An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [ASIA] Pencarian Teman Sekamar

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Aurelio M. Hehanussa

avatar

Posts : 28
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 27

PostSubject: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   31st October 2009, 20:39

Topik ini diperuntukkan untuk pencarian teman sekamar. Boleh membuat roleplay di mana karakter bertemu dengan (calon) teman sekamar dengan tidak sengaja, atau karakter boleh mendatangi kantor Management, bagian logistik, untuk mendapatkan teman sekamar secara acak.
Back to top Go down
View user profile
Silverius Girlani

avatar

Posts : 97
Umur : 24
Pemilik : Woof

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 22

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   3rd November 2009, 17:23

Silverius tidak bereaksi mendengar pengumuman yang baru saja diumumkan melalui sebuah golem yang telah melewatinya beberapa saat yang lalu. Lagipula untuk apa? Bukankah ini hanya berarti Silverius akan dipindahkan dari kamarnya yang lama di mana dia tidur sendirian ke kamar baru di mana dia akan tidur berdua. Entah dengan sesama atau lawan jenis dia tidak begitu peduli karena bagaimanapun juga dia tidak berpikir kalau teman sekamarnya akan memberikan pengaruh yang besar baginya kelak. Dia telah tidur di kamar yang sama selama 11 tahun terakhir dan tentunya sebuah kamar baru tidak akan berpengaruh terlalu besar, kan?

Mengabaikan celotehan yang dikumandangkan orang-orang di sekitarnya - yang terlihat lebih antusias [dan mungkin juga, cemas] mendengar kabar itu - dan melangkah menuju sebuah koridor sepi yang sering dikunjunginya saat dia tidak merasa ingin melakukan apa-apa. Udara yang lembab mengelitik hidungnya, dan hidungnya menghianatinya sesaat kemudian.

"Hasyyiii!"

Silverius mengusap hidungnya yang gatal lalu menyandarkan punggungnya pada dinding dingin yang gelap. Hmm, kalau dipikir-pikir, apakah ada orang yang mau sekamar dengannya?
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Gletsjers van Virchow

avatar

Posts : 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   4th November 2009, 12:45

"Phew..." ucap Glace lega setelah menyelesaikan pekerjaannya.

"Satu pekerjaan telah selesai!" ucapnya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba lewatlah seekor golem yang menyampaikan pengumuman penting.

"???"

Bingung... Itulah reaksi pertama Glace saat mendengar akan diadakan pemindahan kamar. Tentu saja ia bingung karena ia baru saja bergabung dengan Black Order cabang Asia beberapa minggu yang lalu. Memang tidak terlalu bermasalah baginya. Akan tetapi, ada sedikit perasaan kurang enak di dalam dirinya karena kali ini satu kamar ditinggali oleh dua orang, sedangkan ia hanya seorang anggota baru dan tak banyak orang yang mengenalnya.

"Adakah seseorang yang mau sekamar denganku?" tanyanya pada dirinya sendiri di dalam hati sambil menatap sopan seorang Exorcist yang lebih senior daripada dirinya yang sedang bersandar dinding dan memikirkan sesuatu. Entah apa yang dipikirkannya.
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Lilith Odilia van Ersteed

avatar

Posts : 25

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 17

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 20:03

Sesosok gadis dengan tubuh mungil dan rambut berwarna coklat gelap yang digelung di kedua sisi kepalanya menghembuskan nafas lega. Untunglah ia tidak harus berlarut-larut bingung menanggapi peraturan kamar asrama yang baru. Ya, teman yang sudah ia kenal cukup lama, seorang gadis asli Cina yang bersahabat dengan jarum-jarum akupuntur, menawari Lilith untuk menjadi teman sekamarnya.

Sungguh penawaran yang murah hati kan?

Dan sekarang Lilith berjuang menyeret tas –yang seharusnya diangkat – berisi pakaian dan pernak-pernik dan beberapa catatan resep-resep masakan –sebagian besar ia tulis sendiri. Semua orang yang melihatnya –walaupun hanya sekilas – pastilah mendapatkan dirinya kelimpungan, berjuang keras mengangkat semua bawaan itu. Beberapa orang sudah menawarkan diri untuk membantu membawakan tas dari bahan karpet itu namun Lilith selalu menolak dengan sebuah senyuman di paras manisnya. Ia bergabung ke Black Order agar bisa setegar dan sekuat sepupunya yang merupakan salah seorang Section Leader di cabang Amerika jadi tolong jangan bantu ia walaupun kau harus benar-benar mengubur nurani untuk pura-pura tak melihat Lilith yang sekali-kali terjatuh.

Ok sudah dekat kok, gadis dengan senyuman yang manis itu hanya perlu berjalan melewati koridor untuk mengkonfirmasi sekaligus menuju ke ruangan barunya, melewati dua orang Exorcist, seorang ia kenal dari suatu kesempatan, tak terlalu dekat memang tapi tetap saja Lilith melempar senyuman pada Silv.

“"Akh.. selamat siang Silverius," sapa Lilith ringan, berhenti sejenak. Namun tiba-tiba ia limbung ke arah dinding koridor, dengan suara terkesiap kecil, dan menubruk seseorang yang sedang bersandar di dinding. Tasnya menghantam pria malang itu terlebih dahulu sedangkan Lilith secara reflek bersimpuh di lantai.

Lilith mengangkat wajahnya, pucat dan ketakutan saat sadar kalau ekali lagi dia berurusan dengan seorang Exorcist.

“U-uhh...hiks.” Mata Lilith berkaca-kaca, bibirnya merengut. “Ma-maafkan Lilith ...” Ucapnya dengan gelisah, telapak tangannya meremas kain roknya yang berwarna putih, menunjukkan kecemasan.
Back to top Go down
View user profile
Silverius Girlani

avatar

Posts : 97
Umur : 24
Pemilik : Woof

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 22

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 20:47

Udara lembab kembali menggelitik hidungnya, tetapi kali ini Silverius lebih awas terhadap elemen alam yang satu itu. Dengan perlahan dipijitnya hidungnya dan dikeluarkannya bersin yang hendak menyembur keluar dari mulutnya melalui sebuah dengusan kasar. Kurang sopan, memang, tetapi siapa peduli?

Mungkin seseorang memang peduli. Seorang Exorcist berambut hitam lainnya yang sedang menatap sopan ke arah Silverius. Kedua mata Silverius menilai penampilan Exorcist yang belum dikenalnya itu. Oke, Silverius memang mengakui kalau dia pernah melihat Exorcist satu ini - bagaimanapun juga dia telah menjadi saksi keluar-masuknya berbagai macam anggota Markas Black Order Cabang Asia, tak terkecuali Exorcist berambut hitam berantakan yang memasang ekspresi sedikit sinis - yang mungkin akan menemukan balasan yang lebih sinis dari tatapan mata Silverius yang redup dan terlihat meremehkan.

SREK, SREK, SREK...

Tanpa peringatan, sebuah suara terdengar di belakang pria berusia 22 tahun yang masih bersandar pada dinding lorong itu. Mungkin Silverius akan mengabaikannya begitu saja kalau tidak ada yang memanggil namanya dari arah yang sama.

"Akh... Selamat siang, Silverius."

Silverius menoleh sedikit untuk melihat siapa yang baru saja memanggilnya, dan mendapatkan seorang gadis yang dikenalnya. Memang tidak secara dekat, tetapi masakan gadis itu benar-benar tidak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan dari aromanya saja sudah mengundang selera - entah rempah apa yang digunakan gadis yang dikenal Silverius dengan nama Lilith yang tengah tersenyum kepadanya itu. Kelihatannya gadis itu sedang menyeret tas besar berbahan karpet yang membuat suara-suara aneh barusan.

'Mungkin dia mau pindah kamar?' Hanya itulah tebakan terbaik Silverius ketika dia memperhatikan tas besar yang masih digenggam Lilith. Kedua mata Silverius berpindah obyek kepada si penyeret tas, dan sebuah pekikan kecil melompat masuk ke dalam telinganya ketika tiba-tiba Lilith bergerak aneh ke arah dinding koridor.

Silverius mengamati adegan itu dengan saksama. Bagaimana tangan Lilith masih menyeret tas besar tadi yang kemudian terayun ketika gadis berambut coklat itu berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Wajah Silverius pun mengeras ketika Lilith berjalan limbung ke arahnya, dan...

BRUG!

Tas besar itu menghantam Silverius jatuh ke lantai. Pria berambut hitam tegak itu mengaduh pelan dan segera menatap Lilith dengan ketus. Oke, dia memang mengenalnya, tetapi bukan berarti gadis itu bisa bertingkah seenaknya.

"U-uhh... hiks. Ma - maafkan Lilith..." Lilith terlihat gelisah dan cemas. Tentu saja, siapa yang tidak gelisah setelah menghantam seorang Exorcist yang lebih tua darinya? Mungkin juga karena kepribadian gadis itu yang sedikit cengeng; tetapi Silverius tidak akan memaafkannya begitu saja. Dia bukan pendendam, tetapi dia membutuhkan waktu untuk membuang impresi buruk orang-orang di sekitarnya.

"Cih!" balas Silverius sambil menyingkirkan tas besar Lilitih dengan satu tangan. Pria itu sedikit terkejut ketika berat tas besar itu menahan gerakan tangannya, tetapi dia bukanlah Exorcist lemah otot yang tidak bisa mengangkat tas itu.

"Lain kali jaga keseimbanganmu, Lilith!" ujar Silverius lagi dengan nada yang sama ketusnya. Dan meskipun tatapan Silverius tidak melunak, tetapi pria itu tetap mengulurkan satu tangannya ke arah Lilith yang masih terpuruk di lantai. "Ayo, bangun!" perintah Silverius singkat, "dan kau, Exorcist! Bantu gadis ini membawa tasnya, oke?" tambah pria berambut hitam tegak itu lagi, kali ini kepada Exorcist yang memiliki warna rambut yang sama dengannya.
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Milenka K. Lyova

avatar

Posts : 15
Pemilik : Issei Akira

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Asia
Umur: 18

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 21:08

Padahal, Milenka baru saja dipindahkan ke Cabang Asia. Belum genap seminggu ia tinggal di sana, golem yang mengumumkan bahwa ada pergantian kamar sudah berkoar-koar di setiap sudut koridor. Celotehan ringan langsung terdengar di setiap lorong. Sebagian orang sudah saling sepakat untuk membagi kamar mereka, sementara sebagian yang lainnya tampak panik. Ada juga yang tampak tidak peduli mau dipindahkan ke mana saja.

Dan Milenka sendiri merasa selama ia tidak ditempatkan sekamar dengan orang yang berisik, ia tidak akan protes. Tapi, adakah orang yang mau sekamar dengannya, yang notabene adalah orang baru di cabang tersebut?

Ia berjalan tak tentu arah, sampai akhirnya bertemu dengan 2 orang Exorcist pria dan seorang wanita yang sepertinya adalah seorang Section Staff. Kalau dilihat-lihat, sepertinya wanita itu baru saja membuat masalah dengan salah satu Exorcist pria itu. Mau menolong? Tentu tidak. Ia hanya berdiri diam di dekat tembok sambil menatap ketiga orang itu dengan pandangan datar, dan tanpa niat untuk membantu.
Back to top Go down
View user profile
Gletsjers van Virchow

avatar

Posts : 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 21:15

Exorcist berambut berantakan inipun meneruskan langkahnya melewati koridor. Tentu masih dengan perasaan agak cemas dan kurang enak yang diakibatkan oleh perasaannya sendiri dan tatapan balik seorang exorcist yang ditatapnya tadi.

Belum jauh ia beranjak dari tempat itu, terlihatlah sesosok gadis bertubuh mungil dan berambut coklat yang kelihatannya membawa barang-barangnya yang terlihat sangat berat.

"hmm... Kalau tidak salah namanya Lilith?" ia bergumam dalam hati.

"Mau kubantu?" baru saja Glace ingin menawarkan bantuan kepada gadis tersebut. Akan tetapi, tas bawaannya terlanjur lebih dahulu menghantam exorcist yang ditatap Glace sebelumnya.

"U-uhh... Hiks. Ma-maafkan Lilith" ucap gadis itu.

"Cih!" Ucap exorcist tadi. "Lain kali jaga keseimbanganmu, Lilith" hardiknya kesal.

Sekilas, exorcist satu ini terlihat kurang ramah. Namun, ia baik juga terhadap wanita. Terbukti dengan uluran tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.

"Dan kau exorcist! Bantu gadis ini membawa tasnya, oke?" kali ini mengarah pada Glace.

"Hm... Baiklah!" ucapnya singkat. Walaupun tidak disuruh ia telah berniat untuk membantu gadis mungil tadi untuk membawakan tasnya. Mana mungkin ia akan mengabaikan orang yang kesusahan di hadapan matanya.

"Sini, biar kubawakan tasmu." ucapnya berusaha ramah.
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Aurelio M. Hehanussa

avatar

Posts : 28
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 27

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 21:16

Pindah kamar ya.

Beuh.

Pria asal Maluku itu melangkahkan kakinya keras-keras menuju kantor manajemen. Di wajahnya tergambar jelas kekesalan yang luar biasa, sedangkan mulutnya sibuk berkomat-kamit tentang makian terhadap situasi tidak menyenangkan ini.

Setelah 14 tahun ia menikmati segala privasi dengan leluasa di kamar pribadi, kini sang Pangeran Hitu Lama--mantan pangeran, tepatnya--harus berbagi kamar dengan entahlah-siapa-nanti. Sialan. Rese' banget sih supervisor satu itu. Mentang-mentang dirinya punya kamar pribadi yang lebih luas dan nyaman, nggak ngerasa ya gimana privasi anak buahnya lenyap begitu seorang lagi tinggal di tempat mereka beristirahat?

Masalahnya bukan hanya pada memindahkan barang-barang ke kamar yang baru, tapi juga pada teman sekamarnya nanti. Aurelio sudah malas memikirkan bila nanti ia harus sekamar dengan orang yang... tidak sesuai dengan keinginannya. Dan yang lebih penting lagi; BAGAIMANA KALAU NANTI TEMAN SEKAMARNYA ADALAH ORANG BELANDA?

Benar deh, Aurelio lebih baik pindah ke penginapan dekat markas daripada harus sekamar dengan keturunan penjajah negaranya yang laknat itu. Namanya Cabang Asia, tapi kok banyak bule bertebaran di sana-sini. Melihat pemandangan macam itu, rasanya tangan Aurelio gatal untuk mengeluarkan kerisnya, dan menggosok kulit bule-bule itu satu persatu dengan kerisnya yang sudah diasah spesial dengan kembang tujuh rupa.

... Okelah, ada satu bule yang kena pengecualian. Mengingat wajah sang nona Belanda, Aurelio berdeham keras, berusaha menjaga imej, padahal di wajahnya garis-garis merah mulai muncul. Mau bagaimana lagi, nona satu itu sukses meruntuhkan keyakinannya terhadap bangsa Belanda yang selama ini dianggapnya laknat, tidak punya moral, rakus, dan lain-lain. Ia sendiri harus melalui sekelumit konflik batin yang cukup menyiksa sebelum akhirnya bisa menerima eksitensi gadis itu dalam kehidupannya.

"Cih! Lain kali jaga keseimbanganmu, Lilith!"

Panjang umur kau, Aurelio.

Seseorang menyebut nama gadis itu, dan--euh, tampaknya gadis itu sedang dalam posisi yang tidak aman. Dua Exorcist lelaki tampak mengintimidasinya (itu yang terlihat di mata Aurel) sementara Lilith sendiri terduduk, entah apa yang baru saja terjadi. Yang jelas, Aurelio tidak suka keadaan ini.

"Mau apa kalian?" tanyanya sinis pada kedua Exorcist itu sambil memberi tatapan tidak ramah. Oh ya, ada juga satu cewek bule yang baru dilihat Aurelio berdiri di dekat mereka... Orang mana ya dia? Ah, pokoknya nanti ia akan menginterogasi mereka satu-persatu. Awas saja...

Kembali ke sosok tidak berdaya di sampingnya, ia memandang Lilith yang tampak cemas. Yah, jelas telah terjadi sesuatu... "Sini," tanpa basa-basi, Aurelio meletakkan tangannya di punggung dan di bawah lutut Lilith, menggendongnya, bride style.

Hupp, ah, Lilith terasa ringan di tangannya. "Lihat apa kalian, hah? Minggir!!" serunya galak Silverius dan Glace, memerintahkan agar mereka membuka jalan untuknya. Dengan langkah cukup lebar, ia mulai melangkah ke depan, walaupun kedua orang itu belum minggir sekalipun, ia rasa sikap dan wajah galaknya cukup untuk membuat orang-orang menyingkir, apalagi kini ia tengah menggendong seorang gadis yang tampak rapuh di tangannya.

"Hei," ia mulai, dengan suara pelan yang ia tujukan pada Lilith, "Kau mau ke mana?" tanyanya. Wajahnya tetap mengarah lurus ke depan, belum sanggup memandang wajah sang gadis langsung ketika rasa panas mulai menyerang kepalanya.
Back to top Go down
View user profile
Lilith Odilia van Ersteed

avatar

Posts : 25

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 17

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   6th November 2009, 22:21

"Lain kali jaga keseimbanganmu, Lilith!" 

Lilith tahu ia pantas mendapatkan hardikan kesal macam itu. Hei siapa sih yang tidak kesal jika mendapatkan hantaman tas besar di badan mereka? Setiap orang pastilah kesal. Hanya saja kebanyakan malah langsung merasa kasian pada gadis mungil itu dan membantunya –alih-alih marah – seolah kejadian seperti itu tak pernah terjadi. Pengecualian bagi Silverius tampaknya.

“Ba-baik...” satu kata pendek itu terlepas dari bibir mungilnya yang terlihat sedikit gemetar.

"Ayo, bangun!"

Itu bukanlah sebuah pertolongan tentu saja, nada suara Silverius terdengar otoriter di cuping telinga sang gadis Belanda. Lilith mencoba untuk berdiri, ya mencoba, karena rasanya kedua kakinya lemas dan ia tak bisa berdiri. Ketakutan kah? Mungkin. Dan masih shock. Apalagi pria Asia itu berdialog padanya dengan raut wajah yang sangar.

"Sini, biar kubawakan tasmu."

Pemilik iris warna biru dalam itu menoleh dan mendapati sesosok exorcist lainnya –yang tampaknya lebih bersahabat daripada Silverius – menawarkan bantuan. Gadis itu membuka bibir kecilnya, kalimatnya terbata-bata. “Ti-tidak terimakasih... Lilith bisa membawanya sendiri...” Gadis berusia 17 tahun itu mencoba meyakinkan, tak berhasil dengan sukses pastinya.

Sungguh ia mengerti kalau bukan salah Silverius, itu salahnya sendiri karena terlalu ceroboh. Tetapi rona muka pria itu membuatnya takut....

"Mau apa kalian?"

Lilith menoleh ke asal suara yang ia kenal, mendapati sosok pria inlander berkulit sawo matang mendekat. Aurelio, pria berusia 27 tahun –ya beda 10 tahun – yang cukup dekat dengannya. Kekasih? Bukan kok, belum. Namun melihat Aurelio disana dan tampak seperti pangeran yang selalu menyelamatkan putri di dongeng-dongeng Eropa yang dulu ia baca bersama Chrysalis membuat matanya yang bulat itu berbinar-binar penuh kelegaan.

“A-aurelio...” Lilith menyebut nama pria Hindia-Belanda itu dengan perlahan. “Su-sungguh tidak ada apa-apa... Lilith yang–...” belum saja satu kalimat utuh diucapkan oleh Lilith, Aurelio telah mengangkat tubuhnya yang ringan, membopongnya sedemikian rupa.

Gadis itu terkesiap, semburat merah muda bermunculan bak jamur di musim hujan. Sekali lagi Lilith tak dapat mengatakan apapun atau bereaksi, dengan alasan yang berbeda dari apa yang membuatnya tak berkutik di hadapan Silverius.

"Kau mau ke mana?"

Suara nafas gugup terdengar dari Lilith, ia menjawab pertanyaan mantan pangeran itu dengan lirih. Manik birunya menatap wajah Aurel, sedikit merunduk dan tersipu malu.

“...melapor ke bagian... uhm... logistik.”

Dalam hati ia berharap Aurelio tak menyadari perubahan degup jantungnya...
Back to top Go down
View user profile
Gletsjers van Virchow

avatar

Posts : 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 06:28

"Ti-tidak terimakasih... Lilith bisa membawanya sendiri..." ucap gadis tersebut menolak bantuan Glace.

"Anda lihat? Ia sendiri yang menolak bantuanku." Glace berkata. Kali ini kepada Silverus yang membentaknya tadi. Ia berkata begini agar tak dikira ia malas menolong gadis malang itu.

Akan tetapi, tak lama kemudian muncul seseorang yang lebih tua daripada Glace. Entah kenapa, begitu melihat orang ini, Glace merasa mengenalnya walaupun ia tak pernah bertemu dengannya. Paras wajah pria ini menunjukkan bahwa ia sedang kesal.

"Hm..." Glace tengah memikirkan sesuatu. Kelihatannya tengah memikirkan apakah ia mengenal pria tersebut. Otaknya sedang berpikir keras.

"Mau apa kalian? Tanyanya sinis. Sepertinya pertannyaan itu ditujukan kepada Silverus dan Glace.

"A-aurelio..." ucap gadis tadi.

"Hm... Aurelio? Gumam Glace. Ia semakin merasa aneh karena mendengar jenis nama yang terdengar familiar di telinganya.
Akan tetapi, akhirnya ia mengerti mengapa ia merasa mengenal pria tersebut.

"Lihat apa kalian hah? Minggir!" hardik Aurelio yang ditujukan kepada dua exorcist berambut gelap tadi.

"Baiklah..." ucap Glace sambil menepi. "Umm... Apakah anda berasal dari Hindia Belanda? Nama anda terdengar sangat familiar di telinga saya." ucap Glace penasaran. Kata demi kata ia rangkai secara hati-hati dan sopan, ditujukan pada Aurelio. Mungkin agar Aurelio tidak bertambah kesal.
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Aurelio M. Hehanussa

avatar

Posts : 28
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 27

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 11:06

“...melapor ke bagian... uhm... logistik.”

Gadis itu menjawab dengan suaranya yang pelan, "Oh, aku juga mau ke sana..." Aurelio membalas dengan suara yang lebih bersahabat, genggaman eratnya terhadap gadis itu tidak melonggar, tentu saja karena ia tidak mau kalau nanti Lilith sampai terjatuh dari gendongannya. Wajahnya ia tekan sedemikian rupa agar tidak terlihat merah padam, padahal jantungnya berdegup tidak karuan.

Tunggu, melapor ke bagian logistik? Artinya Lilith akan pindah kamar juga kan? "Kau mau pindah kamar kan? Bawaanmu mana?" ia membalikkan badannya perlahan, mencari keberadaan tas yang diyakininya milik sang nona Belanda. Tidak seperti Aurel, tentunya, yang seenaknya menyuruh staf manajemen mengangkut barang-barangnya, Lilith yang baik hati pasti membawa barang-barangnya sendiri.

Ketika ia mengembalikan pandangannya pada kedua Exorcist itulah, seorang dari mereka angkat bicara.

"Umm... Apakah anda berasal dari Hindia Belanda? Nama anda terdengar sangat familiar di telinga saya."

Pangeran Hitu Lama ini menaikkan sebelah alisnya, "Hoo, rupanya namaku sudah sebegitu terkenalnya ya, hei, anak baru?" anak baru--karena Aurelio baru pertama kali melihat Glace. Mata hitamnya menelusuri sosok di depannya, dari atas ke bawah, dengan tatapan yang seolah merendahkan. "Ya, memang itulah aku Aurelio Mahubessy Hehanussa, Pangeran dari Hitu Lama. Siapa dan mau apa kau?" tanyanya dengan nada arogansi yang tinggi. Memang khas Aurelio. Dengan Lilith di tangannya, lagaknya seperti pangeran yang sedang melindungi putri dari orang jahat saja.

Ia memerhatikan Glace sekali lagi, menyadari adanya fitur-fitur unik dalam diri pria keturunan Belanda tersebut. Wajahnya terlihat Asia, tapi... kulitnya yang putiih membuat Aurelio curiga. "Dari mana asal bapakmu, heh?" ia menyipitkan matanya, memerhatikan paras Glace sekali lagi. Tentu saja, ia tidak melupakan keberadaan Lilith di tangannya, namun kesempatan menginterogasi yang terbuka lebar ini tak dapat ia sia-siakan.



[OOC: Glace jawab jujur aja ya, ga akan diapa-apain kok sama Aurel xD paling dimarahin aja lagi gendong Lilith sih~ :x]
Back to top Go down
View user profile
Silverius Girlani

avatar

Posts : 97
Umur : 24
Pemilik : Woof

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 22

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 11:22

Mata Silverius tidak lepas dari sosok gadis berusia 17 tahun di hadapannya, yang tak kunjung meraih uluran tangan Silverius; bahkan juga menolak bantuan yang ditawarkan oleh Exorcist berambut hitam lainnya yang sepertinya benar-benar berbaik hati - tidak seperti Silverius - untuk menolong Lilith. Oh, rasanya Silverius ingin mengacak-acak rambut Lilith yang rapi tergelung itu. Sebenarnya apa, sih, maunya gadis Belanda ini?

"Anda lihat Ia sendiri yang menolak bantuanku." Nah, sekarang si Exorcist berambut hitam berantakan tadi yang berkomentar. Memang benar apa katanya, tetapi apakah dia tidak bisa mengambil inisiatif?

"Mau apa kalian?"

Oh, ada lagi yang ikut bergabung - dan dengan cara yang salah, tentunya. Perhatian Silverius pun teralih kepada sesosok Exorcist berambut hitam lainnya dengan sebuah selembar kain bermotif menarik yang melingkari pinggang si Exorcist. Apakah Silverius mengenalnya? Ya, tetapi sejauh ingatannya membawanya, dia tahu bahwa Exorcist yang satu ini bergabung hampir bersamaan dengannya. Tetapi tetap saja, nama Exorcist berkulit kecoklatan itu tidak diketahui oleh Silverius.

"A-aurelio..." Lilith akhirnya bersuara lagi.

"Hmm... Aurelio?" sambung si Exorcist berambut hitam berantakan.

'Oh, jadi namanya Aurelio?' Silverius menyimpulkan di dalam benaknya.

"Su-sungguh tidak ada apa-apa... Lilith yan-"

"Sini."

Syut! Silverius melihat Aurelio dengan cepat menggendong Lilith. Silverius memutar matanya sejenak dan bergumam dalam benaknya, 'Oh, sejak kapan ini menjadi sebuah drama?' lalu kembali menatap pasangan yang seakan baru menikah itu dengan tatapan yang seolah-olah mengatakan, "grab a room, guys."

Dan sepertinya Aurelio menyadari makna di dalam tatapan Silverius sehingga dia berseru galak kepada kedua Exorcist berambut hitam yang berdiri di depannya.

"Lihat apa kalian, hah? Minggir!!"

'Tidak perlu berteriak, bung,' timpal Silverius di dalam benaknya. Jujur saja, dia terlalu malas untuk bersuara. Bukan, bukan karena Aurelio terlihat lebih tua darinya, tetapi karena dia benar-benar malas untuk mengatakan hal itu. Siapa yang bisa mengira tingkah apalagi yang bisa dilancarkan si raja drama itu? Mungkin dia akan menghunus sejenis pedang yang tersemat pada ikat pinggang kain yang melingkar di pinggangnya? Mungkin saja, bukan?

"Baiklah..." Exorcist berambut hitam berantakan itulah yang pertama kali menyingkir dari hadapan Aurelio yang sama sekali tidak terlihat kesulitan membopong Lilith. Exorcist berambut hitam berantakan tadi juga bertanya mengenai asal-usul Aurelio kemudian, yang dibalas Exorcist bernama lengkap Aurelio Mahubessy Hehanussa itu dengan sedikit arogan - yang tidak begitu dipedulikan Silverius.

'Kau melupakan tasnya, Aurelio,' pikir Silverius sambil mengangkat tas besar Lilith yang masih tertinggal di atas lantai. Cukup berat, memang, tetapi karena dia mengangkatnya dengan dua tangan, maka dia yakin dia bisa mengantarkan tas ini sampai ke... bagian logistik - kalau Silverius tidak salah mendengar ucapan lirih Lilith beberapa waktu yang lalu?
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Gletsjers van Virchow

avatar

Posts : 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 11:36

Mendengar pertanyaan dari Glace, Aurelio pun menaikkan salah satu alisnya.

"Hoo, rupanya namaku sudah sebegitu terkenalnya ya, hei, anak baru?" Aurelio terlihat sedikit mengejek.

"Ha... Ternyata aku dianggap anak baru ya?" ucap Glace dalam hati sembari berusaha menahan tawa. "Seperti kembali bersekolah di sekolah pribumi dulu..." ucapnya pelan.

Memang Glace merupakan keturunan campuran antara pribumi Hindia Belanda dan orang Belanda. Akan tetapi, ia lebih senang berbaur dengan orang-orang pribumi. Itulah kepribadian Glace yang telah ditempa di lingkungan orang-orang pribumi.

"Ya, itulah aku Aurelio Mahubessy Hehanussa. Pangeran dari Hitu Lama. Siapa dan mau apa kau?" Aurelio kembali menghardik.

"Ah... Tidak, tidak ada apa-apa. Suatu kebetulan dan kehormatan bisa bertemu saudara setanah air di sini." sambung Glace tenang.

"Dari mana asal bapakmu heh?" Aurelio kembali bertanya dengan sinis.

"Dari Hindia Belanda." ucapnya tenang. "Akan tetapi, ia seorang Belanda" sambungnya. "Walaupun begitu aku lebih mencintai tempat kelahiranku, Hindia Belanda. Ibuku pun seorang pribumi." ia kembali melanjutkan kalimatnya.

Terlihat Aurelio masih penasaran dan bernafsu untuk mengintrogasi dirinya. Akan tetapi, Glace masih terlihat tenang dan berusaha ramah.
---------------------
OOT: Maaf agak kacau, PM kena sindrom ngakak nggak berhenti akibat baca reply diatas. Btw, tahu darimana tuh si Aurelio kalau yg non pribumi ayahnya Glace? Ngintip ya? *dihajar Sacchii Very Happy
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Lilith Odilia van Ersteed

avatar

Posts : 25

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 17

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 15:59

Lilith memutar wajahnya, masih dari gendongan sang pria Hindia-Belanda, ke tempat dimana seharusnya tas besar itu berada. Ia menghembuskan nafas lega begitu mengetahui isi tasnya tidak berhamburan, namun ia tidak benar-benar bernafas lega. Tasnya yang besar itu dibawa Silverius, pria yang memasang tampang tak bersahabat itu.

“Si-Silverius...” ia menyebut nama pria Asia itu dengan gugup.

“ Sudah letakkan saja nanti biar Lilith yang--”

"Dari mana asal bapakmu, heh?"

Kalimatnya terpotong oleh Aurelio yang bertanya pada pria yang tadi menawarinya membawakan tas. Entah kenapa tampaknya mantan pangeran Hitu Lama itu tampak begitu kesal. Ah semoga saja dia tidak kesal karena gadis berusia 17 tahun itu selalu merepotkannya....

"Dari Hindia Belanda...akan tetapi, ia seorang Belanda", jawab pria berambut hitam berantakan itu dengan singkat.

Wahh orang Belanda juga?


Senyuman kembali menghiasi wajah nona mungil itu, tampaknya rasa senang mengetahui ada rekan senegara, atau tidaknya memiliki silsilah asal darah yang sama dengannya membuatnya antusias. Lebih-lebih ia sedang dibopong oleh Aurelio.

Tiba-tiba Lilith teringat sesuatu, Nai Ye Xia, teman sekamarnya telah mengatakan bahwa mereka akan bertemu di ruangan Logistik. Mengurus penetapan kamar dan tetek bengek lainnya. Dan sepertinya sudah beberapa belas menit berlalu dari waktu yang dijanjikan. Ekspresi senangnya berubah menjadi kegelisahan dan ia berharap Ye Xia tidak ikut-ikutan marah seperti Silverius.

Karena seingatnya gadis bertampang kalem itu bisa berubah jadi menakutkan...
Back to top Go down
View user profile
Silverius Girlani

avatar

Posts : 97
Umur : 24
Pemilik : Woof

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 22

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 17:40

Baiklah, entah ada apa antara Aurelio dan Exorcist berambut hitam berantakan itu sehingga mereka sibuk membicarakan tentang tanah air dan Hindia-Belanda, yang jelas tidak begitu dipentingkan oleh Silverius. Yang dipentingkan olehnya adalah bagaimana Lilith bisa dibawa ke sana tempat tujuannya - bagian logistik - dan semua masalah ini bisa selesai. Mata Silverius menghujam punggung Aurelio dengan tidak sabar, dan tatapan itu tidak berubah ketika Lilith kembali memanggil namanya.

"Si-Silverius... sudah letakkan saja, nanti biar Lilith yang-"

"Dari mana asal bapakmu, heh?"

'Oh, Tuhan, bisakah Aurelio membawa putrinya ke bagian logistik saja?' umpat Silverius sambil memutar matanya sebelum kedua mata hitam itu kembali menatap Lilith.

"Ya, setelah pangeran dari kerajaan purba* itu membawamu ke bagian logistik dan kau akan kembali lagi ke sini untuk menyeret tasmu ke tempat yang sama?" sindir Silverius. Dua burung dalam satu batu, begitu dia menyebutnya.

Kemudian mata Silverius menangkap sesosok gadis berambut pirang yang mungkin sepantaran dengan Lilith di balik balutan seragam pembantu yang seingatnya baru-baru ini dipindahkan ke Markas Cabang Asia. Ya, Silverius telah menyaksikan banyak orang datang dan pergi ke dalam Markas Cabang Asia dan entah mengapa itu menambahkan sedikit kebanggaan di dalam dirinya.

Lalu tanpa disuruh, Silverius yang masih mengangkat tas Lilith pun bergerak mendekati gadis itu. Mata hitamnya beradu selama sesaat dengan mata biru gadis berambut pirang itu, dan pria Jepang itupun mengendikkan kepalanya ke arah Exorcist berambut hitam berantakan tadi.


WB
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Nai Ye Xia

avatar

Posts : 32

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 18

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 19:00

Ah, sudah waktunya.

Dengan irama langkah yang dipercepat, Ye Xia segera memutar balik tubuhnya dari ruangan yang tadinya adalah kamar miliknya, seorang diri tentu saja, untuk pergi setelah membereskan semua yang tersisa disana. Sebenarnya Ye Xia lumayan merasa berat untuk meninggalkan tempat dimana ia bisa bersenang-senang dengan semua hal mengenai penelitian titik tubuh manusia sekadar meningkatkan ilmunya dan agar hal yang dipelajari tersebut tidak hilang karena dibiarkan berkarat dengan malas diulang kembali tiap harinya.

Apa Liliru akan marah karena Ye Xia datang terlambat ya? Liliru, sebenarnya namanya bukan itu tentu saja, lidah asianya saja yang masih belum terbiasa dengan nama-nama Barat yang terdengar asing di telinganya. Maklum saja, dia berasal dari desa pedalaman dan belum pernah bertemu berbagai macam orang seperti halnya di organisasi ini. Untung saja Ye Xia dapat menyesuaikan diri dengan cepat di Cabang tempat ia tinggal sekarang.

Lalu..kesini ya?

Mengamati jalur menuju bagian logistik, bawaan tidak terlalu banyak, bahkan hampir tidak ada, hanya jarum akupuntur saja, benda penting yang selalu dibawanya kemana-mana. Ye Xia tidak suka yang merepotkan, bahkan jika perlu dia hanya akan membawa semua barang miliknya dalam satu kepakan tas kecil. Tapi sekarang tidak, karena walau tas kecil sekalipun, Ye Xia masih merasa kerepotan karena akan dibawa-bawa ke kamar barunya.

Eruseted? Kalau tidak salah nama keluarga teman sekamar barunya? Uh, susah sekali mengeja nama Barat.

Tidak beberapa lama melihat kerumunan orang yang entah sedang apa di koridor yang biasanya sepi, melihat seorang gadis bermahkotakan pirang, seorang finder kalau Ye Xia tidak salah ingat, terdapat pula dua pemuda exorcist, terutama Ger, Ger, uh, Siluverius (Silverius.red)? Dan..Glet..Glet (Gletsjers.red), ah! Lupakan!

Menganggukkan kepalanya sebagai tanda kesopanan pada setiap individu tersebut, tidak jauh melihat Hehanussa, ah nama yang lebih baik karena tidak terlalu sulit diucap, bersama dengan..Liliru?! Kenapa exorcist berkebangsaan Hindia-Belanda tersebut dalam keadaan sedang mengangkat tubuh sang teman sekamarnya? Dan wajah Liliru memerah?! Jangan-jangan Hehanussa sudah melukainya?

CREP! CREP!

"Apa yang kau lakukan pada Liliru Hehanusa? Berani sekali kau.."

Dua jarum melayang sukses melewati batang hidung sang exorcist, hampir bergesekan dengan kulit sang pemuda, menancap erat di dinding sebelah mereka. Wajah dan nada bicara memang masih datar, seperti biasa, namun aura kemarahan jauh terlihat di balik sosok sang gadis berkebangsaan Cina tersebut.




OOC: Bermaksud menjadikan seru dimulai dari kesalahpahaman, tapi Aurelio jangan kasar-kasar ya, Ye Xia kan cuma seorang staf biasa *tampang suci* *disepak*
@Lilith: datang sesuai janji X3
Back to top Go down
View user profile
Gletsjers van Virchow

avatar

Posts : 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   7th November 2009, 19:27

"Ada apa?" tanya Glace tiba-tiba saat Silverus mengendikkan kepalanya ke arah dirinya.

Belum sempat Silverius menjawab pertanyaannya, ataupun Aurellio mengintrogasi Glace lagi, tentu dengan nafsu yang menggebu-gebu, tiba-tiba terlihat seorang gadis Tionghoa yang terlihat kira-kira sebaya dengan Lilith, gadis yang digendong oleh Aurelio tadi.

Ia menundukkan kepala menunjukkan kesopanannya kepada setiap orang disana. Glace pun menundukkan kepalanya balik. Ia jadi teringat kebiasaan dikampung halamannya dulu. Menundukkan kepala untuk menunjukkan kesopanan kepada orang yang lebih tua, atau hanya untuk menyapa.

Akan tetapi, gadis yang terlihat sopan dan ramah tadi tiba-tiba menghilang dan berganti dengan seorang gadis dengan aura pembunuh.

CREP! CREP!

Quote :
"Apa yang kau lakukan pada Liliru, Hehanusa? Berani sekali kau.."

ucap gadis Tionghoa tadi setelah ia melempar dua batang jarum yang melayang hampir mengenai orang-orang disana termasuk Glace. Untung yang diincar jarum itu bukan dirinya.

"Phew... Hampir saja..." ucap Glace lega.

Kemudian, ia menoleh memperhatikan keadaan sekitarnya dan melihat dua batang jarum yang menancap di dinding, hanya beberapa sentimeter dari batang hidung Aurelio, Exorcist yang sangat bernafsu untuk mengintrogasi dirinya tadi.

"Ah... saudara setanah airku yang malang..." ucap Glace dalam hati. Entah apa reaksi sebenarnya di dalam hati. Sedih? Marah? atau justru berusaha menahan tawa? Well... Hanya Glace sendiri yang tahu.

"Bagaimana sekarang?" Glace bertanya. Kali ini ia tujukan kepada Silverius, pemuda Exorcist yang juga sama-sama memiliki rambut hitam dengannya.

---------------------------------
OOT: @all: Bagaimanakah kelanjutannya??? *ngakak* *nungguin Aurelio rep. *dihajar Nai Ye Xia Very Happy
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Aurelio M. Hehanussa

avatar

Posts : 28
Pemilik : S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 27

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   10th November 2009, 16:39

"Ah... Tidak, tidak ada apa-apa. Suatu kebetulan dan kehormatan bisa bertemu saudara setanah air di sini."

Aurelio menaikkan satu alisnya, heran. Setanah air, katanya? Berlanjut ke pertanyaan Aurelio selanjutnya, tentang asal-usul sang ayah dari Exorcist berambut hitam berantakan ini. Mengapa Aurelio menanyakan tentang ayahnya? Menurut pengalaman dan intuisi yang dimilikinya, biasanya sang ayahlah yang mempunyai peranan penting dalam keluarga, yang akan mempengaruhi garis keturunannya. Yah, apapun itu, Aurelio memang lebih mengandalkan intuisinya.

"Dari Hindia Belanda. Akan tetapi, ia seorang Belanda. Walaupun begitu aku lebih mencintai tempat kelahiranku, Hindia Belanda. Ibuku pun seorang pribumi."

Pria berusia 27 tahun ini berdecak keras, "Bah! Dari Hindia-Belanda apanya, tak usahlah kau berpura-pura suci dengan mengatakan keturunan pribumi--semua orang Belanda itu sama saja ba--" Kalimat Aurelio terhenti tiba-tiba, matanya sedikit melebar. Ups. Hampir saja ia lupa kalau ia sedang menggendong seorang nona Belanda tulen di tangannya. "--ba... baiknya..." ia memelankan suaranya, tentu, bukan ini yang ingin dikatakannya semula. Awalnya ia ingin mencaci maki keturunan Belanda itu habis-habisan, tapi ia tidak bisa melontarkan kata-kata tak pantas itu depan Lilith. Tanya kenapa?

Grrr, aura kekesalan jelas keluar dari dalam diri Aurelio. Sorot mata membunuh ditujukannya dengan intens pada Glace, seakan berkata; awas-kau-akan-kuawasi. Aurelio benar-benar kesal karena... ia tak bisa melampiaskan kebenciannya yang begitu mendalam terhadap Belanda, dan terpaksa harus menahan diri. Setidaknya, Aurelio, kau jadi belajar bagaimana caranya menahan diri, bukan? Walau, tampaknya pria Hindia-Belanda ini tak menyukai hal tersebut. Ralat; ia sangat tidak menyukai hal tersebut. Ke mana harga dirinya setelah ini?

"Ya, setelah pangeran dari kerajaan purba itu membawamu ke bagian logistik dan kau akan kembali lagi ke sini untuk menyeret tasmu ke tempat yang sama?"

Lagi-lagi orang yang mencari masalah? Dengan cepat Aurelio menolehkan kepalanya ke arah suara itu, Silverius. "Kau! Rambut hitam nggak jelas... Diam dan bawakan saja tasnya, oke?" titahnya pada Silverius dengan tatapan galak, memberikan tekanan sedemikian rupa ketika mengucapkannya. Ergh, dari kerajaan purba, katanya? Memangnya dia pikir Kerajaan Hitu Lama itu apa, hah? Coba dia belajar sejarah sedikit, pasti mengerti sejarah dari--

CREP! CREP!

--apa-apaan itu yang tadi melewatinya?!

"Apa yang kau lakukan pada Liliru Hehanusa? Berani sekali kau..."

Wajah pria bermata hitam itu jelas menunjukkan kekagetan yang luar biasa, "Kampret!" satu makian,"Kau mau membunuhku ya, dasar perempuan gila--" makian kedua tidak rampung karena pikirannya kembali teringat akan sosok gadis yang tengah digendongnya. Aurelio kembali menggerutu keras. "Asal kau tahu ya, justru aku ini sudah menyelamatkan Lilith dari jeratan--" matanya memandang Silverius dan Glace, "--orang-orang yang tak jelas juntrungannya!" serunya geram.

Ia mendengus kesal, kapan sih ini semua akan berakhir? Sudah terpaksa memutarbalikkan kenyataan dengan mengatakan bahwa orang-orang Belanda itu... baik, hampir terbunuh pula! "Aku mau mengantar Lilith ke kantor manajemen, dan kau mau melarangku juga, hah?" tanyanya sambil menatap tajam pada Ye Xia. Biarkan saja sang pangeran menggendong putrinya sampai ke tujuan, oke?
Back to top Go down
View user profile
Tek Xiao Ling
Vatican Central
avatar

Posts : 330
Umur : 25
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 23

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   10th November 2009, 16:56

DRAP, DRAP, DRAP

Langkah yang keras dan cepat bergaung di lorong Markas Black Order Cabang Asia. Tanpa banyak tanya, orang-orang pasti tahu siapa yang lewat. Ya, siapa lagi kalau bukan Tek Xiao Ling, sang General yang terkenal akan ketidaksabarannya di Asia itu? Tapi mungkin yang menjadi pertanyaan orang-orang; Untuk apa ia berjalan ke arah Kantor Logistik? Oke, pengumuman tentang perombakan ulang urutan kamar memang sudah dikumandangkan di mana-mana, tapi bukan berarti Xiao Ling yang notabene adalah General yang memiliki kamar pribadi harus bersusah payah untuk pergi ke Kantor Logistik.

Lalu, untuk apa dia di situ? Jelas untuk mendaftarkan anaknya Disciple-nya sendiri. Ia dan Takeba Shindou sudah sepakat untuk memasangkan Heidrich dan Eun Su dalam satu kamar. Tapi sepertinya Shindou terlalu sibuk untuk mengurus izin pemindahan kamar, sementara Eun Su dan Heidrich pastinya sulit dipercaya untuk mengurus hal semacam ini, jadi Xiao Ling lah yang harus turun tangan sendiri.

Saat ia hampir mencapai Kantor Logistik, terdengar suara ribut-ribut yang sangat jelas. Dua orang Exorcist berambut hitam, satu staf manajemen, dan satu staf medis tampak sedang bertengkar di sana.

Quote :
"Dari mana asal bapakmu, heh?"

"Dari Hindia Belanda. Akan tetapi, ia seorang Belanda. Walaupun begitu aku lebih mencintai tempat kelahiranku, Hindia Belanda. Ibuku pun seorang pribumi."

"Bah! Dari Hindia-Belanda apanya, tak usahlah kau berpura-pura suci dengan mengatakan keturunan pribumi--semua orang Belanda itu sama saja ba--ba... baiknya..."

"Ya, setelah pangeran dari kerajaan purba itu membawamu ke bagian logistik dan kau akan kembali lagi ke sini untuk menyeret tasmu ke tempat yang sama?"

"Kau! Rambut hitam enggak jelas... Diam dan bawakan saja tasnya, oke?"

"Apa yang kau lakukan pada Liliru Hehanusa? Berani sekali kau..."

"Kampret! Kau mau membunuhku ya, dasar perempuan gila-- Asal kau tahu ya, justru aku ini sudah menyelamatkan Lilith dari jeratan orang-orang yang tak jelas juntrungannya! Aku mau mengantar Lilith ke kantor manajemen, dan kau mau melarangku juga, hah?"

BRAKK!!

Satu pukulan keras ke salah satu dinding lorong dilayangkan oleh General satu ini. Rupanya acara teriak-teriakan antaranggota Black Order itu agak mengganggunya. Ralat, sangat mengganggunya; terbukti dari urat marahnya yang langsung muncul, alisnya yang berkerut, dan bibirnya yang merengut.

"HOOOI!! Ada apa ribut-ribut di lorong, HAH?! Cari mati kalian semua?!" bentak Xiao Ling marah sambil menunjuk mereka satu per satu. Oh ya, berani cari masalah di markas, artinya berani cari masalah dengan Xiao Ling... dan artinya cari mati, dengan menyakitkan pula.

_________________

"My battle, my rule. Do not protest."
-Tek Xiao Ling-


Agito's 1st ID - The Poison Butterfly
Back to top Go down
View user profile http://china-rollz.livejournal.com
Gletsjers van Virchow

avatar

Posts : 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   10th November 2009, 18:31

Glace kembali menatap wajah Aurelio. Pria dua puluh tujuh tahunan itu masih terlihat sangat bernafsu untuk mengintrogasi dirinya lebih lanjut. Sebelah alisnya terangkat begitu mendengar jawaban Glace yang pertama.

Akan tetapi, paras wajahnya berubah seketika ketika mendengar jawaban kedua dari Glace. Ia tampaknya sudah naik pitam. Kemudian ia berdecak dengan keras.

Quote :
"Bah! Dari Hindia-Belanda apanya, tak usahlah berpura-pura suci dengan mengatakan keturunan pribumi--semua orang Belanda itu sama saja ba--"

Ucapan Aurelio terputus. Kemudian, ia menyambungnya kembali. Kali ini dengan suara yang lebih pelan.

Quote :
ba-baiknya...

Entah apa maksud Aurelio menurunkan nada bicaranya. Mungkinkah karena nona Belanda yang sedang digendongnya? Hanya Aurelio yang tahu.

Walaupun nada bicaranya telah turun, masih terlihat dari sorot mata Aurelio bahwa ia belum puas memaki-maki Glace. Akan tetapi, Glace malah mengindahkannya. Kelihatannya ia tengah berpikir.

"Keturunan pribumi? Memang aku keturunan pribumi kan? Apa salahnya jika aku keturunan pribumi" pikir Glace, masih dengan sifat santainya.

Quote :
Kau! Rambut hitam gak jelas... Diam dan bawakan saja tasnya, oke?
Kali ini tertuju pada Silverius.
Kelihatannya akibat Silverius yang mengucapkan "Kerajaan Purba".

Quote :
Kampret! Kau mau membunuhku ya, perempuan gila?
ia mengumpat sekali lagi. Kali ini ditujukam pada gadis Tionghoa yang melempari Aurelio dengan dua batang jarum terbang tadi.

Quote :
"Asal kau tahu ya, justru aku telah menyelamatkan Lilith dari orang-orang yang tak jelas juntrungannya!"
seru Aurelio geram kepada Ye Xia sambil melirik Silverius dan Glace. Akan tetapi, Glace tak terlalu memperdulikan hal tersebut.

Quote :
"Aku mau mengantar Lilith ke kantor manajemen. Kau mau melarangku juga hah!"
sekali lagi ia berteriak lantang pada gadis Tionghoa tadi.

BRAAK...

Tiba-tiba terdengar satu pukulan keras pada dinding koridor. Kelihatannya seseorang sangat terganggu dengan acara teriak bersama yang dilakukan oleh Aurelio.

Quote :
"HOII!!! Ada apa ribut-ribut di lorong HAH!!! Cari mati kalian semua?!"
suaranya bergemuruh lantang di koridor. Ternyata General Xiao Ling yang terkenal akan kegarangan dan keperkasaannya sebagai wanita berotot kawat bertulang besi berada di koridor tersebut dan sangat geram mendengar keributan yang terjadi di koridor tersebut. Ia menunjuki satu persatu orang disana dengan tampang geramnya, seolah telah siap mengaktifkan innocence-nya, Mariposa.

"Semoga saja itu tidak terjadi..." pikir Glace. Tentu koridor itu akan berubah menjadi koridor penuh darah jika itu betul-betul terjadi.

-------------
OOT:
@ Xiao Ling: Saya cuma bercanda kok. Jangan dijadiin korban Mariposa ya... *betulan dijadiin tumbal*


Last edited by Gletsjers V. Virchow on 10th November 2009, 20:58; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Li Lian Jie

avatar

Posts : 346
Pemilik : LLJ
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   10th November 2009, 20:04

Lian Jie terpaksa menghentikan langkahnya sebelum melewati pintu kamarnya ketika seekor golem terbang mendekatinya sambil membawa pengumuman tentang perpindahan kamar. Selama dua menit, Lian Jie terpaku pada golem yang sepertinya membalas tatapannya dengan "Masa bodoh! Nggak usah protes!"

Perlahan, ia menghembuskan nafas panjang, lalu menoleh kembali ke dalam kamarnya. Selama beberapa menit, ia terdiam dan mematung ketika memandangi isi kamarnya yang selama 3 tahun ini telah menjadi rumahnya. Kertas-kertas sketsa gambar berserakan di lantai, buku-buku strategi dan cerita fiksi yang ia pinjam dari perpustakaan tergeletak beerantakan di mana-mana, bahkan sebagian besar dinding kamarnya sudah penuh dengan gambar-gambar dan coret-coretan tentang analisis strategi perang yang dia pelajari.

'Bagaimana cara membereskan ini semua?' gerutu Lian Jie dalam hati.

Akhirnya, Lian Jie memutuskan untuk bersikap masa bodoh. Dia keluar dari kamarnya, menyusuri koridor menuju Bagian Logistik. Golem itu terus mengekornya, sambil terus mengulang pengumuman.

"Berisik, pergi sana," Lian Jie mengusir golem itu dengan lambaian tangannya.

Golem tersebut menurut, kemudian beralih haluan ke lain koridor untuk terus menyerukan pengumuman yang sama.

Quote :
"Dari mana asal bapakmu, heh?"

"Dari Hindia Belanda. Akan tetapi, ia seorang Belanda. Walaupun begitu aku lebih mencintai tempat kelahiranku, Hindia Belanda. Ibuku pun seorang pribumi."

"Bah! Dari Hindia-Belanda apanya, tak usahlah kau berpura-pura suci dengan mengatakan keturunan pribumi--semua orang Belanda itu sama saja ba--ba... baiknya..."

"Ya, setelah pangeran dari kerajaan purba itu membawamu ke bagian logistik dan kau akan kembali lagi ke sini untuk menyeret tasmu ke tempat yang sama?"

"Kau! Rambut hitam enggak jelas... Diam dan bawakan saja tasnya, oke?"

"Apa yang kau lakukan pada Liliru Hehanusa? Berani sekali kau..."

"Kampret! Kau mau membunuhku ya, dasar perempuan gila-- Asal kau tahu ya, justru aku ini sudah menyelamatkan Lilith dari jeratan orang-orang yang tak jelas juntrungannya! Aku mau mengantar Lilith ke kantor manajemen, dan kau mau melarangku juga, hah?"
Sayup-sayup, Lian Jie mendengar kehebohan itu dan semakin jelas terdengar seiring langkahnya yang semakin mendekat. Dua meter sebelum sampai ke keramaian di depannya, tiba-tiba seseorang muncul dari punggungnya dengan langkah berderap dan menyalipnya dengan cepat.

Dari bayangannya, Lian Jie sadar bahwa itu adalah Jenderal Xiao Ling.

Tek Xiao Ling wrote:
"HOOOI!! Ada apa ribut-ribut di lorong, HAH?! Cari mati kalian semua?!"
Teriakan itu mengurungkan niat Lian Jie bergabung dalam keramaian di dalam, walau hanya berniat melihat papan pengumuman siapa teman sekamarnya yang baru.

'Ghe, kenapa Jenderal Xiao Ling di sini?' pikirnya.

Berharap Xiao Ling tak menyadari keberadaannya, Lian Jie menghentikan langkahnya. Lian Jie meneruskan pandangan matanya lebih jauh ke dalam dan ia menemukan wajah-wajah tegang ketika Xiao Ling menunjuki wajah mereka satu per satu.
Back to top Go down
View user profile
Silverius Girlani

avatar

Posts : 97
Umur : 24
Pemilik : Woof

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 22

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   10th November 2009, 22:14

"Ada apa?" Tiba-tiba Exorcist berambut hitam berantakan itu bertanya kepada Silverius. Apa maksud dari pertanyaannya lagipula? Oh, ya, pria Jepang yang masih berdiri di dekat gadis berambut pirang yang lebih pendek darinya itu sempat mengendikkan kepalanya ke arah Exorcist tersebut. Tidak ada maksud apa-apa, sebenarnya, selain mempromosikan si Exorcist kepada gadis berbalut pakaian pembantu itu - yang sepertinya sedikit disalahartikan oleh si Exorcist.

"Kau! Rambut hitam ngga jelas... Diam dan bawakan saja tasnya, oke?" Aurelio sekarang malah memerintahnya. 'Hei, memangnya siapa yang berbicara denganmu, Pangeran?' adalah kalimat yang tersusun di dalam benak Silverius yang terangkum dalam satu fonem saja.

"Che!"

'Ya, Peduli amat dengan pangeran dari kerajaan purba yang kurang mengenal sopan santun untuk tidak mencampuri pembicaraan orang lain.' Kalimat lainnya tersusun dalam benak Silverius, namun kali ini mulutnya sama sekali tidak terbuka. 'Untuk apa lagipula? Hanya memperburuk keadaan.'

Beberapa saat kemudian, Silverius merasakan jari-jarinya memutih karena terhambatnya aliran darah. 'Oh, sampai kapan sebenarnya semua ini akan berlangsung?' Silverius mengeluh di dalam benaknya. Keluhan memang tidak bermanfaat apa-apa apabila diucapkan, dan mungkin akan memperburuk suasana. Karena itulah pria Jepang itu lebih memilih untuk diam.

Dan sepertinya kejadian ini akan bertahan lebih lama lagi ketika Silverius melihat seorang gadis Cina berambut hitam yang ikut bergabung dengan kelompok kecil ini. Di dalam benaknya, pria Jepang itu mempertimbangkan apakah lorong yang biasanya sepi ini masih cocok untuk menjadi tempatnya menghabiskan waktu apabila dia sedang tidak ada kerjaan karena sepertinya situasinya mulai ramai.

Selagi terlarut di dalam benaknya, tiba-tiba gadis Cina tadi melemparkan dua buah jarum ke arah Aurelio yang tengah menggendong Lilith. Gadis Cina itu juga bertanya dengan lantang, tetapi sepertinya pertanyaannya terlambat. Mungkin dia harus mencoba membicarakan suatu hal terlebih dahulu sebelum bertindak karena apabila gadis Cina itu memperhatikan situasinya dengan seksama, tentunya dia tidak akan melewatkan ekspresi kesal yang mewarnai seluruh sudut wajah Aurelio. Tentu saja, Aurelio malah balas memaki, namun balasan Exorcist yang juga berambut hitam itu malah melebar ke arah Silverius dan Exorcist berambut hitam berantakan tadi.

'Orang-orang yang tak jelas juntrungannya, katanya? Oh, wajar saja mengingat ketidaksopanannya barusan,' Silverius menyimpulkan dengan tenang meskipun urat di kepalanya sudah berkedut.

Dan ketika sepertinya semuanya akan berakhir dengan cepat ketika Aurelio kembali berbicara, seorang wanita Cina lainnya datang. Kali ini seorang Jenderal yang juga dikenal dengan sikapnya yang kasar dan tidak ramah - tipe orang yang sangat tidak disukai Silverius. Bahkan orang yang belum mengenal wanita itupun pasti segera tahu melihat tindakan pertama yang dilakukannya.

BRAKK!!

Yup, tepat sekali, memukul dinding lorong. Dan itu belum cukup tanpa bentakan - yang menyusul sesaat kemudian.

"HOOOI!! Ada apa ribut-ribut di lorong, HAH?! Cari mati kalian semua?!"

Silverius hanya memutar matanya dengan malas menanggapi bentakan sang Jenderal. 'Orang seperti ini memang lebih baik didiamkan saja, karena pasti maunya tidak akan jelas,' pikir pria Jepang itu. Namun yang sedikit membingungkannya adalah, mengapa seorang Jenderal juga berjalan ke arah kantor Logistik? Bukankah setiap Jenderal memiliki ruangan pribadinya masing-masing?

Silverius pun menghela nafasnya ketika dari kejauhan dia melihat seorang Exorcist lainnya - yang lagi-lagi juga berambut hitam. 'Oh, yang benar saja,' umpatnya dalam hati.
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Lilith Odilia van Ersteed

avatar

Posts : 25

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Asia
Umur: 17

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   10th November 2009, 23:31

"Dari mana asal bapakmu, heh?"

"Dari Hindia Belanda. Akan tetapi, ia seorang Belanda. Walaupun begitu aku lebih mencintai tempat kelahiranku, Hindia Belanda. Ibuku pun seorang pribumi."

"Bah! Dari Hindia-Belanda apanya, tak usahlah kau berpura-pura suci dengan mengatakan keturunan pribumi--semua orang Belanda itu sama saja ba--ba... baiknya..."

"Ya, setelah pangeran dari kerajaan purba itu membawamu ke bagian logistik dan kau akan kembali lagi ke sini untuk menyeret tasmu ke tempat yang sama?"

"Kau! Rambut hitam enggak jelas... Diam dan bawakan saja tasnya, oke?" 

"Apa yang kau lakukan pada Liliru Hehanusa? Berani sekali kau..."


Woa kali ini Ye Xia, calon teman sekamarnya datang dan tidak tanggung-tanggung langsung melayangkan jarum-jarumnya yang berkilat itu ke wajah pribumi Aurelio. Lilith terkesiap dengan dua telapak tangan menutup bibir mungilnya yang terbuka, dan lega mengetahui bahwa pria yang masih menggendongnya itu tidak apa-apa. “Ye-Ye Xia tung--”

Belum sempat gadis berambut coklat itu berbicara ia sudah terpotong oleh kalimat yang lain lagi.

"Kampret! Kau mau membunuhku ya, dasar perempuan gila-- Asal kau tahu ya, justru aku ini sudah menyelamatkan Lilith dari jeratan orang-orang yang tak jelas juntrungannya! Aku mau mengantar Lilith ke kantor manajemen, dan kau mau melarangku juga, hah?"

Lilith semakin tercekat, bukan saja Aurelio mengeluarkan sumpah serapah macam itu pada Ye Xia –Oh sungguh Lilith sama sekali tak mengira kau sekasar itu – tapi juga karena di saat bersamaan ia sadar kalau semua sumber keributan itu adalah dirinya. Sosok gadis mungil yang entah kenapa selalu terjebak insiden bersama exorcist-exorcist cabang Asia... oh dan itu belum yang terburuk karena seorang yang lebih sangar datang dan langsung menggebrak tembok bangunan keras-keras, seolah tembok itu terbuat dari gabus atau apa.

"HOOOI!! Ada apa ribut-ribut di lorong, HAH?! Cari mati kalian semua?!"

Oh cukup...


Tanpa sadar tubuh mungilnya merosot dari gendongan sang pangeran purba. Rona wajahnya pucat dengan bunyi sesenggukan yang keluar sekali-kali. “Maaf Jendral, i-ini semua sa-salah Lilith..” punggung tangannya menyeka air mata yang sudah menggenak di pelupuk.

Coba tadi Lilith tidak lewat sini.. coba tadi Lilith tidak menjatuhkan tas ke Silverius...


Gadis itu reflek mundur beberapa langkah dengan wajah yang hendak menangis namun belum saja ia berhasil mundur cukup jauh punggung mungilnya sudah membentur sesuatu. Paras manis itu menoleh ke belakang dan sekali lagi terkesiap saat mengetahui identitas orang di balik punggungnya yang juga berpakaian hitam-hitam, rosario tersemat di dada.

Exorcist lagi.


“Hiks... Chrys, tampaknya Lilith memang tidak bisa....” masih dengan suara yang tercekat ia berbicara pada dirinya sendiri. Matanya yang berkaca-kaca menatap wajah siapapun itu dengan rona ketakutan yang nyata.


Last edited by Lilith Odilia van Ersteed on 11th November 2009, 00:12; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Blanka Ormondi Demetros

avatar

Posts : 116
Umur : 27

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   11th November 2009, 00:02

Mengamati.

Ya, itulah yang dilakukan Blanka Ormondi Demetros di ujung koridor sedari tadi. Ia menjadi saksi diam –bukan karena ia bisu tentunya – kejadian kecil yang bermula dari kecerobohan seorang gadis yang menjatuhkan tas besarnya pada Silverius –yang ia tahu namanya dari beberapa waktu yang lalu. Dan siapa sangka beruntut panjang, menarik perhatian begitu banyak orang yang akhirnya berteriak-teriak tak jelas. Sampai-sampai sesosok wanita berpangkat tinggi datang dengan kemarahan yang meluap-luap. Membuat sang gadis mungil di dalam gendongan itu merosot, hendak menangis.

..air mata...


Ia tidak suka melihatnya. Air mata hanya merefleksi dirinya pada ingatan yang tak ia kehendaki. Dan Blanka tak suka melihat orang lain tersiksa, setidaknya ia beranggapan demikian.

Perlahan-lahan ia melangkahkan kedua kakinya –tanpa suara. Mendekati keramaian di koridor, rambut panjangnya yang terang bergelombang mulai menyeruak dari kegelapan –walau jelas-jelas ini masih siang. Mengherankan, warna mahkota wanita berusia 22 tahun itu begitu mencolok jika dibandingkan dengan rambut-rambut Asia lainnya yang didominasi warna hitam namun kenapa tak seorang pun menyadari kehadirannya dari tadi? Seolah-olah hawa keberadaannya terlalu tipis.

Tanpa sengaja gadis mungil itu menabrak dirinya, dan langsung tercekat sambil terisak. Blanka hanya memandang gadis yang lebih pendek darinya itu dengan tatapan lurus. Ia tahu kalau gadis mungil itu ketakutan. Telapak tangan Blanka melakukan suatu tindakan yang tidak terduga; menepuk-nepuk kepala Lilith perlahan –walaupun ekspresi wajahnya masih sama-- dan sebelum gadis berusia 17 tahun barusan itu memperlihatkan reaksi ia berjalan dengan langkah yang begitu hening–tanpa mengatakan apapun pada siapapun di sana – ke Silverius yang ia tahu telah membawa tas milik gadis itu dari tadi.

Manik amber gelapnya menatap wajah pria berambut hitam acak tersebut –sedikit mendongak. Bibir tipisnya terbuka dan meloloskan suara dengan volume yang terlampau kecil sehingga tidak dapat didengar oleh orang lain selain yang ditatapnya itu.

“...Ezüst..”

Ezüst; perak dalam bahasa aslinya. Nama yang dipergunakan Blanka untuk memanggil pria Jepang satu itu. Sorot matanya pada Silverius bergerak ke tas besar yang digenggam pria itu, yang kemudian berpindah ke tangannya dalam sekejap. Entah bagaimana cara wanita itu melakukannya.

Bagaimanapun juga Blanka adalah seorang Exorcist, mengangkat tas seperti ini bukanlah hal besar kan?

Ia memutar tubuhnya –tanpa menunggu reaksi Silverius – dan berjalan kembali dengan sama heningnya –seolah-olah tak ada keributan disana – menuju sang pemilik tas.

Kali ini setidaknya kau dapat melihat sisi kemanusiaan yang masih ada pada wanita yang berbalut pakaian hitam itu.
Back to top Go down
View user profile
Tek Xiao Ling
Vatican Central
avatar

Posts : 330
Umur : 25
Pemilik : Agito

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 23

PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   11th November 2009, 06:21

“Maaf Jendral, i-ini semua sa-salah Lilith..”

Xiao Ling mengangkat sebelah alisnya melihat gadis mungil yang kini menangis itu. Oke, cukup. Dilihat sekilas saja, Xiao Ling sudah tahu kira-kira seperti apa keadaan di sana. Bagaimana tidak? Seorang gadis manis yang jelas-jelas tampak lemah, dikerubuti 3 orang Exorcist pria plus seorang staf wanita yang saling teriak dan memaki... Apalagi namanya kalau bukan 'pertengkaran memperebutkan sang tuan puteri'? Staf wanita yang berdarah sama dengannya itu pasti sahabat gadis kecil itu, dan Xiao Ling bisa-bisa saja memaafkan tindakannya yang sudah merusak dinding markas... yaah, dia sendiri juga sering melakukannya, 'kan?

Gadis itu lalu ditopang oleh... sosok yang hampir ia lewatkan sangking tipisnya aura Exorcist pindahan itu. Blanka Ormondi, kalau ia tidak salah. Ia sempat membaca sekilas profilnya, tapi ia tidak menyangka bahwa orang dengan aura setipis itu betul-betul ada.

"Gadis kecil..." kata Xiao Ling sambil menepuk-nepuk kepala Lilith pelan dengan pandangan yang melunak, "Aku percaya kau tidak salah. Kau juga, Ye Xia. Kamu sahabatnya, 'kan? Kamu juga bebas dari hukuman. Hanya saja, lain kali hati-hatilah sedikit dengan jarum-jarummu itu."

Ia lalu beralih ke arah ketiga Exorcist pria yang tadi sempat bertengkar hebat. Ia mengerutkan keningnya, berusaha mengingat nama mereka satu per satu. Girlani, Hehanussa, dan Virchow, kalau tidak salah... Ia hanya membaca profil mereka sekilas, dan hanya menaruh sedikit ketertarikan pada Aurelio Mahubessy Hehanussa, yang kabarnya sudah sering membuat masalah dengan koki-koki di dapur hanya karena mereka tidak menghidangkan masakan khas Hindia-Belanda di kafetaria. Bah, kau kira berapa banyak orang Hindia-Belanda di sana, dan berapa banyak yang lidahnya cocok dengan makanan negara itu? Sadar, Bung, Anda ada di Cina dan mayoritas orang yang ada di sana adalah orang Cina, jadi wajar saja kalau kafetaria Cabang Asia lebih sering menyajikan masakan Cina.

Oke, kembali ke masalah ribut-ribut tadi. Xiao Ling berdiri berkacak pinggang menghadap ketiga Exorcist pria tersebut dengan tatapan marah. "Girlani, Virchow... dan terutama kau, Hehanussa. Aku yakin kalian bertiga--atau paling tidak, satu dari kalian--adalah biang kerok dari keributan ini. Sekarang pilih; mau menjelaskan keadaan lalu nanti kuhukum sesuai dengan tingkat kesalahan kalian, atau tidak mau menjelaskan tapi kalian semua kuhajar sama rata?" tanya Xiao Ling tegas sambil menunjuk ketiga pria itu satu per satu.

"Dan kau, Lian Jie," katanya sambil menoleh ke arah Exorcist pria yang sepertinya tidak ikut ribut-ribut tadi, tapi sepertinya masih berguna. Oh, jangan kira kau bisa luput dari penglihatan jendral ganas satu ini dengan kemampuan menghilangkan aura serendah itu, nak. "Kau bantu aku sini. Uruskan kepindahan Heidrich Kohler dan Song Eun Su. Kau seniornya Eun Su, 'kan? Berbaikhatilah sedikit pada juniormu itu, dan bantu aku mengurus kepindahan kedua bocah sial itu, oke?" paksa Xiao Ling sambil menjejalkan dokumen pemindahan yang dibutuhkan kepada Exorcist muda itu.

Ia lalu kembali menatap ketiga Exorcist yang tadi hendak dihukumnya itu, masih dalam ekspresi tegas yang sama. "Aku menunggu jawaban kalian. Kutunggu sampai 15 detik; kalau masih belum dijawab juga, kuhajar kalian sama rata," kata Xiao Ling sambil tersenyum sinis pada ketiganya. Oh, tato di punggung tangannya terasa agak gatal, minta diaktifkan. Sabar saja, semua pasti akan mendapatkan gamparan gratis dari jendral ini.




OOT: *mati ngakak baca ulang postingan ini*

_________________

"My battle, my rule. Do not protest."
-Tek Xiao Ling-


Agito's 1st ID - The Poison Butterfly
Back to top Go down
View user profile http://china-rollz.livejournal.com
Sponsored content




PostSubject: Re: [ASIA] Pencarian Teman Sekamar   

Back to top Go down
 
[ASIA] Pencarian Teman Sekamar
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» 110422 SOSHI GO TO INDONESIA ON MARCH 2012!!
» Shield Use
» Girls' Generation 1st Asia Tour "Into The New World" Live Album Information
» Preorder and Information - Girls' Generation The 1st Asia Tour : Into The New World DVD

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Branches :: Asian Branch :: Dormitory-
Jump to:  
Forumotion.com | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum