An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [CENTRAL] Mad Tea Party

Go down 
Go to page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party   [CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitime24th August 2009, 12:10

"Terima kasih..."

Ressa haya mengangguk dan mengambil (lagi) sebuah kue kecil dari tempatnya. Ia mulai menghitung dalam hati berapa bayak tamunya kali ini. Ressa baru saja akan berkomentar ketika...

"A...ah..."

Suara Gaby segera menarik perhatian Ressa. Terang saja, Gaby tiba-tiba tersungkur di pangkuan Shrei!. Bukannya Ressa berpikir macam-macam, tapi...bukankah general satu itu punya semacam alergi pada wanita tak dikenal?

"A-Ah... Maaf... S-Saya tidak tahu tadi saya berbuat apa hingga... agh..."
"...!!!"

Abishak, kau tidak memperbaiki keadaan. Ressa selama beberapa saat menatap lekat mata Shrei yang bagai seorang Achilles melihat dirinya menjadi tua. Keringat dingin bercucuran di dahinya dan wajahnya memerah.

"A-Anda tidak apa-apa...?"

Jelas saja 'apa-apa'!! Apa Abishak tidak bisa lihat wajah General Halverson sekarang? Ressa segera meletakkan cangkir tehnya dan juga kue yang baru saja digigitnya. Belum sempat ia menolong, Ressa merasakan sentuhan seseorang di tangannya. SHREI?!, pikir Ressa dalam hati. Dahinya berkerut seakan meminta penjelasan dari sesuatu yang sebenarnya sudah sangat jelas. Atau mungkin Ressa hanya sedikit terkejut.

"No-Nona Michelli...!"

Ressa kini ikut gugup. Apa kegugupan itu bersifat menular?

"Iya, iya, Halverson. Tunggu. Lepaskan dulu tanganku sebentar ya," kata Ressa sambil melepaskan tangannya dari genggaman Shreizag Halverson.

Ressa dengan cekatan mengangkat, atau lebih tepat menggeser, tubuh Gaby dengan tangannya yang mungil. Tanpa pikir panjang ia 'menyerahkan' Gaby pada Abishak. Yah, wajar dong, bukankah tadi Abishak yang memulai semua masalah ini?

"OK, Halverson. Beres kan?" Ressa kembali menoleh pada Shrei dan memegang tangannya.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party   [CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitime24th August 2009, 14:46

Lia cuma bisa setengah bengong melihat rangkaian peristiwa yang menurutnya tragis itu. Pertama, si pria yang tak dikenalnya (Abisak) menepuk bahu Gabrielle sampai yang bersangkutan pingsan. Lalu Gabrielle jatuh ke pangkuan Shrei ('aku juga mau!' jerit Lia dalam hati). Tapi karena Shrei tidak dekat dengan Gabrielle, jadilah Shrei berkeringat dingin dan wajahnya jadi merah padam seketika. Untungnya Michelli membantu Shrei untuk 'menyingkirkan' Gabrielle dari Shrei.

Tapi Lia langsung memancarkan aura permusuhan dengan si pria tak dikenal yang sudah membuat Gabrielle pingsan dan 'athair'-nya berkeringat dingin. Wajahnya memang masih sedatar biasanya, tapi aura ingin membunuhnya tidak bisa dipendam begitu saja.

"Babog..." panggilnya pelan, "...Ionsaigh..."

Boneka kelinci yang tadinya ia biarkan duduk di sebelahnya langsung berubah menjadi setinggi manusia dan tampak siap menyerang, dilihat dari bagaimana ia mengadu kedua tangan kapuknya yang sudah sangat keras.

"Pria tak dikenal... Aku hitung sampai sepuluh... Minta maaf sama athair dan Gabby... Kalau tidak, aku juga mau buat kamu merah padam dan pingsan..." kata Lia pelan, dengan wajah datar, namun dengan nada mengancam yang jelas menyiratkan 'aku dendam padamu'.
Back to top Go down
View user profile
Abisak Avedisian

Abisak Avedisian

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party   [CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitime24th August 2009, 15:16

"Pria tak dikenal... Aku hitung sampai sepuluh... Minta maaf sama athair dan Gabby... Kalau tidak, aku juga mau buat kamu merah padam dan pingsan..."

"!!!" Abisak tertegun oleh aura membunuh yang dipancarkan Liadan. Tanpa sungkan-sungkan, ia pun bersujud di hadapan Shreizag. "M-Maaf! B-Bukan maksud saya untuk membunu-- mem... membuatnya tak sadarkan diri pada pangkuan Anda! Maafkan saya juga, Nona Van Rijn!" ujarnya dengan terburu-buru, walau waktu sepuluh detik cukup lama untuk sekadar memberikan ucapan maaf. Ia juga benar-benar tulus, melihat bahwa ini memang salahnya (entah bagaimana...).

Sial, sial, sial. Bagaimana bisa tindakan kecilnya, menepuk pelan bahu seorang gadis, menghasilkan efek bola salju sebesar ini? Mari kita rekap situasi; setelah berhasil menumbangkan seorang gadis yang membuat panik seorang General yang memohon bantuan seorang Section Leader, kini ia harus berhadapan dengan... suatu boneka kelinci raksasa dengan tampang garang layaknya Giraile. 'Baiklah, ini semua masuk akal,' batinnya dengan sarkastis.

Menelan ludahnya, Abisak mengangkat kepalanya, berharap bahwa yang akan dihadapinya bukan suatu Innocence yang hendak menggebukinya.
Back to top Go down
View user profile
Shreizag E. Halverson
Vatican Central
Shreizag E. Halverson

Posts : 580
Umur : 27
Pemilik : S.E.H.
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 29

[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party   [CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitime24th August 2009, 16:07

"Iya, iya, Halverson. Tunggu. Lepaskan dulu tanganku sebentar ya,"

Shrei tidak punya pilihan lain selain menurut. Ia melepaskan genggaman tangannya yang gemetaran dari tangan Ressa, kemudian menunggu Nona itu beraksi untuk 'menyelamatkannya'. Dengan cekatan Ressa mengangkat tubuh Gabrielle dari atas pangkuannya, kemudian membaringkannya di sebelah Abisak; tersangka utama hari ini.

Shrei yang tak sanggup berbuat apa-apa atas situasi ini dapat merasakan kepalanya yang pusing, sebagai efek samping dari 'alergi'nya. Ia memegang kepalanya dengan satu tangannya, sementara ia mensugesti dirinya agar bisa lebih tenang.

"OK, Halverson. Beres kan?"

Shrei dapat merasakan tangan Ressa yang memegang tangannya, dengan canggung pria Norwegia ini menatap 'penyelamatnya', "... Terima kasih..." ia berujar, menyelipkan senyum tipis di sana.

Namun tampaknya masalah tidak selesai sampai di sini.

"Babog... Ionsaigh..."


Sementara Shrei meneguk kembali teh dalam rangka menenangkan dirinya, Disciplenya tengah melakukan sesuatu yang cukup di luar dugaan. Ia menengadahkan kepalanya, dapat melihat Babog Liath yang sudah dalam posisi untuk menghajar Abisak. Ini tidak baik...

"Pria tak dikenal... Aku hitung sampai sepuluh... Minta maaf sama athair dan Gabby... Kalau tidak, aku juga mau buat kamu merah padam dan pingsan..."

Shreizag menghela nafas dan meletakkan cangkir tehnya yang telah kosong, kali ini ia harus turun tangan atau akan terjadi pertumpahan darah yang tidak perlu. "Sudahlah... Lia." ia berkata, namun terinterupsi oleh permohonan maaf Abisak; yang lagi-lagi bersujud di hadapannya.

"M-Maaf! B-Bukan maksud saya untuk membunu-- mem... membuatnya tak sadarkan diri pada pangkuan Anda! Maafkan saya juga, Nona Van Rijn!"

Shrei juga tidak mengerti kenapa gadis itu bisa pingsan tiba-tiba... Mungkin ia punya semacam anemia atau apa. Yang jelas, ia harus segera meluruskan permasalahan ini. "Angkat kepalamu, Avedisian. Ini hanya sebuah... kesalahpahaman. Dan Lia..." katanya, sambil menoleh pada Liadan, "... Jangan buang tenagamu untuk hal yang tidak perlu." ia mengelus kepala Lia sekali lagi, mencoba meyakinkan bahwa aksi Innocencenya tidak dibutuhkan.

Ia kembali pada Abisak, "Yang lebih penting, Avedisian, segera bawa gadis itu ke infirmari. Kau bertanggungjawab atasnya."

Ia berdiri, merapikan seragam dan jubahnya, kemudian mengalihkan pandangan pada Ressa yang tampaknya kecewa dengan fakta bahwa Shrei akan segera angkat kaki dari situ. "Terima kasih untuk tehnya... Nona Michelli. Nanti malam saya akan berkunjung lagi." pamitnya pada sang pemilik acara sore itu. Sungguh, ia tak ingin berlama-lama lagi di sana, ia enggan mengalami situasi yang sama, atau setidaknya mirip, dengan yang baru saja dialaminya sampai dua kali.

[Shreizag Out]




[OOT : Shrei dan Ressa kok kayak lagi pacaran... *ditendang*]

_________________
"l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour
First. The Silver Ice


Last edited by Shreizag E. Halverson on 24th August 2009, 19:30; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://sacchii.deviantart.com
Líadan Ní Súilleabháin

Líadan Ní Súilleabháin

Posts : 145
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party   [CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitime24th August 2009, 17:40

Dinasehati Shrei, dan melihat bagaimana Abisak dengan serius memohon ampun, Lia tidak jadi menghajar Abisak. Apalagi habis itu Shrei mengusap-usap kepala Lia, mood nya langsung membaik seketika.

"Baik, Athair..." sahut Lia pelan. Ia lalu memanggil Babog Liath sehingga boneka itu kembali ke ukuran normalnya, lalu dipeluknya erat bonekanya itu. Dan begitu sang General berdiri dan mohon diri, Lia ikutan berdiri.

"Miss Michelli, permisi dulu. Kapan-kapan aku minta kue. Aved, titip Gabby. Bye, semua..." kata Lia cepat sambil menyusul Shrei.



OOT : Aved itu maksudnya Abisak... Lia nggak bisa hafal nama yang kepanjangan XD *dihajar*
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer

Ariel Archer

Posts : 49
Umur : 26
Pemilik : Al2SiO5
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party   [CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitime24th August 2009, 18:48

Wah, wah...benar-benar acara minum teh yang...kacau. Gadis pingsan dan amukan si gadis yang satunya. Dan ada apa dengan General Fomalhaut? Hmm, mungkin dia orang yang pemalu? Yah, Ariel hanya menonton 'pertunjukan' itu sambil menyeruput tehnya pelan dan memakan kue kue. Ia tidak berusaha menghentikan mereka, lebih tepatnya sih tidak mau terlibat. Toh akhirnya beberapa orang pergi, dan masalahnya selesai.

"Fuh...ada ada saja," ucapnya pelan sambil mendesah. Tidak ada mood untuk marah kali ini, jadi ia hanya menanggapinya dengan santai.

"Arcturus, bawa gadis itu. Kasihan dia," pintanya pada Abisak yang tampaknya sangat menyesal. Mungkin ia memang dirundung kesialan? Sayangnya Ariel tidak tahu hal-hal macam itu.

Kemudian Ariel menyeruput lagi tehnya sampai habis.

"Maaf sekali nona, tapi aku rasa aku harus pergi. Refreshingnya sudah cukup kurasa. Terima kasih banyak," katanya sambil tersenyum ramah. Kemudian ia pergi ke kantornya lagi.

[ Ariel out ]
_________________
Someone's words don't hurt.
But the truth in it does.
Back to top Go down
View user profile
Abisak Avedisian

Abisak Avedisian

Posts : 77
Pemilik : Chief
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party   [CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitime24th August 2009, 19:12

Abisak menunggu untuk sesaat. Ia mengintip ke atas... sepertinya, tidak ada hal yang mengancam nyawanya yang akan terjadi. Ia bersyukur Shreizag tidak langsung menyalahkannya untuk hal ini (seperti... ugh, Giraile).

"Angkat kepalamu, Avedisian. Ini hanya sebuah... kesalahpahaman. Dan Lia..." katanya, sambil menoleh pada Liadan, "... Jangan buang tenagamu untuk hal yang tidak perlu." ia mengelus kepala Lia sekali lagi, mencoba meyakinkan bahwa aksi Innocencenya tidak dibutuhkan.

Poin plus untuk Shreizag Halverson lagi: bisa menenangkan Disciple-nya sebelum dirinya menjadi punching bag suatu boneka berisi kapuk secara ironis.

Ia kembali pada Abisak, "Yang lebih penting, Avedisian, segera bawa gadis itu ke infirmari. Kau bertanggungjawab atasnya."

"Ya, General," ujarnya tanpa terbata-bata, merasakan sebagian rasa percaya dirinya telah pulih. Walau begitu, dirinya tetap menggaruk punggung lehernya dengan grogi. Terlintas di kepalanya probabilitas terjadinya sesuatu yang benar-benar sial ketika ia melakukan ini, tetapi... harusnya Tuhan menjaga mereka yang berbuat baik, kan?

"Arcturus, bawa gadis itu. Kasihan dia."

Abisak menggulung kedua lengan kemejanya, bersiap-siap untuk mengangkut gadis Belanda itu. Sebenarnya ia meragukan kemampuannya sendiri, mengingat bahwa postur tubuhnya bisa dibilang kurus. Juga, ia bukan tipe orang yang gemar melatih fisiknya; justru bisa dibilang sebaliknya. Menggigit bibir bawahnya, ia menggunakan segenap tenaganya untuk mengangkat Gabrielle yang tak sadarkan diri.

Gagal. Ia menghirup napas dalam-dalam, dan mencoba lagi. General Shreizag dengan Disciple-nya pun meninggalkan taman, demikian pula dengan Ariel. Ia mencoba lagi, dan lagi, dan... pada akhirnya, Tuhan memutuskan untuk memberikannya tambahan energi. Abisak merasa amat girang (walau hanya terbersit senyum kecil pada wajahnya) dan lega begitu menemukan ia berhasil menangkat Gabrielle... dengan tangan gemetaran sekalipun.

Sepertinya banyak orang yang meninggalkan acara minum teh ini. Rasa bersalah muncul dalam batinnya; Abisak merasa bahwa tindakannya adalah katalis kepergian beberapa orang (minimal, Gabrielle). Ia memberikan senyum yang menampilkan rasa bersalahnya pada Ingressa. "Maafkan saya, Nona Michelli... akibat tindakan saya, acara Anda jadi begini."

Perasaan bersalah masih membebani dirinya. 'Glek...' "Anu, Nona Michelli... Jika Anda tetap ingin meneruskan afternoon tea ini, saya bisa kembali ke taman... ng, jika Anda mau..." Ya, sebenarnya, ia juga perlu mengambil kembali sapunya. Tetapi, ia tulus ingin menebus kesalahannya juga.

Dengan langkah yang tidak begitu stabil, Abisak mulai berjalan menuju infirmari, tempat yang sudah cukup akrab dengannya...

[Abisak OUT, sementara atau tidak tergantung Michelli... Blush]
Back to top Go down
View user profile
Ingressa Michelli

Ingressa Michelli

Posts : 77
Umur : 27
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party   [CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitime27th August 2009, 19:57

Ressa mengamati keadaan sekeliling yang mulai tampak... tidak terkendali?

"Pria tak dikenal... Aku hitung sampai sepuluh... Minta maaf sama athair dan Gabby... Kalau tidak, aku juga mau buat kamu merah padam dan pingsan..." kata Lia pelan, dengan wajah datar, namun dengan nada mengancam yang jelas menyiratkan 'aku dendam padamu'.

Lia? pikir Ressa. Oh, tidak..

"Sudahlah... Lia."

"M-Maaf! B-Bukan maksud saya untuk membunu-- mem... membuatnya tak sadarkan diri pada pangkuan Anda! Maafkan saya juga, Nona Van Rijn!"

"Angkat kepalamu, Avedisian. Ini hanya sebuah... kesalahpahaman. Dan Lia, Jangan buang tenagamu untuk hal yang tidak perlu."

"Yang lebih penting, Avedisian, segera bawa gadis itu ke infirmari. Kau bertanggungjawab atasnya."


Ok, jadi Shrei sudah berhasil mengendalikan keadaan. Ressa hanya diam mendengar dialog-dialog yang terdengar sungguh tidak masuk akal. Seandainya saja dia adalah seorang elf berusia ribuan tahun, mungkin hal seperti ini sudah jadi hal biasa untuknya. Namun sayangnya, Ressa belum berusia setua itu, yah, setidaknya tidak sekarang.

"Terima kasih untuk tehnya... Nona Michelli. Nanti malam saya akan berkunjung lagi."

Ah, Shrei sepertinya akan pergi. Wajar saja, setelah kejadian seheboh itu, siapa juga yang masih punya mood untuk minum teh? Tapi.. 'nanti malam saya akan berkunjung lagi'? Dasar Shrei! Makhluk besar dengan wajah yang dingin itu memang POLOS! Apa dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi seandainya seseorang berpikiran lain?

"Sama-sama Halverson. Nanti malam datanglah bersama Giraile," jawab Michelli. Yah, semoga saja kata 'bersama Giraile' cukup untuk memusnahkan pandangan yang 'tidak-tidak' dari orang-orang di sekeliling mereka.

"Miss Michelli, permisi dulu. Kapan-kapan aku minta kue. Aved, titip Gabby. Bye, semua..."

"Tentu saja, Lia. Kalau mau kue, datanglah ke kantorku."

"Maaf sekali nona, tapi aku rasa aku harus pergi. Refreshingnya sudah cukup kurasa. Terima kasih banyak,"

Ariel. Ressa hampir saja lupa bahwa ada dia di sini. Yah, bagaimanapun juga, syukurlah bahwa Ariel sedang dalam mood yang baik. Entah apa jadinya kalau ia marah-marah seperti waktu lalu. Mungkin teh yang diseduh Ressa cukup menenangkan sang Section Leader tersebut.

"Ah, iya. Sama-sama. Lain kali datanglah lagi. Dan jangan lupa, aku menungu laporan yang tadi paling lambat besok," kata Ressa sembari mengingatkan Ariel akan tugasnya.

"Maafkan saya, Nona Michelli... akibat tindakan saya, acara Anda jadi begini."

Ha, tentu saja karena kau pestaku jadi begini. Tapi mengatakan hal tersebut kepada orang yang sudah merasa sangat bersalah adalah perbuatan yang kejam. Yah, maka Ressa hanya menghela nafas sambil tersenyum. Entah mengapa tampaknya Abishak menyadari bahwa ia telah sedikit merusak mood Ressa sehingga ia menawarkan diri untuk kembali ke taman setelah mengantar Gaby. Tapi...

"Sudahlah.. Tenagamu pasti sudah terkuras hanya dengan membawa nona kecl itu pergi. Lebih baik setelah ini kau istirahat. Aku pun harus segera membereskan semua ini dan bersiap-siap untuk acara nanti malam,"
sahut Ressa sambil mulai merapikan barang-barangnya. "Semoga di kesempatan lain kau bisa bergabung lagi dengan kami di pesta semacam ini." Dan lain kali, jangan buat keributan.

[THE END]
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Sponsored content




[CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 Empty
PostSubject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party   [CENTRAL] Mad Tea Party - Page 2 I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Mad Tea Party
Back to top 
Page 2 of 2Go to page : Previous  1, 2
 Similar topics
-
» Invasion!!! Tea Party Style!!
» Lyn and Lyra's End of Year Party!
» Template

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Create free forum | Roleplay forums | Manga - Comic strip | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com