An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin

Go down 
AuthorMessage
M. Kaya Berrin
Vatican Central
avatar

Posts : 74
Umur : 24
Pemilik : Male

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24

PostSubject: [PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin   26th June 2010, 02:03

Sebuah golem sederhana melayang masuk ke dalam salah satu kamar Jenderal di Markas Cabang Afrika-Timur Tengah dan hinggap di atas ranjang. Makhluk-mesin enigmatik itu menggoyang-goyangkan sayap hitam yang kotor oleh pasir dan berguling-guling di atas ranjang untuk membersihkan diri. Perjalanan panjang telah ditempuh golem itu, dan dapat sampai di Markas Cabang Afrika-Timur Tengah tanpa dibajak pesannya atau dihancurkan saja sebenarnya sudah untung. Akhirnya menyerah karena noda pasir membandel pada bagian sayapnya masih belum hilang sepenuhnya, [bagian yang sering disalahartikan para personil yang belum berpengalaman menggunakan golem sebagai] mata golem itu berkedip redup ketika dua baris teks singkat muncul pada bagian layar merangkap kamera itu.

Quote :
Subyek: Mine Kaya Berrin, Jenderal.
Penerima: Sigmund Völsungarson

Sementara itu, di antah berantah padang gurun Afrika, Mine Kaya Berrin sedang menenggak botol airnya di bawah nanungan Hava Savunma Katmani yang telah disusunnya menjadi tenda untuk melindunginya dari badai pasir. Mata coklat wanita itu menerawang untuk sementara waktu sebelum sebuah kedipan mengembalikan fokusnya.

_________________
"My kiss worth a diamond, you know?!" Kaya stated playfully.



Benjie's 2nd Character - The Jewel Mistress
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Sigmund Völsungarson

avatar

Posts : 33
Umur : 24
Pemilik : Indigo

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 31

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin   26th June 2010, 09:20

Jenderal Sigmund membuka pintu kamarnya perlahan. Keringat masih sedikit bercucuran dari tubuhnya yang panas karena latihan sore tadi. Ia suka hari seperti ini, dimana ia tidak mendapat tugas lapangan dan bisa bersantai seharian di markas. Bukannya ia orang yang malas, tapi ia tidak begitu suka dengan kekerasan.

Tapi agaknya, umur hari-hari seperti ini tidak akan lama. Masih terngiang di telinganya suara berat Supervisor Black Order Cabang Utama, Ezekiel Wright dan pesan yang disampaikannya lewat golem beberapa hari yang lalu. Pertemuan rahasia di Valentine Great Ball. Memang tidak mungkin sih, pria inggris satu itu mengadakan Grand Ball tanpa maksud tertentu.

Dan omong-omong soal itu, dia belum mendapatkan teman kencan... bukan, partner. Karena toh, ia kesana bukan untuk kencan.... kan?

Sebenarnya ia ingin mengajak Kaya, namun orangnya sendiri mendapat tugas lapangan hanya beberapa saat setelah golem itu datang. Bukannya apa-apa, tapi sepertinya akan lebih praktis untuk mengajak Kaya, melihat bahwa gadis muda itu juga seorang Jenderal. Yah... fakta bahwa ia akan menghabiskan waktu sebentar di Grand Ball bersamanya adalah sedikit... bonus.

Bukannya dia merasakan apa-apa.

Ketika Sigmund meletakkan Balmung, Innocence-nya yang berupa sapu di sudut kamar, dari sudut matanya ia melihat sebuah benda kecil tergeletak di tengah kasurnya. Tanpa buru-buru, Jenderal satu ini mengambil benda berdebu itu, yang ternyata adalah sebuah golem. Di matanya tertulis 2 baris kata-kata:

Quote :
Subyek: Mine Kaya Berrin, Jenderal.
Penerima: Sigmund Völsungarson

Kaya. Entah angin apa yang menyebabkan rekan kerjanya itu untuk mengirimkan golem di saat seperti ini. Seingat Sig tidak ada hal penting yang harus dibicarakan saat ini.

'Apa mungkin... ucapan kangen?' pikiran asal terlintas di otak pria berambut hitam satu ini. '... tidak mungkin,' hanya untuk ditepis dalam sepersekian detik. 'Tunggu, mengingat kepribadian Kaya yang agak... usil, mungkin saja pesan iseng seperti itu.'

Memutuskan untuk tidak terlalu menganalisis pesan di dalamnya, Sigmund mengaktifkan golem itu, dan mendengarkan pesan yang terekam di dalamnya.

_________________
"Okay, let's just clean this mess up, I got another cleaning up to do back home."
Sigmund Völsungarson



~The 2nd Indigo: The Awkward General~
Back to top Go down
View user profile
M. Kaya Berrin
Vatican Central
avatar

Posts : 74
Umur : 24
Pemilik : Male

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin   26th June 2010, 14:33

Quote :

Subyek: Mine Kaya Berrin
Penerima: Sigmund Völsungarson

...

...

BZZT! BZZT!

...

BZZT!

...

Perlahan-lahan, muncullah gambar wajah Kaya. Di bawah penerangan yang redup, wanita itu menyibakkan rambut sandy blonde-nya dan menghela nafas sejenak sebelum mengerjap dan bergerak menjauhi layar golem, menunjukkan dinding batu gelap yang untuk sementara tampak berkilau - lapisan Karasal Saflik - juga beberapa lampu minyak, satu terletak tak jauh dari golem, sedangkan yang lain tersebar di ruangan itu. Suara dengkuran dan celotehan terdengar samar.

"Phew, akhirnya selesai juga. Senior, kau di sana?" tanya Kaya sambil duduk bersila di hadapan golem.

BZZT! Hilang.

...

BZZT! Muncul.
"Ah! Dengar, waktunya tidak banyak, yea, pasti sudah dengar pesan Chief Supervisor, kan?" ujar Kaya lagi ketika wajahnya yang telah mendekat ke layar golem sehingga titik-titik peluh yang membasahi kening wanita Turki itu dapat terlihat jelas muncul.

"Jadi, sebenarnya, aku sempat berpikir..." lanjut Kaya sambil mengalihkan tatapannya dari layar golem dan membiarkan kalimatnya menggantung.

"Jenderal, kami melihat sesuatu!" sebuah suara memanggil Kaya yang segera menoleh ke arah sumber suara.

"Sebentar!" respon wanita Turki itu sebelum kembali menatap layar golem. "Jadi, yea, melihat waktunya memang tidak banyak, aku rasa lebih baik langsung saja, ya?" kata Kaya lagi kepada layar golem.

...

BZZT!

Akan tetapi sampai wajah Kaya menghilang dari layar, kalimat tersebut lagi-lagi menggantung. Samar-samar terlihat kelebatan cahaya yang berguncang ke sana-kemari pada layar golem sebelum akhirnya wajah Kaya yang sekarang tengah menoleh kembali terlihat setelah bunyi, "BZZT!".

"Sebentar lagi, Aaron!" ujar Kaya lagi sambil menepuk dahinya dan menghela nafas. Untuk beberapa detik Kaya hanya mengambil nafas perlahan sebelum akhirnya mata coklat muda itu membuka dan melirik ke arah layar golem dan sebuah senyum pasrah bercampur malu muncul di wajahnya.

"Pokoknya akan aku tunggu di Markas Pusat. Kau belum ada... janji, kan?" ujar Kaya sebelum terkikik pelan dan menegakkan kepalanya serta menurunkan posisi golem hingga setinggi tulang selangkanya dan mengatur layar golem sehingga wajahnya kembali terlihat. "Yea, kalau sudah ada janji, siapkan saja batu safir dari India, yang pasti, aku harap kamu adalah pasangan dansa pertamaku, Senior."

Satu kedipan mata dan senyum kecil sebelum semua gambar menghilang.

...

BZZT!

Pesan selesai


Sementara itu, Kaya sendiri sekarang tengah menatap bongkahan-bongkahan hitam yang mulai menyublim menjadi gelombang-gelombang cahaya sebelum akhirnya menghilang tanpa bekas dengan ekspresi keras. Lengan jubah kanannya telah koyak, memperlihatkan sebuah luka yang tengah dibalut oleh seorang wanita gemuk. Di sekitarnya, satu set pakaian terkoyak tergeletak di atas hamparan pasir. Dapat dilihat samar-samar pada bagian dada kiri pakaian itu, sebuah label nama bertuliskan, "Aaron ibn Yakub".

"Pengkhianat."

_________________
"My kiss worth a diamond, you know?!" Kaya stated playfully.



Benjie's 2nd Character - The Jewel Mistress
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Sigmund Völsungarson

avatar

Posts : 33
Umur : 24
Pemilik : Indigo

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 31

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin   27th June 2010, 20:10

"... aku harap kamu adalah pasangan dansa pertamaku, Senior."

Kedipan mata. Senyum kecil. Hening sesaat. Yang terdengar di udara hanyalah desisan statis yang dihasilkan golem ketika pesan yang disampaikannya akhirnya selesai. Butuh beberapa detik untuk informasi dari golem itu tersampaikan ke otak General yang sekarang terduduk di kasurnya.

'... apa... dia baru saja mengajakku pergi ke Grand Ball?' rupanya pria berebangsaan Swedia ini masih belum bisa menarik kesimpulan --yang sebenarnya cukup jelas-- dari pesan berdurasi kurang lebih satu setengah menit tadi.

...

'... hhhh...' Sigmund menghela nafas panjang, dan berdiri untuk merenggangkan ototnya sejenak. Pegal-pegal dari latihan ringan tadi masih terasa, nampaknyak, dan dia berpikir apakah sekarang waktu yang tepat untuk mandi sore. Setelah itu, pikirannya kembali ke pesan yang diterimanya tadi. Melirik sekali lagi ke belakang, ke arah golem yang tergeletak lemah diatas kasurnya...

Ia tersenyum.

'Baiklah, bagus kalau begitu, karena pasti akan pusing sekali mencari partner untuk datang ke Grand Ball,' pikir General satu ini. Tidak terpikir olehnya siapa wanita di Markas Black Order Cabang Afrika - Timur Tengah ini yang bisa dia ajak selain Kaya. 'Ini benar-benar praktis,' pikirnya.

Terdiam sejenak, ia memandang langit sore berwarna oranye melalui jendela kamarnya, memikirkan figur rekan kerjanya yang sekarang mungkin sedang berada di tengah medan perang melawan Akuma, dan menggaruk pelan pipinya.

'Yah... dan mungkin akan sedikit menyenangkan.'




"Oke."

Menggumam ke dirinya sendiri, General Sigmund mengambil golem yang yang telah merekam pesan singkatnya untuk Kaya di mejanya. Untuk sejenak, ketika ia memandangi golem itu, rasa kasihan terbersit di benaknya. Tampaknya golem itu masih lelah setelah perjalanan panjang ke sini, dan sekarang ia harus terbang lagi ke sana. Sayap kecilnya menggelepar pelan, mungkin tanda protes terhadap pria berambut hitam di depannya.

"Maaf, tapi pesan ini harus disampaikan segera. Grand Ball tinggal beberapa hari lagi, dan penting bagi Kaya untuk mengetahui bahwa aku setuju," dengan ekspresi yang menyiratkan rasa menyesal, Sigmund berkata pelan ke golem di depannya. "Nah, sekarang pergilah."

Dengan dorongan pelan, akhirnya golem itu terbang ke luar jendela, menuju entah di mana Kaya berada. Iris merah tua Sigmund hanya bisa melihat kepakan sayap putih golem itu di langit malam, dan akhirnya menghilang di kegelapan.

'Semoga pesan yang kurekam tidak terlihat... aneh,' pria Swedia satu ini berharap, mengingat kepanikannya ketika ia sadar bahwa ia harus memberi balasan kepada partnernya yang sedang berada di lapangan itu.

'Nah... semoga aku masih ingat tatacara dansa yang benar.'



_________________
"Okay, let's just clean this mess up, I got another cleaning up to do back home."
Sigmund Völsungarson



~The 2nd Indigo: The Awkward General~
Back to top Go down
View user profile
M. Kaya Berrin
Vatican Central
avatar

Posts : 74
Umur : 24
Pemilik : Male

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin   1st July 2010, 16:10

Benar-benar hari yang berat bagi Kaya. Awalnya wanita Turki itu merasa bahwa perjalanannya kali ini hanya akan seperti perjalanan biasa. Dia hanya perlu mencari jalan tercepat menuju Laut Tengah, lalu menumpang kapal ke Italia atau negara Eropa Selatan lainnya dan melanjutkan perjalanan darat ke Perancis, melintasi Selat Inggris, lalu pergi ke Markas Pusat. Terdengar rumit, memang, tetapi akan mudah apabila kau sudah menjalaninya.

Akan tetapi perjalanan ini mendadak menjadi cukup berat bagi Kaya ketika entah mengapa jalur yang dilaluinya tiba-tiba menjadi berbahaya. Serangan-serangan Akuma yang entah mengapa malah semakin meningkat ketika dia mulai memasuki daerah gurun Libia. Hal lain yang dipikirkan Jenderal muda ini adalah warga-warga lokal yang tengah membantunya sekarang. Mereka cukup membantu, akan tetapi entah mengapa dengan meningkatnya serangan-serangan Akuma, mereka mulai merepotkan... dan mencurigakan.

Untungnya semuanya telah lewat sekarang. Jenderal muda itu telah menaiki sebuah kapal yang berlayar melintasi Laut Tengah dengan selamat. Melihat jubah bepergiannya yang telah sobek di beberapa bagian, mungkin Kaya akan membeli pakaian pengganti dulu selama penjahit kepercayaan Black Order - yang seingatnya berdomisili di Perancis - memperbaiki jubah bepergiannya. Namun sebelumnya, rasanya wajar bagi seorang Jenderal sepertinya untuk beristirahat sebentar bermandikan cahaya matahari yang jarang didapatnya mengingat sekarang sedang musim dingin dan tempat tujuannya, Eropa.

Karena itulah, sampai mata coklat mudanya melihat sebuah golem dari kejauhan, Kaya masih menikmati angin laut dengan berdiri bersandar kepada sisi kapal. Mengenali noda-noda pasir pada lapisan luar golem yang seharusnya hitam mengilat itu, Kaya pun mengulum senyumnya dan duduk di kursi panjang terdekat. Mata coklat mudanya menganalisa bagian-bagian golem itu, dan menemukan bahwa meskipun itu golem yang digunakannya untuk mengirimkan pesan ke Markas Cabang Afrika-Timur Tengah, tetapi dia tidak menemukan pesannya lagi di dalamnya. Untuk sesaat wajahnya menegang mengingat kemungkinan pesannya tidak sampai dan telah dibaca pihak lain sebelum dihapus atau diambilnya sumber memori golem tersebut, namun itu semua melemah karena golem itu kembali tanpa bekas, dan... dengan sebuah pesan baru dalam memorinya.

Penasaran, jemari Kaya pun dengan cepat membuka pesan itu. 'Dari siapa, ya?' gumamnya dalam hati.

_________________
"My kiss worth a diamond, you know?!" Kaya stated playfully.



Benjie's 2nd Character - The Jewel Mistress
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Sigmund Völsungarson

avatar

Posts : 33
Umur : 24
Pemilik : Indigo

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 31

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin   8th July 2010, 23:12

Quote :
Subjek: Sigmund Völsungarson
Penerima: Mine Kaya Berrin


BZZT!

...

...

BZZT!

...

KLIK!

Dengan kejernihan yang lumayan, gambar wajah seorang pria muncul di layar, tangannya terentang ke depan sampai tidak terlihat oleh layar, nampaknya sedang mengatur posisi golem yang merekam dirinya itu. Setelah beberapa saat mengatur posisi golem itu, akhirnya sosok pria itu mundur dan duduk bersila di lantai.

Pria itu, General Sigmund Volsungarson, kemudian menutup matanya dan menarik nafas panjang. Wajahnya yang agak berminyak terlihat mengilap di bawah sinar oranye matahari sore itu. Setelah beberapa saat, ia menghembuskan nafasnya dengan cepat dan ringan, lalu membuka matanya, seakan telah memutuskan sesuatu. Ia lalu menyunggingkan senyum ramahnya, senyum standar yang selalu dibawanya kemana-mana.

"Halo, Kaya," ia berhenti sejenak. "Ah, sebelumnya, maaf kalau pakaianku ini agak..." ia melihat kemeja putih penuh keringat yang ia pakai, dan berkata, "...berantakan." Tak sampai sedetik ia kembali berbicara, "Aku baru kembali dari arena latihan ketika golem ini sampai, dan... yah, karena kurasa pesanmu harus dibalas segera, jadi aku tak sempat bersih-bersih."

Pria berambut hitam itu tertawa kecil sambil menggaruk belakang kepalanya.

"Ah, jadi, tentang perintah Supervisor Ezekiel itu..." Sigmund memulai pembicaraannya. "Yah, kebetulan aku belum mendapatkan teman, jadi... kurasa kita terjebak bersama." Sadar bahwa ia mengatakan sesuatu yang terdengar agak menyinggung, pria swedia itu cepat-cepat menambahkan, "Ah, bukannya itu hal yang buruk, hanya saja, yah kau tahu bahwa aku kurang suka mengerjakan seluruh pekerjaan ini, kan? Dan sepertinya kali ini akan terjadi sesuatu yang besar..."

"Ah, intinya, aku belum punya teman untuk Valentine Grand Ball, jadi kita bisa pergi bersama," General satu itu kembali menunjukkan senyumnya. "... dan sejujurnya, kalau ada orang yang ingin kuajak ke Grand Ball, mungkin kaulah orangnya... jadi , umm..."

Keheningan yang agak canggung memenuhi udara ketika pria itu membuang pandangannya ke samping, meninggalkan kalimat yang menggantung.

"... kutunggu kau di Central. Ah, semoga pesan ini sampai, dan semoga kau baik-baik saja disana," Sigmund mengakhiri kalimatnya dengan buru-buru, dan segera bangun dan bergerak menuju arah golem. Tangannya hilang dari layar, dan...

KLIK!

BZZT...

...

pesan selesai

_________________
"Okay, let's just clean this mess up, I got another cleaning up to do back home."
Sigmund Völsungarson



~The 2nd Indigo: The Awkward General~
Back to top Go down
View user profile
M. Kaya Berrin
Vatican Central
avatar

Posts : 74
Umur : 24
Pemilik : Male

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin   10th July 2010, 13:52

Untuk sesaat mata Kaya terpaku pada nama subyek pengirim pesan di dalam Golem tadi sebelum sebuah senyum muncul di wajahnya yang berusaha menghilangkan ekspresi was-was muncul di sana meskipun dia tahu Jenderal Berkacamata itu tidak akan dapat melihatnya. 'Ini hanyalah sebuah pesan,' pikir Kaya sambil memejamkan mata untuk menenangkan diri sejenak selagi gambar kabur mulai terbentuk di layar Golem tersebut. Meskipun wanita Turki itu dapat menduga salah satu isi pesan itu, akan tetapi tidak biasanya dua orang Jenderal berkomunikasi dengan menggunakan Golem, kan? Terakhir kali dia berkomunikasi menggunakan Golem dengan orang lain adalah dengan Chief Supervisor yang jelas membawa kabar yang mengganjal di hati; siapa tahu pesan ini juga sama, ya, kita harus selalu siap, kan?

Akan tetapi nampaknya kewaspadaan Kaya tidak begitu diperlukan ketika dia melihat isi pesan tersebut, malahan wanita Turki itu terkikik geli ketika jeda yang canggung mengisi bagian-bagian akhir pesan tersebut setelah kedua alisnya bertaut ketika mendengar frase "terjebak bersama" yang sebenernya juga menggelitik wanita Turki itu. Meskipun begitu, itu semua hanyalah ekspresi kedok sementara karena sebenarnya wanita Turki itu cukup senang dengan balasan Jenderal yang dianggapnya senior itu, meskipun dia sadar akan usianya yang tidak memungkinkannya untuk melonjak gembira sekarang; dan karena itulah wanita Turki itu hanya tersenyum sembari merenungkan sejenak isi pesan tadi, dilanjutkan dengan apa saja yang perlu disiapkannya untuk menghadiri kedok yang diberikan si Supervisor.

'Yang pasti, gaun,' pikir Kaya sambil mengingat-ingat pakaian yang dipakainya (karena seringnya dia bepergian membuat Kaya tidak memiliki waktu untuk menyimpan salinan pakaian yang terlalu banyak), yang jelas bukanlah pakaian yang cocok untuk dipakai berpesta. Menyadari hal itu, Kaya pun segera mengambil kembali Golem hitam yang tadi diletakkannya di meja kayu di dekatnya. Tangannya dengan cepat menghapus pesan barusan, dan setelah beberapa saat, Kaya pun merekam pesan baru. Semoga saja penjahit kepercayaan Black Order tadi juga bisa menjahit gaun.


END

_________________
"My kiss worth a diamond, you know?!" Kaya stated playfully.



Benjie's 2nd Character - The Jewel Mistress
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Sponsored content




PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin   

Back to top Go down
 
[PRE-EVENT] Sigmund Völsungarson - Mine Kaya Berrin
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Kaya and her foal need help!!
» [Event] Wares for all (April 15th, 2012 - 12:00 EST / 17:00 GMT)
» Job Creation Event
» Do. Not. Panic! [Heart-Swap Event]
» Retrieve the Rose ☺ Private, Job, Kaya

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Festive Memories-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum