An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya

Go down 
AuthorMessage
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   24th June 2010, 23:51

29 Januari 1880
22:00 PM



Malam ini dingin. Di bawah tiga lapis baju--termasuk baju hitam Exorcist-nya--dan sebuah syal putih panjang yang meliliti lehernya, bocah kecil yang kerap dipanggil Lian Jie ini duduk di ambang jendela Ruang Rekreasi yang telah sepi. Yap, tak ada siapa-siapa selain dirinya di sana. Dan ambang jendela, di manapun itu, selalu menjadi tempat favoritnya untuk duduk. Kali ini, menghadap keluar dengan kaki tanpa pijakan, kepalanya menengadah ke arah langit hitam yang menjulang di atas sana. Seperti kubah yang dihiasi kunang-kunang kecil keemasan yang tak bergerak.

Bintang. Itu namanya. Bagian lain otaknya tersentuh oleh sedikit ilmu perbintangan yang pernah dibacanya dulu. Bukan karena tuntutan pekerjaan sebagai Exorcist, melainkan karena tuntutan rasa bosan dan kehausannya akan wawasan yang dikandung oleh berjuta-juta buku di dunia ini.

Menggoyangkan kakinya, naik dan turun. Bebas dari bumi yang selama ini menjadi tempatnya berdiri, berjalan, dan berlari. Badannya yang mungil itulah yang membuatnya mampu menjauhkan tapak kakinya dari sang bumi.

Huff~

Asap putih terkepul dari mulutnya, ditadahinya dengan kedua telapak tangannya yang nyaris memberku kedinginan. Pipinya memerah karena sentuhan suhu udara. Iris matanya asyik terangkat, menelusuri cahaya-cahaya misterius di angkasa sana. Dingin pun ia tak keberatan, asalkan ia bisa menghabiskan waktu malam ini saja untuk mencari yang namanya 'bintang jatuh'.

Barusan ia menemukannya di buku dan ia ingin melihatnya. Jadi kenapa kalau ia begitu kekanakan terbawa oleh bacaan?

Valentine Grand Ball? Justru malah tak terpikir olehnya.


Last edited by Li Lian Jie on 25th June 2010, 10:14; edited 1 time in total (Reason for editing : memperbaiki judul topik)
Back to top Go down
View user profile
Dzoldzaya

avatar

Posts : 32
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 16 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 00:04

Eeeh! Papan pengumuman penuh!

Dzaya berjinjit mencoba melihat ada apa sih di balik kerumunan ini? Semua orang nampak sibuk sendiri-sendiri, komat-kamit, bicara sana sini, bergumam tidak karuan. Semakin penasaran saja si anak hutan ini, lama ia tidak berada di markas malah terjadi keraiaman macam ini. "Apa sih? Apa?" Berusaha mendesak barisan, menerobos maju ke paling depan. Em, coba lihat apa yang ditulis di sana.

"Eeh, Valentine Grand Ball itu makanan apa? Seperti mie ya? Yang pakai daging bulat?" Bertanya melirik ke kiri-ke kanan, berusaha mendapat jawaban. Namun anak berisik sepertinya malah dilempar keluar rombongan karena terlalu banyak tanya. Tergeser akhirnya keluar lagi. "Apa sih?" Masih sempat melontarkan pertanyaan. Namun dilupakan dengan cepat karena menurutnya tidak penting juga.

Angkat bahu sekalian angkat kaki. Bergerak riang lagi menelusuri koridor, ia ingin makan mie dengan daging! Sudah lama sekali tidak makan enak sejak pencarian di gurun beberapa hari lalu, melelahkan. Pemilik rambut hitam dengan manik-manik ini memang mudah lupa pada hal baru, tidak penting menurutnya. Terus berjalan sampai menemukan eeeeh... siapa sih itu? Kurang kerjaan sekali malam-malam di ruang rekreasi sendiri.

Penasaran, Dzaya mendekatinya. Tidak bersuara sampai benar-benar dekat, menelusuri sosok itu. Sepertinya pernah lihat, em anaknya eh muridnya Jenderal Lim ya?

"Hey hey, sedang apa? Lihat bintang?" Tanya-tanya tidak jelas mau tahu saja. "Kalau lihat di sini sih tidak akan jelas, kau harus lihat di gurun pasir baru bisa menemukan gugusan bintang yaaaaaang luar biasa," malah bercerita dia, sambil merenggangkan tangan, menggambarkan sebagaimana hebat bintang-bintang yang ditemuinya kemarin.

Hm?
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 00:28

Humph.

Si bocah memanyunkan bibirnya. Cahaya-cahaya yang bergelantungan di langit itu rasanya jauh sekali dari tempatnya. belum lagi, rasanya ada saja bagian bangunan organisasi rahasia Black Order ini yang menghalangi sudut pandangnya. Ia tahu sebabnya, tapi ia terlalu malas untuk memanjat bangunan dan nangkring di tempat tertinggi Cabang Asia ini. Buat apa? Toh seluruh badannya sedang kaku-kaku begini.

Bahkan ia sudah meninggalkan arena latihan. Siapapun tahu kalau aula besar itu lebih mirip kamarnya daripada asrama Exorcist.

Yah, sendirian menyepi sempat diduganya akan menjadi cara terbaiknya menghabiskan malam keduapuluh sembilan bulan Januari ini. Sampai kemudian muncul sebuah suara sapaan datangnya dari sudut tak kelihatan, dari balik punggungnya.

"Hey hey, sedang apa? Lihat bintang?"

Grasak! Kekagetan Lian Jie atas cara datang si nona yang tak normal itu membuatnya reflek melompat dari jendela, keluar ke halaman dan menginjak rerumputan. Dengan jantung berdegup keras, menggedor-gedor dadanya; Li Lian Jie berputar pada tumitnya dan menjumpai seorang gadis Asia dari ras yang sama dengannya.

Tapi manik-manik di rambutnya itu apa?

Daripada itu, udara di luar lebih dingin daripada di ambang jendela, tempat asalnya barusan. Menggigil sampai giginya bercatrukan, bocah China ini kembali merayapi jendela dan duduk lagi di sana--kali ini menghadapi si gadis, yang sedang penuh semangatnya malah lanjut bicara.

Ingin marah?

"Kalau lihat di sini sih tidak akan jelas, kau harus lihat di gurun pasir baru bisa menemukan gugusan bintang yaaaaaang luar biasa,"

Yak, mendengar pemberitahuan singkat darinya, niatan Lian Jie untuk menegurnya dengan kesal tersingkir seketika. Semuanya.

Dan kini matanya membelalak lebar, dipenuhi rasa takjub dan semangat seolah saat itu juga, ia ingin pergi ke tempat yang disebut 'padang pasir' itu.

"Sungguh? Bintangnya kelihatan dekat? Banyak banget?"

Oho, jadi begini jiwa sebenarnya Lian Jie? Karena biasanya ia menghadapi buku, mungkin susah menemukan kenyataan bahwa Lian Jie masih punya sisi manis macam ini. Tapi kali ini berbeda. Ia merasa gadis di hadapannya itu sekarang adalah jelmaan dari buku itu sendiri. Bisa diajaknya bicara, bisa menjawab kalau ia bertanya.

Kan?
Back to top Go down
View user profile
Dzoldzaya

avatar

Posts : 32
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 16 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 15:30

Ceritanya Dzaya hebat kan... iyalah dia kan seorang pendongeng yang tersohor di tanah Mongol sana, apalagi cerita-cerita soal ilmu perbintangan, itu sih sudah hobinya dari lagih. Manggut-manggut, sama antusiasnya dengan ucapan antusias yang dipaparkan pemuda di hadapannya. Si gadis menarih kedua tangan di pinggang, ia baru saja mencontohkan kebesaran langit padang pasir yang baru ditemuinya beberapa hari lalu.

"Iya iya, BANYAAAAK sekali. Semua berkumpul menjadi gugusan dan terasa sangat dekat hingga kau mungkin ingin memetiknya," bergumam lagi. Dzaya benar loh, "Bahkan langitnya berwarna keunguan, terkadang merah, atau nila, seperti... seperti... apa ya?" Berhenti di situ, memikirkan kata yang tepat untuk menggambarkan betapa indahnya pemandangan yang baru dilihatnya. "Yah! Pokoknya indah deh!"

Mengakhiri ceritanya dengan menyabet udara dengan tangan, menepukkan kedua tangannya. Eh, tapi sudah berbicara sepanang itu Dzaya tidak tahu loh siapa yang diajaknya bicara. Selain tahu bahwa dia adalah murid jenderal penggila teh itu.

"Ngomong-ngomong... kamu siapa ya? Maksudnya namamu?" Menunjuk-nunjuk sang bocah yang nampak antusias tersebut. Dzaya kemudian mengulurkan tangannya, "Namaku Dzaya, Dzoldzaya. Panggil Dzaya saja," perkenalan oke. Dzaya kan harus bersahabat dengan semua orang, ia juga tidak suka pilih-pilih teman.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 16:29

Eeeh? Kelihatannya anak perempuan lincah di hadapannya ini tahu banyak soal wawasan yang sedang ingin dilahap banyak-banyak oleh Li Lian Jie. Rasa kagumnya terhadap kisah berikutnya dari pemilik nama 'Dzaya' ini tergambar dengan jelas di wajahnya. Mata yang lebih melebar dari biasanya, mulut melongo, juga condong badannya yang seolah tertarik oleh gravitasi si anak perempuan.

"Bahkan langitnya berwarna keunguan, terkadang merah, atau nila, seperti... seperti... apa ya?"

Iris cokelatnya berputar. Pikiran Lian Jie langsung jatuh pada pemandangan aurora yang tergambar dengan sempurna di dalam huruf-huruf yang pernah dibacanya. Tapi dugaan itu tertepis seketika karena Dzaya menyebut 'gurun pasir'. Tak akan ada aurora di padang sepi yang sepanjang mata memandang hanyalah pasir dan pasir keemasan.

Kini sebuah tangan terulur padanya. Ajakan untuk menjalin pertemanan?

...

Lelaki China kecil ini menunduk memandanginya. Sorot mata antusiasnya yang tadi meredup, tergantikan oleh sebuah mata cokelat yang polos menyatakan keraguan di sana. Untuk sebuah ajakan mengikat hubungan teman, rasanya aneh jika Lian Jie menunjukkan muka macam itu.

Dan ia melangkah mundur, berputar kembali ke singgasana sementaranya di jendela. Menghadapkan dirinya kembali ke arah luar, menyibukkan diri dengan berbagai sugesti di dalam kepalanya. Dia sendiri yang membuatnya, dia sendiri yang dibuat bingung karenanya.

Dasar bocah yang selalu menganggap sulit tiap urusan.

"Payah," cemoohnya pada sopan santun seorang calon teman yang ditujukan padanya. Diucapkannya dengan nada dingin, seolah terganggu.

Tanpa memandang lawan bicaranya dan mengucapkan hal sedemikian menyakiti, Lian Jie tahu ia tak baru saja melakukan hal yang tak pantas. Dan ia juga merasakan tusukan atas kata-katanya sendiri itu di hati kecilnya. Tak ingat sejak kapan ia bisa turut memperkirakan perasaan orang lain atas semua perilakunya.

Sebuah pengertian... awal dari kemajuan bersosialisasi, akhirnya muncul juga di balik hati batunya yang selama ini. Kekokohannya yang dulu terlihat bagaikan es abadi, rasanya mulai meleleh sedikit demi sedikit.

Dan malam ini, ia sudah cukup terbuka dengan menyebutkan namanya, "Namaku Li Lian Jie."
Back to top Go down
View user profile
Dzoldzaya

avatar

Posts : 32
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 16 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 17:26

Heh?!

Setengah tercengang, antara tercengang dan kaget melihat kelakuan bocah satu ini. Bukannya dengan baik hati membalas uluran tangan, alih-alih malah membalikan badan dan menatap bintang seakan Dzaya hanya angin lalu yang lewat begitu saja. "Eeeh!!" Kaget dia. Bukan tidak pernah menghadapi yang seperti ini namun lebih karena tidak pernah memikirkan sampai sejauh itu. Bukannya dia murid si jenderal penggila teh? Kok kelakuannya seperti ini sih?

Dzaya diam, ia hampir kehilangan akal untuk sementara. Menganga mulut sang gadis membentuk huruf O besar-besar.

"Namaku Li Lian Jie."

Uwaaaah! Semakin sebal Dzaya, padahal ia sudah baik hati. Kalau saja anak ini bukan muridnya sang jenderal, pasti sudah Dzaya seret ke tengah lapangan. Siapa yang takut melawan seorang Exorcist heh? Mereka belum tentu pernah berminggu-minggu di gurun pasir kan?!

"Hey! Perhatikan lawan bicaramu kalau sedang ngomong!" Agak membentak kemudian menarik bocah bernama Lian Jie ini untuk berpaling padanya. Oh tentu Dzaya tidak takut, ia lebih besar (segi umur) kan sepertinya. "Kau ini... tidak sopan sekali," menggumam lagi, tidak takut... benar tidak takut....

Sang gadis menggembungkan pipinya, membuat alisnya mengerut serta merta menatap tajam. Pandangan dari mata kecil yang berwarna hazel itu memandang bocah di depannya dengan sangat tajam. "Sikapmu itu tidak pantas, dan hanya membuat malu gurumu tahu!" Mengumpat lagi, keluar deh sisi kasarnya sebagai petualang pasir. Jangan salahkan Dzaya, karena dia sendiri masih seorang bocah.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 18:05

Ditarik dan diceramahi sedemikian rupa. Lian Jie sudah menduga pasti begini jadinya. Makanya ia juga diam saja, tak melawan. Ada sebuah pendapat yang melekat di kepalanya entah dari siapa, tentang seorang perempuan. Anak perempuan maupun yang sudah menjadi wanita dewasa, sama saja: kalau marah dan sedang mengomel itu jangan dibantah. Atau mereka bisa makin mengerikan.

Kalau udara tidak sedingin ini, Lian Jie pasti bisa membuat tetesan keringat dingin besar-besar. Dzaya yang di hadapannya kini bertolak belakang dengan yang barusan bercerita tentang bintang. Rasanya jadi kelihatan besar dan menekan. Tinggi badannya yang hanya berselisih sekitar sepuluh senti, juga suaranya yang agak mengganggu telinga.

Atau kata-katanya?


Sudahlah, siapa memangnya yang memulainya? Dirinya sendiri kan? Si Li Lian Jie satu ini, yang barusan dituduh merusakkan nama baik gurunya.

Menautkan alisnya, membalas tatapan tajam Dzaya dengan kebandelannya. Boleh deh anak perempuan itu mencaci secara langsung padanya, tapi kalau ada sangkutan kepada gurunya, Lian Jie harus bergerak dong.

"Kok jadi bawa-bawa Guru?" bocah ini ngotot, sekalian menyimpulkan kalau Dzaya mungkin kenal dengan Jenderal pengasuhnya itu: Lim Jeong Hu. "Apapun yang kulakukan kan urusanku."

Cemberut. Membuang muka, menepis tangan Dzaya darinya, pelan. Kali ini ia bersikap lebih lembut dalam berbuat, meski kata-kata yang muncul dari lidahnya masih tak terkontrol. Apa boleh buat? Kalau orang yang sudah mengenalnya tentu tahu kalau bicara kasar memang sudah wataknya. Tapi Dzaya baru ditemuinya malam ini. Dan Lian Jie tak bisa memintanya apalagi memaksanya untuk memahaminya.

"Ah, baiklah," nyerocos, malas. Ia menundukkan kepalanya, kaku. "Maaf~"
Back to top Go down
View user profile
Dzoldzaya

avatar

Posts : 32
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 16 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 19:13

Muuuuuuhhh!

Semakin mengerutkan dahi, iyalah anak ini sudah membuat gurunya malu. Kalau Dzaya ya, pasti tidak akan melakukan hal yang mencoreng nama orang yang benar-benar hebat untuknya, misalnya sang ibu. Soalnya Dzaya pernah dikatai seperti itu juga ketika memaki pelanggan kedai tehnya yang kurang ajar dulu, sang ibu menasehati namun Dzaya tidak mendengarkan, sampai kemudian menyebutkan kata bahwa yang dilakukannya sama dengan memermalukan ibunya barulah ia mendengarkan nasihat tersebut.

"Uuuh, kau itu egois ya! Kasihan gurumu tauk!"

Mendengus, menyondongkan tubuhnya pada bocah ini. Uh! Dia susah diatur, dasar bocah, mengumpat dalam hati padahal kelakuan dirinya tidak jauh beda. Dzaya sih... dia kan gadis liar, jadi merasa bahwa sesuatu yang dilakukannya benar-benar saja. Memang apa tidak benarnya coba?

"Maaf~"

"Yaa—" berpaling, mendadak seperti ada nguing nguing yang terdengar di kepalanya. "Hee apa katamu tadi?" Si gadis menyeringai, nampak mendengar kata yang tidak biasa. Ia mendengarnya jelas kok, tapi ingin pengulangan.

"Wa... wah, tak kusangka, ternyata em kau ini anak yang manis ya," masih memerlihatkan gigi-gigi ratanya sembari senyum-senyum menatap Lian Jie. "Ayo katakan sekali lagi," malah ketagihan. Ternyata si jenderal penggila teh itu punya murid yang lucu.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 19:45

HAH?!

Kalau ada yang meminta pengulangan, Lian Jie merasa dialah yang paling berhak mengajukannya. Tadi Dzaya bilang dirinya apa? 'Manis'?

Pemberontakan menguasai dirinya penuh-penuh, memanaskan sekujur tubuhnya sampai ke ubun-ubun. Emosi, tapi yang tak bisa tertumpah dengan baik. Banyak sekali kata berisi pembantahan dan umpatan yang ingin bisa dia lontarkan, sejujurnya. Entah kenapa semuanya malah keluar sepotong-sepotong tanpa sempat membentuk kata.

"Ap--ke--me--" gagap, serta merta rona merah menjalari pipinya. Salah tingkah, secara reflek ia beringsut mundur dari anak perempuan berambut hitam dan berhias manik itu, menabrak bingkai lain jendela. "Si-siapa yang kaubilang manis?"

Cemberut lagi. Sembari menata duduknya lagi, kembali ke posisi semula, bocah China ini membuang muka dari siapapun lawan bicaranya itu. Seraya menambahkan dengan ngototnya, "Jangan sebut aku manis!"

Mau kedengaran kasar? Ia tak peduli. Mana ada cowok di dunia ini yang sudi disebut 'manis'? Sekalipun ada, Lian Jie akan mencoret namanya dari daftar pada detik ia menemukannya.

"Ayo katakan sekali lagi,"

Heeeeehhh, ini anak sengaja cari masalah, ya? Tapi apa mau dikata. Sejak awal memang Lian Jie yang punya salah, sehingga kali ini ia harus terima menyimpan kegeramannya dalam-dalam. Meski kepolosannya tak pernah bisa menyembunyikan segala emosinya.

"Kubilang 'maaf'!" bentak Lian Jie, sewot. Tak lupa sambil memandangnya gusar; seperti yang diajarkan Dzaya barusan padanya.

Sekali lagi diminta, ia akan hajar siapapun Dzaya itu!
Back to top Go down
View user profile
Dzoldzaya

avatar

Posts : 32
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 16 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 20:31

Terkikik dia walau lawan bicaranya tetap menentang sisi manisnya. Maksud di sini bukan manis yang berarti mengarah pada penampilan, bukan, tapi lebih pada kelakuan. Dzaya juga suka dibilang memiliki sisi manis kok, dan ia juga pasti akan langsung bersemu merah. Bedanya karena Dzaya ini adalah seorang anak gadis makanya ia senang sekali begitu dibilang manis, apalagi dari lawan jenisnya, dari ibunya juga sih. Menurutnya itu suatu pujian, tapi kalau anak lelaki mungkin berpikiran lain ya.

Tawaan Dzaya berhenti, ia menutup mulutnya, merasa lucu sendiri. Kalau disindir lucu pasti ia marah juga deh. Dan akhirnya kata 'maaf' itu terulang kembali.

"Nah! Begitu dong, kan jadi tidak membuat gurumu malu," berucap sambil terus senyum-senyum. Anak ini unik juga pikirnya.

Sekarang kembali mengulurkan tangan, "Halo namaku Dzoldzaya, kau bisa memanggilku Dzaya. Jadi siapa namamu?" Mengulang perkenalan mereka. Oh sungguh tadi Dzaya tidak begitu mendentar siapa namanya. Pokoknya ada 'Ji... Ji...' tapi tidak tahu harus disimpan di mana itu 'Ji'. Menunggu respon, tentu saja respon yang baik dong! Tadi kan mereka sudah bermaafan, dan Dzaya menghargai kata maaf itu walau agak memaksa.

Memberi seringainya.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 21:22

Sebal dan heran bercampur menjadi satu memenuhi kepalanya. Sebal karena malam ini, ia mendadak kehilangan niatan mencari bintang jatuh gara-gara anak perempuan bernama Dzaya ini. Heran karena menyadari keberadaan Dzaya di hadapannya ini bukanlah khayalannya semata. Ia sungguh-sungguh bertemu, berhadapan, dan berbicara dengan seorang anak perempuan yang rambutnya dihiasi manik-manik. Kepribadiannya agak menakutkan dalam artian berbeda dari 'ketakutan' yang sebenarnya. Juga... mungkin anak yang disebut 'normal' sebagai anak-anak.

Tak seperti dirinya yang nyaris anti-sosial ini.

Gurunya masih juga disinggung. Jadi Dzaya benar-benar kenal dengan gurunya, ya? Bakal bagus jadi topik pembicaraan dong. Kalau saja tadi mereka tidak terlibat pertengkaran kecil. Lian Jie akan berlunak hati bertanya sejauh mana Dzaya mengenal gurunya dan sudah mendapatkan pengalaman apa bersama jenderal Cabang Asia itu.

Dari ekor matanya, Li Lian Jie bisa menangkap tangan Dzaya kembali terulur. Juga kata-katanya yang jelas-jelas memintanya untuk mengulang kembali momen perkenalan mereka tadi.

Aaah... bikin repot.

Lian Jie tak suka ini. Ia tak tahan betapa bawelnya Dzaya dari tuntutan-tuntutannya ini. Tapi kalau ia tak menurutinya dan malah ikutan nyerocos, ia yakin masalah tak akan selesai. Dan si Dzaya ini pasti akan membawa-bawa lagi nama gurunya.

Baiklah, demi sang guru!

Dijabatnya tangan Dzaya dan menyebutkan lagi namanya, "Li Lian Jie. Panggil saja... Li." Nama keluarga; ya, ia belum mau terima dipanggil dengan nama kecilnya. Apalagi panggilan akrab 'A Jie' yang hanya sahabat kecilnya dulu yang boleh melakukannya. Bahkan gurunya dan saudara seperguruannya pun tak memanggilnya dengan nama itu.

Kemudian senyum manis. Hanya sepintas, selama sepersekian detik untuk formalitas belaka. Dan ia segera berpaling lagi, kembali memandang bintang. Pada saat itu, senyum dan wajah manisnya barusan sudah lenyap, digantikan wajah kosong yang biasanya.
Back to top Go down
View user profile
Dzoldzaya

avatar

Posts : 32
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 16 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 21:50

"Li Lian Jie. Panggil saja... Li."

Akhirnya ia membalas uluran tangannya juga. Dzaya berniat menayunkan tangan namun Lian Jie sudah berbalik, uh dia makhluk individualis yang akan terkena masalah jika bekerja secara kelompok. Kalau Dzaya menjadi makhluk seperti itu bisa-bisa ia mati kelaparan di jalan karena kurang bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Ih, tidak mau deh... lebih baik jadi orang yang bersahabat, melangkah dengan riang dan menebar senyum cerianya pada dunia. Tidak murung-murung seperti orang sakit gigi di jendela begitu.

Dan pada akhirnya Dzaya hanya memberikan cengiran, sunggingan senyum sebelah. Er... bingung deh ia mau apa sekarang. Memerpanjang masalah atau mengobrol soal bintang... lupa soal makan, ia ingin ngobrol juga sih, soalnya sudah lama tidak bertemu dengan manusia. Kalau kadal gurun yang mengerikan sih sering, amit-amit deh ia tidak mau ketemu yang begituan lagi.

"Uh, em..." menggumam menggumam....

Akhirnya dapat ide untuk bicara. "Eh eh Li, tahu soal pengumuman di papan tidak? Kok semua orang nampak sibuk sih? Ada apa sih?" Tanya-tanya tidak penting tidak tahu harus bertanya apa sih. "Mau ada pesta besar ya?"

Diam sesaat. Apa pertanyaannya tidak begitu menarik ya?

"Tadi... tadi juga Jenderal Lim menyuruhku mencarikan ide untuk gaun pesta, berarti mau ada pesta kan ya?" Bertanya terus sampai mendapat perhatian. Oh maaf, Dzaya memang agak aktif jadi terkadang mengesalkan untuk beberapa orang dan membuat orang ingin menyumpal mulutnya.

"Bagaimana menurutmu?" Pertanyaan terakhir untuk sesi kali ini, janji.

Ia kemudian diam, menunggu jawaban.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 22:26

Dzaya hanya seorang gadis. Hanya seorang gadis; ia tegaskan sekali lagi. Entah kenapa hanya dengan bersamanya saja, mendengarkannya bicara, melakukan semua permintaan sederhananya--Lian Jie jadi capek sendiri. Aneh sekali, karena sejauh ini dia hanya berperan sebagai seorang yang pasif. Hanya sebagai pendengar dan yang diminta untuk beraksi.

"Bagaimana menurutmu?"

Yak, kalimat itulah yang paling dirindukan Lian Jie dalam barisan pertanyaan ajuan Dzaya. Pertanda berhenti dan permintaan pergantian pembicara. Jadi, apa selain kalimat itu, Lian Jie tak mendengarkan pendahulunya? Dengar kok. Sampe capek sendiri tuh.

Menghela napas.

"Itu pengumuman acara paling membosankan sepanjang sejarah," ujar Lian Jie. Masih tak melepaskan mata dari ratusan atau bahkan ribuah bintang di langit sana. Mengamati kerlipannya yang ramah.

Sekarang ia ingat ada perhelatan pesta dansa yang dinamai Valentine Grand Ball itu. Setelah Dzaya mengajukan pertanyaan, tentunya. Kemudia ia melihat isi serpihan memorinya mengenai acara yang sama dahulu sekali sewaktu ia masih kecil. Di usia tujuh tahun, ketika ia ikut berkelana bersama orang tuanya dan singgah sejenak di tanah Inggris. Hanya sepintas, tapi. Karena ia kemudian tertidur di pelukan ibunya dan terbangun keesokan paginya di kamarnya sendiri.

Kenangan masa lalu yang tak pernah ingin dilihatnya lagi. Karena ada sosok kedua orang tuanya di sana. Orang-orang berharga baginya, yang telah mendahuluinya. Meninggalkannya, membiarkannya terjebak dalam situasi dunia yang tak bisa dipahaminya hingga kini.

Sudahlah. Kalau dilanjutkan, bisa-bisa dia depresi.

"Kau tak akan tertarik," tambahnya, selagi memaksa pikirannya kembali ke waktu Januari 1880 ini.
Back to top Go down
View user profile
Dzoldzaya

avatar

Posts : 32
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 16 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 23:05

Lian Jie bilang acaranya membosankan, masa sih? Dan Dzaya tidak akan tertarik, eeeh... iya ya? Padahal sepertinya asik-asik saja, toh yang namanya pesta pasti ada makanannya dong, belum lagi GRATIS, oh kesukaan Dzaya itu pastinya. Si gadis memerhatikan bagaimana cara Lian Jie menjawab, kok rasanya malah pemuda ini yang tidak tertarik pada pestanya.

"Eeeh, memang pestanya diadakan di mana sih?" Bertanya lagi. Ia seperti menjadi reporter koran yang hobi bertanya-tanya terus ke sana-ke mari. Puah! Sebelum mulutnya berbuih atau haus ia pasti tidak akan berhenti bertanya. Pasti. "Tapi sepertinya menarik ah, yang namanya pesta itu kan pasti ramai ya, em... apalagi banyak makanannya," mulai membangkitkan selera makan secara diam-diam, membayangkan.

Bayangannya lenyap sesaat, tentu saja karena pertanyaannya belum selesai. Habis ia peasaran sih soalnya si jenderal penggila teh itu ribet mencari gaun ke sana-ke sini, seperti orang mau menikah, padahal kalau pestanya membosankan ia pasti tidak akan susah-susah begitu kan.

"Eh eh, kau tidak ikut pestanya Li? Padahal gurumu kan ikut tuh... dia sok sibuk soal pesta, kupikir apa ternyata pesta yang ini ya?" Menarik-narik lengan baju Lian Jie, eh benar Dzaya tidak tahu banyak soal apa yang diomongkan tapi ia punya cukup informasi untuk dibagi.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 23:35

Kenapa bisa? Lian Jie sudah memberinya aba-aba kalau Dzaya tak akan tertarik dengan yang namanya Grand Ball. Apalagi ada embel-embel di depannya: Valentine. Tapi kik anak perempuan satu ini malah menarik-narik lengan bajunya.

Sebenarnya apa ada yang salah dari cara penyampaiannya? Tadi ia sudah cukup jelas memberitahu bahwa pesta dansa bukanlah sesuatu yang menarik, kan? Atau jangan-jangan, satu-satunya kesalahan adalah... siapa yang diajaknya bicara. Kalau orang macam Eun Su, saudara seperguruannya yang pendiam itu, Lian Jie pasti dengan mudah kembali menikmati kesunyian bahkan sampai tertidur. Lain orang, lain pribadi--yang dihadapinya sekarang adalah Dzoldzaya.

Orang yang rasanya tak akan pernah berhenti bertanya.

"Pesta dansa itu isinya bukan makanan, tapi orang," Lian Jie jadi merasa harus menjelaskan panjang lebar pada Dzaya. Pribadi tak ingin repot dalam dirinya membantunya mempersingkat tiap kalimat yang ingin diucapkannya, "Semua orang menari berpasangan. Kalau tak punya pasangan, tak boleh masuk."

Nah, apa kali ini cukup jelas? Soalnya Lian Jie juga malas menjelaskan sih. Buang-buang tenaga dan waktu.

"Mana mau aku ikut?" gerutu Lian Jie untuk pertanyaan Dzaya yang lain. "Diadakannya di Inggris sanaaa! Jauh!"

Bukan hal yang sebenarnya ingin dikatakan olehnya, sih. Soalnya ia pernah akrab dengan negara sepulau Inggris itu. Di sana ada seseorang yang pernah dekat dengannya. Kalau takdir mempertemukan, pasti mereka bisa ketemu lagi. Walau ia tak yakin ia masih akan bisa menemuinya.

Lagipula, kesehatan gurunya juga payah, kan? Pak Tua satu itu... bagaimana dia dalam perjalanan panjang nantinya?
Back to top Go down
View user profile
Dzoldzaya

avatar

Posts : 32
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 16 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   25th June 2010, 23:53

Terhenyak sesaat ketika Lian Jie mengatakan bahwa di pesta itu yang ada hanya orang, bukan makanan. Iya sih agak sedikit kecewa, Dzaya hampir mengurungkan niat untuk ikut pergi, lagipula kata berpasangan itu terdengar cukup aneh di telinganya. Em, mengurungkan niat untuk ikutan pesta yang padahal gratis itu. Ah sayang, coba makanannya lebih ditonjolkan, seperti pesta kuliner misalnya.

Namun pengurungan niat tidak jadi saat mendengar nama INGGRIS.

"Eeeh di Inggris? Itu Eropa kan?" Makin menarik lengan seragam Lian Jie. Tidak tahulah bagaimana Dzaya ingin menapaki tanah Eropa untuk mencari ayahnya, dan ia percaya dengan ada di Black Order ini suatu saat kesempatan itu pasti datang. Pandangan matanya kini membubuhkan secercah harapan, ia tidak tahu lagi bagaimana yang penting IA HARUS IKUT ACARA INI!

"Hey Li! Kau jadi pasanganku ya? Kita pergi ke acara itu!" Memaksa, oke sangat memaksa karena ia terlalu kepincut dengan kata Inggris yang disebutkan. "Lagipula gurumu juga ikut kan, nanti kalau dia tumbang di jalan bagaimana?" Membawa-bawa sang jenderal lagi, entah mengapa rasanya tahu kalau bocah ini agak lemah pada gurunya. "Ya... ya ya ya ya??" Paksaan, pokoknya harus deh. Dzaya tidak punya waktu untuk mencari orang yang mau jadi pasangannya, siapa coba? Bapak-bapak yang jadi ketua kelompok Findernya itu? Ia pasti pergi dengan si koki wanita yang diincarnya sejak sekian lama.

"Ayolah ya..." Menatap penuh harapan. Semoga hati bocah satu ini terketuk.
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   26th June 2010, 14:46

Hening sesaat terjadi di antara keduanya. Lian Jie memanfaatkan kesempatan bagus itu untuk mendinginkan kepalanya secara samar. Menghela napas, mengejapkan matanya beberapa kali sambil memandang langit, sampai berair. Sudah begitu, dia juga dibantu dengan udara malam di luar jendela yang dingin membekukan otot-otot pergelangan kakinya. Walau hanya sebentar, helaan napas lega berhasil dibuatnya--termsuk ungkapan rasa syukur yang luar biasa di dalam batinnya.

"Eeeh di Inggris? Itu Eropa kan?"

Mulai lagi deh; meteran kekesalan Lian Jie yang sempat menurun, bergerak lagi ke arah separo maksimal. Lengan bajunya yang ditarik-tarik itu dia kibaskan lepas sambil memberikan tatapan tajam peringatan. 'Ia tak suka' benaknya berbicara, berharap dapat diterima dengan baik sebelum mulutnya yang tak terkontrol itu.

Inggris memang di Eropa. Dan Lian Jie tak melihat ada kewajiban baginya untuk menjelaskan lagi di mana letak Inggris. Satu-satunya yang membuat emosinya meletup-letup lagi, kali ini bukanlah deretan panjang pertanyaan, tetapi justru sebuah ajakan:

"Hey Li! Kau jadi pasanganku ya? Kita pergi ke acara itu!"

Memutar duduknya sampai seluruh badannya bisa menghadapi Nona Dzaya ini, membelalakkan matanya, mengeraskan suaranya yang dipenuhi nada protes, "HA?!"

Iris cokelatnya bergerak-gerak liar, menelusuri gelagat canda di air muka Dzoldzaya. Tapi nihil--dari pancaran matanya, jelas membuktikan keseriusan penuh di dalam tiap kata yang ia ucapkan. Lian Jie tak percaya ini. Menolak! Ia harus menolak dengan tegas. Kalau perlu, sekalian sampai menggila.

Kemudian lagi-lagi sang guru disebut lagi dalam percakapan. Kali ini bukan soal martabat, tapi justru hal yang tadi sempat muncul dalam angan-angan kecil Li Lian Jie.

Bagaimana kalau dia tumbang?

Keegoisan bocah China ini membetot kuat-kuat dirinya, terpicu oleh rasa dongkol di dalam hatinya. Lian Jie yang dulu, pasti akan dengan mudahnya berteriak 'itu kan bukan urusanku'. Lagipula, siapa yang menjadikannya gurunya? Siapa yang membimbing siapa? Dia cuma bocah kecil yang tersesat di tanah antah berantah penuh reruntuhan. Terbangun keesokan paginya dengan tubuh penuh luka. Termasuk tulang-tulang besar di punggungnya yang membuatnya ngeri sendiri pada minggu-minggu pertama ia dipaksa menerima kenyataan bahwa ia seorang Exorcist.

Dan di sinilah ia sekarang. Kehilangan semua sugesti egoisnya itu. Diam tanpa kata. Tertegun, membalas tatapan penuh gravitasi milik Dzaya. Marah? Tidak. Kesal? Tidak juga.

Mendesah, mengabaikan mata Dzaya. Mengangkat pandangan matanya lagi ke ratusan lentera langit pengiring bulan itu. Apa yang dikatakannya ini bukanlah demi Dzaya, tapi ia tak perlu menyebutkannya kan?

Senyum masam sekilas, "Iya."

Silakan kalau mau menjerit sekeras-kerasnya. Urat nadi di tangan kanannya berkedut, siap menyumpal telinganya penuh-penuh untuk melindunginya dari tuli.
Back to top Go down
View user profile
Dzoldzaya

avatar

Posts : 32
Pemilik : Cairy

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 16 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   26th June 2010, 18:39

Dzaya memang hobi bercanda, dan ucapannya yang selalu terdengar nyleneh itu seperti tidak menunjukkan keseriusan. Ah, iya memang sih soalnya gelagat gadis satu ini malah lebih terdengar dan terlihat seperti seorang bocah laki-laki yang masih ingusan. Belum lagi kata-kata sompral nan sok tahunya, semua yang sangat tidak perempuan sekali. Makanya tidak heran kalau kebanyakan orang menganggapnya main-main, padahal ia serius loh! Serius!

Seperti sekarang ini, misalnya. Lian Jie nampak berpikir lamaaaaa sekali atas ajakannya barusan. Dzaya tidak berpikir dulu saat meminta hal tersebut, meminta sang bocah untuk menemaninya ke pesta di Eropa itu, ia memang terbilang selalu berpikiran pendek, maksudnya tidak pernah berpikir panjang dalam mengambil suatu keputusan. Semoga saja keputusannya kali ini tidak salah.

Jadi bagaimana eh...

Nampak tuan muda di hadapannya ini berpikir lebih lama dari anak kecil yang menghitung satu tambah satu. Iyalah, memangnya Dzaya yang tidak pernah berpikir sebab dan akibat, kecuali sebab ia ke padang pasir akibatnya bertemu kadal gurun. Hanya itu, selebihnya tidak, nona pemburu harta karun ini tidak pernah memikirkan itu. Dan kini dituntut untuk menunggu, sabar.

Em...

Alis berkerut, sorotan mata tidak berubah. Bukan pandangan mengancam namun pandangan penuh konsentrasi, fokusnya dialihkan penuh pada jawaban yang akan Lian Jie lontarkan.

Sunggingan senyum masam, oh ini kali pertama si bocah tersenyum walau agak memaksa begitu. Dan sebuah kata, hanya sebuah 'I-Y-A'. Diam sejenak... diam diam... Dzaya diam. Sampai kemudian otot pipinya menarik bibir mungil ke samping, merekahkan sebuah senyum yang nyata, yang selalu ditebarkannya setiap hari.

"Uwoooh! Terima kasih!" Seruan bahagia, memeluk Lian Jie kemudian melepaskannya cepat. Meraih tangannya, sekarang mereka harus melakukan persiapan, oh tentu karena Dzaya belum pernah ke Eropa dan ia tidak tahu macam apa pesta yang akan digelar di sana. "Yak! Sekarang kita harus bersiap-siap! Apa dulu? Bajunya? Atau apanya?" Bersemangat, tanpa sadar menarik bocah Li keluar dari ruangan itu. Mulut manisnya pasti tidak akan berhenti menyerocos, pasti, karena ia perlu banyak tanya mengenai pesta ini.

Oke! Get Ready for Party!

Ngomong-ngomong, Dzaya tidak berbahasa Inggris lancar loh!

[FIN]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya   

Back to top Go down
 
[Pre-Event] Li Lian Jie - Dzoldzaya
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» [Event] Wares for all (April 15th, 2012 - 12:00 EST / 17:00 GMT)
» Do. Not. Panic! [Heart-Swap Event]
» [Event] Treasure island?
» Nichy's Birthday - Event by DM Shimmer
» The Unstable World [EVENT]

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Festive Memories-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum