An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [ASIA]Invitation to Destruction

Go down 
AuthorMessage
Heidrich Kohler

avatar

Posts : 50
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 12 tahun

PostSubject: [ASIA]Invitation to Destruction   17th January 2010, 13:08

Timeline: 21 Januari 1880, 17.30 waktu setempat
Lokasi: sekitar koridor markas BlackOrder cabang Asia (dekat ruang rekreasi)
Status: Open-for-all terutama bagi mereka yang mau dijahili

Siap.

Senyum yang sudah mengembang sejak tadi makin terlihat menyeramkan, apalagi bila senyum tertempel pada wajah bocah berumur 12 tahun dengan rambut coklat dan mata kuning kecoklatan yang terkenal sebagai salah satu pembuat onar. Senyum tersebut merupakan pertanda buruk, bagi mereka yang masih menginginkan kedamaian di markas agar terus berjalan. Beberapa menganggap senyum tersebut terkesan misterius namun jelas: untuk menarik mereka untuk bergabung melakukan apa yang sudah ada di pikirannya.

Contohnya, partner-in-crimenya yang satu itu.

Heidrich Kohler yang awalnya berjongkok di salah satu pinggiran koridor kini menatap hasil masterpiecenya dengan bangga dan gembira. Di depannya, ia bisa melihat bagaimana sistem heater yang sudah ia modifikasi sedemikian rupa. Yah, anggaplah modifikasi dari tangan Heidrich Kohler bukanlah sesuatu yang baik bagi jiwa dan raga manusia; apapun yang dilakukan Heidrich yang berkaitan dengan pengacauan pasti akan menyakiti orang lain secara mental. Lihat saja bagaimana salah satu pemanas udara di koridor ini yang tampak masih menunjukkan positif baik-baik saja…

…kecuali disertai dengan bau telur busuk, langsung dari pemanas ruangan tersebut.

“Ada tambahan lain, Sobi?” Heidrich Kohler berpaling ke arah pemuda yang daritadi mengamati. Tentunya yang bersangkutan memiliki ide bagus, bukan?

Kali ini, bocah pengacau ini memilih sore sebagai waktu acaranya dengan alasan… bau telur busuk akan segera menyebar di sekitar koridor ruangan. Selain itu, protes akan hal ini mungkin tidak akan sampai ke meja staff internal sampai besok pagi; saat itu, bau telur busuk yang ada koridor mungkin sudah merambah sampai ke ruangan lain. Oho, brilian bukan?




OOC:
  • Thread khusus untuk mengacau (dan diusili). Harap maklum. =))
  • No pos sebelum Io
  • Credits to Dissidia: Final Fantasy untuk judulnya


Last edited by Heidrich Kohler on 17th January 2010, 14:16; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Io Sobillatore

avatar

Posts : 23

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 17 y.o.

PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   17th January 2010, 13:43

Alasan klasik yang digunakan oleh semua orang adalah bosan. Dengan bosan kita dapat melakukan apapun, mau kayang di ruang rekreasi, duduk terbalik di dapur, masak kodok hidup sekalian pun kalau ditanya ‘kenapa kau lakukan ini?’ jawaban pertama pasti karena orang yang bersangkutan memang tidak memiliki pekerjaan lain atau dalam bahasa ilmiahnya: bosan.

Sayangnya, pemuda ini tidak dapat menemukan hal lain yang berguna untuk mengisi waktu luangnya. Membaca? Hohoho~apa itu deretan kata seperti tembok? Sori, pass deh ya. Misi? Ga ada misi. Latihan? Ada yang mau bareng? (smirk) no respond.

Dan satu-satunya hal yang menurutnya sangat emnarik untuk dilakukan, menyenangkan, dan tidak melelahkan tapi justru menyegarkan adalah menyetujui ajakan Heidrich Kohler untuk ‘bermain’, melakukan sesuatu yang dapat dikatakan binal tapi menyenangkan. Usianya? Ah, 17, terus kenapa? (8D)

Berjongkok sambil memperhatikan Disciple dari General Xiao Ling mengutak-atik pemanas koridor yang tentu saja berfungsi untuk memanaskan seluruh koridor di markas. Io menampilkan cengiran jahil yang lama tidak keluar, bersamaan dengan sebungkus kertas, besar. “Ini akan menjadi sangat hebat,” katanya, seraya membuka kertas berisi 3 bangkai tikus mati. Baunya? Kalau matinya 5 hari lalu kira-kira baunya seperti apa?

Diangkatnya 3 bangkai tikus sbesar 25 cm itu dengan memegang bagian ekornya. Perlahan membuka sistem pemanas, memasukan bangkai-bangkai tak berdosa tadi, menutupnya kembali. Perfect.

Sekarang? Dengan satu isyarat kabur dengan jari kepada Heidrich—yang ia panggil ‘Koppe’—Io mengambil langkah seribu dan cepat berhenti ke arah belokan yang jauh dari sana. Kira-kira siapa korban pertama mereka?
Back to top Go down
View user profile
Heidrich Kohler

avatar

Posts : 50
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 12 tahun

PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   17th January 2010, 14:09

Oho, oho!

Jangan salahkan Heidrich bila tangannya secara refleks segera menutup hidung, kemudian matanya menatap sinis tiga bangkai tikus yang dipegang oleh Io. Kapan kedua tikus itu mati, oh Heidrich tak peduli. Mungkin mereka pada awalnya menjalani kehidupan sebagai tikus biasa; makan-makanan sisa dari dapur, membagikan bagian makanan tersebut pada keluarganya, kemudian tidur. Sial bagi mereka hingga ekor mereka kini dipegang oleh pemuda berumur 17 tahun tersebut, nyawa sudah melayang.

“Semoga Tuhan menerima rohmu di sisi-Nya, tikus-tikus baik. Jasad kalian akan berjasa dalam operasi pengusilan ini.” Heidrich berujar pendek, tangannya masih mengapit hidung ketika pemuda teman bermainnya ini memasukkan bangkai-bangkai tikus tersebut ke dalam pemanas yang baru saja mereka utak-atik. Perutnya mulai mual, namun senyum yang masih terbingkai pada wajahnya jelas-jelas menyatakan bahwa ia senang dengan improvisasi tersebut.

Mungkin dengan sedikit keberuntungan—oh, andaikan Brian Selvatine berada di pihak pengacau juga; ia bagus dalam keberuntungan—bau tersebut tidak hanya merambah di koridor-koridor, namun juga masuk ke ruangan-ruangan di markas. Lumayan untuk membuat kekacauan bukan?

Maka, ketika pemuda yang lebih tua tersebut segera pergi ke salah satu belokan koridor agak jah dari lokasi TKP, Heidrich tidak bisa menahan keinginan untuk terkekeh usil dan berlari ke arah pemuda tersebut. Mata kuning kecoklatannya kini berbinar usil, sementara tangan merogoh kantong besar yang ia ikat di pinggang—khusus untuk acara ini.

“Kalau ketahuan bagaimana, Sobi?” Sengiran usil. Tangan kanannya meraih beberapa balon air kecil-kecilan dengan berbagai macam warna. Granat air; lumayan untuk membuat seseorang kebasahan dan berhenti di tempat untuk sementara waktu. “Sudah siap peluru?”

Sebaiknya Io memiliki persediaan amunisi untuk mempertahankan diri; Heidrich tidak ingin berbagi granat air bila ternyata pemuda yang lebih tua darinya ini tidak memiliki peralatan untuk melindungi diri dari para pengejarnya.
Back to top Go down
View user profile
Blanka Ormondi Demetros

avatar

Posts : 116
Umur : 28

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   17th January 2010, 18:08

Blanka Ormondi Demetros terlihat keluar dari sarangnya—kamar yang di triple lock dari dalam itu. Wanita Hungaria tersebut berjalan perlahan seperti biasa di jalur biasa yang selalu ia lalui tiap harinya... jika ia tidak memutuskan untuk bersemedi di dalam sarangnya tentu. Hanya butuh hitungan kurang dari tiga menit untuk melintasi koridor atau seharusnya lebih cepat lagi karena langkah kaki Nona itu hanyalah sebesar setengah langkah kaki kebanyakan orang lain.

Langkah tanpa suara dan keheningan yang biasa. Rasa-rasanya juga koridor ini lebih hening dari biasanya, entah kenapa. Namun Blanka menyukai suasana seperti ini, kesunyian yang memang selalu ia cari, atau malah kesunyian itu lah yang selalu terpancar dari padanya.

Sampai ia mencium aroma yang sangat... 'irresistible'.

Bau-bauan—yang jelas bukan dari dupa wangi atau aromaterapi lain—tersebut berhasil menghentikan langkahnya. Wajah Blanka terangkat, sorot amber itu menyapukan pandangannya ke sekitar. Masih belum ada perubahan yang berarti dari air mukanya walaupun jelas-jelas aroma itu merayap melalui hidungnya, turun ke kerongkongan sampai ke dua buah organ di dalam dadanya... dan mengusir semua oksigen murni dari dalam sana.

Dan kali ini ia tak bisa menahan tangan kanannya untuk bergerak menutupi hidung dan bibirnya.

Sungguh wangi-wangian yang hebat, bukan?

Blanka cukup bisa mengenali aroma.. apalagi aroma bangkai yang paling mudah dibedakan daripada mengidentifikasi wangi bunga Hyacinth atau Lavender. Ia kembali berjalan, berharap menemukan sumber aroma tersebut. Namun, Sorot matanya tak lagi tertuju pada ubin yang ia injak melainkan menyapu ke sisi-sisi lorong seraya melangkah sambil mempertahankan wajah tenang yang biasa.

Akui sajalah kalau saja jemari itu tak tertempel sedemikian rupa kau tak akan tau apa wanita itu mencium wewangian buah karya Kohler Junior serta rekan kriminalnya.
Back to top Go down
View user profile
Gletsjers van Virchow

avatar

Posts : 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   17th January 2010, 22:03

"Selesai juga..." Seorang Exorcist berambut hitam bernama Gletsjers van Virchow bergumam. Baru saja ia kembali ke Markas Black Order sehabis menyelesaikan sebuah misi bersama dengan beberapa Exorcist lain. Sekujur tubuhnya dipenuhi oleh butir-butir keringat. Sangat mudah untuk mengetahui apa yang akan Exorcist satu ini lakukan sesaat setelah ini. Tentu saja istirahat.

Tap Tap Tap

Suara kakinya terdengar cepat, mungkin ia sudah tidak sabar lagi untuk beristirahat di atas kasurnya. Walaupun diseberang kasur miliknya tersebut ada Lian Jie, Disciple dari General Jeong Hu yang entah kenapa selalu dingin padanya.

Tap Tap Tap...

Suara langkah kakinya tiba-tiba menghilang. Ada apa gerangan? Rupanya ia melihat sesosok wanita di tengah koridor yang entah mengapa terlihat menutup hidung dan mulutnya.

Ia segera mendekati tempat wanita tersebut berdiri.
Ingin mengetahui apa yang terjadi di koridor tersebut. Namun, entah mengapa ia tidak mengeluarkan sebuah katapun.

"Ubh..." Tiba-tiba perut dan dadanya bergetar kencang tepat setelah menghirup udara di koridor tersebut. Ya, apalagi kalau bukan perasaan mual akibat bau yang kurang mengenakkan untuk ditangkap oleh indra pembaunya. Sekarang ia menemukan jawaban mengapa wanita Exorcist yang secara tidak sengaja ditemuinya dulu itu tengah menutup hidung dan mulutnya.

"Hh....... Hh......." Masih menutup hidungnya, Glace mengambil udara perlahan-lahan untuk membiasakan diri. Yah, memang bagi orang yang dulu tinggal di perkampungan pribumi Hindia Belanda, bau tersebut lumayan sering tercium. Apalagi kalau ada bangkai hewan pengganggu seperti tikus yang telah mati berhari-hari.

"Hoek..." Rasa mual yang lebih besar menyerangnya. Tapi, ia tidak sampai memuntahkan isi perutnya. Kelihatannya, ia membutuhkan waktu sedikit lama untuk kembali terbiasa dan 'bernostalgia' dengan bau tersebut.

Beberapa kali rasa mual tersebut masih menyerangnya. Untuk saat itu, ia berusaha untuk menahannya. Apa jadinya jika ia memuntahkan isi perutnya dihadapan Nona Ormondi. Bisa-bisa ia akan berhadapan dengan Silverius...

"Ada apa ini?" ucapnya dengan nada sedikit kesal.
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Blanka Ormondi Demetros

avatar

Posts : 116
Umur : 28

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   22nd January 2010, 10:46

Masih menutupi hidung dan bibir sambil berjalan pelan ditemani aroma semerbak bangkai hewan pengerat saat ia mendengar suara langkah kaki mendekat dari darah yang berlawanan. Sinar amber itu melirik sekilas ke sumber suara yang ternyata dihasilkan seorang Exorcist... yang tak terlalu ia kenal tentunya.

Namun berbeda dengan wajah tenang yang tersemat di paras wanita berusia 23 tahun itu tampaknya Gletsjers mengalami kesulitan beradaptasi--atau setidaknya menahan rasa mual--dengan bau-bauan tersebut. Dilihat pria itu mendekat ke arahnya--yang sudah menghentikan langkah--dengan gelagat yang mengisyaratkan jika pria itu bisa memuntahkan isi perutnya kapan saja. Kali ini sorot mata janda tersebut memandang pada Glace yang kemudian menyuarakan rasa kesalnya.

"Ada apa ini?"

Jika saja Blanka adalah wanita yang atraktif (atau lebih talkative) dia pasti akan langsung menjawab 'mana ku tahu aku juga baru saja datang' namun seperti yang semua orang tahu ia tak akan mengutarakan hal semacam itu. Jadi pertanyaan pria berkebangsaan Belanda itu hanya dibalas dengan gelengan lemah tanpa satu kata pun terucap.

Ingatlah, bagaimanapun juga Blanka adalah manusia normal dengan daya penciuman yang normal sehingga terus terang saja ia sudah mulai tak tahan dengan aroma itu--walaupun tak tergambar d ekspresi wajahnya. Menghembuskan nafas panjang, Blanka kembali melangkah menjauh--masih sama pelannya, tak mengacuhkan Glace, ia hanya ingin melintasi koridor ini secepat mungkin.
Back to top Go down
View user profile
Katagiri Seiryuu

avatar

Posts : 26
Pemilik : Issei Akira

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 28

PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   25th January 2010, 19:14

Sore hari seharusnya adalah waktu yang menyenangkan, karena artinya ia bisa bertugas lagi di dapur setelah entah berapa jam menganggur atau membaca resep-resep masakan baru di perpustakaan. Seharusnya ia akan berjalan ke arah dapur dengan riang, sambil memikirkan menu apa yang akan dimasaknya malam itu. Seharusnya. Iya, seharusnya, yang sayangnya tidak terjadi.

Sei sedang berjalan dengan santai melintasi salah satu koridor saat tiba-tiba ia mencium bau yang tidak mengenakkan. Sangat tidak mengenakkan, seperti bau makanan basi yang dipanggang lagi dalam oven. Bagi seseorang yang memiliki penciuman tajam, bau itu sangatlah mengganggu. Sialnya, Sei adalah orang dengan penciuman yang cukup tajam, dan bau itu membuatnya langsung menutup hidungnya dalam hitungan detik.

Alisnya mengerenyit, senyumnya pudar seketika. Bau yang tidak mengenakkan itu sudah merusak mood-nya. Kalau saja baunya tidak sebusuk itu, mungkin ia akan mencari di mana sumbernya lalu meminta seseorang untuk membersihkannya, kalau tidak dibersihkan sendiri. Masalahnya, bau itu terlalu menyengat untuknya. Mungkin kalau ia membuka hidungnya sekarang, ia akan muntah seketika.

Mendesah pelan, ia kembali berjalan sambil menyepit hidungnya kuat-kuat dan bernapas dengan mulutnya. Tidak nyaman, memang, tapi mau bilang apa lagi? Tak lama, ia menemukan 2 sosok Exorcist yang tampaknya sama terganggunya dengan dirinya. "Permisi," sapanya pelan dengan suara sengau, "Ada yang tahu apa yang terjadi di sini?"

Siapa tahu salah satu dari mereka bisa menjelaskan asal bau busuk yang sekarang menyebar di koridor itu.
Back to top Go down
View user profile
Gletsjers van Virchow

avatar

Posts : 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   26th January 2010, 15:46

"Hh... Hh..." Terdengar desahan nafas dari mulut Glace. Kelihatannya ia sudah mulai agak terbiasa dengan bau tersebut. Walaupun, terkadang perutnya masih mual akibat bau tersebut. Untunglah penciuman Glace tidak cukup tajam. Walaupun begitu, bau tersebut masih sangat mengganggunya.

"Permisi, ada yang tahu apa yang terjadi di sini?" Terdengar suara yang sedikit sengau milik seseorang dari arah punggung Glace. Tampak seorang Section Staff paruh baya. Kalau tidak salah Katagiri Seiryuu namanya, seorang Section Staff yang bekerja pada urusan dapur (?).

"Ah... Saya pun baru saja ada di sini karena mencium bau yang kurang mengenakkan..." kata Glace. "Mungkin anda tahu sesuatu Nona Blanka?" sambungnya pendek, mengulangi pertannyaan yang telah ia keluarkan. Entah sekedar basa-basi pada Section Staff dihadapannya atau ia lupa bahwa ia telah menanyakan hal tersebut.

Hm... gumam Glace dalam hati. Iris coklatnya bergerak hampir ke segala arah. Mungkin tengah mencari sumber penyebab bau-bauan tersebut? Yah, mungkin saja...



"HOEK..." Kelihatannya perutnya kembali mual...




OOT:~Wb~
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Io Sobillatore

avatar

Posts : 23

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 17 y.o.

PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   30th June 2010, 20:44

Ketika Koppi sudah sampai ke tempat persembunyian mereka—ia bukannya tidak dapat menahan kekehan yang ingin keluar dari mulutnya, melainkan tawa keras. Tangannya menutup mulutnya sekuat tenaga agar tidak tertawa super keras dan tangannya ia tahan agar tidak memukul-mukul tembok atau lantai terdekat. Bahkan berguling sambil menendang-nendang lantaipun tidak. Ini sulit—sulit!

Peluru?

“Sebentar, perutku sakit,” ujarnya, tidak kuasa menahan tawanya yang bisa saja meledak sebentar lagi kalau ia lengah, namun sempat-sempatnya ia menunjuk saku celananya dimana terdapat dua buah botol kecil berisi bubuk merica yang ia ambil dari dapur, sebuah botol cuka, dan...apa? Kadang berkunjung ke dapur ada gunanya, loh. Jika melihat bekas makanan, kadang ia ingin mengambilnya dan membawanya ke TKP tapi tidak terpikir bagaimana cara membawanya.

Lalu di tangannya ada sebuah kantung plastik lagi yang diisikan beberapa kantung kecil yang digembungkan dengan gas. Gas bawang Bombay. Kalau meledak tidak tahu akibatnya~hwahahahaah~!

Tapi aksi ini kurang sempurna tanpa korban. Hal yang membuat Io ngakak habis-habisan jika mereka sudah jauh dari tempat itu. Demi alasan keamanan, ia hanya menyenggol rekannya itu tanpa suara dan menunjuk tiga orang di koridor.

Nanti tertawanya, Io. Nanti.
Back to top Go down
View user profile
Heidrich Kohler

avatar

Posts : 50
Pemilik : masamune11

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 12 tahun

PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   1st July 2010, 21:49

Sengirannya melebar ketika pemuda yang lebih tua itu kini kesulitan menahan tawanya. Sengiran tersebut dengan cepat berubah menjadi sebuah tawa bercanda, meledak kemudian menggema sepanjang koridor. Otaknya kembali bekerja--ini bukan hal baik.

Syukurnya, hal itu hanya terjadi sekilas. Singkat kata, seniornya yang satu itu kini memukul-mukul lantai; dengan demikian, ia bisa menyalurkan tawanya pada seuatu bentuk lain yang lebih membuat mereka aman dari para korban, ya?

Yep.

Mata kuning coklatnya melihat bagaimana Sobillatore mengeluarkan pelurunya--baunya saja membuat hidungnya gatal. Jadinya ingin bersin, namun melakukan hal tersebut di tempat seperti ini tidak bijak bukan? Apalagi, mereka sendiri sedang dalam, well, pelarian bukan (meskipun mereka memang belum kepergok)--

"HATCHIIIIIIH."

...

Itu bersin yang keras.

Heidrich segera pucat pasi, mulutnya menggumamkan bunyi 'oops' kecil, mata kuning-coklat segera melihat ke sekitar. Sedikit-sedikit, wajahnya ia keluarkan untuk melihat apakah mereka sadar dnegan suaranya itu. Harap-harap cemas, tangannya yang tengah memegang bola air siap untuk dilemparkan ke arah para pengejar--jika memang orang yang di sana siap mengejar mereka.

"...mericamu kebanyakan, Sobi!"

Desisan tersebut lebih terdengar seperti menyalahkan perbuatan yang bisa saja menghancurkan rencana penyembunyian mereka berdua. Memangnya siapa yang bersin, hm?
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [ASIA]Invitation to Destruction   

Back to top Go down
 
[ASIA]Invitation to Destruction
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum