An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] Common Room I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] Common Room I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] Common Room I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] Common Room I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] Common Room I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] Common Room I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] Common Room

Go down 
AuthorMessage
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime3rd July 2009, 14:37

Lokasi: Common Room Cabang Utama

Common Room atau disebut juga ruang santai adalah tempat dimana para anggota Black Order beristirahat. Karena cabang utama otomatis memiliki anggota yang banyak, tentu saja orang-orang berdatangan ke Common Room ini untuk beristirahat atau sekedar mengobrol dengan teman-teman.

Sore hari di Common Room, yang seperti biasa dipenuhi orang-orang. Ariel adalah salah satu di antaranya. Ariel hanya mendesah, mana mungkin dia memarahi orang secara acak karena ribut, karena ruangan itu sangat ribut.

"Mana bisa aku beristirahat di tempat begini!" Namun teriakannya kalah oleh orang-orang disekitarnya.

"Ah, untungnya ada tempat duduk kosong untukku." Kemudian dia menuju kursi kosong itu.

Ups, tanpa sengaja ia tersandung kaki seseorang, yang secara logis memang menghalangi jalan orang yang mau lewat. Untung saja dia tidak jatuh, hanya kehilangan keseimbangan.

"Aish, Saya rasa kaki Anda menghalangi jalan.", ujarnya tanpa meminta maaf terlebih dahulu sambil berdiri.

Sebenarnya Ariel membenci masalah, namun kali ini, masalah sepertinya sedang menyukainya. PRANG! botol yang dipegang orang yang menyebabkannya tersandung itu jatuh dan pecah. Namun Ariel tidak memedulikannya, ia malah terus berjalan menuju bangku kosong itu.

Uh-oh, masalah yang lebih besar akan datang kali ini..



[OOT : yah silahkan kalau mau merusuh atau apa. .]
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime3rd July 2009, 20:37

[OOT: Saya anggap ini latar waktunya setelah RP Lunch Hour ya... Yang berarti, Giraile sudah dengan perut terisi dan tidak akan ngelunjak minta makan]




Apa hal paling menyenangkan untuk dilakukan setelah kembali ke markas dari misi yang melelahkan? Setelah mengisi perut yang kosong secara cuma-cuma, mengonsumsi minuman yang rutin mengikutinya; brandi, tentunya. Dan kali ini, yang ada di saku jubahnya bukan brandi biasa.

Giraile membatasi karya Khachatur Abovian yang tengah dibacanya dengan pembatas buku. Walau kondisi common room saat itu cukup berisik, tampaknya ia tidak terganggu olehnya. Ia meraba perutnya; sepertinya makanan yang baru dilahapnya sudah 'turun'. Sekarang, saatnya untuk meminum anggur terbaik yang ada di dunia (menurutnya, paling tidak).

Ia mengeluarkan botol kaca kecil dari sakunya; ya, mungkin ini tidak setara dengan merek Viceroy yang baru-baru ini digemarinya, namun bukan berarti misinya di Armagnac, Prancis, tidak membuahkan hasil.

Baron de Sigognac; Armagnac (brandi yang dinamakan untuk kota yang terkenal untuk produksi itu, tentunya) paling terkenal di negara itu, tentunya. General wanita itu tidak membawa banyak uang saat itu, sehingga ia hanya membeli satu botol kecil... tetapi paling tidak ia tidak harus repot-repot menggunakan gelas.

Baru saja ia hendak meneguknya, seorang lelaki berkacamata yang tadi dilihatnya berkeluh kesah sendiri tersandung pada kakinya yang diregangkan tanpa memedulikan ruang. Lelaki itu berhasil mencapai keseimbangannya kembali, namun tidak tanpa ucapan yang dinilai tidak sopan. Giraile hanya mendengus; seandainya ia masih dalam kondisi perut kosong seperti di kafeteria, pasti ia sudah mengamuk, tetapi kali ini dia biarkan saja lelaki itu. Ia pun kembali ke urusan awalnya; Baron de Sigognac.

Sayangnya, tampaknya lelaki itu belum sepenuhnya kembali ke kondisi seimbang. Tepat sebelum mulut botol bersentuhan dengan bibir Giraile, Armagnac mahal itu terlontar dari tangan Giraile yang tertubruk oleh si kacamata itu, dan jatuh pada lantai. Tiap gelindingan botol pada karpet menumpahkan likuid berharga itu ke hal selain mulutnya. Giraile mengepalkan tangannya dengan keras, sebelum akhirnya berdiri dari kursinya.

Tanpa sungkan-sungkan, ia langsung menarik kerah baju lelaki itu dari belakang. "Kauuuu~~ Jangan pergi dulu. Apa yang bisa kau katakan setelah perbuatanmu ini, hm?"

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ravel Kohler
Vatican Central
Ravel Kohler

Posts : 152
Umur : 27
Pemilik : masamune11
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 36

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime6th July 2009, 17:01

[OOT: Timeline lepas dari RP lain kan? Jadi begini juga tak apa :3 *dijitak*]

Ravel Kohler lelah.

Tidak sering orang-orang menemukan figurnya tampak kusam karena debu, ataupun wajahnya yang stoic sedikit berubah. Namun, di depan pintu common room Central, ia berdiri dengan keadaan demikian. Tamengnya, Wirksame Wille, masih menggantung di punggungnya bersama dengan Claymore kesayangannya. Senjatanya sedikit berpendar akibat serpihan Innocence.

Bukannya pergi ke ruangannya, General satu ini malah berhadapan dengan pintu common room seusai pulang dari misi. Mungkin akan lebih rasional kalau ia melangkahkan kakinya ke depan pintu kantor Chief Supervisor untuk melapor soal misi sebelumnya. Ya, itu terlihat lebih rasional.

...saetidaknya setelah ia menjadi penasaran atas bunyi benda pecah ketika ia berjalan di koridor depan Common Room.

Maka, Ravel pun membuka pintu yang ada di hadapannya. Matanya sempat menyipit heran melihat Giraile -sepertinya- mengganggu seorang... staff. Ah, General ini pernah melihat staff berkacamata tersebut di antara staff yang lain.

Tanpa ia sadari, Ravel sudah keburu menghela napas panjang. Tangan kirinya kini memijat sisi kepalanya. Matanya mungkin tengah menipunya, karena ia kira ia melihat seorang manusia siap dibunuh akuma. General satu ini tampaknya butuh rehat.

"Aku mendengar barang pecah.. dan teriakan." Ravel hanya berkomentar singkat. Matanya menutup, sementara ia makin banyak melihat bayangan kematian--setidaknya bayangan orang-orang yang gagal ia selamatkan di beberapa misinya. Tangan kirinya belum berhenti memijit sisi kepalanya. Jelas, ia tidak menyadari pecahan botol brandi yang ada di karpet. "Suara kalian bahkan terdengar sampai koridor. Bisakah kalian lebih tenang?"

Kepalanya makin terasa pusing. Mungkin seharusnya ia pergi ke kamarnya dulu...

_________________
"Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors."
"Oh, Ravel... You and your words..."
"You know it's true, even more than I do."
"Perhaps."



The Original ID of masamune11, The Contemplative General
Back to top Go down
View user profile http://www.kecoakuning11.wordpress.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime6th July 2009, 17:50

Melihat bahwa rekan Generalnya, Ravel Kohler, telah memasuki common room dalam kondisi di mana ia sedang menarik-narik kerah si kacamata dan terlihat tengah mengintimidasi staf yang tidak bersalah ('Dia bersalah!' Giraile bersikeras dalam hati), Giraile mengutuk dirinya sendiri. Mengapa ia selalu berhasil memasuki situasi di mana imejnya yang... tidak begitu baik di hadapan Ravel hanya akan memburuk?

Bukankah hal macam ini pernah terjadi sebelumnya? Ah, mungkin ini nasib orang dengan keberuntungan tingkat rendah macam ia. Secara refleks, General wanita satu-satunya cabang utama langsung melepas genggaman eratnya pada kerah Ariel; entah efeknya apa pada Section Leader itu.

"Aku mendengar barang pecah.. dan teriakan."

"Suara kalian bahkan terdengar sampai koridor. Bisakah kalian lebih tenang?"


"... Bukan salahku." Sepertinya itu menjadi kalimat klise tiap kali ia telah berbuat sesuatu di hadapan Ravel Kohler. Dengan nada dongkol, ia meneruskan, "Lelaki sialan ini menjatuhkan botol Armagnacku. Tahu saja, Baron de Sigognac harganya tidak murah."

Melihat Ravel yang terus memijat dahinya, Giraile yang secara umum insensitif secara pilihan pun tergugah untuk berkomentar... walau nadanya tidak bisa dibilang sama sekali tidak sinis. "General Kohler, ada masalah dengan fisikmu?"

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ravel Kohler
Vatican Central
Ravel Kohler

Posts : 152
Umur : 27
Pemilik : masamune11
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 36

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime7th July 2009, 05:31

"... Bukan salahku. Lelaki sialan ini menjatuhkan botol Armagnacku. Tahu saja, Baron de Sigognac harganya tidak murah."

Dahi pria ini mengerut. Ia hanya tahu satu orang yang bisa mengamuk hanya karena sebotol brandi (baiklah, wanita tersebut memang menyebutkan sebuah alasan bagus selain brandi tersebut). Ia memang tahu, seiring perjalanannya menjelajahi eropa, bahwa brand brandi tersebut bukanlah suatu barang berharga setara dengan makanan sehari-hari.

"Kukira logo yang ada di baju kita bisa digunakan untuk mendapatkan potongan harga, bahkan untuk brandi semahal itu..." Tangan Ravel masih memijat sisi kepalanya. Ia sempat mendengar Giraile menggumamkan seseuatu--pertanyaan?--namun tidak melewatkan nada sinis yang terselip pada tiap kata-katanya.

"..." Baiklah, ia tidak merespon pertanyaan Giraile--bukan karena pusingnya malah bertambah, namun lebih karena ia tidak bisa mendengar perkataan Giraile. Perlahan, sakit kepalanya hilang. Pikirannya kini terasa lebih jernih. Hal yang tidak wajar tersebut pasti terlihat cukup memalukan, apalagi dengan statusnya sebagai seorang Jendral. Hey, manusia manapun pasti punya kekurangan bukan? Jangan salahkan Ravel kalau ia memang -makin- kesulitan untuk menanggung beban kematian dari-orang-orang yang tidak mampu ia selamatkan.

"Oh, maaf General Arevig... tadi anda berbicara tentang apa?"

...

Yap, General ini sepertinya tidak menangkap perkataan terakhir yang dilontarkan Giraile.

_________________
"Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors."
"Oh, Ravel... You and your words..."
"You know it's true, even more than I do."
"Perhaps."



The Original ID of masamune11, The Contemplative General
Back to top Go down
View user profile http://www.kecoakuning11.wordpress.com
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime7th July 2009, 23:35

[OOT : aduuh ketinggalan~~]

"Kauuuu~~ Jangan pergi dulu. Apa yang bisa kau katakan setelah perbuatanmu ini, hm?"

Ariel diangkat dari permukaan tanah oleh General Regula (OOT : nicknya G. Giraile) yang terkenal beringas itu. Tapi ia tetap tenang sambil membenarkan kacamatanya.

"He..hei. Tenanglah! Cepat turunkan aku!" pinta Ariel.

"Aku mendengar barang pecah.. dan teriakan."

"Suara kalian bahkan terdengar sampai koridor. Bisakah kalian lebih tenang?"


General yang satunya lagi, General Altair (OOT :nicknya G. Kohler) tampak sebal karena keributan ini. Keributan yang disebabkan oleh General yang . . yah entah disengaja ataupun tidak menyebabkan Ariel terjatuh dan Armagnac milik Regula pecah.

'Setidaknya aku sudah dibebaskan dari jeratan maut', pikir Ariel. Mukanya cemberut.

"Saya permisi, saya pikir saya juga butuh ketenangan di sini." ucapnya sambil berjalan menuju kursi kosong yang sudah diincar oleh Ariel sejak tadi, meninggalkan kedua general tadi mengobrol. Walaupun sepertinya ucapannya tadi tidak dihiraukan, Ariel pikir ia lebih baik pergi sebelum menyebabkan masalah yang lebih besar.
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime8th July 2009, 08:43

"Kukira logo yang ada di baju kita bisa digunakan untuk mendapatkan potongan harga, bahkan untuk brandi semahal itu..."

"Semurah-murahnya diskon dengan emblem itu dan... metode persuasi saya, tetap saja harganya tidak semurah itu..." gumam Giraile yang memungut sisa botol Armagnacnya yang terjatuh. Ia mengamati bagian bawah botol yang terpotong lehernya; ya, di bagian ini tersisa beberapa teguk, masih bisa dikonsumsi. Sebagai orang yang mengutamakan 'jangan membuang apapun', tentu ia berusaha memungut apapun yang masih ia bisa.

"Saya permisi, saya pikir saya juga butuh ketenangan di sini." ucapnya sambil berjalan menuju kursi kosong yang sudah diincar oleh Ariel sejak tadi, meninggalkan kedua general tadi mengobrol. Walaupun sepertinya ucapannya tadi tidak dihiraukan, Ariel pikir ia lebih baik pergi sebelum menyebabkan masalah yang lebih besar.

Ia hanya terhenti dari proses ini ketika melihat si kacamata mulai meninggalkan dirinya. Dengan gesit Giraile menariknya kembali mendekat dirinya; kali ini tidak sesadis yang tadi, karena sekarang ia menggenggam erat lengan baju Ariel. "Mungkin kau tidak mendengar apa yang kukatakan tadi. Kau butuh ketenangan? Ya, aku butuh kompensasi."

"Oh, maaf General Arevig... tadi anda berbicara tentang apa?"

Senyum yang terpampang di wajah Giraile miring ke satu sisi. Dengan suara manis, ia merespon, "Tentang keadaan fisik Anda yang mengkhawatirkan, General Kohler..."

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime8th July 2009, 09:27

OOT @ ravel : timeline nya ga lepas dari RP lain... ini abis RP Lunch Hour. coba perhatikan post Giraile baik2 Very Happy



Sekali lagi, Bianca melakukan hal yang jarang dilakukannya; berjalan melintasi Common Room. Sebenarnya lebih tepatnya, Bianca tersesat seperti biasa. Meski sudah cukup lama berada di Black Order, tapi karena ia lebih sering mengurung diri di dalam kamar, ia jadi kurang hafal pada pemetaan tempat tersebut.

Bagus. Aku nyasar lagi. Ini entah sudah keberapa kalinya aku nyasar seperti ini...

Ia terus berjalan melintasi ruangan itu sampai ia mendadak mencium suatu aroma yang bisa dikatakan baru untuknya.

Bau ini... apa ya? Sepertinya minuman keras, tapi aku tidak tahu bau apa ini...

Tak jauh dari sumber bau itu, ia bisa mendengar ada orang yang bercakap-cakap. Salah satu suara itu dikenalinya sebagai suara General Giraile. Sekilas ia menyimpulkan bahwa bau minuman keras yang baru saja diciumnya itu adalah brandi, tapi untuk memastikan, ia ingin bertanya langsung kepada orangnya langsung.

"Permisi, Nona Giraile. Kita bertemu lagi," sapa Bianca ramah.

"Ngomong-ngomong, kalau boleh tahu, apakah aroma yang menguar di sekitar sini itu... aroma brandi?" tanyanya langsung, tanpa basa-basi.

Sebagai orang yang tidak mengerti apa-apa tentang brandi, setidaknya ia harus belajar sedikit tentang minuman keras tersebut. Kalau ia tidak segera mempelajarinya, entah bagaimana nasibnya dan Roman...
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime8th July 2009, 09:49

"Mungkin kau tidak mendengar apa yang kukatakan tadi. Kau butuh ketenangan? Ya, aku butuh kompensasi."

Ariel mengernyitkan mukanya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menenangkan Regula yang marah. Inginnya sih, Ariel bisa cepat-cepat kabur dari tempat itu, bahkan dari Common Room. Masalahnya, Regula memegang lengan bajunya dengan sangat keras, dan kalau ia kabur maka bajunya akan sobek.

Kemudian datang lelaki yang Ariel kenal bernama Bianca. Bianca mengajak Regula mengobrol, tapi Ariel rasa pembicaraannya tidak terlalu penting sehingga Ariel tidak mendengarkannya dengan baik.

'Kenapa ya, Bianca ini malah mendekati masalah..', pikir Ariel. Ariel kemudian membetulkan letak kacamatanya lagi.

Dan sejenak Ariel sadar, kursi yang sudah diincarnya tadi diduduki seseorang. Ariel marah, kesempatannya beristirahat sudah menguap. Kemudian ia berbalik menatap Regula dengan mata melotot.

"OK! OK! Sekarang apa yang Anda mau General? Saya sudah tidak tahan atas perlakuan anda yang tidak wajar ini. Katakan saja kompensasi apa yang Anda mau supaya saya bisa segera keluar dari sini!", teriak Ariel.
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime8th July 2009, 09:59

"Permisi, Nona Giraile. Kita bertemu lagi," sapa Bianca ramah.

"Ngomong-ngomong, kalau boleh tahu, apakah aroma yang menguar di sekitar sini itu... aroma brandi?" tanyanya langsung, tanpa basa-basi.


"Ah, kau yang tadi!" Giraile menyahut begitu melihat Bianca; ya, memang tidak sulit untuk mengingat Bianca dengan penampilannya yang jauh berbeda dengan yang lain. Sepertinya kali ini ia tidak bersama Finder bajingan waktu itu. Ia menyengir. "Benar, itu brandi, dan bukan sembarang brandi. Aroma manis ini berasal dari Armagnac, suatu subtipe brandi yang lebih superior dibandingkan brandi biasa..."

Mengingat 'brandi', akhirnya ia kembali menghadap Ariel, bermaksud mendesaknya untuk mendapatkan jawaban. "Jadi?!"

"OK! OK! Sekarang apa yang Anda mau General? Saya sudah tidak tahan atas perlakuan anda yang tidak wajar ini. Katakan saja kompensasi apa yang Anda mau supaya saya bisa segera keluar dari sini!", teriak Ariel.

Merasa kesal dirinya diteriaki (walau sendirinya sering melakukan hal semacam itu), urat nadi mencuat dari dahi Giraile. Ia merendahkan kepalanya, seiring dengan semakin lebar senyum kesal pada wajahnya. "Perlakuan saya wajar-wajar saja untuk orang yang telah dizhalimi!!! (??)" cetusnya dengan pekikan tinggi. Kemudian, suaranya merendah begitu mendengar kata 'kompensasi' yang diharapkannya.

"Ah, itu. Saya hanya mengharapkan uang pengganti... sebesar dua-puluh guinea sudah cukup." Entah itu harga yang sudah benar-benar dikalkulasi atau overcharge.




1 guinea = sedikit lebih dari 1 pound sterling Very Happy

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime8th July 2009, 11:46

"Ah, itu. Saya hanya mengharapkan uang pengganti... sebesar dua-puluh guinea sudah cukup."

Uang. Saat ini di kantungnya sendiri mungkin hanya membawa sekitar 12 guinea. Apakah Armagnac itu memang mahal? Ariel tidak tahu karena ia tidak tertarik pada minuman beralkohol yang dia anggap hanya merugikan diri sendiri. Dengan cepat mata Ariel menyusuri ruangan tempat bersantai itu. 'Menyusahkan saja si Regula itu!', umpatnya dalam hati.

Bingo! Ariel tiba-tiba teringat sesuatu.

"Bianca, bolehkah aku meminjam uang? Nanti aku ganti secepatnya.", bisik Ariel pada Bianca, mengharap keberuntungan ada di pihaknya sekarang.
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime8th July 2009, 11:57

Begitu mendapatkan jawaban dari sang General, tanpa basa-basi Bianca berjongkok. Kalau hidungnya tidak salah, pastinya ada brandi yang tumpah ke atas lantai. Dengan hati-hati ia membuka telapak tangannya di udara, sekitar 5 cm dari lantai. Ia berkonsentrasi penuh pada telapak tangannya itu, dan dapat merasakan bahwa ada pecahan kaca di bawah sana. Dengan hati-hati ia menyusuri udara di atas pecahan kaca tersebut, dan akhirnya tangannya berhasil melewati pecahan-pecahan kaca, ke atas lantai yang aman namun terdapat tumpahan brandi.

Dan tanpa ragu-ragu, ia menyentuh tumpahan brandi itu dengan jari tengahnya, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya. Ia tahu mungkin hal itu sedikit banyak jorok, tetapi ia butuh tahu seperti apa rasanya brandi itu. Ia mempelajari dan menghafal rasa minuman tersebut, lalu kembali berdiri.

"Brandi yang tumpah ini... asalnya dari mana?" tanya Bianca lagi.

Tapi sebelum ia sempat mendapatkan jawaban, ia bisa mendengar bagaimana Giraile sepertinya sedang memarahi siapapun itu yang sudah menumpahkan brandi miliknya. Kompensasi sebesar 20 guinea? Bianca langsung merasa brainfreeze memikirkan berapa uang yang harus dikeluarkannya untuk membeli brandi untuk meloloskan nyawanya dan Roman.

Ternyata mahal, ya... Nggak jauh-jauh amat dari harga wine yang enak, sih... Hhh.... Tahu begini harusnya aku tidak membantu Roman ya? Tapi kasihan dia juga, sih... Ah, ya sudahlah.

Tapi mendadak si biang kerok penumpah brandi itu malah minta pinjam uangnya. Bianca langsung mengangkat sebelah alisnya dengan wajah yang jelas menggambarkan ekspresi 'apa maksudmu?'.

"Err, maaf... Aku juga harus menyimpan uangku untuk membeli brandi terbaik dari Inggris untuk Nona Giraile. Sekali lagi, maaf," balas Bianca. Ia tidak mau ikut campur lagi dalam masalah seputar Giraile dan brandi dan uang. Bagaimanapun, didikan Pastur Pietra untuk tidak menebus apapun yang menjadi kesalahannya masih terpatri di kepribadiannya.
Back to top Go down
View user profile
Ravel Kohler
Vatican Central
Ravel Kohler

Posts : 152
Umur : 27
Pemilik : masamune11
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 36

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime8th July 2009, 12:37

[OOT: Oh my... mis-read that part. Hiraukan saja deskripsi Ravel yang tidak diperlukan. Ugh, what's happening to meeee .__. *dijitak*

Ia dapat mendengar suara manis Giraile.

...

Ravel berkedip beberapa kali. Manis? Sejak kapan kata sifat tersebut bisa berkaitan dengan General wanita paling garang yang pernah ia kenal? ...Oh, ternyata kata-kata tersebut hanya kedengaran manis--Ravel tidak gagal menangkap siratan agak sinis. Oh, atau apa itu sindiran? Entahlah, Ravel sendiri tidak pernah bagus dalam menghindari (atau mendeteksi) hal-hal seperti siratan.

"Kein Problem, Jendral. Kein Problem." Ravel hanya menjawab singkat. Senyum tipis tidak lepas dari wajahnya.

Beberapa staff sempat masuk ke dalam ruangan. Sepertinya ia adalah teman dari staf yang hendak dizhalimi oleh Giraile, karena Ravel dapat melihat Ariel segera pergi ke arah Bianca (tentunya Ravel hanya pernah melihat keduanya, namun tidak mengenal) membicarakan tentang sesuatu.

Tentu saja, pria ini tidak melewatkan harga kompensasi yang diminta Giraile kepada Ariel. Hey, ia sempat mendengarnya dengan jelas. Ravel hanya menggelengkan kepala dengan heran. Dengan segera, pria ini menghadap rak buku [OOT: ...kita anggap saja ada, please? Neutral], tangannya meraba-raba buku yang tergeletak seakan mencari pintu rahasia. Pada akhirnya, ia malah menarik sebuah buku dan...

...

...membacanya--sambil berdiri. Lebih tepatnya, ia mengambil sebuah feather yang terselip di halaman terakhir dan menyelipkannya ke jubahnya. Ravel menutup buku tersebut dan meletakkannya ke tempat semula. Ia berbalik di tempat, menghadap kelompok yang masih membicarakan brandi tersebut.

Ravel menghela napas panjang lagi dan mengambil tempat duduk terdekat. Ingin sekali ia mengatakan pada nona tersebut, bahwa ia punya kenalan dekat dari Swiss yang mau saja memberikannya keju terenak--gratis. Then again, mana mau Giraile menukarkan brandinya dengan keju? Karena itu, Ravel hanya diam dan melihat apa yang akan terjadi sembari menarik tamengnya (serta kain basah--jangan tanya ia mendapatkanya dari mana) dan mulai membersihkan tamengnya.

_________________
"Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors."
"Oh, Ravel... You and your words..."
"You know it's true, even more than I do."
"Perhaps."



The Original ID of masamune11, The Contemplative General
Back to top Go down
View user profile http://www.kecoakuning11.wordpress.com
Arvid V. V. Härkönen

Arvid V. V. Härkönen

Posts : 20
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 48

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime9th July 2009, 15:51

Arvid berjalan cepat menyusuri salah satu lorong Black Order cabang utama sambil membawa suatu dokumen yang tampaknya penting. Meski terburu-buru, dengan hati-hati ia memerhatikan sekitarnya, berharap segera menemukan sosok yang sedang dicarinya. 'Ke mana gerangan kau pergi... Section Leader Ariel?' batinnya dalam hati. Kalau bukan untuk urusan mendesak, ia tidak akan kalang kabut seperti ini. Usianya sudah 48 tahun dan ia tidak seharusnya 'berolahraga' terlalu sering.

Ia sampai di depan pintu masuk Common Room, menoleh ke dalam untuk mencari Ariel. Ketika menemukan Section Leader-nya itu, ia segera masuk ke dalam, "Section Leader Ariel!", panggilnya, namun suaranya tertutupi oleh riuhnya Common Room tersebut. Akh, ruangan ini penuh sekali...

Pria asal Finlandia ini memperbaiki posisi kacamatanya, dilihatnya Ariel tengah 'diancam' oleh General Giraile. 'Ah, ada apa lagi ini...' Merasa khawatir anak--ehm, Section Leadernya akan dilukai, Arvid mempercepat jalannya. Namun, banyaknya orang yang berjejal di sana menghambatnya untuk segera sampai ke tujuan.

"OK! OK! Sekarang apa yang Anda mau General? Saya sudah tidak tahan atas perlakuan anda yang tidak wajar ini. Katakan saja kompensasi apa yang Anda mau supaya saya bisa segera keluar dari sini!"

"Ah, itu. Saya hanya mengharapkan uang pengganti... sebesar dua-puluh guinea sudah cukup."

"Bianca, bolehkah aku meminjam uang? Nanti aku ganti secepatnya."

"Err, maaf... Aku juga harus menyimpan uangku untuk membeli brandi terbaik dari Inggris untuk Nona Giraile. Sekali lagi, maaf,"


Wah, wah, rupanya benar Ariel telah membuat masalah. Dengan orang yang paling-lebih-baik-dihindari di markas ini lagi. Arvid menghela nafas panjang, barangkali ia harus menasehati Ariel lagi tentang bagaimana ia menghindari 'memulai membuat masalah', apalagi dengan orang yang paling tidak diinginkan.

Ketika akhirnya sampai di tempat companion-nya berkumpul, Arvid langsung meyodorkan 20 Guinea pada Giraile, "Maafkan Section Leader saya, General Asdvadzadour. Ini kompensasi yang ada butuhkan." katanya sambil tersenyum sopan. "Nah, kami permisi dulu." dengan itu, ia mengangguk hormat sebelum mengajak Ariel ke tempat yang lebih kosong...

"Section Leader Ariel...", mulainya, awalnya ia ingin menasehati Ariel tentang kejadian yang baru dialaminya, namun ada hal lain yang perlu diprioritaskan. "Mohon tanda tangani laporan ini, harus segera diserahkan pada Chief Supervisor." lanjutnya sambil menyerahkan laporan itu pada Ariel. Yah, soal menasehati bisa ditunda lain waktu...
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime9th July 2009, 21:51

"Err, maaf... Aku juga harus menyimpan uangku untuk membeli brandi terbaik dari Inggris untuk Nona Giraile. Sekali lagi, maaf," balas Bianca. Ia tidak mau ikut campur lagi dalam masalah seputar Giraile dan brandi dan uang.

"Eheh, baguslah kau masih ingat tentang janji itu. Tetapi kau tidak harus membantu temanmu yang satu itu, bila kau tidak sanggup," guraunya. Sepertinya penilaian Bianca akan harga brandi berkualitas tercerminkan wajahnya. Tentu saja, Giraile tidak bisa menolak keinginan hatinya untuk menggoda lelaki yang satu ini sedikit. Ia menatap menantang pada Ariel - 'Bagaimana lagi kau akan mendapatkan uang ganti rugi, hm?' Itulah yang seakan-akan dikatakan oleh tatapannya. Ia menghentakkan kakinya pada lantai, menandakan ketidaksabaran sekadar untuk menggoda.

Ketika akhirnya sampai di tempat companion-nya berkumpul, Arvid langsung meyodorkan 20 Guinea pada Giraile, "Maafkan Section Leader saya, General Asdvadzadour. Ini kompensasi yang ada butuhkan." katanya sambil tersenyum sopan. "Nah, kami permisi dulu." dengan itu, ia mengangguk hormat sebelum mengajak Ariel ke tempat yang lebih kosong...

Rupanya, keberuntungan penyebab kekesalannya yang terbaru cukup besar. Giraile menyengir begitu menerima uang sejumlah yang dimintanya dari rekan si kacamata itu. "Terima kasih, terima kasih," ujarnya dengan gaya seorang pemimpin sindikat kriminal yang baru saja melakukan transaksi besar dengan ketua sindikat lain. Sebenarnya ia ingin mendapatkan uang itu langsung dari lelaki sialan yang menabraknya itu sendiri, tetapi siapa yang bisa mengeluh ketika genggaman tangannya dipenuhi kepingan emas yang cukup, jika tidak lebih, untuk membeli sebotol Armagnac baru?

"Section Leader Ariel...", mulainya, awalnya ia ingin menasehati Ariel tentang kejadian yang baru dialaminya, namun ada hal lain yang perlu diprioritaskan. "Mohon tanda tangani laporan ini, harus segera diserahkan pada Chief Supervisor." lanjutnya sambil menyerahkan laporan itu pada Ariel. Yah, soal menasehati bisa ditunda lain waktu...

Giraile menggaruk kepalanya. Ternyata si kacamata itu seorang Section Leader. Namanya Ariel pula; singa Tuhan? Wanita berambut hitam itu ingin tertawa mengingat arti dari nama itu; kalau dilihat dari gaya berteriak histerisnya tadi, memang nama itu lebih dari patut untuknya.




Karakter saya jadi tukang malak -_-a

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime9th July 2009, 22:05

[OOT : kyaa~ Arvid muncul juga~~ hohoho]

"Maafkan Section Leader saya, General Asdvadzadour. Ini kompensasi yang ada butuhkan."

Ariel sangat mengenal suara itu dan suara itu membuatnya sangat bahagia. 'Ayah Angkat'nya telah menolongnya lagi kali ini. 'Selamat tinggal Regula, selamat tinggal Common Room', pikir Ariel sambil mendesah bahagia. Kemudian Ariel dan Arvid meninggalkan ruangan tragedi itu.

"Terima kasih banyak Capello! Aku kembali berhutang budi padamu.", kata Ariel santai.

"Mohon tanda tangani laporan ini, harus segera diserahkan pada Chief Supervisor."

"Ahh, ya baiklah. Tandatanganku berharga 20 guinea kalau begitu.", balas Ariel sambil tersenyum picik. Padahal itu memang tugasnya bukan? Tapi memang itulah sifatnnya.

"Semoga saja aku tidak bertemu Regula itu lagi, sepertinya dia menimbulkan trauma.", ucapnya lagi pada Arvid.
Back to top Go down
View user profile
Arvid V. V. Härkönen

Arvid V. V. Härkönen

Posts : 20
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 48

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime26th July 2009, 07:47

OOT : Kamu ini ya! Baru mulai RP udah ngutang lagi! Ayo, sini balikin duitnya! =)) *digebuk*



Mereka menyisi sampai ke pintu keluar Common Room, menghindari kejadian buruk apapun yang bisa terjadi, atau disebabkan oleh orang-orang. Ruangan ini memang selalu penuh setelah waktu makan siang.

Quote :
"Terima kasih banyak Capello! Aku kembali berhutang budi padamu."
Arvid hanya tersenyum maklum sambil menyerahkan laporan yang sedari tadi dipegangnya untuk ditandatangani Ariel. Capello, merupakan nama panggilan yang dibuatkan oleh Ariel. Section Leader ini memang gemar memberi nama panggilan khusus bagi benda atau orang. Giraile dipanggil 'Regula' (singa) mungkin karena kesannya yang perkasa, lalu kalau tidak salah ia pernah memanggil Shreizag dengan 'Pisces Australis'... Hmm, apa karena anak itu suka makan ikan ya?

Quote :
"Ahh, ya baiklah. Tanda tanganku berharga 20 guinea kalau begitu."
Pria berusia 48 tahun ini tertawa kecil, sambil mengucapkan terima kasih ia kembali mendekap laporan itu di samping pinggangnya. Memang begitulah sifat Ariel; perhitungan. Tapi toh Arvid tidak pernah mempermasalahkan hal itu, baginya asal Ariel aman dan sehat itu sudah cukup.

Quote :
"Semoga saja aku tidak bertemu Regula itu lagi, sepertinya dia menimbulkan trauma."
Arvid mengangkat sebelah alisnya, kemudian ia membetulkan posisi kacamatanya, "Section Leader Ariel..." ia memulai, "Saya rasa saya pernah mengajarkan Anda tentang bagaimana menghadapi berbagai macam perangai orang, termasuk yang seperti... itu." Arvid memberikan emphasis pada akhir kalimatnya, merujuk pada General berkebangsaan Armenia yang terkenal galak dan barbar, "Saya pikir, tentu ada cara khusus tersendiri untuk masalah ini, tapi..." ia berhenti, kemudian melihat jam tangannya, ia mendesah pelan, "... Ah, kita lanjutkan nanti. Saya harus menyerahkan laporan ini pada Chief Supervisor." ia tersenyum sopan. Yaa, 'anak angkat'nya yang satu lagi, Shreizag, yang dikenal anti sosial saja bisa berteman dekat dengan Giraile, maka seharusnya Ariel yang lebih bersahabat dapat membangun relasi yang baik dengannya pula.

Ia melirik jamnya lagi; pria Finlandia ini memang disiplin soal waktu. Tanpa buang-buang waktu lagi ia berpamitan, "Nah, saya permisi dulu." ia tersenyum lagi, kali ini sambil menepuk pundak Ariel. Mungkin Section Leader itu masih ingin beristirahat di sana, walaupun rasa khawatir masih tersisa dalam dirinya, Arvid tidak bisa menolerir dirinya sendiri kalau sampai terlambat memberikan laporan pada Chief Supervisor. Baru setelah itu, ia akan kembali untuk memeriksa keadaan Ariel, sekaligus mengingatkannya untuk kembali bekerja.




[Arvid out untuk sementara]
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime31st July 2009, 12:22

Arvid mengangkat sebelah alisnya, kemudian ia membetulkan posisi kacamatanya, "Section Leader Ariel..." ia memulai, "Saya rasa saya pernah mengajarkan Anda tentang bagaimana menghadapi berbagai macam perangai orang, termasuk yang seperti... itu."

"Eh? Ya. . .ya sudahlah! Toh Masalah ini sudah selesai dan aku memang tidak mau bertemu singa itu untuk sementara waktu.", ucapnya tanpa ekspresi. Kemudian Ariel membetulkan lagi posisi kacamatanya yang memang miring karena diangkat General yang satu itu.

"... Ah, kita lanjutkan nanti. Saya harus menyerahkan laporan ini pada Chief Supervisor."

Arvid sudah berancang-ancang mau pergi melapor ke Chief Supervisor. Ariel akhirnya terpikirkan suatu hal yang dia rasa sangat penting, mengenai istirahatnya yang terganggu.

"Tunggu, Capello. Aku rasa keinginan untuk beristirahat di tempat sial ini sudah menguap. lagipula tempat yang sudah kuincar tadi sudah ditempati orang, terima kasih pada Nona General yang Baik Hati itu. Kurasa aku akan beristirahat di kantor saja.", ucapnya sambil mendesah. Kemudian ia memelototi Giraile, dan setelah beberapa detik ia berjalan karena Arvid sudah meninggalkannya.




[Ariel out]
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central
Giraile Arevig A.

Posts : 258
Pemilik : Chief
Poin RP : 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime5th August 2009, 18:59

Giraile masih belum memercayai nasib baiknya. Dua puluh guinea, alias dua puluh satu pound sterling, telah mendarat ke genggaman tangannya begitu saja. Tidak bisa dibilang bahwa pendapatannya itu tanpa pengorbanan dari sisinya, mengingat Baron de Sigognac yang kini mengotori karpet ruang santai markas, tetapi itu tidak sebanding dengan kepingan yang kini berada di saku jasnya.

Ia melihat Ariel memelototi dirinya, wajar. Ia memberi senyuman yang berlebihan manisnya pada Ariel, seraya memberikannya ayunan tangan selamat tinggal. Reputasinya tercoreng sedikit, tetapi tak apalah. Section Leader dari Diplomatic & Communication bukan orang-orang yang benar-benar perlu ia jaga dekat relasinya dengan dirinya. Ia meregangkan tangannya, sebelum memutuskan untuk kembali ke kamarnya sendiri, dan mengambil satu botol brandi lain dari stash pribadinya.

"Nah, sekarang, mana Abirad untuk membersihkan ini..." Seperti itu juga, Giraile tidak akan lepas tanggung jawab dari tindakannya... walau bukan berarti ia akan menanganinya sendiri. Tidak ketika ada orang yang lebih patut yang bisa disuruhnya dengan sesuka hati, minimal. Benar-benar hari yang baik.

Tamat

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Sponsored content




[CENTRAL] Common Room Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Common Room   [CENTRAL] Common Room I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Common Room
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Room C: Broom Crashes
» Top 10 Hawtest People on the Pokemon Showdown Roleplaying Room

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com