya selama sebulan.

"Aku ingin... satu kencan."

Jelas--sama sekali beda dari apa yang pernah dibayangkannya.

"Kencan--" batuk, disamarkan menjadi sebuah deheman. "Kau yakin? Nanti kalau pacarmu--atau siapapun yang bersikap posesif padamu marah bagaimana?"

Tapi kalau ditebak bahwa respon Abiel adalah menolak--maka semuanya salah. Pemuda itu tak bisa megelak bahwa ia akan menerima senang hati akan ajakan itu, lepas dari kewajibannya sebagai pihak yang kalah dan harus memenuhi segala tuntuannya.

Juga lepas dari keinginan bahwa di sisi itu ia juga ingin mengenal Vanya lebih dekat.

Setidaknya setelah itu ia akan tahu bahwa Vanya dan Jean adalah sosok orang yang jelas-jelas beda, apalagi jika dilihat dengan tidak hanya sepintas mata seperti biasanya.

Laki-laki itu mengangguk, dramatis.

"Tapi kau yang membayar pengeluarannya!"

Ah, memangnya dia bisa menolaknya? Dan memangnya dia mau untuk menolaknya?

Lagi-lagi, ini bukan semata cari-cari kesempatan saja. Terlambat untuk menyadari ketika wanita itu sudah berpindah keluar dari ruangan itu, mungkin mencari waktu untuk sendiri lagi sambil makan siang--belum sempat lagi mengeluarkan respon apapun ketika mata itu kembali berputar arah tak karuan di tempatnya, entah melihat ke arah yang mana. Satu hal yang sering ia lakukan tak kala sedang berpikir.

Oh ya, kalau saja ia tidak memperhatikan wajah Vanya ketika mengatakannya, mungkin ia akan menganggap semuanya sebagai semata-mata gurauan.

_________________
sipp, finished. See you in the next match \m/
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed   [AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed - Page 2 I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[AFRICA]Of Cards, Bets, and Speed
Back to top 
Page 2 of 2Go to page : Previous  1, 2
 Similar topics
-
» Addresses so I can send Christmas cards out!
» Summer Tournament 2014: Round 1 - PLACE YOUR BETS

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Create a forum on Forumotion | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com