An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes

Go down 
AuthorMessage
Eric Maxime-Olivier



Posts : 18

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 21 tahun

PostSubject: [Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes   29th June 2010, 21:52

27 Januari 1880, 18.00
-- Infirmari --
--

Deg.

Itu suara apalagi, coba?

Eric Maxime-Olivier masihn menyangsikan bahwa itu adalah suara salju yang baru saja jatuh dari langit-langit, menghantam tanah di luar. Atau mungkin, suara tersebut adalah hasil keusilan seorang anak-anak yang melempari jendela dengan kerikil kecil. Tidak, suara-suara yang dihasilkan kerikil tidak mungkin seperti itu; harusnya lebih halus, seakan kerikil itu hanya debu di hadapan kaca-kaca markas besar.

Deg. Gulp.

Bukan, itu memang bukan suara eksternal.

Koridor infirmari diselingi dengan beberapa jendela yang membuat hati suram--atau takut. Hei, semuanya tergantung dengan keadaan, bukan? Bila memang cuaca di luar tidak jauh beda dengan cahaya yang hampir dibunuh gelap, tentu saja siapapun akan merasa suram. Hari sudah berakhir, dan bagi si pemuda yang berambut kehitaman ini, fakta tersebut tidak adil. Pasalnya, kakinya sudah terpaku di depan ruangan tersebut sejak... entahlah, lima jam lalu? Eric tidak menghitung. Yang jelas, langit masih terang saat ia sampai di sana, dengan sebuah selebaran kertas informasi mengenai Valentian Ball Event.

Acara prestis, katanya. Oh iya, dengan berakhirnya hari ini, ia selangkah lebih dekat menuju acara tersebut. Dan belum mengajak siapapun...

"Gyaaaaaa!!"

Histeris karena tidak tahu apa yang perlu ia lakukan selanjutnya. Tidak, ia tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Hanya saja, nuraninya sangsi kalau-kalau ia sendiri memang bsia melakukannya. kedua tangannya menggaruk-garuk rambut--frustrasi, tidak karuan, dan bingung. Apa yang ia tunggu, sebenarnya? Bukankah sekarang urusannya tinggal melangkah masuk ke dalam Infirmari, menghadap ke dia, kemudian meminta persetujuan agar dia bisa datang bersamanya? Tak ada; semuanya seharusnya berjalan dengan amat sangat benar.

Cuma satu miskalkulasi; Eric Maxime-Olivier bahkan tidak tahu harus berkata apa di depan dia

"Okee.... tenangkan dirimu, Max. Kau bisa melakukannya!!" Bisikan yang terdengar seperti mantera, namun memapu membuat si pemuda menegakkan kepala dengan bangga dan berani... setidaknya untuk beberapa menit ke depan. Lebih dari cukup; sekarang, ia hanya perlu berjalan masuk, mencari dia, kemudian mengatakannya--sederhana.

Lantas, kakinya pun bergerak sesuai kemauan si pemuda. Mata Eric, sayangnya, tidak melirik ke sana-mari, hanya karena fakta bahwa banyak paramedik yang tengah mengambil masa kosong mereka untuk beristirahat. Artinya? Gadis itu tidak mungkin ada di sini sekarang. Ia pasti beristirahat dengan tenang di asramanya, dan pikiran macam itulah yang membuat Eric kembali lesu--

"AH!"

--sebelum akhirnya tersadar bahwa ia tidak sendirian di Infirmari.

Wajah segera memerah seketika, memasang tampang keheranan dan kebingungan. Detik itu juga, ia tahu bunyi apa itu--itu bunyi dirinya, hasil dari tiap detak yang bisa ia dengar via telinga dalam. Jantung yang berdebar, waswas dan tidak pasti.

Takut.

Mungkin. Lucu bagaimana seorang gadis bisa membuat Eric salting. Mungkin, ini masalah harga dirinya juga? Bila ajakannya gagal hari ini, ia tidak tahu mau ditaruh di mana mukanya agar bisa disembunyikan dari hadapan Katerina Efcileithenes.

...

Oh, gadis itu yang menabraknya. Bagus sekali.

OOC: Sudah izin godmod Katerina, kepada PMnya.


Last edited by Eric Maxime-Olivier on 16th July 2010, 08:46; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Katerina Efcileisthenes

avatar

Posts : 19

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 19 y.o.

PostSubject: Re: [Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes   29th June 2010, 22:44

"Gyaaaaaa!!"

Sebuah teriakan membangunkan Kate dari lamunannya. Ah, tidak perlu menyebukan ia melamunkan apa, kan? Katerina hanya sedikit mengantuk dan karena infirmari tumben-tumbennya sepi, ia memanfaatkan waktu dengan tidur-dengan-membuka-mata atau dalam istilahnya; melamun.

Suara teriakan yang ia dengar tidak terdengar seperti suara orang mengerang menahan sakit—ia tahu, ia selalu mendengar, dan ia hafal bagaimana suaranya—bukan juga suara orang yang kaget karena suatu hal (jatuh dari tangga atau melihat tikus, misalnya?) karena teriakanya terdengar ‘terencana’ dan bukan dadakan. Kate menegakkan diri sembari merenggangkan otot yang kaku karena terlalu banyak duduk, hasilnya, ia mendengar suara ‘krek!’ pelan di tengkuknya. Kini ia merapatkan jas putihnya—seragam staff—dan melangkah menuju pintu setelah sebelumnya memastikan tidak ada siapapun dalam infirmari—bisa saja ada pasien yang ngeloyor masuk saat ia tidak menyadarinya.

Kate menghela nafas pendek, memikirkan bagaimana ia akan menasihati orang di depan infirmary karena berteriak-teriak. Mengganggu—jujur saja, terutama karena di depan infirmari. Kau tahu infirmari itu apa, kan?

“Sreg!”’ pintu tergeser dan—“Duk!” sebuah benturan pelan dari depan membuatnya secara otomatis mundur dua langkah ke belakang. Katerina mengerjap dan melihat figur pria di depannya.

“Eric?” katanya, setelah beberapa detik. Ia sedang agak blank jadi—maaf. “Ada perlu apa? Kau terluka?” matanya mengamati sekujur tubuh pria di depannya kalau-kalau ada luka di sana, tapi sepertinya tidak ada.

Secara tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Apa itu kau yang tadi berteriak?”


Sori aneh, lama ga RP pake Kate -_-a
Back to top Go down
View user profile
Eric Maxime-Olivier



Posts : 18

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 21 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes   2nd July 2010, 06:01

What?

Demi Tuhan yang mungkin tengah tertawa terpingkal-pingkal karena dirinya yang hanya bisa membatu karena baru saja ditabrak gadis itu, Eric Maxime-Olivier tidak terlalu suka dengan bagaimana segalanya berjalan tidak sesuai dengan rencananya. Sekarang, bukannya dengan lancar masuk ke dalam infirmari dan menyapa si gadis, ia harus ditabrak olehnya (meskipun tak sengaja).

Bagaimana itu membuatnya? Speechless.

“Ada perlu apa? Kau terluka?”


Awalnya si pemuda hanya menggagap; mulutnya buka-tutup namun tak ada suara yang keluar. Eric yang berpikir? Ini mungkin bentuk malapetaka cabang sentral; bagaimanapun juga, pemuda ini diciptakan agar selalu bisa beraksi secara cepat, tanpa pikir panjang, dan--terkadang--impulsif namun meyakinkan.

"Ngg--nggak, tak terluka atau--"

“Apa itu kau yang tadi berteriak?”

...

Katerina, tidak bisakah kau melihat bahwa pemuda ini berusaha keras untuk menjawab perkataanmu, namun tidak mampu? Lihat saja bagaimana tangannya menggaruk-garuk kepalanya (yang sudah cukup jabrik), mata hitamnya yang tampak tidak pasti memandang ke sana kemari karena bingung mau berkata apa? Belum lagi, si gadis memunculkan satu topik yang akan menyudutkannya ke posisi bersalah.

Eric tahu bahwa apa yang ia lakukan--refleksif atau tidak--adalah salah.

Hanya menyengir kecil dengan agak malu-malu (atau merasa tidak enak), pemuda itu mengangguk; sebuah pernyataan bisu bahwa ia salah. Yah, memangnya ada orang lain di koridor yang bisa disalahkan? Eric sudah melihat sekelilingnya kok, dan ia tidak melihat siapapun berlalu di depan infirmari--minggu-minggu orang tidak sakit.

Lagipula, menaruh kesalahannya pada orang lain bukan hobinya.
Back to top Go down
View user profile
Katerina Efcileisthenes

avatar

Posts : 19

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 19 y.o.

PostSubject: Re: [Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes   12th July 2010, 16:42

Katerina mendesah, meski bibirnya menyunggingkan senyuman dan iris harlequin miliknya tampak terkunci pada sosok pria di depannya. Ia mengangguk paham atas jawaban canggung Eric Maxime-Oliver dan mau tidak mau menerimanya. Meski baru beberapa kali bertemu, ia cukup menangkap spontanitas yang selalu dibawa oleh pria asal Prancis tersebut.

“Ayo masuk,” ujarnya, membukakan pintu infirmari lebih lebar untuk Eric, memperlihatkan nyaris keseluruhan isi di dalamnya. Ia sendiri melangkah ke samping pintu, memberikan jalan bagi sang Finder untuk memasuki ruangan. Karena sedang tidak ada pasien sekarang, tampaknya tidak masalah, kan? Lagipula Katerina yakin Eric bukan tipe yang mengganggu sekalipun ada pasien dadakan.

Katerina meraih mejanya, “teh atau kopi?” tanyanya, berdiri sebelah mejanya sendiri dengan dua cangkir yang selalu ia sediakan, serta dua ketel yang masing-masing berisi the dan kopi. Kopi untuk dirinya dan teh untuk pasien—karena orang yang terkena mag atau masuk angin biasa membutuhkannya.
Back to top Go down
View user profile
Eric Maxime-Olivier



Posts : 18

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 21 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes   12th July 2010, 23:48

Eric bisa mendengar bagaimana Katerina mendesah. Nada yang keluar dari bibir wanita itu terlalu sulit untuk dilewatkan. Hei, ia berdiri tidak lebih dari satu meter darinya. Eric, dilatih menjadi Finder yang sigap, berbakti, dan tanggap kapan saja, harus bisa peka terhadap suara kecil, harus memiliki mental lapangan untuk bisa bertahan hidup di luar sana, bukan?

Sebenarnya cukup ajaib; perannya sebagai seorang Finder bukanlah sebuah peran yang bisa diemban dengan sebuah senyuman pada wajah... ataupun keceriaan seterang matahari.

“Ayo masuk,”

Masih agak enggan--karena malu dengan apa yang baru saja ia lakukan tadi?--, matanya menatap Katerina dengan agak pasrah; sedikit dibumbui dengan bumbu harapan, bila ia ingin jujur. Kate tidak marah padanya, ya? Berarti rencananya tidak sepenuhnya gagal hanya karena tindakan refleksif tak berdasar itu, bukan?

Tapi, daripada harus perlahan membeku di luar ruangan...

Eric mengangguk, menyerah pada hawa musim dingin yang mungkin akan membuatnya terpaku kaku di depan sana. Daripada harus kena frostbite, lebih baik masuk ke dalam dan... entahlah, pemuda ini belum memikirkannya. Kakinya melangkah masuk, membawa tubuh untuk bisa merasakan hangatnya infirmari bahkan dalam keadaan musim yang tidak berbelas kasihan ini.

Sepi. Putihnya infirmari kini ditemani dengan kesunyian karena kurangnya pasien. Setiap kali pemuda ini melihat pemandangan tersebut, ada sesuatu dalam dirinya yang ingin berteriak, memukul-mukul meja terdekat untuk membuat irama--apa saja, asalkan ia tahu bahwa semua kegiatannya membuah gaduh. Adapun hal yang paling tidak ia sukai adalah kesunyian, ditambah dengan hawa kosong yang menempel pada ruang tersebut--

“teh atau kopi?”

--kemudian kepalanya berpaling dari interior infirmari. Matanya terkunci pada Kate, dan lidahnya terasa kaku. Lagi.

"T-teh sepertinya bagus--"

Bibir yang tergigit, mata yang segera memutuskan kontak, dan batin yang sadar bahwa cepat atau lambat ia harus memutuskan urat malunya di depan gadis ini, kemudian mengatakan apa yang perlu ia katakan setelah melihat selembar pengumuman di ruang Departemen Komunikasi.
Back to top Go down
View user profile
Katerina Efcileisthenes

avatar

Posts : 19

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 19 y.o.

PostSubject: Re: [Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes   18th July 2010, 09:33

Sebenarnya kejadian Eric Maxime-Oliver berteriak-teriak liar di koridor depan infirmary tidak terlalu mengganggu pkirannya. Kenapa harus mengganggu? Minimal tidak ada orang yang terganggu karena apa yang dilakukan si pemuda finder, jadi toh tidak ada masalah, kan? Untuk sekarang; ya. Namun Katerina sendiri secara pribadi merasa agak—penasaran. Apakah otaknya terbentur hingga ia berteriak-teriak tanpa alasan yang khusus?

“Silakan,” ujarnya setelah menuangkan teh hangat dari dalam ketel ke cangkir yang ia sediakan. Semoga teh itu bisa membantu. Bukan teh herbal, tapi minimal bisa menenangkan—semoga. Meletakkan cangkir teh di atas meja kerja, di depan Eric lalu mengambil kursi dan duduk. Meja kerja kadang memang difungsikan sebagai tempat makan, meja minum the seperti sekarang. Tidak ada salahnya, kan?

Katerina mennyesap tehnya.

“Jadi, kenapa kau berteriak-teriak—tadi?” tanyanya tenang dengan senyum hangat di wajahnya; sangat berharap bukan jawaban terbentur-dengan-batu-saat-misi yang keluar.
Back to top Go down
View user profile
Eric Maxime-Olivier



Posts : 18

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 21 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes   30th July 2010, 08:35

Ahahaha. Mampuslah dia.

Maksudnya, teriakannya tadi tidak ada sangkut pautnya dengan seorang yang sakit, hingga akhirnya perlu dibawa ke infrimari agar mendapat pertolongan secepatnya. Jadi, mau memberikan alasan semacam itu pun juga percuma. Lagipula, bila ia mengatakan itu pada Katerina sekarang, teman macam apa dia? Kebohongan bukan sesuatu yang bisa ditolerir.

Tapi bila jujur di sini, Eric bisa membayangkan penolakan yang akan dilayangkan padanya--

Pemuda berambut hitam tersebut terbatuk keras. Penolakan memang bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Namun, bila ini artinya adalah bersikap jujur, lebih baik ia katakan. Katerina Efcileisthenes setidaknya berhak atas itu.

"Um, itu..." tangannya perlahan bermain dengan bibir gelas, sementara matanya tidak berani memandang Katerina. Di mana keberaniannya dan sikap lepas itu ketika berada di hadapan gadis ini sih? Belum lagi, mereka hanya berdua! ...atau mungkin, itulah akar permasalahan mengapa ia tidak bisa berbicara dengan lancar, dan hanya mencuri-curi lihat dari sudut matanya.

Demi Tuhan, bila ia terus begini, maksudnya tidak akan sampai!

Gulp. Here it goes...

"Maukahkaupergibersamaku--" pemuda tersebut menahan napasnya. Sekarang, mukanya mendogak. Sepasang mata, menatap balik mata biru si gadis, dan bibir yang terkatup cepat-cepat menutup.

Terbatuk lagi--

"--ke.. Valentine Grand Ball?"

--kemudian melirik ke arah lain; ke manapun asal bukan ke Katerina. Tangannya menggaruk-garuk lagi kepala, pertanda kebingungan mau berkata apa. Eric Maxime-Olivier jarang mengajak seorang wanita, apalagi untuk urusan formal macam itu.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes   

Back to top Go down
 
[Pre-Event] Eric Maxime-Olivier - Katerina Efcileisthenes
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum