An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers

Go down 
AuthorMessage
Estrella Rovers

avatar

Posts : 63
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers   12th July 2010, 20:41

Taman Black Order Cabang Amerika Utara - Selatan
2 Februari 1880
09.12 AM



Dingin.

Estrella menghirup napas dari balik syal kremnya, merasakan udara dingin namun sejuk itu bertukar di dalam tubuhnya. Berjalan ringan dari koridor ke koridor, tidak begitu ramai karena mungkin orang-orang lebih memilih menghangatkan diri di dalam ruangan. Ya, itu sebabnya musim dingin bukanlah musim favoritnya. Apalagi bila di akhir bulan nanti ada badai salju, memaksanya untuk mendekam di dalam ruangan untuk waktu yang tidak sebentar. Tetapi, bukannya ia benci musim dingin. Ia tetap menikmati pemandangan yang disuguhkan sejak 2 bulan yang lalu ini.

"Huff," menghembuskan napas ke kedua telapak tangannya, kemudian menggosok-gosokkannya untuk menghangatkan diri. Salju putih menumpuk di luar, mengingatkannya pada seseorang... sekaligus mengingatkannya pada event sensasional yang akan diadakan di Eropa sebentar lagi. Oh iya, Valentine Grand Ball. Karena sibuk mendorong dan meyakinkan kakaknya untuk pergi dengan wanita lain, Estrella sendiri belum memutuskan akan pergi dengan siapa. Bagaimana ya?

"Tidak apa-apa..." berbicara pada diri sendiri, tersenyum tipis. Ia pasti bisa pergi ke sana, bertemu dengan orang yang ia nanti selama 4 tahun. Mungkin, mungkin ada yang akan mengajaknya pergi... Oh, kenapa tidak langsung ia yang mengajak salah satu dari temannya saja? Entahlah, mungkin karena ia sendiri juga tidak tahu hendak mengajak siapa?

Kakinya menuntunnya memasuki daerah yang ia dan beberapa orang lainnya sebut dengan 'taman'--dan sejak Proyek UBAH yang lalu, tempat ini betul-betul disulap menjadi taman--dan lagi-lagi sepi, tak ada seorangpun di sana. Uhm, omong-omong, Grand Ball itu berarti harus berdansa kan ya? Tapi Estrella hanya bisa menarikan tarian tradisional Meksiko...

"De colores..." suara pelan diikuti sebuah gerakan tangan yang lembut, tubuhnya yang dibalut mantel dan dress panjang--bukan seragam hitam yang sejujurnya tidak begitu ia sukai--mulai bergerak seiring dengan nyanyiannya yang makin lama makin terdengar, memunculkan dialek aslinya, aksen Meksiko yang kental.


"De colores, de colores"
In colors, in colors
"Se visten los campos en la primavera.
"
The fields are dressed in the spring.
"De colores, de colores"
In colors, in colors

"Son los pajarillos que vienen de afuera."

Are the little birds that come from outside.
"De colores, de colores
"
In colors, in colors
"Es el arco iris que vemos lucir.

"
Is the rainbow that we see shining.

"Y por eso los grandes amores
"
And that is why I love
"De muchos colores me gustan a mí."
The great loves of many colors.

Seakan bernostalgia, ia ingat waktu kecil dulu sangat senang menari dan menyanyi. Tetapi setelah berbagai kejadian, akhirnya ia nyaris tidak pernah melakukan kegiatan itu lagi. Sampai sekarang, di sini, seorang diri, larut dalam suasana yang ia buat sendiri. Bukan tarian formal atau tradisional, ia hanya menari mengikuti kehendak hatinya, mengikuti irama lagu yang dinyanyikannya.

Senyuman lebar terukir di wajahnya. Kelopak mata menutup mata hijau cemerlangnya, masih dengan senyuman yang sama melanjutkan nyanyiannya. Mungkin Estrella bukan penari maupun penyanyi profesional, tetapi siapapun yang melakukan sesuatu dengan hati yang ringan dan riang, pasti bisa jadi lebih bagus kan?


"Jubilosos, jubilosos"

Joyous, joyous
"Vivamos en gracia puesto que se puede."

 
Let us live in grace since we can.
"Saciaremos, saciaremos
"
Let us quench, let us quench
"La sed ardorosa del Rey que no muere.
"
The burning thirst of the King who does not die.  
"Jubilosos, jubilosos
"
Joyous, joyous
"Llevemos a Cristo un alma y mil más.

"
Let us bring to Christ a soul and thousand more.
 
"Difundiendo la luz que ilumina
"
Spreading the light that illuminates
"La gracia divina del gran ideal."
The divine grace from the great ideal.


Ketika hendak menutup lagu dengan kalimat akhir dari lagu tersebut, salah satu kakinya tersandung batu sehingga keseimbangannya hilang. Seharusnya dengan reflek yang dimilik Estrella, hal itu bukan apa-apa. Tetapi, saat ini posisinya sedang tidak mendukung untuk itu, "Ah--" mungkin kali ini akan benar-benar jatuh.




[OOC: Ayo tangkap, Dai Fong! Lalu bikin gol! *ngaco*]
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers   12th July 2010, 21:41

Masih dingin.

Padahal rasanya musim dingin sudah mau berakhir, tapi masih saja terasa dingin. Ia tidak suka, meskipun sudah mulai terbiasa juga. Tapi tetap saja, ia lebih menantikan musim semi yang hangat. Dan pastinya, ia juga menantikan saat di mana ia bisa kembali ke tanah kelahirannya.

Ia sempat mendengar berita tentang pesta dansa di cabang utama sana. Ia dengar para pemegang kedudukan tinggi dari seluruh cabang akan berkumpul di pesta dansa itu. Jujur saja, ia jadi penasaran. Ia ingin melihat, seperti apa Jenderal asal Cina yang bermarga sama dengannya itu. Tapi tetap saja, meski ia berminat tapi sama saja bohong kalau tidak ada yang bisa ia ajak. Sempat terlintas di benaknya untuk mengajak Vio saja, biar pria itu menyamar jadi wanita, tapi rasanya aneh. Dan mungkin tidak boleh juga. Jadi meski tertarik, ia tidak merasa bisa pergi.

Sambil berpikir macam-macam, kakinya membawanya berjalan melewati taman. Rasanya semakin dingin saja, membuatnya semakin merapatkan jaketnya. Ia terus berjalan tanpa arah dengan kepala tertunduk, sampai telinganya menangkap suara nyanyian. Ia mendongakkan kepalanya, mencari sumber suara nyanyian itu. Dan ketika ia menemukannya, ia terpana. Seorang gadis tampak menari-nari mengikuti irama nyanyiannya. Rasanya kenal, tapi rasanya tidak kenal juga.

Perhatiannya sepenuhnya tertuju pada gadis itu, sebelum akhirnya ia melihat bagaimana gadis itu tampak kehilangan keseimbangannya. "AWAS!!" jeritnya sambil berlari ke arah gadis itu. Refleks, ia menangkap gadis itu, memeluknya erat sampai ia yakin bahwa gadis itu sudah mendapatkan kembali keseimbangannya. Ia mundur selangkah, melepaskan pelukannya dan mengambil jarak dari gadis itu.

"Kamu tidak ap--"

Matanya membelalak begitu ia melihat dengan jelas siapa gadis yang baru saja ia selamatkan itu. Segera saja, wajahnya berubah merah padam. "E--Estrella? Kamu... kenapa tidak pakai seragam?" Bukannya bertanya tentang keadaan gadis Meksiko itu, malah bertanya tentang hal yang tidak penting.

Omong-omong, ia masih belum meminta maaf dengan benar atas insiden di kafetaria waktu itu. Mungkin sekalian saja, mumpung sedang bertemu. "Anu... Estrella... Yang waktu di kafetaria itu, aku minta maaf. Bukannya aku marah padamu atau bagaimana, tapi... ada 'sesuatu'. Aku tidak bisa jelaskan tentang 'sesuatu' itu, tapi... Yaah, pokoknya, aku menyesal sudah berbuat kasar padamu. Aku minta maaf," ucapnya, sedikit terbata-bata. Lalu, terdiam. Tidak tahu mau bicara apa lagi. Tapi kalau diam saja, rasanya terlalu kaku.

"Um... ngomong-ngomong, kamu tadi menyanyikan lagu apa?" tanyanya lagi, berusaha mencairkan suasana, meski pertanyaannya itu terdengar benar-benar tidak penting.
Back to top Go down
View user profile
Estrella Rovers

avatar

Posts : 63
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers   14th July 2010, 21:46

"Kyaa!" memekik pelan begitu mengetahui tubuhnya akan berbenturan dengan tanah, refleks menutup mata. Untunglah, hal itu tidak jadi menimpaya. Dirinya terselamatkan berkat seseorang yang menangkapnya--bahkan memeluknya erat agar ia bisa kembali mendapatkan keseimbangannya. Begitu pelukannya melonggar dan Estrella dapat melihat wajah penyelamatnya... "D-Dai Fong?" ia terkesiap, sekita rona kemerahan bersarang di kedua pipinya. Malu.

Bagaimana tidak, terakhir kali ia bertemu dengan pemuda Cina itu, malah terjadi insiden yang tidak mengenakkan. Terutama, ia belum sempat meminta maaf karena belum bertemu lagi dengan pemuda Cina itu sampai saat ini. Salah tingkah.

Namun apa yang dikatakan Dai Fong selanjutnya membuatnya terkejut. Ia mendengarkan dengan seksama, sebelum akhirnya mengulum senyum lembut. Merasa sangat lega, karena ternyata Dai Fong tidak marah padanya. Syukurlah... "Tidak apa-apa!" menepuk kedua pipi pemuda berambut hitam tersebut sambil tersenyum lebar, kembali ceria. "Aku percaya padamu kok, jadi jangan khawatir." kini menampilkan senyum yang lembut, meyakinkan Dai Fong. "Aku juga minta maaf karena terlalu memaksa waktu itu. Jadi, kita impas, ya?"

Lega, karena sekarang segala kecanggungan itu sudah hilang, mendapatkan kembali persahabatannya dengan Tek Dai Fong. Gadis Meksiko ini memutuskan untuk duduk di bangku kayu yang terdapat di dekat sana, dan mengajak Dai Fong untuk duduk juga, setelah saljunya disingkirkan, tentu. Terdiam sesaat, kemudian segera angkat bicara untuk memecah keheningan. "Oh ya, soal lagu yang tadi... Itu lagu tradisional yang terkenal di negara-negara yang memakai bahasa Spanyol... Dai Fong pasti baru dengar, ya?" memandang lawan bicaranya, tersenyum. Ketika memandang Dai Fong itulah, ia teringat sesuatu. Sesuatu yang seharusnya ia pakai saat ini, yang sama dengan yang dipakai Dai Fong.

"Ah, kalau ketahuan tidak pakai seragam, aku pasti dimarahi Luppi, ya~" tertawa kecil, sebenarnya bukannya ia tidak mau memakai seragam sih, ia hanya sedkit bosan. Sekali-sekali ia ingin memakai pakaian selain seragam hitam itu, namanya juga anak perempuan, sedikit banyak pasti memerhatikan penampilannya. Tetapi, ia tidak lupa akan tanggung jawabnya, kok. Innocence-nya yang berbentuk gelang kaki masih terpasang di kedua kakinya, kadang-kadang menimbulkan suara gemerincing pelan.




[OOC: Dai Fong yang angkat topik soal Grand Ball ya... *digetok*]
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers   15th July 2010, 17:00

Dai Fong tersenyum tipis mendengar balasan Estrella, yang juga meminta maaf padanya. Menurutnya, Estrella tidak perlu minta maaf, karena pada dasarnya dirinyalah yang salah. Tapi daripada memperpanjang dialog tentang 'minta maaf' itu, Dai Fong memilih untuk tidak berkomentar lebih lanjut.

Tentang lagu yang tadi dinyanyikan gadis Meksiko itu, ternyata itu adalah lagu dari bahasa yang tidak pernah dipelajarinya. Pantas saja ia tidak mengerti lagunya. Tapi sedikit banyak, ia merasa bahwa lagu itu pasti memiliki arti yang bagus. "Lagu yang indah," komentarnya pelan.

Estrella lalu berkomentar tentang gaun yang dikenakannya. Dai Fong sempat bingung mendengar nama 'Luppi' yang disebut gadis itu, sebelum akhirnya ia berspekulasi bahwa yang dimaksudkan adalah Lupus Corwin, sang Supervisor berwajah seram itu. Macam-macam sudah gosip yang ia dengar tentang Supervisor satu itu. Dengar-dengar, pria itu bisa membunuh orang dengan tatapan matanya. Memikirkannya saja sudah membuat Dai Fong merinding sendiri.

"Kurasa... Selama tidak ketahuan, tidak apa-apa. Lagipula, gaun itu lebih cocok untukmu, daripada seragam kita itu," balasnya sambil tersenyum tipis. Seragam hitam para Exorcist terasa seperti perlambang kematian. Seperti mereka siap mati dan siap dimakamkan kapanpun dan dimanapun. Seperti mereka siap melayat rekannya kapanpun dan dimanapun. Baginya, warna itu bukanlah warna yang cocok untuk gadis ceria seperti Estrella.

Berpikir tentang gaun, jadi teringat pada pesta dansa yang akan diadakan di cabang pusat sana. Ah, Estrella pasti sudah punya pasangan, ya... Toh ia punya kakak lelaki yang bisa diajaknya sebagai pasangan dansa, tidak seperti dirinya yang masih pusing mencari pasangan, atau pasrah ditinggal di markas Amerika Utara - Selatan.

"Estrella pasti datang ke Valentine Grand Ball, ya... bersama kakak?" tanya Dai Fong sambil tersenyum tipis, ingin menertawai dirinya sendiri. "Kalau aku, mungkin tetap tinggal di markas. Tidak punya pasangan, ahaha... Padahal aku ingin datang. Ada yang mau kutemui di sana," tambahnya sambil tertawa pelan, agak miris. Kalau saja ia mengenal lebih banyak wanita di cabangnya, pasti ia sudah mengajak salah satunya untuk menemaninya ke Grand Ball.

Tapi yang tidak ia tahu adalah, Estrella pun belum berpasangan. Ia tidak tahu Elias malah mengajak Chrys, bukan adiknya sendiri!
Back to top Go down
View user profile
Estrella Rovers

avatar

Posts : 63
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers   28th July 2010, 21:49

"Estrella pasti datang ke Valentine Grand Ball, ya... bersama kakak?"

Eh?

Mengedip sekali, sedikit terkejut dengan perubahan topik pembicaraan. Topiknya tentang itu, lagi. Panjang umur sekali. "Kalau aku, mungkin tetap tinggal di markas. Tidak punya pasangan, ahaha... Padahal aku ingin datang. Ada yang mau kutemui di sana,"

Estrella tersenyum kecil, menatap pria Cina di sampingnya, "Tidak kok, aku suruh kakak pergi dengan Nona Chrys," senyumannya bertambah lebar, dengan kesan usil. Pasti tidak ada yang menyangka, atau setidaknya, heran dengan fakta bahwa Elias Rovers yang terkenal sister-complex itu ternyata bisa menaruh hati pada perempuan lain selain adiknya. Meneruskan kalimatnya, "Jadi... aku juga belum punya pasangan, ehehe." mengakhiri dengan tawa kecil, nampak tidak ada beban. Ya, sejak kapan Estrella menjadi gadis suram yang memikirkan hal-hal yang bisa membuat stress?

Gadis Meksiko itu terdiam sebentar, mengulang kalimat-kalimat Dai Fong dalam pikirannya sebelum menoleh, menatap langsung ke mata pemuda Cina tersebut, "Dai Fong ingin pergi?" seraya tersenyum lembut, alasan Dai Fong ingin pergi ke Grand Ball sama dengannya; ingin bertemu seseorang. Mungkin, orang yang ingin ditemui Dai Fong itu sama pentingnya dengan orang yang ingin ditemui Estrella. Dan mungkin... Dai Fong yang akan mengajaknya pergi?

Ah, jangan terlalu berharap...




[OOC: Ayo diajak! *plak*]
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers   29th July 2010, 00:41

"Tidak kok, aku suruh kakak pergi dengan Nona Chrys. Jadi... aku juga belum punya pasangan, ehehe."

Jawaban yang diberikan gadis itu membuatnya mengerjapkan mata beberapa kali. Bisa dibilang, jawaban itu cukup mengejutkan. Pertama karena ternyata Elias bisa mengajak wanita lain selain adiknya, dan kedua karena wanita yang diajaknya itu ternyata Chrys. Bukannya apa sih, tapi rasanya agak tidak terbayang. Dai Fong masih ingat kejadian di mana ia mendadak disuruh Vio untuk--uh. Mengingatnya saja sudah membuat pipinya bersemu kemerahan.

Sudah, berhenti berpikir aneh-anehnya. Yang jelas ia tahu gadis di hadapannya ini juga belum mendapatkan pasangan.

"Dai Fong ingin pergi?"

Pertanyaan dari Estrella membuatnya benar-benar terdiam. Ingin pergi, katanya? Jelas ia sangat ingin pergi. Ia ingin melihat wajah General Asia yang bermarga sama dengannya itu. Ia ingin memastikan segalanya, atau apapun yang bisa ia pastikan.

"Aku..." Ia menghela nafas, wajahnya tampak sangat serius. "Tidak perlu ditanya lagi, aku sangat ingin pergi," lanjutnya. Ia lalu menatap ke dalam mata gadis itu, masih dengan wajah serius yang sama. "Estrella sendiri ingin pergi?"

Ia terdiam selama beberapa detik sambil tetap menatap ke dalam mata gadis itu, sebelum akhirnya ia merasa suasana yang ada jadi terlalu berat. "Uhh... Bukan maksudku untuk memaksamu pergi bersamaku, sih... Maksudku, kalau kamu tidak keberatan, maukah kamu pergi denganku?" tanya Dai Fong agak terbata-bata.
Back to top Go down
View user profile
Estrella Rovers

avatar

Posts : 63
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers   2nd August 2010, 17:33

Serius, tatapan lelaki di sebelahnya itu, diikuti dengan kalimat bernada sama, mengindikasikan kalau keinginan lelaki Cina itu memang sangat besar. Mungkin, lebih besar daripada keinginannya sendiri. Suasana terasa kaku karena selama beberapa detik tidak ada kata yang terucap, hanya kedua bola mata mereka yang saling bertemu, menatap dalam satu sama lain.

Namun, keheningan itu tak bertahan lama, "Uhh... Bukan maksudku untuk memaksamu pergi bersamaku, sih... Maksudku, kalau kamu tidak keberatan, maukah kamu pergi denganku?" terbata-bata, seperti Dai Fong yang biasanya. Hati Estrella tergelitik melihat perubahan rona wajah dan tutur kata yang terlalu drastis dari lelaki Cina itu, mengakibatkan ia tak mempu menahan hasratnya untuk tertawa renyah dan mencubit pipi Dai Fong. "Dai Fong, kamu lucu!" ujarnya di akhir tawanya. Bukan, bukan menertawai atau menganggap niat Dai Fong yang tulus kok.

Kali ini, ia yang menatap sambil tersenyum lembut pada Dai Fong, "Tentu saja aku ingin pergi, terima kasih sudah mengajakku." Apa jadinya kalau tadi Dai Fong tidak menolongnya? Bisa jadi Estrella betul-betul tidak mendapatkan pasangan. Tapi sekarang, apa yang ditunggu-tunggunya selama 4 tahun sudah di depan mata. Impiannya untuk sekali lagi bertemu dengan pujaan hati di Eropa sana akan menjadi nyata.

Tersenyum lebar, menggambarkan perasaan senangnya yang meluap-luap, "Nanti sore temani aku memilih gaun ya, lalu beli juga setelan jas yang cocok untukmu, supaya pakaian kita serasi." Hal yang paling penting tentu saja; masalah kostum dan pernak-perniknya. Oh, sebenarnya Estrella juga berminat untuk mengetahui siapa orang yang ingin ditemui Dai Fong, tapi... ia rasa ia akan menunggu sampai saat yang tepat saja. Siapa tahu itu merupakan hal yang sensitif untuk Dai Fong, dan Estrella tidak ingin mengganggu privasinya, jadi ia memilih untuk tidak mengambil risiko.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong

avatar

Posts : 78
Pemilik : Agito
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers   2nd August 2010, 21:49

Dai Fong merasa pasti ada yang salah pada kelakuannya tadi. Atau lebih tepatnya, terlalu konyol. Yah, buktinya saja Estrella langsung tertawa renyah setelah mendengar ucapannya tadi. Tambah lagi gadis itu mencubit pipinya dan menyebutnya 'lucu'. Dai Fong jadi merasa malu sendiri. Tapi satu hal yang pasti, ia lega Estrella setuju untuk pergi bersamanya.

"Nanti sore temani aku memilih gaun ya, lalu beli juga setelan jas yang cocok untukmu, supaya pakaian kita serasi."

Oh iya, jas. Ia tidak punya satu set pun. Isi lemarinya paling-paling hanya piyama dan seragam. Vio yang isi lemarinya adalah koleksi pakaian wanita saja punya satu set jas. Sepertinya ia memang harus menambah variasi isi lemarinya.

"Baiklah kalau begitu. Aku mendaftar keikutsertaan kita dulu ke kantor Diplomasi dan Komunikasi. Sampai jumpa nanti sore," balas Dai Fong. Ia baru saja mau berbalik dan melangkah pergi saat ia teringat pada satu hal. "Oh, ya, satu lagi..." Ia mengangkat tangan kanannya, meletakkannya di atas kepala Estrella dan mengusapnya pelan. "Tidak usah bawa uang, aku yang traktir nanti," tambahnya sambil tersenyum hangat.

Ia lalu mengangkat tangannya dari kepala gadis itu, dan berbalik sambil melambaikan tangannya. Setelah ia berjalan agak jauh, ia baru teringat satu hal yang sama krusialnya dengan setelan jas; kemampuan dansa. Sepertinya ia harus mengambil kursus kilat dengan Vio nanti.

[ E N D ]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers   

Back to top Go down
 
[PRE-EVENT] Tek Dai Fong - Estrella Rovers
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» [Event] Wares for all (April 15th, 2012 - 12:00 EST / 17:00 GMT)
» Lin Fong - Mercenary Thief at your service
» Job Creation Event
» Do. Not. Panic! [Heart-Swap Event]
» [Event] Treasure island?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Festive Memories-
Jump to:  
Free forum hosting  | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum