An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[AFRICA] Maze I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[AFRICA] Maze I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[AFRICA] Maze I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[AFRICA] Maze I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[AFRICA] Maze I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[AFRICA] Maze I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [AFRICA] Maze

Go down 
AuthorMessage
Carol F. C. Forskina

Carol F. C. Forskina

Posts : 27

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 21 y.o.

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime2nd February 2010, 15:07

((OOC: 25 Desember 1877; mundur 3 tahun dari timeline sekarang.

Closed. Dan dengan ijin Bu Chief u_u))




25 Desember.

Wajah gadis itu bersemu merah. Kau bisa katakan matanya nyaris berair saking malunya atas sambutan yang ia dapatkan hari itu. Sedikit banyak ia menyesali kepribadiannya yang satu ini. Terlalu pemalu—sangat mengesalkan. Wajahnya tertunduk selama ia berjalan di koridor itu, berusaha untuk tidak bertatap muka dengan orang-orang yang ada di sana, baik yang menyapanya maupun tidak.

Hari itu 25 Desember, natal di Eropa, tapi nampaknya tidak terlalu marak di Afrika. Natal yang biasa ia rayakan sekaligus dengan hari disaat usianya bertambah satu. Hari ulang tahunnya, yang ia lewati dengan serangan rasa malu karena kata ‘selamat’ yang muncul dari berbagai pihak.

Menjadi pusat perhatian selalu membuatnya terganggu.

Menghela nafas panjang, Carol menjulurkan tangannya ke belakang kepala, di mana Innocence berbentu hiasan rambut terkait di sana. Dan ia—dengan helaan singkat—mengaktifkan Innocence-nya. Mungkin ia seperti hantu di siang bolong, tiba-tiba menghilang begitu saja dalam pandangan sekian orang di koridor. Tapi di sisi lain ia juga berterimakasih karena kemampuan Innocence-nya ini, paling tidak ia tidak perlu bersusah payah menyembunyikan wajah merahnya.

Tapi, seandainya Innocence ini bisa membuatnya tembus pandang sekalipun—

DUK!

—ia tidak bisa membuat dirinya bisa ditembus.

Tampaknya berjalan sambil melamun itu tidak baik. Ehem.

“Ma—maaf,” ujarnya pelan kepada pemuda yang baru ia tabrak. Tapi memangnya ia kelihatan?
Back to top Go down
View user profile
Clearesta Cosmo

Clearesta Cosmo

Posts : 26
Pemilik : LLJ

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime2nd February 2010, 21:14

OOC: Ng, Carol nabrak saya, ya? Knapa rasanya saya jadi ingin ketawa?




25 Desember, ya? Kira-kira sudah berapa lama Clearesta Cosmo mengurung diri di dalam Ruang Pemecah Sandi, bergulat dengan kode-kode rumit, sampai-sampai dia tak menyadari cepatnya bulan berganti dan kini sudah sampai Natal lagi. Kegilaannya dalam pekerjaan memang sering kali membuatnya lupa akan waktu. Dan kini, setelah berhasil menyelesaikan penerjemahan dan laporan, Alexander Farand memberinya waktu untuk liburan sehari. Kalau ada pertanyaan 'siapa yang tak suka hari libur?', mungkin Clea adalah satu-satunya orang yang mengacungkan jari.

Memang, dia berhak untuk mengambil jatah liburnya itu dan dia berterima kasih, tapi rupanya dia telah menganggap Ruang Pemecah Sandi sebagai istananya. Selama setengah jam, pemuda Yunani itu berjongkok di lantai, mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan di sana dan memasukkannya ke dalam kardus. Ya, itu semua adalah hasil coret-coretnya selama bekerja. Dan untuk menerjemahkan satu halaman sandi saja, dia bisa menghabiskan sepuluh halaman lebih kertas coret-coretan, belum termasuk lembar bersih yang hanya berisi terjemahan.

"Hup," Clea mengangkat kardus yang berisi sampah kertas itu dan berjalan keluar dari Ruang Pemecah Sandi. Koridor demi koridor dia lewati. Mau ke mana dia? Tentu saja, tempat pembuangan sampah.

Setelah membuang sampah, dia akan kembali lagi ke Ruang Pemecah Sandi untuk mengulang kegiatan yang sama karena, ya, masih banyak kertas yang berserakan di sana. Adakah orang yang bisa memaklumi pekerjaannya sebagai Section Staff bagian Diplomasi dan Komunikasi yang bekerja sebagai Pemecah dan Penulis Sandi? Yah, tapi itu kalau dia tidak terhalang oleh sesuatu.

Bruk!

Clea agak terhuyung ketika dia baru saja membelok untuk memasuki koridor lain dan... apa hanya perasaannya atau memang tadi dia menabrak sesuatu? Iris cokelat gelap pemuda itu menelusuri koridor tanpa manusia selain dirinya itu.

Hantu? Atau halusinasi?

Coret kemungkinan pertama. Clea sama sekali tak ingin memikirkan soal makhluk yang keberadaannya tak bisa dibuktikan dengan ilmiah itu. Halusinasi? Rasanya tabrakannya tadi itu nyata. Atau... ulah Exorcist dengan Innocence tertentu? Meski demikian, dia tidak bisa menunjuk Exorcist yang mana.

"Ada orang?" sapanya pada udara kosong.

Mari katakan bahwa Clea tak mendengar gumaman "maaf" Carol gara-gara saking terkejutnya pria berdarah kental Yunani itu dalam menghadapi tabrakan barusan.


Last edited by Clearesta Cosmo on 4th February 2010, 18:30; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Carol F. C. Forskina

Carol F. C. Forskina

Posts : 27

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 21 y.o.

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime3rd February 2010, 14:04

Carol mundur beberapa langkah dari pemuda yang membawa kardus itu. Ia sempat kaget karena berjalan sambil melamun. Ternyata benar kata orang, tidak baik mengagetkan orang yang sedang melamun. Bisa sakit jantung. Masa sih benar sakit jantung?

Nyatanya gadis itu baik-baik saja, hanya khawatir kalau kardus besar itu jatuh. Matanya menangkap kardus itu penuh berisi kertas dan pemuda berambut hitam yang membawanya bisa sangat kerepotan membereskannya. Dan kalau itu terjadi, semuanya adalah salah Carol...

"Umm..." menggumam pelan, tidak tahu mau berkata apa sementara telapak tangannya menutup mulut di balik cadar yang berusaha berbicara. "Ada orang?" ah, ternyata pemuda itu merespon terlebih dahulu. Kira-kira dia harus menjawab apa?

Menundukan kepala di balik kamuflase Innocence yang didapatnya tahun lalu, "umm.. Tuan.." berkata dengan suara pelan, entah si lawan bicara bisa mendengarnya atau tidak, "maaf, tadi aku melamun." Agak melenceng dari pertanyaan. Paling tidak ia membuktikan kalau dirinya ada di depan pemuda itu.


Last edited by Carol F. C. Forskina on 3rd February 2010, 15:56; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Clearesta Cosmo

Clearesta Cosmo

Posts : 26
Pemilik : LLJ

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime3rd February 2010, 14:26

Harus diakui, sensasi tabrakan tadi memang sempat membuat Clea kaget dan ia nyaris melepaskan tangannya dari kardus yang dipegangnya, tapi untung dia bisa menguasai diri. Tapi kardusnya memang jadi melorot dan menampakkan wajahnya yang tadi separuh tersembunyi... atau benar-benar tersembunyi bagi seseorang yang lebih rendah darinya?

Dan, Nona, suara sekecil itu tak akan mungkin didengar oleh Clea.

Pemuda itu masih berdiri di tempatnya, menunggu respon dari sesuatu. Apakah hanya halusinasi atau memang ada yang aneh. Tidak perlu heran karena dia tinggal dan hidup bersama Exorcist, para pemegang Innocence yang memiliki kekuatan bervariasi. Mempelajari mereka adalah bagian dari pekerjaannya juga, walau bukan menjadi prioritasnya. Staf sepertinya pun masih tetap membutuhkan segala informasi tentang mereka demi bisa memecahkan sandi jika ada hubungannya dengan mereka. Maka kalau ada keanehan yang dilakukan oleh salah satu dari mereka, bisa dibuktikan, bukan?

Pemuda Yunani itu memejamkan matanya dan menampilkan kembali lembar demi lembar data tentang Exorcist yang pernah dipegangnya, walau hanya beberapa kali dalam hidupnya. Kemudian dia tersenyum, "Menjadikan badan Exorcist tak terlihat, tetapi tidak berarti Anda bisa menembus saya."

Clea membuka matanya dan memandang lurus ke depan, entah yang diajaknya bicara ada di sana atau tidak, "Dotados de la Tierra. Benar, kan..." senyum simpul terpampang jelas di wajahnya, "...Nona Forskina?"

Bagaimana kalau dia ternyata sudah ditinggalkan? Jadi dia bicara sendiri? Mendengarkan atau tidak, itu adalah pilihan bagi Carol.


Last edited by Clearesta Cosmo on 4th February 2010, 18:32; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Carol F. C. Forskina

Carol F. C. Forskina

Posts : 27

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 21 y.o.

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime3rd February 2010, 14:47

Dari penampilannya, jelas pemuda itu menjabat sebagai seorang Section Staff meskipun pikirannya terlalu sibuk untuk menebak ia staf bagian apa. Gadis ini mencoret kemungkinan staf medis dari otaknya karena sepanjang pengetahuannya, selama 1 tahun di sana, ia tidak pernah melihat ada staf medis yang keluar dari infirmari dengan setumpuk besar kertas. Dan dilihat dari tinggi--serta raut wajahnya--mungkin pemuda itu lebih tua darinya meskipun lagi-lagi ia tidak bisa menebak berapa jenjang usianya.

'Astaga,' mengumpat halus saat pemuda itu menjawab perkataannya. Sementara, ia dapat merasakan wajahnya yang semakin memerah--karena diinterogasi sedemikian rupa--matanya berusaha melihat ke arah lain, asalkan bukan pemuda di depannya.

Untuk kali ini, coret staf manajemen dari daftar. Silahkan koreksi kalau asumsinya salah.

...karena dengan mudahnya pemuda itu dapat menebak apa Innocence-nya dan siapa dia. Mengangguk pelan walau ia jelas yakin pemuda itu tidak dapat melihatnya.

"..ya, Anda benar.." balasnya lirih. Sedikit menggerakkan kepalanya agar matanya dapat menatap keseluruhan dari pemuda itu, tapi usaha itu secara tidak sengaja digagalkan karena entah secara sengaja atau tidak mata pemuda itu tertuju dan berhenti tepat padanya. Sekejap Carol merasa aneh karena tatapan yang ia anggap agak menginterogasi.

Ngomong-ngomong, sopankah kalau ia terus bersembunyi seperti ini?
Back to top Go down
View user profile
Clearesta Cosmo

Clearesta Cosmo

Posts : 26
Pemilik : LLJ

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime3rd February 2010, 15:05

Semenit dua menit Clea masih berdiri bergeming, menunggu sesuatu akan terjadi. Apa kira-kira yang bisa terjadi padanya, ya? Pemuda berkemeja putih itu baru saja memikirkan kemungkinan kalau dia ternyata sedang berbicara sendiri, ketika secara mendadak terdengar sebuah suara lirih persis di depannya.

"..ya, Anda benar.."

Woah, bahkan Clearesta Cosmo sendiri tidak yakin kalau dugaan-dugaan yang dibuatnya tadi itu benar. Sekarang, kemunculan suara itu sekaligus telah memberi tahu posisi sang Nona Forskina. Clea sontak menundukkan sedikit pandangannya, mencari-cari posisi tepatnya si Exorcist itu tanpa keluar dari sumber suara.

Tapi itu sekadar bagian dari ekspresi kagetnya saja.

Setelah berhasil menguasai diri dan menerima kenyataan bahwa Innocence sedang diaktifkan, Clea pun kembali tersenyum manis. Manis? Tidak, dia akan terlihat tampan dengan senyumannya itu.

"Yah, aku memang sedang tidak sibuk karena ini hari Natal," kata Clea akhirnya, tidak keberatan sama sekali kalau Nona Forskina tidak mau menunjukkan wujudnya padanya, "tapi aku akan berterima kasih kalau Anda tidak berdiri di hadapanku karena aku harus lewat."

Nah, sekarang bagaimana dia berkomunikasi dengan sosok tak terlihat itu? Bagaimana dia tahu Carol ada atau tidak di depannya?

"Aku hitung sampai tiga, ya? Pada hitungan ketiga, aku akan tahu kalau di depanku tidak ada orang," kata pemuda berdarah Yunani itu, lembut. Bukan karakternya yang biasanya. Mungkin karena dia sedang terlepas dari beban berat pekerjaannya di waktu senggang begini? Ataukah aura Nona Forskina meniupkan angin tertentu padanya?

"Satu... dua... tiga..." Clea memberi cukup jeda waktu antar hitungannya.

Kemudian sedetik setelah dia mengucapkan "tiga", yang berarti hitungan ke-"empat", Clea pun melangkah lagi. Nah, Anda sudah mendapat satu hitungan toleransi dari Section Staf ini. Beranjak atau tidak dari tempat Anda, lagi-lagi, itu adalah pilihan Anda.

Clea hanya tahu langkah maju.


Last edited by Clearesta Cosmo on 4th February 2010, 18:34; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Carol F. C. Forskina

Carol F. C. Forskina

Posts : 27

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 21 y.o.

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime3rd February 2010, 15:40

Ah ya, ini hari natal. Tidak heran ia tidak mendapat misi apapun saat itu--atau mungkin kebetulan memang sedang tidak ada. Kode etis yang ia dapatkan sejak kecil membuat gadis Venezuela ini merasa tidak enak pada pemuda di depannya, mengingat kenyataan pemuda itu mungkin saja dianggap gila karena berbicara sendiri.

"tapi aku akan berterimakasih kalau Anda tidak berdiri di hadapanku, karena aku harus lewat,"

"E--eh?" sedikit merasa resah dengan pertimbangan apa ia harus mengaktifkan Innocence-nya atau tidak. Tapi ketika pemuda itu melanjutkan kalimatnya, ia segera menggeserkan kakinya dan memberi jalan walau pemuda itu mungkin tidak menyadarinya.

Ah, tidak sopan kau, Carol.

Di detik ke-2, ia membatin singkat dan pada detik ke-3, Innocence-nya sudah non-aktif. Sesosok gadis 18 tahun dengan rambut kecoklatan berombak dan hiasan rambut di belakang kepalanya dapat terlihat jelas sedang berdiri di samping pemuda yang mulai berjalan.

"Maafkan ketidaksopananku," tidak perlu ditanya, wajahnya semakin memerah setelahnya.


Last edited by Carol F. C. Forskina on 3rd February 2010, 16:07; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Clearesta Cosmo

Clearesta Cosmo

Posts : 26
Pemilik : LLJ

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime3rd February 2010, 15:59

Tap. Selangkah sudah dia maju, mendadak muncul... begitu saja tanpa ada ledakan asap bagai penyihir atau kilauan chaya bagai peri, Nona Forskina akhirnya muncul.

Seluruh perhatian Clea langsung diserobot oleh sosok gadis itu yang ternyata memodifikasi seragam Exorcist-nya dengan model gown, kalau dia tidak keliru. Rambut karamel, panjang dan bergelombang, wajahnya yang memerah, seluruh penampilan wanita yang nama depannya tak bisa diingat oleh Clea ini membungkam mulutnya entah bagaimana caranya.

"Maafkan ketidaksopananku,"

Entah sudah berapa kali Clea dibuat terkejut hari itu, tapi ini yang paling membuat wajahnya memanas dan langsung berpaling ke arah yang lain. Mungkin tingkahnya ini bisa menimbulkan kesalahpahaman, tapi pemuda itu tak bisa mengontrol diri.

Dasar pemalu.

Ya, Clea memang pemalu, apalagi jika berhadapan dengan wanita. Yah, untungnya, si Nona Forskina tidak menunjukkan gelagat yang bisa membuat pria Yunani ini kabur, Clea kemudian mampu menguasai dirinya lagi.

Jangan salah sangka! Clea hanya terkejut karena ternyata Nona Forskia adalah wanita yang bercahaya di matanya. Bercahaya? Ng, tentunya dalam artian tertentu.

"Oh, erm..." Clea memandang serampangan koridor di depannya tanpa menemukan satu objek pun sebagai hal yang paling ingin dipandangnya, "tidak apa-apa kok."

Sungguh, Clea bahkan tak akan sadar betapa merahnya wajahnya. Dia hanya merasakan panas pipinya dan tak tahu harus bagaimana untuk tenang.

Wanita memang kelemahannya.
Back to top Go down
View user profile
Carol F. C. Forskina

Carol F. C. Forskina

Posts : 27

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 21 y.o.

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime3rd February 2010, 16:23

Paling tidak satu beban di kepalanya sudah lepas setelah menonaktifkan Innocence-nya. Matanya tertuju pada lantai datar di bawahnya seolah memperhatikan gerakan semut yang pulang ke sarangnya. Kesalahannya adalah karena ia terlalu tidak berani, bukan artinya tidak percaya diri. Bayangkan saja wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus saat pertama kali menginjakkan kaki di Black Order. Karena saat itu semua yang ia lihat dapat dinilai baru dan semuanya tidak ia kenal, jadi yah...

Carol mengangguk sedikit atas respon dari perkataan pemuda itu yang sepertinya tidak memikirkan perbuatannya barusan. Dan sedikit banyak senang karena pemuda itu tidak jadi pergi. Tapi bukankah ia sendiri juga punya urusan lain?

"Boleh tahu.." berpikir sejenak. Ia bukan seorang staf yang bisa melihat daftar penghuni Black Order ini begitu saja, meskipun rasa keingintahuannya terhadap hal yang bersifat "pribadi" juga bisa dimaklumi.

"...namamu?"
Back to top Go down
View user profile
Clearesta Cosmo

Clearesta Cosmo

Posts : 26
Pemilik : LLJ

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime4th February 2010, 09:01

Pria mana di dunia ini yang tidak akan kaget bila tiba-tiba seorang gadis cantik muncul secara out of the blue di sampingnya? Begitu pula dengan Clea. Hingga selama beberapa saat berdua di koridor itu membuatnya lupa dengan apa yang dibawanya dan apa yang harus dilakukannya terhadap benda yang dibawanya itu, serta ke mana seharusnya ia pergi.

Perlu waktu bagi Clea untuk bisa menguasai diri, walau tidak berarti melenyapkan semburat merah itu. Mau bagaimana lagi? Dia sendiri tidak tahu apakah terlihat jelas atau tidak, apalagi cara menghilangkannya. Dan mohon jangan salah sangka, karena Clea memang tak bisa menghadapi semua wanita cantik.

"Boleh tahu.."

Ah, Clea memberanikan diri, memutar sedikit badannya agar ia bisa memandang Nona Forskina. Berbicara tanpa memandang lawan bicaranya itu tidak sopan, bukan?

Gugup, tapi dia berusaha tetap tenang.

"...namamu?"

Clea mengerjap. Dia baru ingat kalau hanya dia yang selama ini tahu nama si Exorcist berwajah merah merona itu. Dalam benaknya, Clea berpikir apakah wajahnya sama merahnya dengan gadis itu, ya? Heh--bukan saatnya untuk itu!

Pemuda tampan pemalu itu berdehem, berharap suaranya akan lancar "Clearesta Cosmo. Saya staf bagian Diplomasi dan Komunikasi. Bekerja sebagai penulis dan pemecah sandi. Dalam pekerjaan saya beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca sedikit data Anda."

Senyum malu-malu tersungging di bibirnya.

"Ah, maaf, saya belum tahu nama lengkap Anda."


Last edited by Clearesta Cosmo on 4th February 2010, 17:57; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Carol F. C. Forskina

Carol F. C. Forskina

Posts : 27

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 21 y.o.

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime4th February 2010, 16:29

Coret staf manajemen, lalu staf medis, dan sekarang silahkan coret staf research dari daftar. Pemuda di depannya--Tuan Clearesta Cosmo--memperkenalkan diri sebagai staf diplomasi, sementara Carol hanya membuka mulut seakan berkata 'oh..' tanpa ada suara apapun yang keluar.

Sebenarnya ia cukup penasaran atas apa yang dilakukan seorang staf diplomasi dan komunikasi dengan kertas-kertas dalam kardus itu. Karena pada arah yang ia tuju sepertinya terdapat tempat pembuangan sampah, setidaknya cukup membuat gadis itu penasaran. Jadi yah...

...sudahlah, tidak penting.

Kali ini Tuan Cosmo-lah yang menanyakan namanya, nama lengkapnya. "Kukira Anda sudah tahu. Carol Forskina itu nama lengkapku..." mengalihkan pandangan, mencari maksud pertanyaan staf di depannya. Bukankah Tuan Cosmo sudah menyebutkannya tadi?

"...lebih lengkapnya, Carol Freycinet Caleta Forskina," mungkin ini maksud pertanyaan pemuda itu?




((OOC: pendek. Aneh. Sori. Ngebut di tempat les OTL))
Back to top Go down
View user profile
Clearesta Cosmo

Clearesta Cosmo

Posts : 26
Pemilik : LLJ

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime4th February 2010, 18:15

Baiklah, dia masih terdengar biasa, kan? Sama sekali tidak terkesan gemetar gugup? Haahh, mohon dimaklumi sifat pemalunya yang berlebihan ini kalau sedang menghadapi wanita, ya. Tapi, Clea agak terhibur juga melihat reaksi Nona Forskina yang tidak se-'ganas' seperti yang dia pikirkan setiap kali kata 'wanita cantik' terbersit di kepalanya.

"Kukira Anda sudah tahu. Carol Forskina itu nama lengkapku... lebih lengkapnya, Carol Freycinet Caleta Forskina,"

Pa-panjangnya...

Clea tertawa kecil, tak yakin dia akan bisa mengingat nama sepanjang itu. Logatnya aneh pula. Bahkan Clea pun tak ingin tahu namanya itu berasal dari bahasa mana.

"Kalau begitu... Nona Carol," Clea memberanikan diri memanggil gadis yang baru pertama kalinya ditemui itu dengan nama depannya, tentu saja, tak lupa dengan menambahkan, "Anda tidak keberatan kalau saya memanggil Anda begitu, kan?"

Kemudian dia melanjutkan, "Saya mohon diri dulu, ya? Saya harus," Clea menunjuk kardus dengan gedikan kepalanya, "membakar kertas-kertas ini. Jadi..." Pemuda itu tersenyum untuk yang terakhir kalinya pada sang Exorcist wanita, "Sampai jumpa!"

Clearesta melangkah lagi, kali ini benar-benar meninggalkan Nona Carol, si cantik dengan wajah bersemu merah. Tindakannya yang terburu-buru ini tentu saja sekaligus untuk menyembunyikan semburat merah yang kali ini mungkin sudah memenuhi wajahnya. Tanpa tahu apa yang kelak akan terjadi di antara mereka berdua, Clea akan mengingat hari ini sebagai pertemuan pertama dia dengan Carol... Forskina.

Ah, dua nama tengahnya tidak ingat.





[OUT]
Back to top Go down
View user profile
Carol F. C. Forskina

Carol F. C. Forskina

Posts : 27

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 21 y.o.

[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime4th February 2010, 21:09

Ke—kenapa malah tertawa? Apa namanya terlalu aneh untuk ukuran seseorang yang berada di markas Afrika—mengesampingkan fakta bahwa Tuan Cosmo berkulit putih? Oh tidak, kenapa namanya begitu aneh di telinga pemuda itu? Kalau ia kertas, mungkin sudah terbakar sekarang. Tidak masalah dengan panjang karena semua orang di tempatnya juga memiliki nama yang tidak kalah panjangnya. Tapi jika disambungkan dengan kehidupan di sini..mungkin memang aneh.

Tapi bukankah nama penduduk benua Afrika juga relatif panjang?

“Err—tidak apa,” gadis itu kembali berujar lirih saat sang Section Staff meminta ijin untuk memanggil dengan nama depannya saja. Meskipun begitu, Carol tidak akan merubah pendirian untuk memanggilnya dengan nama belakang.

"Saya mohon diri dulu, ya? Saya harus, membakar kertas-kertas ini. Jadi... Sampai jumpa!”

“Ah—eh—? Iya, sampai jum..pa..?” ah sudah pergi. Kembali gadis itu menghela nafas panjang, entah kapan sifatnya ini akan membaik. Seperti Tuan Cosmo, mungkin ia juga harus meninggalkan tempat itu. Kembali mengaktifkan Innocence-nya—takut berhadapan dengan orang lain lagi—dan berjalan menuju kantin. Ia lupa ia belum makan.

[OUT]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[AFRICA] Maze Empty
PostSubject: Re: [AFRICA] Maze   [AFRICA] Maze I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[AFRICA] Maze
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Create a forum on Forumotion | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com