An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» Free Talk
by Ravel Kohler 21st December 2015, 17:50

» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13


Share | 
 

 [CENTRAL] Gunslinger

Go down 
AuthorMessage
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 14:30

Status: Closed
Title credit to...Avenged Sevenfold Tongue



Gadis itu berdiri di ambang pintu, telapak tangannya menyentuh bagian kusennya, menatap kekosongan sebuah ruangan. Orang-orang bilang, kalau sebagian besar para exorcist maupun section staff merasa bosan dengan kondisi dorm, dengan tumpukan berkas maupun kelelahan karena tugas keluar markas, mereka pasti akan singgah kemari. Ruang santai, yang tumben untuk hari ini terlihat begitu sepi. Kosong, untuk lebih tepatnya. Hanya Izarra seorang diri, masih berdiri diambang pintu, tengah berpikir dalam hati.

Kemana orang-orang yang lain?

Gadis itu melongokkan kepalanya sejenak, menengok ke kiri kemudian ke arah sebaliknya. Benar-benar sepi. Kemana semua orang? Padahal setahunya tidak ada misi sama sekali hari ini—oke, mungkin untuk divisinya, iya. Hanya saja tidak biasa... tempat ini tiap sore selalu ramai, paling tidak, untuk diisi beberapa exorcist melepas penat atau barangkali memilih berbincang dengan rekan sejawat.

Dan tadinya, itu kemauan Izarra...

...sebelum dia sadar, dia sendirian.

Izarra melangkah perlahan masuk. Kursi-kursi di sisi meja tempat beberapa orang biasa duduk sambil membaca buku dari rak yang membelakanginya dibiarkan kosong. Sunyi, terlalu sunyi. Izarra berhenti, sampai di sisi sebuah rak buku yang tingginya melebihi tingginya. Dia hanya menatap deretan buku yang tidak tertata rapi, dan hanya membetulkan letaknya ketika tatapannya menangkap beberapa buku terlihat tak terurut sebagaimana mestinya. Dia berbalik, memastikan lagi keadaan sekitarnya, kemudian menarik salah satu kursi kosong untuk ia duduki.

...

Kedua bola mata coklat jernihnya hanya menyisir ruangan, sesekali kembali menoleh ke sisi kiri, kembali ke sisi sebaliknya, lalu menghela nafas. Benar-benar tidak ada orang. Sunyi. Terlalu sunyi.

"...hah."

Ia menghela nafas, beranjak membiarkan kedua tangannya bersandar padanya sebagai sandaran kepala. Tak biasanya, Central terlihat begitu sepi. Dia tidak membayangkan apakah ada sebagian staff yang mungkin terperangkap dalam koridor-koridor dalam headquarter atau apapun.

Sesaat rasanya...

Dunia cuma diisi olehnya sendiri. Rasanya mengerikan


Last edited by Izarra O. Maraschine on 12th March 2010, 16:42; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Francis U. C. Karlsen

avatar

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 16:05

Dingin—musim dingin sudah tiba dan wajar saja untuknya tidak kalah dengan mudah oleh suhu yang menurun drastis ini walaupun bahkan ia bisa merasakan jari-jarinya sudah kedinginan. Namun tubuhnya masih tidak menunjukkan tanda-tanda kalah dengan kejamnya cuaca, malah dia tidak menyelimuti bagian lengannya sama sekali—pamer kekuatan? Tidak juga, ini hanya karena ia bukan seseoran gyang memiliki keterampilan untuk memodifikasi seragamnya alias jahit-menjahit. Francis bukan tipe pria yang memiliki keahlian rumah tangga, ia tidak pernah berinisiatif untuk belajar hal-hal remeh tersebut yang biasa dilakukan oleh para perempuan.

Sembari mengerling ke sekitar, manik obsidiannya tampak mencari-cari sesuatu—mungkin yang ada di otaknya adalah selimut penghangat di kala musim dingin yang sebenarnya tidak dingin-dingin amat. Lumayan kalau ia bisa mendapatkan santapan seperti tiga hari yang lalu secara kedua disciplenya itu benar-benar sangat protektif terhadap diri mereka sendiri. Aneh, memangnya kenapa sih mereka sampai-sampai benar takut? Padahal hal 'itu' kan cukup menyenangkan kalau diingat-ingat, bahkan membuat seorang Francis cukup ketagihan.

Walaupun tentu saja kedua disciplenya sudah pernah kena serangannya.

Hendak berjalan terus, tiba-tiba saja instingnya mengatakan untuk berbelok—mengingat pria ini adalah sosok yang mungkin bisa disamaratakan dengan hewan, tentu ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengetahui apa yang penciumannya rasakan. Dan sekali lagi, insting hewan selalu benar begitupula dengan insting seorang Francis Karlsen sang General yang ada di Black Order. Dilihatnya seorang wanita dengan gaya rambut yang cukup khas, hitam dan bergelombang.

Kakinya melangkah pelan, cukup cepat namun tidak menimbulkan banyak suara yang berarti sehingga membuat orang mengetahui kedatanganya. Bak hewan buas yang mendatangi mangsanya diam-diam lalu memakannya, dengan cepat Francis memeluk sang wanita yang dikenalnya sebagai Izarra Orphelia Maraschine itu dengan tangannya. Tentu seperti biasa, kedua telapak tangannya memegang bagian yang cukup sakral di tubuh wanita. Bagian atas-depan yang selalu jadi sasaran Francis.

_________________
Want my Cigarette?

-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 16:34

Life’s suck, then you die.

Izarra terdiam dalam kungkungan tangannya, tampak belum sama sekali mengangkat kepalanya, menyadarkan diri dalam lamunan benaknya sendiri. Dia masih sendiri dalam ruangan itu, tak menyentuh satupun buku yang tergeletak tak jauh dari tempatnya menyandarkan kepala, tak berminat sama sekali dengan benda-benda penghilang bosan dalam ruangan yang biasanya sampai dipakai berebutan oleh anggota-anggota lain saking bosannya mereka dalam markas. Berani taruhan juga kalau sampai ada binatang semacam armadillo atau semacamnya dalam markas, Izarra yakin hewan malang itu akan dijadikan bola bowling karena kejenuhan mereka.

Sayangnya ini musim dingin.

...yap. Musim dingin telah tiba. Itulah mengapa hari ini dia memakai seragamnya yang lain, yang cukup hangat baginya untuk melindungi diri dari sergapan rasa dingin yang menusuk tulang. Melindunginya dari puing-puing salju yang turun di kala dia harus ikt misi keluar markas, dan juga...

Izinkan dia bilang untuk melindungi diri dari sebuah serangan lain?

Kau pasti tahu itu apa.

Ah, Izarra jadi mengerti alasannya. Mengapa tak satupun orang ada di ruangan ini. Mereka semua pasti pergi, pergi entah ke ruangan bagian mana secara bersama, berhadapan dengan tempat pembakaran kayu bakar yang hangat, diiringi dengan musik-musik bernada pelan yang menyejukkan telinga. Jahatnya. Sementara dia sendirian di sini. Walaupun itu pilihannya. Dia sengaja meninggalkan hingar-bingar itu, sengaja melarikan diri. Kenapa? Tidak ada yang tahu.

Ia tahu, namun pikirannya seolah membatu; oleh dinginnya musim.

Dia menghelan nafas, dalam lamunan yang dia ciptakan, tampak sekali bayangan gelap yang entah kenapa perlahan diseliweri dengan pemandangan-pemandangan aneh. Seperti masa lalu—tapi ia memilih untuk melupakannya sejak dua detik awal ingatannya memaksanya untuk mengingat. Lalu...saat-saat masih di gereja bersama kepala biara—ah, dia jadi ingat betapa senangnya dia saat itu, memakai topeng kegembiraan yang dia bentuk sendiri untuk menutupi masa lalu yang tak mau ia ingat. Saat yang sama ketika musim dingin, para biarawati St. Verona berkumpul menghiasi kapel gereja beserta apapun didalamnya dengan hiasan-hiasan musim dingin. Termasuk organ pipa besar yang ada di sana. Ya, Izarra merindukannya, namun semuanya sudah tidak ada lagi.

Sekali lagi, karena dia sudah memilih. Dia di sini sekarang, di tempatnya yang baru.

Tempat yang—dia rasakan entah kenapa ada rengkuhan keras menggamit tubuhnya dengan kasar dan; izinkan dia bilang, menyentuh sesuatu darinya?

"KYAAA!"

Sontak dia berteriak, lantas berbalik untuk melihat siapakah pelakunya. "General! A-apa yang!" dia langsung saja memukuli telapak tangan sang ketua bagiannya, dimana dia diangkat sebagai bawahan. Orang ini...graaah! "Lepaskan!"
Back to top Go down
View user profile
Francis U. C. Karlsen

avatar

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 17:33

Dia tidak tahu kenapa Izarra begitu protektif—bahkan jujur saja ia tidak dapat merasakan apapun kecuali tumpukan kain. Jangan remehkan Francis, ia tahu benar bagaimana tekstur dan perasaannya kalau masalah ini. "Kau pakai baju berapa lapis?" Tanyanya yang tidak peduli ketika Izarra memukuli tangannya dan meneriakinya. Kalau begini saja sudah menyerah, ia pasti sudah berhenti menjadi General sejak lama. Sayangnya sebuah bentakan simpel tidak akan pernah ampuh untuknya, butuh sesuatu yang lebih untuk membuat seorang Karlsen berhenti.

Coba tanya ke exorcist atau Section Staff yang bekerja di Black Order cabang Central, siapakah yang tubuhnya sama sekali belum pernah dijamah oleh Francis? Pastilah orang itu masih baru atau tidak menonjol. Tapi nyaris 90% para wanita pernah mengalami kesialan itu dan 99% di antaranya mengharapkan Francis segera dipecat atau dipindah-tugaskan ke cabang lain, mungkin tidak sedikit yang mengharapkannya lenyap. Sekali lagi, instingnya mengatakan kalau disciplenya tidak akan berpikiran seperti itu.

"Kalau tidak mau, bagaimana?" Tanya Francis yang malah semakin erat memeluk Izarra—tampak kesenangan menggoda bawahannya yang satu ini. Ia mengecup pipi Izarra, lalu melepaskan cengkramannya. Sebuah cengiran muncul di wajah Francis sambil melihat reaksi bawahannya itu. Manis, bahkan Francis berpikir untuk memboyong sang disciple ke kamarnya. Sedikit paksaan tidak akan melukai—oh well, bercanda. Ia tidak sekejam itu.

"Sepi sekali." Tanyanya sambil melihat ke sekitar dan menyadari yang ada di sana hanyalah Francis dan Izarra. Mungkinkah takdir yang membiarkan keadaan menjadi seperti ini? Manik obsidiannya melirik Izarra—mungkin lebih tepatnya ke daerah-daerah privat miliknya secara bergantian. "Mungkin ini takdir, menghabiskan sore musim dingin berdua?" Ia mengangkat dagu Izarra lalu mengelus pipinya yang ternyata cukup tembam juga.

_________________
Want my Cigarette?

-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 18:52

"Lepaskan, General! General Karlsen!"

Izarra tak henti-hentinya berupaya keras untuk melepas renggutan tangan sang atasan dari tubuhnya. Francis Ulysses Christian Karlsen—Francis Karlsen untuk lebih singkatnya, salah satu General di markas cabang Black Order Eropa. Paling tidak, ada hal yang membuatnya jadi tampak jelas berbeda dibanding General-General lain; mulai dari sikap dan perangainya. Sikapnya...Tuhan, rasanya puluhan staff wanita di markas besar pasti akan mengamini Izarra jika dia berpendapat bahwa General-nya adalah musuh para wanita. Benar saja, dengan sikap mesum yang hobi diumbar kemana-mana selama itu ada wanita, siapapun pastilah kesal. Kalau sudah begini, tidak ada yang bisa menghentikannya. Satu hal yang Izarra sarankan; selamatkan diri kalian atau dalam jeda lima meter General Karlsen didekatmu, maka pasrahlah.

Yang kedua, perangainya. Bisa dibilang karena sikapnya yang seperti itulah banyak sekali ujaran-ujaran tidak menyenangkan yang sampai di telinga Izarra selaku disciple-nya, begitu juga dengan Glaucio dan Allegra. Hanya saja kedua anak itu tidak seberapa peduli dengan hal itu, dan Izarra berharap dirinya juga demikian. Oke...ia akui dia sedang berusaha melihat Generalnya dari sisi yang berbeda dan lebih positif; setidaknya ini menurutnya. Orang yang sama, telah menolong orang-orang di Verona dari serangan rombongan Akuma. Orang yang sama, telah menyelamatkan suster kepala. Dan, orang yang sama...

"Kau pakai baju berapa lapis?"

...yang telah mengajaknya kemari.

Izarra mengerutkan sebelah alis, tampak heran dengan pertanyaan yang dilontarkannya.

"Ini musim dingin, General."—ya, musim dingin dan tentunya udara di luar suhu kamar tentunya menurun, no? Ckck, Dasar. Izarra cuma bisa menghela nafas kesal, namun tidak berhenti meronta untuk dilepaskan. Ayolah. Lagipula dia tidak nyaman dibeginikan, terlebih ketika tangan sang General kembali berulah. Heuh.

"General, lepaskan saya—"

"Kalau tidak mau, bagaimana?”

"Anda. HARUS."

Izarra bisa saja lepas kendali, kalau saja sang General tidak segera melepaskan pelukannya. Izarra yang memukuli tangannya dengan lebih emosional ini malah mendapatkan keratan yang jauh lebih erat. Dia meronta lagi, sebuah kecupan di pipi didapatnya, terakhir kemudian pelukannya melonggar. Hmfh, awas saja. Mungkin sekali-kali Izarra perlu menambahkan gula lebih banyak di dalam seduhan kopi pahitnya?

"Sepi sekali." tanyanya, sepertinya baru benar-benar sadar akan keadaan. Izarra membenarkan seragamnya yang jadi agak kusut; terlebih karena kali ini dia sengaja merangkapi dengan dua lapis pakaian karena suhu yang merendah. "Ya...sepertinya yang lain entah berkumpul dimana, tentunya di tempat yang lebih hangat dibanding di sini." ujarnya, seraya menatap balik sang atasan. Satu statement lain bermakna merayu lagi-lagi dilontarkan, Izarra membalasnya dengan bersikap acuh.

"Maaf, tapi lebih baik pikirkan diri anda sendiri..." dia melihat Francis tidak memakai seragam musim dingin yang memiliki lengan panjang. "...seragam anda terlalu sering sobek, lebih baik anda menggantinya. Memangnya tidak dingin?"
Back to top Go down
View user profile
Francis U. C. Karlsen

avatar

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 19:18

Izarra begitu menarik—dia tipikal orang yang akan pasrah ketika di serang, namun tetap meronta agar dilepaskan. Bukankah hal itu sangat menarik dan lucu ketika diperhatikan? Lihat saja Izarra yang seharusnya sudah tau perbedaan kekuatan mereka berdua masih berusaha minta dilepaskan, padahal bisa apa seorang Izarra Orphelia Maraschine yang Innocencenya bertujuan untuk menyembuhkan itu melawannya? Seperti gajah lawan semut saja, kekuatan mereka berdua ditambah keadaan fisik dan hukum alam dimana laki-laki akan lebih kuat dari wanita itu bila dijumlahkan sama dengan perbandingan antara gajah dan semut.

Tapi biarpun Francis memiliki fisik seperti ini—sifatnya sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Mungkin dia memang tidak sabaran dan mau sesuatu secara instan—dan tentu saja tidak ada yang boleh membantahnya apabila mereka sedang di dalam perdebatan atau minimal mereka bisa merasakan 'Demonic Skin's Fist', sebutan untuk jitakan spesial sambil mengaktifkan Innocence di bagian tangan kanannya. Selain itu dia sifatnya baik-baik saja—bukan tipikal orang yang suka memanfaatkan orang lain ataupun memiliki kekejaman tersendiri, walaupun sayangnya seluruhnya tertutup oleh sikap mesumnya yang sepertinya memang mendominasi pendapat orang di sekitarnya.

"Ini musim dingin, General."

"Tapi jujur saja. Kau terlihat semakin gend—maksudku...berisi." Komentarnya, sedikit melupakan kata-kata tabu untuk wanita yaitu hal-hal yang menyangkut dengan berat badan dan kadar lemak dalam tubuh. Walaupun terkadang menyenangkan melihat gadis yang berisi, terlebih kalau bagian atas-depan dan bawah-belakang menjadi terlihat menonjol—mungkin bisa bayangkan Asdvadzadour yang bisa dibilang tidak memiliki pinggang tapi dua aspek lainnya memenuhi kriteria 'wanita yang enak dilihat'.

Namun Izarra memenuhi tiga-tiganya, andai saja pinggangnya lebih ramping—mungkin ukuran dada Izarra ditambah pinggang Allegra lalu pinggul Izarra itu akan membuat sebuah figur perempuan yang sempurna. Yap, sempurna untuk dipandangi.

Izarra mulai tahu cara untuk membuat Francis terdiam—tidak meladeni ucapan-ucapan konyolnya. Tapi memangnya Francis akan terdiam lalu menjauh dan mundur? Enak saja—mimpi dulu, Francis memang bukan tipikal orang yang merayu dengan kata-kata melainkan dengan perbuatan. Pasti Izarra juga tidak sepenuhnya membenci Francis, buktinya dia masih memedulikan seragam Francis yang memang tidak memiliki bagian lengan.

"Dingin sih." Jawabnya, menyentuh bibir Izarra dengan ujung jarinya—dengan begitu ia tahu seberapa dingin tangan Francis sekarang. Namun Francis tidak menggigil kedinginan, ia masih kuat melawan suhu seperti ini. "Tapi aku tidak bisa menjahit, jadi ya mau apalagi."

_________________
Want my Cigarette?

-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 19:55

"Maksudnya?" sejenak, insting wanita menangkap sebuah istilah yang sebenarnya dia anggap cukup berbahaya jika saja ada yang berani mengucapkannya. Hm…asal tahu saja, meski sekilas Izarra tampak tidak sebegitu memperhatikan dirinya, tapi bisa dibilang dia cukup ‘anti’ dengan beberapa ucapan yang mulai bermakna menilai dirinya. Maaf saja, tapi dia tidak sebegitu senangnya mendapatkan predikat tidak terima kritik; kalau orang berani berkaca juga sebenarnya semuanya juga bersikap demikian. Hoo...kalaupun sang General tadi juga bermaksud demikian, pastikan saja esok hari secangkir kopi pahitnya akan berubah menjadi secangkir kopi manis.

Izarra agak terkejut ketika bibirnya disentuh oleh jemari sang atasan, sedikit mengernyit menyadari suhu tubuhnya yang sedikit rendah dibanding kondisinya sekarang. Dasar pria...selalu saja mau sok kuat terlihat di depan wanita, eh? Jangan pura-pura. Izarra hanya menatapnya dengan tatapan tidak tertarik, dan mulai menelisir seluruh bagian sobekan pada bagian lengan seragam. Sepertinya masih ada yang bisa dilakukan.

"Anda ini...padahal stok seragam musiman tersedia, namun hampir seluruhnya anda bat rusak." komentarnya setengah mengocehkan hal yang tak penting. Lagipula memang sudah resiko, tiap kali sang General merusakkan seragamnya akibat pemakaian Innocence yang juga berefek samping cukup menyakitkan, mau tak mau seragamnya harus dirusak kalau yang bersangkutan tak juga terburu merasa kesakitan yang teramat sangat. Izarra mendorongnya duduk di kursi yang ada. Tanpa banyak bicara dia segera menelusuri beberapa rak tak jauh dari rak buku; siapa tahu dia menemukan sesuatu. Ketika menemukan barang yang dimaksud, dia segera membawanya dan melemparkannya pada sang General.

"Pakai kain selimut ini—cukup hangat, kok." ujarnya lugas, lantas memberikan gesture jari untuk memintanya melakukan sesuatu. "...ada baiknya seragamnya anda lepas dulu—sepertinya bisa sedikit diperbaiki dengan menambah kain tambahan di lengannya." ujarnya lagi, tak mau berlama-lama langsung meminta sang general tidak membuang-buang waktu. Mau sampai kapan? Sampai mati beku?

"Lagipula jangan memaksakan diri..." ia berhenti sejenak. Rasanya tidak tepat menambahkan makna 'sok' dalam paparannya. "Manusia manapun tidak ada yang tahan dengan hawa dingin."


Last edited by Izarra O. Maraschine on 12th March 2010, 20:42; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Francis U. C. Karlsen

avatar

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 20:18

"Err...—" Kalau ditanya, harus menjawab, kan? "Yah, pinggangmu jadi sedikit lebih lebar." Ujarnya sambil memeragakan bagimana lebar pinggang Izarra bertambah menggunakan tangannya. Ia masih tahu diri, jujur saja ia pernah mendapatkan tamparan dan gigitan hanya karena mengomentari salah seorang wanita yang tidur dengannya sedikit lebih gemuk dari yang lalu—habis itu Francis kapok, ia tidak akan pernah menghina berat badan wanita lagi. Jujur saja, kadang mereka itu jauh lebih menyeramkan daripada Akuma kalau urusan sensitif itu mulai diungkit-ungkit apalagi dijadikan bahan candaan. Tidak lagi, setidaknya ia tidak akan nekat.

Ia hanya diam ketika Izarra mulai mengomentari tindakan yang dilakukan olehnya—tetap bersikap kuat walaupun dia sendiri sudah dapat merasakan dinginnya. Memang dinginnya standar, tapi bagaimana untuk orang yang memakai baju tanda lengan? Kurang lebih kalau orang itu bukan Francis, pasti sudah pingsan karena kedinginan. Dia juga tidak mau merusak seragamnya sendiri, tapi memang terkadang ia akui lebih nyaman memakai seragam seperti ini daripada tertutup sepenuhnya—gerah dan panas lagipula.

Tiba-tiba saja Izarra melemparkan selembar selimut untuknya yang langsung ditangkapnya dengan sigap—terkejut dengan pernyataan Izarra selanjutnya. Uh-oh, apa jangan-jangan Izarra...ah, tidak mungkin—itu hanyalah pikiran liar Francis saja. Ia tahu Izarra itu bukan gadis yang hobi macam-macam, wajahnya terlihat seperti gadis baik-baik dan akan menjadi sebuah kegemparan kalau tahu seorang General diserang oleh disciplenya...

...sepertinya memang imajinasinya kelewat jauh dengan kenyataan.

"Ada, aku tahan dengan udara dingin." Ujarnya yang melepas seragamnya sehingga yang tersisa di tubuhnya hanyalah celana panjang berwarna hitam—ia hanya menaruh selimut itu di pundaknya, tanpa menunjukkan gelagat kalau dia sedang kedinginan. Bukan sok kuat, tapi dia tahu kalau dia tidak akan kalah hanya dengan suhu seperti ini—dengan begini ia bisa kuat kalau ditugaskan ke tempat-tempat yang udaranya benar-benar menusuk tulang. Kalau begini saja protes, bagaimana di tempat-tempat yang tidak terduga nantinya? Anggaplah latihan pribadi.

Kalau dilihat-lihat tubuh Francis berbentuk—sayang luka dimana-mana menghiasi tubuhnya. Memiliki Innocence yang membuatnya tidak dapat terluka itu tidak sepenuhnya efektif karena ia tahu bahwa nyawanya bisa berkurang setiap kali memakainya sehingga ia berusaha meminimalisirnya. Kebanyakan strategi mereka Francis yang menahan mereka dengan senjata biasa lalu membiarkan Allegra dan Glaucio yang menyerang dan menghabisi Akuma. Bagaimanapun juga, Innocence mereka tipe Equipment dan tidak akan memakan habis soul force yang dimilikinya. Tipe parasite memang lebih kuat, namun tentu saja kelemahannya...membuat umurnya berkurang.


((OOC: Rikues seragamnya mirip Kanda .///. *shot*))

_________________
Want my Cigarette?

-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint


Last edited by Francis U. C. Karlsen on 12th March 2010, 20:56; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 20:40

Izarra tak ambil pusing, dia mulai meneliti beberapa bagiannya yang sobek. Duh, memang benar Izarra tahu kemampuan bertarung atasannya itu bisa dibilang kuat karena gosip Innocence-nya dibilang cukup berbahaya—namun, untuk sampai merusak lengan baju sampai seperti ini, rasanya pasti lebih dari itu. Izarra membalik kain bajunya, mulai melihat ke sisi lain lengan seragamnya, dan lagi-lagi mendecak. Sedikit sulit, tapi rasanya akan agak sulit menambahkan kain. Lebih baik benahi beberapa sisinya, dan mendapatkan seragam baru yang layak pakai.

"Anda ini...seragam tidak layak pakai begini masih saja dikenakan." tegasnya, terlalu fokus pada bagian seragam yang sobek dibanding pemiliknya. Dia merabai tas pinggang kecil yang dia letakkan dibalik badan, sedikit mencari-cari sesuatu. Wajahnya terlihat mengeryit, baru sadar telunjuknya tertusuk jarum. "Duh..." cepat-cepat dia hisap darahnya, meski luka yang ditimbulkan tidak seberapa. Sedikit mulai ia benahi bagian-bagian yang tak rata, sambil mendumal pelan melihat kondisi pakaian itu. Ih. Keduanya diam, Izarra sibuk membenahi seragam Francis, sementara Francis sendiri entah sedang apa. Cukup lama hening menyelimuti keduanya, sampai kemudian Izarra sedikit mendongak, melihat sosok sang atasan. Agak miris, dia melihat kondisi tubuh pria di hadapannya itu; penuh luka, dan beberapa di antaranya juga adalah luka baru yang pernah dia sembuhkan. Dampak buruk pemakaian Innocence tipe parasit...selalu seperti ini, ya?

Menelisik tak terlalu lama, dia kembali berkutat dengan benang dan jarum dalam diam. Sampai tanpa maksud tertentu dia mulai membuka pembicaraan. "Kenapa anda bertarung, General?"

Tanpa dongakan sama sekali, dia tetap meneruskan kegiatannya.

"Padahal, tiap anda bertarung, anda tahu sekali apa beban yang sama akan menimpa anda, kan?"

Tusukan baru masuk, sedikit dikaitkan sejenak, membentuk simpul penyatu di antara lubang sobekan.

"Terlebih...luka-luka anda." Izarra agak berhenti. Dia menatap dengan amat serius. Innocence, mereka bilang itu adalah suatu berkah yang diberikan Tuhan. Namun bagi Izarra, hal itu tidak sepenuhnya benar. Mungkinkah berkah itu justru membawa si penerima berkah kepada sebuah rasa sakit? Atau bahkan mungkin...kematian?
Back to top Go down
View user profile
Francis U. C. Karlsen

avatar

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 21:07

Izarra sepertinya sudah makin tahu bagaimana untuk membungkamnya, lihat saja ia mulai mengacuhkan Francis dan malah berkutat dengan seragam yang barusan ia lepaskan. Semoga saja ia bisa menambahkan kain dan tidak kesempitan ketika dipakai mengingat ukuran tubuh Francis itu bukan ukuran tubuh yang 'kecil', ia memiliki postur tubuh tinggi besar dengan otot di sekujur tubuhnya. Memang kebanyakan yang ia lihat para General pria itu memiliki postur ramping, tapi mungkin tidak untuknya yang menggunakan seluruh tubuhnya untuk bertarung. Bagaimanapun juga ia bukan superman yang bisa melakukan segalanya, ia harus banyak-banyak berlatih agar tubuhnya makin kuat.

Semakin kuat sehingga dapat menghabisi Akuma dengan mudah. Tapi untuk apa ya bertarung sejauh itu? Ia tidak memiliki keluarga kandung—dia menganggap orang-orang di Blac Order adalah keluarganya, terutama ketiga disciplenya ini.

"Kalau kau sebut itu tidak layak pakai, aku bisa-bisa keluar tidak pakai baju." Dari semua seragam yang ia punya, entah kenapa bagian lengan selalu rusak, bahkan sedikitnya memiliki kerusakan di bagian celana hingga sisa sampai selutut saja—mungkin disebabkan karena gaya bertarungnya yang menggunakan tangan serta kaki? Tentu, ia tahu benar bagaimana ia bertarung sebab tidak sepenuhnya Francis menghajar musuhnya dengan otot semata, ia membutuhkan otak juga mengingat senjata yang ia pakai cukup berbahaya.

Ternyata Izarra cukup sigap, lihat saja tas pinggangnya yang sudah memiliki alat-alat jahit yang sebenarnya bukan merupakan salah satu alat untuk bertarung, lagipula pekerjaan Izarra di kelompoknya memang hanya sebagai penyembuh, bukankah begitu? Bahkan begitu mandiri, ketika jarinya tertusuk jarum ia tidak segera berteriak panik—namun memiliki cara sendiri untuk menghentikan pendarahannya. Mirip ibunya yang dulu meninggalkan dirinya, bagiamana keadaan mereka setelah dua belas tahun berlangsung?

Ia tidak tahu. Ibu yang begitu dikaguminya adalah wanita yang sama dengan yang menelantarkannya di atas kasur karena Innocencenya ini.

Manik obsidiannya terus saja menonton Izarra sambil terduduk di atas bangku, memandangi wanita cantik itu dari jarak sedang. Tidak begitu jauh, namun juga tidak begitu dekat—cukup untuk memperhatikan apa yang sedaritadi dilakukan olehnya.

Izarra mulai membuka pembicaraan, Francis hanya menyimaknya lalu berpikir apa yang sebaiknya ia pakai sebagai jawaban. Ia paling sulit kalau disuruh menjawab, tidak memiliki persediaan alasan indah yang banyak—terkadang yang keluar adalah serangkaian kalimat yang akan dimengerti dirinya sendiri. Tentang alasan dia bertarung padahal dia memiliki beban yang harus dipikulnya. Rasa sakit serta kemungkinan akan kehilangan nyawa.

"Sama saja dengan yang lain." Jawabnya, mungkin orang lain ingin melindungi manusia-manusia yang tidak bersalah atau bahkan mengikuti jejak penolongnya. Iapun begitu, ia tahu kalau satu-satunya cara untuk menolong Xena hanyalah dengan terus mengumpulkan Innocence, mungkin setelah lengkap maka ia akan bisa kembali ke wujudnya semula. Hanya sekedar hipotesa, namun tidak ada salahnya untuk sedikit berharap, bukan? "Aku bertarung karena dulu ada yang menyelamatkanku dari Akuma." Lanjutnya, sebuah jawaban yang simpel namun tidak lengkap—ia tahu apa yang merupakan tujuan utamanya berada di Black Order.

_________________
Want my Cigarette?

-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint


Last edited by Francis U. C. Karlsen on 26th March 2010, 17:15; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   12th March 2010, 21:32

"Memang tidak layak pakai." Izarra mengibaskannya kain seragam itu sedikit. Euh...rasanya makin tidak habis pikir. Dia kembali meneruskan jahitannya, tak berhenti juga, sampai kiranya dia mendengar ujaran sang atasan. Jawaban...rasanya itu tidak memenuhi kriteria jawaban, baginya.

"Kalau seperti itu...bukannya sama saja dengan bertarung tanpa tujuan?" selidiknya, sepertinya tidak menginginkan jawaban yang bersikap menutupi sesuatu. Bukan bermaksud untuk mencampuri urusan orang lain, namun entah kenapa dia begitu penasaran. Terlalu penasaran, entah kenapa. Perangainya yang satu ini memang tidak begitu menonjol dari seluruh sikapnya, jadi anggap saja ini sebagai suatu anomali. Tidak terlihat seperti dia sesungguhnya, sejujurnya. Tapi dia serius. Sangat serius.

"...kalau General keberatan menjawabnya, tidak apa." tukasnya sembari menghela nafas tanpa ekspresi yang lebih berarti dibanding sebelumnya. Tisikan jarumnya masih belum selesai. Sejenak dia memutus benang dengan giginya, lalu memasukkan lagi benang ke dalam lubang jarum dan kembali meneruskan kegiatan sedari tadi. Hening, tak ada suara apapun yang terdengar dalam ruangan. Mungkin suhu ruangan yang masih tak juga naik—berharap saja ada suatu mesin yang bisa mengatur suhu ruangan suatu hari nanti. Karenanya dia mendongak, agak khawatir. "Perlukah kain selimut lagi?" dia agak mengencangkan kerah seragamnya juga, dia merasa mulai dingin. Jari-jarinya saja harus dia gerakkan agak tidak kaku karenanya.

Sembari menunggu respon, dia yang tak ingat untuk memperhatikan jahitan tangannya—kembali tertusuk untuk kesekian kalinya. "Oh—sial..."

Darah itu menetes dari sebuah luka, menetes dan tanpa sengaja jauh ke lantai. Menimbulkan bercak kecil yang tak tertangkap mata yang tak awas. Dia menghela nafas dalam diam, berhenti melanjutkan kesibukannya. "...sama sekali tidak bisa dimengerti."
Back to top Go down
View user profile
Francis U. C. Karlsen

avatar

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   13th March 2010, 08:04

"Kurang lebih seperti itu, tidak ada tujuan spesifik." Lanjutnya sambil melirik Izarra yang masih menjahit dan berbicara tanpa melihatnya, tampak seperti obrolan ini hanyalah untuk mengusir rasa bosannya yang sedaritadi berada sendirian di tempat ini. Memangnya dia memiliki tujuan khusus untuk bergabung dalam Black Order selain—itu? Bertarung demi melanjutkan usaha General sebelumnya tampak klise, namun memang hanya itulah kiranya keberadaan Francis di sini. Memangnya mengharapkan jawaban apa? Jawaban manis yang membuat semua orang terpana dan mulai mengikutinya karena alasan yang mungkin hanya sekedar karangan? Dia tidak butuh pengikut, tiga disciple saja cukup untuknya.

Ia tidak keberatan, hanya memang tidak ada jawaban lain yang pantas diberikan untuk Izarra—mereka belum sebegitu dekatnya untuk menceritakan masalah masing-masing sampai yang terdalam. Aneh, ia merasakan jarak yang begitu besar antara keduanya walaupun Francis seringkali melakukan hal yang aneh-aneh padanya. Francis menggeleng begitu Izarra menawarinya kain selimut lagi—ia tidak butuh, Francis tidak selemah itu dan dia tahu dia bisa lebih kuat lagi dari ini. Tepatnya dia harus lebih kuat lagi.

Untuk apa sebenarnya ia mencari kekuatan? Untuk apa ia menghabisi Akuma? Kesenangan tersendiri? Apa yang menjadi tujuannya?

Tidak ada yan gpernah dipikirkan, sebab sudah lama ia merasa bahwa menghabisi Akuma adalah sebuah kewajiban dan bukan hak—dimana ia bisa tidak untuk ikut campur dalam urusan seperti ini. Menyelamatkan desa-desa juga hanya kewajiban, mengambil orang seperti Izarra yang kompatibel dengan Innocence juga hanya kewajiban semata.

Tapi dia tahu kalau kewajiban itu tidak mengurangi apapun darinya.


Dilihatnya Izarra yang tampaknya sudah tertusuk jarum lagi—berkali-kali. Entah ini sudah keberapa kalinya ia melakukan kecerobohan itu, membuat Francis hanya menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Izarra. Dengan cara yang dilakukan oleh Izarra, ia menghisap darah yang keluar dari ujung jarinya. "Hati-hati." Tukasnya.

_________________
Want my Cigarette?

-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   25th March 2010, 16:04

Izarra tercenung; dia hanya memperhatikan dalam diam. Bagaimana sang general beberapa saat lalu, secara tiba-tiba, meraih tangannya. Memang benar, jarinya sudah entah berapa kali tertusuk jarum. Mungkin...sudah yang kesekian kalinya. Kedua kelopak matanya mengatup, tak lama membuka lagi sambil menggulirkan kedua bola matanya bergantian. Ke arah tak tentu, menatap meja, kembali menemukan sosok sang general. Begitu berhati-hati, membuat Izarra hanya bisa menghela nafas dalam-dalam dengan tertahan.

...sampai perasaannya diam-diam menyentuhnya.

Sesuatu yang terkesan aneh dan istimewa, menurutnya. Katakanlah seperti sesuatu yang berkaitan penuh dengan...perasaan. Motivasi—bedanya gadis ini merasakan sesuatu yang menyokongnya dengan lebih kuat. Maafkan Izarra; dia memang masih pemula dalam masalah perasaan. Sejak kecil tidak punya orang tua yang membimbingnya, membuat gadis itu belajar sendiri. Seperti halnya kini, dia merasa sedikit canggung. Dia tidak begitu bisa menyadari sesuatu yang muncul dari awal, membuatnya hanya kehilangan petunjuk, dan terpaksa jalan di tempat.

Malangnya.

Walau semuanya mulai berubah; munculnya fluktuasi tak menentu timbul semenjak dia berada di sini. Terlambat? Dia belum yakin bahwa dia benar-benar terlambat. Satu sentakan nafas pelan menyadarkannya, membuatnya mengejangkan tangannya sejenak. Dan ia harap membuat sang general mendongak karenanya.

"Bagaimana kalau..." Izarra menatap manik obsidian milik sang lawan bicara, serius. Tidak ada kesan main-main sama sekali, seolah tengah menelisik ke dalam hamparan ruang kosong yang tidak tertebak olehnya.

"...kalau saya katakan, bahwa anda telah memotivasi saya, bagaimana?"

Masihkah tidak anda pikirkan? Lupakan barang sejenak soal seragam tadi. Izarra belum tampak merubah ekspresi, malahan kini dia sepertinya tidak menginginkan penampikan. Dia menanti jawabannya; kira-kira apa responnya?




I reach towards the sky…

I've said my...

?




Yap. Bagaimana?
Back to top Go down
View user profile
Francis U. C. Karlsen

avatar

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   25th March 2010, 21:07

Jarinya lembut—sebagaimana seorang wanita pada umumnya. Tidak pernah bertemu dengan pekerjaan rumah tangga sehingga tidak kasar, Francis bisa merasakannya dengan jelas di lidahnya. Lembut, ia ingin kelembutan yang sama ini bisa mengelusnya. Sebuah permintaan sederhana yang pastinya tidak akan pernah dikira akan keluar dari pikiran Francis sendiri. Ia akui dia memang sedikit...aneh? Dengan gaya pikir haus akan belaian wanita. Tapi kalau mau diselami, ia memang hanya ingin sentuhan mereka.

Yang sudah ia tinggalkan selama 13 tahun.

Ia ingin sentuhan itu, bukan penuh hasrat ataupun keterpaksaan. Ia hanya—ingin. Tidak lagi mempercayai sentuhan memang membuatnya ingin menantang diri dengan mendekatkan diri pada Xena, namun apa hasilnya? Nyaris tidak ada yang bisa ia dapatkan. Bahkan jiwa tanpa raga itu sudah terkungkung dengan dunianya sendiri, dimana masa lalulah yang menentukan perasaannya. Dia tidak bisa menyentuhnya, membuatnya tidak bisa mengetahui apa yang ia rasakan.

Dia mau yang seperti ini. Bisa menyentuhnya dan ia juga bisa balas menyentuhnya. Bukan hanya raga, ia juga menginginkan jiwa—seseorang yang bisa menyentuhnya dan merelakan diri untuk disentuh olehnya.

Manik obsidiannya menatap lurus Izarra yang mengejangkan tangannya, otomatis ia mendongak. Melihat wajah cantik Izarra—dengan rambut sehitam eboni yang terurai. Lembut, ia tahu rasanya. Ia pernah menyentuhnya dan menciumnya, entah secara paksa atau bahkan secara tiba-tiba. Begitu saja, tapi ia memang menyukai baunya. Bunga jasmine, sama seperti yang ibunya pernah beri di saat bulan pertama ia sakit. Kenangan terakhirnya.

Bunga jasmine.

Bau yang ia sukai.

Dari orang yang membuatnya tertarik.

Aroma yang terus-terusan ia hidup ketika bersama Izarra.

"Memotivasimu, maksudnya?" Francis tidak peduli apakah ia menjadi sebuah patokan untuk Izarra karena pernah menyelamatkannya. Yang ia tahu, Izarra memiliki segalanya yang membuat ia bisa melupakan masa lalunya perlahan-lahan. Kelembutan elusan jemari ibunya bisa ia gantikan, aroma jasmine yang berasal dari pot berwarna kebiruan itu tergantikan dengan adanya Izarra di sisinya. Yang ia mau hanya satu.

_________________
Want my Cigarette?

-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint
Back to top Go down
View user profile
Izarra O. Maraschine

avatar

Posts : 28
Pemilik : jingsgirl
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 25 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   26th March 2010, 16:10

“Maksudnya…”

Izarra menelan ludah—bagaimanapun, sulit rasanya membiarkan mulutnya melepas frasa dengan mudah dalam situasi seperti ini. Hanya ada dia dan sang general sendiri di sini, tidak ada siapapun. Entah dimana orang-orang sekarang; dia sudah lupa. Izarra mulai luluh perlahan, tidak berani menatap langsung lurus seperti sebelumnya, dia menoleh ke sisi lain sedikit, memilih memperhatikan ujung meja dekat mereka berdua ketimbang harus menatap mata sang master. Terlalu sulit.

“Saya…saya merasa bahwa…anda secara tak langsung membuat saya termotivasi.”

Bahkan caranya saja untuk menjelaskan juga terbata-bata. Izarra masih enggan mengangkat kepala, memilih untuk tak meluputkan pandangan pada ujung meja; seolah takut meja itu lari. Yeah—maaf, dia tidak bisa memberi guyonan yang lebih lucu. Dia menghela nafas, berusaha merentet semua peristiwa ke belakang yang sempat dia alami selama di Verona. Semua hal yang mengawali pertemuannya dengan sang master.

“Anda ingat saat berada di Verona? Saat itu anda singgah di sebuah gereja di sana...” Izarra mencoba membangkitkan ingatan sang general, perlahan agar yang dimaksud juga benar-benar ingat. Izarra sedang tidak mau terlihat bodoh jika sang general tidak ingat juga pada akhirnya. “Saat itu, St. Verona. Ada beberapa Akuma menyerang, warga satu kota nyaris saja jadi korban…kalau...kalau...”

...kalau tidak ada anda, tuan.

Izarra menghentikan ceritanya, tenggorokkannya seperti tercekat. Dia ingin bicara, tapi rasanya susah. Terlebih sekarang...dadanya mendadak sakit. Nafasnya masih normal; salah jika mengiranya mulai sesak nafas atau yang lain semacamnya. Rasanya aneh, jantungnya sulit sekali ia atur iramanya. Benar-benar berkhianat. Izarra merasa malu sekali—wajahnya panas. Tanpa sebab.
Back to top Go down
View user profile
Francis U. C. Karlsen

avatar

Posts : 96
Poin RP : 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 27

PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   7th April 2010, 16:01

Francis tidak bodoh—mungkin dia berpikiran pendek atua bahkan malas untuk berpikir berat-berat. Tapi bukan ini maksudnya, dia tahu benar kalau artinya memotivasi berarti membuat orang lain termotivasi. Apa Izarra sedang bermain dengannya, atau apa? Ia sedikit tidak mengerti, membuat manik obsidiannya menatap langsung kristal hazel yang indah. Namun pemandangan itu langsung hilang karena Izarra tak henti-hentinya menggerakkan kepalanya.

Tampak gugup.

Akan sesuatu yang tidak ia ketahui.

"Aku ingat semuanya." Jawabnya pelan seiring cerita yang dilontarkan Izarra. Ia terus menggenggam erat tangan Izarra yang lembut. Mendengarkan dengan seksana bagaimana Izarra menceritakan ulang kejadian ketika ia menyelamatkan Izarra. Gereja kecil yang sederhana, ia ke sana bukan untuk beribadah—melainkan hanya berasntai sejenak mengingat tempat itu sangat tenang dan sunyi. Sempat kepikiran untuk tidur di tengah misanya walaupun sialnya saat itu misa belum dimulai.

Kesialan untuknya, namun keberuntungan bagi para penduduk sekitar. Sebab di waktu yang sama ia melihat Akuma yang tiba-tiba menyerang gereja tersebut. Untung saja bukan Akuma tingkat tinggi, ia bahkan tidak memerlukan batnuan disciplenya dan malah berakhir dengan munculnya Izarra.

Bibirnya menyentuh jemari Izarra, lagi.

"Sudah kewajibanku untuk menyelamatkan kalian dari Akuma."

"Kau kenapa?"

_________________
Want my Cigarette?

-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [CENTRAL] Gunslinger   

Back to top Go down
 
[CENTRAL] Gunslinger
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Roman- Gunslinger utility Belt F-Rank
» Destiny RP!
» Community Central: Welcome to Camp Half-Blood!
» Tales of a Gunslinger [Lamia Scale (Group B)]
» MALKOIR --- Spike Corner Central

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Jump to:  
Forum create on Forumotion | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Forumotion.com