An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegister[AU] Another Opposite Day I_icon_mini_registerLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
[AU] Another Opposite Day I_icon_minitimeby Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
[AU] Another Opposite Day I_icon_minitimeby Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
[AU] Another Opposite Day I_icon_minitimeby Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
[AU] Another Opposite Day I_icon_minitimeby Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
[AU] Another Opposite Day I_icon_minitimeby Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share
 

 [AU] Another Opposite Day

Go down 
AuthorMessage
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime4th October 2009, 19:38

Note : Dibuat atas request Ryuu~ *dibekep*

RATING ANTARA PG-13 SAMPAI R-15

Anti!Bianca and Anti!Allegra only Cool

Lokasi : Common Room Cabang Eropa (dapat berpindah kemudian)




Benci.

Benci, benci, benci.

Bianca Corda benar-benar membenci semua orang yang ada di sekelilingnya. Mereka tertawa, berteriak-teriak, bermesraan, bercanda, bersenang-senang... Semuanya meninggalkan dia sendirian. Semuanya berisik, seenaknya sendiri. Benci. Bianca membenci semua itu.

Matanya yang merah menelusuri ruangan, mencari orang yang dikenalnya. Ia mencari, bukan untuk ikut bersenang-senang dan tertawa-tawa, tapi untuk melampiaskan kebenciannya. Ia ingin meremukkan seseorang, menghancurkan hatinya, menorehkan luka di kulitnya. Ia ingin melakukan sesuatu; sesuatu yang bisa melukai orang tersebut luar-dalam.

Kenapa?

Karena ia adalah iblis.

Karena semua orang memanggilnya iblis.

Ia terus mencari, sampai matanya menangkap sosok seorang Exorcist perempuan berambut pirang yang cukup sering dilihatnya--salah satu wanita simpanan Shrei--berjalan melintasi Ruang Umum. Awalnya Exorcist albino ini hanya mengikutinya dengan tatapannya, tapi akhirnya ia menggunakan kakinya untuk menghampiri gadis itu.

Ekspresinya berubah dalam sekejap. Awalnya kedua alisnya naik, sementara kedua ujung bibirnya turun. Tapi semakin dekat ia dengan Exorcist wanita itu, ekspresinya semakin membaik. Senyumnya merekah; manis namun beracun. Ekspresinya melunak, meski matanya yang merah masih menyala-nyala bagaikan bara api.

Ia menghampiri Exorcist wanita itu, lalu menghalangi jalannya dengan tubuhnya sendiri. Tapi, tak sepatah kata pun terucap dari mulutnya. Ia hanya menatap mata gadis itu dalam-dalam, dengan matanya yang semerah darah, yang selalu meneriakkan hal yang sama : Iblis!
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime4th October 2009, 21:48

Sore hari, sore hari yang dingin dan berembun. Musim dingin telah mencapai puncaknya di markas central Black Order.

Seorang gadis bermata biru menatap dari luar kaca jendela, matanya lurus memandang ke luar. Hamparan salju, ya salju, putih dan dingin menutupi pohon, tanah dan atap-atap bangunan.

Allegra menghembuskan nafasnya ke kaca, membuat jejak embun dan mengusap kaca itu dengan gerakan memutar yang lembut, membuat pemandangan di luar semakin tampak jelas. Senyuman kecil menghiasi wajahnya, tetesan salju yang putih dan lembut itu membuatnya teringat akan seseorang. Seorang pria dengan rambutnya yang keperakan dan pribadi yang hangat.

"General Halverson...."

Gadis berambut pirang sebahu itu menghembuskan nafas panjang seraya mengucapkan nama satu pria yang selalu meloncat-loncat di hatinya. General Halverson yang dia cintai sedang berada dalam suatu misi dan kemungkinan baru akan kembali beberapa hari lagi. Memang waktu belum lama berjalan sejak mereka menghabiskan malam berdua namun rasa rindu pada pria itu sudah menggelegak dari dasar hatinya,

Namun gadis itupun sadar yang bisa membawa Shreizag kembali dengan cepat hanyalah mukjizat. Yang bisa dia lakukan hanyalah meratap ke hamparan salju tak berujung sambil memejamkan matanya berdoa dalam hati agar Shreizag kembali dalam keadaan selamat. Walaupun kemungkinan besar General itu tidak akan kembali untuk dirinya saja.

Allegra mengetahui sifat Shreizag dan dia sudah memutuskan untuk memakluminya, tak peduli berapapun wanita yang selalu bersama pria itu selain dirinya. Namun tentu saja gadis ini bisa kesal, walaupun dia tak pernah menunjukkannya pada General yang senang bermanja-manja dengan wanita itu. Allegra merunduk murung, dan tanpa sadar dia mundur dari jendela itu dan menghantamkan kepalan tangannya --yang bersarung tangan-- ke kaca itu, menyebabkannya retak menjadi beberapa bagian. Serpihan-serpihan kaca itu jatuh seperti salju ke lantai di bawahnya bersamaan dengan suara helaan nafas yang berat.

Saat tersadar dia mengeluarkan suara terkesiap yang tercampur dengan kaget. Dengan panik dia melepas sarung tangannya, berlari mencari salah satu staff yang mengurusi tetek bengek macam itu. Dan kebetulan aja ruangan staff-staff tersebut berada jauh setelah common room yang terasa sangat sepi di sore itu. Terlalu sepi malah, tapi dia dapat merasakan tatapan yang mengarah padanya.

Allegra memperkecil langkah kakinya. Ia memperhatikan seisi ruangan itu dan benar-benar menganggap dirinya hanyalah seorang disana sampai seseorang menyeruak dari kegelapan. Tidak, orang itu sendiri adalah kegelapan yang pekat dan memancarkan hawa kebencian dari tiap pori-pori kulitnya.

Sang Iblis...

Gadis bermata biru itu seolah-olah tersedak begitu melihat sosok tersebut menghampirinya, mencegat langkahnya sambil tersenyum. Senyuman yang begitu terasa sadis sampai-sampai dia bisa merinding hanya dengan melihat senyumannya. Exorcist pria yang dia ketahui bernama Bianca itu mencegat langkahnya dengan memasang tubuhnya sendiri, dekat, begitu dekat.

Bola matanya yang berwarna biru melebar ketakutan, tangannya mulai mengepal saat dia mencium bahwa marabahaya yang bernama Bianca Corda ingin mempermainkannya sekali lagi. Refleknya ingin mendorong pria itu jauh-jauh namun dia sama sekali tidak kuasa untuk melakukannya. Allegra menengadah dengan bibir yang sedikit terbuka, matanya beradu pandang dengan pria itu. Bianca hanya tersenyum, senyuman sadis yang selalu dia perlihatkan pada mangsanya, atau dengan kata lain saat ini pada Allegra.

Tak sedikitpun kata-kata keluar dari bibirnya --atau hanya belum?-- dia hanya menatap gadis Ceko tersebut dengan mata merahnya. Merah karena kebencian yang mengakar dari hati Bianca jika saja dia memang masih memiliki hati.

Allegra mundur beberapa langkah namun terhenti dengan seketika saat dia menabrak dinding di belakangnya. Menyadari dirinya terpojok gadis itu menoleh pada pria bermata merah itu, balas memandang wajahnya dengan semburat biru. Hanya satu kata yang terucap dari bibirnya yang sedikit bergetar. Satu kata itu keluar dengan mendesis, ketakutan sekaligus keinginan untuk memberontak yang terpancar dari sinar matanya.

"Bi-Bianca..."
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime5th October 2009, 12:46

Gadis itu menyebut namanya, gemetaran. Di telinga Bianca, namanya sendiri terdengar seperti nama seseorang yang sangat menakutkan, yang patut dihindari orang lain. Tidak pernah sekalipun ia mendengar ada orang yang memanggilnya dengan lembut, dengan penuh perhatian dan cinta. Tidak ada. Lebih parah lagi, banyak orang yang tidak sudi menyebut namanya, seolah namanya adalah kutukan bagi orang itu.

Sekarang, wanita yang berdiri di hadapannya juga ketakutan padanya, padahal ia belum melakukan apapun. Apakah ia benar-benar seburuk itu, sampai orang takut padanya hanya dengan melihatnya? Ia ingin menyalahkan siapapun yang melahirkannya dengan keadaan seperti sekarang. Ia tidak pernah meminta untuk dijadikan albino. Ia tidak pernah meminta matanya yang merah ini.

Ia tidak pernah meminta kehidupan yang dipenuhi kebencian seperti ini.

Ia kembali menatap Allegra, semakin dalam. Ekspresinya melunak, meski matanya yang merah masih tetap sama. Tidak ada yang bisa mengubahnya; kedua matanya sudah seperti itu sejak ia dilahirkan. Ingin rasanya ia meluncurkan kata-kata mengejek yang akan menghancurkan hati gadis itu, tapi mendadak ia ingin melontarkan sebuah pertanyaan... sebuah pertanyaan yang selalu ia tanyakan dalam hati, tanpa ada yang sudi menjawabnya.

"Allegra, kamu... takut padaku?" tanya Bianca dengan nada yang tenang; terlalu tenang, malahan. Ia mundur sedikit, membuat jarak antara dirinya dengan gadis Exorcist itu. Ia masih menatap kedua mata biru itu dalam-dalam, dan kembali bertanya, "Apakah aku menakutkan?"
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime5th October 2009, 13:08

Allegra terkesiap pelan, mata birunya yang dipandang Bianca lekat-lekat melebar. Tidak, bukan karena rasa takut yang dari tadi merayap sampai ubun-ubun kepalanya. Lebih karena gadis Ceko itu tidak menyangka bahwa Bianca akan berbicara padanya dengan pertanyaan macam itu dan nada yang lebih melunak alih-alih mencercanya atau melakukan sesuatu yang menyakitkan seperti biasa.

Quote :
"Apakah aku menakutkan?"

Gadis bermata biru itu terdiam sejenak, tidak yakin dengan pertanyaan yang dilontarkan Bianca. Dia menatap wajah Bianca perlahan, kemanakah ekspresi penuh kebencian itu? Kemana tatapan yang membara dari bola matanya yang berwarna merah? Allegra menggigit bibir bawahnya sendiri.

Dia balas menatap Bianca, ekspresinya yang ketakutan memudar perlahan. Di benaknya dia memikirkan arti dan makna pertanyaan itu dan kemungkinan yang terjadi jika dia salah menjawab. Namun suara hatinya berbisik kalau pria bermata merah di depannya ini sedang berbicara dari hatinya. Ya dari hati yang biasa terlupakan.

"Semua orang akan takut kalau kau memperlakukan mereka dengan penuh kebencian," kalimat itu terucap dari bibirnya dengan lirih, jemarinya yang lentik dan sedikit kedinginan menyentuh bibirnya sendiri. Seolah memastikan bahwa kalimat barusan memang terucap dari dirinya. Gadis itu tak mengucapkan apapun lagi, dia hanya balas memandang bola mata berwarna merah itu, mencoba mencari tahu apa yang tersembunyi selama ini.
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime5th October 2009, 20:25

Quote :
"Semua orang akan takut kalau kau memperlakukan mereka dengan penuh kebencian,"

Bianca membelalak mendengar jawaban yang meluncur dari bibir Allegra. Ia terdiam, bukan karena ia sadar bahwa ia sudah membenci semua orang, tapi karena ia tidak mengerti seperti apa cinta dan benci itu. Selama ini yang diketahuinya adalah membenci, membenci, dan membenci.

Bukan... Ia sudah lupa apa itu 'cinta' sejak ia dikhianati oleh kekasihnya sendiri. Kini yang tersisa padanya hanyalah sebuah hiasan rambut pemberian gadis itu, dan rasa benci yang terus membara di hatinya. Ya, ia masih memiliki hati, tapi sudah tidak sanggup lagi merasakannya.

Amarahnya memuncak seketika. Ia menyudutkan Exorcist wanita itu, mengurungnya dengan kedua tangannya di dinding. Ia menurunkan kepalanya, membuat matanya sejajar dengan mata Allegra. Ia menatap langsung ke mata Allegra yang sebening air, dengan tatapannya yang membara bagaikan api.

"Aku membenci kalian semua... Perempuan-perempuan sialan... Kalian pikir menyenangkan, mempermainkan perasaan seseorang?" desis Bianca dengan nada suaranya yang jarang ia pakai. Ia marah, ia benci. Kenapa orang tidak bisa puas hanya memiliki satu pasangan saja? Kenapa orang rela dijadikan 'barang simpanan'?

Kenapa, pada akhirnya, hanya dia yang ditinggalkan sendirian?

Bianca menjauh, menarik turun tangannya. Ia menatap Allegra dingin, lalu ekspresinya berubah dalam sekejap. Senyuman dinginnya kembali terpasang. Tatapan mautnya kembali memancar. Ia lalu menyentuh dagu gadis itu, lalu memaksanya untuk menatap langsung ke matanya yang merah.

"Ah, kamu tak mungkin mengerti... Kamu sendiri, sudi dijadikan simpanan seseorang, bukan?" kata Bianca dengan nada paling tenang namun paling pedas yang dimilikinya.

Orang sepertimu inilah yang paling kubenci...
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime6th October 2009, 05:12

Quote :
Aku membenci kalian semua... Perempuan-perempuan sialan... Kalian pikir menyenangkan, mempermainkan perasaan seseorang?

Allegra terkesiap, matanya mengerjap beberapa kali sambil tetap mencoba memandang lurus ke Bianca. Mata pria itu memandanginya lekat-lekat dengan penuh kilat amarah. Bibirnya kembali bergetar. Dia ingin mundur tapi dia tahu kalau dia tak akan bisa, dan Bianca malah menarik dagunya. Memaksa Allegra menatap matanya yang kali ini mengobarkan api kemarahan.

Quote :
"Ah, kamu tak mungkin mengerti... Kamu sendiri, sudi dijadikan simpanan seseorang, bukan?"

Deg

Mendengar kalimat menyakitkan itu terlontar dari Bianca membuat jantungnya berhenti untuk sepersekian detik. Wajah gadis Ceko itu memerah, nafasnya mulai berat dan matanya basah. Jika Bianca memang bermaksud melukainya, dia berhasil dengan baik.

"Ka-kau yang tak mengerti..."

Wajah gadis itu merunduk seperti pohon Willow. Poni yang menyapu sebagian wajahnya menghalangi pandangan Bianca dari ekspresi gadis itu namun dari tangannya yang masih tertempel di dagu Allegra, Bianca dapat merasakan bibirnya yang bergetar halus, nafas gadis berambut pirang lembut tersebut mulai tak teratur. Torehan luka di hatinya mulai menyeruak ke permukaan.

"Apa yang bisa kuharapkan?"

Suaranya terdengar seperti desisan lemah. Allegra menengadah, balas menatap mata penuh kebencian itu dengan bola matanya yang berkaca-kaca. "Kau punya alasan kan kenapa kau bersikap seperti ini? Dan begitu pula aku, aku yang seumur hidup tidak pernah dicintai seorang, selalu terbuang, tersakiti bahkan dianiaya oleh keluargaku sendiri hanya untuk mendapat jatah makan?! Apa yang kuharapkan?!" Suara itu penuh emosi, kesedihan, kemarahan, perasaan tersakiti dan luka bercampur menjadi satu. Mata bening gadis itu berkilat basah, air mata menggenang di pelupuk matanya.

Pernyataan pria itu telah menggali luka yang selama ini tersimpan rapat, Allegra mengumpulkan segenap kekuatan yang berasal dari emosinya dan melanjutkan kalimat barusan. "aku bahkan tak pernah bermimpi, tidak aku sempat tak memiliki harapan lagi untuk merasakan bagaimana seseorang memerlakukanku penuh kasih sayang. Shreizaglah orang pertama yang memerlakukanku dengan baik. Oleh karenanya, Bianca, aku tidak peduli Shreizag seperti itu. Aku tak peduli! Karena bermimpi untuk dicintai seutuhnya oleh seseorang hanyalah mimpi yang penuh ilusi! Dan kukatakan ini padamu, jika memang seseorang menginginkanku secara utuh aku akan menemani satu orang itu sampai akhir hayatku! Ya itu yang kuinginkan selama ini Bianca! A-Aku..,"Kalimatnya terputus, dia kehilangan kekuatan untuk melanjutkan sisa kalimatnya.

Allegra merunduk, kedua telapak tangannya menutupi wajah. Suara isak tangis yang tertahan terdengar bergema di ruangan itu. Dia telah menceritakan semua luka yang ada di hatinya pada pria itu, cerita yang tidak seorangpun tahu, bahkan Shreizag. Punggungnya bersandar di dinding dengan berat, dan gadis dengan tubuh yang gemetar itu berusaha sekuat tenaga hanya untuk tetap berdiri. "kau senang Bianca? Kau senang menyakiti seperti ini...? " suaranya terlepas diiringi isak tangis. Benteng yang selama ini tercipta di hatinya telah dihancurkan sampai menjadi debu oleh Bianca Corda.

Jika pria tersebut bermaksud menyakiti Allegra Růžena Mlynarikova secara permanen, inilah saat yang tepat.
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime6th October 2009, 16:11

Sepertinya, kata-kata Bianca tadi benar-benar tepat sasaran. Gadis itu langsung membeberkan semua masa lalunya, yang menyebabkan sikapnya menjadi seperti sekarang. Bianca hanya bisa terdiam mendengar semua ucapannya, yang diucapkan dengan penuh emosi. Semuanya meluncur begitu saja dari bibir gadis itu, bagaikan sungai yang mengalir.

Dan, semua itu berhenti oleh sebuah isak tangis.

Quote :
"kau senang Bianca? Kau senang menyakiti seperti ini...? "

Sesuatu...

Ada sesuatu...

Bianca merasa ada sesuatu yang terasa begitu menyakitkan di dadanya.

Apakah setelah sekian lama, ia mulai bisa merasakan hatinya?


Aku tidak punya hati.

Hanya dengan satu ketetapan itu, ia kembali menatap Allegra dengan tatapan yang dingin. Sekali lagi, dengan kasar ia memaksa gadis itu menatapnya. Tapi kali ini, ia tidak berhenti sampai di situ saja. Ia mendekatkan wajahnya ke gadis Ceko itu, lalu menciumnya dengan paksa. Sebelah tangannya berpindah ke belakang kepala gadis itu, sementara tangannya yang satu lagi merangkul pinggangnya.

Tetapi ciuman yang kasar itu hanya berlangsung sebentar. Dengan segera, ia melepaskan lagi gadis itu, dan menatapnya dalam, seolah ia tidak merasakan apapun dari tindakannya tadi. Tapi kini mata itu memancarkan emosi yang begitu kompleks; campuran antara prihatin, marah, benci, dan sedih.

"Kedua orang tuaku ingin aku mati..." Ia mengawali kisahnya sendiri, "Orang tua angkatku juga ingin aku mati. Tapi ada seorang gadis yang begitu menginginkanku, dan aku memberi diriku padanya. Tapi pada akhirnya, aku dibuang, dan dia juga ingin aku mati."

Ia menutup kedua matanya sejenak, menenangkan dirinya agar jangan sampai ia meneteskan sesuatu yang disebut 'air mata', karena iblis tidak menangis. "Apakah kamu juga, sama seperti mereka, ingin aku mati saja?" tanya Bianca. Tanpa sadar, ekspresinya melunak, memperlihatkan sosoknya sebagai manusia yang lemah.

Contra Mundi... musuh dunia...
Kalau dunia memusuhiku, aku pun akan memusuhi dunia...
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime7th October 2009, 13:10

Allegra tidak pernah menyangka akan dicium oleh seseorang yang tampaknya begitu membenci dirinya. Dan dia tak pernah membayangkan bahwa suatu saat dirinya akan memperoleh sebuah ciuman, yang sama sekali tidak lembut, dari Bianca Corda, pria yang selama ini hanya mengirimkan sinyal-sinyal kemurkaan pada orang di sekitarnya.

Ciuman itu kasar... dan berakhir sebelum Allegra sempat mengatakan sepatah kata apapun atau memberontak. Nafasnya berdesir keras, Allegra memeluk dirinya sendiri, jemarinya menyentuh bibirnya yang bersemu merah muda dimana Bianca mendaratkan kecupan kasarnya beberapa detik yang lalu.

Dia sudah bersiap untuk sebuah tamparan, pukulan, cacian atau semuanya sekaligus dalam satu waktu tapi tidak dengan hukuman macam itu. Allegra kembali bergetar dia memandang Bianca tanpa mengatakan apapun, nafasnya sedikit berembun.

Gadis berusia 20 tahun itu sama sekali tak mengerti perasaan macam apa yang mendorong Bianca melakukannya. Apalagi sekarang Bianca malah langsung menjauh dan balik menatap dirinya. Dengan tatapan yang juga sama kompleksnya dengan kecupan barusan.

Quote :
"Kedua orang tuaku ingin aku mati..." Ia mengawali kisahnya sendiri, "Orang tua angkatku juga ingin aku mati. Tapi ada seorang gadis yang begitu menginginkanku, dan aku memberi diriku padanya. Tapi pada akhirnya, aku dibuang, dan dia juga ingin aku mati."

Allegra masih terdiam, matanya yang bak kristal memandang pria itu dengan bibir yang tak terkatup rapat. Memikirkan fakta masa lalu yang barusan dibeberkan sendiri oleh Bianca yang membuatnya berpikir; bukankah mereka mirip? Yang membedakan hanya bagaimana mereka memilih untuk menyikapi nasib.

Quote :
"Apakah kamu juga, sama seperti mereka, ingin aku mati saja?" tanya Bianca. Tanpa sadar, ekspresinya melunak, memperlihatkan sosoknya sebagai manusia yang lemah.
Pertanyaan itu.. pertanyaan retoris untuk Allegra. Gadis Ceko itu tidak berjalan mundur atau sebaliknya. Dia menatap lurus pada Bianca dengan sinar mata yang lembut. "Aku tak pernah menginginkan seorangpun untuk mati, termasuk dirimu..." kalimat itu terlepas dengan lirih dari bibirnya.

Wajah gadis itu merunduk sejenak, memikirkan hal yang barusan dia katakan. Ya, Allegra memang tak pernah menginginkan kematian seseorang, seberapapun mereka menyakitinya dan menginjak-injak perasaannya. Dalam bentuk apapun kebencian selalu menyakitkan... namun kebencian tidak harus selalu dibalas dengan kebencian. Seperti kebaikan yang tak selalu berbalas dengan kebaikan pula.

Kali ini semacam emosi yang aneh menyergapnya. Entah bisikan apa yang mendorongnya Allegra mendekat pada Bianca, menatap mata merah itu lekat-lekat dengan sayu. "Apa kau membenciku..." suaranya seolah berbisik di telinga pria berambut putih tersebut. Bibirnya kembali terbuka dan mengucapkan satu kata terakhir yang bercampur dengan desiran nafas lembut.

"Bianca..?"
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime7th October 2009, 15:35

Quote :
"Bianca..?"

Satu kata.

Satu bisikan itu membuat Bianca membelalakkan matanya menatap gadis Ceko itu. Tapi di matanya, bukan Allegra yang berdiri di sana. Sosok wanita lain, dengan rambut cokelat kemerahan dan mata hazel, dengan rambutnya yang ikal dan senyumnya yang lembut... Di mata Bianca, bayangan Aria Fiore muncul di hadapannya.

"Bianca..."

"......tidak........" Pemuda Italia itu mundur perlahan. Ia tidak mau mengingatnya lagi. Wanita yang pernah dicintainya, wanita yang mengkhianatinya, yang selalu membekas di dalam hatinya... ia tidak pernah mau lagi mengingat wanita itu. Aria Fiore. Dadanya terasa sakit, begitu juga dengan kepalanya. Bayangan gadis Italia itu tampak semakin jelas. Ia memaksa logikanya untuk bekerja, untuk meyakikan dirinya sendiri bahwa wanita di hadapannya itu bukan Aria, tapi Allegra.

Tapi pikirannya tidak mau menurut. Bayang-bayang Aria masih ada di sana, menatapnya lurus dengan mata hazelnya.

"Bianca..."

"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAKK!!"

Bianca jatuh berlutut. Ia melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. Ia gemetaran hebat. Ingatan-ingatan yang menyakitkan menyeruak begitu saja dari dasar hatinya. Semua ingatan yang sudah dikuburkannya dengan baik kini muncul kembali ke permukaan. Kini, ia ingat dengan jelas bagaimana Aria meninggalkannya waktu itu. Ia dipermalukan di depan seluruh anggota keluarga Fiore dan keluarga-keluarga ternama lainnya. Aria memilih pria lain dari keluarga ternama, dan mencampakkannya begitu saja ke luar gerbang rumahnya.

Ia teringat, bagaimana segerombolan Akuma mendadak menyerang rumah itu, membunuh semua orang kecuali dirinya sendiri, hanya karena hadiah yang ia bawakan untuk gadis itu ternyata adalah Innocence yang kompatibel dengan dirinya sendiri.

Dan yang masih terpatri dengan jelas di ingatannya, ia ingat bagaimana Aria berlari ke arahnya, berusaha kabur dari Akuma yang mengejarnya, lalu terbunuh tepat di depan matanya sambil memanggil namanya dengan penuh keputusasaan...

"Bianca..."

"Ariaaaa!!" ia menjerit, di luar kesadarannya, "Kenapa kau membuangku?! Kenapa kau kembali hanya untuk mati di hadapanku?!"

Basah.

Air mata yang tidak pernah mengalir dari kedua matanya itu kini membanjiri pipinya.

Iblis dulunya adalah malaikat,
yang dibuang ke dasar neraka...
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime7th October 2009, 17:23

Reaksi, suatu reaksi yang tak terdua meluap dari Bianca begitu gadis Ceko itu menyebut namanya dengan lembut. Allegra terkesiap namun dia tidak mundur dari tempatnya berdiri.

Gumaman pelan dari Bianca berubah menjadi lolongan perih, mata Bianca tidak fokus pada dirinya, seolah ada bayangan lain yang muncul di antara mereka. Bola mata Allegra yang berwarna biru tetap lurus memandang Bianca, Bianca yang jatuh berlutut sambil meneriakkan nama seseorang --yang sepertinya seorang wanita-- dan bertanya sambil berteriak lantang, tidak pada Allegra, tidak juga pada siapapun.

Quote :
"Kenapa kau membuangku?! Kenapa kau kembali hanya untuk mati di hadapanku?!"

Allegra tak mengatakan apapun namun entah kenapa dadanya ikut sakit melihat pria yang biasanya begitu kokoh telah runtuh. Walaupun dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Bianca, Allegra bisa merasakan rasa sakit yang mengalir dari pria itu. Gadis Ceko itu mendekat ke Bianca yang meringkuk, dia duduk di atas kedua betisnya tangannya sedikit gemetar.

Pria itu meneteskan air mata, ya air mata yang mungkin telah berusaha dia sembunyikan sekian lama dengan sikap penuh kebencian. Allegra menggigit bibir bawahnya sendiri, telapak tangannya meraih kepalan tangan pria bermata merah itu dengan perlahan.

Dia mengenggam tangan Bianca, dan dapat merasakan adanya kehangatan yang menyamankan dirinya. Allegra memejamkan mata, bersenandung pelan. Penggalan bait-bait dalam bahasa ibunya yang selalu dia nyanyikan dengan lirih di saat-saat tersulit dalam hidup. Dan memberikannya kekuatan setiap waktu.

Můžete volat ráno

Který žije v mém srdci

Budu určitě zahojit rány s touto klidnou melodii


Suara Allegra terdengar bening dan tuduh, dia mengulangi bait itu sambil mengatupkan telapak tangannya di atas kepalan tangan Bianca. Lagu itu sendiri mengingatkannya akan masa-masa telah lalu, yang disesali dan yang tak akan terulang. Tanpa terasa air mata kembali menetes dari pelupuk matanya. Namun gadis itu tetap bersenandung walaupun suaranya terpatah-patah dan bergetar perih.

Tidak sedikitpun berniat untuk beranjak dari hadapan Bianca.



------------------------------------

orz..


Translation :

You can call the morning

Who lives in my heart

I will definitely heal the wounds with this quiet tune
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime7th October 2009, 17:39

Sebuah lagu membawa Bianca kembali ke alam sadarnya, seperti alarm yang membangunkannya di pagi hari. Ia bisa merasakan ada yang menyentuh tangannya, hangat. Ia juga bisa merasakan pipinya yang basah karena air mata...

Iblis tidak menangis.


Air matanya mengering seketika, seolah apa yang terjadi tadi hanyalah bohong belaka. Dengan satu gerakan cepat, ia menarik lepas tangannya dari genggaman Allegra, lalu berdiri sambil menghapus air matanya dengan lengan seragamnya.

Dan begitu air mata di wajahnya sudah terhapus, matanya yang merah kembali berkilat-kilat, menyala bagaikan bara api.

...seolah semua air matanya tadi itu bohong...

Ia menatap Allegra tajam, merasa marah pada dirinya sendiri karena sempat-sempatnya ia lepas kontrol di depan 'mangsa'-nya, yang seharusnya ia permainkan untuk melampiaskan kebencian dan kekesalannya. Dan lagi, orang itu adalah perempuan, makhluk yang paling ia benci di muka bumi ini.

Sebuah seringai terulas di wajah pria albino ini. Apapun yang terjadi, ia tidak boleh membiarkan siapapun tahu tentang kelemahannya. Tidak boleh.

"Kamu kira, aku serius?" tanya Bianca dengan nada mengejek. "Ternyata wanita itu memang lemah pada hal-hal sentimen semacam ini. Bodoh sekali..." Sekali lagi, ia meluncurkan kalimat yang pedas, jelas untuk menutupi kelemahannya.

...karena iblis tidak membiarkan kelemahannya diketahui orang....
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime7th October 2009, 17:54

Quote :
Kamu kira, aku serius?" tanya Bianca dengan nada mengejek. "Ternyata wanita itu memang lemah pada hal-hal sentimen semacam ini. Bodoh sekali..." Sekali lagi, ia meluncurkan kalimat yang pedas, jelas untuk menutupi kelemahannya.

Berkebalikan dari reaksi yang diinginkan Bianca, Allegra menatap pria yang telah bangkit itu dari bawah --dalam posisi duduknya. Dan apa itu yang terbentuk di wajah Allegra? Sebuah senyuman lembut.

"Untunglah kamu tidak menangis lagi..." Allegra mengusapkan jemarinya sendiri untuk menghapus tetesan air matanya. Suaranya terdengar sesenggukan pelan. Entah tangisan itu atau kalimat celaan Bianca yang merupakan tipuan, dia tidak peduli. Ia hanya merasa lega melihat pria itu sudah kembali kuat. Sebuah tarikan nafas dalam terdengar dari Allegra, wajahnya tertunduk di dalam telapak tangannya sendiri. Tanpa terasa bibirnya kembali bersenandung....

Můžete volat ráno

Který žije v mém srdci

Budu určitě zahojit rány s touto klidnou melodii


Allegra menoleh ke Bianca, tidak mengatakan apapun. Hanya tersenyum dan menatap pria itu dengan matanya yang bening. Gadis berambut pirang itu menggelengkan wajahnya, rambutnya bergoyang pelan dan kalimat berikutnya yang terlepas dari bibir itu seolah bergema merdu di ruangan yang terlampau sepi. Hanya ada mereka berdua.

"Aku tak membencimu, Bianca"
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime7th October 2009, 20:35

Sebuah senyuman lembut, kata-kata yang begitu halus, lantunan lagu yang jernih... Seharusnya kini ia merasa senang, karena setelah sekian lama, ada orang yang bisa benar-benar peduli padanya, bahkan setelah diperlakukan kasar. Tapi entah kenapa, Bianca justru tidak bisa merasa senang.

"Iblis sepertimu, tak akan pernah mengenal cinta..."


Sepotong kalimat penolakan yang dulu pernah didengarnya kini kembali terlintas di pikirannya. Ya, dia sudah melupakan apa itu cinta dan kasih sayang. Ia sudah lupa di mana ia meninggalkan hatinya. Tapi kenapa, di saat ia seharusnya bisa merasakan kembali apa yang disebut dengan 'perasaan manusia', ia masih tidak bisa mengingat di mana ia meninggalkan hatinya?

Quote :
"Aku tak membencimu, Bianca"

Bianca mencibir. Ia menatap gadis Ceko itu dengan tatapan matanya yang menyala-nyala. "Odiare è meglio che amare..." Dengan satu gumaman pelan itu, ia berjalan meninggalkan gadis itu sendirian.

Lebih baik membenci daripada mencintai...



OOT : ryuuna, mau ditutup aja, ato mau lanjut?
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime9th October 2009, 13:35

Quote :
"Odiare è meglio che amare..."

Gumaman pria itu membuat Allegra --yang masih dalam posisi duduk di lantai-- menoleh. Memang gadis itu tidak mengerti arti dari bahasa asing yang Bianca ucapkan tetapi entah kenapa kalimat tersebut membuat tatapannya tidak berpaling dari Bianca yang terlihat menjauhi dirinya. Allegra mendesah cemas, apakah dia harus mengikuti Bianca atau tidak? Kesendirian memang menyedihkan tetapi sebuah penolakan selalu lebih menyakitkan.

Saat gadis ini berpikir demikian jemarinya meraba bibirnya sendiri, ya bibir dimana Bianca Corda mendaratkan ciumannya yang kasar. Wajahnya menunjukkan rona yang susah dimengerti namun didominasi oleh emosi sedih, takut, keraguan dan semburat kemerahan di waktu yang sama. Sekali lagi dia matanya yang berwarna biru lembut melirik pria itu, yang tampaknya tidak berpikir apapun untuk segera menjauhkan diri darinya.

Allegra mencoba untuk berdiri, sayangnya hawa dingin yang merambat di lantai membuat kakinya sedikit mati rasa. Gadis Ceko itu berdecak pelan sambil meluruskan kedua kakinya. Dan akhirnya dia tidak pergi kemanapun, dia tetap di atas lantai dingin, tatapannya memperhatikan Bianca, bibirnya terbuka kecil, "Bianca...?", suaranya terlepas dengan begitu pelan bahkan mungkin pemilik nama itu sendiri tak dapat mendengarnya. Sebenarnya kalimat itu bukan kalimat yang utuh, hampir saja dia kelepasan meminta tolong pada pria Italia itu namun sebuah kesadaran memberitahunya bahwa mungkin tak ada gunanya berusaha memanggil Bianca untuk melakukan tindakan penuh kemurahan hati.

Apalagi dia membenciku....


Gadis itu membatin dengan lemah, anehnya saat dia berpikir demikian bibirnya membentuk senyuman tipis yang tak dapat dimengerti oleh akalnya sendiri.






silahkan diclose mungkin? atw dilanjutkan? yang pasti sudah epilog atau mendekati epilog =w=/
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime9th October 2009, 13:44

Quote :
"Bianca...?"

Lagi-lagi, ia dipanggil. Dan entah kenapa, ia juga berhenti. Bianca Corda, yang tidak pernah menghentikan langkahnya hanya karena dipanggil seseorang, sekarang berdiri diam di tempat, bagaikan patung porselen. Ia terdiam, menunggu ucapan lanjutan... yang tidak didapatkannya meski beberapa detik berselang.

Ia pun membalikkan badannya ke arah gadis yang ia tinggalkan itu--suatu hal yang sangat jarang kalau bukan tidak pernah dilakukannya--dan menemukan bahwa gadis itu masih terduduk di lantai. Pikirannya langsung dipenuhi dengan berbagai macam alternatif cercaan yang bisa ia lontarkan pada gadis itu, tapi tak satupun terucap dari bibirnya. Ia kembali hanya terdiam, menatap Allegra dengan alisnya yang berkerut.

Tanpa aba-aba dari siapapun, ia berjalan kembali ke arah gadis itu. Dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia mengangkat gadis itu dengan kedua tangannya... suatu hal yang agak sulit baginya, tapi tidak juga mustahil. Tanpa juga mendengarkan protes dari Exorcist berambut pirang itu, ia mengendongnya keluar dari ruangan tersebut.

"Di mana kamarmu?" Hanya itu yang terucap dari bibirnya yang dari tadi terkunci rapat. Wajahnya tampak tidak senang, tapi tidak juga marah.

Kenapa pula aku peduli padanya...?
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime9th October 2009, 16:41

Allegra memejamkan matanya berharap bahwa Bianca sudah tidak terlihat lagi saat kelopak matanya kembali melebar --atau sebaliknya?. Tidak, dia tidak mengharapkan Bianca untuk pergi, sebaliknya dia memejamkan matanya untuk mengurangi perasaan ditinggalkan nantinya. Beberapa detik dia menunggu suara langkah kaki Bianca menjauh, namun dia tak pernah mendengarnya, suara langkah kaki pria Italia itu malah semakin mendekat.

Gadis itu membuka matanya dan mendapatkan Bianca sudah kembali lagi. Tampak pria berambut putih itu menatapnya, alisnya yang sama putih dengan rambut yang dia miliki berkerut. Tatapannya tak dapat dimengerti oleh Allegra, namun gadis Praha itu mengerti bahwa bola mata merah pekat itu tidak memancarkan kemarahan.

Bianca mendekati Allegra --yang balas menatapnya heran-- dan langsung mengangkat tubuh gadis itu dari lantai tanpa mengucapkan sepatah katapun. Allegra terkesiap pelan, sama sekali tidak mengira-ngira tindakan satu ini, sama mengejutkannya seperti ciuman tadi. Wajah gadis itu menengadah menatap wajah Bianca, bibirnya hendak terbuka menyebut nama pria itu serta bermaksud bertanya.

Quote :
"Di mana kamarmu?"

Kalimat itu mengusir apapun yang hendak terlontar dari bibirnya. Allegra bergumam pelan dengan bola mata yang sedikit terbuka lebih lebar. "Di- di ujung..." Gadis itu bisa saja melepaskan dirinya jika dia mau --walaupun kakinya masih sulit digerakkan-- namun dia tidak melakukan hal itu. Allegra mendesah cemas, tubuhnya --yang digendong Bianca-- pun tidak meronta meminta kebebasan. Tidak, gadis itu terdiam, malah secara sadar membenahi posisi tubuhnya agar Bianca lebih mudah mengangkatnya

Allegra terdiam untuk beberapa waktu, saat Bianca kembali bertanya arah menuju kamarnya gadis itu hanya memberikan instruksi-instruksi singkat. Dan dia dapat merasakan jantungnya berdegup lebih cepat seiring lorong demi lorong yang sepi --atau mungkin beberapa orang melihat mereka ?-- membawanya mendekat ke kamar pribadi, miliknya sendiri.

Kali ini.. seseorang kembali memerlakukanku dengan penuh kebaikan hati...


Tindakan Bianca membuat dirinya berpikir dalam hening. Tinggal beberapa langkah lagi mereka akan sampai di pintu kamarnya. Satu.. dua.. tiga, Bianca menghentikan langkahnya, pintu kamar Allegra yang tertutup menyambut mereka. Allegra-pun sudah dapat kembali merasakan kedua kakinya.

Tiba-tiba sebuah perasaan bersalah muncul dari dalam hati Allegra.

Kenapa dulu aku memanggilnya Iblis? Di-dia begitu baik...


Allegra menggelengkan kepalanya dan dia menengadahkan wajahnya untuk menatap Bianca.

"Ma-maafkan aku selama ini... aku menghakimimu tanpa tahu apapun" ucapnya penuh sesal sebelum Bianca melepaskan dirinya. Wajah gadis itu menunjukkan perasaan bersalah dan tidak enak hati
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime9th October 2009, 16:58

Sepanjang jalan menuju kamar gadis yang kini digendongnya itu, Bianca tidak berbicara. Bukannya ia memang pendiam, tapi ia sedang berpikir keras. Ia tidak habis pikir, kenapa tadi ia tidak meninggalkan wanita itu di lantai, lalu pergi menuju arena latihan di mana ia bisa menghajar salah satu peralatan yang ada di sana sepuas hatinya. Kenapa pula ia mau repot-repot menggendong wanita itu sampai ke kamarnya, padahal ia bisa saja menyeretnya dengan kasar, atau sekalian melemparnya ke taman yang penuh salju, lalu pergi dan membiarkan wanita itu mati beku di luar.

Ada sesuatu yang pastinya mengacaukan jalan pikir pria albino itu.

Quote :
"Ma-maafkan aku selama ini... aku menghakimimu tanpa tahu apapun"

Bianca mendengus pelan. Ucapan Allegra terdengar seperti basa-basi hambar baginya. Semua orang pasti main hakim sendiri, termasuk dirinya sendiri. Tidak mau repot-repot menjawab pertanyaan Allegra, Bianca membuka pintu kamar wanita itu--yang tidak dikunci--dengan agak susah payah, karena kedua tangannya sedang penuh.

Ia lalu berjalan masuk, dan membaringkan Allegra di atas tempat tidurnya. "Aku akan pergi sekarang..." kata Bianca datar. Tapi lalu ekspresinya berubah lagi, dengan senyum meledek dan tatapannya yang tajam. Ia menyentuh dagu Exorcist itu, seraya mendekatkan wajahnya ke wajah wanita itu.

"...kecuali ada hal lain yang kamu inginkan dariku, Bambina..." tambah Bianca sambil berbisik.
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova

A. Růžena Mlynarikova

Posts : 120
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime9th October 2009, 21:08

Bianca berjalan masuk ke kamarnya dan langsung membaringkan gadis itu di ranjangnya yang empuk. Allegra menghela nafas lega, setidaknya dia senang berada di kamarnya sendiri. Kamar yang sederhana tanpa hiasan yang terlalu mencolok.

Quote :
"Aku akan pergi sekarang..."

Allegra hanya memandang Bianca dengan mata beningnya. Yang terlepas dari bibirnya hanya hembusan nafas pelan. Pikirannya sendiri penuh dengan berbagai hal yang terlalu rumit untuk dimengerti. Namun tepat di saat Allegra mengira Bianca berbalik keluar pria itu malah mendekat padanya dengan senyuman meledek terulas di wajah. Bianca menyentuh dagunya dan kemudian mendekatkan wajahnya sendiri. Kali ini degupan yang lebih intens dapat dia rasakan sendiri.

Quote :
"...kecuali ada hal lain yang kamu inginkan dariku, Bambina..."

Pria Italia itu berbisik padanya, bukan bisikan lembut penuh kasih sayang atau semacam itu tentunya. Tapi... Allegra dapat merasakan dorongan janggal yang berdesir dari dalam dirinya, yang menggerakkan jemarinya secara perlahan menyusuri tulang wajah Bianca.

Allegra mendekatkan wajahnya dan mencium Bianca dengan lembut, tepat di bibirnya dengan cara yang begitu berbeda dari ciuman kasar yang diberikan pria itu. Gadis berambut sebahu itu kembali menatap Bianca, sebuah senyuman lembut tertuju pada pria tersebut. Bibir mungilnya terbuka dan suara Allegra yang berpadu dengan nafasnya terlepas lirih.

"Kau bisa pergi... dan tolong tutup pintunya...."
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda

Bianca Corda

Posts : 121
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime10th October 2009, 02:13

Bianca sebenarnya bercanda saat ia berkata 'kecuali ada hal lain yang kamu inginkan dariku', karena berbeda dengan Shrei yang hobi menggoda perempuan, bisa dibilang ini adalah pertama kalinya ia menggoda perempuan sampai sejauh itu.

Jadi, ia bisa dibilang sama sekali tidak menyangka Allegra akan menyentuh wajahnya, dan... memberikan sebuah ciuman lembut padanya. Ia dapat merasakan detak jantungnya kacau seketika. Matanya tidak bisa berpaling dari wajah gadis itu.

Bukankah kau sendiri yang pertama menciumnya, Bianca?

Bianca terpaku, hampir saja tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Allegra. Tapi, ya, ia mendengarnya. Jadi ia berdiri tegap, lalu berbalik ke arah pintu. Namun sebelum ia keluar, ia menyampaikan satu hal pada Exorcist wanita itu;

"Ini... semua ini... Apa yang terjadi mulai dari ruang umum sampai aku meninggalkan kamar ini, anggap saja tidak pernah terjadi. Aku tidak pernah menciummu, aku tidak pernah datang ke kamarmu, dan kamu tidak pernah menciumku, mengerti?" tanya Bianca tegas tanpa menoleh ke arah gadis itu. Dan tanpa mendengarkan jawabannya pula, ia segera beranjak dari ruangan tersebut.

Ini semua...
Tak ada satupun yang pernah terjadi...


Dan ia pun berlalu begitu saja, dengan raut wajahnya yang begitu kompleks dan mata merahnya yang menyala-nyala.

[END]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




[AU] Another Opposite Day Empty
PostSubject: Re: [AU] Another Opposite Day   [AU] Another Opposite Day I_icon_minitime

Back to top Go down
 
[AU] Another Opposite Day
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Jump to:  
Create a forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com