An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [CENTRAL] Unexpected Visitor

Go down 
AuthorMessage
Theodora Xena

avatar

Posts : 15

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 39 tahun

PostSubject: [CENTRAL] Unexpected Visitor   25th March 2010, 16:16

Ruang Penyimpanan Innocence
29 Januari, 1880




Bagi Theodora Xena, siang dan malam sudah kehilangan arti. Kini, definisi yang sudah tertanam pada pikirannya—tidak, definisi tersebut sekarang terukir pada arwahnya sendiri—mengenai pengetahuan manusia seakan sudah kehilangan arti. Apa yang ia pelajari selama 19 tahun hidupnya sebagai seorang manusia mungkin saja sudah kalah dengan apa yang tengah dibangun para staf-staf riset Black Order. Perannya sudah berbeda, begitu juga dengan paradigmanya.

Karena, Theodora Xena, bila dibiarkan begitu saja pun takkan pernah mati. Tidak, ketika arwahnya sendiri kini tersegel pada satu ruangan yang telah membeku menjadi Innocence, dengan satu aspek yang masih ia ingat terpersonifikasi dalam satu wujud di tengah ruangan. Wujud tersebut bisa saja hilang bila ia inginkan—kalau saja humanitas yang masih tersisa dalam dirinya memang tidak habis dimakan usia.

Personifikasi tersebut adalah hal yang mengaitkannya ke dunia—dirinya yang terputus dari waktu, tetap berwujud 19 tahun meskipun jasadnya—kalau saja masih ada di suatu tempat di dunia—sudah mengalami penuaan sebesar 20 tahun. Ah, 20 tahun sejak ia menjadi Exorcist; waktu yang cukup lama.

Sosok dari Exorcist inilah yang biasa berinteraksi dengan orang lain, bisa saja itu cinta lamanya dari masa remaja, para Jendral yang baru (setidaknya beberapa dari mereka mulai ada setelah dirinya menjadi Exorcist) atau mungkin mereka yang memiliki kepentingan lain (ah, wanita ini pernah berkenalan dengan seorang utusan Vatican Central, dan ia tidak terlalu senang dengan pembicaraan tersebut). Tidak pernah sekali pun ia berinteraksi dengan orang lain, selain mereka yang memiliki kuasa—seakan dirinya terlalu sakral untuk bertemu bahkan dengan yang lain.

Sejak kapan sistem mereka—organisasi ini—sangat terlihat memakai sistem... kasta? Apakah karena dirinya yang kini bukan manusia, namun memiliki mental manusia?

Bila ia ingin menghela napas, Xena pasti sudah akan melakukannya. Namun, batas fisiologisnya sudah ia pecahkan, hingga gestur tersebut hanya akan membuat personifikasinya mengehla napas, tanpa mengeluarkan udara yang dimaksud. Sementara itu, bahkan ketika personifikasinya menutup mata, Xena sangat tahu apa yang terjadi di sekelilingnya; ia tahu, karena selama seseorang berada di ruangan, mata Xena akan mengamati orang itu dari segala sudut.

Ini adalah areanya.

Karena itulah, personifikasi dari gadis ini menyunggingkan senyum ketika pintu ruangan perlahan terbuka. Ia mungkin tidak terlalu tahu banyak tentang keadaan dunia luar atau bagaimana orang-orang bertingkah pada masa ini—apakah mereka berubah atau tidak—namun, ia tahu satu hal ketika seseorang tengah membawa beban berat di punggungnya... atau ketika seseorang masuk ke dalam ruangannya dengan suatu hal yang perlu dibicarakan.

Ia tahu.

“Masuklah. Tak perlu ragu, Exorcist.”




OOC: Yeah, another [CLOSED] one. Sorry.
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Unexpected Visitor   25th March 2010, 16:53

Terkadang, seseorang sulit sekali bicara soal ‘perasaan’...

Kategorikan saja gadis ini demikian—paling tidak kenyataan sesungguhnya begitu. Izarra, dengan langkah perlahan seusai mengantongi izin dari Chief Supervisor—setidaknya atas izin sang master, dia memperoleh alasan menggantikannya memasuki ruang khusus penyimpanan Innocence dalam markas. Ya, beginilah. Sang general yang tak lain adalah masternya itu tidak dapat izin keluar dari infirmary karena efek Innocence-nya tak tertahan lagi bahkan oleh tubuhnya yang dinilai banyak orang cukup kuat semenjak misi terakhir. Cukup sedih melihatnya, memang—namun tidak ada lagi yang bisa ia lakukan.

Mau dibagaimanakan juga, dia hanyalah seorang disciple. Cuma sebatas itu.

Langkah kakinya tanpa terasa telah membimbingnya sampai di tempat yang ia tuju. Sebuah ruangan khusus dengan hak izin masuk terbatas; tidak bisa sembarangan orang dapat masuk kemari tanpa izin Chief. Izarra meneguk ludah, ini kali pertamanya menjajaki tempat ini sendiri, tak seperti tempat-tempat lain di sudut markas. Koridornya sepi, tidak tampak sama sekali satupun manusia berada yang berlalu lalang seperti halnya dia berjalan di koridor biasa. Tidak ada pintu-pintu yang cukup banyak menghubungkan ruangan-ruangan tertentu, hanya koridor dan dinding kosong dengan modal penerangan yang cukup, membuat Izarra dapat sampai kemari.

Keraguan agak muncul di hatinya ketika dia menyentuh gagang pintu. Tidak, dia harus kemari. Dalam genggamannya tergamit sebuah Innocence yang hendak ia kembalikan. Misi beberapa hari lalu —yang membuat general terbaring lemah sekarang— memang di luar dugaan. Serangan Akuma mewarnai, sebuah ekspektasi yang tak sempat terlintas dalam benak tim Karlsen. Batin Izarra sedikit bergejolak; antara merasa bersalah sekaligus...

Menyangka, dirinya terlampau lemah.

Pintu berdecit, dia telah memutar gagangnya dan membuka bilik pintu khusus berbahan besi itu perlahan. Sejenak hawa aneh menjalari tubuhnya, terlebih ketika menangkap sebuah suara halus—suara perempuan menyapanya.

Izarra mendongak, mencari sumber suara itu berasal. Dia merasa ada selubung aneh di tempat ini, terlebih ketika merasakannya pertama kali usai membuka pintu. Visinya benar-benar dia pertahankan, sebisa mungkin mencerna apa saja yang bisa dia cerna. Benar saja, kabut samar muncul dari dalam. Gadis itu memincingkan mata, mendapati sebuah sosok yang tampak di akhir kabut. Seorang perempuan. Izarra menghela nafas. Dia hanya menunduk sejenak, berbalik guna menutup pintu dan barulah menemukan sebuah kenyataan.

Wanita barusan—semi tembus pandang. Izarra dapat melihat corak cross di lantai yang tampak di belakangnya. Dia meneguk ludah.

"A—anda siapa?"
Back to top Go down
View user profile
Theodora Xena

avatar

Posts : 15

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 39 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Unexpected Visitor   26th March 2010, 08:14

"A—anda siapa?"

Pertanyaan yang sangat klise, sungguh.

Gadis yang bertanya akan hal tersebut mungkin kurang ingat dengan wajah Exorcist yang telah mengukur tingkat sinkronisasinya—tidak bisa dipungkiri bahwa mungkin saja itu adalah satu hal yang terjadi: tidak pernah ada Exorcist yang mengenal Theodora, bila mereka tentunya sudah mengukur tingkat sinkronisasi mereka terhadap Innocence yang mereka punya.

Gadis ini bukan salah satu dari mereka, setidaknya sejauh yang pernah ia lihat.

Wujud perosnifikasi dari Exorcist ini—gadis berambut coklat panjang dengan wajah umur 19 tahunan—menyunggingkan sebuah senyum. Ia merindukan pertanyaan macam tersebut, karena pernyataan tersebut menyadarkan dirinya bahwa ia masih menjadi bagian dari dunia—satu aspek yang masih dibutuhkan, meskipun wujudnya bukan manusia lagi.

Bahwa ia masih ada, dan ada orang lain selain mereka yang berpangkat tinggi mampu berbincang dengannya.

"Theodora Xena, Exorcist." Jawabnya singkat, tidak jauh beda dengan apa yang akan dilakukannya dua puluh tahun dahulu. Kualitas tersebut tidak berubah pada diri Theodora, mungkin karena mental manusianya yang masih terukir pada roh; dan roh tersebut kini terpendam pada sekujur ruangan yang menjadi wadah rohnya.

"Pertama kali aku melihatmu, Nona." Tersenyum—sungguh, mengapa pula wujudnya harus mencibir kalau memang tidak ada hal yang patut dicibirkan? Ia hanya cukup heran dengan kedatangan orang baru. Kemungkinan besar, gadis ini juga Exorcist yang tingkat sinkronisasinya belum diukur. Namun, bila demikian, bukankah seharusnya ia datang bersam seorang petinggi lain?

"Anda sendiri... siapa?"
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Unexpected Visitor   26th March 2010, 15:42

Izarra tertegun untuk beberapa lama. Tangan kirinya masih menyentuh sisi pintu yang mendingin akibat suhu—masih Januari. Dia mencoba menerka-nerka tentang sosok bayangan wanita tembus pandang itu; boleh dia bilang, gadis yang cantik dan masih mudah. Rambutnya yang menjuntai kecoklatan, dengan senyum merekah di wajahnya hanya mengendik pelan. Apakah dia hantu? Asal tahu saja kemungkinan itu mungkin adanya. Terlebih ini adalah ruang penyimpanan Innocence, tempat ini kosong dan jelas tidak mungkin dihuni oleh siapapun. Tempat penyimpanan satu-satunya senjata yang digunakan para Exorcist untuk melawan Akuma.

Wanita tadi memperkenalkan diri. Seorang Exorcist, namanya Theodora Xena.

Izarra mengangguk—cukup merasa tenang untuk memperkenalkan dirinya balik. Dia membenarkan caranya berdiri yang sebelumnya, sesopan mungkin membalas salam perkenalannya. "Izarra Maraschine...Exorcist." secara tak langsung, meski dia tidak pernah turun tangan langsung dalam medan pemburuan Akuma. Ia lantas mengerling ke sekeliling ruangan. Memang dingin—dia bisa merasa sedikit kepulan kabut lain; dia belum tahu pasti bahwa sebenarnya kabut itu adalah kabut yang sama, yang mengelilingi nona tadi. "Saya juga..." dia berjalan pelan, mencoba mencari tempat dimana dia meletakkan Innocence yang dia bawa kemari.

"...baru kali ini bertemu nona..." sebuah senyuman yang sama terbingkai di wajahnya, sebuah perbuatan yang membuatnya nyaris saja menjatuhkan satu buat Innocence dari tangannya. Tapi beruntung, satu gerakan sigap dia berhasil meraihnya lagi. Wajahnya sampai terlihat horor, takutnya kalau Innocence itu terjadi apa-apa, kan... dia hanya menatap lagi Exorcist lain dalam ruangan itu, berusaha menyembunyikan tingkahnya yang barusan terhitung amat ceroboh itu.

"Ma—maaf." dasar Izarra.

Dia kembali membenarkan tatanan Innocence yang diletakkannya satu di sebuah rak khusus. Benar-benar mengagumkan, meski benda itu kini hanya tinggal beberapa saja. Seharusnya semuanya harus dipertemukan dengan sosok lain yang cocok menggunakannya. Seperti dirinya pula. Orpheus miliknya masih tersimpan dalam tas kecil yang tergantung di pinggang, jauh dari ruang kamar—tempatnya biasa berada, disamping bunga lily kesayangan Izarra, yang akhir-akhir ini mulai layu. Entah kenapa, seolah mengikuti perasaannya. Mungkin.

Dia menoleh lagi. "Sudah lamakah anda berada...di sini?"

Entah sudah mulai bisa menebak ataukah tidak. Izarra hanya yakin, 'dia' tentu bukan sembarang orang di sini. Bukankah tempat ini tempat yang terbatas dimasuki orang tanpa izin?


Last edited by Izarra O. Maraschine on 26th March 2010, 17:22; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Theodora Xena

avatar

Posts : 15

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 39 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Unexpected Visitor   26th March 2010, 17:06

Tersenyum.

Bagaimana mungkin wujudnya bisa mengubah sikap ini? Tak ada alasan jelas nan logis untuk mengubah ekspresi wajah dari wujud personifikasinya bukan? Gadis tersebut bahkan tidak ketakutan ketika melihat bagaimana Theodora merepresentasikan dirinya di dalam ruangannya sendiri. Tidak; perlu ia akui, gadis ini datang secara tiba-tiba--mungkin tanpa alasan yang pasti dan hanya secara tidak sengaja. Hal-hal itu sudah jarang terjadi, apalagi pada Theodora yang bahkan untuk bertemu orang pun harus bertemu mereka yang memang diijinkan.

'Bah, Ezekiel terlalu overprotektif; aku masih bisa menjaga diriku sendiri.' desisnya dalam pikiran. Bila gadis tersebut--Izarra--bisa melihat bagaimana sedikit emosi bisa mengubah apa yang terlihat, maka ia akan melihat bagaimana kabut di sekeliling kamar berputar lebih cepat, namun tidak kehilangan pesona hijau berpendar yang berupa corak dari rohnya sendiri.

Segala perhatiannya ia alihkan dari pria yang telah lama ia sukai, menuju Izarra Maraschine--gadis yang ada di dalam ruangannya itu. Ah, bagaimanapun juga, ia tidak bisa fokus selamanya pada orang yang sudah banyak menolongnya sewaktu muda; ada kalanya apa yang ada di depan mata memerlukan perhatian lebih, seperti gadis yang tak pernah ia kenal sebelumnya, namun dapat masuk tanpa kesulitan berarti.

Untuk apa gadis ini di sini, di ruangannya? Dan mengapa ia meminta maaf? Apa karena Innocence (oh, Theodora sudah menyadari ini sejak tadi, sungguh) yang dipegangnya hampir jatuh?

"Tak perlu minta maaf, nona." Senyum hangat, lagi. Kali ini, rak tempat Innocence tersebut segera menghilang menjadi asap, bagiannya membentuk kotak kecil, sebelum sisanya membentuk rak kembali, kali ini satu kotak lebih kecil dari awalnya. Kotak tersebut melayang ke arah wujud personifikasinya--sebelum berubah menjadi kabut--dan meninggalkan Innocencenya jatuh pada satu sisi Cross yang ada. Lantai tempat jatuhnya sempat membuat lubang, sebelum akhirnya menutup kembali.

"Saya tahu anda bermaksud membawanya kemari. Sebaliknya anda nona--" Theodora menghentikan kata-katanya, menatap halus sang gadis. "--saya tahu anda baru pertama kali ke sini. Mungkin anda ingin mengukur tingkat sinkronisasi anda dengan Innocence anda?"
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Unexpected Visitor   26th March 2010, 20:09

Izarra hanya menyungging senyum sebisanya—sedikit merasa canggung; oke, katakanlah sangat. Dia mungkin mudah melakukan sebuah interaksi pertama kali dengan orang lain; hanya saja kali ini berbeda. Rasanya susah sekali melakukannya dengan benar...terlebih tanpa ide yang pas unuk dibicarakan. Ck—sudahlah. Izarra hanya berjalan pelan mendekati sosok Xena sang Exorcist, tanpa keraguan lagi dimana dia pertama kalinya sampai terkejut melihatnya begitu masuk kemari. Tidak masalah dia hantu atau apa—sekarang semua itu tak penting. Yang jelas sosok itu ada keberadaannya, dan Izarra tidak mau dicap sebagai orang yang tidak peduli orang lain, jadilah dia mengajaknya berinteraksi.

Sedikit terkejut; dari dekat sosoknya yang persis seperti sosok hologram yang mampu bergerak dengan ritmis secara leluasa tanpa batasan. Izarra mendecak kagum pelan. Pendaran kabut kehijauan (warna mulai menerang, sebenarnya) menyelubung, sedikit mengaburkan pandangannya. Namun Izarra tidak kehilangan sumber, karena suara gadis tadi dengan pelan namun tegas mengajaknya bicara kembali.

”...mungkin bisa dikatakan seperti itu...”

Izarra mengerling keadaan tempat itu sekali lagi.

”Kebetulan...atasan saya sedang terbaring di infirmary—” Izarra sedikit ragu untuk mengupasnya lebih jauh. ”Jadinya, saya kemari untuk menggantikannya mengembalikan sisa Innocence yang belum ditemukan orang yang cocok.” akhirnya, sambil mengerutkan alis mendengar respon.

Sinkronisasi? Dia baru pertama kali mendengar.

”Ah—euh, a-apakah itu harus?” ujarannya jadi makin canggung saja. Dia buru-buru mencari Orpheus dalam tas pinggangnya, mengeluarkan kotak musik klasik berwarna coklat tanah itu kemudian. Ukuran Orpheus miliknya memang kecil, bahkan mungkin menjadi bahan olokan terkadang. Dia tidak mampu melakukan sebuah serangan offensif apalagi sebaliknya. Tapi dia punya peran lebih.

”Uhm...begini?” dia menyodorkan Innocence miliknya kepada Xena; selanjutnya? Entah lihat saja bagaimana.
Back to top Go down
View user profile
Theodora Xena

avatar

Posts : 15

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 39 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Unexpected Visitor   27th March 2010, 11:19

”Kebetulan...atasan saya sedang terbaring di infirmary... Jadinya, saya kemari untuk menggantikannya mengembalikan sisa Innocence yang belum ditemukan orang yang cocok.”

Theodora mengangguk sekali. Itu menjelaskan mengapa gadis yang belum pernah ia kenal bisa masuk ke dalam ruangannya tanpa dampingan dari orang berkuasa. ia diberi amanat untuk mengantarkan Innocence dari atasannya--yang berarti, paling mungkin Exorcist tersebut berpangkat Jendral. Untuk seorang Jendral dapat mengamanatkan salah satu Innocence yang ia punya pada seorang Exorcist... kemungkinan besar, Exorcist ini adalah anak didik dari sang Jendral.

Dua puluh tahun berlalu, namun Theodora tidak kehilangan sentuhannya terhadap logika dan asumsi, sungguh.

"Begitukah?" Tangan figur wanita tersebut melambai ke arah kursi kayu simpel (yang kini sudah berubah kehijauan karena partikel rohnya); benda yang dimaksud segera menghambur menjadi ribuan partikel kecil, sebelum akhirnya membentuk kembali menjadi sebuah kursi kecil elegan. Kursi tersebut melayang ke depan Theodora--wujud personifikasinya--sementara tangannya mempersilakan Izarra untuk duduk.

"Duduklah. Aku tahu terus berdiri itu melelahkan, meskipun aku sudah lupa rasanya bagaimana." Wujud ini tersenyum lemah, tahu bahwa fakta tersebut mengingatkannya lagi bahwa eksistensinya bukan lagi manusia, meskipun rohnya adalah manusia. Mengalihkan pikirannya dari pikiran macam itu, wujud wanita ini menghela napas panjang; setidaknya, meskipun hanya proyeksi, wanita tersebut masih bisa menunjukkan bahwa dirinya masih berlaku seperti manusia.

Ia melihat bagaimana gadis tersebut mengeluarkan sebuah kotak musik kecil dari kantongnya. Tak perlu ditegur Innocencenya sendiri, ia bisa tahu bahwa kotak musik tersebut mengandung Innocence... yang ditemukan oleh seorang Jendral cabang Eropa dan ditunjukkan kepadanya beberapa waktu lalu.

Ah, apa ini berarti gadis yang ada di sana memang anak didik Francis Karlsen?

"Mendekatlah nona. Meskipun aku bisa melakukannya dari sini, aku tak ingin menyebabkan anda ketidaknyamanan... dalam bentuk apapun." Tangannya memberikan tanda pada kursi yang telah ia sediakan; memberi isyarat agar Izarra duduk terlebih dahulu sebelum memulai pengecekan sinkronisasi.
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Unexpected Visitor   30th June 2010, 12:34

"A--ah, tentu."

Izarra yang awalnya agak canggung, kini mulai bisa membuat dirinya nyaman berbicara dengan sosok holografis yang ada di hadapannya ini. Paling tidak ia yakin bahwa sosok ini bukan hantu atau semacamnya; firasatnya bicara demikian. Tetapi, Izarra tak mau menebak sesuatu yang tidak pasti dengan dugaan-dugaannya sendiri. Ia melangkah sejengkal, seraya memposisikan diri dengan letak kursi yang ada (agak ajaib, memang. Mengingat bagaimana cara sosok nona holografis itu membentuk kursi itu dengan cara yang benar-benar kurang bisa ia mengerti secara akal sehat).

Segera tangannya masih dengan cekatan memegang Innocence miliknya begitu erat, kotak musik klasik berwarna silver metalik dengan aksen keemasan di beberapa sisinya yang memang berelief. Izarra tidak membukanya jika perlu, hanya memeganginya di atas pangkuannya setelah ia duduk. Pandangan matanya masih tertuju pada sosok nona tadi, meski sesekali tatapannya teralih dengan keadaan dalam ruangan ini.

Ruangan yang katanya memang terlarang untuk dijangkau beberapa orang tertentu. Pikirannya masih dipenuhi berbagai macam pertanyaan, ia mungkin memang sudah berada dua tahun menetap dan bergabung dalam Black Order...namun ia memang merasa terkadang kesatuan ini memiliki alasan tersendiri untuk berdiri yang kadang membuat rasa penasarannya bangkit. Entah, pikirnya selama ini tentu hanya untuk membasmi Akuma, bukan? Apakah selain Akuma...ada hal yang lebih mengancam dibalik semua serangan makhluk-makhluk itu?

Matanya terpejam. Ia mungkin tidak bisa mengerti...namun ia harap ia akan segera tahu.

Kedua kelopak matanya terbuka lagi.

"Saya siap." Untuk pengecekan sinkronisasinya.
Back to top Go down
View user profile
Theodora Xena

avatar

Posts : 15

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 39 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Unexpected Visitor   6th July 2010, 16:42

Senyum lembut tersebut masih menempel pada fitur wajah yang menjadi identitasnya di depan banyak Exorcist, tua ataupun muda. Tidak, senyum tersebut sudah menjadi sebuah identitas yang tidak pernah hilang selama beberapa tahun ia di sana--sebuah ekspresi yang menandakan bahwa dirinya masih manusia, meskipun tidak bertubuh manusia.

Bukankah ia hanya hantu yang masih memiliki tugas di dunia ini, hanya karena Innocence-nya menuntut demikian?

Sosok itu menganggukkan kepalanya, respon dari gadis yang sudah berniat duduk di tempat yang telah ia sediakan. Tangannya menyodorkan Innocence tersebut, dan Theodora tidak perlu berpikir dua kali bahwa si gadis siap.

"Saya siap."

Sebuah anggukan, kemudian tangannya yang berbayang menyentuh kotak musik tersebut. Orpheus; sebuah panggilan yang selalu ia berikan pada Innocence yang dimiliki oleh mereka yang terpilih. The Song of Orpheus, kapan terakhir kalinya dia berada di salah satu dekapannya--

Mata Theodora tertutup, bayangannya makin nyata karena konsentrasi kekuatan. Tangan kanannya menyentuh Innocence tersebut, sementara yang lain menyentuh dahi Izarra pelan--tidak memberikan tekanan; hantu mana memangnya yang bisa memberikan sebuah impuls tekanan?


Have you been well?

...

You're happy with her, yes?

...

Is that so? I'm glad.



Berapa kalipun benaknya berkata-kata, takkan ada yang menjawabnya. Innocence mungkin tidak hidup, namun mereka--setidaknya sebatas kemampuannya dalam mencerna sesuatu--bisa memilih. Dengan demikian, mereka memiliki kemauan, dan Theodora tahu bagaimana gadis di depannya sudah merawat Innocence-nya.

Diam bukan berarti tidak bereaksi, bukan?

"Selesai." Tangannya segera lepas dari kontak, mata segera terbuka, dan senyum etrsebut kembali muncul. Sosok itu bergerak mundur selangkah, sebelum akhirnya berbicara lagi, "Orpheus baik. Tidak, kau merawatnya dengan baik. Sinkronisasimu 84%, miss Maraschine."

Selesai. Kecuali sang gadis membutuhkannya untuk hal yang lain? Konsultasi? ...Ia merasa belum tua untuk hal tersebut--ataupun lebih bijak. Baru setahun bukan semenjak insiden itu? Atau...

...

Tidak, umurnya sekarang 39 tahun. Umur dari tubuhnya, jika ia memiliki tubuh. Dan dirinya tidak setua itu untuk pantas dimintai sebuah... wejangan. Atau semacamnya.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [CENTRAL] Unexpected Visitor   

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Unexpected Visitor
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» An Unexpected Mentor (Private)
» Returning from an Unexpected Leave
» Mission: An Unexpected Invasion (private)
» The most unexpected guests
» The unexpected promotion

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com