An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [PRE-EVENT] Aurelio M. Hehanussa - Lilith O. V. Ersteed

Go down 
AuthorMessage
Aurelio M. Hehanussa

avatar

Posts : 28
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 27

PostSubject: [PRE-EVENT] Aurelio M. Hehanussa - Lilith O. V. Ersteed   9th July 2010, 21:52

January 28th 1880
10 AM, morning
Asian Branch's Kitchen


Lagi-lagi (mantan) pangeran ini harus menghadapi situasi yang sangat dilematis.

Kemarin, ia mendengar kabar yang membuatnya tercengang dan membeku di tempat selama beberapa detik. Valentine Grand Ball? Di Eropa? Diprakarsai oleh Chief Supervisor sendiri? Apa-apaan? Sungguh, bejibun pertanyaan ingin diajukannya--diteriakkan, kalau perlu--pada pria Inggris itu. Selama 14 tahun ia berbakti--lebih banyak membuat ulahnya sih--di organisasi bertitel Black Order ini, belum pernah ia mendengar kabar se... hebat itu.

Masa' iya, organisasi militer macam ini menggelar acara hura-hura seperti Grand Ball? Apalagi dengan... Supervisor super kaku seperti itu. Yang benar saja ah... Aurelio pun masih punya sedikit intelejensi untuk berprasangka terhadap acara yang agak terlalu mengada-ngada ini!

Tetapi, agaknya antusiasme yang menyelimuti seluruh penghuni Black Order cabang Asia membuat prasangka buruknya semakin terdegradasi, dan malah membuatnya sedikit tertular perasaan positif itu... ya... sedikit... Semalaman ia memikirkan tentang acara itu matang-matang, tentang apa saja untung dan ruginya turut berpartisipasi. Kendala utamanya, tentu saja... orang-orang Eropa dan barat (terutama orang Belanda!) akan berkumpul di satu tempat... Melihat wajah mereka saja sudah bikin kesal... Lalu, Grand Ball itu pastinya merupakan acara sosialisai. Matilah dia! Barangkali baru menapakkan kaki di sana saja ia sudah tidak tahan melihat bule-bule itu bercuap-cuap tidak jelas dan menari ke sana kemari, menyanyi lagu-lagu asing, tralala trilili...

Satu hal itu jelas membuat Aurelio sangat ingin menepuk jidatnya keras-keras.

Namun, ketika ia mengingat Eropa, ia jadi ingat seseorang berkebangsaan Norwegia yang sejak dulu ingin ia hajar. Oh ya, rasanya pasti puas sekali kalau sudah mendaratkan satu pukulan mantap ke wajah datar orang itu! Oke, itu bisa jadi salah satu alasan untuk pergi ke sana. Bagian terbaik dari acara ini tentunya pesta dansa dengan pasangan... ya, pasangan! Entah berkat dorongan dari mana, ia merasa kalau kesempatan langka ini patut dipertimbangkan matang-matang. Mungkin kesempatan ini tidak akan datang dua kali...

A chance in a lifetime.

Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepalanya sepanjang malam... membuat dirinya (lagi-lagi) melewati malam penuh konflik batin. Mungkin kali ini tidak akan ada hal buruk menimpa dirinya... Mungkin ia akan menyesal kalau tidak ikut... Mungkin...

.....

MUNGKIN SUDAH ADA YANG MENGAJAK LILITH PERGIIII??!!

Satu kalimat pemungkas itu sukses membuat dirinya terlompat dari tempat tidurnya di tengah malam (peduli amat deh si Silverius itu terbangun atau tidak), dan itu membawanya ke satu hipotesis pasti: Aurelio HARUS ikut!



Begitulah, sekilas cerita yang melatarbelakangi mengapa ia berpakaian rapi (seragam yang biasanya sih), dengan satu buket bunga berwarna-warni ukuran besar, dan berdiri di depan pintu dapur. Jangan tanya buket bunga itu untuk apa, yang pasti benda itu ada fungsinya. Sebagai pemanis, tentu.

Membuka pintu dapur perlahan, langsung masuk ke dalamnya dan mencari sosok mungil di antara para pengurus dapur. Beberapa orang memberi jalan pada Exorcist yang mempunyai reputasi kurang bagus itu, dan sebagian bertanya-tanya dalam hati untuk apa ia membawa-bawa buket bunga yang jelas-jelas mengundang perhatian di tempat seperti ini. "Nona Lilith!" memanggil nama gadis itu ketika sosoknya tertangkap oleh mata hitam sang pria asal Maluku.

Oke, ini bagian terpenting yang tidak boleh sampai gagal. Berdeham pelan sambil menatap wajah gadis itu, merasakan jantungnya bekerja jauh lebih cepat. Kemudian, dalam satu gerakan cepat dan bersamaan, ia menyerahkan buket bunga yang dipegangnya dan berseru: "Pergilah denganku pada Grand Ball nanti!"

Ajakan, permintaan, atau... perintah?
Back to top Go down
View user profile
Lilith Odilia van Ersteed

avatar

Posts : 25

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 17

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Aurelio M. Hehanussa - Lilith O. V. Ersteed   11th July 2010, 14:22

Ahh~ bukankah hari ini hari yang baik untuk memasak? Sebenarnya sih bagi noni mungil dari Belanda satu ini setiap hari adalah hari yang baik untuk memasak. Lagipula, mengingat sebentar lagi Valentine ia jadi tambah bersemangat. Lilith sudah berencana untuk memanggang kue-kue coklat yang manis itu untuk dibagikan pada rekan-rekannya di Markas Asia. Namun sebuah pengumuman yang baru saja ia dengar membuat fokusnya terbagi.

Valentine Grand Ball.

Tampaknya sebuah acara yang menarik, dan di Eropa pula. Jarang-jarang kan staff dari belahan benua lain mendapatkan kesempatan berkunjung ke sana. Seorang staff biasa pula, lain halnya dengan Exorcist yang bisa menerima misi di manapun. Lilith sendiri sebenarnya cukup antusias dengan acara tersebut. Dalam sekejap saja ia teringat pada sepupunya yang bekerja di Amerika. Apa Chrysalis ikut juga ya? Gadis berusia 17 tahun tersebut berencana mengirimkan telegram kepada wanita tersebut untuk menanyakannya. Sudah lama sekali ia tak bertemu Chrys, ia sudah kangen bercanda dengan satu-satunya sepupu yang akrab dengannya itu.

Ta-tapi... untuk pergi ke sana bukankah ia harus ada pasangan?

Lilith terlalu takut untuk mengajak seseorang, ia tak ingin malah merepotkan orang tersebut nantinya karena dia sendiri sedikit ceroboh. Memang saat memikirkan pasangan dansanya seketika itu juga gadis belia ini teringat pada sosok pemuda dari tanah khatulistiwa. Namun... ia belum melihat pria yang paut usianya cukup jauh itu sekarang. Ya... mungkin saja Aurelio terllu sibuk (berbuat onar?), ia sih menunggu sebentar juga tidak masalah.

"Nona Lilith!"

Ia terkesiap begitu mendengar suara tersebut, suara pria yang ia maksud barusan. Sejak kapan Aurelio masuk ke dapur? Untung saja walaupun kaget ia tidak melepaskan pegangannya pada wadah berisi adonan yang sedari tadi ia uleni. Sungguh kacau kalau hal itu benar terjadi.

"A-aa.. Tuan Aurelio?" akhirnya nama pria itu berhasil ia ucapkan. Perhatian Lilith pun jatuh ke seikat bunga yang dibawa Aurelio. Sungguh jarang sekali ia melihat pria tersebut membawa bunga. Apa itu hobi baru Aurelio?

....rasanya tidak mungkin ya?

"Pergilah denganku pada Grand Ball nanti!"

Dan bunga tersebut diserahkan padanya.

Reflek warna-warna bersemu pink mengembang dari wajah gadis tersebut. Ia senang, tapi malu juga mengingat banyaknya rekan kerjanya yang memperhatikan mereka. Ia terdiam untuk beberapa saat dengan wajah yang semerah apel, buket bunga tersebut ia peluk dengan hati-hati. Aurelio mengajaknya... dan ia tak perlu merasa sungkan kan untuk menerima ajakan pria tersebut.

"I-iya.." ucap Lilith dengan senyuman kecil yang tertuju pada Aurelio. Iris biru gelapnya menatap Aurelio dengan malu-malu

"Aku mau ke sana dengan Aurelio."

Sebuah kalimat dengan maksud yang cukup jelas.
Back to top Go down
View user profile
Aurelio M. Hehanussa

avatar

Posts : 28
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 27

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Aurelio M. Hehanussa - Lilith O. V. Ersteed   2nd August 2010, 22:22

Dag dig dug menunggu jawaban dari sang nona berparas halus, rasanya satu detik sudah seperti satu jam untuk Aurelio. Kalimatnya sudah jelas kan? Tidak ada kata yang membingungkan atau ambigu, atau... atau yang lain kan? Berharap agar waktu cepat berlalu, tapi juga merasa tegang akan ditolak. Ah! Masa iya sih?

Menggelengkan kepala keras-keras dalam hati, membuyarkan pikiran pesimistik dari sana. Tidak boleh! Tidak boleh ada keraguan sampai semuanya pasti!

"I-iya.."

Mata hitam Aurelio melebar, apa katanya tadi?? Kalau saat ini ia sedang memegang alat untuk mempertajam pendengaran, ia pasti sudah memakainya. Oh, jangan buat ia sport jantung!

"Aku mau ke sana dengan Aurelio."

PUJI TUHAAAAN!! Walau tingkat kepercayaannya pada Tuhan tidak bisa dibilang tinggi, kali ini Aurelio betul-betul berterima kasih pada Yang Maha Kuasa. Lancar! Semuanya lancar! "Bagus!!" saking senangnya, pria asal Maluku itu memeluk Lilith--hanya sesaat, tapi cukup untuk Aurelio untuk mencium aroma tubuh nona Belanda tersebut. Seketika, wajahnya jadi terasa panas. Nah kan, begini deh akibatnya kalau langsung bertindak tanpa dipikir-pikir dulu. Eh, tapi kan, biasanya ia memang begitu.

Berdeham agak keras, berusaha menutupi rona kemerahan di wajahnya, "Nona Lilith, sore ini kita akan pergi ke tukang jahit spesial di kota, aku minta tolong bersiap-siap. Jam 3 sore akan kujemput di depan kafetaria." memberikan instruksi lebih jelas tanpa nada memerintah, justru dengan senyuman lebar nan berseri-seri, pemandangan langka yang bisa didapatkan dari Aurelio Hehanussa.

Oh ya, tukang jahitnya 'spesial' karena tukang jahit itu adalah orang Hindia-Belanda yang berjualan di kota dekat sini. Kalau tidak ada dia, dari mana Aurelio mendapatkan stok kain batiknya? Apalagi, karena sudah kenal lama, Aurelio mendapatkan diskon besar dari sana, walau, diskonnya karena paksaan sebelah pihak sih... Yang pasti, kemampuan intimidasinya juga harus sukses dilancarkan supaya pakaian mereka bisa selesai dalam waktu kurang dari 2 hari. Titel pembuat onar yang ia sendiri tidak ingin akui kan memang ia dapatkan bukan tanpa sebab.

Kembali pada Lilith. Setelah sadar kalau senyuman lebar sama sekali bukan imej dirinya, lagi-lagi Aurelio berdeham dan memasang tampak sok cool dengan senyuman tipis. "Baik, jadi... Sampai jam 3 nanti." menatap ke mata biru gadis di depannya, memastikan kalau semua permintaannya telah dimengerti sebelum ia beranjak dari tempat ini.

Semuanya benar-benar akan berjalan lancar, kan? Ya, kalau ia bisa menahan diri dan menjadi sosok teladan. Tentu, titel itu sangat aneh--kalau tidak mau dibilang tidak pantas--bila dialamatkan pada lelaki yang lebih sering membuat masalah ini. Tapi tidak ada salahnya dicoba kan? Siapa tahu Aurelio bisa memerbaiki reputasinya, sekaligus menjadi pendamping yang baik untuk Lilith Odilia van Ersteed.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Aurelio M. Hehanussa - Lilith O. V. Ersteed   

Back to top Go down
 
[PRE-EVENT] Aurelio M. Hehanussa - Lilith O. V. Ersteed
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» [Event] Wares for all (April 15th, 2012 - 12:00 EST / 17:00 GMT)
» Lilith's bunk
» Mark of Lilith
» Do. Not. Panic! [Heart-Swap Event]
» Lust (Lilith X Re App)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Festive Memories-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum