An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [CENTRAL]Night Bath

Go down 
AuthorMessage
Eric Maxime-Olivier



Posts : 18

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 21 tahun

PostSubject: [CENTRAL]Night Bath   23rd January 2010, 22:22

Timeline: sehari setelah "Wondering", tanggal belum ditetapkan
Waktu: Malam hari, 20.00 waktu setempat
Lokasi: Kamar mandi umum (dan luarnya) di asrama wanita BOHQ

Kemungkinan menjadi RP dengan rating R-15.




Musim dingin tahun tersebut selalu membuat siapapun malas untuk mandi di tengah malam. Tidak ada ornag yang sebodoh itu untuk mencari sorot utama dari hipotermia, bukan? Karena itu, ketika suara percikan air perlahan terdengar dari balik pintu, pemuda berambut hitam ini tidak bisa menahan rasa ingin tahunya akan siapa yang berada di balik pintu.

Eric Maxime-Olivier, di malam yang cukup dingin tersebut, pada awalnya hany bermaksud untuk berpatroli di sekitar asrama wanita. Tidak, ia tidak bermaksud untuk mengganggu mereka yang hendak tidur; ia agak penasaran denga gadis berambut coklat dengan mata hijau bagaikan hutan belantara. Sungguh, kalau saja ia bisa tahu yang mana ruangan dari gadis tersebut, maka ia akan segera pergi dari tempat itu dan kembali pada ruangannya sendiri.

Sayangnya, karena suara percikan air dari balik pintu kamar mandi, Eric terpaku di depan pintu, telinga kini menempel pada pintu. Remang-remang koridor yang minim cahaya pastinya mengaburkan pandangan siapapun; satu atribut yang cukup menguntungkan bagi pemuda ini untuk kabur dari siapapun-yang-akan-memergokinya, kalau saja ia memang dipergok.

...

Sungguh, ia melakukan ini hanya karena rasa ingin tahunya; siapa pula yang mau mandi di malam musim dingin seperti ini?

Dahinya mengerut ketika ia mendengar suara wanita--sepertinya menyanyi?--sementara mata hitamnya menyipit, tanda bahwa ia mencoba fokus pada suara tersebut. Sepertinya ia pernah mendengarnya di suatu tempat, tapi... di mana?

Telinganya terus mendengar sayup-sayup nyanyian tersebut, sementara otaknya memroses siapa yang ada di balik pintu.




OOC: Semi-limited (Invite only). Sudah izin PM Katerina untuk mendeskrip terlebih dahulu.
Back to top Go down
View user profile
Lilo T. Nueland

avatar

Posts : 45
Umur : 24
Pemilik : Vel

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   24th January 2010, 00:11

OOC : Duluan gapapa kan? Smile


Siapa yang tahu isi kepala setiap orang? Di kala semua orang lebih memilih untuk menarik selimut hangat dan mendekap bantal dengan nyaman di malam dingin ini, seorang pemuda justru lebih memilih untuk berkeliaran tengah malam. Tidak ada yang tahu apa yang sedang ia rencanakan. Mungkin sebaiknya lebih tepat jika dilafalkan sebagai 'Apa yang sedang ia lakukan.' Bahkan bulan akan bertanya-tanya mengenai kelakuan tidak wajar yang terjadi di asrama wanita—sementara dirinya sendiri adalah seorang pria.

Dengan seragam kerjanya yang sedikit berantakan, kakinya menapak tanpa suara sepanjang koridor yang tampak lengang dan hening. Matanya menyipit menandakan tubuhnya hampir kehilangan kesadaran melihat cuaca yang sangat mendukung untuk tidur tenang lebih awal dari biasanya. Setengah tidur atau pura-pura tidur, masih menjadi misteri.

Lilo T. Nueland, pemuda lajang yang sepertinya belum laku ini hanya ingin kembali ke kamarnya secepat ia bisa. Namun sepertinya, otak yang seharusnya dipakai dengan maksimal itu sudah mulai berkarat. Bagaimana ia bisa sampai ke asrama wanita. Jika otaknya yang berkarat itu mengatakan ingin mengunjungi—lafalkan sebagai menggoda wanita yang ingin tidur setelah kerja keras siang tadi, mungkin pukulan keras di kepala akan cukup membantu.

Tapi tolong, kesampingkan dulu hal tidak penting itu.

Indera pendengarannya menangkap suara-suara yang tidak wajar di malam dingin ini. Suara percikan air yang terdengar dari balik sebuah pintu. Seharusnya terdengar sebagai melodi yang akan menuntunmu ke alam mimpi. Namun, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda. Rasa penasaran yang meraung dalam kepalanya, membuat langkah kakinya mengambil interval yang pendek. Mengendap-endap.

Lilo berusaha memperjelas penglihatannya, di mana dari sudut mata merahnya ia mampu melihat sesosok pemuda berdiri dengan kepala menempel di pintu bak mencuri dengar kegiatan yang sedang dilakukan orang lain. Pemuda berambut abu-abu kecoklatan ini mendekati pria lain yang sepertinya sedang menikmati kegiatan tersebut tanpa menghiraukan adanya seorang lain yang akan menangkap basah pria itu untuk kemudian diadili karena tidak sopan.

Atau.....mungkin tidak.

Menguping mungkin bukan ide yang buruk. Lagipula siapa yang mau ketinggalan aksi yang bahkan belum tentu dapat kau saksikan sebulan sekali.

Suara percikan air yang beradu dengan lantai semakin jelas terdengar. Dan samar-samar senandung kecil turut terdengar—mengiringi irama yang tidak teratur. Sama seperti orang di hadapannya, general muda ini menempelkan telinganya ke pintu.

Sungguh, ia hanya penasaran apa yang menyenangkan dari hal itu. Meskipun mungkin sebagian besar wanita di markas ini sudah tahu reputasi pemuda ini yang terkenal suka mencari masalah dengan para gadis. Menggoda dengan kata-kata murahan. Dan kata 'memalukan' yang sudah biasa dilemparkan tepat di wajahnya, namun kembali terpental karena mukanya yang cukup tebal. Si genit tak tahu malu ini.

Dari balik punggung pria di depannya, "Hei, sudah lama di sini?" sebuah bisikan langsung di dekat daun telinga lawan bicaranya.
Back to top Go down
View user profile
Katerina Efcileisthenes

avatar

Posts : 19

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 19 y.o.

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   24th January 2010, 08:36

Gadis 19 tahun itu mendesah. Dirinya perlahan melepaskan kepangan panjang yang terus terjalin dengan awet seperti disemprot sesuatu seperti pernis. Rambutnya tidak kaku, mungkin ikatan pita yang terlalu kuatlah yang membuat kepangan itu terus awet dari pagi sampai malam. Padahal rambutnya termasuk yang ‘lemas’ dan susah dikuncir, loh. Kini rambut kecoklatannya yang berombak menjuntai sampai belakang pinggang dengan ujung yang dipotong rata. Poni depannya adalah pengecualian—yang itu memang ia yang membiarkan agar tampak seperti itu.

Kate, dengan kebiasaannya yang paling tidak umum adalah mandi. Mandi selalu tepat pada waktunya, dua kali sehari yang telah ia jadwalkan. Biasanya ia akan mandi sore pukul 5 sore, tapi setelah bergabung dalam Black Order, jadwal tersebut bergeser ke pukul 7 malam atau lebih—tergantung pekerjaannya selesai pukul berapa.

Hari ini ia menyelesaikan pekerjaannya pukul 7 malam—atau paling tidak istilah ‘mendapat waktu istirahat’ lebih pantas—dan waktu itu ia gunakan secara sangat-sangat efisien. Kate sangat suka mandi karena dengan cara itu tubuhnya menjadi bersih dan lebih segar, tapi karena alasan itu pula ia bisa menghabiskan waktu yang sangat sangat lama untuk mandi. Paling cepat setengah jam. Tebak saja apa yang dilakukan di dalam sana.

Maka pukul 7.30 (malam) ia selesai membuka ikatan pada rambutnya, menyisirnya sedikit agar lebih rapi dan tidak lama langsung mengambil handuk serta melipat pakaiannya. Sebenarnya ia tidak terlalu suka memakai pakaia dalam kamar mandi, karena menurutnya dalam kamar mandi yang panas itu justru akan membuatnya berkeringat lagi kalau berlama-lama di sana. Gerakan gadis itu sempat terhenti. Pukul berapa sekarang? Kalau sudah malam begini harusnya tidak ada yang melihat, kan? Terlebih—

(melirik ke arah koridor)

—pencahayaan koridor yang kurang baik. Siapa yang akan melihat? Hati-hati saja, Kate, sebenarnya kalau kau berdiri tepat di depan pintu kamar mandi yang terang itu, yang jelas semuanya akan terlihat. Oh—tapi Kate juga tidak seperti itu. Paling tidak ia membawa handuk dan alas kakinya.

Maka dengan semua perlengkapan itu, gadis Yunani ini—dengan pakaian lengkapnya—memasuki kamar mandi. Perlahan menanggalkan pakaiannya dan menyalakan shower. Katakanlah dia aneh; karena air di shower itu dingin dan ini malam musim dingin, tapi mandi tetap merupakan prioritas walaupun ada gempa sekalipun.

Sebenarnya sudah berapa menit ia mandi? Karena ia mandi dalam diam selama kurang lebih 20 menit rasanya waktu berlalu begitu lama. Tidak perlu ia memberitahu apa saja yang ia lakukan selama 20 menit terakhir itu, kalian pasti sudah tahu. “Long lay the world,” suara sopran itu meluncur keluar, beradu dengan air yang menghantam lantai, “—in sin and error, longing,” kadang ia memang sering bernyanyi saat mandi, tapi sejak berada di Black Order, suaranya dikecilkan agar tidak mengganggu mereka yang lewat di koridor. “For His appearance, then the Spirit felt its worth,” lagu natal itu membuat air yang dingin serasa hangat. Mungkinkah karena penyesuaian suhu yang ia alami secara perlahan, atau mungkin karena berkat Tuhan dalam lagu itu? Air mengucur secara deras, entah darimana asalnya tapi terus menerus membasahi sekujur tubuhnya. Kepala yang menanggung rambut panjang itu terasa agak berat karena bobot dari helaian yang basah, sementara bibirnya terus mengucap lagu itu. Holy Night, menurutnya lagu sacral yang harus dinyanyikan setiap malam natal.

Sudahlah..tidak penting.

“His power and glory ever more proclaim...” bersamaan dengan berakhirnya lagu, shower dimatikan. Kate mengambul handuk putih yang besarnya cukup untuk menutupi tubuhnya sampai 5 senti di bawah lutut, membalutkannya sehingga pas untuk menutup rapat bagian dada sampai bawah lutut. Tidak lupa ia melipat pakaian kotornya yang ia masukan pada task ain agar lebih mudah dibawa. Padahal jarak kamar mandi sampai kamar hanya beberapa meter. Lima meter? Yang pasti sangat dekat.

‘Cklek!’

“.........”

Huh?

Terbelalak. Respon normal: tersentak ke tapi tidak bergerak dari tempatnya, tas berisi pakaian jatuh, tangan menekan handuk semakin merapat. Gila. “A—a—Apa yang kalian lakukan?!” Kau kira Katerina tidak bisa marah?




((OOC: maaf panjang deskrip setelah konsultasi sama mbak tret starter))
Back to top Go down
View user profile
Eric Maxime-Olivier



Posts : 18

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 21 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   24th January 2010, 19:05

Sudah malam begini, bagaimana bisa Eric tidak berpikir bahwa koridor gedung pasti sudah kosong? Karena itulah, tanpa sengaja, kesadarannya akan sekitar menurun; awareness memang bukan sesuatu yang harus dicopot begitu saja dalam satu waktu.

"Hei, sudah lama di sini?"

Karena itu, jangan heran ketika pemuda ini berjengit ketika menyadari keberadaan seorang lain, menempelkan telinganya pada daun pintu kamar mandi--melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan pemuda berumur 22 tahun ini. Mata hitam membelalak, mencoba mencari penanda identitas. Muka segera memucat ketika pemuda tersebut melihat pucatnya warna rambut yang dimiliki lawan bicaraanya, disertai dengan sedikit helai kecoklatan.

"J-J-Jendral!" Telinga langsung lepas kontak dari daun pintu, sementara mata hitam terfokus pada pemuda berumur sepantaran dengannya. "Ini tidak seperti yang anda kira--"

Kata-katanya segera terputus, sayangnya, ketika pintu kamar mandi yang sempat ia cupingi kini terbuka. Koridor yang tadinya remang-remang kini menjadi lebih terang--setidaknya cukup terang agar mata hitam milik Eric dapat meregistrasi siapa yang berdiri di depan pintu. Oh, jangan lupakan nada suara tinggi yang terdengar familiar di telinganya. Gabungkan semua itu, maka otak Eric Maxime-Olivier akan berhenti beroperasi selama beberapa detik.

“A—a—Apa yang kalian lakukan?!”

"EEEH! Ka-kattie, ini tidak seperti yang kau pikirkan!" Mata hitam membesar penuh horor, sementara otak pemuda ini mati rasa karena...

...

Astaga, ada seorang gadis yang berdiri hanya memakai handuk di sana! Tentunya otak pemuda ini tidak bisa berjalan dengan distraksi tersebut bukan?!
Back to top Go down
View user profile
Lilo T. Nueland

avatar

Posts : 45
Umur : 24
Pemilik : Vel

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   24th January 2010, 19:47

"J-J-Jendral!"

Terkejut, sedikit. Fuh, reaksi yang lumayan bagus untuk seorang pria yang menguping di depan kamar mandi umum asrama wanita. Pemuda di hadapannya segera melepaskan sentuhannya dengan daun pintu berwarna coklat di sampingnya. Pemuda Inggris ini berusaha mendeteksi adanya ciri-ciri yang ia kenali dari orang yang memulai kegiatan itu. Dari ujung rambut hingga ujung kaki, kembali lagi ke atas. Bahkan sampai jerawat letak hidung, mulut, dan sebagainya. Matanya terpejam sejenak, berusaha mengolah data yang ia terima setelah mengamati penampilan objeknya. "Hmm...." Ia terhenti sejenak. Kemudian memandang tajam pemuda berseragam Finder di hadapannya. "Kau!" General muda ini melepas telinganya dari daun pintu. Lebih mengarah pada lawan bicaranya. Wajahnya yang tadi penuh kecurigaan menatap lekat 'si pelaku' yang mencoba mencari alasan atas kejahatannya—memajukan kepalanya beberapa senti tanpa memindahkan kakinya. "Kau.......siapa ya?" bisiknya seraya tersenyum penuh arti. Pura-pura manis. Jujur saja, general yang tidak bisa diharapkan ini memang tidak peka pada sekitar. Atau mungkin ia terlalu pikun untuk mengingat wajah dari tiap manusia yang ia temui.

"Ini tidak seperti yang anda kira--"

Aha! Mengelak. Benar, kan?

"—memangnya apa yang aku kira, hm?"

Namun, kata-kata yang terputus itu membuat kepekaan indera pendengarannya itu menurun drastis. Membiarkan suhu dingin malam itu mempengaruhi aspek penting seorang exorcist, sungguh memalukan. Apalagi yang terpenting saat ini, ia berada di asrama wanita. Sungguh Lilo tidak memperhatikannya sejak beberapa detik yang lalu.

“A—a—Apa yang kalian lakukan?!”

Suara itu. Tidak asing di telinganya. Seperti suara yang baru saja ia dengar. Ah, suara yang bersenandung tadi? Pertanyaan itu terdengar sangat nyaring di telinga pemuda ini, untuk seseorang di balik pintu tersebut.

Eh?

Dengan tubuh yang sedikit membungkuk dan kepala yang lebih maju beberapa senti itu, kepalanya menoleh ke arah pintu yang kini terlihat berbeda. Warna coklat tua khas pintu kayu itu kini berubah menjadi putih dengan sebagian berwarna putih kecoklatan. Kedua bola matanya bergulir ke atas—yang tadinya sejajar dengan perbatasan dua warna tersebut.

Wajah seorang perempuan yang terbelalak menatap ke bawah. Menatap wajah Lilo yang posisinya lebih rendah. "Ah—" Otaknya berusaha mencerna sesuatu, mencari kata-kata yang pas untuk diucapkan. "—buah peach yang cukup besar dan fresh." ujarnya lantang. Lilo, ia menarik pipinya ke atas. Cengiran kecil terpajang di wajahnya.

What the heck? Tidakkah kau sadar akan kata-katamu barusan, wahai pemuda?


OOC : sori, rada aneh. =))
Back to top Go down
View user profile
Katerina Efcileisthenes

avatar

Posts : 19

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 19 y.o.

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   24th January 2010, 22:14

Tidak sopan. Apa gerangan yang dilakukan dua pria kurang kerjaan itu di tempat seperti ini--di depan pintu kamar mandi wanita? Oke, kita simpulkan saja dengan maksud positif; misalkan mereka datang untuk memperbaiki pipa bocor, menangkap tikus atau kecoak atau sejenisnya yang berkeliaran di dekat sana. Andai kata alasannya benar begitu, ia tidak akan marah. Tapi yang ini--sadar tempat, Tuan-Tuan sekalian, ini asrama WANITA. Karena Kate baru beberapa bulan di sini jangan kira ia masih 'buta segalanya'. Setidaknya ia tahu pria berambut kecoklatan itu adalah Finder dan yang satu lagi berpangkat Jendral--jelas tidak mungkin memiliki alasan untuk berada di sini. Kate bukannya diam saja di infirmari selama bulan-bulan ini, tahu.

Namun gadis itu, tidak peduli siapa dan apa alasannya, bertekad akan menghajar kedua pria di depannya jika saja ia mengenakan pakaian lengkap. "Tidak seperti yang kau pikirkan, eh, Eric? Lantas apa yang kau lakukan disini, hm? Jelaskan, atau tidak akan ada lagi tempat untukmu di infirmari," lebih baik daripada dicekoki alkohol, kalau saja ide itu melintas di kepala gadis remaja ini. Mengulum senyumnya yang biasa--sebenarnya ia memang selalu tersenyum--meskipun semua orang dapat melihat tangannya yang terkepal kuat--siap melepas maut.

Tapi bagaimana dengan si General--Nueland?--yang tampak tidak melakukan perubahan ekspresi? Sementara iris harlequinnya dapat menangkap gerakan perlahan bola mata di depannya yang berhenti pada...pada...

"--buah peach yang cukup besar dan fresh"

'BRAK!'

Semburat merah melingkupi wajahnya tepat sesaat sebelum membanting pintu. Berbalik memunggungi pintu, oh Tuhan, ijinkan dirinya mengumpat, tolong. Usir para setan cabul itu dari tempat sakral ini. Astaga..

"Kalian--menyingkir dari sana secepatnya! Aku tidak mau mendengar alasan apapun! MESUM!" berusaha agar suaranya yang meninggi terdengar keras di luar sana. Saat itu Kate hanya bisa menggigit bibirnya untuk menahan perasaan kesal yang keluar. Sekarang masalahnya; dua pria itu, semoga saja mereka tidak memulai perdebatan. Karena ia mulai kedinginan.
Back to top Go down
View user profile
Eric Maxime-Olivier



Posts : 18

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 21 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   26th January 2010, 14:22

"Kau!"

Astaga, bagaimana bisa dirinya tertangkap basah melakukan suatu penyelidikan yang, bila dilihat oleh seseorang di malam dingin seperti ini, bisa langsung disalahartikan sebagai tindakan tidak senonoh? Hal tersebut terus terngiang dalam benak Eric, sementara dirinya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda panik; sebut saja, bagaimana mata hitamnya mulai mencoba mengalihkan perhatian dari wajah pemuda yang sepantaran dengannya tersebut (astaga, Innocence memang tidak memandang umur) atau bagaimana tangannya kembali menggaruk-garuk rambut jabriknya.

"Kau.......siapa ya?"

Mata hitam berkedip beberapa kali sementara telinga mencoba meresapi apa yang telah ia dengarkan. Otaknya meregistrasi hal tersebut sebagai sebuah tanda positif—bahwa sang jenderal sepertinya tidak menganggap apa yang ia lakukan adalah salah. Hei, penasaran karena ada seorang gadis yang mandi di malam dingin seperti ini normal bukan? Bagaimana ia tidak penasaran kalau ada saja orang yang hendak bunuh diri karena hipotermia?

Hampir seketika, pemuda ini menghela napas lega. Syukur ia panjatkan dalam hati, karena kesalahpahaman justru suatu hal yang sangat ia ingin hindari, apalagi ketika berhadapan dengan seorang jendral. Tangan kanannya kembali menggaruk-garuk kepala. Gestur tersebut tidak menunjukkan tanda gugup (atau takut); lebih tepatnya, berpikir.

“Ah, saya hanya Finder biasa—“

"—memangnya apa yang aku kira, hm?"

...mungkin pemuda lawan bicaranya ini bisa melihat bagaimana tangan Eric mempercepat garukannya.

“...sepertisedangmencuri-curipandangataubagaimanalah!” Kata-kata Eric mengalir bak air bah; tidak dapat diperlambat agar pendengarnya dapat mengerti maksud dari kata-katanya. Reaksi yang sangat wajar, mengingat wajah pemuda ini tampak lebih pallid daripada biasanya—tanda akan kepanikan yang kembali muncul.

Mata hitam itu menatap lantai, sungguh. Ketika kepalanya mendongak, rentetan peristiwa yang bisa membuatnya menganga beberapa lama harus terjadi (juga penyebab utama kesialannya? Katerina harus membuka pintu, membuatnya makin terdistraksi dengan apa yang perlu ia sampaikan pada jendral bersamanya, dan juga jangan lupakan—

"—buah peach yang cukup besar dan fresh."

—komentar cepat nan lugas (juga fakta, setelah pemuda ini sempat melihat... yah, penampilan dari gadis muda berambut coklat tersebut) dari sang Jendral, pintu yang menutup keras, dan serta—

"Kalian--menyingkir dari sana secepatnya! Aku tidak mau mendengar alasan apapun! MESUM!"

—komentar terakhir dari gadis tersebut sebelum mata hitamnya tidak melihat lagi sosok gadis dengan mata hijau tersebut.

Dilihat dari peristiwa tersebut, Eric Maxime-Olivier punya hak untuk menganga, bukan? Bilapun ada peraturan bahwa ia tidak boleh melakukan hal tersebut, maka ia sudah terpidana; mulutnya sudah terbuka lebar, sementara ekspresi kaget, heran, dan bingung terbesit pada wajahnya. Memang bukan dirinya untuk bersikap seperti ini, namun otaknya sedikit lambat untuk merigistrasi apa yang sudah terjadi.

Juga... mengapa dirinya bisa dikatakan mesum?

“K-Kattiiiiie! Aku tidak bermaksud begitu?!” Pembelaan apa lagi yang perlu ia lemparkan? Sungguh, ia memang berdiri di depan kamar mandi karena penasaran, bukan karena ini mengintip. Sekarang, ia berdiri di tengah malam yang dingin, tepat di depan kamar mandi, hanya karena satu komentar jujur oleh jendral yang datangt bersamanya... dan mencoba memberikan pembuktian bahwa dia tidak mesum.

Long shot, anyway.

Kepala seakan tergantung dari lehernya, sementara aura riang khas miliknya hilang dalam hitungan detik. Mata hitam tersebut menatap lantai, dan kakinya melangkah gontai—menyingkirkan dirinya dari depan pintu.

...

Oh, tangannya mencengkram lengan baju jendral tersebut; setidaknya, gestur tersebut memberikan ide bahwa mereka harus menyingkir dari sana bukan?
Back to top Go down
View user profile
Lilo T. Nueland

avatar

Posts : 45
Umur : 24
Pemilik : Vel

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   27th January 2010, 16:02

“...sepertisedangmencuri-curipandangataubagaimanalah!”

Lilo hanya mampu tersenyum usil mendengar jawaban yang keluar dari mulut pemuda Finder di hadapannya. Entahlah, mungkin pemuda itu tidak sengaja (terlalu polos untuk mengakui kejahatannya) atau mungkin memang begitulah reaksi yang diberikan lawan bicaranya—melihat dari sifat aslinya. Bagaimanapun kebenarannya, apa yang akan membuat jenderal muda ini peduli? Ia hanya tersenyum. Bukankah orang-orang mengatakan untuk 'memberikan senyum terbaik kita untuk orang lain dalam kondisi apapun'? Hal yang patut dicontoh, menurut Lilo. Mungkin kita perlu memberikan sedikit perbedaan antara senyum yang ia berikan dengan arti 'senyum' yang seharusnya. Mencurigakan—salah satu poin penting dari senyum yang selalu ia tunjukkan itu.

Tapi, jangan salah. Lilo tidak sebodoh yang mereka kira untuk dapat mengartikan kalimat yang terucap dari mulut Finder itu. Setidaknya untuk menambahkan spasi, intonasi, dan tanda baca—untuk kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa dengan ketentuan yang baik dan benar.

..seperti sedang mencuri-curi pandang atau bagaimana lah!

Nah, seperti itu.

Katakan saja, pemuda ini mampu melihat dengan jelas gerak-gerik aneh Finder di hadapannya. Menilai dari cara berbicara yang tidak mengenal ketentuan berbahasa yang baik, wajah yang mulai pucat, serta gerakan menggaruk rambut jabriknya yang semakin cepat—mulai panik, eh? Sekarang, bagaimana kalau mereka bicara jujur. Apakah kehadiran seorang berkedudukan penting di Black Order ini begitu menakutkan? Hei, lihat baik-baik. Wajah Lilo tidak cacat. Atau mungkin lebih terlihat seperti beruang ganas? Tidak mungkin ada taring panjang yang tumbuh menghiasi wajah tampan Lilo, tentu.

Apa yang perlu ditakutkan? Oke, untuk merasa takut dan panik ketika seorang jenderal memergoki seseorang yang sedang memiliki keperluan di depan kamar mandi umum asrama wanita—adalah hal yang wajar. Tapi tolong perjelas; Lilo tidak masuk hitungan kan? Melihat sifatnya yang memang akan selalu begitu, mungkin.

Untuk kesekian kalinya perhatian Lilo teralih. Kali ini pada pemuda Finder di hadapannya, tanpa menyadari reaksi yang diberikan gadis yang mengenakan pakaian sederhana itu setelah apa yang ia katakan—

BRAK!

"Kalian--menyingkir dari sana secepatnya! Aku tidak mau mendengar alasan apapun! MESUM!"

—dan sebuah reaksi singkat.

Astaga, sepertinya kata-kata tadi cukup keterlaluan untuk membuat gadis tadi kembali ke dalam dengan membanting pintu. Beruntung wajahnya yang dekat dengan pintu kayu itu tidak terbentur—atau teriakan paniknya akan membangunkan seluruh penghuni asrama; plus kemungkinan dikejar oleh seluruh penghuni yang mengamuk.

Pemuda ini terdiam sesaat, ketika otaknya mulai mencerna kejadian yang ia alami. Terbesit keinginan untuk meminta maaf atas ketidak-sopanannya pada gadis itu. Ia lelaki sejati, after all. dan bagaimana mungkin ia bisa diam saja setelah menyadari perbuatannya sebagai seorang jenderal tidak dapat diampuni karena melewati batas kesusilaan. Atau mungkin.....

....mencoret kemungkinan itu secepatnya. Seorang Nueland yang tidak tahu malu ini—untuk sadar dan meminta maaf; sepertinya suhu esok akan berubah drastis, menjadi musim panas.

Jadi, kenapa ia harus disebut mesum? Padahal Lilo hanya berbicara jujur—di mana ia artikan 'lebih baik daripada menyembunyikan kebenaran.' Gadis itu pasti tidak memiliki penglihatan yang baik. Ia salah! Jangan pernah katakan Lilo itu mesum. Tidak, saudara-saudara. Ia 'tidak tahu malu.'

“K-Kattiiiiie! Aku tidak bermaksud begitu?!”

Teriakan histeris dengan kalimat pembelaan. Sungguh kejadian yang tragis di mata jenderal muda ini. Namun, ia tidak dapat menahan rasa gelinya. Sampai ketika mata coklat kemerah-merahannya melihat sebuah gerakan gontai pemuda Finder itu—hingga mencengkeram lengan bajunya; memberikan isyarat yang mengatakan bahwa mereka harus menyingkir dari sini.

Secepat itukah? Padahal kesenangannya baru saja dimulai.

"Yang benar saja. Kupikir kau tertarik dengan postur tubuh indah gadis itu. Jujur saja, bukankah itu yang kau rencanakan sejak tadi—" matanya mendelik ke arah pintu, seraya mempertahankan senyumnya yang sejak tadi tidak berubah. Kedua tangannya diletakkan di bahu pemuda di depannya, sedikit menepuk. "—sekadar untuk mencuci mata? Kuakui, kau punya selera yang bagus. Pertahankan kerja kerasmu."

Satu hal yang pasti. Pemuda berambut abu-abu kecoklatan ini yakin, bahwa hal ini akan semakin menarik. Setidaknya lebih baik daripada tidur lebih cepat dari biasanya dan melewatkan kesenangan itu.
Back to top Go down
View user profile
Katerina Efcileisthenes

avatar

Posts : 19

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 19 y.o.

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   28th January 2010, 21:29

Pembelaan lain lagi, huh? Tangannya memeluk tubuh yang agak kegerahan karena suhu dalam kamar mandi yang agak kontra dengan suhu di luar yang notabene sangat sangat dingin mengingat saat itu masih musim dingin. Kalau begini ceritanya, mungkin ia akan beranjak dari tempatnya sekarang dan kembali memutar keran shower, lalu kembali menikmati jatuhnya air segar ke tubuhnya. Setidaknya, kalau saja hal itu terlintas dalam pikirannya, gadis ini akan melakukannya; hal yang wajar bagi para perempuan yang selalu ingin bersih. Tapi saat itu ia hanya memikirkan apa dua pria mesum di depan pintu kamar mandi ini akan menyingkir dan memberi peluang baginya untuk kembali ke kamar yang sebenarnya hanya berjarak beberapa langkah saja.

Kate yang sekarang tidak peduli pada apa yang dikatakan mereka di luar sana. Terserahlah mereka tidak sengaja berdiri di sana atau malah direncanakan secara--ehem--sempurna. Intinya, kodratnya sebagai seorang perempuan berkata TIDAK untuk segala alasan dan permohonan maaf dari dua pria mesum itu, tidak peduli juga mereka sampai menyembahnya atau tidak. Satu kata: tidak. Jangan berani berharap.

Mungkin kata 'mesum' dapat diganti menjadi 'gila'.

Di dalam sepi, di luar berisik.

Kate mengernyitkan dahi. Seakan para petugas lapangan Black Order ini tidak memiliki pekerjaan lain selain berbincang di depan pintu kamar mandi wanita saja. Gadis itu menyibakkan rambut panjangnya ke belakang, menarik nafas dalam seolah akan berteriak meskipun kenyataannya tidak, "lekaslah menyingkir, kalian pria mesum!" jangan sampai mereka berniat berkemah di depan pintu kamar mandi. Kalau sampai itu terjadi, ia akan mengusulkan pada kepala bagian medis untuk membedah otak mereka. Awas saja.
Back to top Go down
View user profile
Eric Maxime-Olivier



Posts : 18

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 21 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   7th February 2010, 20:33

"Yang benar saja. Kupikir kau tertarik dengan postur tubuh indah gadis itu. Jujur saja, bukankah itu yang kau rencanakan sejak tadi—"

Eric Maxime-Olivier punya hak untuk mendelik Jenderal satu ini bukan? Sekiranya, ia tidak pernah menyangka bahwa di malam musim dingin ini, ia akan bertemu dengan salah satu pria yang sepertinya... sedang ingin 'mencuci mata'. Hei, dia di sini bukan untuk mencuci mata; hanya sebuah rasa penasaran belaka...

...meskipun ia harus akui; postur tubuh gadis bermata hijau tersebut memang menjadi angan-angan banyak pria--

Sebelum Eric dapat menyelesaikan rentetan pikirannya, tangan kanan segera menampar diri. Bisa-bisanya ia berpikir seperti itu! Dia itu belum menikah, namun sudah memikirkan hal-hal macam itu? ...Ah, tapi dirinya laki-laki juga... jadi, itu tanda bahwa dirinya normal bukan?

"—sekadar untuk mencuci mata? Kuakui, kau punya selera yang bagus. Pertahankan kerja kerasmu."


...

Sepertinya sebuah pujian, langsung dari sang Jendral. Boleh menjitaknya sekarang? Astaga, dirinya tidak di tempat untuk mengintip, namun sang Jendral harus datang, menyalahartikan alasan mengapa dirinya ada di sana, sembari berkomentar aneh-aneh soal wanita dan asetnya!

"lekaslah menyingkir, kalian pria mesum!"

Ah..

Tanpa pikir panjang, pemuda berambut hitam ini segera menyingkir dari depan pintu, punggung menghadap si Jendral. Sebodo amat komentar Jendral yang satu itu, yang pasti ia tidak ingin merusak hubungan persahabatan mereka lebih jauh lagi...

...dia dan Katerina padahal baru bertemu beberapa waktu lalu...
Back to top Go down
View user profile
Lilo T. Nueland

avatar

Posts : 45
Umur : 24
Pemilik : Vel

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   10th February 2010, 15:29

Siapa sangka kalau malam semakin larut. Hanya dengan pembicaraan tidak penting yang bisa dikatakan cukup ‘panas’ dalam berbagai arti antara dua pria yang dikatakan mesum oleh seorang wanita malang yang sedang tidak beruntung untuk menjadi incaran dua lelaki ini. Ehem, mungkin sebaiknya kata mesum itu dicoret. Jelas saja Lilo—pemuda berkristal coklat kemerah-merahan ini tidak bermaksud melakukan suatu pelanggaran susila yang bisa membuatnya mati digantung. Ia sadar bahwa saat ini kakinya menapak di atas lantai Black Order yang faktanya merupakan tempat religius—di mana tentu saja dapat kita pahami bahwa tempat religius itu harusnya suci, tidak bernoda, dan tidak dikotori oleh niat, pikiran dan perbuatan yang buruk; seperti yang dilakukan oleh kedua pemuda ini. Setidaknya begitulah tanggapan wanita yang belum diketahui namanya oleh Lilo itu.

Namun, sayangnya Jenderal muda ini terlalu polos atau lebih tepatnya tidak sadar bahwa yang ia lakukan adalah salah. Paling tidak, ia hanya menyadari bahwa dirinya memang tidak tahu malu dan iseng dalam arti denotasi. Jujur, tidak bermaksud untuk mengintip wanita yang sedang mandi. Katakan saja, bahwa Lilo memiliki alasan yang sama dengan si pemuda berambut jabrik di hadapannya. Jikalau pemuda Finder itu penasaran pada seorang yang masih memiliki niat untuk mandi di malam dingin ini, maka Lilo beralasan bahwa ia penasaran pada kegiatan yang sedang dilakukan oleh seorang pemuda Finder di depan pintu kamar mandi umum asrama wanita. Ketahuilah, semuanya hanya berupa rasa penasaran yang membawa kesalahpahaman—yang jika dibiarkan berlanjut akan berevolusi menjadi musibah. Memang perlu diakui bahwa Jenderal satu ini tidak bisa menjaga sikapnya terhadap orang lain, sekalipun ia menyadari betul pangkatnya di sini.

“Lekaslah menyingkir, kalian pria mesum!"

Nah, si wanita kembali berteriak. Menyuruh kedua pemuda ini menyingkir dari sana. Finder di hadapannya (oh, Lilo berharap ia mengetahui nama si Finder dan si wanita agar lebih mudah memanggilnya) dengan segera—tanpa berpikir panjang lagi langsung menyinkir dari depan pintu. Menghadapkan punggungnya pada pemuda blasteran Inggris-Rusia ini. Lalu bagaimana dengan Lilo sendiri? Akankah ia beranjak?

Hmm…..

“Baiklah, lady.” gumamnya perlahan, seraya mengangkat kedua kakinya beberapa langkah ke belakang. Lilo tersenyum usil, terkikik akan kesalahpahaman yang semakin larut itu. Otaknya tiba-tiba saja teringat akan sesuatu bersamaan dengan perutnya yang terasa menggaruk lambungnya. Ya, satu hal yang telah ia lupakan sejak kejadian lucu ini. Tangannya merogoh saku seragamnya, mengeluarkan sebuah jam saku hunter-case campuran emas dan perak yang berwarna kuning keemasan. Jemarinya membuka tutup bulat itu, mengijinkan kristalnya menganalisis pukul berapa sekarang.

“Ahh…..” Lilo segera mengatupkan kedua bibirnya, sembari menutup kembali jam sakunya dan menaruhnya kembali ke dalam saku seragam. “Lain kali kita bertemu, beritahu namamu ya, Finder. Oh, dan wanita itu juga.” Ujarnya dengan tubuhnya yang sudah berbalik arah. Sebuah kedipan kecil sebagai penutup sebelum kakinya melangkah dengan cepat meninggalkan koridor asrama; ia belum makan malam.

[OUT]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [CENTRAL]Night Bath   

Back to top Go down
 
[CENTRAL]Night Bath
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» House of night for breakups,make ups and people falling in love (Started and closed))
» House of Night lolcats (",)
» House of Night Sweden (Started but open, please join)
» Creatures Of The Night
» Introduction - Silent Night

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
How to make a forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum