An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [AMERICA] Tea Late at Night

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Tristan Agthoven



Posts : 17
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19 tahun

PostSubject: [AMERICA] Tea Late at Night   22nd August 2010, 17:42

1 Februari 1880


Larut malam di kafetaria. Saat ini usai makan malam. Tristan baru saja selesai mencuci semua peralatan masaknya. Hari ini cukup sibuk. Tampaknya orang-orang makan dengan lahap hari ini. Apa mungkin karena cuaca yang cukup dingin atau karena orang-orang lelah membicarakan peristiwa yang akan dilangsungkan di Inggris?

Yah, sudahlah. Bukan urusannya juga. Yang terpenting adalah semua tugasnya telah ia laksanakan. Tristan melepaskan celemek yang melilit pingganya dan menggantungnya di dinding. Ia melirik tempat penyimpanan makanan. Sebenarnya ia ingin memasak sesuatu yang hangat untuk dirinya. Ya, anggaplah sebagai kompensasi atas pekerjaannya yang lebih banyak daripada biasanya hari ini. Ia menengok ke arah kafetaria, dan di sana tidak ada siapa-siapa. Memangnya siapa yang mau datang malam-malam begini? Ini kan sudah lewat jam makan.

Tidak ada salahnya sedikit bersenang-senang, pikir Tristan dalam hati. Ia menyambar kembali celemeknya dan mengambil bahan-bahan yang akan diperlukannya untuk menu istimewanya larut malam itu.

Quote :

1 tablespoon herbes de provence
1/2 teaspoon lavender flowers
1 pinch white pepper
8 ounce cream cheese
Ham, thinly sliced
Bread, crust removed

Untunglah masih ada roti yang bisa ia gunakan. Sebotol lavender pun bisa ia temukan di gudang persediaan yang lokasinya berdekatan. Makanan yang akan ia buat tentu saja tidak hangat, tapi ini adalah makanan ringan yang tepat untuk jadi teman minuman hangat yang ingin ia buat.

"Baiklah, sekarang saatnya bersenang-senang, senandungnya riang.

____________________________________________________________________

OOC : terbuka untuk umum, silakan reply setelah Keith memberikan reply pertama.
Back to top Go down
View user profile
Keith Warringstate



Posts : 34
Umur : 26
Pemilik : kisui

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   23rd August 2010, 21:19

Steam Powered Train. Buku yang menceritakan tentang cara kerja sebuah kereta uap telah menarik perhatian Keith. Tampaknya buku itu telah mencuri perhatian Keith selama beberapa jam. Sampai akhirnya keasikan Keith tiba-tiba berhenti, tampaknya tubuh Keith sudah tiba bisa menahan rasa lapar setelah berjam-jam membaca buku. Tampaknya aku melewatkan makan siang, pikir Keith. Keith-pun menutup bukunya dan mulai berjalan keluar dari perpustakaan. Tampaknya hari sudah sangat larut melihat tak seorang pun berjalan melewatinya. Dan juga makan malam.

Bukan hal yang aneh bagi Ketih melewatkan waktu makannya karena membaca buku. Sudah berkali-kali hal ini terjadi. Dan mungkin Keith mulai terbiasa dengan hal ini. Tetapi untuk kali ini, Keith merasa sangat lapar. Ia tahu tampaknya sudah bukan waktu makan lagi, tetapi keadaan tubuh Keith berhasil menariknya kearah kafetaria.

Hmm, mungkin tak ada salahnya menggunakan sedikit bahan-bahan yang ada untuk kudapan, pikir Keith.

Ya, saat ini Keith belum tepikir konsekuensi yang akan ia terima bila ia menggunakan bahan-bahan tanpa izin, tetapi pikirannya saat ini hanya bisa melayang ke arah perutnya yang kosong. Keith pun mempercepat langkahnya kearah kafetaria. Sesampainya ia disana yang ia lihat hanyalah meja dan kursi. Keith mulai memikirkan masakan apa saja yang akan ia buat, sampai ia mendengar suara seseorang di dapur. Keith melihat sesosok pria berambut coklat dan tampaknya pria tersebut dapat mengakhiri penderitaan Keith.

_________________
"You thought you are lucky? You really should think again."
-Keith Warringstate-
Back to top Go down
View user profile
Tristan Agthoven



Posts : 17
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   26th August 2010, 09:05

Suara langkah kaki.

Tristan tahu itu suara langkah kaki. Bilang bahwa pendengarannya peka, tapi bukan itu alasannya ia dapat dengan mudah menyadari keberadaan seseorang. "Jangan biarkan seorang pun mendengarmu jika kau tidak ingin ia tahu keberadaanmu," pesan ayahnya dulu. Dan menurut ayahnya, itu juga adalah pesan yang ditinggalkan ibu Tristan untuknya. Makanya, lebih mudah bagi Tristan mendengar suara yang orang lain buat daripada membuat orang lain mendengar suara yang ia buat.

Tristan membalikkan tubuhnya. Tangannya memegang mangkuk dan pengaduk yang sedang ia gunakan. Ya, ia sedang membuat krim lavender untuk dioleskan di atas roti nantinya.

"Ah, Tuan Warringstate, apa yang sedang Anda kerjakan di sini?" tanyanya ramah.

Tristan tentu saja tidak mau berpikiran buruk tentang seorang Jenderal, hanya saja... Apa yang ingin seorang Jenderal lakukan di dapur malm-malam begini?


__________________________________

OOC: asli WB abisss.. Sad(
Back to top Go down
View user profile
Keith Warringstate



Posts : 34
Umur : 26
Pemilik : kisui

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   5th September 2010, 21:07

Sesosok pria terlihat oleh Keith. Pria yang sedang memegang mangkuk dan pengaduk itu tampak tidak asing bagi Keith. Aroma lavender yang pekat tercium oleh Keith dan aroma tersebut membuatnya teringat dengan ladang lavender yang pernah ia kunjungi dan di tempat tersebut ia sempat mencoba salah satu madu terbaik yang pernah Keith cicipi. Aroma manis tersebut menggugah selera makan Keith, dan tampaknya aroma tersebut membuat Keith sedikit melupakan orang yang berada di depannya tersebut.

”Ah, Tuan Warringstate, apa yang sedang Anda kerjakan di sini?”

Keith memang tidak dalam keadaan sadar sepenuhnya, tetapi Keith cukup sadar untuk menjawab pertanyaan tersebut tanpa terkejut.

“Tristan, kebetulan sekali. Sebenarnya aku sedang agak sulit tidur dan mungkin sedikit minuman hangat dapat membantuku. Tentu tidak ada salahnya bila seseorang menginginkan sedikit teh, bukan?”

Sebenarnya Keith menginginkan lebih dari sekedar teh, tapi tidak mungkin kan Keith berkata bahwa ia akan menggunakan persediaan makanan dalam jumlah yang cukup besar.

”Yah, mungkin kamu bisa membuatkanku sedikit minuman hangat?”

Melihat sifat Tristan tampaknya permintaan Keith tidak akan ditolak, lagipula tidak mungkin kan permintaan seorang Jenderal ditolak tanpa alasan yang jelas.

_________________
"You thought you are lucky? You really should think again."
-Keith Warringstate-
Back to top Go down
View user profile
Tristan Agthoven



Posts : 17
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   22nd September 2010, 13:36

Dasar General. Ya, mereka memang sering kali berada di luar markas, hidup tidak teratur dan seenaknya.

“Tristan, kebetulan sekali. Sebenarnya aku sedang agak sulit tidur dan mungkin sedikit minuman hangat dapat membantuku. Tentu tidak ada salahnya bila seseorang menginginkan sedikit teh, bukan? Yah, mungkin kamu bisa membuatkanku sedikit minuman hangat?”


Minta teh? Itu masih lebih baik daripada minta makanan yang lebih rumit misalnya.

"Tentu tidak salah, General. Saya akan buatkan sedikit teh untuk Anda kalau Anda mau menunggu. Tapi, karena saya belum selesai dengan krim lavender ini, mungkin Anda bisa membuat teh Anda sendiri jika ingin mendapatkannya lebih cepat."

Tristan tentu saja tidak akan membiarkan General yang doyan makanan enak ini hanya menikmati teh. Bukankah teh lebih enak dinikmati dengan sedikit kudapan? Namun mungkin lebih baik tidak mengatakan hal itu sekarang.

Tristan tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Semoga sandwichnya cukup untuk dua orang, senyumnya nakal.
Back to top Go down
View user profile
Keith Warringstate



Posts : 34
Umur : 26
Pemilik : kisui

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   19th October 2010, 21:17

Keith menghela nafas, dasar anak muda jaman sekarang. Bisa-bisanya menolak permintaan orang yang berpangkat lebih tinggi sambil tersenyum-senyum.

Ya, sudahlah. Bukankah ini kesempatan bagus untuk melihat-lihat dan menggunakan bahan-bahan yang ada di gudang makanan. Tidak ada salahnya bereksperimen. Keith tersenyum tanpa memikirkan resiko pemotongan gaji yang mungkin akan diberikan kepadanya dan Tristan bila ia membuat berantakan dapur.

"Baiklah, aku akan mengambil bahan-bahan di gudang terlebih dahulu." Kata Keith sambil tersenyum.

Keith segera berjalan cepat ke arah gudang sambil memikirkan bahan-bahan makanan apa yang akan ia gunakan.

Beragam jenis bahan makanan tersedia di gudang dan tampaknya hal tersebut sama sekali tidak membantu menghilangkan rasa lapar di perut Keith. Dan tentu saja kadang rasa lapar yang berlebihan dapat membuat manusia melakukan hal-hal aneh.

Hmm, bahan untuk membuat teh ya. Beberapa daun teh, sedikit lemon dan madu. Tunggu sebaiknya kuganti lemon dengan ceri saja, dan juga sebagai pengganti madu bagaimana kalau kugunakan gula merah. Aroma harum dari daun mint juga dapat memperkuat rasa. Dan sebagai makanan pendamping roti tawar sebagai dasar, cream cheese dan mangga sebagai krim, tomat sebagai sayur pendamping dan sebagai isinya daging ayam asap ditambah bubuk kare sebagai penguat rasa.

Keith segera mengambil bahan-bahan tersebut. Dan juga beberapa buah apel sudah berada dalam gigitannya. Keith kembali kedapur sambil membawa bahan-bahan dan mengunyah apel tersebut.

_________________
"You thought you are lucky? You really should think again."
-Keith Warringstate-
Back to top Go down
View user profile
Tristan Agthoven



Posts : 17
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   27th October 2010, 10:56

"Baiklah, aku akan mengambil bahan-bahan di gudang terlebih dahulu."

Tristan langsung spontan menengok ke arah Keith. Gudang?

"Tapi, General..," ujarnya.

Terlambat. Keith sudah menghilang melalui pintu yang menuju ke gudang. Tristan menghela nafas panjang dan kembali berfokus pada pekerjaannya : Lavender sandwich. Krimnya kini sudah hampoir selesai dibuat, dan Tristan beranjak mengambil roti dan ham yang sudah disiapkannya.

Semoga General Warringstate tidak berbuat macam-macam di gudang.

Seolah menjawab doa Tristan, pintu terbuka. Keith masuk, membawa seisi pasar di tangannya. Seolah belum cukup, di mulutnya Keith mengunyah sebuah apel yang tampak begitu lezat. Masalahnya, apel itu didatangkan dari Eropa untuk desert besok malam. Untung dia cuma ambil sedikit.

"General, tampaknya Anda membawa banyak sekali bahan makanan dari gudang hanya untuk membuat segelas atau dua gelas teh, padahal saya tadinya mau bilang bahwa daun teh sudah tersedia di dapur."

Cepatlah makan, cepatlah minum, dan cepatlah membantu membereskan tempat ini, atau setidaknya menyingkir
Back to top Go down
View user profile
Keith Warringstate



Posts : 34
Umur : 26
Pemilik : kisui

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   24th November 2010, 21:34

Keith membuka pintu dan masuk ke dapur, sambil membawa brang-barang
yang akan dijadikannya menu makan malam, dan tampaknya kembalinya Keith
membuat seseorang cukup kaget, orang yang telah menunggunya di dapur.

"General, tampaknya Anda membawa banyak sekali bahan makanan dari gudang hanya untuk membuat segelas atau dua gelas teh, padahal saya tadinya mau bilang bahwa daun teh sudah tersedia di dapur."

Banyak? Keith sama sekali tidak berpikir bahan-bahan yang dibawanya banyak. Lagipula seorang pria besar membutuhkan gizi yang besar juga. Lagipula ini jatah untuk dua orang, tidak mungkin kan dua orang pria hanya makan sepotong sandwich.

"Yah, tidak ada salahnya menambah sedikit bahan bukan? Lagipula mungkin saja akan ada yang datang." Jawab Keith sambil mencari alasan. Sudah selarut ini hampir tidak mungkin ada yang datang dan kalaupun ada yang datang, tentunya sudah ada porsi ekstra untuk mereka.

"Lagipula sudah lama aku tidak membuat sesuatu, aku ingin mencoba membuat resep baru. Bagaimana mau menjadi kelin... ehm maksudku pencicip pertama resep ini?" Keith hampir saja mengucapkan kata yang tidak seharusnya diucapkan. Lagipula kalau resep itu enak tentunya pencoba pertama adalah suatu orang kehormatan bukan sebuah korban.

Keith mulai mengambil peralatan masak yang ia butuhkan dan mulai menghancurkan mangga dan mencapurnya dengan krim dan tentunya hal itu menciptakan beberapa cipratan mangga bertebaran di beberapa tempat.

"Tunggu saja, hasilnya pasti luar biasa."Keith mengatakan itu dengan lantang dan dengan menekan kata "luar biasa". Dan sedikit senyum yang mempunyai arti ambigu tampak dari wajah Keith.

_________________
"You thought you are lucky? You really should think again."
-Keith Warringstate-
Back to top Go down
View user profile
Felicia Miles

avatar

Posts : 10
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 21

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   28th December 2010, 12:08

OOT : Ikutan deh~ xD


Sepasang mata biru muda terus-terusan memperhatikan dua sosok di kafetaria Black Order cabang Amerika Utara-Selatan. Tubuhnya tidak terlihat tentu, tersembunyi di dekat pintu. Seperti harimau yang mengawasi 2 ekor kijang? Tidak, tidak. Felicia tak mau disamakan dengan hewan bar-bar semacam kucing itu. Mungkin seekor buaya? Apapun lah, Felicia tak terlalu peduli. Matanya hanya fokus pada dua pria yang sedang berada di kafetaria.

'Huhuhu, gosip baru yang renyah untuk inspirasi menulis cerita pendek,' bisik Felicia pelan sambil menahan rasa penasarannya yang besar. Ia belum pernah menulis cerita macam ini sebelumnya.

Oke, siapa sangka jalan-jalan malam harinya menghasilkan sesuatu seperti ini? Terima kasih Tuhan! Terima kasih atas pencerahan yang memaksanya berjalan-jalan di tengah malam karena sedikit insomnia dan keinginan minum susu hangat.

Ah, andai saja kamera dibuat kecil dan bisa dibawa-bawa dengan mudah, pasti ia sudah memotret hal ini dan menyimpannya sebagai pembawa "inspirasi".

Kali ini Felicia sudah tak bisa sabar lagi. "Halo, rekan-rekan Black Order yang terhormat! Terima kasih atas pemberian inspirasinya! Mungkin kalian bisa memberi sedikit informasi lagi soal, ehm, pertemuan rahasia dua pria ini?" Senyum ramah muncul di wajah mantan jurnalis ini, menyembunyikan maksud aslinya untuk mengeruk lebih banyak lagi info dari dua pria itu, yang ia kenali sebagai Tristan Agthoven dan Jenderal Keith Warrington. "Hmm, sepertinya teh akan sempurna di malam yang manis ini, bukan? Mungkin aku bisa lanjut sedikit wawancara kita setelah membuat secangkir teh hangat." Mata biru Felicia lalu mengarah pada Tristan, yang ia kenal sebagai koki, dan bertanya, "Di mana aku bisa mengambil daun tehnya, Tuan Agthoven?"

Sepertinya ini akan jadi malam yang cukup panjang. Nikmati sajalah.
Back to top Go down
View user profile
Tristan Agthoven



Posts : 17
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   30th December 2010, 20:10

"Yah, tidak ada salahnya menambah sedikit bahan bukan? Lagipula mungkin saja akan ada yang datang."

Tidak peduli apa yang Tristan katakan, sepertinya Keith sama sekali tidak berniat mengembalikan bahan-bahan makanan yang diambilnya. Yah, sudahlah. Sekali ini saja Tristan akan membiarkannya melakukan apa yang ia inginkan.

Sekali ini saja, ucapnya dalam hati.

"Lagipula sudah lama aku tidak membuat sesuatu, aku ingin mencoba membuat resep baru. Bagaimana mau menjadi kelin... ehm maksudku pencicip pertama resep ini?"

Apakah ini semacam...balas budi? Tristan beberapa kali.. mm.. mungkin sering meminta sang General Warringstate untuk mencicipi masakan barunya, dan tampaknya kali ini sang General menuntut hal yang sama. Bukan masalah besar.

"Ah, tentu saja, General. Saya akan senang mencicipi masakan Anda," jawabnya sambil tersenyum.

"Tunggu saja, hasilnya pasti luar biasa."

Mari kita lihat seperti apa masakan seorang General ternama di Black Order. Tristan hanya bisa tertawa kecil melihat semangat Keith dalam memasak. Setelah puas bergumam ini dan itu, Tristan kembali berfokus pada masakannya. Ia baru saja akan mengambil pisau untuk mengolsekan krim lavender pada rotinya ketika...

Suara. Ada suara lagi. Tristan segera mengarahkan matanya ke pintu. Seorang wanita terlihat di sana. Rasanya Tristan pernah melihatnya. Tunggu, kalau tidak salah ia adalah..

"Halo, rekan-rekan Black Order yang terhormat! Terima kasih atas pemberian inspirasinya! Mungkin kalian bisa memberi sedikit informasi lagi soal, ehm, pertemuan rahasia dua pria ini?"

Ah, Felicia Miles.

"Ah, Nona Miles. Silakan, silakan masuk. Kami sedang membuat sedikit kudapan untuk malam hari. Kebetulan General Warringstate di sana ingin mencoba suatu resep."

"Hmm, sepertinya teh akan sempurna di malam yang manis ini, bukan? Mungkin aku bisa lanjut sedikit wawancara kita setelah membuat secangkir teh hangat."

"Ah, kami juga tadinya berencana membuat beberapa cangkir teh sebagai penghangat di malam hari," ujarnya sambil mengambil pisau yang hendak digunakannya.

"Di mana aku bisa mengambil daun tehnya, Tuan Agthoven?"

"Di sebelah sana, Nona Miles," kata Tristan sambil menunjuk rak tempat menyimpan teh dan kopi.

Ya Tuhan, semoga malam ini berakhir dengan baik.

"Omong-omong, Nona Miles, Anda tidak biasanya datang selarut ini ke kafetaria."


Last edited by Tristan Agthoven on 30th December 2010, 20:11; edited 2 times in total (Reason for editing : typo)
Back to top Go down
View user profile
Keith Warringstate



Posts : 34
Umur : 26
Pemilik : kisui

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   31st December 2010, 14:13

Warna kuning dan putih berputar-putar seperti pusaran air dan menggelombang seperti ombak, perlahan-lahan kedua warna tersebut bercampur menjadi satu, tampaknya krim mangga yang Keith buat sudah tercampur dengan baik. Keith pun memulai memotong-motong buah tomat yang telah ia pilih dari gudang. Buah tomat yang segar dan berkilauan bila terkena cahaya, Keith memotong buah-buah tersebut perlahan-lahan.

Di tengah malam yang sunyi tersebut Keith merasakan hawa pembunuh, perasaan ini seperti tatapan dari seorang pembunuh profesional yang telah mendapatkan mangsanya. Apakah Earl telah berhasil menyusupkan anak buahnya kedalam markas ini? Tidak, tidak mungkin pengamanan markas sangat ketat tidak mungkin ada yang berhasil menyusup kedalam diam-diam. Bagaimanapun juga tindakan yang paling logis adalah segera melumpuhkan siapa-pun itu atau bahkan apa-pun itu.

Keith segera bersiap-siap menyerang dan membalik badan, dan sesaat sebelum Keith melempar koin dari balik badannya itu terdengar suara dari seseorang yang ia kenal.

"Halo, rekan-rekan Black Order yang terhormat! Terima kasih atas pemberian inspirasinya! Mungkin kalian bisa memberi sedikit informasi lagi soal, ehm, pertemuan rahasia dua pria ini?"


Keith segera menghetikan gerakan tubuhnya itu, dan tampaknya ia juga berhasil menghetikan serangan tersebut sebelum terlihat oleh orang-orang tesebut. Walau begitu Keith tidak berhasil menghentikan jatuhnya beberapa buah tomat yang sedang ia potong. Tampaknya kali ini potongan tomat pun ikut menghiasi lantai bersamaan dengan mangga yang sebelumnya telah menghiasi dapur dengan warna kuning yang indah.


Felicia Miles, tampaknya wanita tersebut terkenal dengan kepribadian jurnalistiknya yang sangat tinggi, dan tatapan seorang jurnalis memang agak sulit dibedakan dengan hawa berbahaya lainnya.

"Nona Miles, Anda mengaggetkan saya, pertemuan rahasia, tentu tidak saya hanya agak sulit tidur, dan ingin sedikit teh."


"Hmm, sepertinya teh akan sempurna di malam yang manis ini, bukan? Mungkin aku bisa lanjut sedikit wawancara kita setelah membuat secangkir teh hangat."


Ya, seorang jurnalis memang mungkin lebih berbahaya daripada serangan Akuma. Segala sesuatu bisa jadi bahan cerita, bahkan seorang pria terjatuh karena kulit pisang pun bisa jadi berita utama dalam sebuah buletin.

"Omong-omong, Nona Miles, Anda tidak biasanya datang selarut ini ke kafetaria."

"Ya, Nona Miles, sedang apa Anda mengendap-ngendap di tengah kafetaria, tidak baik seorang wanita berkeliaran di tengah malam." Tanya Keith dengan nada halus, sambil melanjutkan memotong beberapa buah tomat.

Tampaknya, malam ini akan menjadi malam yang melelahkan.

_________________
"You thought you are lucky? You really should think again."
-Keith Warringstate-
Back to top Go down
View user profile
Felicia Miles

avatar

Posts : 10
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 21

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   31st December 2010, 23:25

"Ah, Nona Miles. Silakan, silakan masuk. Kami sedang membuat sedikit kudapan untuk malam hari. Kebetulan General Warringstate di sana ingin mencoba suatu resep."

Hmm, jadi pertemuan rahasia dua pria di tengah malam ini berujung pada acara makan malam? Apa ini bisa Felicia bilang sebagai romantis? Ah, Felicia jadi sedikit iri pada pria-pria yang pandai memasak. Faktanya ia sendiri tak terlalu jago memasak. Lebih baik ia mengambil yang sudah tersedia saja. Mudah, cepat, dan efisien, kan? Tapi mungkin lain kali Felicia harus belajar dari Agthoven kalau-kalau ia ingin menyiapkan makan malam yang romantis semacam ini.

"Nona Miles, Anda mengaggetkan saya, pertemuan rahasia, tentu tidak saya hanya agak sulit tidur, dan ingin sedikit teh."

Sedikit penolakan? Yah, Felicia sudah sering menemukan yang serupa di masa hidupnya. Kepala Felicia mengangguk cepat dan tangannya menulis di buku saku kecil dengan cepat. "Tidak apa-apa, kurasa Anda bisa sedikit lebih santai untuk mengungkapkan semuanya, tuan-tuan? Semua rahasia cukup aman pada saya, asal Anda tahu," ujar Felicia dengan senyuman yang menimbulkan sedikit ketidakpercayaan.

Agthoven lalu menunjukkan letak teh yang ternyata letaknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka berkerumun. Terbiasa bekerja dengan gesit, Felicia lalu membuat tehnya dengan cukup cepat. Mata hijaunya melirik ke arah Jendral Warringstate yang sedang memasak. "Jika saya boleh tahu, apa yang anda masak untuk sesi makan tengah malam berdua --tunggu, sekarang bertiga-- ini, Tuan Warringstate?" Ia lalu melihat benda-benda berwarna merah dan kuning di lantai. Apa itu mangga dan tomat?

Lalu kedua pria itu bicara hal yang (intinya) sama pada waktu yang hampir bersamaan. Sungguh manis, bukan? "Saya hanya mengalami sedikit kesulitan tidur, tuan-tuan." Felicia tertawa kecil, ia tidak mempedulikan maksud dari omongan kedua pria itu. "Atau mungkin Anda berdua tidak mau diganggu, eh?" Senyum jahil muncul di wajah gadis Amerika itu. Kemudian ia meneguk teh hangatnya beberapa kali dan menatap Agthoven dan Jendral Warringstate, menunggu respon yang memuaskan untuk ditulis lagi di buku sakunya.
Back to top Go down
View user profile
Tristan Agthoven



Posts : 17
Pemilik : Ressa Michelli

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   7th January 2011, 13:43

"Tidak apa-apa, kurasa Anda bisa sedikit lebih santai untuk mengungkapkan semuanya, tuan-tuan? Semua rahasia cukup aman pada saya, asal Anda tahu."

Rahasia? Tampaknya wanita ini membuat kesimpulan sendiri berdasarkan apa yang dilihatnya. Mudah-mudahan dia tidak membuat kesimpulan yang keliru.

"Ah, Nona suka mengada-ada. Kami sama sekali tidak ada rahasia di sini."

Tristan dengan hati-hati mengoleskan krim lavendernya ke roti. Hmm, wanginya menyenangkan. Teh larut malam dengan seorang Jendral dan seorang wanita ternyata menyenangkan juga.

"Sepertinya Anda sigap sekali membuat teh, Nona. Kalau Anda membutuhkan cangkir, semuanya ada di tak sebelah sana," ujar Tristan sambil mengambil piring besa dan beberapa piring kecil untuk sandwichnya.

"Jika saya boleh tahu, apa yang anda masak untuk sesi makan tengah malam berdua --tunggu, sekarang bertiga-- ini, Tuan Warringstate?"

"Jendral!" seru Tristan melirik buah-buahan yang jatuh di dapur. "Please, hati-hati memasak di dapurku."

Bisa-bisa Tristan benar-benar tidak tidur malam ini, bukan karena memasak, tapi karena membersihkan kafetaria setelah acara makan mereka. Have mercy on me, o' God.

"Saya hanya mengalami sedikit kesulitan tidur, tuan-tuan. Atau mungkin Anda berdua tidak mau diganggu, eh?"

"Saya sama sekali tidak keberatan, Nona. Kedatangan Anda justru akan membuat suasana semakin menarik." Mungkin.
Back to top Go down
View user profile
Keith Warringstate



Posts : 34
Umur : 26
Pemilik : kisui

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   14th January 2011, 22:37

Potongan-potongan tomat, daging asap dan roti tersusun rapi diatas meja. Roti, daging asap, bubuk kare, lalu oleskan krim dan tumpuk dengan roti, lalu tambahan krim dan juga daging asap kedua serta tambahkan tomat dan tutup dengan lapisan roti terakhir.Keith mulai menyusun potongan-potongan tersebut dengan urutan yang terlintas dipikirannya. Keith terlalu terkonsentrasi pada roti tersebut sehingga tidak mendengar jelas percakapan sang koki dan sang tamu.

Rahasia....aman....sesi makan....berdua....

Kata-kata yang terlintas tersebut membuat Keith berhenti sejenak, kata-kata tersebut memang terdengar ambigu, tapi dengan keberadaan seorang jurnalis apapun makna dari kata-kata tersebut pastinya akan menjadi berita.

Tampaknya malam ini akan jadi sangat melelahkan, mungkin tadi lebih baik jika aku tanpa sengaja menyerang dia, aku akan dapat pemotongan gaji, tapi setidaknya aku bisa bebas dari ancaman, pikir Keith sambil mengoleskan krim pada roti tersebut.

Aroma lavender yang tercium membuat Keith sedikit lebih tenang, warna-warna bahan-bahan yang terlihat didekatnya dan menumpuk menjadi roti yang indah juga membuat Keith sedikit senang.

"Jendral! Please, hati-hati memasak di dapurku."

"Hati-hati? Yah, kalau memasak pasti akan sedikit berantakan bukan? Lagipula kalau kita tidak berani kotor tidak akan tercipta namanya kreasi bukan?"
Jawab Keith sambil meyiapkan bahan untuk teh.

Keith memasukan daun teh, ceri, dan daun mint kedalam teko dan menambahkan air panas, keith juga menyiapkan gula merah untuk ditambahkan kedalam teh tersebut.

"Saya hanya mengalami sedikit kesulitan tidur, tuan-tuan. Atau mungkin Anda berdua tidak mau diganggu, eh?"


Keith tentu tidak keberatan mendapatkan tamu tambahan yang akan mencicipi resep barunya. Tapi setelah melihat jurnalis dengan senyum yang menyeramkan, Keith menghela nafas.

"Ya, Nona Miles, tentu saja saya tidak keberatan, kedatangan Anda membuat suasana semakin meriah." Keith berbalik dan menjawab pertanyaan tersebut. Yah, tidak mungkin kan seorang pria mengusir seorang wanita. Keith tersenyum. Ya, Keith hanya bisa tersenyum memikirkan maslah yang akan datang.

_________________
"You thought you are lucky? You really should think again."
-Keith Warringstate-
Back to top Go down
View user profile
Felicia Miles

avatar

Posts : 10
Pemilik : Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 21

PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   30th January 2011, 09:13

Sepertinya memang tidak ada momen spesial di kafetaria ini. Kedua pihak tampaknya tidak memberikan sesuatu yang berbeda pada yang satunya. Felicia memegang dahinya sambil berpikir. Apa ia harus menyerah menulis tentang skandal dua pria ini?

Atau setidaknya ia bisa berpura-pura menyerah dan mencoba mendapatkan petunjuk dari momen-momen kecil yang ada. Benar, Felicia Miles, seorang mantan jurnalis, tidak akan menyerah dalam mendapatkan berita!

Ekspresinya kemudian melunak. Sedikit mendesah sebelum memberikan respon pada pria yang membuat sandwich berbau harum. [color=silver]"Baiklah, baiklah. Tidak ada apa-apa. Aku menyerah," ujarnya lesu, yang tentunya hanya sandiwara terselubung. "Ngomong-ngomong, sandwichmu benar-benar harum, Tuan Agthoven. Mungkin nanti aku bisa minta resepnya, siapa tahu kejadian seperti ini muncul lagi saat aku tidak bisa tidur." Sedikit penekanan pada kata kejadian. Disengaja, tentu.

"Sepertinya Anda sigap sekali membuat teh, Nona. Kalau Anda membutuhkan cangkir, semuanya ada di tak sebelah sana."

Felicia tertawa kecil. "Anda ini menanyakan hal yang sepele, Tuan." Kemudian ia menyelesaikan pembuatan tehnya dan menghirup aroma harum yang dihasilkan teh dalam-dalam. Enak, tentu saja. "Apa jadinya kalau seorang jurnalis bekerja lambat-lambat? Bisa-bisa saya kehilangan berita penting dan gaji saya dipotong." Gadis berambut merah itu tertawa lagi, sebelum mulai menyeruput teh dalam cangkirnya.

Senyum. Benar-benar enak. Pasti divisi manajemen membeli teh dengan kualitas terbaik sebelum disajikan pada anggota-anggota Black Order lain, kan?

"Jendral! Please, hati-hati memasak di dapurku."
"Hati-hati? Yah, kalau memasak pasti akan sedikit berantakan bukan? Lagipula kalau kita tidak berani kotor tidak akan tercipta namanya kreasi bukan?"


Felicia memasang telinganya dan fokus pada kejadian yang terjadi. Dengan cepat tangannya menyusup ke dalam saku tempat buku sakunya selalu disimpan. Tangannya sudah terlatih untuk menulis cepat. Tak ada waktu yang terbuang, ia segera menulis, kejadian tadi dengan sedikit penambahan yang dramatis. Bumbu cerita semacam itu tidak mungkin terlupa, bukan?

Tanpa sengaja gadis itu mengeluarkan semacam seringai singkat. Ups, tidak boleh, kalau begitu nanti ia bisa ketahuan.

Menyeruput tehnya lagi, Felicia sedikit berdeham. "Tentu saja, tuan-tuan. Saya juga senang menghabiskan malam dengan anda," ujarnya santai dengan senyuman singkat di wajahnya. Kali ini bukan sandiwara. Ia memang menikmatinya. Cukup jarang juga hari-hari untuknya bersantai di markas Black Order ini.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [AMERICA] Tea Late at Night   

Back to top Go down
 
[AMERICA] Tea Late at Night
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» She Dreams of the Ocean Late At Night [Introduction]
» House of night for breakups,make ups and people falling in love (Started and closed))
» House of Night lolcats (",)
» House of Night Sweden (Started but open, please join)
» Creatures Of The Night

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Branches :: American Branch-
Jump to:  
Free phpbb forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum