An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [Pre-Event] Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel

Go down 
AuthorMessage
Chrysalis vi Scheziel

avatar

Posts : 145
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: [Pre-Event] Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel   25th June 2010, 16:02

Ruangan Divisi Diplomasi dan Komunikasi
tepat jam satu siang.


Baru-baru ini Chrysalis mempelajari bahwa yang dapat membuat ide-ide tak masuk akal bukan hanya Eisenberg yang dungu itu. Wanita Belanda tersebut mengernyitkan kulit di antara kedua alisnya saat menerima kabar dari markas pusat. Ya, pesta dansa valentine yang diusulkan oleh... Ezekiel Wright. Saat itu terlintas di dalam pikirannya apakah kedunguan dapat menular menyebrangi lautan, dan itu juga merupakan alasan yang baik untuk tak terlibat lebih jauh lagi dengan General berambut kuning tersebut. Walaupun entah kenapa ide-ide macam itu selalu menyeret dirinya.

Bahkan yang kali ini juga.

Sosok tegap wanita iyang duduk di meja yang memiliki tumpukan dokumen lebih banyak terlihat dengan cukup mencolok di antara staff lainnya di ruangan Divisi Komunikasi dan Diplomasi. Siapapun yang masuk ke ruangan itu tak memerlukan sepasang mata yang jeli untuk mengetahui kalau hari itu cukup banyak para penghuni Black Order selain staff divisi yang bersangkutan disana. Datang secara sendiri maupun berdua secara silih berganti. Dan sebagian dari mereka cukup terkejut saat mengetahui bahwa sang Section Leader sendiri lah yang mendata mereka.

Iris emerald tersebut menatap daftar yang ada di tangannya, tangan kanannya menggenggam pena bulu. Sering kali Chrysalis tak memandang siapa yang mendekatinya, ia hanya akan menanyakan hal-hal yang diperlukan untuk pendaftaran acara tersebut.

Bagaimana dengan dirinya?

Memang sejak kejadian 'itu' ia sempat terpikir kalau mungkin seseorang dengan inisial E.R akan mengajaknya ke sana. Tapi tentu saja ia belum sempat bertemu dengan pria yang bersangkutan, dan pria itu pun belum menemuinya. Lagipula ia terjebak di sini. Kalau tidak mendata pastilah dia mengecek setiap file yang akan dikirimkan ke markas pusat dan sialnya file-file tersebut lebih sering salah daripada benar sehingga ia semakin enggan meninggalkan pos-nya.

Sebenarnya ia pun ingin mengikuti ide dungu yang satu ini, beberapa hari lalu ia menerima telegram dari Asia sana, dari sepupu mungilnya yang juga berkerja di Black Order. Menanyakan apakah ia akan pergi ke Eropa. Namun, yang sangat menggelitik Chrysalis adalah kenyataan bahwa sepupunya menulis kalau ada seseorang yang ingin ia kenalkan. Wanitakah? Atau pria? Bagaimanapun juga ia harus mengetahui sosok misterius yang disebut Lilith, sepupunya. Tentu saja sekaligus 'wejangan-wejangan bijaksana' yang harus diberikannya kalau orang yang dimaksud Lilith adalah seorang pria.

Oh, dan sebenarnya hari saat acara itu berlangsung ia akan berulang tahun. Empat-belas Februari. Tapi Chrysalis sendiri tak begitu peduli pada fakta satu itu. Menurutnya tak ada yang spesial kecuali berubahnya angka di deretan kedua umurnya.

"Ya selanjutnya, siapa namamu?" tanyanya dengan nada datar dari balik lembaran dokumen yang menghalangi pandangannya, kepala wanita berusia 25 tahun ini menyembul dari balik kertas yang dipegangnya secara vertikal. Ia bahkan tak tahu siapa yang sekarang berada di seberang mejanya...

_________________
1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
Back to top Go down
View user profile
Elías Rovers

avatar

Posts : 45
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [Pre-Event] Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel   25th June 2010, 21:39

Elías Rovers sudah lebih normal sekarang. Setidaknya, sedikit, karena ia sudah mulai untuk tidak menyangkal perasaannya sendiri. Ralat; sudah tidak bisa menyangkal lagi. Setelah kejadian itu, mana mungkin ia mau menyangkal lagi? Dan, dengan bantuan bernama refleksi diri, akhirnya ia betul-betul sadar dengan perasaannya, yang selama berminggu-minggu telah ia sangkal. Antara ingin teriak dan tertawa, tidak percaya dengan tindakannya sendiri waktu itu. Tapi tetap saja, waktu itu adalah saat ketika ia bertindak jujur, pada dirinya sendiri.

Sampai sekarang, kalau diingat-ingat, ia jadi ingin menyangkalnya lagi.

Nah, sekarang tentang sesuatu yang membawanya berjalan menuju kantor diplomasi siang ini. Oh, apalagi kalau bukan karena pengumuman mencengangkan nan spektakuler yang baru-baru ini memenuhi semua sudut markas cabang Amerika? Ya, tentang Valentine Grand Ball itu. Hebatnya lagi, Chief Supervisor sendirilah yang memutuskan mengadakan acara itu. Wow, bukankah itu agak terlalu... tidak terduga? Mungkin sang Chief Supervisor butuh kegiatan rekreatif sesekali. Mungkin. Dan mungkin saja ada konspirasi di balik Grand Ball itu. Ya, cuma mungkin.

Awalnya Elías mengajak adik kesayangannya, Estrella, untuk berpasangan, karena ia tahu Estrella-lah yang paling antusias menyambut acara ini. Bagaimana tidak, ia berkesempatan bertatap muka dengan jenderal yang ia sukai sejak 4 tahun lalu itu, Jenderal Halverson. Tetapi, Estrella bersikeras tidak mau berpasangan dengannya, dan mengatakan akan mencari pasangannya sendiri. Walau, sampai sekarang belum juga ada kabar dari gadis bersemangat itu. Dasar, adiknya itu memang hobi sekali membuat dirinya khawatir dan pusing kepala.

Jadi, bagaimana dengan dirinya sendiri?

Tersenyum sekilas--berjalan sendiri ke ruangan kantor diplomasi, langsung menuju ruangan sang kepala bagian, tidak tahukah apa artinya?

Ia membuka pintu kecoklatan itu perlahan, menemukan sosok itu di balik tumpukan dokumen dan kertas. Terlalu sibuk dan berkonsentrasi, sampai tidak mengangkat wajahnya untuk sekedar siapa yang telah memasuki ruangan pribadinya, eh? Elías sendiri tidak mengatakan apa-apa, ia berjalan saja ke depan meja sang kepala bagian, sampai: "Ya selanjutnya, siapa namamu?"

Elías mengangkat satu alisnya, "Oh, jadi harus berkenalan lagi?" ujarnya pelan, tidak mengharapkan jawaban sebenarnya. Hmm, nona Belanda ini sungguh sibuk sampai waktu untuk mengangkat kepala saja nyaris tidak ada. "Pasti peminat Grand Ball itu banyak sekali, eh?" pertanyaan retoris, berbasa-basi. Namun sebuah senyum kecil terselip di antara pertanyaan itu, berniat menghibur, mungkin?

Menanti respon dari Chrys, Elías masih berdiri di sana dengan satu tangannya di saku jas laboratorium putihnya. Ia memandang mata emerald sang wanita berambut hitam sesaat, sebelum memutar matanya untuk melihat sudut tumpukan dokumen dan kertas di sisi lainnya. "... Sebenarnya, aku juga termasuk dari para peminat itu."

Menambah pekerjaan Chrysalis sedikit saja, tidak apa-apa kan?
Back to top Go down
View user profile
Chrysalis vi Scheziel

avatar

Posts : 145
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [Pre-Event] Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel   26th June 2010, 05:56

"Oh, jadi harus berkenalan lagi?"

Mau tak mau, suara yang belakangan ini begitu akrab di telinganya itu menyentak batin wanita yang menjabat sebagai Section Leader tersebut. Memang fakta satu itu tak nampak dengan jelas di raut wajahnya. Hanya saja tangannya dengan spontan menaruh lembaran pekerjaan tersebut di permukaan meja. Dan hal itu menyebabkan sang pria Meksiko dapat melihat senyum kecil yang terulas di wajahnya, dan sorot mata tajam yang sedari tadi terpancar darinya digantikan oleh sinar mata yang cukup sumringah.

"Kau mengejutkanku, Elias Rovers" ucap sang wanita Belanda sambil tertawa kecil. Dagunya berpangku pada telapak tangan kanannya sambil menatap pada sosok yang baru saja menyapanya itu saat Elias bertanya: "Pasti peminat Grand Ball itu banyak sekali, eh?"

"Ya begitulah, tampaknya komunitas kecil kita memang sangat membutuhkan hiburan" jawab Chrysalis sambil tersenyum. Kali ini pandangan mereka bertemu. Ralat, tampaknya Elias memang sengaja menatap ia langsung ke matanya. Sehingga kali ini iris emerald tersebut dapat menangkap pantulan sesosok wanita dengan kerah leher panjang--ini musim dingin--yang tersenyum di tengah lautan hazel. Hingga pria yang juga berusia 25 tahun itu memutar matanya.

"... Sebenarnya, aku juga termasuk dari para peminat itu."

Sebelah alis Chrysalis melambung. Jadi, iapun kesini untuk mendaftar Valentine Grand Ball? Tanyanya dalam batin. Sebuah hembusan nafas pelan lolos dari sela bibirnya yang tak terkatup rapat. Ia kembali meraih pena dan lembaran yang paling dekat dengan tubuhnya dan kembali menatap sosok berjas laboratorium di depannya.

"Baiklah, apakah kau akan kesana dengan Estrella? Atau dengan... siapa?" ucapnya dengan nada yang berbeda, tak terlalu senang tampaknya. Mungkin, karena dia mengira penyakit sister-complex Elias belum sembuh juga dan baru saja terlintas di benaknya kalau mungkin Elias tak mengajaknya ke sana. Karena... dia kurang feminim? Atau karena dia belum bisa berdansa dengan benar? Mungkin juga karena pada akhirnya dia selalu mematahkan hak sepatu yang serasa membunuhnya itu. Ya, pria manapun pastinya ingin mengajak gadis yang anggun kan? Mungkin seorang gadis yang tau cara berjalan dan berdandan tanpa memerlukan bantuan. Bukan seperti...

Hey tunggu! Sejak kapan ia begitu peduli pada masalah ini?


_________________
1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
Back to top Go down
View user profile
Elías Rovers

avatar

Posts : 45
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [Pre-Event] Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel   27th June 2010, 18:48

Oh, terdengar nada bicara Chrysalis berubah cukup... drastis. Terdengar tidak bersemangat dibanding yang tadi. Apakah ia terkejut? Ataukah kecewa? Atau...

"Baiklah, apakah kau akan kesana dengan Estrella? Atau dengan... siapa?"

Dasar. Belum sadar juga, ya?

Elías tersenyum geli--walau terlihat tidak begitu kentara--, rupanya sang kepala bagian memang belum mengerti benar tentang maksudnya kemari. Yaa, memang, kalau tidak langsung dikatakan, orang hanya bisa berasumsi tanpa kepastian. Namun, ia pikir nona Belanda ini bisa langsung menebak, ternyata masih ambigu ya.

Senyuman kecil ditampakkan pria asal Meksiko itu, seraya memandang nona Belanda di hadapannya. Sekali lagi, mata mereka bertemu. "Denganmu, Chrys." berujar pendek namun mantap, merobohkan segala asumsi sang kepala bagian tentang Estrella, atau tentang wanita lain. Pria seperti Elías... yang benar saja, ah. Mengajak Chrys saja mungkin sudah merupakan batu loncatan yang bisa dibilang ajaib. Ya, itu sebelum kejadian itu terjadi... Sekarang, situasinya sudah berbeda.

Seperti yang sudah diutarakan tadi, Elías Rovers sudah lebih bisa jujur terhadap dirinya sendiri.

"Well, kalau kau tidak keberatan, tentunya." menambahkan cepat. Kemudian mengangkat satu alisnya, seakan bertanya lagi, 'jadi? Bagaimana?' pada wanita berambut hitam di depannya.
Back to top Go down
View user profile
Chrysalis vi Scheziel

avatar

Posts : 145
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [Pre-Event] Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel   27th June 2010, 19:53

Boleh dideskripsikan kalau Noni Belanda ini salah tingkah. Ya, salah tingkah. Bagaimanapun juga--mirip seperti sang pria--ia sempat menyangkal kalau sebuah perasaan asing hinggap di relung hatinya. Karena toh, ini kali pertama Chrys bisa menerima seseorang sebagai dirinya yang seorang wanita. Ia sempat bingung, tapi setidaknya ia membuka hatinya untuk diisi oleh pria Meksiko tersebut. Dan mungkin butuh waktu lebih dari sebentar agar Chrysalis terbiasa dengan perubahan ini.

Diam-diam pun ia berharap pria beriris hazel tersebut bisa tahan dengan dirinya yang seperti ini.

"Denganmu, Chrys."

Akhirnya, sebuah kalimat pendek itu mengangkat semua tanda tanya yang bergelantungan di benak Chrysalis. Chrysalis tak langsung menjawab, ia terdiam beberapa saat sewaktu bola mata hazel itu menatap dirinya dalam-dalam. "Well, kalau kau tidak keberatan, tentunya." sambung Elias tak berapa lama kemudian.

Oh, Chrysalis... how silly you are...

Ia menghela nafas, setidaknya hal itu dapat mengendurkan urat tegang di paras tegasnya. Sebuah senyuman kecil kembali tersungging, ia tertawa kecil. Menertawakan dirinya sendiri dengan penuh kegelian. Sementara itu, tangannya meraih pena yang tadi sempat ia lepas. Pena itu sekarang bergoyang di atas kertas, menuliskan sesuatu.

Chrysalis berdiri dari kursinya, ia berjalan mendekati pria tersebut dengan selembar kertas di tangan. Dan berhenti tepat di samping Elias seraya menyandarkan pinggulnya pada permukaan mejanya sendiri. "Apakah ini cukup?" tanya wanita itu pada section staff divisi riset tersebut. Tangan kanannya menunjukkan selembar daftar bertuliskan 'Daftar Peserta Valentine Grand Ball' di awal dan diakhiri dengan 'Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel' setelah deretan panjang nama peserta lainnya.

Kepala bagian itu memantapkan posisi duduknya di meja. Sementara kepalanya miring, menghadap tepat di wajah Elias sehingga pria itu bisa melihat jelas semburat merah muda yang mekar di sana.

"Kau tahu...? Aku belum merokok sedari tadi."

Sekedar informasikah? Tentu saja tidak. Itu adalah sinyal serangan awal dari Chrysalis untuk 'kau-tahu-apa'. Urusan dewasa yang tidak diperuntukkan untuk umum.

Dan, tentu saja jika Elias Rovers mengerti apa yang ia maksud...


_________________
1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
Back to top Go down
View user profile
Elías Rovers

avatar

Posts : 45
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [Pre-Event] Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel   2nd August 2010, 20:21

Siapa yang mengira kalau Elías Rovers yang terkenal kaku dan sister-complex itu akhirnya bisa membuka diri pada wanita lain dan bahkan, menjalin hubungan yang lebih dalam? Ia sendiri tidak mengira hal itu akan terjadi. Tentu saja, karena ia--ia yang ahli menyangkal perasaannya sendiri ini terus-terusan berusaha mendistraksi diri sampai akhirnya ia tersadar... sebelum akhirnya bersyukur karena ia belum terlambat.

Kali ini, ia mengambil keputusan yang tepat.

Nona Belanda itu berdiri dari mejanya setelah menuliskan sesuatu, kemudian berjalan mendekatinya, menunjukkan selembar kertas yang dipegangnya. "Apakah ini cukup?" membaca judul yang tertulis di kertas itu, kemudian mendapati namanya dan nama sang nona di urutan terbawah. Cukup? Tentu saja, senyuman kecil pria Meksiko ini jelas menyatakan persetujuannya.

Tapi urusan ini tentu tidak langsung selesai begitu saja. Oh, mereka baru saja mulai. "Kau tahu...? Aku belum merokok sedari tadi." mendengar ini, ujung bibirnya tertarik ke atas, kemudian tertawa pelan. Tentu saja, karena Elías tahu apa maksud kalimat Chrysalis... Dengan satu gerakan cepat, satu tangannya bertumpu pada meja, sementara wajahnya mendekati wajah Chrys, menghilangkan jarak di antara mereka. Satu ciuman lembut yang dalam, yang tidak akan selesai dalam beberapa detik saja.

Tidak berapa lama, suara lain--selain suara kecupan dan, err... desahan?--terdengar dari bibir pria Meksiko tersebut, "Bagaimana kalau sekalian berhenti saja?" dilengkapi sebuah senyuman yang berkesan usil, memberi saran (tidak serius) pada wanita di hadapannya. Baginya, itu bukan permasalahan utama hari ini. Mata hazelnya menatap dalam mata emerald di depannya, sementara tangan kanannya memainkan helaian rambut hitam yang terurai dari bahu Chrysalis. Sebenarnya ia ingin berada di sini lebih lama, masih ada beberapa hal yang ingin ia bicarakan, tetapi...

Mengambil satu langkah ke belakang, "Baiklah, aku harus kembali bekerja, dan kau pasti akan kedatangan banyak tamu lagi setelah ini." Well, masih banyak waktu yang bisa diluangkan berdua saja nanti, tidak usah terburu-buru. Lagipula ia tahu benar kalau mereka berdua belum sepenuhnya terbiasa dengan keadaan ini, hubungan ini, dengan label status yang seperti sekarang ini. Biarkan saja semuanya mengalir; itu kalimat yang sering diutarakan adiknya, Estrella.

Pria berusia 25 tahun ini berjalan menuju pintu keluar, tetapi langkahnya terhenti di ambang pintu. "Chrys," panggilnya, sambil menoleh, menjalin kontak mata dengan sang nona, "Beritahu aku kapan aku bisa menemanimu pergi ke kota untuk membeli gaun yang cocok untukmu."

Tersenyum kecil sekali lagi sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu "Jangan kabur, ya." karena ia tahu Chrys tidak begitu menyukai benda-benda feminim, kecuali kalau terpaksa. Namun, Elías yakin kalau Chrysalis bisa menjadi wanita cantik dan elegan yang mampu memukau semua warga Black Order setiap cabang. Iya 'kan?
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [Pre-Event] Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel   

Back to top Go down
 
[Pre-Event] Elias Rovers & Chrysalis vi Scheziel
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» [Event] Wares for all (April 15th, 2012 - 12:00 EST / 17:00 GMT)
» Job Creation Event
» Do. Not. Panic! [Heart-Swap Event]
» [Event] Treasure island?
» Nichy's Birthday - Event by DM Shimmer

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Festive Memories-
Jump to:  
Forum create on Forumotion | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum