An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [ASIA] One Who Waits Before Destiny

Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Song Eun Su

avatar

Posts : 103
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   27th March 2010, 21:05

Maret, 1879
Battle Arena

Suasana awal musim semi kali ini terasa begitu kentara di markas Black Order cabang Asia. Sensasi angin hangat dan langit yang cerah bisa jadi menggugah semangat anggota-anggota Black Order ini : para Exorcist, Finder, ataupun staf lainnya. Seolah-olah markas yang tampak agak suram ini menjadi lebih ”menyenangkan”, setidaknya begitu menurut Exorcist muda yang baru saja diangkat menjadi disciple, Song Eun Su.

Sedikit menoleh ke arah gurunya, Lim Jeong Hu, Eun Su masih belum terlalu nyaman dengan kondisinya ini. Walaupun General Jeong Hu tampaknya tidak terlalu galak –agak terlihat lembek malah– tetap saja butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Apalagi Eun Su belum terlalu lama berada di markas ini sebagai Exorcist. Sepertinya akan memakan cukup banyak waktu untuk beradaptasi.

”Jeong Hu-nim,” ucapnya dengan nada agak ragu pada gurunya itu. Di wajahnya tampak sedikit kecemasan. Grogi, mungkin? ”Bagaimana dengan rekan disciple saya, tuan?” tanyanya perlahan. Ya, sampai saat ini Eun Su bahkan berlum bertatap muka dengan rekannya itu. Namanya saja Eun Su masih belum tahu, apalagi wataknya.

Dengan langkah yang agak lambat karena pengaruh beban yang dipanggulnya di punggung, Eun Su menyadari bahwa mereka sedang menuju ke arah tempat latihan. Entah untuk apa, tapi mungkin untuk bertemu dengan rekan barunya itu. Jujur, Eun Su agak penasaran dengannya. Baru kali ini seorang Eun Su memiliki teman sesama ”murid”. Bahkan di gereja tempatnya tinggal dulu, ialah yang termuda. Hal ini membuat Eun Su agak grogi, ia belum ”berpengalaman” dalam hal ini.

Sesampainya mereka di Battle Arena, Eun Su mengamati sekelilingnya perlahan. Jadi yang mana rekan kerjanya yang satu itu?


oot : closed, hanya untuk Lian Jie dan Jeong Hu
silakan dinikmati...*plak*
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu

avatar

Posts : 172
Pemilik : Cairy
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   27th March 2010, 21:32

Memasuki musim semi, suasana hangat dan ini adalah waktu yang tepat untuk memulai segalanya kembali. Setelah bertahun-tahun menghabiskan banyak waktu di Eropa sana, akhirnya keinginan Jeong Hu untuk bisa menetap di cabang Asia dikabulkan juga. Beberapa bulan setelah sampai di sini satu permintaan datang, untuk menerima disciple lagi. Baiklah, setidaknya ini yang bisa ia lakukan di masa senggangnya, memilih untuk rehat dan kembali menjadi seorang guru. Bukan pilihan yang sulit, tapi ini mengingatkannya dengan masa-masa ketika ia menjadi disciple dahulu. Ada banyak hal yang mungkin harus ia pelajari dari semua ini, khususnya bagaimana anak muda mengembangkan mental serta fisik mereka. Apalagi dengan keharusan untuk berbagi...

Jelasnya, sebelum sang disciple ini, Jeong Hu pernah mengangkat Disciple. Di lihat dar luar, keduanya memiliki kepribadian yang cukup berbeda. Mungkin, karena ini hanya penilaian dirinya sendiri. Siapa tahu mereka bisa lebih akur dari yang ia kira, atau... tidak lebih dari itu.

”Jeong Hu-nim,” suara pemuda itu memanggil. [i]”Bagaimana dengan rekan disciple saya, tuan?” [i]

Mengerling sejenak, tersenyum. "Tidak usah khawatir ia anak yang baik. Kurasa... mungkin kalian bisa cocok," berucap tenang. Sebenarnya tidak terlalu tenang juga, tapi ya daripada ia mengernyitkan gurat khawatir yang sama.

Kakinya terus melangkahi koridor menuju ruang latihan. Anak itu pasti ada di sana, pikir Jeong Hu. Ia tahu kebiasaan muridnya karena selain menjadi pengajar dan pendidik, ia juga wajib mengawasi mereka. Ini terlihat mudah, namun kenyataannya sulit. Apalagi untuk orang yang sebenarnya tidak pedulian seperti dirinya.

Kemudian kaki itu menapaki lantai ruangan tersebut, melirik Eun Su, muridnya, untuk mengikutinya masuk. Mencari-cari sosok yang lebih kecil itu, "Hm... di mana dia, biasanya di sini." Yah, Jeong Hu sendiri sebenarnya tidak terlalu bisa berbasa-basi, akan tetapi ia harus terus bisa terlihat ramah. Kecuali di ruang latihan ini, mungkin.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   27th March 2010, 21:57

Dari sekian banyak ruangan di Black Order, hanya ada satu ruang yang pasti akan disarankan oleh siapa saja bagi yang ingin mencari di mana Li Lian Jie. Bocah yang pada musim semi tahun ini masih menginjak usia 12 tahun, tapi dia telah menyandang pakaian serba hitam dengan aksen perak khas para Exorcist. Sebuah salib perak nampak usang dan tergores di beberapa tempat di dada kirinya, menandakan betapa seringnya tubuh kecil dan kurusnya ditempa di Ruang Latihan. Ya, sebuah aula milik Black Order cabang Asia yang telah seenaknya sendiri dianggapnya menjadi rumahnya sendiri.

Kali ini, apa coba yang sedang dilakukan Li Lian Jie kecil di dalam remang-remang, mendekati dinding Ruang Latihan, di bawah jendela favoritnya yang sering ia jadikan tempat tidur.

Titik-titik keringat telah memolesi seluruh tubuhnya. Berdiri diam, menyandarkan kedua tangan ke dinding Ruang Latihan yang dingin seperti bisa jatuh kapan saja. Ada luka lebam membiru di lengan kanannya. Mengembuskan napas dengan desahan panjang sambil mendongak menatap langit-langit, Lian Jie berusaha mempertahankan konsentrasi sementara ada semacam sayap terkembang di punggungnya.

Benda apa yang menyerupai sayap itu?

Itulah Innocence tipe parasit milik Li Lian Jie yang sepenuhnya terbuat dari tulangnya sendiri. Dan ukurannya? Ah, tidak besar-besar amat. Malah, nampaknya Lian Jie masih kesulitan mengeluarkan wujud Dragon's Heir yang seutuhnya.

Jadi, bisa menebak apa yang sedang dia lakukan? Lian Jie hanya melatih sinkronisasi saja. Dan untuk itu, dia tak butuh lawan tanding.

Dan... "Hhh!" akhirnya Lian Jie menyerah, tidak kuat lagi. Dragon's Heir langsung menyurut masuk kembali ke tulang belikatnya dan langsung menghitam.

Oleng kehabisan tenaga, Lian Jie ambruk menelentang. Aia memandang langit-langit sejenak, kemudian memejamkan matanya sambil mengatur napasnya yang amat memburu.

Sama sekali tidak sadar kalau ada orang lain baru datang ke ruang yang sama.
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu

avatar

Posts : 172
Pemilik : Cairy
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   28th March 2010, 16:15

"Itu dia,"

Menemukan sosok yang dicarinya sedari tadi. Anak berusia 12 tahun yang tengah bersusah payah mengembangkan kemampuannya sampai seperti itu. Oh, ada juga tipe orang sepert itu, maksudnya yang selalu berusaha bersusah payah bahkan hampir membunuh dirinya sendiri hanya untuk membuktikan bahwa dirinya bisa. Sungguh dunia ini berat untuk beberapa hal dan ringan untuk hal lainnya. Sayang, Jeong Hu lebih suka memilih jalan yang lebih ringan.

Jadi... setelah menemukan keduanya, apa yang sebaiknya ia lakukan?

"Ehm," berdehem sejenak melirik kedua belah pihak di sana dan di sini. Baiklah, lebih baik bagaimana? Bingung juga karena sebenarnya ia bukan orang yang biasa berbaik hati dan supel hingga bisa terkesan tidak gagu pada acara perkenalan.

"Lebih baik kita ke sana, sepertinya ia terlalu lelah setelah berlatih," berbicara lagi setelah melirik Eun Su agar terus mengikutinya. Ya... ya... lebih baik begitu.

Setelah ini biarkan mereka yang saling mengenalkan diri masing-msaing, itu lebih mudah daripada harus ia yang mengenalkan semuanya. Yah, begitu lebih baik.

Langkah berhenti di sebelah Lian Jie yang tengah berbaring di ruangan itu. Walaupun tiduran begitu yang pasti anak itu tidak akan tidak sadar, kecuali kalau latihannya tadi agak berlebihan.

"Lian Jie," panggilnya pelan. Ia pasti bisa mendengar suara itu. "Ada seseorang yang ingin kuperkenalkan padamu, bangunlah." Berucap lagi, menunggu.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Song Eun Su

avatar

Posts : 103
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   28th March 2010, 17:21

"Itu dia."

Eh? Entah mengapa sekejap itu juga hati Eun Su berdegup cukup kencang. Wajahnya hanya menunjukkan ekspresi datar yang khas, namun di dalam hatinya ia merasa gelisah. Apa yang harusnya diucap terlebih dahulu? Ah, semoga sesi perkenalan ini cukup sukses dan Eun Su bisa jadi akrab dengannya.

Barulah Eun Su sadar, seniornya itu tampak...muda. Bahkan ia sepertinya lebih muda dari Eun Su yang berumur baru 15 tahun Desember tahun lalu. Kalau dikira-kira, mungkin usianya sekitar 11-12 tahun. Benar? Entahlah, bagaimanapun juga ia tetap lebih berpengalaman sebagai Exorcist, dan juga merupakan seniornya. Jadi ia harus bersikap sopan, seperti pada gurunya.

Fuuh, Eun Su menarik nafas perlahan dan menghembuskannya ke luar. Ya, ia siap. Apapun respon dari rekannya itu.

"Annyeonghasimnikka*," ucapnya perlahan sambil membungkukkan badannya, membuatnya sedikit sempoyongan karena beban di punggungnya. "Nama saya Song Eun Su, dan saya akan menjadi rekan Disciple dari General Lim Jeong Hu, sama seperti anda, Lian Jie-ssi," tambahnya menggunakan bahasa Mandarin dengan logat Korea yang kental, setelah bisa berdiri tegak lagi seperti semula. Sebenarnya ia baru tahu nama seniornya itu tadi saat Jeong Hu-nim memanggil namanya. Setidaknya lebih baik dari tidak tahu sama sekali.

Diam...

Dan Eun Su bingung mau bicara apa lagi sekarang. "Mohon bantuannya," ujarnya lagi. Sekarang, perkenalan dirinya selesai. Bagaimana dengan responnya, senior?



* Annyeonghasimnikka = ucapan salam yang sangat formal
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   28th March 2010, 20:13

Payah! Sama sekali tidak ada perkembangan dari latihannya yang kemarin. Malah bisa dibilang lebih buruk deh. Soalnya, kemarin dia bisa mempertahankan sinkronisasi sampai sekitar lima belas menit. Hari ini maksimal cuma sepuluh menitan, sepertinya.

Lian Jie mengangkat tangannya untuk mengusap keringat di dahinya... dan terdengarlah suara langkah kaki, yang sekaligus membuka matanya.

Ada yang datang. Siapa?

Ah, paling cuma orang yang mau menumpang latihan. Dan Lian Jie pun memejamkan matanya lagi, tidak peduli pada siapapun itu.

"Lian Jie," sebuah panggilan untuk dirinya datang dari suara yang belum pernah ia dengar sebelumnya, memaksanya untuk sekali lagi membuka matanya. Terlihatlah seorang lelaki sedang berdiri secara terbalik di puncak kepalanya. Yah, Lian Jie kan melihatnya dari arah yang salah.

"Ada seseorang yang ingin kuperkenalkan padamu, bangunlah."

Lian Jie bangun, berputar, dan duduk sambil menekuk sebelah lututnya. Tangannya yang ada warna biru keunguan cukup besar itu dia topangkan di atas lututnya. Roman wajahnya menyiratkan rasa penuh ingin tahu. Bibirnya agak ditekuk seperti kurva naik. Khas, wajah anak-anak yang menggemaskan, kan?

Memandangi bergantian si lelaki berjubah Exorcist berpangkat Jenderal dan seorang Exorcist lain yang menyertainya, sebuah tanda tanya besar menguasai otak Li Lian Jie.

"Nama saya Song Eun Su, dan saya akan menjadi rekan Disciple dari General Lim Jeong Hu, sama seperti anda, Lian Jie-ssi,"

Heh?! Lian Jie kembali memandangi kedua lelaki bertubuh lebih besar darinya itu bergantian, kali ini lebih cepat dan serta merta ia menegakkan punggunya seolah memahami sesuatu.

"Jenderal?" Lian Jie menunjuk sang Exorcist yang paling tua di depannya, bertanya dengan nada ragu-ragu. Lalu dia mengubah arah telunjuknya ke Exorcist yang baru saja mengajaknya bicara. Ada salam dengan bahasa aneh dan logatnya juga aneh. Tapi kurang lebih, logat kedua orang itu mirip. "Rekan?"

"Mohon bantuannya,"

Lian Jie menelengkan kepalanya ketika mengawasi Exorcist satu itu, kemudian mengangguk singkat dan menggumam, "Mm," seraya berpaling ke arah yang lain sambil kedua tangannya menarik ujung baju Exorcist-nya, agak gugup.

Jujur, sebenarnya Lian Jie juga tidak paham dengan apa yang dimaksud dengan 'rekan', tapi dia bisa mengira-ngira kalau nanti mereka akan semacam bekerja sama.

Bibirnya agak manyun, iris matanya menelusuri lantai di sebelah kaki sang Jenderal. "Jadi, maksudnya..."

Lian Jie memberanikan diri memandang langsung sang Jenderal, meminta beliau melanjutkan kata-katanya sekalian disertai penjelasan, dengan tatapan matanya.


Last edited by Li Lian Jie on 29th March 2010, 17:52; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu

avatar

Posts : 172
Pemilik : Cairy
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   29th March 2010, 15:54

Iyah, baguslah rupanya murid barunya ini lebih dewasa daripada yang ia kira... berarti akan lebih mudah untuk dididik dan disuru-suruh tentunya... ehm. Kembali pada permasalahan utama, Eun Su rasanya bsia dengan mudah menempatkan diri, yah walau terlihat gurat-gurat khawatir pada ekspresi dan geraknya, namun itu wajar karena Jeong Hu pun mengalami hal tersebut. Namanya juga manusia, santailah sedikit.

Akan tetapi, mungkin lain dengan Lian Jie. Ah ya, bisa dibilang kedua orang ini memiliki pribadi dan tingkat kedewasaan yang berbeda cukup jauh. Lihat saja pada tatapan mata Lian Jie yang terus bermain ke sana-ke mari sembari mencari jawaban akan kedatangan rekannya itu.

"Rekan? Jadi, maksudnya..."

"Iya rekan." Jeong Hu hanya membenarkan kata itu, sementara kemudian dirinya membungkuk seraya mengulurkan tanganpada Lian Jie, menyuruhnya untuk berdiri. "Bagaimana jika perkenalkan dirimu juga?" melirik Eun Su yang sudah dengan baik memerkenalkan dirinya terlebih dahulu. Oh itu sangat sopan sekali.

Menyunggingkan senyum bergantian pada keduanya. Tidak tahu maksud apa yang ada di balik senyum tersebut.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   30th March 2010, 07:54

"Iya rekan."

Meski sang Jenderal tampak membenarkan kata-katanya, tapi justru itu makin membuat si kecil Lian Jie bingung. Bukannya tidak tahu apa arti kata 'rekan', tapi justru karena ia tidak tahu 'punya rekan itu untuk apa?'. Selama ini dia selalu berlatih sendiri dan selalu mengira untuk dirinya sendiri agar nantinya menjadi kuat, walau tidak tahu demi tujuan apa. Kalau dia dapat rekan, kan, bukannya malah ia jadi terbantu? Kalau terbantu, bukannya itu akan menghambat perkembangannya untuk menjadi kuat?

Heeh?! Bingung ah! Lian Jie mengeluh dengan wajah amat aneh, menunjukkan isi hatinya jelas-jelas di dalam ekspresinya.

"Bagaimana jika perkenalkan dirimu juga?" Jenderal yang pasti adalah gurunya itu mengulurkan tangan padanya.

Eh, apa? Lian Jie menatap tangan yang terulur itu padanya, sekaligus otaknya bekerja mencerna kalimat dari gurunya itu. Itu... kenapa sang guru mengulurkan tangan untuknya? Selama beberapa detik, tangan Lian Jie sempat terangkat sedikit untuk menyambutnya, tapi langsung ditariknya lagi sebelum sempat menyambut tangan si guru. Wajahnya berpaling ke arah yang lain, mengernyit aneh dan merona memerah.

Jujur saja, itu uluran tangan pertama yang disodorkan padanya setelah bertahun-tahun berlalu semenjak hari itu.

"Ng," akhirnya Lian Jie memberanikan diri menggelayutkan jemarinya, alih-alih ke tangan gurunya, ke lengan baju lelaki itu dan berdiri dengan canggung. Tidak tahu harus bersikap bagaimana, Lian Jie menyimpan kedua tangannya di balik punggungnya dan membungkuk singkat pada Song Eun Su, "Namaku Li Lian Jie."

Begitu kan, caranya berkenalan? Terlalu lama mengurung diri di ruang latihan membuatnya melupakan segala tata krama rupanya.

"Tapi maaf," Lian Jie masih melanjutkan kata-katanya, kali ini dengan suara yang lebih mantap karena tidak melibatkan tata krama berinteraksi. Masih kepada Song Eun Su, Exorcist berlogat aneh itu tadi, Lian Jie menatapnya, "Kalau mau jadi partnerku, jangan membuatku repot, ya? Soalnya aku kan ingin jadi kuat."

Diucapkan dengan amat jujur dengan tekad bulat yang mewarnai wajahnya.
Back to top Go down
View user profile
Song Eun Su

avatar

Posts : 103
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   5th April 2010, 16:14

Tampaknya “hubungan batin” antara Jendral Jeong Hu dan muridnya Li Lian Jie sudah begitu erat. Entah sudah berapa lama Lian Jie berguru pada pria yang bertanah air sama dengan Eun Su. Tiba-tiba saja Eun Su merasa sedikit tidak enak, menginterupsi hubungan itu. Bahkan mereka berdua (mungkin) harus beradaptasi dulu, dan malah memperenggang ikatan itu. Tuhan, jangan sampai terjadi seperti itu...

“Kalau mau jadi partnerku, jangan membuatku repot, ya? Soalnya aku kan ingin jadi kuat.”

Kalimat yang agak, er, terlalu jujur datang dari mulut anak yang lebih muda. Jujur saja Eun Su sedikit tertegun mendengar ucapannya. Seperti datang dari orang yang lebih berkuasa, eh? Tapi Eun Su tidak merasa rendah diri. Ia bahkan salut dengan tekad Lian Jie untuk memperkuat dirinya. Rasanya Eun Su tak boleh kalah darinya, karena tentu saja ia juga ingin jadi lebih kuat dari sebelumnya...

...untuk mencegah hal yang seperti dulu. Kematian yang tak terelakkan.

Nafas Eun Su jadi sedikit tersengal. Lupakan masa lalu, dan berjalanlah ke depan, Eun Su! Bukankah tekad itu juga sudah ditanamnkan pada diri Eun Su sejak memasuki Black Order cabang Asia ini?

“Baiklah, saya akan berusaha,” ucapnya datar sebagai respon omongan tadi. Mengingat Lian Jie sudah berlatih terlebih dahulu, Eun Su mencoba bertanya padanya, “Kulihat anda begitu tekun berlatih, Lian Jie.”

““Jeong Hu-nim, Lian Jie...” ucapnya datar pada kedua Exorcist di hadapannya, mencoba menanyakan satu hal yang sangat krusial, “Apa tujuan anda untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya?”

Sebuah pertanyaan klasik, namun Eun Su kira tak banyak orang yang mengetahui jawabannya, yang sebenarnya terletak pada dirinya sendiri. Eun Su ingat, gurunya yang dulu Jonathan Stanhope seringkali mengingatkannya pada hal itu agar Eun Su tak salah arah dalam usaha pencarian kekuatan.

“Jadi, bagaimana?” tegasnya sekali lagi dengan sopan pada keduanya, ditambah senyum tipis di wajah Asianya. Ya, jadi bagaimana?
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   5th April 2010, 17:05

Iris cokelat gelap Lian Jie menelusuri perubahan air muka pemuda yang katanya akan menjadi rekannya itu. Yah, memang kalau ingin rekanan dengannya, harus tahu apa yang Lian Jie mau kan? Lian Jie tidak mau gerakkannya dibatasi dan ia juga tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh Song Eun Su.

Tapi ketika Eun Su memasang wajah agak menderita, entah apa yang ada di dalam pikirannya waktu itu memang bukan urusan Lian Jie, tapi Lian Jie merasa agak terganggu juga. Meski kelihatan samar sekalipun, tak akan luput dari pengamatan Lian Jie. Soalnya dia sudah menghabiskan waktu sekian lama untuk menutup dirinya rapat-rapat dari semua orang. Juga apapun yang dirasakannya. Selain itu, Lian Jie juga tahu sedikit banyak ilmu pengobatan. Sejak lahir kan ia hidup bersama dokter.

Apa karena kata-katanya? Lian Jie menekuk naik sedikit bibirnya.

“Baiklah, saya akan berusaha,” jawaban dari Eun Su kelihatannya cukup bagi Lian Jie. Anak kecil itu sungguh sama sekali tidak berusaha untuk terlihat sombong. Ia hanya tak bisa mengutarakan apa-apa dengan baik.

Dan Lian Jie mengabaikan pertanyaan yang berikutnya. Sudah bisa mendapatkan jawabannya sendiri tanpa seharusnya melempar pertanyaan itu, kan?

Tapi untuk yang selanjutnya, “Apa tujuan anda untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya?”

Lian Jie kehilangan daya untuk mempertahankan sok kuatnya di depan orang-orang, sekalipun itu guru dan saudara seperguruannya. Melemparkan pandangan ke arah lain, menunduk, Lian Jie lebih memilih untuk menunggu sang guru menjawabnya lebih dulu.

Guru kan tahu banyak hal.

Sedangkan dirinya?
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu

avatar

Posts : 172
Pemilik : Cairy
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   5th April 2010, 20:59

Kelihatannya ini tidak akan mudah. Awal dari sebuah perkenalan memang tidak mudah, yah pasti ada banyak perasaan yang harus diadaptasikan, belum lagi jika ada perbedaan pendapat, perbedaan tujuan, perbedaan... segala perbedaan pasti bersatu di sini dan mau tidak mau antara satu dengan yang lain harus saling menyesuaikan. Yah, teorinya memang mudah tapi praktiknya jauh lebih sulit daripada itu. Seperti teori pernikahan saja, menyatukan dua orang asing dalam satu lingkup, sayangnya yang ini bukan hal sedekat itu.

"Ehm," Jeong Hu hanya bisa memerhatikan kedua muridnya yang sudah saling bercengkrama. Tanpa ia duga ternyata Lian Jie bisa lebih mudah, bahkan terkesan bersemangat, dalam menyambut rekan barunya. Sikapnya memang nampak apatis, namun dengan ia berbicara seperti itu -- seperti sedang membangun sebuah komitmen -- sudah menunjukkan seberapa ia menghargai rekannya.

Jeong Hu mengulas sedikit senyum di wajahnya, senyum puas. Yah, ini lebih lancar daripada yang ia duga. Kecuali dengan raut di wajah Eun Su yang terlihat tidak puas, mungkin ia merasa menjadi orang baru yang mengganggu stabilitas? Sejujurnya memang agak mengganggu sih, tapi mau bagaimana lagi. Toh dengan satu orang bertambah dalam tim bisa saja meruntuhkan tim tersebut, namun bisa juga meningkatkan kemampuan dalam tim. Tentu saja sang guru mengharapkan kemungkinan ke dua.

“Jeong Hu-nim, Lian Jie... Apa tujuan anda untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya?”

"Hm?" sebuah gumaman berarti tanya. Sedikit memincingkan alis matanya, terkejut dengan pertanyaan yang memang agak... mengganggu untuknya. Kemudian melirik Lian Jie, rupanya sang senior lebih memilih untuk melemparkan hal tersebut pada gurunya. Oh, bagus sekali, anak muda.

Jeong Hu menarik napas. "Tujuan menjadi kuat tanyamu?" mengucap ulang pertanyaannya. Lantas seakan sedang berpikir, mengerutkan dahi, menggaruk dagi pelan, melipat tangannya di tempat yang sama. "Kupikir aku tidak perlu menjadi orang yang kuat, yang penting aku bisa mewujudkan semua yang kuinginkan." Jawaban yang sepertinya jauh dari dugaan semua orang.

Ya, secara pribadi Jeong Hu mungkin pernah berpikir untuk menjadi kuat suatu hari nanti. Tapi itu dulu, ketika ia masih muda dan masih menumpuk impuan. Sekarang? Sekarang buatnya hal itu tidak penting lagi. Apa yang lebih penting dari sebuah harapan? Karena di dalam harapan itu kata 'kuat' tercantum.

"Kalau kalian? Apa alasan kalian?" membalikan pertanyaan. Silakan dijawab, atau barang kali ada yang mau menginterupsi jawaban dari orang tua yang agak aneh ini?

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Song Eun Su

avatar

Posts : 103
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   16th April 2010, 16:53

"Kupikir aku tidak perlu menjadi orang yang kuat, yang penting aku bisa mewujudkan semua yang kuinginkan."

Oh, tampaknya gurunya yang lebih dulu menjawab. Mungkin bagi Lian Jie, pertanyaannya agak sulit? Entahlah, Eun Su belum terlalu mengenal seniornya itu, sehingga tak heran kalau tebakannya meleset. Lagipula jawaban gurunya itu cukup mengejtukan;di luar dugaan Eun Su. Biasanya orang hanya menjawab "untuk kepuasan" atau "mengalahkan seseorang", dan lebih banyak yang merasa bingung daripada yang langsung menjawab secara spontan seperti gurunya ini. Eun Su mengangguk-angguk, mencatat ucapan gurunya di dalam hati dan mengingatnya sepenuh hati.

Sekarang pertanyaannya di balik. Apa yang akan kau jawab, Eun Su?

"Aku hanya...tak ingin gagal melindungi seseorang hanya karena lemah secara fisik," ucapnya dengan nada yang cukup tegas. Tak ingin lagi seperti dulu, saat ayah dan ibunya terbunuh karena ia tak punya kekuatan untuk melindungi mereka berdua.

Dada Eun Su langsung terasa sesak; ia sedikit menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan siluet penuh darah dari masa lalunya.

Lalu ia mengalihkan pandangannya pada sang senior. "Anda belum menjawabnya?" tanyanya untuk memastikan jawaban dari sang senior. Jujur saja, ia cukup penasaran mengenai apa motivasi yang membuat Lian Jie begitu bersemangat sampai-sampai ia melewati batas yang bisa dicapai fisiknya yang mungil.



@lianjie : ajakin sparring noh, =))
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   17th April 2010, 12:45

OOC: jiah! =))


"Tujuan menjadi kuat tanyamu?" Lian Jie memutar bola matanya ke arah gurunya ketika muncul reaksi dari lelaki yang lebih tinggi dan lebih tua darinya itu. Sedikit banyak, ia ingin tahu juga apa alasan sang guru memiliki kekuatan dan terus mengasahnya hingga dipercaya menjadi Jenderal. "Kupikir aku tidak perlu menjadi orang yang kuat, yang penting aku bisa mewujudkan semua yang kuinginkan."

Uwah, jawaban yang cukup mengejutkan. Membuat Lian Jie terbelalak, lalu menelengkan kepalanya, heran. Namun melihat cerminan dari reaksi yang serupa dengannya pada air muka Song Eun Su, Lian Jie mendapat pelajaran kalau kekagetannya ini normal. Jadi intinya, jawabannya guru yang tidak lazim. Bagi anak kecil ini, gurunya itu malah terkesan lemah. Tapi, mungkin saja ada alasan dibalik jawaban itu yang tidak ingin ditanyakan oleh Lian Jie kecil.

"Aku hanya...tak ingin gagal melindungi seseorang hanya karena lemah secara fisik,"

Sekarang Lian Jie berpaling sepenuhnya pada Eun Su. Dengan mata penuh keingintahuan yang sarat dengan kekosongan ekspresi. Jangan dikira anak kecil ini tidak tahu apa yang tersimpan dibalik tubuh pemuda berlogat aneh, meski secara fisik, nyaris tak ada perbedaan ras di antara mereka.

Lian Jie memahaminya. Soalnya, dia juga pernah merasakan betapa lemahnya dirinya ketika menjadi satu-satunya yang hidup di antara mayat-mayat bersimbah darah yang bergeletakan di sekitarnya.

Namun, ia tak bisa mengucapkan kalimat-kalimat simpati kepada rekannya itu. Tidak, dia bukannya tidak bisa. Dia hanya tidak tahu bagaimana bagusnya cara menyampaikannya. Tolong jangan tersinggung atas pendiamnya Li Lian Jie ini.

"Anda belum menjawabnya?" sebuah teguran dari Eun Su menyadarkan Lian Jie dari pesiar singkatnya melabuhi kenangan masa lalunya. Anak kecil ini mengejap, lalu berpaling seenaknya dari lawan bicaranya dan berjalan menjauhinya.

"Mmh," panik, ia sama sekali tak menemukan apa yang memang menjadi alasannya untuk menjadi kuat. Dia sudah memikirkan banyak objek yang akan menjadi sarana pelampiasan dendamnya. Mulai dari menghabisi akuma yang membunuh kedua orang tuanya, tapi dia sudak melakukannya. Berakhir pada rasa tak ingin melihat dirinya yang hanya bisa meringkuk di bawah meja memandangi orang tuanya tertimpa reruntuhan, tapi dia sendiri tak bisa meyakini bahwa dengan begitu, apakah dia melarikan diri? Tapi lari dari apa? Dan kalau ia memang boleh begitu, dia tak mau.

Lian Jie mengembuskan napas dan akhirnya memilih jawaban yang dianggapnya mampu membungkam banyak pertanyaan baik dari gurunya maupun dari Eun Su, "Aku mau jadi kuat, karena aku ingin jadi kuat. Memangnya kenapa kalau begitu?"

Sudah cukup menjawab, kan?

"Hei, kau mau temani aku pendinginan?" Lian Jie menghentikan langkahnya di tengah-tengah aula latihan. Menoleh memandang Eun Su melalui bahunya, Lian Jie mengundangnya untuk berlatih tanding. "Tangan kosong saja."

Sambil menyelam minum air. Sekalian mengakhiri latihan, Lian Jie juga ingin melihat sejauh mana kemampuan bela diri tangan kosongnya Song Eun Su.

Boleh, kan, Guru?
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu

avatar

Posts : 172
Pemilik : Cairy
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   17th April 2010, 13:07

"Aku hanya...tak ingin gagal melindungi seseorang hanya karena lemah secara fisik,"

"Aku mau jadi kuat, karena aku ingin jadi kuat. Memangnya kenapa kalau begitu?"


Alasan bocah, pikir Jeong Hu pendek. Tapi apalah yang lebih bagus dari sebuah motivasi, apapun alasanmu untuk menjadi kuat, Jeong Hu pikir itu cukup untuk mendongkrak semangat. Black Order memerlukan seseorang yang tidak hanya kuat tapi juga kompeten, kuat adalah salah satu jalan untuk bisa mendapatkan apa yang kau inginkan. Dan lagi, kata 'kuat' itu bisa dideskripsikan dalam berbagai arti. Jadi, kenapa kalian tidak membangun sebuah motivasi saja untuk menjadi lebih kuat?

Mengangguk-angguk ketika jawaban Eun Su mengalir, penuh tekad. Pasti suatu hari yang lalu ia pernah mengalami sesuatu yang buruk... itu juga terjadi pada dirinya, Jeong Hu juga tahu bagaimana rasanya gagal melindungi seseorang yang berharga untuknya. Belasan tahun lalu ia bertekad untuk menjadi kuat untuk bisa melindungi apa yang harus ia lindungi, namun kini itu hanyalah sebuah tekad. Ya, secara singkat menjadi kuat memang bukan segalanya.

Tidak memberikan komentar. Segera teralih pada jawaban Lian Jie, ini jauh lebih normal daripada jawaban kebanyakan orang. Kau tidak perlu alasan untuk menjadi lebih kuat, kira-kira mungkin diksi klasiknya seperti itu. Ini juga suatu tekad yang bagus, bisa mendongkrakmu untuk meraih apa yang kau mau. Dan lagi, tidak ada batasannya.

"Tapi perlu kalian ingat," berucap setelah jawaban demi jawaban terdengar. "Kekuatan tidak hanya berasal dari fisik yang kuat, tapi dari pikiran, dan tentu saja..." menepuk dadanya, "Hati."

Semua orang pasti tahu itu.

"Hei, kau mau temani aku pendinginan? Tangan kosong saja." Tiba-tiba Lian Jie bergeming, sepertinya ia masih mau bergerak karena itu menawarkan pendinginan pada rekan barunya.

Jeong Hu agak terkejut, namun ia pikir ini ide bagus juga. Toh ia belum mengenal bagaimana cara Eun Su berlatih fisik selama ini, jadi ya... bisa juga ini dijadikan referensi bagi pelajaran demi pelajaran yang mungkin ia berikan.

"Kurasa idemu bagu. Lakukan sesuka kalian," ucapnya setuju. "Dengan tangan kosong, dan jangan berlebihan," melanjutkan dengan sedikit aturan pertarungan alanya. Jeong Hu lantas menepuk bahu kedua muridnya sebelum melenggang ke pinggir arena latihan. Ia lebih baik ada di sana menjadi wasit seperti biasa. Siapapun yang menang toh tidak akan mendapat hadiah.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Song Eun Su

avatar

Posts : 103
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   17th April 2010, 19:08

"Aku mau jadi kuat, karena aku ingin jadi kuat. Memangnya kenapa kalau begitu?"

Eun Su tersenyum kecil mendengar jawaban rekannya itu. Rupanya tak ada motivasi lain selain keinginan tanpa dasar. Tak apa, dengan begitu pun Eun Su sadar Lian Jie bisa jadi sangat kuat, bahkan mungkin melebihi dirinya kelak di masa depan. Kita lihat saja perkembangan dua Disciple Lim Jeong Hu ini. Tentu keduanya ingin jadi lebih kuat, dengan bantuan dan pengawasan dari Jeong Hu.

"Tapi perlu kalian ingat, kekuatan tidak hanya berasal dari fisik yang kuat, tapi dari pikiran, dan tentu saja... Hati."

Ucapan gurunya itu terasa mencelos ke dalam hatinya. Terdapat suatu kebenaran yang berakar kuat dari dalam kalimat sederhana itu. Eun Su camkan dalam hati, ia tak boleh terlalu memerhatikan salah satu saja dari tiga aspek itu. Keseimbangan adalah kekuatan, seperti yin dan yang. Hampir saja Eun Su melupakan dua yang lainnya dan menghancurkan keseimbangan dalam dirinya.

“Tentu saja, Jeong Hu-nim. Akan saya camkan baik-baik,” ucapnya tegas sambil mengangguk perlahan.

Oh, hampir saja Eun Su melupakan ajakan untuk sparring ringan dengan Lian Jie. Boleh juga, sekedar saling menilai kekuatan yang sudah dimiliki masing-masing pihak. Eun Su terlebih dulu mengambil nafas perlahan dan melakukan pemanasan singkat -berbeda dari Lian Jie yang dari tadi sudah ada di Battle Arena, Eun Su baru saja datang dan belum melakukan apapun untuk memanaskan persendiannya yang agak kaku-serta tak lupa melepaskan gayageumnya yang dari tadi digendongnya.

“Saya titip ini, Jeong Hu-nim,” ujarnya datar pada gurunya yang siap mengawasi jalannya sparring. Kemudian berjalan menuju tengah ruangan itu dan melakukan kuda-kuda. “Saya siap kapan saja,” tambahnya sambil memperhatikan gerakan Lian Jie. Jangan remehkan Eun Su! Kemampuan bela diri tangan kosongnya cukup baik, walaupun masih kalah daripada kemampuan berpedang atau kemampuan memainkan gayageum. Faktanya, Eun Su hampir tak pernah bertarung menggunakan tangan kosongnya, kecuali sedang berlatih saja.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   17th April 2010, 21:35

OOC: Setelah melalui pemikiran panjang antara saya dan Eun Su, juga katanya Eun Su tanya2 sama staf, mari pakai sistem undian dadu biasa saja ==" Toh hanya pertarungan latihan tanpa inno, jadi tanding hoki pun tak masalah =))

Ganjil=meleset/ditangkis; genap=kena/ditangkap; angka 6=kena telak.
credit to yang pertama kali mbuat ini aturan *nggak ngerti siapa* *digeplak*



"Tapi perlu kalian ingat," suara sang sang guru terdengar seusai Lian Jie dan teman seperguruannya itu menyampaikan jawabannya. "Kekuatan tidak hanya berasal dari fisik yang kuat, tapi dari pikiran, dan tentu saja..." Jie memandang sosok pria itu menepuk dadanya, "Hati."

Sebuah petuah yang amat berharga, mengena di hati. Benar-benar seorang 'guru'. Samar, Lian Jie mengulaskan senyum tipis di bibirnya yang dengan segera menghilang lagi.

Hati... ya? Kalau ingin kuat, maka hatinya juga harus kuat... ya? Tapi... bagaimana cara membuat hatinya kuat?

Sesampainya Lian Jie kecil di arena yang telah dipilihnya untuk berlatih tanding singkat, Song Eun Su muda pun menyusulnya. Jarak umur mereka kelihatannya tidak beda jauh.

“Saya siap kapan saja,” begitu katanya.

Lian Jie mengangguk. Tapi dia tidak melakukan apa-apa. Hanya berdiri diam, mengawasi gerakan apa yang akan dibuat oleh Eun Su.

Oh ya, Lian Jie tak pernah memulai suatu pertarungan. Dia cenderung menunggu datangnya serangan.

Jadi sekarang, serangan macam apa yang ingin diperlihatkan oleh murid lain asuhan Jenderal Jeong Hu itu? Lian Jie menunggu dengan teramat sabar dan teliti.
Back to top Go down
View user profile
Song Eun Su

avatar

Posts : 103
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   20th April 2010, 19:26

Oot: TCT-nya Eun Su bisa buat 3x dadu ya~ Eun Su gak akan ragu menghajar seniornya *dibacok*


Rupanya sang senior lebih memilih untuk menanti datangnya serangan daripada serangan secara langsung. Seberanya niat awal Eun Su adalah bertahan daripada menyerang, tapi tak apa. Toh salah satu di antara mereka berdua harus memulainya. Atau tak akan berlangsung selamanya.

Mata cokelat Eun Su mengawasi gerak gerik Lian Jie dengan seksama. Pikirkan strateginya, jangan sampai terdistraksi di tengah-tengah serangannya. Bisa-bisa Eun Su malah kena serangan dari si bocah.

”Fuuh.” Eun Su menarik nafas perlahan dan langsung melesat ke arah sang senior yang lebih muda darinya itu. Sekarang serangan apa yang harus dikerahkannya?

Kaki depannya menghentak tanah dan otot daerah paha Eun Su memperkeras kuda-kuda yang dilakukan, diikuti gerakan kedua tangannya; mendorong daerah ulu hati Lian Jie. Kemudian kuda-kudanya merenggang dan kekuatannya diberikan pada kaki kanannya yang digunakan sebagai tumpuan dan melakukan tendangan memutar dengan kaki kirinya yang bebas.

Seolah belum cukup menyerang, kaki kiri yang melayang dengan cepat kembali ke tanah dan kembali menguatkan kuda-kudanya. Tangan kirinya mengibas dengan cepat ke arah leher Lian Jie.

Sepasang mata cokelat Eun Su tetap siaga, apa yang akan dilakukan Lian Jie? Sejauh ini Eun Su belum pernah melihat gaya tarungnya sekali pun.



urutan : Dorong-Tendang-Chop
This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   20th April 2010, 20:20

OOT: LJ cuma bisa 2 kali. << Ceritanya, ngingetin diri sendiri untuk post ke depannya nanti *plak*


Ada banyak macam teknik bertarung yang sudah dipelajarinya selama masa pelatihannya. Baik dari buku, maupun tantangan yang dilayangkan dari sembarang orang yang tujuan akhirnya pasti hanya ingin menyapa bocah kecil ini. Tapi itu jauh disukai Lian Jie daripada hanya menegurnya dengan sapaan "Hai, Li" atau semacamnya.

Teknik pertama adalah teknik yang paling banyak diketahui, yaitu menyerang. Lalu ada bertahan. Tapi Lian Jie bukan penganut kedua teknik itu. Dia lebih suka untuk menjadi petarung tipe ketiga. Apa itu?

Kelihatannya saja bocah kecil ini mengamati lawan tandingnya, namun dia menambahkan indera pendengaran yang mendeteksi sebuah nafas dari Eun Su. Saat itu pulalah, sebuah genderang perang ditabuhkan di dalam alam imajinasi Li Lian Jie.

Datang!

Serangan pertama dorongan menuju ulu hatinya. Awal yang bagus, tapi juga ganas. Satu serangan ini kalau kena, bisa mengempaskan tubuh kecil Lian Jie. Tapi Lian Jie bisa berkelit menghindarinya dengan mengambil satu langkah ke samping kiri... oh, tapi langsung berhadapan dengan tendangan, ya?

Tanpa membuat ekspresi kekagetan atau berminat pada gaya bertarung teman seperguruannya ini, Lian Jie mem-blok tendangan itu dengan kedua tangannya, yang diperkuat dengan kuda-kudanya. Serangan terakhir yang ditujukan pada lehernya juga dia hadang dengan tangan kosongnya yang tadi berfungsi sebagai pendukung tangkisan.

Sudah semua? Gilirannya sekarang.

Mata Lian Jie terbuka lebar-lebar, menyatakan bahwa ia telah membuat perencanaan yang untuk saat ini dinilainya cukup... untuk menguji, barangkali?

Melangkah maju, menyusupi tubuh Eun Su, Lian Jie melancarkan satu sodokan dengan lutut kanannya ke bagian perut pemuda itu. Tak berhenti sampai di situ, Lian Jie melanjutkan lagi bersamaan dengan jungkir baliknya ke arah belakang (menjauhi Eun Su), ujung sepatunya digunakan untuk menendang dagu lawannya.


urutan: tendangan sodok-tendangan ke dagu dari bawah
This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Song Eun Su

avatar

Posts : 103
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   25th April 2010, 08:09

Tak terduga, Lian Jie memblok seranganannya tadi. Apa mungkin ia menahan diri karena usia lawannya masih muda? Tidak, itu tidak boleh Eun Su. Tetap konsentrasi dan tinggalkan rasa cemas. Toh ini juga sebagai pembuktian untuk gurunya yang sedang mengamati pertarungan ini.

Kelopak Eun Su mulai menutupi bola matanya. Tarik nafas, hembuskan. Pusatkan pikiran dan liat gerakan lawan.

Lian Jie datang! Eun Su mengencangkan lagi kuda-kudanya yang tadi sempat melemah dan bersiap menanti serangan pertama si bocah. Melihat ancang-ancangnya, Lian Jie akan melakukan tendangan ke arah perut, dan benar saja, tendangan cepat itu melesat nyaris mengenai perutnya. Sensasi panas dari gesekan kaki dan perut Eun SU mulai terasa, membuat Eun Su sedikit lengah dan...

DUAK!!

”Urgh,” gumam Eun Su. Tendangan ke atas Lian Jie telak mengenai dagu Eun Su. Eun Su tersentak ke belakang, kakinya mulai kehilangan keseimbangan. Serangan ke dagu itu sangat fatal. Lihat saja kaki Eun Su yang mulai melemas.

Eun Su tetap mempertahankan konsentrasinya sambil berusaha memperkuat lagi kuda-kudanya. Setelah cukup siap, pemuda Korea itu langsung melaju ke arah Lian Jie dan melakukan pukulan uppercut ke arah dagu Lian Jie. Dengan cepat kaki kanannya menyusul ke arah dada Lian Jie; melakukan tendangan tendangan sodokan yang mirip dengan jurus Lian Jie tadi.

Bagaimana?



uppercut-tendangan
This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu

avatar

Posts : 172
Pemilik : Cairy
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   25th April 2010, 14:23

Jeong Hu menyingkir dari arena latihan ke pinggir, hanya untuk sekedar menonton sambil membawa Gayageum yang dititipkan oleh Eun Su. Bersandari di pinggirna sambil menekuk kedua lengannya saling berangkulan di depan dada. Membiarkan kesibukan mata untuk memerhatikan tindak-tanduk kedua murid yang kini tengah memerlihatkan kemampuan bertarung mereka dengan tangan kosong.

Hanya mengedipkan mata sesekali setelah ada gerakan-gerakan tertentu yang pertama kali dihunuskan Eun Su pada seniornya. Oh itu bagus, ia memiliki keberanian untuk memulai pertarungan terlebih dahulu. Sedangkan Lian Jie, seperti biasa selalu menunggu adanya sedangan, mengingat egonya yang agak tinggi juga.

Tidak bisa melakukan hal lebih banyak, yang pasti saat itu pikirannya sibuk menilai. Gerakan yang dilakukan keduanya agaknya... cepat namun masih kurang cepat untuk serangan tangan kosong. Sementara keduanya nampak memiliki gerak reflek yang sama, dan tentu tangguh.

Segurat senyum tersirat. Akan puas dengan kedua muridnya ini. Selain karena mereka tangguh, memiliki motivasi kuat, lainnya adalah keduanya memiliki dasar yang cukup untuk mengembangkan potensi.

Selebihnya, Jeong Hu hanya bisa menikmati pertarungan yang ada, melihat dengan seksama. Sebenarnya berpikir juga bahwa akan lebih enak jika ia bisa duduk tenang sambil menghirup secangkir teh hangat. Inginnya.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   25th April 2010, 20:18

Selesai melakukan tendangan yang diladeninya sambil berjungkir balik, Lian Jie menegakkan badannya, tanpa sekalipun mengurangi kewaspadaan. Dia tahu serangannya barusan berhasil. Tapi itu tidak berarti dia sukses melemahkan Eun Su.

Junior? Senior? Tidak ada bedanya bagi bocah yang usianya masih tiga belas tahun ini. Siapa yang lebih tua? Siapa yang lebih muda? Siapa yang lebih dulu menjadi murid Lim Jeong Hu? Siapa yang berikutnya menyusul?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu sama sekali tidak dipikirkannya. Hanya ada satu saja yang sedari tadi mengganggunya: mana yang lebih kuat di antara mereka? Cukup itu.

Song Eun Su, yang masih sanggup mempertahankan diri di atas arena, melancarkan sebuah pukulan yang pasti akan menghantam dagu Lian Jie kalau anak ini tidak mengelak. Pukulan dari bawah bisa saja fatal buatnya, menilik perbedaan tinggi badan di antara keduanya. DAgunya akan cepat terserang daripada yang diduga atau bisa saja salah sasaran dan mengenai hidung.

Berkelit dengan lincah tanpa menyisakan jarak yang berarti, Lian Jie menyusupi kaki Eun Su yang berikutnya terangkat untuk menendangnya. Merunduk, membiarkan angin kecil menyapu rambutnya, sembari berjongkok, ia menjulurkan satu kakinya untuk menyapu kaki Eun Su yang menjadi penopang tubuhnya.

Dikerutkannya dahinya secara tak sadar ketika ia menyalurkan sejumlah tenaga untuk menjatuhkan lawan tandingnya itu.


tendangan sapu~
This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Song Eun Su

avatar

Posts : 103
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   26th April 2010, 08:20

Eun Su kaget saat kaki si bocah menysuup ke antara kakinya dan dengan cepat Lian Jie menyapu kakinya. Eun Su terjatuh keras ke tanah, menimbulkan suara yang cukup keras. Eun Su meringis, rasa sakit di tubuhnya mulai menjalar. Sungguh tak terduga dari bocah yang beberapa tahun lebih muda darinya.

”Ugh, anda hebat,” ujarnya lirih sambil berusaha berdiri lagi. Nafasnya memburu, dua serangan telak dari seniornya membawa dampak besar bagi Eun Su. Baginya saat ini cukup sulit untuk berkonsentrasi. ”Tapi saya belum selesai,” ucapnya lagi sambil menguatkan kuda-kudanya lagi.

Dengan cepat tangan kirinya melakukan chop menuju leher seperti yang gagal di serangan pertamanya. Lalu sikunya melesat cepat ke arah ulu hati Lian Jie, menusuk seperti sengatan lebah.

’Masih belum!’ serunya dalam hati, menyemangati dirinya sendiri. Eun Su mundur beberapa langkah untuk mengambil ancang-ancang dan melompat untuk melakukan tendangan menukik ke arah dada Lian Jie.

Eun Su kembali mundur untuk istirahat sejenak, membuat nafasnya stabil kembali. Tubuhnya masih sedikit bergetar pelan. Ini cukup hebat, Eun Su merasakan sedikit kegembiraan yang jarang dirasakannya.

Semangat untuk berjuang.

Apa hal yang seperti ini akan terus berlanjut selama Lian Jie, Eun Su dan Jeong Hu bersama? Entahlah, masa depan bisa berubah dengan sangat mudah, tidak seperti masa lalu yang tetap diam dan tak akan berubah untuk selamanya.



chop-siku-tendangan
This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   26th April 2010, 14:20

Nah, jatuh kan? Memang, kalau ingin lebih cepat mengakhiri suatu pertarungan, seranglah bagian tubuh lawan yang tugasnya mendukung kekokohan serangan. Lian Jie belum bisa menemukan kelemahan dari lelaki yang sedang dijajalnya itu secara pertarungan. Tapi dia bisa menyimpulkan kalau Song Eun Su suka sekali membuat serangan tusukan ke daerah vital tubuhnya. Serangannya memiliki pola.

Satu pujian dari Eun Su yang terengah hanya membuat bocah kecil ini mengejap biasa. Bahkan tak ada gerakan alis yang menyatakan ia tersanjung atau berterima kasih. Hanya membalas sosok lelaki di hadapannya itu dengan pandangannya yang kelihatan kosong. Seperti melamun, tapi tidak juga.

Kedua serangan tebasan dan tusukan dihindarinya dengan pewaktuan sempurna. Pada detik Eun Su mengambil jarak sebelum melakukan tendangan, Lian Jie melejit mendekatinya sambil berlari.

Tadi, dia bilang minta temani 'pendinginan' kan?

Raut mukanya sekarang penuh kekesalan: kedua alisnya bertautan dan bibirnya tertekuk ngambek. Satu tendangan tusukan dari Eun Su, lagi-lagi bentuk tusukan, mengenai sedikit lengan Lian Jie yang melindungi dadanya. Tapi bocah ini dengan lincah segera mengubah haluan: membuat step mundur unruk mengurangi tenaga serangan Eun Su yang menohok, kemudian berputar masuk ke area pertahanan atau serangan Eun Su (terserah yang mana), kemudian melancarkan satu serangan terakhir darinya.

Tinju di perut.

Soalnya kalau dihitung dari perbedaan ukuran tinggi badan, memang tangannya Lian Jie cuma bisa sampai di sana.

Kena tidak kena, Lian Jie tidak peduli. Bocah ini cuma ingin 'pendinginan', bukannya malah membuatnya makin berkeringat sehabis latihan seperti ini.

Yah, salahnya sendiri karena keasyukan juga sih.

Setelah memutuskan duel di antara mereka sudah cukup, Lian Jie berdiri tegak dan mengatur napasnya selama sejenak.

"Kau baru saja sampai di sini, kan?" Lian Jie menyapu keringat di bawah hidungnya dengan punggung tangannya. Kemudian ia mengulaskan senyum yang amat samar pada wajahnya, "Selamat datang di Black Order Asia," berhenti sejenak untuk mencari-cari sebuah kata yang dibacanya beberapa waktu lalu di buku pelajaran bahasa Korea, "... Hyung."

Kemudian melengos pergi begitu saja ke pinggir lapangan, mencari barang-barangnya.


Serangan terakhir: blok-tinju
This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu

avatar

Posts : 172
Pemilik : Cairy
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   26th April 2010, 19:03

Pertandingan selesai, begitukah?

Jeong Hu menyaksikan dengan seksama bagaimana tadi kedua muridnya ini melesat, saling menghantamkan serangan, menghindar, dan kena telak. Apapun itu, usaha keduanya sudah cukup pantas untu mendapatkan sebuah tepukan tangan dari sang guru. Tidak peduli siapa yang menang, namun ia cukup menyukai cara Lian Jie memberi salam pada rekan barunya.

Menyunggingkan senyum dari jauh. Kemudian melangkah ke tengah arena, mendekati Eun Su yang nampak tersungkur karena sudah habis-habisan melawan Lian Jie yang hanya berdecak meninggalkan arena latihan mengambil barang-barangnya. Jeong Hu hanya bisa melirik, sudah kenal kelakuan anak muridnya yang satu itu.

Mendekati Eun Su, "Selamat datang di Black Order Asia," berkata sembari mengulurkan tangan (menawarkan bantuan) tentu dengan senyum ala-nya.

"Setelah ini mungkin kita harus ke infirmari dulu," bergumam melirik Lian Jie seakan berkata bahwa ia harus ikut juga. "Sebelum berkeliling markas untuk memerkenalkan tempat-tempat di sini pada Eun Su," lanjutnya mengerling, menatap sang murid satu-persatu.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Song Eun Su

avatar

Posts : 103
Umur : 25
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   31st May 2010, 19:47

Oot: Holy Sheep itu apaan dobel angka 6


Bahkan saking asyiknya, seorang Eun Su yang terkenal kalem dan bisa mengendalikan diri malah lupa kalau ini adalah sesi pendinginan. Semua yang dilakukannya bukanlah pendinginan, bahkan untuk pemanasan pun sepertinya agak berlebihan. Uh, Eun Su agak menyesal ia agak terlalu serius tadi. Kalau ia bisa mengendalikan diri pastinya ia tak akan bonyok seperti sekarang.

Walau begitu, Eun Su akui kemampuan tarung tangan kosong Lian Jie tidak boleh diremehkan. Entah berapa kali Eun Su kena telak serangan Lian Jie. Lagipula tangan kosong memang bukan keahlian Eun Su. Agak bagus bukan berarti ahli, eh?

Setelah merapikan dirinya dan seragamnya yang agak kotor, Eun Su dapat mendengar sambutan dari rekan dan gurunya. Walaupun terlihat agak...jaim pada awalnya, Lian Jie sampai memanggilnya Hyung –sesuatu yang baru pertama kali ini ia dengar semasa hidupnya. Terharu? Entahlah, wajah Eun Su tetap datar seperti biasanya.

“Terima kasih,” jawabnya singkat ditambah senyum hormat untuk kedua Exorcist yang lebih berpengalaman di depannya.

...Dan mungkin karena melihat luka-luka di tubuh murid-muridnya, Jendral Lin Jeong Hu langsung mengajak mereka kedua ke Infirmari. Aigoo, lukanya tak separah itu kok. “Baik, Jeong Hu-nim.” Biar bagaimanapun, Eun Su tetap menuruti titah gurunya untuk pergi ke tempat berbau obat itu. Kalau dipikir baik-baik, tidak ada salahnya juga merawat sedikit lukanya di sana. Kalau infeksi lebih bahaya kan?

Setelah semua siap – gayageum sudah diikat lagi di punggung, seragam sedikit lebi bersih — Eun Su menoleh ke arah Lian Jie. “Anda juga ikut?” tanyanya sopan pada si bocah. Ia juga punya beberapa luka dari “pendinginan” tadi kan?
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   

Back to top Go down
 
[ASIA] One Who Waits Before Destiny
Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Out of Scenario :: Flashback Episodes-
Jump to:  
Private forum on Forumotion | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum