An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [AFRICA] D-Day

Go down 
AuthorMessage
M. Kaya Berrin
Vatican Central
avatar

Posts : 74
Umur : 24
Pemilik : Male

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24

PostSubject: [AFRICA] D-Day   25th January 2010, 16:41

Baiklah, seperti yang telah dicantumkan di thread Bazaar!, maka kegiatan Bazaar di Markas Cabang Afrika-Timur Tengah dengan resmi dibuka. Adapun teknisnya dapat dilihat di bawah ini:

Quote :
Bazaar terbuka untuk semua anggota Black Order yang [tengah] berdomisili di Markas Cabang Afrika-Timur Tengah. Demi keteraturan, harap mematuhi pengaturan lokasi stand/meja yang telah ditetapkan sebagia berikut:

  • Daerah Utara Ruang Santai adalah tempat divisi Riset
  • Daerah Timur Ruang Santai adalah tempat divisi Diplomasi dan Komunikasi
  • Daerah Selatan Ruang Santai adalah tempat divisi Manajemen
  • Daerah Barat Ruang Santai adalah tempat divisi Medis dan Keamanan juga staf operasional yang tidak berkolaborasi dengan staf internal manapun


Bagi staf operasional yang berkolaborasi dengan staf internal dari divisi tertentu, maka tempatnya menyesuaikan dengan tempat yang disediakan untuk divisi staf internal yang menjadi rekannya; juga nama kedua orang tersebut harus dicantumkan di atas post kedua orang tersebut.
Contoh: Kaya berkolaborasi dengan Rajeev V. Nambiar, maka Kaya akan membuat stand di daerah Utara Ruang Santai (tempat divisi Riset) dan label-nya akan ditulis: Mine Kaya Berrin & Rajeev V. Nambiar - Stand Batu Berharga Oriental

Setiap karakter diperbolehkan memiliki pasangan, tetapi tidak membuat kelompok (satu stand maksimal dua orang), dan setiap karakter bebas menampilkan/menjajakan apapun yang sesuai dengan minat karakter tersebut.

Untuk membedakan karakter yang mengikuti Bazaar dan karakter yang menjadi konsumen, maka bagi karakter yang mengikuti Bazaar diwajibkan mencantumkan keterangan yang bisa dilihat di bawah ini di atas post mereka:
Code:
[b][size=12]<nama karakter> - <nama stand>[/size][/b]
Contoh:
Mine Kaya Berrin - Stand Batu Berharga Oriental

Sedangkan karakter yang menjadi konsumen selama Bazaar cukup mencantumkan keterangan yang bisa dilihat di bawah ini di atas post mereka:
Code:
[b][size=12]Konsumen[/size][/b]

Pendaftaran dianggap telah dilakukan sebelum thread ini dibuka, jadi para peserta Bazaar bisa langsung menceritakan tentang persiapan stand mereka, atau langsung membukanya.

Bagi stand yang paling kreatif dan menarik akan mendapatkan hadiah khusus dari Supervisor Markas Cabang Afrika-Timur Tengah <3


Panitia


Kaya tersenyum kecil sembari melayangkan pandangannya melintasi Ruang Santai yang sekarang sudah dikosongkan dan diatur ulang sesuai dengan keinginannya. Mata coklat mudanya berpindah dari satu stand ke stand lainnya, mulai dari divisi Medis dan Keamanan sampai ke divisi Diplomasi dan Komunikasi; dari divisi Manajemen sampai ke divisi Riset. Mengingat keunggulan Markas Cabang Afrika-Timur Tengah adalah bidang penelitian dan pengembangannya, Kaya dapat berspekulasi kalau kemungkinan besar divisi Riset lah yang akan memenangkan hadiah kejutan yang sudah disepakati oleh sang Supervisor. Meskipun begitu, Jenderal muda itu juga tidak memandang sebelah mata divisi lainnya, yang mungkin memiliki daya tarik tersendiri selain produk eksperimen yang sifatnya masih percobaan - tidak bermaksud menyinggung, tentunya.

Tangan kanan Kaya mendekap erat sebuah papan yang berisi tabel penilaian tiap stand. Mata coklat mudanya terpejam sejenak selagi bau basah hujan yang menelusup ke dalam Ruang Santai melalui jendela-jendela yang terbuka lebar terhirup oleh hidung si Jenderal muda. Sebuah hembusan panjang mengikuti tarikan nafas yang cukup panjang itu, dan sebuah senyum kembali tersungging di wajah Kaya, kali ini lebih lebar dari senyum pertamanya.

Beralih dari para peserta Bazaar yang sedang mempersiapkan stand mereka masing-masing ke figur berjabatan tertinggi di Markas Cabang Afrika-Timur Tengah yang sudah berdiri di sebelahnya, Kaya menyapa sang Supervisor yang telah berbaik hati mengizinkan dan membantunya menyelenggarakan Bazaar di Markas Cabang Afrika-Timur Tengah meskipun diwakilkan oleh asisten pribadinya, yang belum dilihat Kaya sedari tadi. 'Well, bagus juga, sih,' pikir Kaya sambil terkikik geli. Entah mengapa wanita berkacamata itu terkesan tidak begitu menyukai ide Kaya, dan dengan menghilangnya sorot mata yang tidak menyenangkan itu, dapat disimpulkan kalau perasaan Kaya lebih plong sekarang.

"Bagaimana, Supervisor? Apakah Anda sudah siap? Jangan lupa mempersiapkan diri untuk pemberian hadiah nanti, ya?" ujar Kaya sembari mengedip kepada Hakizi dan tersenyum kepada pria Mesir itu. Menatap dalam-dalam ke mata sang Supervisor yang sama sekali tidak terlihat mengancam, sebelum akhirnya berbalik ke arah stand-stand pengisi Bazaar beberapa saat kemudian.

Tangan kiri Kaya menggapai sebuah pengeras suara yang diletakkan tak jauh dari sana, dan meletakkannya di depan mulutnya. Lagi-lagi sebuah senyum tersungging di wajahnya sebelum mulutnya membuka dan berkata, "dengan ini, Bazaar dibuka!"

_________________
"My kiss worth a diamond, you know?!" Kaya stated playfully.



Benjie's 2nd Character - The Jewel Mistress
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Hakizi Mana
Vatican Central
avatar

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 37

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   25th January 2010, 18:12

Panitia




Sebelah alisnya terangkat secara miniskul, terkesima oleh perwujudan ide kreatif jenderal cabangnya. Mata bergaris kohl-nya meninjau ruang santai markas yang telah disulap menjadi bazaar yang dikategorikan berdasarkan divisi-divisi staf internal. Dengan semua perabotnya disingkirkan, ruangan besar tersebut terlihat jauh berbeda dari penampilan sehari-harinya.

"Bagaimana, Supervisor? Apakah Anda sudah siap? Tentu, diikuti dengan reminder atas tanggung jawabnya memberikan hadiah istimewa untuk pemilik stand terbaik. Tidak menunjukkan perubahan ekspresi yang berarti, ia mengangguk pelan, sebelum kembali memindai pemandangan di hadapannya. "Ya, tentu." Hakizi Mana, berbeda jauh dari pemimpin di Eropa sana, tidak sungkan mendukung kegiatan-kegiatan yang digalang oleh anggota markasnya. Tuhan memberkahi.

Dan, di mana Konstantina Abovian? Menyimpulkan bahwa kemungkinan besar gadis itu tengah mengurus sesuatu yang terlalu detail seperti biasa, Hakizi tidak mempertanyakan keberadaannya pada jenderal wanita di sisinya. Agak disayangkan; gadis muda itu melewatkan momen-momen persiapan yang, bagi Hakizi, cukup mengasyikkan untuk ditonton.

Mine Kaya Berrin membuka bazaar, dan secara refleks, Hakizi bertepuk tangan--upaya tersendiri untuk memeriahkan. Beberapa stand menarik perhatian pria Mesir itu, namun matanya beralih pada papan penilaian yang dibawa oleh Kaya. Semoga saja pemilik stand bazaar yang diberkahi nilai terbaik oleh Kaya akan berbahagia dengan hadiah yang disediakannya.

_________________
"Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."
-- Hakizi Mana, on sleep

values, temptation-- his choice.
number02: the L O V E R S - part 2
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava

avatar

Posts : 22
Pemilik : Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   27th January 2010, 18:05

Bogomila C. Radoslava & Rajeev V. Nambiar - Racikan Mujarab Madame Mila & Meister Rajeev [RM4R]

Dengan senyuman bangga, Bogomila mengeluarkan peti kayu kecil dari tas kulit yang ditentengnya ke stand di sisi timur Ruang Santai markasnya. Meletakkannya di atas meja, ia membuka gemboknya dan menampilkan isi peti tersebut ke dunia luar--botol-botol kecil yang menampung racikan berwarna-warni, berjejeran dengan rapi. Dari tas, ia mengeluarkan perangkat lain: ulekan berukuran sedang, yang juga diletakkannya di atas meja. Menggumamkan senandung lagu santai, wanita berbandana itu mengeluarkan anggota koleksi pribadinya satu per satu. Ia menoleh ke arah pasangannya. "Mana ramuanmu, Nak? Mari kita susun sekarang."

Jangan salah sangka, Bogomila tidak menjual obat-obatan yang biasa disajikannya kepada mereka yang membawa keluhan penyakit ke infirmari. Tidak, pembeli tidak akan menemukan sirup batuk, obat demam, atau remedi penyakit biasa lainnya. Label pada botol-botol racikan yang hendak dijualnya memamerkan fungsi yang lebih 'unik'.

Ramuan 'pengurang rasa sakit saat haid' diletakkannya di sebelah obat kuat 'penambah stamina lelaki', disusul oleh 'perangsang pertumbuhan payudara'. Botol-botol itu berjejer rapi, berakhir dengan tinktur 'pelangsing badan'. Semuanya adalah solusi atas masalah-masalah umum yang tentunya tidak akan diadukan kepada staf medis, namun bisa ditangani dengan sentuhan tangan Bogomila atas beberapa herba mujarab.

Senyuman congkaknya melebar. Ia telah menunggu sekian lama untuk mendapatkan kesempatan memamerkan kemampuannya dan obat-obatan tradisional, sekaligus mendapatkan sedikit tambahan uang. Wanita Bulgaria itu telah memperhitungkan berbagai skenario; bila konsumen ingin ramuannya diracik langsung, ia telah membawa bahan mentah dalam tasnya, dan bahan-bahan itu bisa disulapnya menjadi ramuan yang manjur hanya dalam beberapa menit. Usai mengagumi persiapannya sendiri, ia mengingat keberadaan pasangannya. Dengan ketus, layaknya seorang ibu pada anak lelakinya, "Sedang apa kamu, Nak?! Setelah meletakkan produkmu di atas meja, cepat promosikan stand kita!"
Back to top Go down
View user profile
Sigmund Völsungarson

avatar

Posts : 33
Umur : 24
Pemilik : Indigo

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 31

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   6th February 2010, 15:33

Konsumen

General satu ini mendengar berita tentang bazaar yang akan diadakan di Markas ketika ia sedang menyapu koridor depan ruangan pribadinya pagi itu. Beberapa orang terlihat sibuk membawa macam-macam barang ke arah ruang santai. Ketika ia menanyakannya kepada seseorang yang lewat, ia akhirnya mengetahui tentang bazaar tersebut.

‘Bazaar ya? Yah, selama itu tidak melawan Akuma...’ pikir lelaki Swedia ini ketika ia memutuskan untuk pergi ke ruang santai. Tidak, dia tidak berniat untuk membuka stand, dia hanya akan melihat-lihat sejenak, dan bersosialisasi dengan penghuni Markas yang lain.

Dan katanya, bazaar ini diprakarsai oleh Kaya. Bukannya fakta itu berarti apa-apa... yah, mungkin sedikit... sedikit sekali.

Sambil menyelipkan sapunya di ikat pinggangnya, ia masuk ke ruangannya sejenak, mengambil pena untuk ia mainkan selama perjalanan, setelah itu melangkahkan kakinya ke arah ruang santai, menyapa beberapa orang sepanjang perjalanan.

Sigmund hampir menjatuhkan pulpen yang diputarnya di tangannya ketika ia melihat ruang santai. Ruangan itu benar-benar telah disulap menjadi sebuah bazaar mini, suasananya yang biasanya... yah... santai, telah berubah menjadi demikian ramai oleh obrol para staf yang membuka stand. Sambil celingukan –mencari Kaya, ia berkeliling menyusuri beberapa stand yang telah dibuka.

Langkahnya terhenti sejenak ketika ia melewati stand yang bertuliskan ‘Racikan Mujarab Madame Mila & Meister Rajeev’. Apa kiranya yang dihasilkan kolaborasi peramu handal dan Womanizer itu? Penasaran akan hal ini, ia mendekat ke stand milik Nyonya Bogomila itu.

“Ah, halo Nyonya Bogomila, Rajeev, apa kiranya yang kalian jual hari ini?” masih sambil memutar pena di tangannya, ia menyapa para pemilik stand tersebut dengan ramah. Sambil tersenyum. Yah, sikap ramahnya yang pernah hilang karena traumanya sekarang sudah kembali.

Tanpa menunggu jawaban dari wanita Bulgaria itu, mata coklat tua Sigmund sudah mulai mengamati ramuan-ramuan yang terpajang di situ, membaca label yang tertempel disana. Diantaranya ada yang bertuliskan 'pelangsing badan', 'penambah stamina lelaki'... 'pengurang rasa sakit saat haid'... 'perangsang pertumbuhan payudara'...

‘Oh yaampun.’

Agak syok melihat ramuan-ramuan... unik yang berjejer disitu, General berambut hitam ini tidak bisa berkata apa-apa. Bukannya segera berpaling, di pikirannya malah terlintas pikiran-pikiran aneh. Salah satunya melibatkan Kaya dan... salah satu ramuan yang ada di situ. Entah berapa Doğan Cannonballs yang akan menembus tubuh Sigmund bila Kaya mengetahui apa yang dipikirkannya.

“A... ahahahaha, sungguh produk yang unik Madame, benar-benar khas anda,” akhirnya Sigmund berhasil berkata-kata setelah syok beberapa detik, masih grogi karena pikiran-pikirannya yang... mengganggu.

_________________
"Okay, let's just clean this mess up, I got another cleaning up to do back home."
Sigmund Völsungarson



~The 2nd Indigo: The Awkward General~
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar

avatar

Posts : 66
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   7th February 2010, 00:48

Bogomila C. Radoslava & Rajeev V. Nambiar - Racikan Mujarab Madame Mila & Meister Rajeev [RM4R]

Rajeev Vikramendra Nambiar tampak sedikit berbeda hari ini. Bukan--bukan cuma dari wajahnya yang cerah ceria itu. Lihat bagaimana rambut hitamnya telah dipotong pendek dan disisir rapi? Juga pakaiannya yang bersih mengkilap? Dan, wewangian--kali ini, benar-benar wangi yang harum--yang tercium dari sekujur tubuhnya? Ya, ya. Pria India yang dikenal kumal itu telah melakukan beberapa revolusi terhadap dirinya sendiri, suatu perubahan yang positif.

Intinya, ketampanannya yang tertutupi pakaian kumal, rambut berantakan, dan bau kurang sedap itu kini telah bertambah beberapa puluh persen. Ahh, coba saja ia bisa begitu setiap hari. Mungkin tidak akan seret jodoh ya?

Semuanya ia lakukan bukan karena paksaan kok, tapi karena kesadaran diri. Juga, karena faktor suatu eksternal yang menurutnya cukup penting. Ada pepatah mengatakan, bila hendak menggaet putrinya, harus mulai dari mengambil hati sang calon mertua dulu. Dalam kasus ini, sang putri adalah Sofia. Calon mertua? Nyonya yang menjadi partner satu stand dengannya, Bogomila Radoslava.

"Mana ramuanmu, Nak? Mari kita susun sekarang."

'Baik, Mama~' jawab pria 36 tahun ini dalam hati sambil memamerkan senyum lebarnya. Ia mengeluarkan isi dari peti kayu yang berukuran cukup besar, botol-botol berbagai ukuran yang telah diberi label berbagai tulisan dan warna. Yap, botol-botol itu adalah hasil dari kerja keras--eksperimen yang ia lakoni 4 tahun belakangan ini. Mungkin tidak terlihat meyakinkan, tapi hei--begini-begini ia Kepala Bagian Divisi Riset lho? Bukan jabatan yang sembarangan. Yaa, Rajeev memang suka menunda-nunda pekerjaan dan lambat dalam menyelesaikan pekerjaannya, apalagi ia hobi cuci mata yang sering ia lakukan hampir setiap saat. Tapi mau bagaimana juga, otaknya yang brilian itu bukan bohongan--walau akhir-akhir ini jarang bekerja maksimal.

Dijejerkannya botol-botol hasil karyanya itu satu persatu, di sebelah botol-botol herbal milik Mila. Racikan apa sih yang dibuat Rajeev? Oho, yang pasti, kau tidak akan menemukan ini di toko manapun juga di dunia. Ada ramuan 'penambah romantis', 'keluarga harmonis', 'penambah karisma', 'perangsang kemesraan', 'penambah kecerdasan' dan ramuan-ramuan lainnya yang tak kalah uniknya. Tak ada duanya di dunia kan?

Memang unik dan membuat orang jadi penasaran, tapi sebenarnya produk-produk ini masih dalah tahap ujicoba.

Ups.

Yang tadi, hanya Rajeev yang tahu kok. Rahasia perusahaan, hahaha.

"Sedang apa kamu, Nak?! Setelah meletakkan produkmu di atas meja, cepat promosikan stand kita!"

Ia menengadahkan kepalanya, dan menemukan wajah ketus Bogomila. Bangkit dari berdiri dan menyimpan peti kayunya yang sudah kosong di tempat lain, ia menjawab, "Yaa, baru saja selesai, Nyonya. Semoga stand kita laku ya!" ujarnya ringan. Tak sabar rasanya ia menanti hasil yang diperlihatkan produk-produk andalannya, hoho~

“Ah, halo Nyonya Bogomila, Rajeev, apa kiranya yang kalian jual hari ini?”

Ohh, pelanggan pertama datang. Bukan wanita. Sayang sekali.

"Jenderal Sigmund! Silakan, silakan! Barangkali produk kami menarik minat Anda?" sambutnya ala salesman baik hati bersenyum cemerlang yang datang dari pintu ke pintu rumah. “A... ahahahaha, sungguh produk yang unik Madame, benar-benar khas anda,” tampak terkejut dengan ramuan yang dipamerkan Mila? Bisa dimengerti, Sigmund kan lelaki--dan bukan lelaki yang berpikiran macam-macam dengan eksplisit.

Tetapi...

Dengan satu gerakan cepat, Rajeev menghampiri pelanggan pertama itu dan memulai monolog sales-nya, "Bagaimana dengan ramuan 'penambah kemesraan' itu, hmm? Kalau Anda meminumnya dengan teratur, hubungan Anda dengan Nona Kaya pastiiii~ akan berjalan lancar~" katanya sambil terkikik pelan.

Gosip juga tak pernah lolos dari telinga pria India ini, Tuan. Terutama yang namanya Sigmund Völsungarson memang dekat dengan Mine Kaya Berrin. Boleh saja kan Rajeev mengintrepetasikan hubungan mereka menjadi sesuatu yang lebih spesial?

Ayo, jangan malu-malu, Jenderal~



Spoiler:
 

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Freja Vladislava

avatar

Posts : 19
Pemilik : DPNK

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   8th February 2010, 21:54

[KONSUMEN]

Bazaar~

Sudah lama sekali Freja Vladislava tak mampir ke keramaian macam pasar raya atau kegiatan berbelanja--yang cukup ia gemari selayaknya seorang wanita--lainnya semenjak ia bergabung di Black Order. Parasnya sekarang bersinar cerah, tampak menyukai hiruk pikuk suasana yang jarang ia temui itu. Ah, rasanya ada yang ia kenal...

"Wahh, Nyonya Mila dan Tuan Rajeev, kalian mempunyai gerai yang menarik ya." Suara itu mengalun syahdu dari sela bibir wanita yang baru saja mengalamatkan pendar biru lembutnya ke stand RM4R. Tersenyum pada orang-orang yang sudah cukup ia kenal tersebut--sekaligus pada Sigmund--dan berjalan mendekati mereka, tepat pada saat Rajeev sedang mengucapkan dialog a la tukang obatnya ke sang General.

Hmm...

Jemari lentik itu menyentuh botol-botol kaca, kelopak matanya sedikit menyipit, diiringi dengan suara decakan--entah kagum atau kaget. "A-aduh.. sebenarnya ini ramuan obat apa...?" ujar wanita berusia 24 tahun itu sembari mengangkat botol berlabel 'penambah stamina lelaki', disusul oleh 'perangsang pertumbuhan payudara'. Menatap sang pria India dengan penuh bimbang, sungguh, Freja Vladislava cukup mengerti arti label-label tersebut, ia hanya ingin memastikan saja. Karena... "suami saya tak pernah memberi tahu ada obat semacam ini..." tambahnya masih dengan nada heran.

Mungkin nanti ia harus bertanya perihal ramuan ajaib itu ke Tuan Vladislav...
Back to top Go down
View user profile
Ethan Hartmann

avatar

Posts : 55
Pemilik : Ressa
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   10th February 2010, 16:14

Konsumen

Ethan berjalan berkeliling bazar dengan biola indahnya. Stradivarius? Tentu saja bukan! Stradivariusnya masih tersimpan rapi di kamarnya, Ini biola yang harganya jauh lebih murah, namun menghasilkan suara yang tidak jauh berbeda -- setidaknya di tangan Ethan.

Tanpa mempedulikan pandangan orang-orang, Ethan menggesek biolanya sembari berjalan. Violin Concerto dari Mozart hari ini menjadi pilihannya. Hari yang cerah selalu cocok untuk Mozart.

Dari kejauhan Ethan bisa melihat kulit coklat Rajeev Nambiar dan memutuskan untuk menyapanya. Dengan langkah-langkah cepat Ethan bergerak, namun..

Baiklah, di sana bukan hanya ada Nambiar, tetapi juga dua orang wanita. Yang satunya tentu adalah rekan penjaga kios Rajeev, sementara yang satu lagi belum pernah Ethan lihat sebelumnya -- atau kalaupun sudah, Ethan tidak ingat.

"Selamat pagi, Frau Bogomila," Ethan mengecup jemari wanita berumur tersebut. "Dan selamat pagi juga, Fraulein," katanya lagi sambil melakukan hal yang sama kepada Freja. "Salam kenal, saya Ethan Hartmann. Anda boleh panggil saya Lord Ethan."

Ethan melayangkan pandangannya pada Nambiar dan Sigmund di sana.

"Ah, ada kalian berdua. Sedang bersenang-senangkah?" tanyanya santai.

Ethan memegang biola dan penggeseknya dengan tangan kirinya dan melihat-lihat barang yang ditawarkan di stand Rajeev. Dibacanya satu per satu label yang ada di luar tiap ramuan.

Quote :
'pelangsing badan', 'penambah stamina lelaki'... 'pengurang rasa sakit saat haid'... 'perangsang pertumbuhan payudara'...

"Jujur saja, Nambiar, saya tidak tertarik dengan yang lain, tapi obat penambah stamina lelaki ini menarik perhatian saya."

Bagaimana tidak? Ethan jelas butuh stamina besar untuk melawan akuma, untuk berlatih menggunakan innocence, dan yang terpenting, untuk berlatih musik tengah malam. Semoga orang-orang tidak berpikir macam-macam.

_________________

"Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang

...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini

avatar

Posts : 33
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   10th February 2010, 19:06

Konsumen

Bazaar. Rasanya sudah lama sejak terakhir kali Mrina pergi ke pasar atau semacamnya. Pekerjaannya sebagai pengarsip membuatnya terus-terusan mengurung diri di ruang kerjanya. Ia menghela nafas pelan. Ia berpikir, mungkin sesekali perubahan suasana itu perlu. Jadi kakinya membawanya dari ruang arsip divisi riset ke ruang istirahat yang kini sudah 'disulap' menjadi lokasi bazaar internal Black Order cabang Afrika - Timur-Tengah. Matanya menelusuri semua stand yang ada. Tampaknya banyak hal menarik yang dijual di sana. Tapi satu stand yang ada langsung menyita perhatiannya. Mengapa? Jelas karena sang kepala bagian berada di sana... dengan seorang wanita yang--Mrina yakini seratus persen--tidak mungkin digoda oleh seorang Rajeev Vikramendra Nambiar.

Dengan cepat, kakinya langsung membawanya mendekati stand tersebut. Sedikit banyak ia penasaran, barang macam apa yang akan dijual oleh kepala bagiannya itu? Sesampainya di depan stand itu, Mrina melihat bahwa rupanya stand tersebut banyak peminatnya. Lihat saja, bahkan dua orang jenderal mampir di stand itu, ditambah dengan seorang wanita cantik yang sepertinya berasal dari divisi medis. Ia hanya mengangguk sekilas pada ketiga orang itu sebagai sapaan singkat, sebelum berputar menghadap sang kepala bagian.

"Namaste, Kepala bagian," sapanya ringan. Ia melihat sekilas apa saja yang dijajakan di stand itu, dan ujung bibirnya agak turun. Terlintas di pikirannya untuk mengatakan 'kalau Anda punya waktu untuk membuat benda-benda semacam itu, mengapa Anda tidak bisa menyelesaikan pekerjaan Anda lebih cepat?', tapi ia menahan dirinya untuk tidak mengatakan hal semacam itu. Ia sedang tidak ingin memicu debat kusir dengan kepala bagiannya itu, apalagi di depan umum begini. Jadi untuk kali ini, ia akan menanyakan hal yang lain saja.

"Um... di sini jual ramuan pemutih kulit tidak?" tanyanya dengan ekspresi yang agak serius. Ramuan pemutih kulit. Ya, ia ingin memiliki kulit putih yang mulus dan indah seperti orang-orang Eropa itu... seperti nona berambut pirang yang juga sedang melihat-lihat barang yang dijajakan di stand itu. Entah siapa yang mengajarkan, tapi bagi Mrina wanita kulit putih itu semuanya cantik.

Mungkin... mungkin kalau kulitku putih seperti orang-orang Eropa itu, akan ada pria yang tertarik padaku. Pria sungguhan, bukan 'dewa' yang ayahku 'nikahkan' denganku...
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar

avatar

Posts : 66
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   11th February 2010, 16:21

[OOC: Woi! Satu-satu kenape? =)) Dan jangan lupa kalau Meister Rajeev di sini jauh lebih ganteng karena sudah bebersih Blush *plak*]




Bogomila C. Radoslava & Rajeev V. Nambiar - Racikan Mujarab Madame Mila & Meister Rajeev [RM4R]


"Wahh, Nyonya Mila dan Tuan Rajeev, kalian mempunyai gerai yang menarik ya."

Wanita cantik, akhirnyaaa! Terima kasih, Tuhan. Ahh, sayangnya yang satu ini sudah bersuami, mana suaminya galak pula. Tapi, yaaah, sedikit saja boleh kan? "Ahh, Nona Freja~!" sambutnya hangat, senyumnya melebar dibanding ketika ia menyambut Sigmund sebelumnya. Ia berjalan, melangkah ke sebelah wanita Denmark itu, membiarkan Sigmund sendiri mempertimbangkan tawarannya barusan.

Hohoho, jarang-jarang kan bisa bebas menatap dan dekat-dekat Nona satu ini? Kalau ada suaminya sih, boro-boro...

Memasang senyum cemerlang, Rajeev memulai monolog salesman-nya, tentu dengan antusiasme yang berbeda. "Bagaimana, ada yang menarik perhatian Anda?"

"A-aduh... sebenarnya ini ramuan obat apa...? Suami saya tak pernah memberi tahu ada obat semacam ini..."

Pria India ini melihat botol-botol yang dipegang Freja, di sana tertulis 'penambah stamina lelaki', dan 'perangsang pertumbuhan payudara'. Ia terdiam sesaat, menahan senyumannya, sebelum melepaskan kekehan ringan. "Aah~ Itu, Nona Freja, racikan mujarab yang telah dibuat Nyonya Mila ini. Kalau botol yang itu," katanya sambil menunjuk botol 'penambah stamina lelaki', kemudian terkekeh usil lagi. "Itu, akan membuat suami Anda yang tampan itu segar bugar sepanjang hari--ah, bukan! Sepanjang minggu, tepatnya! Mengapa tidak Anda coba pada dia?" usulnya, senyum usil penuh makna masih terpampang di wajahnya.

"Nah, kalau yang satu lagi," ucapnya seraya melirik ke botol berlabelkan 'perangsang pertumbuhan payudara', "yaa, Anda tahulah apa fungsinya~" lanjutnya santai, sambil mengibaskan satu tangannya pelan.

Kemudian seorang lagi datang. Seorang pria yang cukup dikenal oleh Rajeev. Ya, siapa lagi yang bersikap ala gentleman; yang mencium punggung tangan kedua wanita di sini kalau bukan Lord Ethan. Pria India ini hanya melemparkan senyum santai pada bangsawan asal Liechtenstein itu. Wahh, kalau dia yang melakukannya sih--mencium tangan Freja--salah satu organ dalamnya pasti sudah dikeluarkan oleh suaminya yang beringas itu.

"Jujur saja, Nambiar, saya tidak tertarik dengan yang lain, tapi obat penambah stamina lelaki ini menarik perhatian saya."

"Ha?" terkejut atas kalimat itu, Rajeev membiarkan mulutnya terbuka beberapa detik. Ethan? Obat Penambah Stamina Lelaki? Pffft, ternyata... "Tidak saya duga Anda telah berbuat sejauh itu, oh, Lord Ethan!" ia tergelak, namun suara tawanya pelan, tidak sopan pada pria ini bisa-bisa ia dicambuk. "Ya, ya! Tentu saja, bisa dijamin racikan Nyonya Mila ini mujarab--Anda bisa yakin pada saya!" Rajeev menepuk pundak Ethan, seraya mengacungkan jempolnya pada lelaki tinggi itu. Oh, tak lupa sebuah kedipan mata jenaka. Salah paham lagi?

Kemudian, suara sapaan lain kembali terdengar. "Namaste, Kepala bagian,"

Rajeev menolehkan kepalanya untuk menemukan sumber suara yang dikenalnya itu, "Ah, namaste, Mrina~" senyum lebarnya kembali dipasang. Setidaknya di sini ia tidak akan ditagih soal pekerjaan, kan? "Um... di sini jual ramuan pemutih kulit tidak?"

"He?" kembali ia dikejutkan, namun kali ini alisnya yang berkerut. "Ada sih, tapi... untuk kau pakai sendiri, Mrina?" ia menatap wanita setanah airnya heran, buat apa wanita manis ini membeli ramuan macam itu? Jangan bilang ia mau memutihkan kulitnya... "Tidak perlulah, kau yang sekarang sudah sangat cantik, kok. Kulit gelap bukannya ciri khas orang India?" ia tersenyum, sebuah senyum lembut dan tulus yang jarang ia tampilkan, ditujukan pada wanita di hadapannya.

"Lihat aku," ujarnya sambil menaruh satu tangan di dadanya, "kulitku gelap dan aku tetap tampan, kan?" candanya, bermaksud meyakinkan Mrina. "Intinya, Mrina sayang, kau tidak memerlukan ramuan itu. Ayo, beli yang lain sajalah. 'Penambah Kemesraan' ini, misalnya? Untuk memperlancar kita berdua~" godanya sambil meraih tangan Mrina dan--lagi-lagi--mengedipkan sebelah mata gombal.

Lebih baik ia kena tamparan daripada melihat saudara setanah air melawan kodratnya (?) sendiri.


Last edited by Rajeev V. Nambiar on 12th February 2010, 20:08; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Tsholofelo N. Berkant

avatar

Posts : 14
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 45

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   12th February 2010, 15:06

Tsholofelo N. Berkant & Sofia Kyprianos – Makanan Kecil dan Minuman

“Permisi, permisi,” ucap salah satu staf bagian manajemen, Tsholofelo Nkosazana Berkant, yang sedang memegang satu buah loyang panas berisi kue khas turki, Baklava. Ya, untuk acara bazaar kali ini, Felo dan salah satu rekannya di bagian manajemen, Sofia, membuka stan khusus makanan kecil dan minuman ringan. Simpel memang, sesuai nama stan mereka. Tapi aroma masakan a la Felo sungguh menggiurkan. Bahkan ibu satu anak itu pun tergiur dengan makanan buatannya dan Sofia sendiri. Baklava memang enak. Kue manis yang terbuat dari lapisan-lapisan adonan phyllo diisi dengan kacang cincang dan dipermanis dengan sirup atau madu itu menjadi salah satu masakan andalan Felo pribadi. Sejak pertama kali menginjakkan kakinya di tanah Turki, Felo langsung minta diajari cara membuat makanan manis tersebut.

”Sofi, bantu aku menggoreng Piruhi apel yang sudah kita buat semalam,” ucap Felo saat mencapai stan mereka sambil tersenyum lebar. Piruhi goreng isi apel juga tak kalah enaknya dari Baklava. Adonan pastel yang sudah diisi buah-buahan itu memang harus digoreng dulu sebelum disantap.

Wanita asal Afrika Selatan memotong-motong Baklava menjadi potongan-potongan untuk sekali santap. Pikirnya, pasti orang-orang tak akan berdiam diri di satu tempat sambil makan karena itu Felo hanya menyuguhkan makanan kecil. Padahal awalnya Felo ingin membuat Shish Kebab atau Palamut Baligi Pilakisi yang lebih berat, Shish Kebab berisi daging dan Palamut Baligi Pilakisi adalah ikan bonito panggang dengan sayuran. Oh ya, tak lupa Felo dan Sofia juga membuat Amasi, susu fermentasi yang rasanya mirip keju cottage atau yogurt tawar khas Afrika Selatan.

Sekilas, Felo melihat keramaian di depan stan obat-obatan milik Nyonya Mila dan Tuan Rajeev. Konon mereka menjual bahkan ramuan obat kuat dan pembesar payudara. Sungguh ”menarik perhatian”.

”Kau mau satu, Sofi?” tanya Felo ramah sambil menyodorkan potongan Baklava. Siapa tahu saja Sofia lapar atau bagaimana. Aneh kalau penjaga stan makanan merasa kelaparan, bukan?


Last edited by Tsholofelo N. Berkant on 12th February 2010, 22:34; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Sigmund Völsungarson

avatar

Posts : 33
Umur : 24
Pemilik : Indigo

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 31

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   12th February 2010, 16:15

Konsumen

Sebelum General satu ini sempat bereaksi lebih jauh, tiba-tiba Rajeev –dengan gaya seorang sales yang cukup professional—sudah menyodorkan produk-produk lain ke arahnya, yang tampaknya racikan pribadi sang Section Leader. Entah bagaimana ia punya waktu untuk meracik ramuan-ramuan tersebut, Sigmund hanya bisa menebak-nebak.

"Bagaimana dengan ramuan 'penambah kemesraan' itu, hmm? Kalau Anda meminumnya dengan teratur, hubungan Anda dengan Nona Kaya pastiiii~ akan berjalan lancar~"

Ehh.

Bukannya Sigmund kaget, di Markas Black Order Cabang Afrika – Timur Tengah dia memang terkenal dekat dengan General Mine Kaya Berrin, bahkan sebelum mereka jadi General –-dan fakta bahwa mereka menjadi General dalam waktu yang hampir bersamaan malah memperparah gosip-gosip yang bertebaran. Tapi entah kenapa dia agak syok mendengar lelaki India di depannya ini menyodorkan fakta tersebut secara terang-terangan.

Dan Sigmund sendiri tidak merasakan apapun terhadap Kaya kok? Yah… tidak setiap waktu, tapi sesekali mungkin…

“Eeehh… begitukah? Hahaha, tapi sayangnya saya tidak ada hubungan apa-apa dengan General Kaya, Rajeev,” tersenyum grogi, lelaki berumur 31 tahun ini berkata pada Rajeev.

Namun…

“Tapi Rajeev, ini benar-benar bekerja? Maksudku, ini bisa kupakai sebagai… ehm… kado ulang tahun temanku, dan…” berbohong sedikit, Sigmund mengambil botol yang disodorkan tadi, dan menimangnya di tangannya, sambil melihat label yang tertempel di situ.

Ah, tapi salesman di depannya itu malah pergi, menawarkan barangnya ke Freja dan Ethan yang baru datang. General satu ini hanya bias geleng-geleng, meletakkan botol yang dipegangnya ke tempatnya semula, lalu melangkah pergi dari stand yang eksentrik itu.

Tapi mungkin ia akan kembali… obat-obat itu cukup… menarik.

_________________
"Okay, let's just clean this mess up, I got another cleaning up to do back home."
Sigmund Völsungarson



~The 2nd Indigo: The Awkward General~


Last edited by Sigmund Völsungarson on 13th February 2010, 14:08; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Vodete Vladislav

avatar

Posts : 14
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 32

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   12th February 2010, 20:11

Konsumen


Ia dengar hari ini akan ada acara bazaar. Ternyata Black Order bukan organisasi yang membosankan ya? Ia kira sehari-hari ia akan terus bekerja... namun, ternyata tidak juga. Ya, ini menambah satu alasan lagi ia bertahan di sini.

Sayangnya, walaupun hari ini nyaris menjadi hari libur bagi seluruh penghuni Black Order, selalu saja ada orang yang sakit. Apa boleh buat, toh itu bukan kemauan mereka juga, kan? Jadi, ia tertahan di sana, di ruangan kliniknya, sementara istrinya izin duluan melihat-lihat bazaar.

Khawatir, tentu saja. Coba, siapa yang menjaga istrinya tercinta itu? Tadinya Vodete ingin langsung pergi juga, tapi... mana mungkin pasien ditinggal? Untunglah ada dokter jaga lain yang menggantikannya, sehingga ia cepat-cepat melepas jas putihnya dan melesat menuju area bazaar--setengah berlari.

Suasananya ramai. Yah, namanya juga bazaar. Sambil terus berjalan--dengan langkah yang lebih pelan, mata kirinya--karena yang kanan sudah tidak bisa berfungsi--menyapu pemandangan, mencari sosok yang dicarinya. Ah, di sana ia rupanya. Di suatu stand ramai milik Nyonya Mila, dan...

Rajeev.

Tersenyum masam, Vodete mempercepat langkahnya dan segera mengambil posisi di sebelah Freja. "Sayang," sapanya lembut pada istrinya itu, menggenggam satu tangannya, "sedang lihat apa? Kepala Bagian tak beres itu tidak mengganggumu kan, tadi?" senyumnya merekah, namun di saat bersamaan kewaspadaannya bertambah. Awas saja kalau pria India itu berani macam-macam... Bisa dijamin esok isi gasternya sudah dikeluarkan semua, secara paksa.

Pria Rusia 32 tahun ini kemudian mengangguk pada Bogomila, pemilik stand itu yang jauh lebih bisa dipercaya, "Stand Anda ramai juga, Nyonya," ujarnya sambil tersenyum ramah. Well, kalau melihat reputasi wanita Bulgaria ini sih, tidak heran. Tapi... Kepala Bagian yang satu itu?

Bisa bekerjasama dengan Mila saja sudah aneh.



Spoiler:
 


Last edited by Vodete Vladislav on 14th February 2010, 00:08; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini

avatar

Posts : 33
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   12th February 2010, 20:21

Mulailah sang kepala bagian menggombal lagi. Ditambah bernarsis ria pula, plus menyarankannya untuk membeli ramuan yang tidak akan pernah ia beli. "Maaf, Kepala bagian, tapi saya sudah 'menikah'. Cari wanita lain yang masih lajang untuk Anda goda... kecuali kalau memang sudah jadi fetish Anda untuk mengganggu wanita yang sudah menikah," balas Mrina tegas.

"Lagipula, Kepala bagian... Apakah ramuan aneh yang Anda sebutkan tadi itu bisa dibuktikan keampuhannya secara ilmiah? Kalau dikatakan manjur hanya karena seseorang percaya seratus persen bahwa ramuan itu manjur, tak ada ubahnya dengan memberikan obat placebo kepada pasien, 'kan?" cerocosnya cepat.

Oh, ya, jangan suruh Mrina membelanjakan uangnya untuk benda-benda yang tidak jelas. Uang itu ia kumpulkan untuk keluarganya juga, bukan untuk dirinya sendiri.
Back to top Go down
View user profile
Freja Vladislava

avatar

Posts : 19
Pemilik : DPNK

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   15th February 2010, 23:35

"Itu, akan membuat suami Anda yang tampan itu segar bugar sepanjang hari--ah, bukan! Sepanjang minggu, tepatnya! Mengapa tidak Anda coba pada dia?"

Hee?

Memang terdengar sangat berguna, namun tunggu, bukankah suaminya sendiri sudah gagah perkasa? Obat seperti ini hanya untuk pria lemah nan loyo kan? Jadi, tidak salah apabila Freja menyimpulkan kalau obat ini bukan obat yang tepat untuk Tuan Vladislav. Kecuali jika tentu saja profesi pria itu merupakan profesi yang menuntut banyak stamina, seperti penjaga gerbang misalnya.

Lalu bagaimana dengan kegiatan 'sampingan' yang dimaksud Tuan berkebangsaan India di depannya itu? ...tentu saja wanita berusia 24 tahun itu tidak menggagas makna tersirat yang dilontarkan Rajeev.

Jemari ramping itu hendak meletakkan botol ramuan saat ia kembali mendengar suara sang pria berkulit gelap di depannya itu, "Nah, kalau yang satu lagi, yaa, Anda tahulah apa fungsinya~" mendengar hal tersebut Freja berdeham pelan. Ya, ia mengerti apa yang dimaksud, diuraikan oleh kalimat singkat padat pada label botol.

...jadi apakah ia memerlukannya?

Sekilas merunduk--untuk melihat kau tahu apa--sebelum kemudian ia bertanya pada dirinya sendiri, perlukah? Oh, tunggu. Ia memang tak pernah merasa bahwa bagiannya yang satu itu kurang indah--atau semacamnya--tetapi siapa tau apa yang dipikirkan suaminya, kan? Jangan-jangan...

Ah, tidak mungkin.

Menggelengkan kepalanya sendiri, bingung dan cemas. Untung saja gendang telinganya menangkap suara lainnya, kali ini lebih familiar. "Sayang," suara tenor nan lembut itu membuat Nyonya Vladislava berpaling, ditambah dengan sebuah genggaman yang ia rasa di telapak tangannya, "sedang lihat apa? Kepala Bagian tak beres itu tidak mengganggumu kan, tadi?"

Ahh...

Paras Skandinavia itu mendongak, tampak canggung sambil memandang wajah Vodete. Botol ramuan pertumbuhan itu masih bersemayam di telapak tangannya yang satu lagi. "Ini Sayang..." dan botol itu berpindah tangan ke sang pria Rusia. Ya... bukankah Vodete Vladislav sendiri yang menanyakan apa yang sedang dia lihat? Serta, jika kau memandang kedua iris biru yang berpendar lembut itu kau pasti tau kalo tatapannya seolah meminta jawaban...
Back to top Go down
View user profile
Ethan Hartmann

avatar

Posts : 55
Pemilik : Ressa
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   18th February 2010, 15:20

"Tidak saya duga Anda telah berbuat sejauh itu, oh, Lord Ethan! Ya, ya! Tentu saja, bisa dijamin racikan Nyonya Mila ini mujarab--Anda bisa yakin pada saya!"

Ethan mengerenyitkan dahinya. Tawa Nambiar jelas berarti ada sesuatu yang salah dengan obat tersebut. Ethan mengurungkan niatnya dan menggesek kembali biolanya. Dia sudah kapok mengambil resiko dan berbuat macam-macam dengan tubuhnya. Ya, siapa tahu ternyata Nambiar menaruh benda-benda asing di dalam botol obat itu, entah kaki kodok atau bisa ular, dan ramuan tersebut malah membuat Ethan sakit dan keracunan..

"Namaste, Kepala bagian,"

Ethan mendongak, mengenali suara wanita itu. Ya, Mrinalini.

"Ah, Fraulein Mrinalini. Apa kabar?" tanyanya ramah.

"Um... di sini jual ramuan pemutih kulit tidak?"

Aneh sekali, kenapa para wanita senang sekali merubah diri mereka sehingga memenuhi suatu standar kecantikan tertentu? Padahal bukanka standar kecantikan memang berbeda di setiap tempat?

Ethan dengan wajah tidak peduli meneruskan permainan biolanya, namun dengan sebelah telinganya masih mendengarkan baik-baik bagaimana Rajeev berupaya meyakinkan Mrinalini bahwa penapilannya dengan kulit kecoklatan 'baik-baik saja'.

"Lagipula, Kepala bagian... Apakah ramuan aneh yang Anda sebutkan tadi itu bisa dibuktikan keampuhannya secara ilmiah? Kalau dikatakan manjur hanya karena seseorang percaya seratus persen bahwa ramuan itu manjur, tak ada ubahnya dengan memberikan obat placebo kepada pasien, 'kan?"

Haha.. Mrinalini tampaknya tidak suka dengan candaan Rajeev dan karenanya menyangsikan keampuhan ramuannya -- dalam hal ini, ramuan 'penambah kemesraan'. Meskipun demikian Ethan tentu sadar bahwa wanita India ini masih menginginkan ramuan 'pemutih kulit'. Yah, anggap saja kali ini dia beramal, tapi Ethan merasa perlu mengingatkan wanita ini bahwa obat 'pemutih kulit' bukanlah pilihan yang baik.

"Benar sekali Fraulein, ramuan Nambiar memang belum bisa dibuktikan ke-ilmiah-annya. Karena itu, tidakkah bijaksana untuk mencari sumber yang lebih aman untuk ramuan yang anda cari?" kata Ethan, menghentikan permainan biolanya.

Dengan tatapan datar Ethan melirik Rajeev, dan melajutkan. "Lagipula, Nambiar tidak begitu keliru ketika mengatakan bahwa kulit coklat anda tidak kalah menarik daripada kulit putih wanita-wanita lain di markas kita."

Perkataan Ethan bukan rayuan. Hanya sekadar pernyataan sederhana yang menyiratkan bahwa kulit cokelat juga sama indahnya dengan kulit putih. Menyelamatkan seorang wanita dari mode yang berbahaya memiliki nilai kemanusiaan yang sebanding dengan menyelamatkan seorang wanita dari kejaran akuma. Bukankah kedua-duanya pekerjaan menyelamatkan nyawa?

_________________

"Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang

...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini

avatar

Posts : 33
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   30th March 2010, 18:13

"Benar sekali Fraulein, ramuan Nambiar memang belum bisa dibuktikan keilmiahannya. Karena itu, tidakkah bijaksana untuk mencari sumber yang lebih aman untuk ramuan yang Anda cari?"

Mendengar komentar Ethan, Mrina langsung tersenyum puas. Rupanya ada yang sependapat dengannya, baguslah. Yah, ia memang kurang bisa mempercayai ucapan sang kepala bangian. Ramuan yang dijualnya itu, selain berlabel aneh-aneh, belum tentu dibuat dengan bahan yang jelas dan tingkat kehigienisan yang tinggi. Rajeev saja jarang mandi, mau higienis dari mana? Bisa-bisa yang mencoba memakai ramuan buatannya malah sakit parah, hii...

"Terima kasih, Jenderal. Saya sudah sangat pasti tidak akan membeli ramuan apapun yang dibuat Kepala Bagian," jawabnya sambil memberikan satu senyuman ramah pada Ethan dan satu tatapan sinis pada Rajeev.

"Lagipula, Nambiar tidak begitu keliru ketika mengatakan bahwa kulit coklat Anda tidak kalah menarik daripada kulit putih wanita-wanita lain di markas kita."

Kali ini, wajah Mrina agak memerah mendengarnya. Kenapa ya, kalau orang Eropa yang mengatakannya, terdengar tidak gombal sama sekali? Ralat, kalau bukan Rajeev yang mengatakannya. Apapun yang dikatakan pria India itu, entah jujur atau tidak, selalu terdengar gombal. Coba saja suruh Rajeev mengatakan hal yang sama dengan apa yang dikatakan Ethan, mukanya mungkin tidak akan tersipu-sipu seperti ini, tapi langsung marah-marah lagi.

"A... Anda terlalu memuji, Jenderal... Mungkin Anda mengatakan hal itu karena sudah terlalu bosan melihat wanita-wanita kulit putih di negara asal Anda," balasnya agak terbata-bata. Iya, pasti begitu. Kalau nantinya sang Jenderal sudah bosan melihat wanita-wanita kulit cokelat, pasti ia akan kembali mengatakan bahwa wanita kulit putih lebih menarik.
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar

avatar

Posts : 66
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   31st March 2010, 23:17

Bogomila C. Radoslava & Rajeev V. Nambiar - Racikan Mujarab Madame Mila & Meister Rajeev [RM4R]


Oke, reaksi Mrina yang menyangsikan rayuan--ehm, argumennya sudah diduga oleh Rajeev, toh ia sudah cukup mengenal perangai wanita India satu itu. Tetapi, campur tangan dari orang lain tidak begitu ia perkirakan, terutama bila wanita di hadapannya ini setuju dan makin tidak mempercayai buah karyanya. Gimana nggak keki, coba? "Waduh, Lord Ethan ini bagaimana sih, kok main fitnah saja," ujarnya sambil sedikit cemberut, seperti pedagang yang baru saja kehilangan satu pelanggan berharga.

Rajeev, yang khusus di hari ini tampak jauh lebih rapi, bersih dan segar, melipat kedua tangannya di dada, suatu sikap yang jarang ditampilkannya, apalagi dengan ekspresi serius yang dipajangnya saat ini. "Kalian memang tidak percaya ya, kalau aku benar-benar membuat ramuan-ramuan itu dengan benar dan dengan tujuan yang baik? Juga, kalau ramuan itu benar-benar mujarab?" sedikit memelintirkan kenyataan, tapi Rajeev betul-betul bisa menjabarkan proses pembuatan ramuan-ramuan itu beserta dengan bagaimana setiap organ tubuh bereaksi pada ramuan itu sehingga menghasilkan efek yang diinginkan. Tapi, memang salahnya juga sih kalau orang-orang tidak percaya dengannya, kalau melihat dari prestasinya sehari-hari...

Memilih untuk tidak berorasi lebih lanjut--kecuali bila mereka memintanya berbuat demikian--Rajeev mengibaskan satu tangannya, "Terserah, yang jelas jabatanku juga bukan hiasan." disusul sebuah senyum iseng, seolah mengatakan, 'nyesel lho, kalau nggak percaya'.

Begitu ia menolehkan kepalanya ke arah yang berlawanan, dapat ia temukan sosok pria tegap berambut merah di sana, "Ohh, ada dokter Vladislav, rupanya~" semangatnya timbul kembali, bisa dilihat dari senyumnya yang makin melebar. Tidak, ia sedang tidak enggan dengan pria Rusia itu saat ini, toh ia tidak sedang membuat masalah dengannya. Yah, belum.

Berjalan ke sebelah Vodete, Rajeev kembali berlagak ala pedagang profesional, "Dokter, di sini banyak ramuan yang sekiranya cocok untuk Anda berdua, lho~" katanya, berusaha meyakinkan dengan senyum cemerlang miliknya. Ia hendak memperkenalkan produk-produknya satu persatu, tapi itu nanti saja, Vodete juga bisa melihat-lihat sendiri, kan? "Bagaimana, Nyonya Mila, kita berikan diskon khusus untuk pasangan suami istri yang bahagia ini?" akhirnya sambil terkekeh pelan.



[OOC: Sumpah saya ngakak baca rep Mrina di atas! =)) Rajeev, Rajeev, kasian kamu nak... *digeplak*]

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Sofia Kyprianos

avatar

Posts : 43
Pemilik : Chief
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 33

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   3rd April 2010, 00:49

Tsholofelo N. Berkant & Sofia Kyprianos – Makanan Kecil dan Minuman




"Sofi, bantu aku menggoreng piruhi apel yang sudah kita buat semalam." Suara hangat wanita berkulit hitam itu mencapai telinga Sofia, yang menoleh untuk menemukan senyuman dengan kehangatan yang sama. Sang staf logistik pun membalas dengan ekspresi identik, menambahkan anggukan pelan. Lengan panjang atasan putih di balik rompi beludrunya digulung, dan Sofia menguncir kuda rambut pirangnya. "Ah, tentu, Nyonya Felo..."

Melihat Tsholofelo yang sudah mulai aktif memotong makanan yang telah dipersiapkan dirinya dan juru masak bersangkutan sedari kemarin, Sofia pun semakin semangat untuk bekerja. Ia pun mulai membantu partner bazaarnya; mempersiapkan makanan agar dapat disajikan dengan cepat, sebelum menyadari bahwa staf yang tergolong senior itu melirik ke suatu kerumunan yang ramai. Beberapa sosok, seperti Mrinalini dari Bagian Riset, serta sejumlah jenderal, dikenalnya--namun, tidak ada yang lebih ia kenal dari pusat perhatian kerumunan itu: Bogomila Radoslava dan Rajeev Nambiar. Ada sesuatu yang berbeda dari kepala bagian yang satu itu hari ini...

"Kau mau satu, Sofi?"

Walau tersontak dari renungannya oleh tawaran murah hati Tsholofelo, Sofia hanya menunjukkan keterkejutannya dengan lembut, mulut membentuk huruf "o" dengan perlahan. Wanita Siprus itu pun memberikan senyum, mengibaskan tangannya di udara. "Ah, tidak usah, Nyonya Felo... Saya merasa tidak enak... Seharusnya makanan untuk konsumen, kan--" Mata hazelnya membelalak, berbinar dengan ide baru. "Ah! Nona, saya punya ide... Bagaimana bila saya sajikan makanan kita pada kerumunan orang di stand Nyonya Mila? Pasti mereka lapar atau haus..."

Ia pun mengambil nampan yang telah dipinjamnya dari staf lain di dapur. Usai menahan napasnya sesaat, Sofia mengembus udara keluar, mempersiapkan batinnya. Ia sering berinteraksi dengan orang, tentunya, baik saat ia masih melayani Tuhan melalui gereja, maupun kini dalam Markas Afrika-Timur Tengah, namun (tentunya) ia tergolong amatir dalam berjualan. Membawa nampan penuh beragam makanan dengan hati-hati, Sofia berjalan menuju kerumunan yang tampaknya penuh diskusi "hangat", dan berusaha mencari momen yang tepat untuk menyeruduk masuk.

Tampaknya terjadi sesuatu antara Mrinalini dan Ethan... Sofia hanya bisa tertawa anggun, dan matanya tertuju pada pria India yang, seperti biasa, menjadi "bulan-bulanan" karena sifat penggoda wanitanya itu. Ah, dan kembali ke tujuan awalnya.

"Permisi, engg... Tuan dan Nona, tertarik untuk membeli makanan kecil untuk mengganjal perut?" Bila aroma sedap yang dipancarkan timbunan makanan tidak menjerat pembeli, semestinya senyuman penuh pesona Sofia berhasil melakukannya. Dengan ragu, ia mengalihkan pandangan pada Rajeev dan Bogomila, berharap tindakannya tidak membuat mereka merasa terganggu.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   

Back to top Go down
 
[AFRICA] D-Day
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» The coloured sky.
» JOIN THE PRIDE HERE ~ Joining Forms

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum