An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend

Go down 
AuthorMessage
Vanya Muller

avatar

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

PostSubject: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   28th December 2009, 09:48

Lokasi: Ruang santai
Timeline: tiga hari setelah "Of Cards, Bets, and Speed"
Pukul: 1600 waktu setempat
Status: Limited untuk tiga poster pertama.



Pemandangan yang tidak biasa, bahkan baginya yang selalu melewati musim salju berhujan.

Vanya Muller hanya bisa terpaku pada jendela ketika melihat bulir-bulir air hujan turun, sementara awan gelap di kejauhan tidak berniat untuk menunda berhentinya hujan. Pemandangan di kejauhan--kota tua Turki, lengkap dengan beberapa reruntuhan bangunan tua di sana-sini--merupakan salah satu sasaran perhatiannya.

Sejarah; satu hal yang tidak bisa lepas dari obrolan cintanya.

Tangan kanannya menyentuh permukaan kaca jendela, perlahan mengepal setelah mata hitamnya mencoba fokus pada reruntuhan peninggalan bangsa Troya... juga Yunani. Ia bisa membayangkan arsitektur megah warisan dari zaman orang tuanya--mungkin lebih tua. Dan di setiap pemandangan tersebut, ia dapat mendengar bagaimana cintanya akan berkomentar, kesemuanya mengenai sejarah masa lalu, dan bagaimana mereka bisa berhasil pada masa kejayaannya.

Ruang santai tempat dirinya berdiri merupakan salah satu tempat ramai, bila saja sedang tidak ada misi mendesak ataupun tugas yang perlu dikerjakan. Vanya Muller justru bersyukur karena kosongnya ruang santai hari ini, karena... dengan demikian, setidaknya ia tidak perlu mengelak berkontemplasi bukan? Atau mungkin, ia menjadi memiliki waktu dan tempat untuk--setidaknya--mulai belajar mengikhlaskan kepergian Leon von Konigswalde.

Vanya menghela napas panjang--melepaskan selalu tidak mudah.


Last edited by Vanya Muller on 18th March 2010, 16:23; edited 2 times in total (Reason for editing : timeline yang salah?)
Back to top Go down
View user profile
Mario C. Demeska



Posts : 9

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24 y.o.

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   28th December 2009, 10:47

Hujan.

Sebuah tangisan?

Pria itu tersenyum timpang sedikit berdecak dalam perjalanannya menuju ruangan rekreasi. Otak pas-pasannya berpikir, mengulang kembali kilasan masa lalunya yang—setiap ada kabar duka, selalu hujan. Saat kematian ayahnya, tepatnya, saat pemakamannya turun hujan deras, awan mending udara sangat dingin, juga saat pemakaman keluarga Demeska, hujan turun sama derasnya seperti air mata para pelayat yang jatuh.

Pintu ruang rekreasi terbuka, menampilkan atmosfer kosong yang sama kosongnya dengan ruangan rekreasi. Mungkin semuanya sedang dalam misi atau tersebar di dalam Black Order. Ruang rekreasi termasuk tempat yang membosankan untuk disinggahi setiap hari, jadi ia hanya mengunjunginya jika sedang mood. Sisanya? Berkeliaran, sayangnya di sii tidak ada beruang untuk dimakan.

Iris biru langitnya berputar ke sosok Vanya Muller—sesama finder—di dekat jendela. Meratapi hari hujan, lambang berduka, atau sedang berduka? Kakinya melangkah ke arah wanita itu, berdiri tepat di sebelahnya yang menatap kota Turki di kejauhan sana. Kota yang ramai, meskipun sedang hujan—mungkin hanya ramai di matanya, hmm.

“Berduka?”

Satu kata yang melintas di kepalanya dan yang ia lakukan hanya menyambungkan fakta musim hujan dan masa lalunya.
Back to top Go down
View user profile
Vanya Muller

avatar

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   28th December 2009, 11:48

“Berduka?”

Suara bas yang sangat ia hafal; Vanya Muller tidak perlu berpaling dari jendela untuk mengetahui bahwa sosok yang tadi berbicara adalah Mario Cregal-Demeska, bukan? Tidak, tanpa berpaling pun juga ia sudah tahu; mata birunya memang sempat melirik refleksi kaca yang ada di sebelahnya. Sosok berambut coklat tersebut memang baru memasuki ruangan.

Meski mengetahui hal tersebut, Vanya tetap berpaling dari pemandangan tua di kejauhan. Mata birunya bertemu mata milik Finder yang lebih senior darinya; satu sunggingan senyum merayapi wajah sang gadis. Dibalik kesulitannya dalam menyampaikan sesuatu, Mario mampu menebak apa yang bisa dipikirkan gadis berambut hitam ini.

...Yah, tidak separuhnya benar juga.

"Tidak juga, Herr Demeska." Vanya menjawab sopan. Mata hitamnya kembali melirik jendela. Kali ini, butiran air yang menempel pada kaca jendela kini bergabung--membuat pemandangan di luar lebih sulit dilihat.

"Hanya bertanya-tanya... mengapa sejarah seakan menyimpan sesuatu yang... nostalgik."

Baginya, cerita akan sejarah berarti menyangkutpautkan pacarnya dalam even yang sudah ada, padahal orang mati tidak patut diperhitungkan dalam rentang waktu sekarang sampai masa depan.

Yang mati biarlah mati; sudah tak ada hubungannya dengan dunia ini.
Back to top Go down
View user profile
Mario C. Demeska



Posts : 9

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24 y.o.

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   28th December 2009, 16:45

Sebuah senyum di wajah wanita itu--tidak perlu menoleh untuk melihatnya--terpantul di jendela yang tampaknya selalu dibersihkan. Tangan menyentuh jendela, menyekanya beberapa kali. Tidak ada sedikitpun debu yang tersisa di sana membuatnya berpikir bagaimana para Staff Manajemen bekerja sementara pekerjaan Staff sendiri sebenarnya lebih ‘ mematikan’ daripada mereka, para petugas lapangan.

‘Tidak juga’, ngomong-ngomong? Ekspresi pria itu tidak berubah, matanya tetap tertuju pada Kota Turki di kejauhan. Tidak menjawab, hanya mengangguk pelan, tidak berani bertanya lebih jauh.

Kali ini ia mengalihkan pandangannya, tepat ke arah gadis di sebelahnya sebelum memandang lurus ke depan lagi. Sejarah..nostalgik? “Menurutku, justru sejarah disebut sejarah karena nostalgik.” Sebenarnya, ia tidak dapat lebih jauh lagi dari itu.
Back to top Go down
View user profile
Vanya Muller

avatar

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   28th December 2009, 21:29

“Menurutku, justru sejarah disebut sejarah karena nostalgik.”

Hal yang sudah jelas, gadis ini sungguh mengetahuinya. Sejarah adalah sebuah kejadian yang sudah terjadi di masa lampau, meninggalkan bekasnya baik secara fisik ataupun hanya sekedar memori; sebuah eksistensi yang menyabetkan bekas nyata pada memori, kalau saja ada saksi mata yang menyaksikan dari kejadian bersejarah tersebut.

Hanya saja... sejarah yang dimaksudkan gadis ini bukanlah latar kota yang masih terlihat dibalik jendela.

Kakinya tidak terasa pegal, namun Vanya tetap mengambil tempat duduk--sebuah kursi kayu ukiran pertengahan paling dekat dengan jendela. Gadis ini membiarkan tangannya menyeka helaian rambut yang menghalangi mata, langsung ke sisi kiri wajahnya.

"Bukan, bukan itu maksudku." Vanya menutup matanya, kemudian mengingat kembali fitur dari pemuda yang sempat menjadi kekasihnya, meskipun hanya beberapa bulan. Mata biru yang sempat tersembunyi tersebut kini kembali memperlihatkan diri, mencari wajah Mario. Garis bibir menipis, sementara matanya merefleksikan sesuatu dari masa lalu.

"Ada... kenalanku. Dia mencintai sejarah bangsa-bangsa kuno. Kukira, melihat reruntuhan-reruntuhan antik semacam itu--" mata birunya melirik ke arah jendela. "--mungkin ia akan berseru girang."

Kembali terbersit pada benaknya bayangan dari Leon, namun semua sikapnya kini digantikan oleh sikap-sikap orang yang lebih familiar--dan pemuda tersebut--

Vanya secara tidak sengaja menutup mulutnya--mengapa Abiel Nathanieth harus sedmikian rupa mirip dengan kekasihnya? Bagaimana bisa ia melihat memori dari Leon von Konigswalde secara positif, kalau personifikasinya setelah mati saja masih ada?
Back to top Go down
View user profile
Mario C. Demeska



Posts : 9

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24 y.o.

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   29th December 2009, 07:25

Wanita Jerman itu menempatkan dirinya di kursi dekat jendela, seakan kelelahan atau justru semakin berduka—karena jawabannya tadi bukan ‘tidak’. Pria itu tetap pada posisinya, masih menatap kota Turki seakan kota yang jauh dan ‘kering’ itu baru saja mementaskan parade selama dua hari dua malam. Ia tidak menunggu respon dari perkataan yang hanya terlintas di pikiran tapi kepalanya akhirnya menoleh; ya, sepertinya memang yang dimaksud bukan itu.

Menilik ekspresi wanita di sebelahnya, ekspresi nostalgia, seakan berusaha untuk mengingat sesuatu walaupun ingin melupakannya—dan ia tidak peduli asumsinya salah di sini. Yang jelas seorang Mario tidak bisa ikut campur meskipun sedikit banyak ada rasa ingin tahu atas perkataan selanjutnya dari gadis itu. Kenalan?

Pria itu hanya bisa terdiam, tidak bisa mencari kata-kata yang tepat untuk membalas—siapa tahu wanita ini sedang ‘berduka’ atas kenalannya tadi. “Ya, kenalanmu itu pasti senang,” karena Turki kota yang unik, tapi coba kau ke Etiopia, isinya lebih unik.

Pandangannya kembali teralih pada Turki di kejauhan dengan tangan terlipat di dada. “Pernahkah dia berkunjung ke Roma?” Roma, kota yang sejauh pengetahuannya paling nostalgik dan membuat para sejarawan menempel di sana. Yah, kecuali kalo ‘kenalan’nya itu sudah mengunjunginya dan tidak tertarik.
Back to top Go down
View user profile
Vanya Muller

avatar

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   30th December 2009, 09:35

“Ya, kenalanmu itu pasti senang,”

Sebuah anggukan; gadis ini bahkan bisa membayangkan bagaimana Leon akan tersenyum, kemudian mengeluarkan segala macam jurusnya mengenai sejarah Roma, bagaimana paganisme merambahi daratan Erioa-Asia. Vanya Muller akan menyadari seberapa berbinarnya mata biru milik pemuda berambut pirang tersebut...

...hanya saja, wajah pemuda yang ia lihat adalah wajah milik Abiel Nathanieth.

Gadis berambut hitam ini menyeka poninya kembali. Kebiasaan; padahal tidak ada sehelai rambut pun yang menghalangi pandangannya. Canggung; sebuah perasaan yang masih membayangi pikirannya, apalagi ketika memorinya bersama Leon terganggu hanya karena Abiel memiliki wajah yang sama dengan mantan pacarnya.

“Pernahkah dia berkunjung ke Roma?”

Matanya kembali terseret pada pemandangan yang ada di luar jendela. Kederasan hujan setidaknya sudah mulai menurun, mengingat bagaimana butir-butir air mulai turun karena ditarik gravitasi. Setidaknya, pemandangan yang tersaji jauh di sana... bukanlah fatamorgana.

Satu-satunya kota yang mungkin belum dikunjungi Leon. Tapi... bukankah ia pemuda yang berbakti pada agama dan sejarah? Tentunya mengunjungi Vatikan untuk melakukan misa... merupakan hal yang biasa bukan?

"Sepertinya pernah." Gadis itu menjawab singkat. Matanya menerawang kembali ke arah pemuda berambut coklat yang menemaninya sejak... tadi? "Lucu sebenarnya, karena setiap kali kupikir terus... kenalanku itu... haha, kukira ketika seseorang muncul di sini... kukira..."

Ah, kehabisan kata-kata? Lebih tepatnya, gadis ini bingung mau mengucapkan kata. Karena itu, gadis ini meutup mulutnya, sementara otaknya memikirkan kata-kata yang lebih masuk akal.

"...yah... kukira orang itu dia"
Back to top Go down
View user profile
Abiel Nathanieth

avatar

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   27th January 2010, 18:06

Kerjap, kerjap-kerjap. Seolah-olah suasana dingin yang menyelubungi bagian kantor Black Order cabang Timur-Tengah itu juga telah menimbulkan semacam embun tersendiri bagi lensa matanya. Mengantuk, langkahnya juga tak pasti beranjak entah ke mana. Lalu yang bisa dilihatnya, hanya lantai koridor yang ini, lalu belokan yang berikutnya, lalu mungkin kamar mandi dan pojokan gudang di sebelah sana, ia tak mau jika sampai tersesat hanya karena keadaan setengah tak sadar seperti itu. Nyatanya toh yang ia lihat saat ini juga tak begitu jelas, Abiel tak pernah bisa mendefinisikannya dengan jelas--atau mungkin ia menolak untuk itu.

Hujan artinya berduka bagi sebagian besar orang. Langit yang menangis--padahal semuanya tak lebih dari peristiwa alamiah di awan--lalu mendung. Sunyi, ketenangan yang begitu berlebihan hingga semuanya terasa begitu menusuk. Semua yang berlebihan memang tak pernah baik; pemuda itu menyukai kesunyian meskipun kadang juga mengelaknya jika semua mulai terasa begitu sentimentalis. Jean juga tak pernah suka hujan, apalagi jika itu artinya cucian mereka akan lebih lama kering.

Sniff, sniff sniff. Bau tanah lembab dari sebelah sana, satu-satunya yang begitu disukai Jean dari hujan. Bagi Abiel hanya hanya orang-orang saja yang begitu berlebihan dalam mendeskripsikan bau permukaan daratan selepas hujan, tidak rasional--katakanlah kakaknya satu-satunya orang yang berbeda dari orang-orang yang berlebihan itu. Ia pintar, juga cukup rasional dan tidak pernah berlebihan atas segala perasaannya sendiri. Juga sederhana, kelewat sederhana sampai semua hal yang terasa begitu wajar jadi terasa begitu extra ordinary akibat semuanya terjadi atas segala sesuatu yang berbeda dari yang biasa-biasanya.

...Vanya suka hujan tidak ya?

Lalu kaki itu akhirnya membelokkan arah langkahnya hingga berhenti ke arah common room.

_______________________

Hanya karena setahunya selama ini wanita itu lebih sering kelihatan berada di ruang tempat orang-orang menghabiskan masa senggangnya jika sedang tidak berada di ruang kerja atau kamar asramanya. Ah, bagaimana 2 tahun saja cukup untuk membuatnya mengenal segala kebiasaan si gadis bermarga Muller itu. Yah, tentu saja. Setidaknya sampai sekarang ia tahu bahwa Vanya juga memiliki kegemaran pada teh, meskipun tetap saja sang rekan Finder itu lebih menyukai yang tak bergula. Juga bagaimana ia jago dalam hampir semua permainan kartu dan judi, sementara Jean hanya bisa poker saja.

Dan mungkin yang bisa Abiel lakukan sekarang adalah bertanya gerangan apa yang disukai wanita rambut gelap itu dari hujan... Dan lihat sampai sejauh mana perbedaan yang bisa ia dapatkan dari hasil penelitian dan perbandingan tidak langsung terhadap 'dua orang itu'.

"Hmgh... Aku mengganggu?"

Batal. Ada Demeska--Mario juga di sini. Dan menyimak dari raut wajah keduanya yang agak serius di sini (wajah Mario yang biasanya serius jadi terlihat semakin berkerut), sepertinya mereka sedang mendiskusikan sesuatu yang begitu penting hingga tak pantas jika diinterupsi begitu saja--ah, memang kebiasaan Abiel untuk tidak membaca situasi ruangan terlebih dahulu masih sulit untuk dihilangkan.

"...Teh, mungkin? Kalian kelihatan terlalu serius, beristirahatlah sedikit."

Senyum itu tipis. Juga sehambar teh tanpa gula.
Back to top Go down
View user profile
Vanya Muller

avatar

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   28th January 2010, 15:54

Seakan dipanggil.

Astaga, pemuda berambut hitam ini bahkan tidak bisa berekspresi secara normal ketika pemuda tersebut datang. Di sanalah ia duduk, memandangi latar kota tua di luar sembari berbincang dengan rekan Finder sesamanya (Mario) sementara pikirannya kembali bernostalgia terhadap suatu hari hujan, ketika pemuda tersebut mencuri ciumannya yang pertama. Kemudian, pemuda itu benar-benar muncul! Leon von Konigswalde masuk ke dalam ruangan, mengungkapkan sesuatu yang jelas trivial. Namun...

"Hmgh... Aku mengganggu?"

Nada suara tersebut seakan menampar pikirannya kembali, lagi. Suara Leon tidak pernah terdengar semuda itu; pemuda yang sudah meninggalkannya kira-kira terpaut umur dua tahun darinya, lebih tua pula. Tentunya, suara tersebut tidak mungkin berasal dari pemuda yang sudah musnah di depannya bukan?

Kepala gadis berambut hitam ini memang berpaling pada sumber suara. Ekspresi kaget masih memenui wajah belia, sementara mata biru menunjukkan rasa kerinduan... yang segera diganti oleh kekecewaan. Reaksi kimia apda otak mengembalikannya pada alam nyata.

Pemuda berambut pirang tersebut bukan Leon.

Sudah berapa kali ia mengalami kesalahan yang sama? Lebih dari jumlah jari yang masih menempel pada tangannya, sebenarnya. Sebesar itukah alam bawah sadarnya menempelkan jati diri pada pemuda yang sudah lama meninggal? Demi Tuhan, Vanya memang berusaha untuk mengikhlaskan kepergiannya, namun Abiel seakan menjadi bukti konkrit bahwa hal tersebut percuma dilakukan.

"...Teh, mungkin? Kalian kelihatan terlalu serius, beristirahatlah sedikit."

Sontak, seakan diberikan sebuah jump-start, otaknya memberikan sinyal pada otot pipi--senyum yang agak cepat, namun masih terbilang sopan. Garis bibirnya tidak bisa berbuat banyak untuk menyembunyikan rasa kaget yang masih meliputinya. Refleksi mata biru menandakan dirinya yang memang masih kaget, namun berusaha untuk kembali ke keadaan normal, setidaknya pada keadaan ketika ia dan Mario tengah berbincang.

"...Seserius itu kah? Jika ya... secangkir teh kelihatannya tidak terlalu... aneh. Ya, ya..."

Tata bicara yang aneh dari seorang Vanya Muller, bukan? Belum lagi, bagaimana mata birunya mencoba untuk mengalihkan perhatian dari pemuda tersebut (Vanya bahkan memalingkan wajahnya untuk beberapa saat...). Sekarang, mata birunya kembali tertuju pada latar jendela yang kini mengabur.

Untuk kali ini, lidahnya tidak ingin merasakan kue dan teh.
Back to top Go down
View user profile
Abiel Nathanieth

avatar

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   2nd February 2010, 21:22

Mendapati bagaimana wanita itu bisa mengalihkan perhatiannya sejenak dari Mario--tidak ada yang suka diinterupsi ketika sedang berbincang serius kan?--lalu memusatkan perhatian seutuhnya pada dirinya sendiri saja sudah cukup untuk membuat laki-laki itu merasa bersyukur. Ia bersyukur kristal biru itu masih ada di tempatnya, berkilau dan masih seperti biasanya; tajam. Vanya yang tanpa itu justru akan jadi aneh. Berarti ia memang masih Vanya yang biasa.

Vanya yang bisa menyembunyikan sisi Jean-nya tanpa membuat orang lain curiga.

...Coba tanya pada laki-laki rambut cokelat terang itu berapa umurnya sekarang. Bukan belasan seperti yang orang lain perkirakan. 23 tahun yang lalu, lebih malah sepertinya. Sudah cukup dewasa. Jauh dari masa puber. Lama telah meninggalkan rutinitas membaca dongeng duniawi dan khayalan. Lalu kalau memang sudah tahu, untuk apa lagi Abiel meragukan keberadaannya?

Seolah-olah menganggap bahwa seorang Jean masih hidup lalu bertansformasi sedemikian rupa ke dalam tubuh seorang raga hidup berambut gelap dan mata biru itu. Warna rambut mereka jelas tak sama; tubuh Jean juga lebih kurus dan sekilas ringkih. Lalu satu kesamaan mata saja; apakah semuanya cukup untuk membuat Abiel menganggap akan adanya keterkaitan satu sama lain diantara kedua wanita itu? Dongeng-dongeng alien dan penyihir itu hanya rekaan orang; dia juga tahu.

Yang satu kakak sedarahnya, sementara yang seorang lain hanya seorang yang tak lebih dari sebatas rekan finder. Yang mungkin hanya berinteraksi dengannya sekadar tuntutan tugas. Meskipun Abiel tak bisa memungkiri bahwa ia merasakan sebuah perasaan yang 'berbeda' dari seorang Vanya muller... Hmm, kasih sayang seorang wanita yang lebih tua darinya. Saudara. ikatan yang sudah lama tidak dirasakannya...

...Yah, Vanya pasti marah kalau Abiel terang-terangan menganggap dirinya Alien.

"Hmgh... yah,"

Mampi sejenak ke arah pinggiran ruang santai, mencari peralatan teh yang biasa digunakan oleh Vanya. Membuat teh sudah biasa dilakoninya, namun tidak pernah jika dilakukannya pada wanita itu. Ia hanya tahu bahwa Vanya menyukai kesempurnaan, sehingga takut bahwa sekecil apapun kesalahannya akan merusak kesenangan sang wanita. Oke, paranoid.

Matanya berkeliaran ke sudut ruangan sejak tadi, namun bukan untuk mencari-cari hidangan makan sorenya. Bahkan rupa-nya seperti apapun Abiel juga tak begitu ingat. Biasa, emosi kadang menguasai pikiran dan menyumbat alat berpikirnya. Meskipun memang tidak pernah kasusnya terlihat jadi se'berlebihan' ini...

...

"Ada yang punya rencana pergi untuk besok? Kudengar untuk esok siang pekerjaannya lowong."

Jangan tanya Abiel untuk apa ia menanyakannya. Kadang tidak perlu alasan jika yang ia lakukan semata untuk memecah sebuah keheningan.
Back to top Go down
View user profile
Mario C. Demeska



Posts : 9

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24 y.o.

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   7th February 2010, 08:23

((OOC: seriusan, biarkan saia ngakak sebentar =))=)) ))




Meskipun belum pernah bertemu, pria itu menangkap aura ‘ramai’ dari orang yang baru saja diceritakan Muller. Mungkin karena kecintaannya pada sejarah dan benda-benda historis—karena orang pecinta sejarah dalam pikirannya biasanya agak maniak. Namun perkataan pria itu terhenti atas kalimat yang baru saja dilontarkan wanita itu. Salah mengira, eh? Ia memang pernah mendengar orang yang mirip di belahan dunia yang berbeda tapi belum pernah melihat prakteknya.

Alis matanya naik sedikit, berusaha mencerna apa yang barusan dikatakan rekan Finder-nya. Saking kangennya sampai tertukar? Bukankah itu agak lucu? “Saudaranya?” kemungkinan pertama yang agak lucu kalau sampai jawabannya benar. Pria itu kembali memfokuskan pandangannya, tidak ke arah kota Turki di kejauhan sana, tapi ke atas, ke langit yang dipenuhi awan hujan, gelap. Sejujurnya ia kurang menyukai cuaca seperti ini.

"Hmgh... Aku mengganggu?"

Hm? Menoleh ke asal suara, pintu masuk ruang santai dan kali ini kembali rekannya sesama Finder, Abiel Nathanieth. Menawarkan teh, eh? Dan—menanyakan hal yang sama—seserius itu kah mereka kelihatannya?

Bibirnya tertarik membentuk sebuah senyum tipis yang ditujukan atas persetujuan dari tawaran itu. “Terserahlah,” intinya: boleh, atau tidak usah repot-repot. Muller menolak dan Nathanieth melesat ke pinggiran ruangan, tampaknya untuk mencari perlengkapan teh. Sebetulnya kalau memang merepotkan ia juga tidak mau.

"Ada yang punya rencana pergi untuk besok? Kudengar untuk esok siang pekerjaannya lowong."

Dengan tangan terlipat di depan dada, dahinya sedikit mengerut medengar pertanyaan pria pirang itu. Ia lupa besok lowong. Ya, mereka memang berhak mendapatkan cuti—Black Order tentunya tidak melakukan perbudakan—tapi setiap mendapat cuti itu ia bingung akan melakukan apa. Pergi ke mana? Paling ke kota.

“Mungkin ke kota,” mengarahkan matanya ke siluet kota Turki di kejauhan sana, “kau?” Sejujurnya ia malah tidak punya rencana.
Back to top Go down
View user profile
Vanya Muller

avatar

Posts : 58
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   18th March 2010, 16:27

Vanya terdiam, membiarkan kedua pemuda tersebut berbincang, satu sama lain. Mata birunya memandang jauh kota tua dari balik jendela--percuma. Butir-butir air seakan menghapus jejak cahaya, membiaskan pemandangan nyata di belakan kaca jendela. Vanya tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah besar--pada dasarnya, ia memang memandang ke arah sana untuk menghindari sorot mata Abiel.

Ia takut salah panggil, jujur saja.

"Ada yang punya rencana pergi untuk besok? Kudengar untuk esok siang pekerjaannya lowong."

“Mungkin ke kota. Kau?”


Vanya bisa melihat dari sudut matanya bagaimana pertanyaan terakhir tersebut terucap. Mario sepertinya memberikan pertanyaan tersebut pada pemuda yang menjadi bayangan kekasihnya, namun Vanya merasa nada suara sang pemuda seakan bertanya padanya.

Hanya karena hal ini, kepalanya refleks berpaling. Napas sempat tertahan di dada--"Leon.."--namun segera ia hembuskan perlahan. Seperti apa yang ia pelajari dari ayahnya, ia hanya tersenyum hangat. Matanya mencuri lihat Abiel dari sudut mata, kemudian ia mengutarakan apa yang ia sampaikan.

"Aku ada janji--itu juga kalau orang ini--" Vanya menuinjuk pada Abiel, melihatnya dari sudut mata. "--tidak lupa akan kesepakatannya satu game speed yang telah lalu."

Vanya hanya tersenyum awkward. Apa yang ia pikirkan sekarang akan menjadi apa yang akan ia utarakan besok--setidaknya, ia ingin supaya Abiel ingat akan hal tersebut.

...

Lebih tepatnya, ia harap Abiel mengingat 'hutang'nya.
Back to top Go down
View user profile
Abiel Nathanieth

avatar

Posts : 43
Pemilik : *nbla

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   18th March 2010, 23:11

"Tapi aku tak punya cemilannya, Mario. Sorry,"

Lalu satu cengiran tulus terpampang di wajahnya yang polos, berikutnya berganti dengan mudah menampilkan imej datar. Bukan sesuatu yang sulit dilakukannya; toh wanita juga melakukannya berkali-kali. Kebanyakan laki-laki memiliki kesulitan dalam hal ini hanya karena wajah mereka sudah 'keras' sejak awal—jangan khawatir, Abiel tidak. Ia telah melatih sikap manisnya seiring berkembang menjadi pribadi yang lebih dewasa. Laki-laki tak perlu selamanya bersikap garang di luar, tahu. Garang tak selamanya diartikan sebagai 'wibawa' pria.

Perlu cukup sedikit kedewasaan untuk bisa memahaminya.

Lalu hening kembali, terkecuali tetes air hujan membentur atap. Serta sedikit teh yang dituangkan ke dalam cangkir. Bunyi yang kedua terhenti, seiring Abiel menghentikan gerakannya sebelum isinya meluap dan sigap menyorongkannya ke arah Mario Demeska. Ia tidak begitu peduli tentang rasa teh rekannya tersebut juga sebenarnya; semata hanya karena ia menganggap bahwa Mario (dan Abiel, dirinya sendiri juga) tidak memiliki kefanatikan yang akan beberapa jenis teh tertentu. Kalaupun ada toh mungkin ia juga tidak akan repot-repot mengingatnya; kecuali demi beberapa orang tertentu.

Untuk Vanya, well, anggaplah Abiel tahu hanya karena terbiasa. Bukan semata mengingatnya secara khusus.

Menuangkan tehnya untuk beberapa gelas lagi, sementara sudut matanya masih bisa memperhatikan sang gadis menatap lurus ke arah pemandangan di luar hendela. Pertanyaan 'aku suka hujan?' yang sempat menggelanyuti pikirannya kembali Abiel urungkan, mengingat itu topik yang cukup 'basi' untuk diperbincangkan pada saat-saat seperti ini. Mario pergi ke kota, mungkin jenuh akan keadaan terpencil di tempat ini. Wajar saja. Sementara Vanya—

"Aku ada janji--itu juga kalau orang ini--" --tidak lupa akan kesepakatannya satu game speed yang telah lalu."

Abiel tidak lupa. Ia mengingat baik-baik, menunggu dengan sabar kapan Vanya akan menyediakan waktu untuk menuntut kembali 'hadiah'nya. Lalu sebisa mungkin menyediakan waktu kosongnya, tak perlu dipaksa atau tidak, demi itu.

"Aku menepati janji kok," angkat bahu sedikit, melepas senyum tipisnya yang biasa, "itu juga kalau kau yakin dengan permintaanmu itu dan tidak jadi menggantinya."

Maksudnya, yah--bukannya menghabiskan waktu bersama Abiel Nathanieth adalah hal yang sudah biasa mereka lakukan setiap hari? Pada kala biasa? Sejak sebelum-sebelumnya?
Back to top Go down
View user profile
Mario C. Demeska



Posts : 9

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24 y.o.

PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   2nd April 2010, 11:42

“ Tidak masalah,” menerima teh yang disuguhkan dan langsung meminumnya. Ia bukan pencinta teh—minum teh saja jarang, sehari-hari ia hanya minum kopi dan air putih—siapa juga yang sempat-sempatnya minum teh di tengah gurun? Lagipula teh bukan kebiasaan negaranya. Lidahnya sedikit mengecap rasa basah pada teh sebelum akhirnya air kecoklatan itu membasahi kerongkongannya. Agak panas—tapi tidak apa, bagus diminum saat musim hujan.

“Terima kasih, tidak buruk,” menaikan bahunya sedikit dan kembali meminum tehnya. Hanya di sekitarnya saja, aroma teh menyelubungi hidungnya—harum dan menenangkan. Mario menurunkan tehnya, dibiarkan menggantung tegak dengan tangannya. Terang-terangan memandang ke luar jendela di mana pemandangan hujan dan awan mendung melanda, suara hujan bergabung dengan suhu yang agak dingin lalu dengan aroma teh yang sisa setengah. Rasanya tenang begini, agak “menusuk” dan mengantuk.

Menangkap Vanya menjawab—katanya ia akan pergi bersama seseorang..yang ia tunjuk barusan.

Abiel.

Jadi, mereka main speed dan Vanya menang, mereka akan pergi ke kota berdua?

Mendengus. Sudut bibirnya sedikit naik bersamaan dengan kedua alisnya. Tampaknya ia akan langsung lompat pada kesimpulannya. Senyum tipis—sangat samar—yang jarang sekali ia tunjukan kepada orang lain, kini muncul kepada dua pemuda pemudi di sana, “jadi—“ menegak tehnya lagi, “—kalian mau..kencan?” mengambil beberapa langkah dan meletakkan cangkir tehnya di meja.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend   

Back to top Go down
 
[AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» What are your thoughts on this new Arc "Fullbring"?
» Walter "Ender" Stenbuck
» Maddelyn "Maddy" Cain
» Chris "Grimmy" Cole
» King Castiel "Kuda" Leiheng [Character of the Month July 2012]

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
Make a forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com