An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [CENTRAL] Please Be Gentle...

Go down 
AuthorMessage
Marie Suede

avatar

Posts : 18
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: [CENTRAL] Please Be Gentle...   15th January 2010, 18:38

Marie Suede menghela napas, mengetuk meja di hadapannya dengan perlahan, menjaga kukunya dari tergores. Ia menengok ke pintu ruang kerjanya sebagai operator mesin pengirim telegram, yang tiba-tiba memutuskan untuk mogok kerja hari ini. Lantas, tanpa mesinnya, wanita ini pun terpaksa mengistirahatkan diri dari tugasnya.

Jangan salah sangka--ia bukan fanatik pekerjaan sehingga mengharapkan pertolongan tukang mekanik secepat mungkin. Hanya saja, tanpa pekerjaan, berdiam di ruangan itu menyedihkan sekaligus membosankan. Ia jauh lebih memilih mengirim pesan dalam kode yang sudah diingat di luar kepala ketimbang duduk manis, mulut menganga, kerjaan tidak ada. Waktu luang memberikannya terlalu banyak waktu untuk memikirkan hal-hal tidak penting dalam kehidupan, seperti kesalahan yang telah dia perbuat.

Ia mengeluarkan batangan lipstik yang diselipkannya dalam baju, memoles ulang bibirnya. Orang juga berkata "hidup untuk hari ini", kan?

Menutup silinder logam itu, ia kembali menyimpannya di tempat persembunyian benda yang wajib dibawa olehnya itu. Kemudian, ia merapikan rambut bergelombangnya; bagaimanapun juga, ia harus tetap memajang penampilan terbaik. Hendak melihat pantulan dirinya sendiri di logam mengkilat alat pembantu kerjanya, pandangan mata hijaunya mendarat pada tumpukan pesan yang belum dikirimkan.

Oh, ya. Marie tersenyum miris. Bila ia tidak segera bekerja, ia tidak akan memiliki cukup waktu untuk menghindari pertemuan tidak menyenangkan dengan Ezekiel Wright. Mana teknisi itu?

"Hmh." Dengusan pelan mengeluari bibir berlipstiknya. 'Mungkin itu hal bagus. Minimal, aku bisa bertatapan langsung dengan pria itu.' Ngomong-ngomong, tugasnya yang satu itu juga belum mengalami kemajuan. Bagaimana, ya.

Ketukan di pintu. Marie segera menegakkan punggungnya, sebelum menoleh ke belakang. Dengan suara yang lembut bak sutra, ia memanggil, "Ah, ya... Silakan masuk." Pintunya ditinggalkannya sedikit terbuka agar ia tidak harus repot-repot berdiri membukakannya--tidak baik melakukan banyak hal melelahkan saat mengenakan korset, kan?
Back to top Go down
View user profile
Oswald Channing

avatar

Posts : 32

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 21

PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   16th January 2010, 15:24

Panggilan kerja, panggilan kerja, panggilan kerja.

Sungguh suatu awal yang indah untuk mengawali hari.

Begitulah pikir Oswald Channing, pria muda berusia 21 tahun kelahiran Inggris, sang mekanik kebanggan Black Order cabang utama yang begitu menekuni pekerjaannya dan dikenal karena kepiawaiannya menghadapai segala macam bentuk mesin. Selain semua itu ia cukup dikenal di lingkungan staff-staff perempuan dikarenakan… dia cukup tampan kan lagipula gaya berpakaiannya juga sangat—mungkin terlalu—baik untuk seorang mekanik.

Jadi apa yang harus diperbaiki pria berambut merah itu kali ini?

Oswald berjalan menyusuri koridor demi koridor dengan tas perkakas berbentuk coffin—yang sering membuat orang salah sangka—hingga mencapai ke daerah yang dimaksud, ruangan di bagian Komunikasi dan Diplomasi, dengan pintu yang tak terkunci. Walaupun terbuka tetap saja pria berusia 21 tahun itu mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum menyelonong masuk ke dalam ruangan.

"Ah, ya... Silakan masuk."

Suara wanita menjawab dari balik pintu, tanpa pikir panjang pria berambut merah tersebut memasuki ruangan, mendapati sosok sang wanita—pastinya staff bagian diplomasi—duduk manis di balik meja kerjanya. Seorang wanita yang tampaknya lebih tua—sekaligus berpengalaman.

Menyadari hanya ada seorang wanita di ruangan itu membuatnya sedikit grogi. Namun ia punya pekerjaan untuk dilakukan jadi fokusnya akan tersita ke benda apa pun yang rusak itu daripada ke arah sang Hawa—juga—berambut merah. Dan lagi mana bakal Oswald mempunyai pikiran untuk melakukan perbuatan terpuji pada wanita. Maaf saja ya, Oswald Channing tidak berotak mesum seperti salah satu Jenderal di markas ini.

“Ah--uhm Nona,” berdeham sedikit sambil tersenyum canggung pada wanita di depannya, "apa ada yang harus diperbaiki?”

Tentu saja ada kan, karena kalau tak ada buat apa kau dipanggil ke sini.


Last edited by Oswald Channing on 22nd January 2010, 12:21; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Marie Suede

avatar

Posts : 18
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   21st January 2010, 22:25

Pria yang memasuki ruangan tidak terlihat seperti seorang mekanik--seandainya pemilik rambut merah yang sama dengannya itu tidak menanyakan perihal mesin yang rusak, mungkin Marie sudah menduga pria itu staf diplomasi dan komunikasi yang baru. Melihat ekspresi agak grogi pada paras yang cukup tampan itu, bibir Marie membentuk senyuman. Tidak hanya lebih muda, tetapi juga terlihat tanpa 'pengalaman'. 'Bagus.'

Jemari lentiknya kembali menata rambut ikalnya. "Oh, ya..." Ia membungkuk sedikit, memberikan sedikit pemandangan dari kerah bajunya yang terbuka cukup lebar. Kedua tangan bertumpu pada kursi untuk memberi dorongan, akhirnya wanita tersebut beranjak dari duduknya.

Berjalan pelan, ia mendekati pria berbaju rapi itu, tetap memajang senyuman... ia tidak berhenti, hingga akhirnya badannya hanya berjarak beberapa sentimeter dari sang mekanik, walau tidak menyentuh--minimal, hingga akhirnya tangannya mendarat pada pundak Oswald, dan membelainya dengan lembut.

Usai membiarkan situasi hening sesaat, akhirnya ia berujar, dengan jenaka, "Marielle. Dan kau?"

Tampaknya itu cukup untuk perkenalan--usai mendapatkan informasi yang diinginkan, Marie berbalik, dan menghampiri meja kerjanya. Tidak gemar berdiri tanpa tempat bersandar untuk jangka lama, ia menyokong badan berkorsetnya dengan meletakkan tangan di atas meja tersebut. Sorotan mata hijaunya beralih ke mesin telegram yang tidak berfungsi. Tangannya yang bebas berpindah tempat ke kerah gaunnya yang terbuka di dada, menariknya ke atas dengan perlahan untuk memperbaiki posisinya. Matanya kembali menatap Oswald. "Ah. Jadi... bisa minta tolong perbaiki... ini?"




Oswald Channing, jangan menatap ke arah yang salah.
Back to top Go down
View user profile
Oswald Channing

avatar

Posts : 32

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 21

PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   22nd January 2010, 10:22

First strike.

Wanita yang duduk dengan cara yang sedemikian rupa itu tampaknya tak sadar kalau ia memberikan pemandangan gratis ke sepenjuru ruangan, atau setidaknya bagi mereka yang melihatnya. Bukan pria berambut merah asal Britania Raya itu karena kedua bola matanya dari tadi tertuju ke bawah, merunduk sambil tersenyum canggung dan menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Singkatnya, Oswald Channing mengelak serangan pertama yang dilontarkan Marie Suede dengan success rate 100%.

Iris biru itu baru mendongak saat ia mendengar suara Marie, "Oh, ya..." dan ia pun dapat melihat sosok feminim berpakaian minim--pada standar saat itu--berjalan... mendekatinya.. sangat dekat. Jarak beberapa sentimeter dan aroma wangi parfum Marie pun tercium.

Boleh dikatakan baru kali ini ada seorang wanita yang mendekatinya hingga jarak itu--kesampingkan kakak perempuan atau ibunya--dan juga, bagi Oswald--yang seumur hidupnya lebih intim dengan kehidupan gereja daripada wanita--tindakan Marie ini cukup mengejutkannya, apalagi saat dia merasakan tepukan lembut di bahu, yang sontak membuat buah jakun perjaka berumur 21 tahun itu bergerak dari bawah ke atas. Menelan ludahnya sendiri.

Dan keheningan yang tercipta demikian juga tak membantunya sama sekali, dalam hatinya Oswald bertanya-tanya kenapa wanita bisa lebih berbahaya daripada moncong pistol, walaupun sebenarnya tidak, karena kebanyakan wanita hanyalah pematuk dan moncongnya sedari dulu selalu ada di pria. Hanya saja, pistol itu tak pernah meletus dari Oswald... belum.

Menghembuskan nafas pelan, tak membalas sentuhan Marie maupun membiarkan matanya berkeliaran di dalam keheningan sesaat...

"Marielle. Dan kau?"

Hening lagi.

Oswald Channing.

Namun satu jawaban mudah itu tak kunjung keluar dari bibir Oswald yang bahkan telah tak terkatup rapat sambil memandang wanita itu. Tercekat di tengah kerongkongan. Mata birunya berputar sambil sekali lagi menelan ludah dan menarik nafas dalam. Mencoba bernafas lega karena sekarang wanita bertubuh bak jam pasir tersebut melangkah menjauh darinya. Butuh jeda beberapa detik sebelum akhirnya suara Oswald lolos dengan nada tak stabil. Sedikit tergagap.

"O-Oswald, Nona, Oswald Channing."

Bodoh.

Menyumpahi dirinya sendiri dalam batin karena tingkahnya nampak tolol. Ingat Oswald, seorang pria harus mengatur tingkah-lakunya apalagi mahasiswa lolosan--tidak lulus--Teologi di Sorbonne haruslah bertingkah terpuji... tanpa cela... dan tak boleh memandang maupun membiarkan siluet wanita itu menari-nari di pikirannya.

Alis pemuda itu mengerut ke bawah sembari menghembuskan nafas lega, ekspresinya tergambar dengan jelas.Sudah boleh kan ia lega, organ merah penyokong kehidupannya juga sudah tak seaktif tadi semenjak wanita itu menjauh darinya. Hha, baguslah. Setidaknya berhenti sebelum warna rambut Oswald luntur ke wajahnya.

Ah, kembali ke pekerjaan.

Dengan mimiknya yang wajar ia kembali memandang Marie. Tampak jelas kalau wanita berusia hampir 30 itu--sudah pantas dibilang tante-tante kah?--hendak menunjukkan perkara yang membuat Oswald ke mari. Fokus telah kembali, mata Oswald yang awas memperhatikan apapun yang akan dikatakan Marie dan sekaligus memperhatikan gelagatnya (siapa tahu Marielle tipe orang yang berbicara melalui gesture).

"Ah. Jadi... bisa minta tolong perbaiki... ini?"

Saat itu mata Oswald terpaku pada gesture sang wanita, namun, bukannya tertarik ke arah ke mana bola mata hijau itu memandang, ia terpaku pada jemari lentik Marielle. Jemari lentik yang berada di tempat yang salah, ke jurang neraka.

Second strike.

Dan kali ini ia tak bisa mengelak.

Holy Christ...


Suara darah tersirap, bibir berbentuk 'O' bulat nan besar, dan Oswald berani bersumpah kalau degup jantungnya melambung tajam sementara imaji--oh, ia memang diberkati kekuatan imajinasi yang luar biasa--sudah menjerumuskan dirinya. Tuhan, hampir saja kotak perkakas Oswald jatuh dari genggamannya. Suara pemuda itu kembali tercekat, cepat-cepat membuang sorot matanya ke arah lain walaupun telat.

"Bi--bidang itu bukan bidang saya, No-Nona Marielle."

Ya, kalau Marie benar-benar mengharapkan Oswald membenarkan 'komponen' yang satu itu sama saja ia meminta Oswald mencungkil matanya sendiri.

Ah Oswald sayang, bisakah kau lebih konyol lagi?


Last edited by Oswald Channing on 22nd January 2010, 12:26; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
Marie Suede

avatar

Posts : 18
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   22nd January 2010, 11:41

"Bi--bidang itu bukan bidang saya, No-Nona Marielle."

"Oh, Oswald," ujarnya, tetap membalut nada bicaranya dalam madu; manis, dan lengket. Ia sadar bahwa penampilannya belaka bisa membuat lelaki bertipe polos, macam Oswald Channing ini, gelagapan, tidak terbiasa dengan wanita golongannya. Bukannya ia tidak suka membuat emosi pria macam ini naik-turun, menikung tajam, namun ia tidak berharap hingga taraf pria-pria tersebut tidak bisa melakukannya dengan benar. "Jangan bilang begitu."

Kedua tangannya berpindah ke pinggulnya, semakin menampilkan figur jam pasirnya. Bibir berlipstiknya memajang senyum. "Mereka bilang--" sedikit berbohong; siapa pula mereka? "--kau yang paling piawai soal ini. Kukira kau sudah berpengalaman." Walau tidak familiar dengan Oswald, Marie telah melihat sosoknya melintas sekali-dua kali selama dua tahunnya di Cabang Utama; mekanik dengan kostum seperti Oswald tidak mudah dilupakan.

"Cuma untuk hal ini, mana mungkin kau tidak bisa, hm?" tantangnya, sembari menyibak rambut ikalnya dari wajahnya, menyimpan beberapa helai di belakang punggung telinga. Tidak melihat tanda-tanda kepercayaan diri dalam Oswald setelah rayuannya, tangannya mengambil pena yang ada di atas mejanya, siap menuliskan pesan untuk meminta pergantian teknisi. Ia tidak ingin berlama-lama.

Torehan penanya pada kertas tidak menghasilkan garis; Marie mengembuskan napas dengan keras, gusar. Kedua perangkat kerja utamanya, pena dan mesin telegram, rusak. Akhirnya, ia berbalik kepada satu-satunya harapannya untuk memulai pekerjaannya, Oswald Channing. "Oswald," awalnya, tetap menjaga suara 'manis'-nya, "... begini. Aku tidak akan bisa memulai pekerjaanku bila sepasang komponenku tidak bekerja, dear Oswald. Sementara, lelaki--" Teknisi adalah pekerjaan lelaki, bukankah demikian? "--ada untuk menjaga kondisinya tetap baik, kan?"

Terakhir, ia menggunakan senjata pamungkasnya; kedua ujung mulut tertekuk ke bawah, mata dipacu untuk mulai berkaca-kaca, ekspresi yang dipajang Marie yang memalingkan wajahnya sudah berkali-kali berhasil menggalang simpati orang yang melihat. "Oh, Oswald," desahnya, dalam bisikan yang pelan, "kau tidak mau membantu seorang wanita?"
Back to top Go down
View user profile
Oswald Channing

avatar

Posts : 32

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 21

PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   24th January 2010, 13:53

"Oh, Oswald,"

Oswald sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia tetap membuang mukanya ke arah lain suara racauan Marie memantul kembali ke udara bebas saat mengenai gendang telinganya, sementara itu sedikit warna rambut sang pria Inggris mulai luntur ke wajahnya... seperti kain yang dicelup ke dalam teh. Tanpa memandang lagi pun ia tahu kalau Marie pasti kecewa akan ketidamampuan serta ketidak sudian dia menyentuh wanita itu (?). Berteriak dalam hatinya, mempertanyakan kewarasan Marielle. Ya, sebenarnya dia waras atau tidak sih? Atau memang mur baut Mariele sudah kendur semua? Mana ada wanita baik-baik--dan waras--yang memanggil pria hanya untuk membenahi pakaiannya! Dan kenapa juga pilihannya jatuh pada seorang mekanis, dirinya. Oh, jangan-jangan wanita berambut merah itu memiliki suatu fetish ke pada mekanis berparfum oli--jangan salah sangka, Oswald tak pernah membiarkan dirinya berkubang oli jadi hal itu pasti tak mungkin--atau.. atau...

Jaringan sel kelabu di dalam tengkoraknya bekerja dengan kecepatan yang luar biasa sampai Tuan Channing mendapatkan hipotesa yang sempurna.

Marielle sedang mengalami krisis paruh baya.

Ok, Nona Marie Suede memang belum setua itu sehingga secara logis istilah paruh baya tidak tepat untuk dialamatkan padanya.... yah, anggap saja gejala itu datang terlalu cepat, seperti penuaan dini. Ya, ya, pasti begitu. Alasan ketidak-warasan yang pantas untuk dikasihani...

"Oswald,"

Sontak tersadar akan suara manis yang memanggil namanya. Ah, apa saja yang telah ia lewatkan tadi....? Helaan napas berat kembali terlepas dari antara tulang rahangnya. Beristighfar dalam hati sebelum mata biru itu kembali memberanikan diri untuk mendongak, sedikit.

"... begini. Aku tidak akan bisa memulai pekerjaanku bila sepasang komponenku tidak bekerja, dear Oswald. Sementara, lelaki ada untuk menjaga kondisinya tetap baik, kan?"

.....

Hening, tak ada suara.

Yang bukan berarti Oswald tidak mendengarkan kalimat Marie tersebut. Jika ada istilah gagal jantung, gagal ginjal, atau gagal hati dan lainnya... sekarang ini ke semua organ tersebut serasa membeku dalam detik yang terasa begitu lama. Seperti balon, kau butuh udara untuk membuat mereka mengembang hingga mereka dapat melambung di udara, namun, jika balon tersebut kelebihan kapasitas maka mereka akan meletus. Seperti layaknya yang terjadi pada pria Inggris yang kini berdiri beku bagai patung.

Singkatnya; Oswald Channing gagal bereaksi.

"Oh, Oswald,"

Sekali lagi suara manis, lengket, sedikit mendesah mungkin di dalam delusi si pria menariknya kembali ke bumi. Pupil Oswald terbelalak lebar, menangkap bahwa siluet wanita itu malah bergerak mendekatinya sekarang. Diliputi ketakutan pada sosok demoness di hadapannya, wajah Oswald berpaling ke arah pintu keluar-masuk. Baginya lebih baik menyelamatkan diri selagi bisa sebelum benar-benar terjerat dalam sangkar madu beracun milik Marielle. Tapi kakinya malah terpaku dalam-dalam ke ubin ruangan tersebut. Ia hanya iingin pergi! Pergi sebelum...

"kau tidak mau membantu seorang wanita?"

Suara desahan itu terdengar dengan jelas, berdesir di telinga... sampai turun menjalari tubuhnya, membuat bulu roma pemua itu berdiri.

"Su-sungguh Nona saya akan senang membantu Anda," akhirnya sekelebat suara--atau pekikan?--terdengar "tapi.. saya rasa saya bukan orang yang tepat. No-Nona Mari...lle lebih baik mencari pria lain saja untuk membantu anda membetulkan..." jakun pemuda itu kembali bergerak dari bawah ke atas saat pemandangan komponen Marie begitu dekat dengannya"... sepasang komponen Nona."

Panik.

"Sa-saya permisi dulu."

Oswald beringsut, menjauhi neraka yang dibungkus dalam kemasan apik yang bernama Marielle. Sorot ketakutan tergambar jelas di wajahnya. Sorot mata yang sama waktu pertama kali ia melihat wujud Akuma, semoga saja kali ini Nona itu menyerah dan melepaskan Oswald. Ingat, mau bagaimanapun juga Oswald ialah seorang pemuda... dan ia punya insting untuk melindungi diri dari marabahaya. Atau lebih baik lagi; menyerang balik.





Le-lebay!! *digiling*
Back to top Go down
View user profile
Marie Suede

avatar

Posts : 18
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   25th January 2010, 11:39

Tabarnac! Pria di hadapannya sinting, apa? Marie gusar, walau ia berusaha tidak menampilkannya pada parasnya--memasang ekspresi marah hanya akan mempercepat proses penuaan, benar? Walau demikian, no more Miss Nice Girl, Marie tidak akan membiarkan satu-satunya harapannya untuk memulai bekerja pergi begitu saja. Bagaimana mungkin Black Order mempekerjakan seorang mekanik yang tidak becus?

"Tunggu, Oswald!" Dengan kecepatan tertinggi yang bisa dicapainya dalam jeruji korset yang melingkari pinggangnya, wanita berbadan aduhai itu berlari menuju pria berambut merah itu. Tidak sudi memberikan waktu untuk perlawanan, Marie langsung melingkari lengannya pada sosok staf manajemen itu, mendekapnya dengan erat. Jelasnya, dengan maksud semakin memperkenalkan komponennya.

Ia mulai mengeluarkan suara tangisan pelan, walau tidak setetespun air meninggalkan matanya. "Oswald... Kau satu-satunya harapanku... Aku benar-benar memerlukan perbaikan untuk mesin telegram ini, tolonglah..." Mungkin akhirnya Oswald bisa menyadari identitas sebenarnya komponen yang dibicarakan oleh Marie sedari tadi.
Back to top Go down
View user profile
Oswald Channing

avatar

Posts : 32

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 21

PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   6th February 2010, 22:17

"Tunggu, Oswald!"

Argh, apa lagi?

Reflek wajah Inggris itu menoleh ke Marie, namun sebelum ia benar-benar berpaling untuk mendapatkan visualisasi wanita berambut merah itu ia sudah merasakan sesuatu, ya, merasakan. Benda asing yang mendarat di punggungnya. Yang benar-benar asing sampai akhirnya wajah pria berusia 21 tahun itu menoleh sempurna. Dan apa yang ia dapatkan? Satu perangkat lunak yang terdiri dari dua komponen.

Dan, tak sengaja tersentuh sikunya.

......

"Oswald... Kau satu-satunya harapanku---"

Percuma Marie, Oswald sudah tak dapat mendengar suaramu yang dibungkus madu lengket. Saat ini biru matanya sudah digantikan oleh bulan purnama sempurna; putih total. Pemuda bertubuh tegap itu mematung, tak sanggup mengatakan apa pun, atau melakukan hal lainnya. Yang ia tahu... pandangannya semakin berkabut, dan sosok Marie tak lebih dari bayang-bayang.... yang sekarang telah menguap dari pandangannya.

Tubuh dengan keringat yang bercucuran sebesar biji jagung itu limbung, entah ke arah mana, yang pasti; Oswald Channing tak sadarkan diri.

...dengan masih menyangka kalau komponen yang dimaksud Marie bukanlah mesin telegram.
Back to top Go down
View user profile
Marie Suede

avatar

Posts : 18
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 29

PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   3rd April 2010, 18:28

"Oh!" Apa-apaan ini? "J'ai mon voyage!" Sungguh tidak dapat dipercaya, dan Marie sudah tidak tahan lagi. Desisan pelan meninggalkan mulutnya dari sela deretan rapi giginya yang digertakkan. Kedua tangannya mengepal, sembari ia meredam rasa geramnya. Jangan bilang pria berambut merah ini diseklusikan dalam semacam biara, di mana yang bersangkutan tidak pernah melihat (apalagi menyentuh) wanita (apalagi dua gundukannya)? Baru dipeluk saja sudah pingsan.

... Jelas, metode lebih "keras"-nya bukannya ampuh, namun justru membuat Oswald Channing semaput lebih lama. Dalam situasi lain mungkin Marie akan menikmati mempermainkan perjaka muda yang kalap menghadapi wanita atraktif sekaligus menggoda seperti dirinya, namun ia benar-benar hanya menginginkan satu hal sangat sederhana: kemampuan meneruskan pekerjaannya. Itu saja.

Ia mengeluarkan tawaan dalam dengusan. "Jangan bilang dia justru abnormal." Mungkin bukan hanya mencintai sesama jenis layaknya penulis favorit Marie sendiri, Tuan Wilde, namun juga takut terhadap wanita--gynophobe? Siapa peduli, yang penting ia perlu membangunkan sang mekanis yang tak sadar diri.

Dari balik gaunnya, entah bagian mana, ia mengeluarkan suatu botol kaca kecil. Marie menahan napas usai membuka tutup botol, menahan diri dari menghirup aroma menyengat larutannya. Smelling salt, sal volatile... dikenal oleh ilmuwan dengan nama amonium karbonat, apapun julukan lain yang dimilikinya--cairan ampuh untuk membuat orang yang pingsan sadar diri. Perlahan, wanita Quebec yang kini dalam posisi duduk itu mendekatkan botol terbuka itu ke lubang hidung Oswald, dengan senang hati membiarkannya mencium bau merangsang itu.

Bibir merahnya membentuk senyuman kecil, sebelum mendekatkan diri pada telinga Oswald. Suara mendesah yang lengket bak bersalut madu itu pun kembali beraksi. Bila smelling salt tidak berhasil membangunkan Oswald, seharusnya suara siren itu berhasil.



"Time to wake up, dear Oswald..."
Back to top Go down
View user profile
Oswald Channing

avatar

Posts : 32

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 21

PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   14th May 2010, 21:48

Oswald, pria yang kebetulan memiliki nama yang sama dengan archbishop kondang dari York itu hanya terbujur di samping sang wanita bermahkota merah, semerah delima yang ranum. dan, dapat dikatakan pria itu kehilangan kesadarannya dengan cara yang sangat tidak patut untuk dibanggakan. Memang betul kalau tampaknya Marie memiliki semua amunisi dan komponen yang dibutuhkan untuk menumbangkan seorang ex calon pastur, benda-benda wanita yang biasanya membuat para pria bertekuk lutut.

Oswald pun demikian,

...dengan caranya sendiri tentu saja.


Jadi, saat Marie mulai menebarkan aroma itu ia mulai terusik dalam istirahatnya. Tampak kedua alis berwarna merah itu mengerut, wajah pria Inggris itu pun menggeleng pelan secara tak sadar. Memang, alih-alih beraroma harum wewangian tersebut sama sekali tak wangi. Sebaliknya malah. Bahkan di kemudian hari Oswald meyakini kalau aroma itu diberikan kepada Supervisor yang sedang tidur pulas pasti sang Supervisor langsung dapat bangun dengan tegak. Namun sekali lagi, yang membuat Oswald bangkit bukanlah aroma tersebut.

Desahan manis Marie yang berdesir di indera pendengarannya lah yang menyebabkan pria itu tegak, tersontak dari posisi berbaringnya dengan nafas yang memburu dan ekspresi terkejut--atau ketakutan?. Saat itulah secara tak sengaja Oswald menatap wajah wanita Kanada tersebut, dan begitu menyadari dekatnya jarak antara tubuhnya yang masih setengah berbaring dengan tubuh Marie, pria bermata abu tersebut merayap mundur beberapa langkah sambil mencoba menarik nafas dengan lebih tenang.

Walaupun belum begitu tenang.

"Err... Nona ... Suede?"
jakunnya bergerak dari atas ke bawah saat mengucapkan nama staff diplomasi tersebut. Jujur saja, sekarang ini Oswald merasa malu atas reaksi tubuhnya yang berlebihan, warna rambutnya yang luntur ke wajah Inggris tersebut telah meluas hingga cuping telinga. Bisa bayangkan ekpresi grogi yang bercampur dengan rasa malu? Kalau bisa pasti ekspresi Oswald tervisualisasi dengan jelas. Dalam pola pikirnya yang sedikit kacau pun ia masih sadar kalau perbuatannya barusan dapat menyinggung perasaan seorang gadis yang lembut--entah apakah Marie termasuk golongan itu--sehingga ia berniat meminta maaf. Untuk... apalagi selain reaksinya yang hiperbolis?

Oswald menelan ludah seraya mengalihkan pandangannya ke lantai--menghindari marabahaya--di saat ia menyadari kalau ada sesuatu yang sangat beraroma sedap. Spontan tangan kanannya menutup area separuh bagian bawah wajahnya. Sekali lagi dengan alis yang mengerut.Wajahnya sempat menoleh ke beberapa titik untuk mencari asal aroma tersebut, dan berhenti tepat di sumbernya.

Marie Suede?

Alis tersebut semakin mengerut, garis mata Oswald membentuk garis asimetris saat ia memandang wanita berusia 29 tahun tersebut. Tangan kanannya memang membungkam mulutnya sendiri, tapi tetap saja suara tenor Oswald lolos dari sela-sela jarinya. Sayangnya, yang lolos dari bibir tersebut bukanlah ungkapan permintaan maaf seperti yang ia niatkan.

"....saya tak menyangka Anda memiliki aroma semacam ini." ucapnya dengan nada heran.

Aroma badan, maksudnya.

Sorot mata keabuan itu menyiratkan keraguan, sementara itu tubuh putra teknisi rel kereta tersebut masih setengah berbaring dengan satu tangan yang bebas menopang berat badannya di lantai ruangan.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [CENTRAL] Please Be Gentle...   

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Please Be Gentle...
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Trinyah - The Gentle Dragoness
» Community Central: Welcome to Camp Half-Blood!
» MALKOIR --- Spike Corner Central
» New Beginnings Showcase - Manehattan Central
» [Official] Face Claim List!

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum