An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [AU] Empty Time

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: [AU] Empty Time   25th March 2010, 23:23

CLOSED RP

Setting: Common Room BO Cabang Asia
Time: 03.00 P.M




"Ayolah, Scarlet. Kamu juga belum pernah baca buku dongeng di sana 'kan? Pasti kamu nggak bosen, kok. Ya, mau ya??"


Janji yang terucap beberapa waktu lalu saat masih berpijak di tanah Inggris. Fuchsia Scarlet, bocah 13 tahun yang selalu bertindak sok dewasa, akhirnya nurut juga diminta pergi bersama salah seorang staff Diplomatik & Komunikasi yang bertugas menyampai pesan khusus di markas Balck Order cabang Asia. Entah pesan apa sampai harus diserahkan langsung pada General di negeri Cina nun jauh di sana. Dan jujur saja, Fuchsia sendiri tidak bertugas melakukan in, dan dijamin sangat malas kalau betulan mendapat perintah. Dia hanya mengganti staff seorang lagi yang katanya sedang sakit parah. Kalau bukan iming-iming buku dongeng negeri bambu itu, mana mau Fuchsia pergi!

Tapi kenyataannya, sesampai di sana, Fuchsia malah ditinggal sendiri di ruang santai. Staff tadi bilang akan mencari General itu dan janji tidak akan memakan waktu lama. Setelah itu, barulah Fuchsia boleh ke perpustakaan untuk melihat-lihat buku tersebut. Dan sebelum tugas selesai, Fuchsia harus tetap diam di sini. Kalau ketauan pergi sendiri, Fuchsia langsung dipulangkan dan nggak boleh kerja di perpustakaan lagi! Diancam begitu, mau nggak mau sang dara bersurai cokelat eboni itu hanya bisa duduk diam di ruang santai tanpa beranjak dari sofa barang sedetikpun. Sudah tentu Dia mati kebosanan karenanya.

1 jam berlalu....









2 jam berlalu.....












3 Jam berlalu......



Fuchsia merosot dari kursinya. Bosan sekaligus ngantuk. Di sisi lain itu juga ngedumel terus karena Dia ditinggal terlalu lama tanpa hiburan. Padahal hari sudah semakin sore dan mereka harus pulang dengan kapal menuju Inggris malam ini. Kalau begini, sih, mana sempat baca buku?! TERTIPU???!!

"BOSAAAANNNN!!!!!!" Jeritnya tanpa sadar karena sudah tidak tahan lagi.


Last edited by Fuchsia Scarlet on 28th March 2010, 07:03; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   26th March 2010, 10:44

OOC: Hoooo lama gag main di sini! DX warming up! warming up!


Sepinya. Pada ke mana orang-orang? Bahkan pemuda Hindia-Belanda yang selalu mengekorinya ke mana-mana itu pun tidak ada. Ya, Lian Jie baru saja memikirkan Exorcist yang kerap dipanggilnya "Virchow" dengan nada dingin.

Hmhhh! Lian Jie mengembuskan napas, berjalan menapaki rerumputan halaman, di balik jendela Ruang Santai. Seperti namanya, ruang itu isinya, ya, banyak hal untuk bersantai. Jadi, apakah Lian Jie sedang ingin bersantai?

Tidak. Bukannya sedang ingin bersantai, tapi Lian Jie memang harus bersantai. Belum dua minggu berlalu semenjak latihan terakhirnya dengan Jenderal-nya, menghadiahinya iga retak dan luka-luka gores di lengan dan ada sedikit di pelipisnya. Jadi, sebelum Lian Jie pulih seratus persen, dia mendapat larangan keras: tidak boleh latihan!

Tapi-tapi-tapi-tapi-tapi! Lian Jie, kan, bosan juga kalau sepanjang hari dia hanya baca buku dan jalan-jalan!

Dengan tampang tak bersahabatnya yang biasa, Li Lian Jie melompat ke jendela Ruang Santai yang terbuka (bukannya masuk lewat pintu). Rupanya dia tidak mau repot-repot mengitari bangunan, soalnya dirinya sendiri baru dari halaman.

"BOSAAAANNNN!!!!!!"

Lian Jie kaget setengah mati. Persis di depannya, muncul teriakan melengking tinggi yang dikeluarkan oleh seorang gadis kecil. Kekagetannya ini membuat sebelah kakinya tersandung ambang jendela dan membuatnya terguling ke lantai.

Jatuhnya sama sekali tidak keren.

"Adudududuh," rintihnya, ketika mencoba bangkit. Tulang iganya rasanya patah lagi ketika dia berhasil menyandarkan diri ke tembok, di bawah jendela.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   19th April 2010, 21:38

Ok, sekarang ganti kata sesuatu menjadi seseorang, Fuchsia mendengar suara rintihan juga. Setan? Hei, ini masih sore, demi Tuhan. Bahkan akuma-pun tidak mungkin sebodoh itu datang di sore hari dan bisa merintih dengan suara sempurna seperti itu. Jelas, itu manusia 'kan?

Fuchsia melirik, sialnya tidak bisa melihat figur yang jatuh. Dia mencondongkan badannya sendiri, menoleh ke belakang, namun hampir seluruh tubuhnya tetap berbesembunyi di balik sofa. Kau tau siapa yang dilihatnya? Orang ber-ras Asia memang wajahnya banyak yang Fuchsia tidak bisa bedakan, cenderung sama. Tapi bukan Fuchsia jelas mengenal wajah orang itu!

Sempat sekilas pertanyaan berseliweran di kepalanya: Kenapa Dia ada di sini?! Tapi, yeah, itu pertanyaan bodoh. Tempo hari orang itu berada di Black Order pusat dan mengaku sebagai disclipe di markas cabang Asia. Fuchsia baru ingat, ini markas tempat 'Dia' tinggal! Seseorang dengan nama lengkap Li Lian Jie, kawan masa kecilnya sekaligus rival abadinya.

Dia langsung membalikkan tubuh lagi, duduk dengan tegak. Tindakan otomatis melindungi diri dari rasa malu. Akui saja, my dear.

Jangan lihat! Pura-pura nggak kenal!!


Last edited by Fuchsia Scarlet on 23rd May 2010, 15:38; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   27th April 2010, 21:36

Oooh, setelah membuatnya jatuh dengan tidak mulus begini, ternyata malah membalikkan badan darinya? Nona, pernah merasakan sakitnya patah tulang?

Lian Jie harus tersengal beberapa kali karena tiap helaan napasnya membuat iganya serasa ngilu. Memang, patah iga itu sudah jadi resikonya sebagai seorang petarung baik dalam latihan maupun dalam pertempuran yang sebenarnya. Tapi tetap saja, ia cuma manusia yang bisa merasakan sakit!

Kalau saja Lian Jie bersifat lebih terbuka, mungkin ia sudah mengomel habis-habisan kepada si gadis berkepang dua di hadapannya itu. Tapi Lian Jie benci kata 'omel' dan keluarganya. Soalnya membuatnya teringat pada figur anak perempuan kecil di masa lalunya yang kayaknya rajin mengomel serta melemparinya buku-buku tebal.

Tunggu...

Bicara soal 'anak perempuan di masa lalunya', kenapa anak perempuan di depannya ini sosoknya mirip dengan 'dia', ya?

Sudahlah, bisa saja orang lain.

"Siapa kau? Orang baru?" tanya Lian Jie pada punggung anak itu. Seingatnya tidak ada staf anak perempuan di Black Order Asia.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   23rd May 2010, 15:58

"Siapa kau? Orang baru?"

Eh?

Fuchsia tidak ketahuan? Sepertinya begitu. Habisnya, Fuchsia dikira anak baru, sih. Tapi bisa juga pemuda itu buka Lian Jie yang dikenalnya. Fuchsia 'kan belum begitu bisa membedakan wajah orang asia. Nggak! Itu pasti Lian Jie. Pasti! Nggak mungkin salah!

Ok ralat, Fuchsia besi keras mengaku bahwa figur itu yang tidak mengenalnya.

Fuchsia masih diam, berharap orang itu tidak memaksakan diri untuk melihat wajahnya. Keringat dingin jelas terlihat di keningnya. Dara cilik itu gugup, tidak sanggup berkata-kata. Sejujurnya, Fuchsia senang bisa bertemu. Namun di sisi lain, justru dia tidak mengharapkan untuk bertemu pula. Kenapa? Karena situasinya, tolong dilihat!

Berapa lamapun dia terdiam, tetap saja tidak membuat kondisi menjadi lebih baik. Sebaliknya, gadis itu merasa sesak dan tegang. Tubuhnya makin kaku, seolah tidak bisa bergerak bak patung. dan Fuchsia yakin, pemuda yang dia yakini adalah Lian Jie masih belum beranjak dari tempatnya. Karena jika memang benar orang itu, Fuchsia kenal betul wataknya yang sama kerasnya dengan dirinya sendiri, jawaban adalah kunci yang membuatnya bebas dan pergi dari sana. Tapi, dia harus bilang apa?

"Ja, jangan mendekat!" Ujar Fuchsia setelah hening sekian lama. Sungguh, dia tidak ingin bertemu dengannya sosok itu dulu. Tidak siap lebih tepatnya. Bahkan harus memandang dengan wajah bagaimana saja dia tidak tau. Memaksakan diri untuk berbicara, seperti yang bisa lihat tadi, berantakan. Wajahnya merah padam, rasanya susah sekali untuk dihilangkan. malah makin membuat figur bersurai cokelat eboni itu menghindar.

Iya, Fuchsia tau dia malah makin keliahatan bodoh. Malah mengaku karena suara soprannya yang khas dengan nada tinggi yang keras. Malah membuatnya ketahuan. Tapi, mau bagaimana lagi? Ini seperti belenggu yang menyebalkan tau!

Fuchsia siap untuk... kabur!


Last edited by Fuchsia Scarlet on 1st July 2010, 13:41; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   8th June 2010, 21:59

Apaan sih?

Li Lian Jie mengerutkan keningnya. Menautkan kedua alisnya dan menekuk bibirnya sedemikian rupa hingga pasti akan terlihat menyeramkan wajahnya. Marah?

Mana mungkin tidak, coba?

Baiklah, mari anggap dia sudah berbuat salah dengan masuk melalui jendela, padahal pintu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau membukanya. Dan lagi, dia bukan seorang pencuri atau penyusup yang harus lewat jalan tak biasa selebar satu kali dua meter itu. Ditambah lagi, kondisi fisiknya sedang tidak memungkinkan untuk diajak 'jejingkrakan' macam 'melompati jendela'.

Ingat kalau tulang iganya sedang retak terhantam kaki raksasa Dokkaebi?

Bukan kenangan yang ingin dia ingat. Lupakan.

Bukan pula hal yang paling menyolotnya kali ini. Tapi 'si anak perempuan ini'--Lian Jie menusuknya dengan pandangan matanya yang ditajam-tajamkannya dengan kekuatan pelototan mata--bukannya meminta maaf atau menolongnya, malah menyuruhnya untuk tidak mendekatinya.

Apa sih maunya? Memangnya Lian Jie mau mendekatinya? Oho, jangan besar kepala, Nona. Lelaki Zhong Gue ini bahkan belum membuat satu pun gerakan dari tempatnya berisitirahat sejenak, mengumpulkan segenap tenaga sambil menahan denyut luar biasa di tulang iganya.

"Haaah?!" pinta Lian Jie dengan kasar pada si Nona rambut eboni untuk mengulang atau menjelaskan maksud omongannya barusan terhadapnya.

Sungguh tidak sopan. Siapa? Dua-duanya barangkali~
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   4th July 2010, 12:09

Ehum, sungguh situasi yang rumit bagi Fuchsia, dilema antara pergi begitu saja atau tetap diam. Padahal pintu sudah di depan mata, dan dia tinggal lari saja. Tapi, semudah itukah? Terlalu mudah malah. Lagipula, bukan tidak mungkin yang ada Fuchsia lari seperti orang bodoh, lalu suatu saat (siapa tahu) akan bertemu dengan pemuda yang da di belakangnya ini lagi. Dia akan benar-benar tidak punya muka.

Yeah, Fuchsia akui, dia salah. Mendadak menjerit begitu saja. Dan ujung-ujungnya tahu-tahu sudah jejeritan sendiri, panik sendiri begitu saja. Padahal, seandainya dia jauh lebih tenang, kondisinya tidak akan separah itu ‘kan? Terlalu takut untuk mengakui, mudahnya begitu.

""Haaah?!"

Tuh ‘kan, pasti Fuchsia makin kena damprat, atau setidaknya terlihat aneh dan bodoh kan heboh seenaknya. Fuchsia makin menegang, malah tidak bisa berdiri. Makin takut. Salah paham sebenarnya. Tapi toh, seandainya Fuchsia bisa menangkap maksudnyapun, belum tentu dia akan menuruti permintaan tuan (yang sepertinya) Lian Jie tersebut.

Jadi?

Fuchsia menghela nafas panjang. Sepertinya dia memang harus mengaku salah, dan kalah. Walau pastinya dia tetap tidak sudi untuk betatap muka. Pastikah? Haruskah? Err... Fuchsia sudah ketakutan, kau tahu. Dia bingung harus beraksi bagaimana. Diam saja juga bukan jawaban yang tepat. Sebuah kata dengan lirih dia ucapkan. Satu-satunya kata dari bahasa mandarin yang dia ingat.

“Maaf,”

Hanya cukup satu kata, dan tidak akan reka ulang, mengerti?! Errr... Sudah cukup ‘kan? Boleh Fuchsia diam lagi?
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   4th July 2010, 12:53

OOC: Saya pancing biar hadap ke Lian Jie *plak*


Alis hitam Li Lian Jie terangkat. Barusan kalau ia tak salah dengar, ada bahasa Mandarin terucap oleh si anak perempuan berambut eboni itu. Samar dan nyaris tak bisa ditangkap oleh telinga bocah China berseragam hitam Exorcist ini, ada kata 'maaf' di sana. Yang benar?

Sayangnya, frekuensi suara untuk kalimat pertanggungjawaban macam itu tak menurunkan tensi kejengkelan Lian Jie. Biar bagaimanapun, Lian Jie terpaksa gagal mendarat adalah karena kesalahan si anak perempuan itu juga. Sekarang tulang rusuknya serasa terbakar sampai ia tak bisa apa-apa. Dia duduk sekarang ini sudah merupakan suatu mukjizat.

Khah! Anak payah.

Satu jari kelingkingnya ditusukkannya ke telinga kanannya dan mengoreknya sambil berkata malas dengan bahasa yang sama, "Ngomong apa kau tadi? Ngomong yang keras dan jelas dong!"

Toh bahasa Mandarin terbukti bukan penghambat bahasa di antara mereka, kan?

Nah, ayo minta maaf yang betul!
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   4th July 2010, 13:13

Ah, sayangnya, bukannya mengakhiri masalah, justru semakin menumpuk masalah. Ternyata, memang salah Fuchsia berakata dalam bahasa mandarin itu. Maksudnya, sih, setelah mengucapkan, masalah akan beres, res, res.

Alasannya? Katanya, “Maaf” adalah salah satu kata menyelesaikan masalah, Fuchsia mengalah kali ini. Setidaknya, orang itu mengerti Fuchsia cukup meras abersalah sehingga mengucapkan hal itu. Dan harusnya bisa dimengerti bukan? Alasan kedua, Fuchsia sudah mengucapkan dengan bahasa yang jelas-jelas bukan bidangnya. Tapi bahasa yang akan sangat dimengerti oleh penghuni cabang Asia ini. Jadi, orang itu juga semakin mengerti kalau Fuchsia sudah minta maaf dengan mudah ‘kan?

Dan nyatanya? Eeeeh, Fuchsia malah diajak ngomong basa dari negeri cina itu. Fuchsia nggak tau artinya. Tapi dari intonasi suaranya, seperti si cowok itu kurang menerima permintaan maaf Fuchsia. Padahal Fuchsia itu minta maaf dengan susah payah, lho. Jarang-jarang dia mau mengaku seperti itu.

Menyebalkan!

Kapok menggunakan bahasa mandari, dara cilik itu justru kembali dengan bahasanya sendiri dengan cepat, bahasa Inggris, “A, Aku tidak tahu kau bilang apa. Aku tidak mau bicara bahasa Cina lagi!” Fuchsia mengakkan tubuhnya, melipat tangan dan meinggikan dagu, khas dirinya yang tidak tahan berlama-lama untuk merendah. Memang, bisa dipastikan pemuda itu tidak melihat sikapnya. Tapi bagi Fuchsia, sikap itu cukup membuatnya bisa kembali seperti semula. Masa bodoh jadi kelihatan angkuh.

Nah, lho, malah memperumit masalah. Dasar.
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   4th July 2010, 13:41

Lho?

Tadi bahasa Mandarin dan sekarang bahasa lain lagi, tapi bukan berarti Lian Jie tak mengenalinya. Striktur bahasanya, cara pengucapannya; dahulu ia pernah menggunakannya dengan mulutnya sendiri untuk berkomunikasi dengan orang-orang kaukasoid di Eropa sana. Sudah amat lama meninggalkan bahasa asing yang tak berguna bila digunakannya di sini, di Cabang Asia--kecuali kepada mereka yang mengerti. Cukup lama... sampai kali ini si anak perempuan benar-benar mengembalikan ingatannya, menyeruak tempurung otaknya dan menjejalinya kembali dengan, anehnya, kenangan-kenangan masa lalu yang seharusnya tak lagi dilihatnya.

Putihnya salju Eropa yang menyelimuti bangunan megah berkubah, perpustakaan berisi buku-buku yang berjajaran di rak yang tingginya menjulang. Sensasi melesaknya kaki setiap kali sepatu bot kulitnya menapakinya. Penjaga perpustakaan galak yang tak pernah mau istirahat meneriakkan himbauan untuk tenang di dalam perpustakaan. Dan yang tak mungkin dilupakannya adalah seorang anak perempuan, yang notabene apapun yang telah mereka berdua lampaui selama ini dibalik kata-kata kasar dalam pertengkaran... adalah teman masa kecilnya satu-satunya.

Anak perempuan berambut eboni, berkuncir dua dikepang di kanan dan kiri. Berkacamata, selalu terlihat nyaris terkubur di antara gunungan buku. Juga wajahnya yang bersemu merah setiap kali mata cokelatnya bertemu pandang dengan 'A Jie'--nama si bocah Mandarin yang dulu terucap dari bibirnya.

Fuchsia Scarlet--hanya 'Fu', yang bisa diucapkannya dari sekian suku kata pembentuk namanya.

Dan mata Lian Jie pun melebar, tanpa sadar turut menegakkan tubuhnya. Memaksakan diri meninggalkan rasa sakit pada iganya, termasuk rasa dongkolnya yang malah menambah-nambah urusan. Exorcist mungil bagian dari staf operasi organisasi rahasia Cabang Asia ini memahami betul setiap kata yang sekarang dipenuhi dengan kekeraskepalaan yang lugu. Nostalgia merayapi sekujur-kujur tubuhnya. Serasa menemukan jarum dalam jerami.

Seserpih yang tersisa dari masa lalunya.

Membuang napas dalam satu dengusan tawa pelan. Kalau memang benar begitu adanya, ia akan senang. Bagaimana tidak? Ia selalu mengira bahwa ia adalah satu-satunya peninggalan Kun Ming tiga tahun yang lalu. Yang hidup hingga kini dengan satu emblem salib di jantungnya. Kutukan? Ataukah sesuatu yang harus ia syukuri? Ia selalu berpikir bahwa tak ada dirinya pun dunia masih tetap berputar.

Tapi ia menemukannya sekarang: sebuah cahaya kecil yang nyaris terlewatkan dalam usaha pencariannya dalam kegelapan.

Berdiri sambil meringis, seraya berjalan menyusuri rak buku di Ruang Santai Cabang Asia dan menarik keluar sebuah buku cerita. Sedikit dari sekian banyak yang tidak ditulis dengan aksara pinyin, melainkan dengan huruf latin. Disodorkannya ujung buku itu hingga menepuk pelan puncak kepala si anak perempuan yang masih asyik dengan kejengkelannya itu.

"Here," katanya dalam bahasa Inggris berlogat Mandarin. "If you're looking for something to read, try to read this one. It's quite good."

King Arthur. Buku dongeng tipis berseri yang dulu pernah menjadi bahan perebutan keduanya. Hanya sebuah tes kecil dari seorang sahabat lama yang tak ingin melihat kenyataan bahwa ia menghadapi orang yang salah.

Kau Fu, kan?
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   4th July 2010, 16:07

Hening...

Iya, tidak ada suara. Fuchsia sempat lengah, menurunkan posisi badannya yang melelahkan. Aneh. Padahal, Fuchsia kira masalah ini akan terus berlanjut. Yah, bukan berarti Fuchsia mengharapkannya, sih. Hanya saja, terlalu mencurigakan menadadak hening begini.

Masih melipat tangan, Fuchsia kini lebih merasa keheranan. Ketika menengok ke belakang, dilihatnya sosok pemuda itu sudah tidak ada di tempatnya. Rasa penasaran malah jadi semakin menjadi-jadi. Fuchsia ingin mencari sosok itu yang mungkin sebenarnya masih ada di dalam ruangan. Tapi, pandangan cukup terbatas, utamanya karena sanggahan sofa yang cukup tinggi. Jadi? Fuchsia tidak mau pindah tempat hanya untuk mencari-cari. Lebih bagus tenang begini ‘kan? Walau... agak mengkhawatirkan juga, sih.

Sang dara kembali melipat tangannya, walau kali ini ia memilih tubuhnya bersender. Di dalam kepalanya masih tersimpan 1001 pertanyaan. Khususnya tentang siapa sang pemuda yang sempat adu mulut dengannya tadi. Sungguhan Lian Jie?

Terlalu memasuki dunia pikirannya, Fuchsia sampai hampir tidak memiliki kesadarannya di sekitarnya. Bahkan dia langsung berjingkat kaget ketika ada sesuatu menepuk kepala. Fuchsia mendongak, mendapati pemuda itu sudah berada sangat dekat dengannya dengan sebuah buku.

"Here,"

"If you're looking for something to read, try to read this one. It's quite good."


Fuchsia terdiam, nyaris tak mengeluarkan suara dalam jeda waktu yang lama. Edua irisnya secara bergantian memandang buku, maupun wajah sang pemuda. Sampul buku yang sangat dikenalnya, pengikat pertemuan pertamanya dengan sosok anak laki-laki bertahun-tahun lalu. Dan yang memegang buku itu, memiliki hampir segala apa yang dimiliki oleh figur masa lalunya, walau wajah itu tentu jauh lebih dewasa. Ya, kali ini Fuchsia jauh lebih yakin, tidak ada kata mungkin. Pastinya pemuda itu adalah—

“Lian Jie?”

Suaranya menggumamkan satu nama yang pasti. Masih dengan ekspresi tidak percaya. Hanya dalam sekejap saja, wajahnya sudah dihiasi semburat warna merah tidak jelas. Menyadari responnya yang memalukan, tak ayal Fuchsia langsung membetulkan posisinya, kembali memasang sikap bak seorang puteri yang angkuh.

“K, Kau tidak bisa menyuapku dengan itu!”

Tunggu, menyuap apa? Err… menyuap biar dia tidak ngambek, iya ‘kan? Ah, tapi … buku itu benar-benar menggoda sudut matanya. Baca tidak, ya?
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   4th July 2010, 17:26

Anak perempuan menoleh. Menyatakan jati dirinya yang persis seperti yang telah diduga Lian Jie. Hatinya lega penuh rasa terima kasih karena harapannya tadi tidak menghianatinya. Namanya dipanggil oleh anak Fuchsia yang sama--bukan sekadar nama yang sama, tetapi orang yang sama. Pribadi yang sama. Kacamata yang sama.

Li Lian Jie mengamatinya lekat-lekat dengan warna mata identiknya.

Tujuh tahun tentu meninggikan badannya. Juga... rupanya memberinya informasi tentang keberadan Black Order. Guratan usia tiga belas tahun nampak jelas di sana. Memberinya wajah gadis, ketimbang anak-anak. Nyaris, Lian Jie nyaris menarik ujung-ujung bibirnya membentuk senyuman. Puas dan lega; ada bagian dari masa lalunya yang terselamatkan. Berdiri di hadapannya sekarang.

Seolah dirinya yang kini diselamatkan.

Ya. Ia melihat sebuah alasan mengapa ia masih dibiarkan hidup di dunia ini. Kun Ming mungkin adalah sebuah pelajaran baginya. Jika kau menganggap dirimu sendirian, maka itulah yang kau dapatkan. Namun kini si bocah penyandang sayap naga ini melihat pecahan memorinya yang amat nyata. Dapat disentuh, menjawab setiap percakapannya, juga bernafas dan lagi bisa berpikir.

Manusia yang utuh.

“K, Kau tidak bisa menyuapku dengan itu!”

Bukunya tidak diambil dan Fu kembali menunjukkan punggungnya. Geli, Lian Jie menaruh seluruh bobot dirinya di atas sebelah sikunya yang tertopang di atas sanggahan kursi tempat Fu duduk beberapa senti darinya. Masih dengan tangan memegang karya kesukaannya itu.

"Siapa yang menyogokmu?" alis hitamnya tertaut, mulutnya mengerucut memprotes. "Dikasih perhatian tapi kau tak mau, ya sudah."

Dan King Arthur terjatuh dari jemari yang tadi menjapitnya. Ditinggalkan begitu saja oleh Lian Jie yang mengangkat bahu dan berjalan ke ambang jendela. Duduk di sana, mengangkat satu kaki untuk dijadikan sanggaan lengannya sendiri. Memandang keluar jendela.

Lagipula, memberi perhatian sedemikian rupa kan sejak dulu bukan pekerjaan mudah bagi bocah bermarga Li ini. Keturunan dari sepasang tabib dan perawatnya, yang pernah menghabiskan masa muda mereka bersama sang anak untuk mengelilingi dunia. Mencari wawasan, mengejar cakrawala.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   27th July 2010, 13:41

"Siapa yang menyogokmu?" Kalimat sanggahan meluncur dari bibir pemuda itu, Lian Jie, "Dikasih perhatian tapi kau tak mau, ya sudah."

Khas dirinya

Sebuah respon singkat dalam hatinya. Buku “King Arthur” yang semula berada di tangan Lian Jie sukses dilepaskan, dan sosok itu pergi ke arah jendela. Selama jeda tersebut, dara yang angkuhpun tetap menunjukkan harga dirinya yang tinggi. Sampai akhirnya Lian Jie duduk di ambang jendela, mengarahkan pandangan keluar.

Pelan-pelan, Fuchsia mengambil “King Arthur” yang tertinggal tadi. Memandang sampulnya dengan tatapan sayu, semburat rona merah masih hadir di paras mungilnya. Semua buku yang dibacanya adalah harta yang berharga. Namun buku ini... lebih ke arah istimewa, melebihi susunan kisah lainnya. Bukan karena isinya, bukan pula karena keindahan sampulnya. Namun karena ada sejarah lain yang tertinggal di setiap helai buku ini. Kisah hidup Fuchsia, alasan jelas tentang rona merah yang kini terlihat di wajahnya.

Kini irisnya berpaling ke arah sosok itu itu duduk, sang pelaku yang menorehkan perasaan lain di hati Fuchsia, pelaku nyata yang membuat buku yang dibawanya menjadi istimewa.

“Lian... Jie,” Ucapnya spontan. Satu-satunya kata yang kini sedang terpatri kuat dalam ingatan, segelintir nama yang masih terukir kuat dalam pikiran, bahkan ketika bertahun-tahun telah lama berlalu.
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   22nd August 2010, 20:19


Memang tepat pilihannya menjadikan ambang jendela sebagai tempat favoritnya. Penat dengan suasana dalam gedung--terpengaruh oleh keadaan yang diciptakan oleh orang-orang di dalamnya, maupun cuaca--cukup bergeser sedikit, ia bisa mendapatkan penyejuk. Belaian udara dingin. Biasanya sanggup meredamkan emosi yang bergejolak dalam dadanya. Melongok keluar jendela, menyapukan pandangannya ke segala arah. Pemandangan yang kering.

Namanya dipanggil.

Si bocah menoleh. Iris karamelnya merefleksikan seorang dara bersurai madu di hadapannya. Keangkuhan mewarnai wajahnya--percikan dari sedikit kekesalan yang dipicu sesuatu yang ada di luar nalarnya. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, buat apa ia meladeni Fuchsia Scarlet sampai kesal sendiri? Tujuh tahun sudah berlalu. Apa ia akan membiarkan keadaan di antara mereka tak berubah?

"Apa?" responnya.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   29th August 2010, 11:05

Aku… tidak… peduli!

Hanya itu keinginan Fuchsia sejak dulu, sederhana ‘kan? Tapi kenapa jika bertemu dengan pemuda itu dia malah jadi salah tingkah sendiri? Fuchsia juga tidak mengerti, kenapa jika hanya dengan Lian Jie, sulit sekali untuk menyembunyikan emosi yang ada. Walau setidaknya dia masih bersyukur, perasaan terdalamnya tidak pernah terucap secara gamblang walau akhirnya malah terlihat lewat semburat merah di wajahnya yang tidak mudah hilang. Sayangnya, nampaknya Lian Jie tidak pernah menyadari kenapa hal itu terjadi. Di sisi lain ada rasa lega, tapi di sisi lainnya, malah jadi ingin menimpuknya dengan kamus tebal.

"Apa?" Tak disangka, ucapan spontan tadi direspon oleh Lian Jie. Padahal tadi, dia kelihatan seperti orang melamun dengan wajah datarnya itu. Yah, Fuchsia terlalu cepat mengambil kesimpulan. Padahal dia tidak bermaksud memanggilnya sama sekali, hanya sekedar ucapan lirih.

Fuchsia sempat tergagap, nyaris salah tingkah. Segera di kembali membalikkan badan, entah bagaimana rupa-nya sekarang. Memeluk buku dengan erat, kepalanya agak mendongak bagaimana dara yang angkuh, namun tidak bisa menghapus hiasan rona merah yang secara alami melekat di wajah, “Ti, tidak apa-apa, kok,” Suaranya agak terbata, namun nada tinggi yang (diusahakan) tegas tetap memberikan khas pada suara sang gadis.

Terdiam sejenak, berusaha untuk mengendalikan diri sebelumnya merasa meledak, walau sayangnya, di dalam hatinya sudah meletup-letup tidak jelas. Ah, sebenarnya Fuchsia tahu kenapa dirinya serasa ingin meledakkan diri, namun saat ini harga dirinya terlalu tinggi untuk mengakui.

”Kamu tadi, kenapa nekad masuk lewat jendela?" Nada lirih kembali terdengar, memecah kesunyian untuk beberapa saat. Setidaknya, kini dia terlihat lebih tenang, semoga saja.


Last edited by Fuchsia Scarlet on 31st August 2010, 18:52; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   30th August 2010, 14:09

Masih sama persis. Tak berubah.

Angkuh, berlagak seolah ia punya harga diri tinggi, hidung terangkat naik--semuanya seolah sudah dihafal Li Lian Jie di luar kepala. Mengalir begitu saja dari memorinya. Tanpa dirinya butuh memeras otaknya yang sudah terbiasa dengan pengetahuan tentang seni bela diri, taktik berperang, dan juga seni pengobatan tradisional China. Sebuah keanehan. Sebab dirinya tak pernah menyangka akan memiliki cara tersendiri dalam mengingat sosok Fuchsia Scarlet, padahal ia tak memiliki ketertarikan secara khusus pada anak perempuan itu. Yang ia maksudkan di sini ialah Lian Jie tak mengharapkan ia bisa mengingat secara utuh setiap jengkal--bahkan setiap hal--yang melekat pada seorang Fuchsia Scarlet.

Namun entah mengapa, semua itu terekam dengan sendirinya dalam ingatannya.
Menjadi kepingan memori yang mungkin tak akan pernah terkelupas dari kepalanya.

Ajaib. Kenapa bisa, ya?

Tak berarti ia tak pernah memiliki rasa penasaran. Ada. Malah amat besar. Hanya saja tak akan sudi ia tunjukkan secara nyata pada insan bersurai eboni--yang tengah asyik memamerkan punggungnya terhadapnya. Kesempatan bagus untuk melemparkan sedikit kerlingan obsidian cemerlang Lian Jie. Sekadar memenuhi sedikit dari sekian rasa yang membuncah dalam dadanya.

Rasa yang cukup untuk mewarnai wajahnya dengan roman merah.

”Kamu tadi, kenapa nekad masuk lewat jendela?"

Mengejapkan mata. Terkejut--oleh suara Fu yang menyusupi liang telinganya. Membuyarkan kegiatan curi-curi pandangnya. Sontak, bocah kecil ini berpaling--kembali memandang keluar jendela--tak mau ketahuan. Dan suaranya mendadak serak. Hingga ia butuh deheman cukup keras untuk mencairkan dahak yang menyekati tenggorokannya.

"Tidak--" selama sepintas, ia nyaris tak bisa mengendalikan kata yang sepantasnya diucapkannya, "--keluar masuk lewat jendela kan biasa."

--bagi seorang pencuri, Li Lian Jie bodoh.

Ekskusimu tak cukup bagus untuk menutupi kepanikan yang terpancar jelas dari sikap gelisahmu itu.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   10th September 2010, 01:40

Biasa?

Sesaat Fuchsia melupakan perasannya. Ada hal lain yang mendominasi pikiran. Hal yang sangat remeh, namun malah berputar-pitar pada sang dara bersurai eboni. Sejujurnya, dia hanya mengetahui –dan menilai secara sepihak– bahwa Lian Jie adalah sosok arogan yang sedikit memiliki kemiripan dengannya. Pemuda yang bergelut dengan buku, pendiam dan dingin. Tapi pernyataan tadi membuat penilaian Fuchsia sedikit berubah.

Fuchsia memang mengangggap Lian Jie sebagai sosok yang tidak tahu aturan, jauh dari etika, dan segala penilaian buruk lainnya, dibalik sisi lainnya yang sebenarnya jauh lebih baik andaikan Fuchsia lebih mau mengakui perasannya. Tapi seumur-umur, Fuchsia sama sekali tidak tahu kalau ternyata Lian Jie juga bisa menjadi… pecicilan? Sosok yang hyperactive sampai masuk markas saja tidak bisa secara normal. Sebagian gambaran figur bertitel Li Lian Jie sebagian runtuh dalam sekejap.

”Kau ini… seperti kucing saja,” Tanpa sadar Fuchsia berbalik, memandang Lian Jie dengan ekspresi angkuhnya. Senyum tipis dan agak timpang terlihat di parasnya, mengangkat sebelah alis –seolah mencemooh, “Terbiasa keluar masuk lewat jendela,”

Anggaplah Fuchsia bodoh saat ini. Sungguh kesalahan besar menggambarkan Lian Jie sebagai sosok “kucing”. Tidak ada kesalahan yang berarti sebenarnya. Hanya saja, kucing itu termasuk salah satu hewan favorit bagi Fuchsia. Dan mengucapkan hal yang mengaplikasi kesukaan seperti itu, sama saja mengutarakan sebagian perasaan, bagi Fuchsia.

Dengan cepat Fuchsia membalikkan badannya kembali. Meringkuk menahan malu. Ah, sungguh memalukan kalau sampai mengutaran emosi seperti itu. Fuchsia tidak tahu apakah Lian Jie mengerti masalah hewan kesukaannya –dan tidak penting untuk mengetahui hal macam itu sebenarnya. Tapi, kemungkinan-kemungkinan lewat asumsi sepihaknya bisa saja terjadi bukan?


Bodoh, bodoh!

Lian Jie bodoh!

Aku pun… juga bodoh…
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   7th October 2010, 13:02

Dia tahu, dia berdalih dengan lucunya. Mengapa pula ia harus mengakui kegiatan keluar-masuk lewat jendela sebagai kebiasannya? Dan sudah terlambat untuk bisa membantahnya. Ia tak mau terlihat makin culun dengan rentetan perbaikan pada kalimat yang sudah meluncur dari bibirnya. Tidak keren!

Jadi, ia harus bisa menerima apa saja bentuk tanggapan dari lawan bicaranya. Tanpa protes. Dan memang itu yang sedang dicoba dilakukannya. Alisnya timpang sembari obsidian legamnya mengawasi 'sang putri' berbalik badan. Seraya Exorcist muda ini membuang dengus pendek, melipat tangan. Sedikit seringai sekilas ditampilkan pada paras kanak-kanaknya.

"Terserah kaulah," celetuknya. Malas membalas.

Melemparkan diri ke kursi yang ada, meraih buku lain yang tergeletak sembarang di meja. Bukan dia yang tadinya memegang buku itu. Sejak awal sepertinya sudah ada di sana. Membalik-balik halamannya dan mulai tenggelam dalam dekor huruf pinyin.

Jadi, apa yang harus dilakukannya di sela waktu luang begini?
Berduaan dengan si keras kepala itu?





Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [AU] Empty Time   

Back to top Go down
 
[AU] Empty Time
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» who is your favorite anime character of all time?
» Hot Tub Time Machine [Open]
» Time That Needs to be Spent
» Explorin' time!
» Strongest Crew Member (Time Skip)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Out of Scenario :: Noncanon Roleplay-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum