An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [Pre-Event] Kynan A. Crawford - Fucshia Scarlet

Go down 
AuthorMessage
Kynan A. Crawford

avatar

Posts : 13

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 y/o

PostSubject: [Pre-Event] Kynan A. Crawford - Fucshia Scarlet    1st July 2010, 11:57

Perpustakaan
10a.m





"...."

TUK!

TUK!

PLETAK!

Tak ada kerjaan dia, iseng sekali memainkan peralatan tulis miliknya. Menghela nafas untuk kesekian kalinya, ia—bingung sungguh. Sederhana saja acara pesta dansa akan dimulai sebentar lagi sementara pasangan yang ia inginkan dapat bersamanya—berbeda cabang darinya. Mendesah, sulit mengirimkan pesan dengan batasan masing-masing pusat cabang yang berbeda-beda seperti ini. Bukan berarti ia juga sangat menginginkan dapat pergi ke pesta dansa tersebut. Hanya saja hanya kesempatan ini ia dapat kembali bertemu dengannya kan? Maksudnya berbincang dengannya juga karena semenjak misi ketika itu ia tak mempunyai ide untuk mengontaknya dengan alasan macam apa.

Namun sayang sekali.

Dirinya bukan tipe pemuda yang dapat dengan gamblang mengutarakan isi hatinya. Kertas di hadapannya masih jelas kosong melompong, belum tahu harus mengisinya dengan kalimat macam apa. Kalau saja mesin waktu sudah dapat diciptakan ia akan dengan mudah menyerahkan pesan ini langsung pada si dia di cabang Eropa sana. Ta-tapi jika begitu Kynan malah langsung berhadapan dengan gadis itu dan akan membuatnya semakin gugup eh? Meletakkan kepalanya putus asa di atas meja yang tengah didudukinya. Ia sungguh pengecut.

Hanya berawal dari sebuah kesukaan yang sama—buku. Mu-mungkin ia bisa mengambil topik itu terlebih dahulu sebagai pembuka? Ough sudahlah, ia harus mengirimkan pesan ini secepatnya karena dengan sistem telegram pun tak akan mungkin langsung sampai dalam dua hingga tiga jam kan? Menggores kertas di hadapannya. Apapun tanggapannya ia hanya bisa pasrah. Selanjutnya—mengirim dalam bentuk telegram pada staff bagian diplomatik dan komunikasi kan? Beranjak berdiri untuk menuju bagian tersebut.

Apapun hasilnya yang penting ia sudah mencoba.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet

avatar

Posts : 166
Pemilik : Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [Pre-Event] Kynan A. Crawford - Fucshia Scarlet    1st July 2010, 13:29

Central Section Diplomatic & Communication Office
Tomorrow, 04.00 PM

Tugas Fuchsia hari ini jadi lebih cepat selesai daripada biasanya. Ya, bukan berarti si kuncir kepang terlampau sering diberi tumpukan dokumen tebal, sih. Terkadang sesekali diberi dokumen yang sedikit, juga, tapi hal itu termasuk jarang dalam kehidupan Fuchsia selama di Black Order. Biasanya dia kembali ke kantor untuk mengembalikan dokumen ketika kisaran tengah malam, tapi sekarang sore sudah bisa dikumpulkan.

Biasanya Fuchsia akan mengumpat bahwa para staff yang berkedudukan di atasnya itu memang tidak niat menyerahkan pekerjaan padanya, atas dasar usia sang dara yang menjelang usia 13 tahun. Tapi untuk kali ini, alasannya sangat jauh berbeda. Pengunguman tempo hari dari Tuan Supervisor itu pasti alasannya, tak perlu diragukan lagi. Tak heran kalau pekerjaan sebagian ditahan dulu untuk persiapan pesta. Paling banyak juga surat-surat telegram yang berseliweran sana-sini daripada naskah terjemahan. Maaf saja, Fuchsia tidak tertarik dengan kode-kode. Jadi tidak akan berminat untuk menambah pekerjaan menerjemahkan telegram.

Selesai menyerahkan tumpukan dokumen pada leader, gadis itu melangkahkan kakinya untuk kembali ke perpustakaan. Dia tidak tertarik untuk menyibukkan diri akan pesta tersebut. Selain memang tidak memiliki pasangan, Fuchsia lebih memilih membaca buku buku di perpustakaan saja daripada ikut pesta tidak penting begitu. Kalau nantinya memang wajib, lebih baik ikut lowongan jadi pelayan, beres ‘kan?

Baru saja hendak keluar dari kantor, seorang staff yang biasa mengirim telegram datang kepadanya, “Scarlet, ada telegram untukmu,”

Fuchsia menghentikan langkahnya, menoleh ke arah staff itu. Pandangannya jelas dingin dan tidak percaya. Tentu saja, siapa yang mau mengirimkan telegram pada gadis seperti dirinya? Dia tidak memiliki teman yang spesifik. Bahkan dari markas Black Order sendiri sekalipun, setidaknya baginya begitu. Ada jeda sebelum merespon staff yang kini mengulurkan surat yang dipenuhi kode morse tersebut. Akh, Fuchsia malas memecahkan sandi! Lagipula juga bukan surat penting yang harus dibacanya sendiri ‘kan?

“Bisa tolong terjemahkan untukku?” Tanya Fuchsia dingin sembari akhirnya membatalkan meneruskan perjalanan kembali ke perpustakaan. Sebuah anggukan staff meyakinkan sang dara untuk mengikuti ke tempat kerja staff tersebut. Ah, harusnya dia membawa serta buku yang sedang dibacanya, ya? Habisnya masih menunggu, sih. Dan menunggu itu membosankan.

Syukurlah tidak perlu waktu lama untuk menerjemahkan telegram untuk Fuchsia. Mungkin bisa dihitung menit sampai akhirnya hasil terjemahan diberikan padanya. Walau begitu, tetap saja wajah Fuchsia menekuk bosan, seperti menunggu berjam-jam. Sepertinya jeda ketika menerjemahkan membuatnya jadi penasaran juga siapa yang mengirimkan telegram untuknya dan apa isinya, cukup membuatnya menjadi tidak sabaran.

Setelah mengambil telegram yang telah berisi susunan alphabet, Fuchsia memilih untuk duduk di meja kantor miliknya yang sudah lama tidak dia tempati —terlalu sering mengerjakan segala sesuatu di dalam perpustakaan. Barulah iris sang dara membacanya dengan hati-hati.

Quote :
Um, hai Scarlet. Lama tidak bertemu. Masih berkutat dengan buku? Err, kali ini tengah membaca buku apa?

Kynan Crawford

Kynan… Crawfrod? Siapa?
Fuchsia mengeriyit heran mendapati isinya tentang perhatian tentang buku yang sedang dia baca. Dia memejamkan matanya sejenak, mengumpulkan serpihan memori yang banyak terpecah dan hilang. Setidaknya sosok yang dia ingat di dalam markas Black Order tidak begitu banyak. Bahkan nona pengirim telegram tadi juga hanya dia ingat sekelebat saja saat momen itu saja.

Kynan… Kynan… Crawford… Crawford… Kynan Crawford… ehum…

“OH!” Dalam sekejap, Fuchsia kembali membuka matanya, menemukan sosok dalam bayangan memorinya yang memiliki nama tersebut. Tentu saja, Kynan Crawford, Exorcist asal Amerika yang dulu pernah singgah kemari. Fuchsia sempat mengobrol dengannya saat itu. Pertemuan mereka tidak diselingi timpukan buku maupun ucapan ketus —err… masalah cara bicara itu tentu saja terjadi di awal-awal pertemuan, hanya masalah kebiasaan. Sebaliknya, Fuchsia antusias sekali ketika mendengar pemuda itu bercerita tentang buku-buku yang dibacanya. Memang bukan sejenis kisah dongeng kesukaannya, tapi cukup membuat sang dara kagum. Dan selama beberapa hari membuat gadis itu cukup tertarik membaca buku yang berbeda dengan biasanya. Walau sayangnya hanya bertahan beberapa hari, kemudian terlupakan bersama dengan memori orang yang benar-benar menyukai buku itu.

Tak disangka, sekarang Crawford mengirimkan telegram untuknya dengan isi yang sebenarnya tidak terlalu… penting. Ah, tapi Fuchsia tidak membuangnya di tempat sampah, kok. Malah tertarik untuk membalasnya. Yeah, tidak lain dan tidak bukan karena Fuchsia sangat suka menceritakan tentang buku-buku yang tengah dibacanya. Kalau topik lain? Sudah pasti sudah diabaikannya.

Quote :
Crawford, bagaimana kabarmu di sana? Tidak mengalami luka karena misi bukan?

Tentu saja aku masih membaca buku. Kau tahu kisah “Cinderella”? Aku sudah berkali-kali membaca kisah itu, tapi tidak pernah bosan untuk terus membacanya. Benar-benar bagus! Aku sarankan kau untuk membacanya. Serius!

Eh, ada apa tiba-tiba kau kirim telegram padaku? Jangan bilang kalau hanya sekedar menanyakan buku!

Fuchsia Scarlet



Fuchsia membacanya berkali-kali sebelum akhirnya (terpaksa) diubah dalam sandi morse dan mengirimkannya. Terlalu panjang, ya? Biarkan saja, deh. Oh ya, baris terakhir itu serius ngomong-ngomong. Fuchsia harap jawaban atas telegramnya tidak mengecewakannya. Lagipula untuk apa hanya tanya buku yang dibacanya lewat telegram? Kurang kerjaan.





OOC:
- Sudah mendapat izin posting telegram milik Kynan Crowford
- Isi telegram dianggap sudah diterjemahkan dari kode morse ke huruf biasa begitu pula sebaliknya




Last edited by Fuchsia Scarlet on 1st July 2010, 17:33; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Kynan A. Crawford

avatar

Posts : 13

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 y/o

PostSubject: Re: [Pre-Event] Kynan A. Crawford - Fucshia Scarlet    1st July 2010, 17:02

Ruang Rekreasi Cabang Amerika Utara-Selatan
Two days later, 7.pm




(sigh)

Membolak-balik halaman per halaman buku yang tengah ia baca. Rasanya tidak tenang, bahkan kebiasaan yang sudah terbiasa ia lakukan ini saja seakan tak dapat membuatnya menghilangkan rasa gelisah ini. Ia tahu telegram tak mudah dikirimkan langsung dalam hanya beberapa jam saja, tapi—dua hari menunggu itu cukup lama baginya. Berbagai macam pikiran negatif sempat melandanya seperti apakah gadis itu sudah melupakannya sekarang, atau bahkan telegram yang dikirim tidak sampai karena adanya faktor kejadian tertentu yang menghambat atau telegram tersebut sebenarnya sudah sampai namun karena dianggap tidak penting... telegram itu dirobek dan dilupakan. Membuatnya pundung sesaat, merebahkan kepalanya pada sandaran salah satu sofa yang tengah ia duduki sekarang ini.

Apa memang tidak bisa ya?

Meletakkan buku yang sama sekali tak dapat membuatnya merasa sedikit lebih baik tersebut di samping tempatnya berada. Ah apa sebaiknya ia kembali memeriksa bagian staff yang membantunya mengirim telegram tersebut untuk medapatkan hasil atau tidaknya. Ragu-ragu, kalau tidak ada seperti yang terjadi sebelumnya bagaimana? Seperti orang bodoh saja selalu bolak-balik di tempat yang sama hanya untuk menanyakan telegram yang dikirimkan. Dan uh, mengingat ia sama sekali tidak mengerti apa itu kode morse, dirinya terpaksa harus meminta bantuan pada staff bagian tersebut kan? Agak—memalukan rasanya. Terlebih ketika mendapati mereka tersenyum kecil ketika dua hari yang lalu ia mengirimkan pesan tersebut. Uh jangan begitu dong, ia sendiri membutuhkan waktu empat jam di perpustakaan hanya untuk mengirim pesan macam itu.

(sigh)

Lagipula hei, kau tidak lolicom kan Kynan? Sepertinya usia mereka tak begitu jauh, yang ia ketahui selama ini hanya, gadis tersebut menyukai buku dan secara kebetulan ia sendiri menyukai hal yang sama. Misi yang pernah ia lakukan membuatnya bertemu dengan gadis tersebut, berbagi cerita seputar topik tersebut hingga ia sendiri merekomendasikan beberapa buku padanya. Tidak penting eh? Hampir melupakan semua kejadian tersebut karena kesibukan setelahnya. Namun dalam keadaan tak ada misi sama sekali seperti ini—terutama karena semua sibuk menyiapkan pesta pastinya. Ia kembali teringat hal tersebut.

.....

Mungkin lebih baik ia pergi sekarang, mencoba tidak ada salahnya kan? Mendapati hari sudah cukup malam, semoga saja masih ada staff yang tersisa disana.

oOOo

"Err, permisi?", mengetuk pintu bagian ruangan tersebut. Syukurlah masih terdapat beberapa sosok disana. Hendak kembali menanyakan apakah sudah ada telegram balasan yang datang. Namun tentu saja, karena begitu seringnya ia berjalan kesini hanya untuk menanyakan hal tersebut, tanpa berkata apa-apa sama sekali salah seorang staff memberikan sebuah telegram dengan cengiran jahil di wajahnya. U-uh, apa maksudnya seringai itu? Tapi dirinya tak mempedulikan hal tersebut karena mendapati hal yang ia risaukan sejak mengirim telegram yang pertama. Sedikit bantuan untuk menerjemahkannya.

Memalukan.

Quote :
Crawford, bagaimana kabarmu di sana? Tidak mengalami luka karena misi bukan?

Tentu saja aku masih membaca buku. Kau tahu kisah “Cinderella”? Aku sudah berkali-kali membaca kisah itu, tapi tidak pernah bosan untuk terus membacanya. Benar-benar bagus! Aku sarankan kau untuk membacanya. Serius!

Eh, ada apa tiba-tiba kau kirim telegram padaku? Jangan bilang kalau hanya sekedar menanyakan buku!

Fuchsia Scarlet

Tersenyum kecil membacanya, walau ketika menyadari staff bagian Diplomatik dan Komunikasi masih melihatnya ia segera melangkah pergi dari situ terburu-buru setelah mengucapkan terima kasih dengan semburat merah tidak jelas di wajahnya. Da-dasar bodoh dia. Kembali memasuki ruang rekreasi, memastikan dirinya berada di salah satu pojok ruangan untuk membalas telegram tersebut. Cinderella huh? Seperti biasa gadis itu memang menyukai buku berbau dongeng. Namun bagian akhirnya itu, eh—memang cukup konyol mengirim surat hanya untuk bertanya tentang buku. Duh, tak mungkin juga sengaja memindah-mindahkan topik dengan jangkauan telegram yang bisa membuat hari menuju pesta dansa semakin dekat.

Apa boleh buat eh?

Quote :
Aku baik-baik saja disini, untungnya. Kau sendiri baik-baik saja kan, Scarlet?

Ah ya, aku pernah mendengar buku itu memang, tapi hanya sedikit dan belum mencoba membacanya, mungkin lain kali aku jika pergi ke kota aku akan membelinya. Terima kasih Scarlet.

Eh err, bukan hanya mengenai buku sih. Tapi umm, pesta dansa Vallentine nanti—kau sudah mempunyai pasangan? E-eh, aku hanya bertanya saja sih. Salam untuk kawan cabang Eropa lainnya.

Kynan Crawford

Merona tanpa sebab.

Benarkah harus menanyakan hal ini? Ah, ia harus pasrah ditertawai staff bagian Diplomatik dan Komunikasi karena mengirim telegram seperti ini nanti. Tabahlah. Dan beranjak berdiri untuk mengirim telegram balasan tersebut.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [Pre-Event] Kynan A. Crawford - Fucshia Scarlet    

Back to top Go down
 
[Pre-Event] Kynan A. Crawford - Fucshia Scarlet
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» [Event] Wares for all (April 15th, 2012 - 12:00 EST / 17:00 GMT)
» Scarlet Shy
» Anira Wetherford (Scarlet Blaze)
» Do. Not. Panic! [Heart-Swap Event]
» [Event] Treasure island?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com